Jumat, 13 April 2012

MATI 1 TUMBUH 1000 (KISAH PARA RASUL 11 : 19 - 21)

A.
Kisah Rasul 11 merupakan penggenapan Amanat Agung. Tapi bagian ini juga merupakan penggenapan Kisah Rasul 1:8. Melalui ayat-ayat ini kita dapat melihat beberapa hal: (1) Injil tidak dapat berhenti oleh karena penganiayaan. (2) Injil tidak dapat dibatasi oleh satu suku bangsa. (3) Injil itu bisa diberitakan oleh siapa saja. (4) Semua ini bisa terjadi karena penyertaan dan kuasa dari Tuhan.

B.
Kita harus mempersiapkan jemaat bahwa gereja di masa yang akan datang akan menghadapi masa-masa yang sulit (lih. 2 Timotius 3:1). Jemaat harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di depan supaya semakin setia menjadi murid Kristus. Dalam tantangan dan penderitaan yang kita hadapi seharusnya hal itu tidak menyurutkan semangat dalam memberitakan Injil. Ada beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh orang-orang Kristen: (1) Tantangan dari luar adalah penganiayaan. Penganiayaan ini tercakup fisik, mental, ketidakadilan. Banyak pihak yang berusaha menjepit orang Kristen untuk tidak bertumbuh. (2) Sedangkan tantangan dari dalam adalah ketidaksehatian satu dengan lainnya. Namun pada bagian disini kita bisa melihat bahwa orang-orang Kristen bersatu hati untuk membantu orang-orang Kristen yang mengalami kesulitan. Jadi kesatuan ini perlu dibangun, walaupun jumlah kita tidak banyak namun kesatuan itu menguatkan kita bahwa kita tidak sendiri dalam menghadapi penderitaan karena iman kita. (3) Tantangan ketiga adalah rasa kesukuan, namun demikian kita dapat menyatukan perbedaan ini dengan melihat bahwa tujuan gereja adalah sama, sehingga setiap suku merendahkan kesukuan mereka demi tujuan gereja. Semua ini terjadi karena kekuatan dan kuasa Tuhan.

C.
Tema ini memberikan konteks semangat dimana ada yang berkorban tapi justru meningkatkan komunitas itu. Pada bagian ini yang berkorban adalah Stefanus. Ketika melihat pengorbanan Stefanus kita bisa mendapati: (1) kedaulatan dan rencana Allah sulit diselami. (2) Injil disebarkan memakai orang lain. (3) Injil disebarkan oleh orang yang sederhana. (4) Injil dibutuhkan oleh semua orang dari berbagai bangsa.

D.
Fokus pada bagian ini adalah Stefanus. Kematian seseorang ini menghasilkan hal yang besar. Siapa orang ini? Dan mengapa menghasilkan hal yang besar? Apa yang ia lakukan dalam sepanjang kehidupannya? Kehidupan Stefanus ditransfer kepada orang-orang yang ada disekitarnya sehingga di masa yang akan datang terjadi pergerakan yang besar. Selain anugerah Allah, ada keteladanan kehidupan kita yang perlu dinyatakan.

E.
Intimidasi ternyata menghasilkan dampak yang positif, di sini kita bisa melihat bahwa Tuhan memakai penderitaan sehingga mereka tersebar untuk memberitakan Injil. Coba bila tidak ada penderitaan dan penganiayaan, mungkin mereka hanya akan diam di Yerusalem saja. Menariknya di sini, mereka tidak mencari keamanan namun memberitakan Injil. Mereka melakukan semua ini karena mengatahui jati diri mereka dan Tuhan memakainya menjadi berkat.

F.
Dalam memberitakan Injil
1. Ada keberanian
2. Tangan Tuhan
3. Kuasa RK
Pada waktu itu:
1. Banyak orang mati martir. Karena kasih karunia Tuhan. Pesan utama adalah kasih Tuhan Yesus.

G.
Stefanus dibunuh oleh bangsanya sendiri karena mereka iri hati sebab Stefanus bisa membuat mukjizat, dan bisa menang dalam perdebatan. Sehingga ia difitnah oleh orang Yahudi dan menjadi martir. Kematian Stefanus membuat orang-orang Yahudi lari dan memberitakan Injil. Orang yang memberitakan Injil adalah orang yang sudah diubahkan oleh Roh Kudus, orang yang dipenuhi oleh Injil yang teraplikasi dalam kehidupannya, orang yang didorong oleh Roh Kudus untuk membicarakan Injil.

H.
Ayat 21, pada bagian ini kita bisa melihat dalam penginjilan harus berserah pada Tuhan. Selain itu, kita juga bisa melaihat bahwa mengabarkan Injil dan membuat orang percaya adalah dua hal yang berbeda. Kita dipanggil untuk mengabarkan Injil, namun belum tentu kita bisa membuat orang itu percaya. Ketika kita memberitakan Injil namun tidak membuat orang itu percaya pada Tuhan Yesus, itu bukan berarti bahwa apa yang kita lakukan itu adalah gagal.

I.
Mati satu tumbuh seribu:
1. Bukan tergantung pada waktu ia mati tetapi pada waktu ia hidup.
- Hidup yang memberikan dampak.
2. Bukan tergantung pada rencana manusia tetapi strategi Tuhan.
- Tuhan yang mempunyai rencana yang indah
- Bukan tergantung pada kuasa manusia tetapi pada kuasa Tuhan.

J.
Tantangan:
1. Dari dalam
2. Dari luar
Bagaimana jemaat untuk dapat memberitakan Injil:
1. Punya hati u tuhan / misi/ u orang yang belum mengenal Tuhan
2. Mengandalkan Tuhan = jemaat dimuridkan.

K.
Dalam bahasa misi, Tuhan sengaja menendang orang percaya untuk keluar dari Yerusalem untuk memberitakan injil. Stefanus dipilih untuk menyaksikan Injil kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Di sini orang percaya diajak untuk memberitakan Injil dan tangan Tuhan akan menyertai kita. Seluruh kegiatan agama tanpa Kristus adalah sesuatu yang omong kosong, karena itu Injil harus menjadi pusat pemberitaan kita. Dalam pemberitaan Injil banyak orang yang menjadi martir, namun darah martir yang tercurah menjadi daerah yang subur untuk pemberitaan Injil (lih. Korea Selatan).

L.
Mati satu tumbuh seribu
Siapa yang mati, (STEFANUS) :
- Kematiannya memperluas suatu pergerakan.
• Stefanus konsisten dalam iman. Demikian juga dengan jemaat sekarang ini tetap harus dilaksanakan
Tumbuh seribu:
- Pergerakan Injil harus berani melintasi budaya.
- Pergerakan Injil harus berani bersatu dalam perbedaan.
Pergerakan pemberitaan Injil :
- Dimulai dari pemimpin dulu. Jemaat melihat pemimpin membayar harga. Spt Stefanus yang memulai yaitu pemimpin OP.
- Hidup atau mati kalau tidak berorientasi pd amanat agung Tuhan.
- Tidak akan ada pengutusan tanpa ada pemuridan. (ada kesehatian dalam pergerakan Injil)
Perlu berkat dan penyertaan Tuhan dalam ber PI.