Rabu, 04 April 2012

KEBANGKITAN KITA DALAM KRISTUS (1 Korintus 15:1-11, 58)

A.
“Aku mau mengingatkan kamu kepada Injil … Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya” (ayat 1-2).Injil yang dimaksudkan di sini berisi berita “kematian dan kebangkitan Yesus.” Ini adalah inti Injil, yaitu apa yang Allah lakukan di dalam dan melalui Yesus, melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Kis 2:22-24; 10:38-40).
Kristus telah mati dan telah dibangkitkan
“Ia mati – Ia telah dikuburkan; Ia telah dibangkitkan – Ia telah menampakkan diri” (ayat 3-5).Ada empat peristiwa yang terdiri dari dua pasangan. Klausa kedua dalam masing-masing pasangan menetapkan kebenaran dari yang pertama.
Ia telah dikuburkan mengukuhkan kenyataan tentang kematian-Nya. Menyatakan bahwa ini bukan berita bohong. Sama halnya dengan dengan penguburan Daud membuktikan bahwa ia benar-benar telah mati (Kis 2:29). Yesus bukan mati suri dan juga bukan pura-pura mati. Yesus memang benar-benar mati. Ia tidak akan menjadi tidak mati hanya karena orang tidak percaya bahwa Ia tidak mati. Bahkan walaupun tidak ada yang percaya bahwa Ia mati, Ia tetap telah mati, dan ini adalah fakta objektif.
Karena Ia benar-benar mati, akibatnya kebangkitan-Nya sungguh-sungguh berarti bahwa Ia kembali hidup. Ia telah menampakkan diri kepada para rasul dan murid-murid yang lain. Membuktikan bahwa Ia benar-benar bangkit. Jika Yesus tidak bangkit (hanya mati saja) maka kepercayaan kita tidak berbeda dengan cerita-cerita kepahlawanan, di mana seseorang berkorban untuk orang lain. Ia hanya menggerakkan perasaan sentimental umat manusia. Ia tidak menjanjikan harapan apa-apa. Namun yang benar adalah, Ia telah mati tetapi kini Ia adalahTuhan yang hidup. Kebangkitan-Nya untuk membenarkan mereka yang percaya (Rom 4:25). Ia menampakkan diri untuk membuktikan bahwa sengat maut telah dicabut (1 Kor 15:55).
Kematian dan kebangkitan-Nya memberi kemenangan dan pengharapan
John Owen (Kematian yang menghidupkan) menjelaskan bahwa ada dua tindakan historis yang dilakukan oleh Kristus: pengorbanan-Nya di masa lalu, dan pengantaraan-Nya di masa sekarang. Yesus Kristus disebut sebagai pendamaian / korban kita dan sekaligus pembela / wakil kita (1 Yoh 2:1-2). Ia disebut sebagai yang mempersembahkan darah-Nya sendiri sebagai korban (Ibr 9:11-14) maupun sebagai pengantara bagi kita (Ibr 7:25).
Dalam doa-Nya (Yoh 17), Kristus menghubungkan kematian-Nya dengan pengantaraan-Nya, sebagai satu-satunya cara bagi penebusan kita. Ia juga berbicara mengenai penyerahan diri-Nya dalam kematian, dan doa-Nya bagi milik-Nya yang telah diberikan Bapa kepada-Nya. Kita tidak boleh memisahkan kedua tindakan yang telah disatukan oleh Kristus sendiri. Satu tindakan tanpa lainnya akan menjadi sia-sia. Itu sebabnya Paulus mengatakan, “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan (sebab itu sekarang tidak menjadi pengantara) maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” (1 Kor 15:17).
Jadi tidak ada jaminan keselamatan bagi kita jika kita memisahkan kematian Kristus dari pengantaraan-Nya. Apa untungnya mengatakan bahwa Kristus mati untuk saya di masa yang lampau jika sekarang Ia tidak menjadi pengantara bagi saya? Hanya jika Ia membenarkan kita sekarang, kita telah dibebaskan dari penghukuman atas dosa kita. Kebangkitan dan kenaikan-Nya merupakan dasar bagi pengantaraan-Nya. Tanpa keduanya tidak mungkin ada pengantaraan.
John Stott (Mengapa saya seorang kristen) mengatakan bahwa ada tiga bentuk masa keselamatan, yaitu sozomenos, sesomenos, dan sothesomenos – kata Yunani sozo, “selamat” dalam bentuk kini, lampau dan akan datang. Pertama, saya telah diselamatkan pada masa lalu dari hukuman dosa oleh Juruselamat yang tersalib. Kedua, saya sedang diselamatkan pada masa sekarang dari kekuatan dosa oleh Juru selamat yang hidup. Ketiga, saya akan diselamatkan pada masa yang akan datang dari adanya dosa oleh Juruselamat yang datang. Keselamatan oleh Yesus Kristus dikerjakan secara menyeluruh. Dulu, sekarang dan akan datang. Dengan demikian ada pengharapan dan kemenangan.
Kuasa kebangkitanYesus mengubahkan hidup
“… aku adalah sebagai mana aku ada sekarang” (ayat 10). Paulus ingin mengatakan bahwa kalau bukan karena kebangkitan-Nya dan Ia menampakkan diri kepadaku, aku tidak akan pernah menjadi seperti apa adanya aku sekarang. Aku menjadi percaya, aku melayani Dia, aku memberitakan Injil sebagai seorang rasul. Aku hidup dalam anugerah-Nya. Jika bukan karena kebangkitan-Nya, aku pasti tetap tidak percaya, tetap hidup sebagai seorang pembunuh orang kristen, tetap hidup dalam dosa dan kenajisan. Oleh karena Ia bangkit dan menampakkan diri kepadaku, aku mengenal Dia dan mengalami perubahan hidup. Ini juga menunjukkan bahwa setiap perjumpaan yang sejati dengan Yesus yang hidup pasti mengalami perubahan. Ini adalah tanda orang kristen.

B.
Berjumpa dengan Allah sejati menghasilkan perubahan hidup:
- Kebangkitan memberikan pengharapan
- Membangkitkan Keberanian
- Membangkitkan semangat dalam pelayanan

C.
Ada 3 hal yang dilakukan Kristus secara supranatural:
- Ayat 54, Maut, kematian dan semua bayang2nya telah ditelan dalam kemenangan.
- Ayat 57, Kristus memberi kemenangan atas tabiat yang lama, dosa yang lama, kehidupan yang lama.
- Ayat 51, Kebangkitan Kristus memberikan perubahan yang total dalam diri kita selama di dunia. Dibangkitkan dalam keadaan yang tidak binasa (ay 52)

D.
- Paulus menegaskan bahwa Kristus sudah benar2 bangkit.
- Kebangkitan Kristus mengubah kehidupan para murid
- Pekerjaan yang dikerjakan sekarang tidak sia-sia, karena Kristus telah bangkit

E.
Kebangkitan Kristus menghasilkan kebangkitan-kebangkitan kita:
- Kebangkitan akan pengenalan dan penerimaan diri
- Kebangkitan akan konsep anugerah yang lebih benar
- Kebangkitan untuk mengenal konsep pelayanan yang lebih baik

F.
- Kebangkitan Kristus adalah hal yang terpenting, fakta sejarah yang membedakan dengan agama lain.
- Kebangkitan Kristus menegaskan bahwa iman kita tidak sia-sia.
- Kebangkitan Kristus memberikan semangat untuk selalu giat melakukan pekerjaan Tuhan

G.
Paskah terjadi karena Kristus telah mati.
- keep the gospel in memory
- hidup tidak dalam kekosongan.

Karena itu penting berarti harus diberitakan:
- Kematian Kristus bukan akhir dari segala-galanya.
- Penguburan Kristus bukan hal yang memalukan
- Kristus bangkit

Kebangkitan Kristus adalah fakta dalam sejarah maka kita harus bekerja lebih keras.

H.
Injil tentang Kristus adalah penggenapan janji Allah.
Injil adalah kabar baik bagi manusia yang tidak berpengharapan.
Kebangkitan adalah meterai dari hasil penebusan di kayu salib.
Kuasa kebangkitan mentransformasi manusia: berkaitan dengan status baru.
Kuasa kebangkitan memberikan pengharapan.
Kuasa kebangkitan memberikan kepastian.

I.
Kebangkitan Kristus bukan mitos
Kebangkitan Kristus menjadi dasar kebangkitan kita
Kebangkitan Kristus, kita mendapatkan tubuh yang mulia (spiritual body)
MuliakanTuhan dengan tubuh yang sekarang, karena status yang telah dibangkitkan.

J.
Kebangkitan Kristus membawa kebangkitan sebagai manusia baru. Memberikan jaminan untuk berdiri teguh dengan mengenakan manusia baru di dalam Kristus

K.
- Remaja berpegang teguh dalam iman percaya mereka, yaitu tentang Kristus yang telah lahir, mati, dikuburkan, dibangkitkan dan bahkan menampakan diriNya
- Belajar dari pribadi Paulus. Orang yang mengalami siapaTuhan.

L.
Peristiwa Kebangkitan menjadi titik tolak sejarah kehidupan manusia.
Peristiwa yang dialami oleh Yesus bukan dongeng maupun rekasaya, melainkan peristiwa sejarah yang benar2 terjadi.
Dampak kebangkitan mengubah hidup para murid, sebelum dan sesudah kebangkitan.

M.
Mengapa kita perlu berpegang teguh kepada Injil?
Injil itu sudah diterima. Apakah Injil itu sudah menjadi pengalaman kita?
Injil membawa hidup
Injil memberi nilai hidup

N.
Memahami kuasa kebangkitan Kristus dan dampaknya bagi kehidupan murid Kristus. Kebangkitan Kristus merupakan doktrin pokok dalam keristenan. Banyak orang mengakui pentingnya kematian Kristus, tetapi menyangkal pentingnya kebangkitan Kristus secara jasmani. Kebangkitan Kristus merupakan kebenaran yang menggembirakan dan menjadi motivator bagi pelayanan gereja dan penginjilan dunia. Salah satu doa yang sederhana dan kredo gereja mula-mula adalah “Maranatha” yang artinya “marilah datang, Tuhan kami” (1Kor. 16:22). Tidak seorangpun yang mengingkari kebangkitan-Nya dapat berkata Maranatha. Jadi kebenaran kebangkitan Kristus dan relevansinya dapat memberikan kekuatan dan kemenangan dalam kehidupan setiap orang Kristen. Mengapa? Karena Kristus sudah bangkit. Kuasa kebangkitan itulah yang merubah kehidupan para murid. Sehingga dalam hitungan hari, minggu dan bulan, mereka yang tadinya takut dan malu untuk bersaksi, kini pasca kebangkitan dan turunnya Roh Kudus mereka dipenuhi pengharapan dan keberanian bahwa mempertaruhkan nyawa demi Injil.

I. Implikasi terhadap kehidupan orang Kristen jika Yesus tidak bangkit. Jika Kristus tidak bangkit, maka akan berakibat fatal bagi orang Kristen yang percaya kepada-Nya.
1. Jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah pemberitaan Injil. Paulus berkata di ayat 14, “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami.” Mengapa? Karena berita Injil didasarkan pada fakta adanya kematian dan kebangkitan Kristus (1Kor. 15:3-8). Penguburan-Nya membuktikan bahwa Ia tidak pingsan tetapi benar-benar sudah mati.
2. Jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah iman percaya kita kepada-Nya. Paulus berkata di ayat 14b, “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah juga kepercayaan kamu.” Orang mati dalam Kristus sudah binasa (ay. 18); dan orang Kristen patut dikasihani (ay. 19). Prospek masa depan kita tanpa harapan, karena semua orang akan mati dalam dosa dan dibinasakan dalam neraka. Jika Kristus tidak bangkit, maka orang-orang yang mati dalam Kristus tidak memiliki pengharapan untuk bangkit kembali.
3. Jika Kristus tidak bangkit, maka Ia dan para hamba Tuhan adalah pembohong/pendusta besar. Mengapa? (1) Karena Yesus pernah berkata bahwa Ia akan bangkit (Mat. 20:19; 28:6). Jika Ia tidak bangkit, maka Ia bukanlah nabi sejati dan bukanlah Tuhan dan Juruselamat yang hidup.
(2) Karena Paulus dan para hamba Tuhan memberitakan bahwa Yesus sudah bangkti. Paulus berkata di ayat 15, “Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.”
4. Jika Kristus tidak bangkit, maka Ia tidak dapat melakukan segala pelayanan-Nya selanjutnya. Karena segala pelayanan-Nya akan berakhir setelah kematian-Nya. Karena itu, kita sekarang tidak memiliki seorang Imam Besar, Pengantara, Pembela dan Kepala gereja (Rm. 6:1-10; Gal. 2:20). Berdiri dan runtuhnya iman kekristenan ditentukan fakta Yesus bangkit. Jika Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah segala jerih lelah kita menjadi pengikut Kristus.

II. Bukti-bukti kebangkitan Yesus Kristus.
Di dalam surat 1 Korintus 15:12-19, Rasul Paulus menunjukkan bahwa tegaki dan runtuhnya iman Kristen ditentukan dari ajaran tentang kebangkitan Kristus. Secara khusus pada ayat 1-11, ia menjelaskan fakta-fakta bahwa Yesus Kristus sudah mati karena dosa kita, Ia telah dikuburkan, bangkit dari antara orang mati dan telah menampakkan diri-Nya pasca kebangkitan-Nya. Kebangkitan Kristus bukan cerita dongeng semata, karena didasari oleh bukti-bukti yang akurat dan tepat.
1. Ia menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya. Ada sejumlah saksi mata yang melihat tubuh kebangkitanYesus. Urutan-urutan penampakan diri-Nya adalah (a) kepada Maria Magdalena dan wanita-wanita lain (Mat. 28:8-10); (b) kepada Petrus (Luk. 24:34); (c) kepada kedua murid-Nya di perjalanan ke Emaus (Mrk. 16:12); (d) kepada para murid-Nya, kecuali Thomas (Luk. 24:36-43); (e) kepada para murid-Nya termasuk Thomas (Yoh. 20:26-29); (f) kepada 7 murid-Nya di tepi danau Galilea (Yoh. 21:1-24); (g) kepada para rasul dan lebih dari 500 saudara dan Yakobus (1Kor. 15:6-7); (h) dan terakhir kepada mereka yang menyaksikan kenaikkan-Nya ke Surga (Mat. 28:18-20; Mrk. 16:19; Luk. 24:44-53; Kis. 1:3-12).
2. Adanya dampak-dampak dari kebangkitan-Nya. Kubur yang kosong membuktikan bahwa Ia sudah bangkit (Mat. 28:11-15). Adanya peristiwa hari Pentakosta yang diperingati setiap tahun sebagai hari turunnya Roh Kudus, karena Kristus sudah bangkit dan naik ke Surga, sehingga Roh Kudus dicurahkan (Kis. 2:33). Perubahan hari ibadah dari hari Sabat menjadi Minggu secara serentak oleh orang Kristen Yahudi mula-mula, karena mereka ingin memperingati kebangkitan Tuhan mereka yang terjadi pada hari Minggu (Kis. 20:7; 1Kor. 16:2).

III. Kuasa kebangkitan Yesus Kristus dan kebangkitan kita dalam Kristus.
Kebangkitan Kristus membawa hasil-hasil yang sangat positif bagi kehidupan orang Kristen.
1. Kebangkitan Kristus membuktikan kebenaran-Nya selaku seorang Nabi (Mat. 28:6). Hal ini juga mengesahkan pengakuan-Nya sebagai Tuhan dan Mesias (Kis. 2:36; Rm. 1:4).
2. Kebangkitan Kristus memberikan jaminan bahwa orang-orang percaya akan beroleh kebangkitan dan hidup yang kekal di surga (1Kor. 15:20-23,52).
3. Kebangkitan Kristus memberikan jaminan hidup berkemenangan bagi orang percaya terhadap dosa, Iblis dan maut atau kematian. Untuk itu, Paulus berseru dengan keyakinan yang kokoh, “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (1Kor. 15:55). Mengapa? Karena, "Maut telah ditelan dalam kemenangan.” (1Kor. 15:54). Sebab itu, sebagai orang Kristen, jangan takut menghadapi iblis, penyakit bahkan kematian, karena dibalik itu semua, kemenangan kita sudah dijamin.
4. Kebangkitan Kristus memberikan keberanian, kekuatan dan semangat untuk melayani Tuhan, karena jerih lelah kita tidak pernah sia-sia (1Kor. 15:58; bdk. Mat. 28:6-10, 19-20).