Jumat, 09 Maret 2012

TAK SEKEDAR HIDUP, Matius 5:17-20

A.
Kecurigaan terhadapa Tuhan Yesus begitu tinggi dan jelas, karena itu Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia datang bukan untuk merubah hukum Taurat. Namun banyak orang yang ingin menjatuhkan Tuhan Yesus. Karena itulah, Tuhan Yesus mengkritik cara pikir orang Yahudi / ahli Taurat. Tuhan Yesus menegaskan meniadakan Hukum Taurat, sama dengan meremehkan Allah. Dan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Hukum Taurat itu adalah sikap dalam hati.
Implikasinya:
1. Hidup yang benar itu hidup yang datang dari Allah
2. Penilaian dalam jalan hidup kita harus sesuai dengan penilaian Allah
3. Hidup harus menjadi berkat

B.
Khotbah di bukit, adalah sebagai penyempurnaan dari hukum Taurat yang tidak bisa dilakukan oleh orang Yahudi (penulis buku etika Kerajaan Allah). Kelemahan pemimpin orang Yahudi (ahli Taurat dan orang Farisi) adalah merasa dirinya yang benar.
1. Tuhan Yesus mengajar bahwa kesempurnaan itu akan datang akhir zaman.
2. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu ada dan harus menjadi pusat bagi kehidupan kita. Sehingga kita tidak sekedar hidup.
3. Percaya bukan sekedar melayani.

C.
Ayat 20, yang dimaksud “jika kehidupan agamamu tidak lebih benar . . . ” adalah:
1. Kebenaran itu harus membawa lebih mengenal Allah. Hukum Taurat diberikan untuk menyatakan siapa dan keberadaan Tuhan sehingga bangsa Israel dapat mengenal Allah yang sesungguhnya.
2. Kebenaran itu membawa pada penggenapan hukum Taurat yaitu kepada Kristus (ayt. 17). Sehingga melalui Firman kita bisa dituntun kepada Kristus.
3. Kebenaran itu memberikan nilai hidup yang sesungguhnya. Nilai hidup yang tertinggi adalah mengalami Kerajaan Sorga.

D.
Ada dua golongan ekstrim orang yang menghakimi dalam dunia ini:
1. Orang-orang yang pietis yang merasa diri paling rohani.
2. Orang-orang yang tidak peduli dengan agama yang penting hatinya.
Kedua sikap ini sombong, mungkin hal inilah yang ingin disampaikan oleh Tuhan Yesus.

E.
Apa Motivasi kita dalam melakukan tuntutan Tuhan itu?? Takut?? Apa bedanya kita dengan narapidana?? Mungkin saja kita belum ketahuan. Banyak orang tidak melakukan tuntutan Tuhan karena tidak ada efek secara langsung. Jadi hidup kita ngapain?? Melakukan kehendak Firman Tuhan bukan karena ketakutan tapi karena kasih kita kepada Allah.

F.
Mengenai sejarah orang Farisi:
Hati hati menjalankan HT karena belajar dari sejarah umat Israel keluar dari Mesir, namun tujuannya hanya untuk kemuliaan diri sendiri, bukan untuk memuliakan Tuhan. Jadi kehid kita harus mempunyai kehidupan > dari orang Farisi.

G.
Perlu ditekankan adalah bahwa dalam ayat 20 dikatakan jika kebenaranmu tidak lebih benar dari orang Farisi. Karena itu kita perlu menguji diri mengenai kebenaran yang ada di luar. Siapa yang kamu percaya? Apakah aku sungguh-sungguh di dalam Tuhan?? Dan apakah aku sudah membaca Firman Tuhan. Karena itu:
1. Pastikan hidupmu panas atau dingin.
2. Pastikan hidupmu makan makanan rohani yang benar.
3. Pastikan kamu kuat.
4. Pastikan kamu bertumbuh dengan benar sesuai dengan kebenaran.
5. Pastikan kamu bersukacita.

H.
Fenomena dalam PB, Tuhan Yesus sering ribut dengan orang Farisi dan ahli Taurat. Dalam hukum Taurat harus dibedakan antara hukum Taurat yang berasal dari Allah dan hukum Taurat yang menjadi buatan mereka. Tuhan Yesus menegur pengajaran mereka (Talmud dan Misnah) yang tidak sesuai dengan hukum Taurat.

I.
Apa kegunaan akan hukum Taurat:
1. Manusia mengerti akan dosa
2. Manusia sadar membutuhkan Penolong untuk masuk dalam Kerajaan Allah

J.
Ada orang yang menjalani hidupnya dengan sembarangan dan ada juga yang menjalaninya dengan berhati-hati. Kelompok yang pertama, hidup ditandai dengan prinsip, “Kumaha engke” alias hanya sekedar hidup; kelompok yang kedua, “Engke kumaha,” dengan demikian ia hidup di dunia tidak hanya sekedar hidup. Ia tidak seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang fokus hidupnya tidak berfokus kepada hidup dimasa depan. Tuhan Yesus ingatkan para muridNya agar jangan mencontohi prinsip dan gaya hidup mereka, di Matius 5:20, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Matius 5:17-20 the substance of His message. Perikop ini mengungkapkan relasi Yesus dengan hukum Taurat. Ayat 17, menegaskan “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi…” Jika Yesus tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat, apakah itu berarti bahwa semua hukum Taurat PL masih berlaku bagi kita sekarang? Dalam PL ada 3 kategori hukum:
 The ceremonial law. Berkaitan dengan ibadah penyembahan umat Israel (Im. 1:2,3). Ini tidak berlaku lagi sejak Yesus mati bagi kita. Prinsipnya: kita harus menyembah dan mengasihi Allah.
 The civil law. Berkaitan dengan tata cara kehidupan umat Israel (Ul. 24:10,11). Semua hukum sosial yang mengatur kehidupan bangsa Israel sudah tidak berlaku. Prinsipnya: kita perlu mengatur sikap hidup kita.
 The moral law. Ini adalah 10 Hukum Taurat Musa (Kel. 20:13). Ini masih berlaku dan diminta untuk dilakukan secara ketat. Yesus sendiri sudah mentaati hukum moral secara sempurna.

Ayat 20, menegaskan, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Kita semua tahu bahwa orang-orang Farisi dan para ahli Taurat adalah orang-orang yang berusaha mentaati dan melakukan hukum Taurat. Lalu mengapa Yesus memerintahkan kita supaya hidup lebih benar dari hidup mereka?
• Karena mereka merasa puas diri sudah mentaati hukum Taurat secara lahiriah. Padahal hati mereka jauh dari kerajaan Allah.
• Mereka tidak mengijinkan Tuhan merubah hati dan sikap hidup mereka. Dengan kata lain, mereka mengajarkan firman, tetapi tidak menghidupi firman, atau mereka tidak memiliki integritas antara iman dan perbuatan (Mat. 23:3).
• Karena itu, Yesus berkata bahwa kualitas dari kesalehan, kebenaran kita harus lebih besar daripada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, jika ingin masuk dalam kerajaan Allah.

Karena itu, Tuhan Yesus mau kita hidup tidak hanya sekedar hidup, tetapi menjalani hidup yang berkualitas, hidup tampil beda, hidup di dalam kasih dan ketaatan. Apa yang harus dilakukan?
1. Kebenaran kita harus bersumber dari apa yang Allah lakukan dalam hidup kita, bukan apa yang dapat kita lakukan dari diri sendiri.
2. Kebenaran kita harus berpusat kepada Allah (God centered) bukan diri sendiri (self centered).
3. Kebenaran kita harus berdasarkan relasi kita dengan Allah, bukan pengakuan orang lain.
4. Kebenaran kita harus melampaui sekedar menjaga hukum Taurat, tetapi menghidupi prinsip-prinsip dibalik hukum Taurat itu.

K.
Tuntutan hidup serta kualitas kerohanian yang Tuhan Yesus kenakan kepada anak-anak Tuhan sangat tinggi. Bahkan jika dibandingkan dengan pemimpin agama ahli-ahli Taurat dan orang Farisi kualitas kerohanian kita harus jauh lebih baik. Jika dilihat dari sisi ahli Taurat dan orang Farisi mereka adalah tokoh agama dan pemimpin rohani yang terhormat dan disegani dikalangan masyarakat. Mereka menjadi panutan serta teladan bagi masyarakat Yahudi.
Menurut pendapat orang banyak, mereka pasti adalah orang yang saleh serta baik, tetapi di mata Yesus kaulitas kerohanian mereka nol besar. Sebab, Allah tidak melihat secara fisik tetapi melihat hati dan iman kita. oleh karena itu, penampilan luar bisa menipu tetapi hati seseorang Allah pasti tahu. Allah tidak bisa ditipu dengan “kesalehan yang palsu” dari seseorang, maka hidup dan kerohanian kita harus benar sesuai dengan kehendak Allah. sebagai anak Tuhan kita tidak bisa sekedar menjadi orang Kristen, atau sekedar melayani tetapi harus melakukan semua itu sesuai dengan kehendak Allah.

L.
Hidup sebagai orang yang telah diselamatkan tidak boleh dijalani sembarangan. Allah menetapkan standar hidup rohani yang tinggi. Allah menuntut kita untuk hidup dalam ketaatan pada hukum Allah dan hidup benar dihadapan-Nya. Melakukan hukum tanpa disertai kasih yang sungguh-sungguh maka hukum akan menjadi beban yang memberatkan.

M.
Yang dikecam oleh Tuhan Yesus adalah ajaran orang Farisi yang menyalahtafsirkan Firman Tuhan di PL. Di ayat 17-18 Yesus mengatakan “janganlah kamu menyangkal untuk mengadakan hukum taurat ..” Ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus tidak mau membatalkan. Kesalahan orang Farisi dan ahli taurat adalah menafsirkan Firman Tuhan tidak tepat, seperti contohnya misalnya seseorang tidak boleh membawa beban pada hari sabat karena dianggap bekerja. Seperti contoh mengangkat jarum, membawa satu gelas minuman, menulis, dll. Ajaran seperti ini sangat bahaya karena akan memberikan pengertian yang salah, misalnya:
- Seseorang menyatakan kepada istrinya I’m sorry, I love you, pengertian sebenarnya adalah maafkan aku, aku mencintai kamu, tetapi bisa ditafsirkan aku menyesal mencintai kamu. Kesalahan seperti ini yang dibuat oleh orang-orang Farisi dan ahli taurat.

Bukti-bukti Tuhan Yesus tidak meniadakan Firman Tuhan di PL adalah:
- Yesus mempelajari PL dan menggunakan Pl untuk melawan godaan iblis sewaktu dicobai.
- Tuhan Yesus menyuruh orang-orang mentaati Firman Tuhan di PL ( Mat 8:4 cf Imamat 14:1-2 )

Tuhan Yesus datang untuk menyempurnakan hukum taurat yang adalah penuntun bagi kita. Seperti contohnya: Yesus datang supaya kita dibenarkan oleh iman. Jadi sejak Yesus mati di kayu salib, kita tidak perlu lagi mengorbankan binatang untuk menghapuskan dosa, namun arti persembahan tetap ada.

N.
Ayat 17b dijelaskan oleh Mat 5:20.Yesus disini ingin memberikan suatu penekanan tentang “kebenaran” dan ”Keadilan” yang diperdebatkan oleh ahli taurat dan farisi, Yesus Kristus datang menggenapi seluruh Hukum Taurat Ia secara aktif dan sempurna mentaati seluruh perintah Allah. Ia mentaati seluruh perintah Allah tanpa cacat cela sehingga Ia memberikan kita “Jubah Kebenar-adilan” supaya kita dapat dibenarkan di hadapan Allah.
Ayat 19 adalah merupakan respon kita selaku orang percaya. Kalau Yesus telah menggenapi seluruh Alkitab, bagaimana dengan kita? Ayat 19-20 kata “Kerajaan Sorga” diulang 3 kali. Jika kita mau memiliki kedudukan yang baik di kerajaan sorga maka kita harus menghargai dan melakukan Firman Tuhan. Mempelajarinya, merenungkannya dan menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Firman Allah adalah fondasi iman kita, oleh sebab itu, dari Firman Tuhan itulah kita bisa memperoleh bukti tentang sikap kita di hadapan Allah. Firman Tuhan adalah pedang roh yang sempurna digunakan Allah untuk menuntun, membentuk kita, utnuk hidup berkenan kepadaNya.