Jumat, 10 Februari 2012

Murid Kristus Yg Beriman Teguh (Kolose 2:6-7)

Murid Kristus Yang Beriman Teguh
Kolose 2:6-7

John Stott dalam bukunya: The Radical Disciple, berkata bahwa ada dua istilah yang sering digunakan bagi orang percaya, yaitu orang Kristen dan murid Kristus. Manakah dari dua istilah tersebut yang lebih tepat? Kemunculan yang paling signifikan adalah komentar Lukas, bahwa orang-orang Syria Antiokhia para murid Yesus yang pertama disebut orang Kristen (Kis. 11:26). Antiokhia dikenal sebagai komunitas internasional. Konsekuensinya, gereja di sana tentu merupakan sebuah komunitas internasional yang majemuk, dan memang tepat jikalau para anggotanya disebut orang Kristen, demi mengindikasikan bahwa perbedaan-perbedaan kesukuan mereka teratasi oleh kesetiaan bersama mereka kepada Kristus.
Dua kemunculan lain dari kata Kristen memberikan bukti bahwa kekristenan sudah mulai dikenal luas. Maka ketika Paulus diadili di hadapan Raja Agripa dan menantangnya secara langsung, Agripa berseru kepada Paulus, “Apakah kau pikir dalam waktu singkat engkau dapat membujukku menjadi seorang Kristen?” (Kis. 26:28).
Selanjutnya, rasul Petrus yang surat pertamanya ditulis dengan latar belakang berkembangnya penganiayaan, melihat perlunya memisahkan antara mereka yang menderita sebagai pelaku kriminal dan mereka yang menderita sebagai orang Kristen (1 Pet. 4:16); oleh karena mereka milik Kristus.
Kedua kata ini menyatakan secara tidak langsung tentang sebuah hubungan dengan Yesus, walaupun mungkin kata murid adalah istilah yang lebih kuat di antara keduanya. Sebab ia menyatakan hubungan murid dengan gurunya. Kata murid Kristus terus dipakai beberapa abad kemudian, sehingga orang-orang Kristen punya kesadaran diri sebagai murid-murid Yesus, dan secara serius mengambil tanggungjawab mereka untuk ada di bawah disiplin gurunya.
Tema besar utama surat Kolose adalah: “Menjadi murid yang utuh di dalam Kristus”. Surat ini ditujukan kepada orang Kristen di Kolose, sebuah kota yang terletak di sebuah propinsi yang termasuk wilayah kekaisaran Roma, yang pada waktu itu dikenal sebagai provinsi Asia. Maksud surat ini ditulis, dapat dengan jelas diketahui dari isinya. Ada orang yang mengajarkan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan pemberitaan Injil Kristus. Ajaran sesat ini dinamai “filsafat” (2:8). Inti ajaran itu adalah kepercayaan kepada roh-roh yang menguasai alam ini. Roh-roh itu dipandang sebagai pengantara antara Allah dan manusia. Mereka memberi kuasa kepada manusia, dan berkuasa atas manusia. Oleh sebab itu, mereka harus disembah (2:18,23) dan sejalan dengan itu ada pula peraturan-peraturan yang harus dipatuhi dalam hal makan dan minum (2:16a, 20-21). Pesta-pesta agama dan hari-hari suci harus dirayakan (2:16b).
Rupanya ajaran sesat ini tidak bermaksud mengganti iman Kristen, melainkan untuk menambahkannya. Rasul Paulus dengan keras menolak ajaran ini; baginya mengikuti ajaran ini berarti meninggalkan Kristus dan mengkhianati panggilan mereka selaku murid Kristus (2:8). Ia menghimbau pembacanya agar mereka tetap setia kepada pemberitaan yang benar tentang Kristus dan karya-Nya bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.
Sebab itu dalam pasal 2:6 dikatakan: “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”. Ayat ini berisi nasihat supaya orang-orang yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamatnya tidak lagi hidup semau sendiri atau sekehendak hatinya, tetapi hidup dalam iman kepada Yesus Kristus. Kepenuhan Kristus di dalam diri mereka selaku murid Kristus adalah satu-satunya yang kita perlukan, tidak dapat menggantikan kekayaan apapun juga yang kita miliki.
Dihubungkan dengan tema besar GII tahun 2012 ini, “Berderap makin pasti”. Ayat ini mengajak kepada kita semua untuk memiliki iman yang mantap, yang pasti hanya di dalam Yesus Kristus saja bukan yang lainnya. Kemantapan dan kepastian iman kita itu dapat diaplikasikan dalam panggilan kita sebagai murid Kristus yang belajar dari teladan Guru Agung kita Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita sehari-hari. Dalam mengambil keputusan, dalam bertindak, dalam berpikir, dalam melakukan segala hal, hendaknya kita melakukannya menurut iman kita, dan bukan menurut pola hidup duniawi.
Ayat 7, Rasul Paulus memakai dua gambaran yaitu berakar dan dibangun, yang mana keduanya menunjukkan satu dasar atau fondasi yang dibutuhkan bagi tanaman dan bangunan tersebut untuk tetap bisa bertumbuh dan kokoh berdiri. Akar adalah sesuatu yang membuat tanaman tidak goyah, tidak keluar dari tanah. Akar membuat pohon dapat berdiri tegak sekalipun angin kencang sedang menerjang. Akar membuat pohon dapat hidup bertumbuh, berkembang, dan berbuah. Demikian juga dengan iman kita dalam Yesus Kristus. Kita harus melekat kuat kepada-Nya dan bersatu dengan-Nya, bagaikan akar yang menancap kuat dan dalam, sehingga sulit untuk dicabut.
Dan dibangun di atas Dia. Bila seseorang hendak membangun, ia harus lebih dahulu menyiapkan dasar atau fondasinya, baru ia dapat membangun. Semakin kuat dan dalam fondasinya, semakin kokoh pula bangunan yang didirikan itu. Tuhan Yesus juga pernah memberikan perumpamaan tentang dasar dan bangunan (Luk. 6:46-49), bagaimana dua orang membangun rumah dengan dasar yang berbeda. Dasar yg rapuh akan roboh bangunannya, tetapi dasar yang kuat dengan batu karang, akan kokoh pula bangunan yang dibangunnya.
Bertambah teguh dalam iman, ini menunjukkan hasil dari berakar dan dibangun di dalam Kristus. Iman kita akan semakin teguh, semakin kuat, semakin mantap apabila kita menggantungkan seluruh kehidupan kita kepada Kristus. Dan hal ini semua yang dapat membuat kita untuk bersama-sama berderap makin pasti dalam iman kita, dalam pelayanan, dalam keluarga dan dalam kehidupan pribadi kita selaku murid Kristus.
Dan hatimu limpah dengan syukur. Orang yang bisa senantiasa mengucap syukur adalah orang yang memiliki kedewasaan rohani. Ini adalah tanda dari kemajuan dan kematapan imannya di dalam Kristus. Kalimat ini berbicara tentang kepuasaan dalam hidup orang tersebut. Kalau ia sudah punya Kristus, punya iman yang mantap, yang pasti, yang teguh tak tergoyahkan, tidak ada lagi yang ia harapkan selain ucapan syukur kepada Tuhan.
Ini semua adalah tanda dari murid Kristus yang sejati, yang bisa mencapai kualitas dan kuantitas yang berimbang, baik dalam imannya maupun dalam panggilan pelayanannya, serta dapat mewujudnyatakan imannya itu dalam kehidupannya sehari-hari.

A
Kita menjadi murid Kristus sama seperti orang yang sakit datang ke dokter, di mana kita datang kepada-Nya, melaksanakan petunjuk-Nya, terus menerus datang kepada-Nya.

B
Paulus mengatakan karena kamu menerima Kristus hendaklah hidupmu di dalam Dia, setelah hidup kita di dalam Dia maka hidup kita akan melimpah dengan syukur, tumbuh dan berakar di dalam iman. Jadi hidup tetap di dalam Kristus merupakan kunci untuk beriman teguh.

C
“hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”, dalam bahasa inggris, “so walk in him…” disini tiap orang percaya berjalan bersama-sama dengan Kristus. Oleh karena itu tiap orang Kristus harus menjadi murid Kristus saat ia sungguh-sungguh berjalan bersama denganNya

D
Banyak orang Kristen yang hanya menerima Kristus tapi tidak hidup di dalam Tuhan sehingga banyak orang Kristen yang tidak berakar di dalam Tuhan. Gambaran akar yang tidak terlihat, menunjukkan bahwa kita harus mengusahakan hal-hal yang tidak terlihat di dalam hidup kita untuk semakin serupa dengan Kristus.

E
Terjemahan bahasa Inggris, “dikuatkan” dalam bagian ini artinya hidup orang percaya senantiasa diberikan “kekuatan” saat kita mempunyai relasi bersama dengan Kristus dengan usaha aktif tiap orang percaya.

F
Dalam bahasa Inggris ada kata continue, hal ini menunjukkan bahwa kita harus terus mengupayakan dan bertekad untuk hidup di dalam Tuhan. Di mana kita bukan sendiri lagi yang hidup tapi hidup di dalam Tuhan.

G
Rasul Paulus memakai semua gelar Tuhan Yesus adalah ingin menunjukkan siapa Tuhan Yesus kepada pembacanya. Banyak orang yang memiliki pemahaman yang dangkal mengenai Tuhan Yesus. Banyak orang “percaya” akan Tuhan Yesus, namun kurang memiliki pengenalan dan pertumbuhan di dalam Tuhan Yesus. Di mana dasar pertumbuhan ini adalah firman Tuhan.

H
Ada beberapa kata perintah, “hendaklah… hendaklah… hendaklah…” sebab Paulus benar-benar menyadari bahwa hanya Kristus sajalah seorang dapat berada tetap bersama denganNya.
“hendaklah berakar dan dibangun” artinya benar-benar tertanam kuat bersama Kristus membuat tiap orang percaya dapat menempatkan diri bersama denganNya.

I
Ilustrasi: suatu tanaman tentu tidak mungkin tanpa akar. Ada tanaman tanpa daun, tanpa buah, tanpa bunga, tetapi tidak mungkin tanpa akar. Gambaran ini dipakai Paulus guna menjelaskan kehidupan orang percaya yang tidak mungkin tidak tanpa dasar iman.

J
Penekanan yang kuat dalam ayat 6-7 adalah dalam ayat 5, di mana orang yang menerima dan hidup dalam pengajaran yang benar, maka ia akan memiliki hidup yang tertib dan keteguhan iman. Semua itu dapat terjadi karena ada proses belajar mengajar yang akan mempengaruhi kognitif dan afektif yang benar (ayt. 7).

K
Ada beberapa kata perintah, “hendaklah… hendaklah… hendaklah…” sebab Paulus benar-benar menyadari bahwa hanya Kristus sajalah seorang dapat berada tetap bersama denganNya.
“hendaklah berakar dan dibangun” artinya benar-benar tertanam kuat bersama Kristus membuat tiap orang percaya dapat menempatkan diri bersama denganNya

L
Kata kunci; menerima, berakar, dibangun dan dikuatkan.

M
Jika melihat konteks dan judul bagian ini berbicara tentang visi dan misi GII Hok Im Tong. Ada beberapa bagian penting:
Ay. 6, “hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”, hal ini serupa dengan perkataan dari Injil dimana setiap orang yang berdiam dalam Kristus maka Kristus pun diam bersama dengannya.
Ay. “berakar dan dibangun”, berhubungan erat dengan pertumbuhan dimana seseorang dapat mencapai kedewasaan yang sempurna, berhubungan juga dengan kekuatan sebab tanpa pondasi sebuah bangunan tidak mungkin berdiri.

N
Aktivitas Kristen itu bukan aktivitas yang penting. Bukan organisasinya yang penting, bukan berapa lama jadi orang Kristen, juga bukan soal kedudukan, pengaruh status ekonomi sosial, tetapi yang penting adalah apakah dia sudah menerima Kristus. Bagi Paulus ini yang paling utama. Yang menarik adalah continue to live in him. Terus artinya kesinambungan. Kalau bisa turun temurun sampai anak cucu. Masalahnya adalah bagaimana caranya? Ada 4 hal. 1. Diakarkan di dalam dia. 2. Dibangun di dalam dia. 3 dikuatkan di dalam dia. 4 melimpah dengan syukur. Jadi paulus menggunakan metafora diakarkan dalam konsep sebuah pertumbuhan. Sama seperti perumpaan tentang penabur. Hatinya harus menjadi tanah yang subur, harus submit kepada Tuhan. jadi bagaimana bisa tumbuh kalau hatinya tidak merendah. 2. Dibangun di dalam Dia. bukan dibangun di dalam pengalaman, teologi, organisasi, dst. orang mgkn pandai membangun, tetapi belum tentau pandai dalam membangun pondasi. 3. Dikuatkan di dalam dia. jadi yang menjadi sumber kekuatan adalah Tuhan. seringkali orang mencari kekuatan dari dunia. 4. Bisa hidup terus penuh dengan rasa syukur. Tidak pernah ada habis2nya. Seperti air yang melimpah dan tidak bisa dihambat oleh apapun. Meskipun penuh dengan pengalaman pahit, dsb, tapi hatinya dipenuhi oleh ucapan syukur.

O
Kita tahu bahwa sebagai orang percaya adalah Allah memilih kita punya tujuan. Allah memanggil kita untuk hidup di dalam Dia. jadi apakah sebagai orang percaya kita berfungsi dan fungsi kita sesuai dengan ap ayang Tuhan kehendaki. Lihat tujuan khotbah. Dari sini ada tugas yang harus dikerjakan.

P
Kota kolose tempat bertemunya berbagai tradisi dan kebudayaan, sehingga berpeluang melahirkan berbagai ajaran yang dapat mempengaruhi kekristenan di kolose. Jadi ditengah2 jemaat kolose sudah berkembang ajaran2 lain yang bertentangan dengan ajaran Kristus yang bisa menggoyahkan iman. jadi Paulus memberikan peringatan yang tegas dalam ayat 8 bahwa harusnya yang sudah mengenal Kristus tidak terbawa arus.

Q
Nasihat paulus ini tidak bisa dilepaskan dari ayat 8. Dalam konteks inilah paulus berbicara dalam ayat 6. Mengingatkan akan status kedudukan ita sebagai orang yang percaya kepada Kristus. Jangan sampai dipengaruhi oleh ajaran2 yang palsu itu. status percaya tidak berhenti sampai disitu, tetapi harus berakar, dibangun, bertambah teguh dalam iman kepad Kristus. Dengan kata lain harus menghidupi iman dalam segala aspek kehidupan, bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi hidup dalam anugerah Allah.

R
Ayat 6. Tetap hidup di dalam dia. bdk 2 Kor 5:17. Artinya setiap saat berubah menjadi ciptaan baru.
Ayat 7. Berakar di dalam dia. kalau berubah terus pasti, pelan2 akar kita masuk ke dalam semakin kuat. berbunga, berbuah. Bisa menarik lewat bunga. Dan juga lewat buah.
Otomatis terbangun dan iman kita pun jadi kuat dan kita bisa mengajar diri sendiri dan orang lain. hidup kita melimpah dengan syukur. Mzm 23. Hati kita bersih dan tidak banyak macam2. Pikiran kita sehat dan akhirnya sifat kita menjadi sehat. Tidak banyak iri hati dan bersyukur kepada Tuhan.

S
Jemaat kolose satu tempat yang cukup rame, secara khusus muncu ajaran2 yang memegang tradisi dst. ini memang akan menghambat pertumbuhan iman dari seorang percaya. kata misi adalah tindakan. 1. Orang yang datang kepada Yesus harus mengakui berdosa, dan percaya kepada Kristus dan menjadi kudus. 2. Kerangka skema pertumbuhan. Bertumbuh dalam kekudusan Kristus makanya harus berakar lewat Firman. Lalu dia harus hidup penuh dengan kebenaran dalam Firman. Firman bukan hanya didengar, tapi dilaksanakan. 3. Untuk kedewasaan di dalam kepribadiannya. Kedewasaan dalam emosi yaitu hatinya melimpah dengan syukur. Ini satu proses.

T
Jemaat kolose menghadapi masalah yang cukp besar. yang timbul dari ajaran sesat yang dibawa oleh orang2 yahudi maupun ajaran gnostik. Yang berusaha untuk menyesatkan jemaat mengenai kepribadian Yesus Kristus. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat yang telah percaya kepada Kristus agar tetap di dalam Kristus bertumbuh semakin dewasa. Bagaimana dapat bertumbuh semakin dewasa di dalam Kristus. 1. Berakar dan dibangun did alam Kristus. 2. Bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan. 3. Berlimpah dalam ucapan syukur.

U
Menjadi orang Kristen bearrti memiiki Kristus dalam hidup kita.
1. Hidup yang punya keintiman dengan Allah baik secara pribadi dirumah, dan digereja. Seringkali orang Kristen itu merasa bahwa hdiup ini adalah bergerak. Jadi di gereja sibuk sekali, sehingga keintiman dengan Tuhan tidak ada. jadi harusnya orang Kristen yang seharusnya ada keintiman dengan TUhan.
2. Hidup yang mempunyai gairah untuk melakukan kehendak Tuhan. jadi ada satu kepuasan, kerinduan untuk melakukan kehendak Tuhan. sebaliknya banyak jemaat yang melakukan kehendak Tuhan justru menjadi derita atau beban. Dan kalau bisa melakukan kehendak Tuhan itu adalah sudah suatu pengorbanan.
3. Hidup yang mempunyai sukacita dalam melayani Tuhan. kalau seorang sudah punya keintiman dengan Tuhan dan gairah melakukan kehendak TUhan hasilnya pasti sukacita. orang melayani Tuhan banyak motivasinya dan itu akan kelihatan ketika dikecewakan, dsb.

W
1. MENGAPA ORANG-ORANG DIKOLOSE HARUS BERJALAN DI DALAM KRISTUS? JAWABANNYA ADALAH DUA KATA KUNCI YAKNI :
 KARENA ORANG-ORANG DI KOLOSE TELAH MENERIMA KRISTUS YESUS MENJADI TUHAN (KURIOS)/TUAN ATAS HIDUP MEREKA.
 DAN YANG KEDUA ADALAH KARENA MEREKA TELAH MENERIMA PENGAJARAN MENGENAI KRISTUS. MEREKA MENERIMA PENGAJARAN DARI RASUL PAULUS.

2. BAGAIMANA ORANG-ORANG DI KOLOSE SEHARUSNYA BERJALAN DI DALAM KRISTUS?
Atas pertanyaan ini ada 4 hal, yakni pada ayat 7
a. Berakar kuat di dalam Dia (bentuknya pasif). Hal ini berarti bahwa orang-orang di kolose harus bertumbuh ke dalam. (GROWING IN). bagaimana caranya bertumbuh ke dalam? Yakni dengan belajar Firman Tuhan, belajar mengasihi sesama anggota tubuh kristus, memperkuat lingkaran dalam gereja, dsb.
b. Dibangun diatas Dia (bentuknya pasif). Hal ini berarti bahwa orang-orang di kolose harus bertumbuh keluar (GROWING OUT). Seperti pohon yang bertumbuh, maka batang pohon itu pasti keluar dan nampak oleh orang lain. dalam konteks misi, maka murid Kristus harus terlihat bagi orang lain dengan cara memberitakan tentang Kristus, memberitakan tentang karya keselamatan Kristus kepada orang lain.
• Note : harus diingat bahwa GROWING OUT tidak akan kuat jika tidak didahului dengan GROWING IN. maksudnya jangan sampai niatnya menginjili orang lain, tetapi karena belum kuat imannya dan pengetahuannya maka yang terjadi adalah sebaliknya, yakni dia yang diinjili oleh orang lain.
c. Teguh dalam iman kepada Dia (bentuknya pasif). Hal ini berarti bahwa orang-orang di kolose tidak hanya diajak untuk memperkaya orang lain dalam pengenalan akan Kristus, tetapi orang-orang di kolose juga harus bertumbuh di dalam dirinya sendiri. (GROWING UP). Melalui misi, mereka semakin teguh dalam iman dan melihat banyak orang diselamatkan, dsb.
d. Melimpah dalam ucapan syukur (bentuknya aktif). Kalau 3 hal diatas dalam bentuk pasif itu berarti bahwa berakar, dibangun dan teguh sesungguhnya adalah karya Allah seutuhnya. Sama seperti ketika Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Kor 3:6-7, yang intinya berbicara tentang Allah yang memberi pertumbuhan. Dan bagian terakhir ini, yakni melimpah dengan syukur merupakan respon terhadap berjalan di dalam Dia (FRUITFUL). praktisnya : Mungkin waktu memberitakan injil Kristus, saudara ditolak, atau dicaci, dsb. Atau juga mgkn mengalami hal yang sebaliknya, orang bertobat, datang ke gereja, dibaptis, giat melayani, dst. respon yang tepat terhadap keadaan diatas adalah ucapan syukur. Itulah sebabnya, sebagai seorang Kristen tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur, karena sesungguhnya segala sesuatu telah dikerjakan oleh Allah (ingat 3 bagian diatas yang bentuk pasif.)

X
Nasihat Paulus pada orang Kristen adalah bagaimana harus bertumbuh di dalam Kristus. Orang Kristen yang bertumbuh haruslah berpusat atau berfokus pada Kristus. Gambaran yang dipakai adalah; pohon yang hidup. Pohon yang sehat dan hidup pasti memiliki akar, batang dan daun. Jadi, tatkala orang Kristen mengerti hakikat sebuah pohon yang hidup maka, sepatutnyalah kita mengerti bagaimana harus betumbuh.
Pertumbuhan orang percaya yang sehat adalah:
1. Bersekutu.
Istilah yang dipakai di sini disamakan dengan akar. Persekutuan dengan Yesus dimulai
saat kita diangkatNya sebagai anak. Sebagai anak, kita harus bersekutu dengan Bapa
secara pribadi. Akar berciri khusus mencari makan dan menguatkan pohon. Pada umumnya akar sebuah pohon tidak kelihatan. Demikian juga kita sebagai orang Kristen harus
bersekutu dengan Tuhan, supaya ada makanan untuk rohani dan jiwa.
2. Dibangun / bertumbuh.
Pohon yang bertumbuh dapat terlihat dengan jelas. Pohon itu ada buahnya dan daunnya
tidak layu. Batangnya kelihatan kuat dan tidak tumbang ketika akarnya masih tertancap dwngan gagah di dalam tanah. Demikian pula dengan orang Kristen yang sehat akan
bertumbuh. Dan ini akan terlihat dari sikapnya, perkataan dan perbuatannya. Mereka
tidak gampang diombamg ambingkan oleh arus dunia. Kata dibangun merupakan kata
kerja pasif. Hal ini menunjukan kepada kita bahwa Tuhanlah yang aktif dalam
pertumbuhan itu, yakni melalui pekerjaan Roh Kudus dalam kita.
Untuk bertumbuh, diperlukan respon taat kepada Firman Tuhan.

Y
Paulus menghimbau jemaat Kolose agar mereka beriman di dalam Kristus. Hal ini baru terjadi jika, Kristus diam di dalam jemaat dan jemaat diam di dalam Kristus. Kemudaian jemaat berakar di dalam Kristus, dibangun di dalam Kristus dan bertumbuh di dalam Kristus. Berdiam di sini bukan berarti pasif, bukan tidak ada aktifitas tetapi sebuah arti yang ingin menunjukan kesungguhan beraktifitas untuk diam. Jadi, pada saat kita mau diam di hadapan Tuhan maka, ada kerelaan hati siap diatur, dibentuk dan dipimpin oleh Tuhan. Inilah uang dituntut dan diharapkan oleh Paulus di dalam misi kehidupan setiap orang percaya dan inilah juga yang seharusnya kita kerjakan sebagai murid Kristus.

Z
Tahap pertama dalam pertumbuhan iman percaya kita adalah:
Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus. Saat itu juga kita mempersilahkan Roh Kudus diam dan bekerja di dalam kita, bahkan menjadi penguasa di dalam seluruh kehidupan kita, sehingga kita menjadi pengelola kehidupan. Bukan pemiliknya.
Tahap ke dua setelah kita menjadi orang percaya adalah berakar dan bertumbuh di dalam Tuhan.
Untuk berakar maka orang percaya harus sungguh sungguh memiliki persekutuan yang mesra dengan Bapa di sorga melalui; Firman Tuhan, berdoa, beribadah bahkan bersaksi.
Tahap ke tiga adalah; hasil dari tahap tahap di atas akan nyata atau terlihat dari cara berpikir, memandang atau melihat kehidupan ini. Bahkan cara hidup orang percaya itu sendiri akan mulai singkron dengan bagaimana Tuhan melihat dunia dan seluruh pergerakannya sebagai ladang misi.