Jumat, 27 Januari 2012

Sukacita Dlm Kristus (Filipi 4:4-9)

Sukacita dalam Kristus
Filipi 4:4-9

A
Penulisnya adalah Rasul Paulus, ditulis di Roma, kira – kira 61 AD, dan ditujukan bagi orang percaya yang berada di Filipi, termasuk Diaken dan penilik.
Tujuan penulisan Filipi :
o Berterimakasih atas bantuan Paulus ( 1:5; 4:10-19)
o Melaporkan keadaan Paulus ( 1:12 -26)
o Memberi dorongan agar mereka berdiri teguh & bersukacita dalam menghadapi penganiayaan
( 1:27-30, 4:4)
o Menasehati agar mereka rendah hati & bersatu (2:1-11; 4:2-5 )
o Memberi pujian kepada Timotius & Epafroditus (2:19-30)
o Mengingatkan mereka untuk melawan Judaisme (legalist) & antinomians (libertines) (3:1b-21)
Surat Filipi ini dikenal sebagai “surat sukacita” terdapat kata “sukacita” 16 kali, yaitu :
o Pasal 1:4,18,19,25, pasal 2:17, 17b,18,18b,28,29, pasal 3:1, pasal 4:14,4b,dan 10.

Pasal 4 khususnya ada 7 hal yang terjadi di dalam Tuhan :
1. Berdiri teguh di dalam Tuhan ( kemantapan ). Ps 4 : 1
2. Sehati sepikir dalam Tuhan ( kesatuan ). Ps 4:2-3
3. Bersukacita senantiasa ( sukacita ). Ps 4:4
4. Memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus ( damai sejahtera ). Ps 4 : 7
5. Sangat bersukacita dalam Tuhan. Ps 4 : 10
6. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia ( kekuatan ). Ps 4:13
7. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus
(kelimpahan). Ps 4 :19

Kata “sukacita” adalah :
1. Ada di dalam Tuhan
2. Tidak dipengaruhi keadaan di luar
3. Memberi semangat kepada orang lain
4. Membuat kita memiliki kebaikan hati
5. Karena Tuhan sudah dekat
6. Karena tidak kuatir
7. Karena adanya doa, permohonan dan ucapan syukur
8. Hati dan pikiran dipelihara oleh damai sejahtera Allah
9. Memikirkan hal – hal yang positif
10. Melakukan hal – hal yang positif

Sebagai penutup  Mazmur 119 : 68

B
Kata “selalu” di dalam perikop ini apakah bisa untuk kita alami terus menerus, karena lawan dari sukacita ini adalah “kuatir” dimana hal ini yang menghilangkan “sukacita”, maka siapa yang lebih menguasai itu yang akan kita alami. Bagaimana kita dapat menghilangkan kekuatiran hidup ? biasa adalah karena masalah sandang, pangan, papan, dan kebutuhan – kebutuhan manusia inilah yang akan membuat manusia seringkali menjadi “kuatir” dan dikatakan oleh Yesus orang yang kuatir tidak dapat menambah sehasta saja hidupnya.
Ada 3 hal yang bisa membuat “selalu sukacita” :
1. Selalu di dalam Tuhan, karena Tuhan adalah sumber sukacita dan sumber itu tidak akan pernah habis. Namun seringkali kita tergoda untuk keluar dari sumber itu.
2. Tuhan itu sudah dekat, ini untuk menunjukkan bahwa segala penderitaan dan kekacauan yang terjadi di dunia ini akan berakhir, dan segala kondisi manusia akan diubah oleh Tuhan, karena akan ada dunia yang baru yang Tuhan adakan, dan disana ada sukacita dan pengharapan.
3. Damai sejahtera Allah yang akan menjaga hati dan pikiran, sehingga jika damai Tuhan ada itu akan membuat kita tidak mudah kuatir.

C
Indonesia hari ini dilanda begitu banyak hal yang membuat banyak keadaan orang tidak baik, tetapi ini artinya sukacita ini hanyalah karena keadaan, orang lain, harta benda.
Tetapi Filipi ini menyatakan bahwa :
1. Tatkala kita hidup fokus dalam Tuhan,
2. Pikiran kita ditundukkan di dalam Tuhan,
3. Pikiran kita rohani,
4. Mau melakukan hal yang berkenan di hadapan Tuhan.

D
Yang mendasari sukacita kita sebagai orang percaya adalah saat kita meneladani hidup Yesus Kristus. Sukacita bukan karena situasi, tetapi sukacita ini mengatasi situasi di hidup ini.

E
Waktu pelawatan melihat kondisi jemaat yang sakit parah dan miskin, apakah dalam keadaan seperti itu masih harus terus bersukacita ?
Di dalam kehidupan ini kekecewaan, kesedihan tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, karena itu hal – hal yang tidak baik tidak menjebak kita untuk terus ada di dalam keadaan itu.
Yang membuat kita bersukacita :
1. Kita sudah diselamatkan, ini adalah pengharapan terbesar
2. Allah adalah yang memiliki segala hal
Kebaikan hati – arti kata aslinya adalah kesabaran, ini yang diketahui oleh semua orang, untuk menantikan akan pengharapan di dalam Tuhan, karena bukan hanya Tuhan sudah dekat, tetapi Tuhan itu dekat, dan dekat dengan kita. Dalam pengharapan inilah kita menjadi saksi yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dan hidup dalam pengharapan Kristus ini kita tidak perlu kuatir akan apapun. Akal pikiran manusia juga harus dipelihara oleh Allah.

F
Illustrasi : Ada seorang saudara yang usahanya mengalami naik turun, dan dia melakukan Firman Tuhan dalam usahanya. Namun tetap ada ucapan syukur walaupun kadang tidak laku, karena ada sukacita karena dia melakukan Firman Tuhan. Dalam masalah – masalah yang ada juga tetap ada sukacita yang seringkali di mata manusia mengecewakan tetapi dalam rencana Tuhan selalu yang terbaik yang dialami.
Ayat 8 ini dapat membuat satu kekuatan bagi kita saat hidup di dalam Tuhan, dan selalu mengingat akan rencana Tuhan yang selalu indah itulah juga yang akan membawa seseorang dalam sukacita hidup yang ada.

G
Ada 4 alasan untuk bersukacita :
1. Karena kita adalah orang – orang yang percaya Tuhan, kita diundang untuk mengimani ini untuk bersukacita
2. Supaya kebaikan kita diketahui semua orang
3. Beriman karena Allah memelihara orang percaya
4. Beriman karena Allah menyertai orang percaya

H
Sukacita adalah sesuatu yang aktif, agak sulit untuk dikatakan bahwa ini diciptakan, atau diberikan seperti aliran listrik. Tetapi ini adalah di dalam pengharapan, karena Tuhan itu dekat di dalam segalanya. Sukacita juga menyangkut “ well being.” Menurut survey, orang Jogjakarta lebih panjang umur, lebih tenang, disbanding dengan orang Jakarta. Sukacita juga menyinggung akan jangan kuatir.

I
Sukacita itu tidak berdiri sendiri, tetapi Paulus juga mengatakan bahwa kita umat Tuhan ini berada dalam 1 komunitas yang kontras juga dengan orang – orang yang di luar Tuhan. Jika kita dapat menikmati kehadiran Tuhan itulah yang akan membuat kita tetap bersukacita. Mengalami kebenaran yang terintegratif, melihat dan menilai semua dari perspektif Allah. Konsistensi Allah membuat kita dapat menikmati hidup ini. Pengalaman Paulus dengan ini semuanya. Kata kuncinya adalah “ di dalam Kristus.”

J
Sesuatu yang harus kita lakukan tetapi tidak kita lakukan adalah “dosa.” Ini dapat kita kaitkan dengan sukacita. Di dalam perikop ini ada hubungan yang erat antara “sukacita” dengan “doa.” Harapan di dalam diri kita ini akan dapat menurunkan sukacita, saat kita mengharapkan sesuatu di dunia in, tetapi waktu kita mengharapkan segala sesuatu di dalam Tuhan maka kita akan mengalami sukacita itu, karena harapan kita di dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan. Dalam doa kita seharusnya ada waktu saat kita menikmati Tuhan yang “serve” kita. Jika Tuhan memang menempatkan orang – orang tertentu di sekeliling kita, maka pasti ada sesuatu yang Tuhan hendak kerjakan dalam hidup kita. Dan dalam segala hal ada pengharapan dalam Tuhan.
Sukacita juga ada hubungan dengan kerelaan kita untuk memikirkan tentang apa yang Tuhan akan sediakan bagi kita.
o Ps. 4 ayat 8 di sana dikatakan tentang banyak hal yang Tuhan sediakan bagi kita dan membawa dalam sukacita.
o Ps. 4 : 9  melakukan semua yang Tuhan mau di dalam segala kondisi.
o Ps. 2 : 13  Allah yang mengerjakan, walaupun di dalamnya Tuhan memberikan kita untuk rela mengerjakannya.

K
Penjara yang dialami Paulus itu membuat dia terasingkan dari segala komunitasnya, padahal manusia adalah mahkluk social yang membutuhkan komunitas. Rahasianya adalah bagaimana Paulus dalam segala keterbatasannya tetapi dia mengarahkan pandangan hidupnya pada Kristus, dia memusatkan hidupnya pada Tuhan. Kebanyakan orang Kristen menangis untuk dirinya sendiri, dan tidak memikirkan orang lain, tetapi Paulus sebaliknya.
Orang tidak akan mendapatkan apa – apa saat dia mengejar sukacita dan tidak di dalam Tuhan. Saat orang melakukan sesuatu itu seringkali dipikirkan bahwa jika aku dan orang lain bahagia, maka lakukan. Tetapi sebenarnya dia mencari damai sejahtera. Dan karena pada akhirnya dia tidak mendapatkan apa – apa, itu semua karena tidak di dalam Tuhan.
Kita seharusnya mengucap syukur, tidak melihat hanya kepada beban, tetapi di dalamnya kita lihat bagaimana turut campur tangan Tuhan.

L
Orang yang bersukacita adalah orang yang bergandengan tangan dengan Tuhan dan terus berjalan menuju ke sorga.
Proses Roh Kudus yang mengerjakan dalam hidup kita. Siapa yang mengendalikan hidup kita, siapa yang menguasai hidup kita, itulah yang utama.

M
Banyak orang mendefiniskan sukacita dengan makna yang berbeda dengan konsep Allah, termasuk orang kristen. Sukacita yang digambarkan menurut konsep dunia adalah, kenyamanan dan kemewahan hidup ditunjang dengan materi yang melimpah. Akibatnya, semua orang memburu banyak uang dan materi yang melimpah untuk mendapatkan kesenangan hidup meskipun terkadang harus berbuat dosa serta melanggar hukum Allah.
Firman Allah mendefinisikan sukacita dengan memelihara hati dan pikiran di dalam Kristus Yesus sehingga memiliki damai sejahtera yang melampaui segala akal akan kita miliki. Hal ini di dapat yaitu dalam hidup ini belajar untuk tidak kuatir tentang segala sesuatu sebab kita bisa menyatakan segala permohonan kita kepada Allah di dalam doa. Melalui doa kita menjalin relasi kedekatan dengan Allah sebagai sumber berkat sehingga sukacita yang kudus dan damai sejahtera ilahi akan tinggal di dalam hati kita. Inilah pengajaran firman Tuhan yang diajarkan kepada kita dalam mendapatkan sukacita yang benar sesuai dengan kebenaran Allah.

N
Sukacita sejati hanya bisa didapatkan dalam Tuhan; itulah sebabnya kesulitan dan penjara tidak membuat Paulus mengsihani diri tetapi ia bisa bersukacita dan menyuruh orang bersukacita senantiasa. Sukacita sejati tidak ditentukan oleh “sesuatu” yang ada di luar kita tapi Kristus yang ada dalam hati kita. Menyambut tahun baru Imlek dalam situasi yang mungkin tidak menentu kita bisa menjalaninya dengan sukacita karena kita berharap kepada Tuhan.

O
dlm konteks dipenjara. Senantiasa artinya dalam segala keadaan. Terus menerus. Pd saat itu jemaat sdg sulit. Ada 2 kesulitan yakni dr luar dan dlm. DLm menghadapi kesulitan ini paulus berkata bersukacitalah. Ada 4 hal yg bisa merampas sukacita ssorg. 1. Keadaan. Menyalahkan keadaan. 2. Manusia dlm arti - contoh dr warren wiersbe. Anaknya masuk kermh banting pintu dan wiersbe mengetuk pintu kmr. Anak said tdk boleh krn papa juga manusia. 3. Materi- org ga punaya uang jg susah, punaya uang juga susah. 4. Kekuatiran. Dsb.

Paulus said hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua org-tidak mudah tersinggung, tegar. Kebaikan hati erat dengan kata sukacita. Kata sukacita juga berhubungan dengan kata Tuhan sdh dekat. Sini suatu penghiburan Paula terhadap jemaat.

P
knp seseorg tidak bisa sukacita? 1. kuatir. 2. Tidak punya damai sejahtera. Paul mengarkan bhw kalau mau sukacita harus bersih hati, pikiran, dsb - lihat ayat 8. Tuhan sdh dekat itu artinya Tuhan sdh mau dtg. Dengan demikian, kapan lagi harus sukacita.

Q
dunia sekitar kita semakin jahat dan keji. Bgm tidak menjadi sama dng dunia ini? Ada 3 hal yakni 1. menemukan sukacita hanya dan. Krena tuhan. 2. Menetapkan diri kita hanya untuk berpikir dan memikirkan dari segalanya yg benar. 3. Tetap melakukan kebaikan demi Tuhan dan sbg pengucapan sykr kita kpdNya.

R
1. Landasan sukacita itu dlmTuhan. Bila kita bersukacita krn Tuhan maka tidak terpengaruh akan situasi apapun. 2. Perampok sukacita adalah kuatir. Apapun yg seseorg miliki jika kuatir dtg maka sukacita pasti hilang. 3. Ekspresi sukacita adalah kebaikan hati. Seperti org yg jatuh cinta. Sukacita tdk mungkin tinggal dlm hati tanpa terekspresi. 4. Benih sukacita adalah pikiran. Kalau tidak ditanam tidak akan grow. Belum pun anda lakukan, tetapi kalau sdh dipikirkan harusnya sudah bersukacita. Apalagi melakukan apa yang ada diayat 8. 5. Melakukan sukacita mendtgkan damai sejahtera.

S
ayat ini memberikan gmabarwn org kristen seharusnya seperti apa? Yg menarik adalah bukan kata happiness, bkn pleasure, tapi rejoice. Ketika merenungkan kata ini, org kristen ada dimana. Seoah2 paul mau berkata bhw paul mgknsulit bersukacita, tetapi didlm kristus, itu melampaui segala hal. Ada bnyk org kristen belum sampai pada thp sukacita, bhkn tidak ada lagi ekspresi. Ayat 4-7 berkaitan : 1. Ada kelemahlembutahn - hatinya bisa dirasakan oleh org2 sekitar. Bisajadi digereja ramah, tetapi dirumah tidak. Ini tidak konsisten. Namun, hal ini seharusnya tidak terjadi bagi org Kristen. Hidup harus konsisten. 2. Sukacita harus ditsmpilkan. Bisa disyukuri. Jadi org yg bisa bersyukur hrsnya bisanampak bersukacita. 3. Org yg hidupnya penuh dgn damai sejahtera. Sukacita dirampas krn dosa. Dosa merampassegala sesuatu. 4. Org yg bersukacita adl org yg ucapannya bisa membangung, dsb - ayat 8.

T
sukacita dlm kristus adl anjuran dari Paul. Slm ayat 4 dua kali dikatakanbersukacita. Sukacita dlm Tuhan tidak bergantung pada tempat dan kondisi. Bgm caranya bersukacita dlm Tuhan? 1. dgn melakukan perbuatan bagi - ayat 4 dan 5. 2. Jgn kuatir tetapi nyatakan (ayat 6). 3. Berpikir secara positif (ayat 8). 4. Menjadi pelaku firman Tuhan (ayat 9).

U
berbuat baik krn sdh mau kiamat, tetapi krn relasi dgn Tuhan.

V
Magnum memiliki motto bhw mereka tidak menjual es cream.
1. 4-5 choice to the rejoice. Itu adalah buah pilihan. Jika kamu bisa bangun sehat setiap pagi dengan sehat anda lebih sehat dari semua orang. Habakuk dlm kondisi yg paling sulit ia berkata "aku akan bersukcita"
2. 6-7 commit to prayer. Semua org memiliki persoalan. Maka nyatakanlsh kepada Allah adalah suatu ekspresi kepada Allah.
3.8-9 consisten to think the truth. Tidak hanya berpikir yang baik. Kita terpanggil bukan hanya untuk berpikir. Tetapi mengalami pembaharuan budimu. Roma 12:1-2.

W
Baca: Filipi 4:4-9 :Rasul Paulus berharap agar jemaat di Filipi tetap bersukacita dalam situasi dan kondisi apa pun keadaannya karena ia melihat bahwa kasih ada dalam kehidupan mereaka. Perhatian dan kepedulian sebagai wujud kasih telah mereka tunjukkan, di mana mereka selalu mendukung pelayanan Paulus seperti katanya, “…sebab kamu (jemaat Filipi) ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,”(Filipi 1:7,9). Bersukacita senantiasa adalah hanya bisa terjadi karena iman, karena dengan imanlah yang membuat segala ketakutan, kekuatiran, kecemasan akan sirna! Karna sangat tidak mudah ketika berada pada situasi sulit, sedih, sakit dan menderita untuk tetap memiliki sikap hati yang benar, bersyukur, apalagi bersukacita dan memuji-muji Tuhan.Tetapi orang yang memiki pertumbuhan iman yang baik akan mampu melakukannya. Walau pun dalam penjara Paulus tidak kuatir, bahkan dia merasa penjara bukan sebuah kerugian, namuns ebagai suatu keuntungan dan kesempatan. Paulus berhasil merubah ruangt ahanannya sebagai kantor penginjilan. Sukacita kerajaan Allah ini tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi keadaan di sekitar kita. Orang yang selalubersukacita akan bebas dari kekuatiran, ketakutan dan kecemasan.

X
Paulus dengan begitu keras, begitu bersungguh-sungguh, penuh dengan dorongan cinta kasih, meminta jemaat Filipi untuk bersukacita di dalamTuhan.
Orang Kristen tidak mudah untuk bersukacita karena dunia kita menarik kita dan memberikan kepada kita penanaman berbagai konsep yang keliru.Kekeliruan tersebut bersumber pada keinginan manusia yang meletakan dasar atau sumber sukacitap adahal- hallahiriah (materi, kesehatan, kepopuleran dan kesenangan duniawi).Bila manusia berharap kepada sumber sukacita yang salah, yaitu materi, kesehatan, kepopuleran, dan kesenangan duniawi tersebu tmaka, kekecewaan dan keputusasaanlah yang terjadi.Kalaupun ada tawa dan senyum di rau tmuka, itu hanyalah sementara saja dan ketika semua yang diandalkan tadi hilang, kurang atau rusak maka, tidak adalagi yang bisa diharapkan.
Oleh sebab itu, orang percaya patut mengingat bahwa, segala sesuatu yang kita miliki bisa hilang. Semua barang yang kita miliki bisa rusak atau dicuri.Kesehatan kita suatu saat tidak akan bisa kita pertahankan, khususnya saat usia kita semakin lanjut. Kepopuleran kita pun lamba laun pastia kan tergeser oleh kepopuleran orang lain. Demikian pula, semua kesenangan duniawi yang bisa kita peroleh suatu saat tidak akan bisa kita nikmati lagi. Kita hanya akan bisa memiliki sukacita Tuhan saja yang menjadi sumber sukacita kita.