Jumat, 20 Januari 2012

Pengharapan Dalam Kristus (Filipi 3:17-21)

Pengharapan Dalam Kristus
Filipi 3:17-21

BANDUNG
Ev. Lahai Roi
Rasul Paulus memiliki kerinduan agar jemaat memiliki kehidupan yang berpadanan dengan Injil, semakin hari semakin mengenal Tuhan.
Filipi 3:2 mereka sebagai anjing-anjing pekerja yang jahat…manusia cenderung mengutamakan hal-hal yang lahiriah, tidak percaya pada kuasa Kristus yang menyelamatkan. Hanya ingin menampakkan legalitas agama semata-mata. Pengharapan seperti apakah yang dijelaskan oleh rasul Paulus: Pengharapan akan ANUGERAH keselamatan, ay. 20  karena kewarganegaraan di sorga, disitu menantikan Juruselamat. Keselamatan adalah anugerah dan tidak ada usaha diri kita pribadi.

Ev. Novi Harsono
Pengharapan dalam Kristus. Ada hidup ada harapan atau ada harapan ada hidup? Orang yang hidup seperti seteru Kristus itu sia-sia. Hidup dalam Kristus karena kita adalah warga negara sorga. Hidup dalam pengharapan adalah hidup dalam perjuangan dalam pengenalan akan Kristus.

Ev. Jan Agustanu
PENGHARAPAN DUNIA (:19)
• Hanya mengenyangkan perut.
• Hanya kemuliaan diri sendiri.
• Memberikan perpuluhan.
• Berdoa dan berpuasa.
• Hanya berfokus pada perkara duniawi.(3:4)
• Hal yang lahiriah. Contoh: Paulus yg mempunyai kebanggaan yg palsu/semu

PENGHARAPAN DALAM KRISTUS (:20-21)
• Pengharapan yang membebaskan.
• Pengharapan yang mengubah/ mentrasformasi.
• Pengharapan yang membawa ke sorga

Pdt. Handy Kurniawan
Pengharapan  sesuatu yang kita inginkan atau harapkan untuk terjadi. Harapan akan membentuk sikap atau emosi, dan membuat untuk berusaha bagaimana mencapainya.
Pengharapan : segala sesuatu yang kita inginkan dapat menjadi kenyataan
Pengharapan:
- Mempengaruhi pola pikir.
- Mempengaruhi tingkah laku.
- Mempengaruhi kebiasaan.
Banyak kepercayaan manusia yang keliru, namun ketika membicarakan pengharapan akan sorga atau tentang Allah, selama menantikan untuk meraih pengharapan, Paulus memberikan nasehat agar mengikuti teladan nya yang menjadi pengikut Kristus, menghargai anugerah Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan.

Bpk. Liu Wei Lin
Orang-orang yang berkewarganegaraan surgawi. Kebanggaan menjadi kewarganegaraan surgawi. Orang-orang yang menjadi seteru Kristus akan menuju kepada kebinasaan. Sedangkan ciri-ciri orang yang menjadi kewarganegaraan surgawi akan mendapatkan keselamatan. Orang yang menjadi seteru salib mereka terlihat aktif untuk mengejar keinginan mereka,. Sedangkan orang yang kedua terlihat pasif.
1. Kedudukan kita. Dulu orang berdosa, tapi sekarang status kita berubah menjadi warga negara surgawi
2. Di dalam kehidupan. Sebelum mengenal TY kehidupan kita sama dengan orang yang belum mengenal Tuhan, tetapi ketika mengenal TY kehidupan kta berubah, dan dapat menjadi serupa dengan tubuhNya yang mulia. Sangat penting kepastian dalam status, ketika dengan pasti kita menyadari status sebagai warga sorgawi, kita dapat mengejarnya sehingga kehidupan kita berpadanan dengan pengharapan itu.

Ev. Isabel Tong
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali. Kita fokus kepada Yesus sebagai Juruselamat tetapi juga, Ia adalah TUHAN atas semua. Kita menantikan kedatanganNya untuk mengubahkan kita (Filipi 4:8). Kisah 1:11, Cara Tuhan naik ke sorga dan akan datang dengan cara yang sama. Ciri orang Kristen adalah harus bersinar di tengah dunia yang bengkok ini, selama ada di dalam dunia, kita meninggikan Firman dan melakukan Firman.




Ev. Yung yung
Bagaimana menjadi warga negara sorgawi? Paulus menunjukkan teladan hidupnya, bagaimana sebagai orang Kristen, ketika menginginkan atau mengharapkan sesuatu kita harus mengejar apa yang menjadi kehendak Tuhan, apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan.
Ev. Paulus
Paulus mengatakan: Ikutilah teladanku dan perhatikanlah orang yang hidup.. Tantangan hidup dapat membuat orang jauh dari Tuhan. Bagaimana orang Kristen menghadapi tantangan:
1) Mengingat keselamatan yang TY berikan
2) Mengingat kedatangan TY yang akan menegakkan keadilan terutama utk orang percaya.
Ini menjadi pengharapan bagi orang percaya utk menghadapi tantangan-tantangan dunia.

Pdt. Jahja Santosa
Surat ini ditujukan kepada orang percaya namun tidak bertumbuh. Paulus mengatakan: ikutilah teladan… teladan dalam apa?
1) Ay 4-8 Paulus sebenarnya memiliki sesuatu yang dapat ia banggakan, tetapi bagi Paulus dikatakan sampah dan tidak berarti.
2) Harus terus bertumbuh dan dibangun di atas dasar yang benar, maka akan membawa pengaruh
3) Kekristenan yang bertanggung jawab. Ia fokus kepada Kristus dan berlari menuju panggilan sorgawi.
Teladani aku dan perhatikan mereka  konsistensi hidup akan membawa perubahan, Paulus tidak hanya mengajak melihat dia tapi juga melihat orang lain/keteladanan dalam komunitas.

sambil menangis..ada kepedihan bahwa sisi lahiriah sering menjebak manusia, seringkali kita mengaku Kristen tapi tidak memiliki kesaksian lahiriah. Segala sesuatu yang tertuju pada perkara dunia, maka kesudahannya adalah kebinasaan.

GARUT
Pdt. Susanto Liau.
Apa yang menurut anda dalam hidup ini yang paling bernilai dan paling penting? Ternyata dalam hidup ini uang, jabatan dan kesehatan penting. Namun yang terpenting adalah ketika kita memiliki pengharapan dan jaminan kepastian keselamatan di dalam Yesus Kristus. Apa yang harus dilakukan agar beroleh pengharapan keselamatan dalam Kristus?
-
1. Percaya dan mempercayakan hidup kepada Kristus. Ayat 20c menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Orang yang sudah beriman kepada Kristus, akan beroleh status sebagai orang yang memiliki kewarganegaraan surga (Ayt. 20a). Itu berarti pengharapan akan jaminan keselamatan itu adalah pengharapan yang pasti. Kunci untuk menerima pengharapan itu hanya melalui iman kepada Kristus (Ef. 2:8-19; Tit. 3:5; Ibr. 11:6).

2. Menantikan kedatangan Kristus ke dua kalinya. Ayt. 20b Dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus. Kedatangan Kristus adalah sebuah fakta dan janji Tuhan (Yoh.14:3; Kis. 1:11). Orang yang hidupnya menantikan kedatangan Kristus, ia akan selalu mawas diri, berhati-hati dan selalu waspada. Dia selalu sibuk membenahi hidupnya, karakternya, moralitasnya. Untuk itu, kita perlu berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya. Hidup di dalam iman, pengharapan dan kasih (Mat. 24:44; 25:13; Luk. 12:40; 1Kor. 13:13; 1Tes. 5:8).

3. Hidup bersaksi dan memuliakan Tuhan. Pada saat Paulus menulis surat ini, ia melihat bahwa ada banyak orang yang mengaku Kristen, tetapi perilaku, gaya hidup, pikiran dan motivasi hidup mereka sama seperti orang-orang yang belum Kristen yang menuruti keinginan daging (Ayt. 18-19). Kata “seteru salib Kristus” dalam Alkitab (BIS) untuk ayat 18 bahwa ada banyak orang yang hidupnya merusak arti kematian Kristus disalib; (KJV) the enemies of the cross of Christ. Penekanan Paulus di sini adalah soal gaya dan perilaku hidup yang kontras dengan salib Kristus. Ciri dan tanda-tanda orang Kristen yang menjadi musuh salib Kristus adalah di ayat 19 adalah
 Hidup tidak berfokus kepada Tuhan, tetapi hanya berfokus kepada perkara jasmani, makanan.
 Hidup mengejar hiburan, kesenangan dan menuruti nafsu dosa (kemuliaan mereka ialah aib mereka). Kata “aib/ shame” αἰσχύνη/aischunē. Artinya: shame or disgrace; dishonesty.
 Pikiran hanya berfokus kepada perkara-perkara duniawi saja. (BIS) mereka memikirkan hanya hal-hal yang berkenaan dengan dunia ini saja.
 Hasilnya: Kebinasaan mereka. (BIS) berakhir dengan kehancuran (destruction). Musnah, gagal, hancur, binasa secara tubuh dan roh.

Ev. Paul.
Kerinduan Paulus bagi jemaat Filipi adalah mengikuti teladannya. Di sini, Paulus memberikan cara bagaimana kamu meneladani aku? Perhatikanlah mereka yang telah meneladani aku sebagai contoh atau teladan bagi kamu. Hidup Paulus dalam melayani Tuhan menghasilkan sebuah transference life to others/transfer kehidupan pada orang lain. Dia memberikan influence/pengaruh dan perubahan pada hidup orang lain. Pengaruhnya sendiri adalah baik oleh karena hidup orang lain menjadi berubah. Namun, akan menjadi lebih baik ketika pengaruhnya membuat seseorang meneladani jejak langkahnya.
Sebuah persuasi tidak akan efektif jika tanpa alasan kuat yang menyertainya. Sehingga, Paulus memberikan dua alasan mengapa harus mengikuti teladannya dan rekan-rekannya.
Alasan pertama, alasan perbandingan. Dengan penuh tangisan Paulus menulis: “Lihatlah hidup mereka sia-sia: memusuhi Kristus, fokusnya hanyalah keinginan badaniah (perut mereka), hal-hal memalukan (aib dan dosa) yang mereka kerjakan, hidup mereka sama seperti orang-orang dunia, dan pada akhirnya akan dibinasakan.” Ini tulisan yang cenderung tajam dari seorang rasul Paulus. Namun, ini sekaligus tulisan penuh dramatis dan emosional untuk memberikan efek kuat kepada jemaat. Lihat hidup mereka sungguh tragis, oleh karena itu ikutilah hidup kami, maka kamu akan memperoleh hidup bukan kesia-siaan atau kebinasaan. Ini sebuah ajakan penuh keberanian, kepastian dan keyakinan dari seorang hamba Tuhan.
Alasan kedua, alasan kontras. Kita bukan warga dunia, bukan berasal dari dunia tetapi kita adalah warga sorga, berasal dari sorga. Paulus sengaja mengkontraskan “mereka” dan “kita”; “dunia” dan “sorga.” Kemudian, mereka yang kelihatannya hidup penuh kenikmatan dunia, suatu saat akan dibinasakan, sedangkan kita yang masih bertahan dengan tubuh fana dan menderita, akan menerima kemuliaan kelak melalui kuasa Yesus Kristus ketika Dia datang. Yesus menjadi pengharapan yang kekal bagi orang percaya dalam hidup kita.

Ev. Tri
Menjalani hidup sesuai dengan firman Tuhan memang tidak mudah, ada banyak rintangan dan kesulitan. Tetapi Paulus telah memberikan contoh dan teladan secara nyata sebagaimana hidup sesuai dengan firman Allah. Paulus rindu agar jemaat Filipi memiliki kerinduan mengalami perubahan hidup secara nyata di dalam Allah. Sehingga mereka tidak menjadi seteru salib Kristus, seperti kebanyak orang lakukan. Paulus juga mengingatkan bahwa status kita adalah warga kerajaan sorga maka seharunya cara hidup kita sepadan dengan status kita.

JAKARTA
Ev Dany Kurniawan
Pulus menulis surat ini ketika ia dalam penjara. Suatu kondisi yang tidak menyenangkan, namun Paulus bisa menasihati untuk menuruti teladannya dan hidup berkenan kepaa-Nya karena dia tahu apa yang dia dapatkan (ayat 19). Dia sadar sebagai warga negara sorga dan dia tahu bahwa di dunia ini adalah sementara. Dia punya suatu pengharapan luar biasa di dalam Tuhan.

Pdt Budiyanto
Ikutilah teladanku! Merupakan suatu pernyataan yang berani dari rasul Paulus. Seringkali orang berkata lakukan apa yang saya katakan tetapi jangan katakan apa yang saya perbuat. Paulus mengatakan bukan hanya mendengarakan pengajaran dia tetapi mengikuti apanyang dia lakukan. Dalam ayat 18 dia menangis, menunjukkan ia sebagai seorang leader yang kolerik, tegas, tetapi juga lembut. Ia menangis karena melihat cara hidup orang Kristen yang masih hidup dengan cara duniawi. Paulus juga mau mengingatkan bahwa kita ini warga negara kerajaan sorga, yang kita kejar bukan hal-hal perut, duniawi, tetapi Tuhan.

Ev Priska Pratiwi
Orangtua sering mengatakan don't do as i do just do as i say. Hidup kita adalah satu khotbah yang hidup. Teladan itu jauh lebih efektif dari kata-kata. Paulus berani mengatakan ikutilah teladanku karena dia telah mengikuti teladan Kristus. Ayat 20 ia mengatakan status sebagai warga negara sorga sehingga nilai-nilai, pedoman, prinsip, dan tujuan hidupnya mengarah kepada suatu masa depan yang pasti (sorgawi).

Ev Natanael Thamrin
Kita harus menempatkan posisi sebagai jemaat Filipi yang bisa menangkap langsung tanpa harus menafsirkan lagi. Paulus bilang teladani saya dengan hidup yang telah meneladani Kristus. Seringkali kita tidak berani mengatakan lihat hidupku. Sebagai hamba Tuhan kita harus berani mengatakan lihat hidupku sebagai seorang hamba. Alasan Paulus mengatakan hal ini bukan karena ia paling hebat dan betul dari murid yang lain, tetapi ia telah meneladani Kristis. Jemaat juga harus belajar meneladani Kristus. Banyak hamba Tuhan juga sering mencari kemuliaan diri, mengisi perut mereka, siapa yang paling penting dan hebat di dalam gereja. Pasal ini harus dilanjutkan pasal 4:1 karena dalam bahasa Yunani ada kata "hoste" (karena itu) di mana jemaat juga harus semakin teguh di dalam Tuhan.

Ev Yanto Sugiarto
Sebaiknya kita berbicara sesuai dgn apa yg ada dalam teks, dan menggali teks itu dengan baik. Dalam bagian ini Paulus lebih banyak berbicara ttg teladan hidup, kualitas dan kepemimpinan. Dalam bagian ini Paulus adalah seorang leader dan jemaat kristen yg sungguh2 menghidupkan kehidupannya dgn berani berkata "ikutilah teladanku".

Ev. Freda Adjan
Action speak louder more than word. Sesuatu yang sangat luar biasa berbicara tentang pengharapan kalau dia memiliki pengharapan itu. Waktu dia biacara tentang pengharapan dia dua bagian: ikutilah teladanku dan hidup seperti kami yang jadi teladanmu (example dan pattern). Apa itu pengharapan? Dulu dia punya pengharapan di luar Kristus, sekarang malah semuanya itu dia anggap sebagai sampah. Karena waktu itu dia hidup sebagai seteru salib. Oleh karena itu dia memberitahukan:
1. Orang yang berseteru dengan salib berakhir dengan kebinasaan. Ciri perseteruan dengan salib: mengutamakan perut, memuliakan kejahatan, pikirannya duniawi, dsb.
2. Orang yang bersahabat dengan salib menjadi sahabat sorgawi. Dia akan mendapatkan tubuh yang mulia, dan dapat menaklukkan diri di dalam Kristus.

Pdt Yunedy Renaldo
Paulus tulis surat ini dalam penjara dan menasihati jemaat untuk bersukacita dan bukan sebaliknya. Kenapa dia bersukacita? Karena dia punya pengharapan di dalam Tuhan. Dia telah mengalami berkat yang luar biasa di dalam Tuhan dan itu sebabnya dia mengatakan hal itu. Pengharapan itu hanya di dapat di dalam Yesus Kristus. Bagaimana caranya:
1. Meneladani Paulus dan rasul2 (ayat 17)
2. Tidak hidup menjadi seteru salib.
3. Hidup sebagai warga negara sorgawi.

Pdt Unandi Tirtaredja
Manusia tidak bisa melihat ada pengharapan dalam kehidupan yang sedang dijalani. Itu sebabnya dia mau menghabiskan hidupnya dengan alasan mumpung masih ada waktu dan dana. Secara tidak langsung manusia tidak ada pengharapan dalam hidup dan pada akhirnya akan mengalami kebinasaan, jadi budak dosa, agen kejahatan dan hidupnya dibangun atas kesiaa-siaan dibawah bayang-bayang ketidaktentaeraman hatinya. Kristus mati untuk membebaskan manusia dari ikatan dosa untuk memberikan arti dan makna tujuan hidup yang jelas.

SURABAYA
Pdt.Imanuel F Daely:
PENGHARAPAN DALAM KRISTUS FIL 3:17 21 Apa reaksi kita pada waktu kita mengalami satu peristiwa di dalam hidup kita yang tidak kita harapkan? Bagaimana perasaan hati kita pada waktu mengalami hal-hal yang tidak kita rencanakan di dalam hidup ini? Bagaimana sikap kita pada waktu mengalami kejadian yang tidak terduga terjadi di dalam hidup kita? Friedrich Nietzsche dengans ini mengatakan Jangan beri orang pengharapan sebab pengharapan itu memperpanjang penyiksaan kepada orang. Pengharapan yang ditawarkan oleh Kekristenan itu adalah hal yang tidak bikin orang maju sebab pengharapan di dalam Kekristenan hanya menawarkan sesuatu yang bersifat mimpi dan tidak pernah terjadi.Lebih baik kita hidup tidak ada pengharapan, hidup secara realistis.Pengharapan justru mematikan hidup seseorang. Benarkah apa yang dia katakana itu?
Pada dasarnya manusia pasti memiliki harapan bahwa esok akan menjadi lebih baik dari hari ini. Pengharapan ini dapat memberi semangat untuk berjuang menghadapi tantangan hidup. Tapi karena keterbatasan diri sebagai manusia, tidak semua yang diharapkan menjadi kenyataan sehingga tidak jarang orang menjadi tawar hati, kecewa, putus asa.Harapan yang tertunda itu menyedihkan hati karena merasa sia-sia tidak ada harapan, percuma, tidak terwujud. Namun dalam bagian ini Paulus menjadi teladan karena dia telah meneladani Kristus, Paulus mengajak jemaat untuk introspeksi diri dan melihat ke depan dengan menggantungkan diri dalam pengharapan yang dijanjikan Kristus pada jemaatnya.
Pengharapanapa yang ada dalam Kristus? Yakni, adanya Jaminan hidup kekal (Ef 3:20). Paulus rindu mata rohani kita terbuk supaya kita mengerti pengharapan apa yang ada di dalam setiap panggilanTuhan bagi kita. Kita yakin setiap kita dipanggi dan dipilih khusus olehTuhan dan mejadi milikNya (Yoh. 15:16) Ada satu pengharapan bagi kita yang dipanggil dan dipilihTuhan. Ada banyak kemuliaan/peninggian yang akan dinyatakan kepada kita yang mau berharap kepadaNya. Sebab itu bagaimanapun keadaan kita, jangan batasi Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kita ada karena Orang yang belummemiliki jaminan keselamatan pasti takut dan gelisah tapi yang sudah memiliki jaminan surga, apapun yang terjadi tidak akan takutl agi (Yoh. 14:1-2). Kita harus serius denganTuhankarena hanya ada satu jalan menuju hidup kekal yaitu melalui Tuhan Yesus Kristus dan Dia mau semua orang diselamatkan

Ev. Pierre T.
Kewargaan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sudah jelas dan pasti yaitu, Kerajaan Sorga. Dengan menyadari realitas ini, kehidupan orang Kristen seharusnya memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan zamannya. Lingkungan dan zaman yang dimaksud adalah orang-orang yang hidup tanpa keselamatan dan mereka ada disekitar kita. Kepekaan orang percaya terhadap lingkungannya akan menghadirkan kepedulian terhadap mereka, sehingga dari kepedulian tersebut akan tercipta sebuah gerakan Penginjilan yang kuat.
Dari sinilah kita melihat kehidupan Kristen yang sesungguhnya. Kekristenan yang menyadari bahwa keselamatan yang mereka terima dari Tuhan esus, bukan saja untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk lingkungan dan zaman di mana mereka hidup.