Jumat, 28 Oktober 2011

Sola Scriptura (2 Tim 3:15-17)

Sola Scriptura
2 Timotius 3:15-17

A
Sola Scriptura – “Hanya Kitab Suci” adalah suatu doktrin yg mengajar bahwa hanya di dalam Kitab Suci terdapat pengetahuan yg dibutuhkan untuk Keselamatan dan Pengudusan Walau tidak menyangkal otoritas lain yg membangun kehdiuapan orang Kristen, namn Sola Scriptura menuntut agar segala otoritas lainnya takluk di bawah Kitab Suci.
Keabsahan Kitab suci itu dimungkinkan oleh 2 hal: (1) Teks yang keunggulannya tidak diragukan, dan (2) Kesaksian pribadi Roh Kudus di dalam hati setiap orang.
Wesminster Confession of Faith: “Semua yg tertera di dalam Kitab suci tidak sama jelasnya, namun hal2 yg sangat penting untuk diketahui, dipercayai, dan ditaati, untuk keselamatan, telah dipaparkan dgn jelas di banyak bagian dalam Kitab Suci, shg baik org yg terpelajar, maupun yg sederhana, boleh mendapatkan pengertian yang cukup tentangnya.
Sola Scritpura mempunyai 3 (tiga) sifat: (1) Self-Authentication (2) self-Interpretation ((Scriptures interprets Scriptures); (3) Sel-Sufficient to be the final authority
Divine Inspiration – Wahyu Allah yang sempurna, tidak bercacat, tujuannya: (1) mengajar; (2) menyatakan kesalahan; (3) memperbaiki kelakuan; (4) mendidik orang dalam kebenaran. (2 Tim. 3:16), sehingga tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk (2 Tim 3:17)
Keampuhan Firman Allah: (1) Yer 23:29, Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah FT dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? (2) Ibr 4:12, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Diskusi:
1. Apa pendapat Anda tentang statement2 berikut ini?
• “Tuhan ampunilah kami karena kesibukan, kami kurang bersekutu denganMu”
• “Mari kita bicarakan susunan liturgy yang bukan bagian dari teologi”
• “Kelihatannya kita sepakat bahwa kita tidak menganut faham humanisme, namun perubahan dalam hidup kita harus mengandalkan Roh Kudus”

Kendala apakah yang menjadi kendala bagi kita dan jemaat sehingga seringkali tidak mampu menghadirkan FT dalam keseharian hidup kita?

2. Bagaimana kita menghadirkan FT dalam keseharian hidup kita?
John Hus Tokokh Reformator dari Bohemia, menghadirkan FT diantaranya, melalui partisipasi jemaat dalam sakramen perjamuan kudus (cawan dan roti), dan nynyian jemaaat. Semangat John Hus membakar hati Martin Luther.

B
Kendala diri kita sendiri karena tidak melakukan firman Tuhan. kita harus melakukan firman Tuhan di dalam kehidupan kita. menghadirkan firman Tuhan di dalam musik yaitu dengan menggunakan firman Tuhan dalam musik. kita juga bisa menggunakan website tentang firman Tuhan.

C
Menghadirkan firman Tuhan dalam pergumulan harus jangan lupa Tuhan. dan ketika kaya juga jangan lupa Tuhan. jadi, apapun yang kita alami jangan lupa Tuhan

D
Bersekutu dengan Tuhan adalah suatu kebutuhan. Adanya keinginan daging yang lebih besar, sehingga menghalangi taat kepada firman Tuhan.

E
Menghadirkan firman Tuhan melalui music yaitu bisa menyanyikan dengan lagu dengan benar.

F
Melakukan dan memberitakan firman Tuhan.

G
Liturgi harus tetap berdasarkan firman Tuhan. harus membangun dan menuntut diri kita untuk melakukan firman Tuhan,

H
membagikan firman Tuhan bukan hanya doctrinal, tetapi juga harus aplikatif. hamba Tuhan harus dunia remaja.

I
Menghadirkan firman Tuhan dalam teknologi.

J
Seringkali banyak orang yang memisahkan firman Tuhan dari kehidupan. Teologi adalah dasar, dan liturgy adalah bagian dari teologi. liturgy bisa berkembang dan berubah. Menghadirkan firman Tuhan dalam keluarga yaitu dengan mengadakan mezbah keluarga.

K
Menurut Paulus dalam konteks ini yaitu orang yang hidup benar itu akan menghadapi aniaya. Paulus mengatakan kepada Timotius agar terus berpegang pada firman Tuhan, bukan kepada orang lain (motivator). kenapa harus kembali kepada firman Tuhan?
1. Sumbernya Allah sendiri
2. Manfaatnya
3. Dan tujuannya

L
Kenapa sola scriptura muncul? itu ada asal dan sejarahnya. otoritas yang tertinggi bukan kepada sejarah gereja atau pemimpin gereja, tetapi otoritas tertinggi adalah firman Tuhan. Firman Tuhan harus mengubah kehidupan. Namun, manusia hidup untuk kepentingan diri sendiri dan dunia ini saja. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa pusat dari kehidupan kita adalah kekekalan.

M
Kita harus back to the basic. Alkitab dipahami sangat firtual. Zaman ini juga adalah zaman firtual, yang membuat akhirnya tidak adanya personal touch dalam hidupnya dengan Alkitab. Teknologi maju tetapi tetap bahwa firman itu harus membawa kedekatan dengan Allah.


N
Timotius sejak kecil diajarkan bahwa firman Tuhan bermanfaat untuk:
1. memberi hikmat
2. menuntun kepada keselamatan
3. menuntun iman kepada Tuhan Yesus
Banyak jemaat yang tau tapi tidak mau melakukan. Jemaat harus dituntun.
• Kendala – kendala tidak dapat menghadirkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari - hari :
(a) Diri kita sendiri
(b) Ketidaktaatan kita
(c) Keinginan daging yang lebih besar
(d) Memiliki standard masing – masing
(e) Roh itu penurut daging itu lemah
(f) Hidup tidak mengutamakan Tuhan
(g) Sombong
(h) Kepentingan pribadi
(i) Mengutamakan keahlian dan pengetahuan kita
(j) Firman Tuhan hanya untuk disampaikan bukan untuk hidup kita sendiri
(k) Banyak kesibukan ( anak misalnya les )
(l) Sering memikirkan kehidupan sehari – hari

• Bagaimana menghadirkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari – hari :
(a) Tahu, tapi tidak melakukannya
(b) Setiap saat menghadirkan Firman Tuhan, susah dan senang
(c) Percaya bahwa semua tulisan itu ilham dari Allah
(d) Menumbuhkan kerinduan untuk membaca dan melakukannya
(e) Musik dan media massa
(f) Melakukan dan memberitakan
(g) Menuntut diri untuk membangun diri
(h) Allah bisa karena biasa ( di STT dipaksa, kemudian menjadi biasa )
(i) Memberikan kursus – kursus yang berkaitan dengan Alkitab
(j) Mengadakan mesbah keluarga ( misal dengan buku renungan keluarga GII )

• Beberapa cara praktis menghadirkan Firman Tuhan :
(a) Menciptakan lagu
(b) Membuat website yang memberkati
(c) Lagu yang berbobot dan teologi yang benar
(d) Hamba Tuhan masuk dalam media massa

O
Kata Sola Scriptura berasal dari bahasa Latin, sola artinya sendiri dan Scriptura artinya Alkitab, jadi arti harafiahnya hanya alkitab. Ini sebuah paham yang dianut oleh gereja-gereja reformasi dalam iman Kristen terkait dalam memperlakukan kitab sucinya, yaitu Alkitab karena praktik Gereja Katolik sudah menyimpang jauh dari ajaran Alkitab. Ini merupakan semboyan reformasi Kristen yang dicetuskan Martin Luther (1483-1546). Ia melihat kerusakan moral, korupsi, sikap hidup munafik yang bertentangan dengan Kitab Suci dari orang-orang yang menjadi pemimpin gereja. Puncaknya ketika membangun gedung gereja Basilea Santo Petrus di Vatikan Roma. Karena kekurangan dana, maka pihak gereja menjual surat pengampunan dosa (idulgensia) sebagai jalan pengampunan atas dosa. Untuk itu pihak gereja juga berusaha menyadarkan umat akan banyaknya dosa mereka sehingga mereka lebih banyak membeli surat pengampunan dosa.

Keadaan ini membuat Martin Luther pada tahun 1517, berani memprotes dan memakukan 95 pernyataan mengenai iman kepercayaan Kristen pada pintu gereja Wittenberg Jerman. Ia berani melawan apa yang salah dan menyatakan apa yang benar. Ia menyadari bahwa kerusakan gereja Roma Katolik hanya dapat diperbaiki jika doktrin dikembalikan kepada Alkitab. Karena otoritas hanya terdapat dalam Alkitab. Pada waktu kita kembali kepada Alkitab barulah kita menyadari dimana letaknya penyelewengan itu terjadi baik di dalam organisasi, upacara, tradisi, individu, kuasa politik, sosial, ekonomi, kebudayaan maupun dalam bidang lainnya. Hanya dengan tolak ukur pengajaran Alkitab, kita dapat menilai segala sesuatu. Karena itu kita perlu mengingatkan jemaat diminggu reformasi ini agar selalu rajin mempelajari Alkitab. Mengapa hanya Kitab Suci saja (sola scriptura)?

1. Karena Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan Roh Kudus yang berotoritas tertinggi.
2. Karena Alkitab dapat menuntun orang kepada keselamatan dalam iman kepada Kristus.
3. Karena Alkitab menjadi sumber pengajaran dan sebagai pedoman hidup bagi orang Kristen.
4. Karena Alkitab bermanfaat memperlengkapi orang Kristen untuk hidup benar dan kudus.

P
Peringatan Reformasi memiliki semangat yang mulia, untuk mengingatkan seluruh gereja dan orang percaya untuk kembali kepada kebenaran firman Tuhan. Sebab, Firman Tuhan menjadi dasar yang penting bagi gereja, pelayanan serta pertumbuhan gereja. Semangat ini harus terus dipelihara untuk dikobarkan supaya tidak padam ditelan waktu atau perkembangan jaman, sebab gejala ke arah itu semakin kuat dengan berkembangnya teknologi. Firman Tuhan tidak pernah lekang ditelan jaman dan tidak pernah habis digerus kemajuan teknologi, dalam kondisi keadaan apa pun firman Tuhan tetap up to date bagi seluruh kebutuhan manusia. Sebab Alkitab adalah kebenaran Ilahi yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia, apa fungsi itu?
a. Untuk Menuntun pada Jalan Keselamatan.
setiap orang di sepanjang jaman membutuhkan keselamatan dari Allah, sebab semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Supaya manusia bisa masuk surga membutuhkan keselamatan dari Allah
b. Untuk Mengajarkan Kebenaran Allah.
dari status manusia yang berdosa manusia tidak tahu membedakan kehendak Allah mana yang baik, yang berkenan kepada Allah. Melalui Alkitab manusia dapat mengerti kehendak Allah dalam hidupnya untuk hidup sesuai panggilan Allah.
c. Sebagai Dasar Pelayanan dan Pekerjaan Allah.
Untuk melayani Allah harus di dasari dengan firman Allah supaya kita tidak melenceng dari apa yang Tuhan kehendaki, tanpa firman Allah liarlah arah pelayanan karena setiap orang akan berpatokan pada kebebarannya masing-masing.

Q
Dasar pengajaran moral tertinggi adalah Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan seseorang mendapatkan hikmat, pengajaran, pengarahan, pendisiplinan dan keselamatan. Gereja harus terus menjaga agar pengajarannya senantiasa bersumber kepada kebenaran mutlak yaitu Alki

Sabtu, 22 Oktober 2011

Keluarga Dalam Pemeliharaan Allah (Habakuk 3:17-19)

KELUARGA DALAM PEMELIHARAAN ALLAH
Habakuk 3:17-19

A
Inti dalam pemberitaan Habakuk (konteks Israel suku Yehuda di selatan dalam pembuangan) adalah bahwa: Orang benar akan hidup oleh imannya, dikutip dalam Roma 1:17. Hidup orang benar didasarkan bukan kemampuan namun iman yang menjadi fondasi untuk menguatkan kondisi manusia dalam pergumulan.
Ada 2 alasan:
1) Kondisi yang diwarnai kejahatan (penindasan). Hukum terbalik  manusia tidak mentaati hokum, namun perbuatan/kekerasan yang tidak berkenan di hadapan Allah. Akibatnya akan menimbulkan pergumulan bagi bangsa (konteks keluarga)
2) Kondisi yang penuh dosa. Tuhan membangkitkan orang Kasdim utk menghukum orang Israel yang hidupnya berantakan.
Masihkah ada harapan/pemeliharaan Tuhan yang tidak hanya untuk bangsa Israel dalam kondisi yang kacau?
Masih ada harapan, karena 4 alasan:
1) Orang yang hidup dalam iman adalah orang yang memiliki ketenangan, ketika memiliki Tuhan, apapun persoalan kita, maka akan tenang. Orang yang tenang dalam Tuhan, Tuhan menjadi kekuatan.
2) Orang yang mengandalkan Tuhan dalam iman, akan memiliki keyakinan yang penuh (ay.17). Kondisi tidak memungkinkan untuk berharap, namun mereka memiliki keyakinan. Di dalam kehidupan pasti ada duka dan suka, ada kegagalan dan ada keberhasilan.
3) Orang yang beriman akan tetap berada dalam Tuhan. Di dalam Tuhan ada sukacita, sorak-sorai, keselamatan (Maz 127:1).
4) Orang yang hidup dalam iman/bergantung pada Tuhan, maka senantiasa akan bersandar kepada Tuhan. Kata “kekuatan” dibandingkan dengan Rusa memiliki kekuatan di kakinya. Kekuatan yang kita miliki suatu saat akan habis, maka kekuatan dari Tuhan yang akan membuat kita bertahan untuk melewati dengan pertolongan dari Tuhan.

B
Habakuk menyinggung mengenai kekecewaan (ay 17), kita perlu mendukung dan menguatkan jemaat yang mengalami kekecewaan dalam kehidupan rumah tangganya. Habakuk mengingatkan dalam penglihatan itu bahwa Tuhan akan bertindak untuk menyelamatkan umatmu (ay.13). Aplikasi: sekalipun rumah tangga tidak terlepas dari suka dan duka, yang penting jangan sampai kecewa baik kepada Tuhan maupun kepada apa yang ia jalani (pilihannya).

C
Allah memelihara orang percaya dalam segala perkara dan keadaan. Sebagai manusia hidup kita ini seperti roda yang berputar, dan seperi uap yang sebentar hilang. Siapa yang dipelihara Tuhan ? Orang yang percaya ( Hab 2 : 4 ). Orang yang mengandalkan Tuhan ( Hab 1 : 11, dan Hab 3 : 17)

D
Latar belakangnya adalah dia merespon akan kefasikan umat Tuhan dalam segala keadaan. Menyikapi sikap bangsa Israel yang tidak mau berubah. Habakuk berseru mengenai bahwa ia akan bersorak-sorai pada Allah yang menyelamatkan  tidak lagi didasari oleh fenomena, namun kemudian ia memiliki pembaharuan komitmen bahwa Allah yang bekerja. Bukan dengan syarat apa yang harus dilakukan atau apa yang terjadi, sehingga ia melihat Allah yang tetap mengasihinya.
Aplikasi: Allah selalu akan menyatakan diri dalam keluarga, seperti Habakuk yang bertumbuh dan kembali membangun komitmen, melatih diri dalam kesetiaan dalam segala kondisi bersama dengan Allah. Hegel: Kita harus belajar dari sejarah, karena kita akan bertemu dengan Allah yang memelihara. Agustinus: Tidak ada satupun kenikmatan dunia yang dapat ditukarkan dengan kenikmatan bersama dengan Allah.

E
Kitab Habakuk memiliki pesan utama bahwa Allah mendidik umatNya untuk membawa kepada pertobatan. Allah seolah berdiam diri membiarkan umat Israel suku Yehuda tertindas oleh bangsa Kasdim yang terkenal kejam. Situasi pada masa pemerintahan raja Yoyakim yang berkarakter lalim dan tidak percaya Allah Yahwe membawa Israel hidup menjauhi Allah dan larut dalam perilaku penuh ketidakadilan, tidak pernah menghargai kemuliaan Allah. Maka Allah “mengijinkan” orang Kasdim menindas orang Israel, agar mereka bertobat dan berbalik kepada hidup takut akan Allah. Apa yang dapat kita pelajari bersama?
Kenyataan yang lebih banyak berbeda dengan harapan. Dimana hal ini diungkap dalam bahasa metafora, seperti pohon ara yang tidak tidak berbuah dsb. Habakuk melihat banyak orang yang hidup berbalik meninggalkan kebenaran. Konteks pada hari ini keluarga banyak meninggalkan komitmen, meninggalkan hidup berdasar iman sehingga mengalami berbagai kekecewaan hidup.
Allah Yahwe adalah Allah yang menyelamatkan memberi harapan. Habakuk membandingkan dengan allah buatan manusia yang sia-sia (Habakuk 2 : 18 – 20) dengan kemuliaan Allah yang tidak tertandingi. Habakuk dengan tenang bahkan bersuka ria meski harus melalui kesukaran hidup karena perpegang kepada pengharapan yang diberikan Allah yang benar.
Makna hidup sejati ketika berjalan di dalam jalan Tuhan. Hal ini digambarkan secara metafora bahwa Habakuk mampu berjejak dibukit seperti kaki rusa. Pengharapan yang diberikan bukan hanya masa yang akan datang, tetapi juga pada konteks masa kini dimana Allah memberikan jalan keluar atas segala permasalahan hidup.

F
Ada beberapa tahapan Iman seperti Knowledge of Faith, Dichotomic of Faith (Iman yang bertentangan dengan kenyataan hidup). Pergumulan dalam hidup dapat membuat seorang bertumbuh dalam iman. Iman bukan hanya diketahui dan didengar melalui firman, namun iman kontras dengan hidupnya, dan mengakhirinya dengan komitmen.

G
Membandingkan Habakuk dengan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, mereka adalah orang-orang yang tetap percaya kepada Tuhan dalam segala kondisi. Banyak keluarga menghadapi pergumulan yang sangat sulit, namun Tuhan tidak pernah meninggalkan.

H
Dalam konteks remaja: Keluarga yang dipelihara, identik pemeliharaan dalam materi. Seringkali anak kurang menyadari perannya dalam keluarga, (Mazmur 127:3). Hubungan dan relasi dengan Tuhan sangat penting untuk dapat hidup dengan benar, meskipun ada kekecewaan.

I
Habakuk punya harapan besar dalam keterpurukan orang Israel, semangat ini yang harus diajarkan bagi jemaat. Kadang keluarga menginginkan ada perubahan, namun seringkali tidak terjadi perubahan. Namun bersyukur ketika bergumul bersama dengan Tuhan, ada harapan dan kekuatan ada untuk berjalan membangun keluarga yang masih tersisa. Penting untuk menaruh harapan dalam Tuhan, meskipun kandas.

J
Ada harapan bahwa Injil yang diberitakan tidak akan berhenti kepada yang menolak/mengeraskan hati, Injil dapat mengubah.
1) Keselamatan adalah inisiatif Tuhan yang berbeda dari apa yang manusia pikirkan. Manusia saat ini egois dan mengatakan dan memikirkan bahwa yang dapat menyelamatkan adalah diri kita sendiri. Kebanggaan adalah duniawi/materi: pohon yang berbuah, ternak dan kekayaan, dan yakin bahwa ini dapat menyelamatkan manusia.
2) Ketika mulai percaya diri kita tdk mengijinkan Tuhan intervensi, seolah2 tidak perlu ada pengaruh dari luar untuk menolong kita. Padahal keselamatan terjadi dalam ketaatan kita dalam Tuhan, melalui iman.
3) Fokus bukan pada kekuatan diri sendiri dan mengakui bahwa Tuhan menyelesaikan dengan cara Tuhan, meskipun tidak masuk di akal, namun itu yang Tuhan anugerahkan. Keselamatan adalah anugerah Tuhan.

K
Tema kitab Habakuk adalah Hidup dengan iman. Di pasal 1-2, Habakuk melihat banyak kejahatan dan penyembahan berhala yang dilakukan di Yehuda. Ia mempertanyakan bagaimana Allah dapat membiarkan umat-Nya yang memberontak dan berbuat dosa tidak dihukum (1:2-4)? Allah menjawab bahwa Dia akan memakai Babel untuk menghukum Yehuda (1:5-11). Pertanyaan berikutnya, bagaimana Allah bisa memakai bangsa Babel yang lebih jahat daripada Yehuda sebagai alat untuk menghukum (1:12-2:1)? Allah menjawab bahwa Dia juga akan menghukum Babel (2:2-20). Pada pasal 3 berisikan doa dan nyanyian Habakuk. Secara khusus pada pasal 3:17-19 berbicara tentang iman Habakuk. Pasal 3 merupakan respons Habakuk terhadap jawaban Allah dalam pasal 2. Dalam situasi yang sulit ia menaikkan doa: 1. Ia berdoa agar Tuhan menyatakan kuasa-Nya di tengah umat Yehuda. 2. Dia berdoa agar pada masa yang sulit Allah tetap menunjukkan kasih sayang-Nya kepada umat Yehuda. Kemudian Habakuk bersorak sorai di dalam Tuhan. Ia bersaksi bahwa ia melayani Allah bukan karena diberi berkat tetapi karena Dia itu Allah. Bahkan di tengah hukuman Allah atas Yehuda, Habakuk memilih untuk bersukacita di dalam Tuhan, karena Dia menjadi Juruselamatnya dan sumber kekuatannya. Ia beriman bahwa umat Yehuda yang tersisa akan selamat dari serbuan Babel dan ia memberitakan kemenangan terakhir dari semua orang yang hidup oleh iman (2:4). Bagaimana mengalami pemeliharaan Allah itu?
1. Hidup dikontrol oleh iman, bukan oleh perasaan. Ayat 17, menceritakan meskipun semua tanaman dan hewan ternak yang menjadi andalan dan sandaran hidup sudah musnah bahkan keselamatan dan keamanan sudah lenyap dari umat Yehuda, namun Habakuk tetap bersukacita dan bergembira didalam Tuhan. Di sini kita melihat bahwa perasaan Habakuk tidak dipengaruhi atau tidak dikontrol oleh kejadian yang terjadi, tetapi dikontrol oleh iman kepada Allah.
2. Hidup bersandar kepada Allah. Habakuk mengakui bahwa Allah yang menyelamatkan dia (ay. 18b); Allah adalah kekuatannya (ay.19). Dengan kata lain, ia selalu bersandar kepada Allah sumber keselamatan dan kekuatan dalam mengatasi segala pencobaan dan kesulitan hidup. Melalui teks ini, mari kita mengajak keluarga jemaat yang berada di tengah tantangan dan kesulitan agar selalu mengutamakan Tuhan dan bersandar kepada-Nya (Mat. 11:28-29).

L
Tidak satu keluargapun yang hidupnya terus lancar, adakalanya mengalami liku-liku perjalanan hidup serta kerikil tajam dalam keluarga. Bahkan tidak jarang keluarga diperhadapkan pada persimpangan jalan, tidak mudah untuk memutuskan kemana harus melangkah. Disinilah proses pengujian serta pembentukan Allah sedang terjadi di dalam keluarga. Apakah seisi anggota keluarga percaya kepada Allah serta berharap pada kekuatan Allah yang akan menolong. Apakah keluarga percaya akan janji-janji Allah yang telah dikatakannya dalam firmanNya. Jika seisi anggota keluarga percaya kepada Tuhan dan beriman kepadaNya maka Allah akan bertindak sesuai dengan karyaNya yang ajaib.
Pemeliharaan Allah itu nyata, kasih Allah tidak pernah berubah dari dahulu, sekarang dan selama-lamanya Allah tidak pernah meninggalkan kita. Pada akhirnya setiap kesulitan dan pergumulan hidup ada kemenangan atau sukacita yang Allah berikan untuk hidup dalam anugerah Allah.

M
Bukanlah hal mudah saat kita melihat anak Tuhan ditekan orang yang tidak mengenal Tuhan. Habakuk melihat orang Israel diperlakuakn dengan kejam oleh bangsa Kasdim; ironisnya Allah seakan-akan diam dan berpangku tangan. Habakuk berteriak, mengeluh dan meratapi bangsanya. Namun dalam perenungannya akhirnya dia menemukan jawaban bahwa kesetiaan Tuhan tetap sama sekalipun fakta disekililing kita begitu buram. Habakuk mengangkat hatinya melihat Allah dan menyatakan imannya; sekalipun kehidupan kurang baik, pemasukan kurang lancar, stock makanan sangat terbatas namun pemeliharaan Allah akan tetap nyata.

N
Kitab Habakuk satu-satunya kitab yang menyebut "Nabi" sebagai gelarnya. Tentang Habakuk sendiri, praktis kitab ini tidak menceritakan apa pun. Ada penafsir yang mengatakan bahwa Habakuk adalah imam Bait Allah yang sekaligus menjadi nabi. Kitab Habakuk ditulis pada saat bangsa Babel (Kasdim) sedang menuju puncak kejayaannya (1:6). Pada 625 sM, Nabopolasar menjadi raja Babel dengan memberontak terhadap Asyur. Setelah mengalahkan Asyur secara telak (612 sM) dan Mesir (605 sM), Babel menjadi negara adikuasa menggantikan kejayaan Asyur. Pada tahun 598 sM Nebukadnezar (putra Nabopolasar) menyerbu Yehuda dan memulai penawanan raja dan para bangsawannya ke Babel. Jadi, diperkirakan Kitab Habakuk ini ditulis antara tahun 625 sM-598 sM. Pada saat yang sama, di Yehuda pada pemerintahan raja-raja sesudah Yosia (sesudah 609 sM), kekacauan dalam bidang sosial politik dan ekonomi semakin menjadi-jadi. Ketidakadilan dalam masyarakat merajalela, akibatnya kaum berkuasa, bangsawan, pejabat negara menindas kaum lemah dan rakyat jelata yang miskin. Hal ini bisa kita lihat dalam pertanyaan Habakuk kepada Allah: "Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik" (Hab. 1:2-4). Pertanyaan Habakuk dan jawaban Allah mengisi bagian pertama dari kitab ini. Dalam dialog terungkap kedaulatan Allah menggunakan bangsa kafir untuk menghukum umat-Nya yang jahat, namun tidak berhenti di situ karena Allah juga menghukum bangsa kafir tersebut ketika tindakan mereka menjadi berlebihan dan kejam. Habakuk belajar memercayakan diri kepada Allah yang akan bertindak adil pada waktu-Nya. Iman menjadi kata kunci kitab ini (2:4a) yang kemudian hari dikutip oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:17, Galatia 3:11, dan oleh penulis Ibrani (Ibr. 10:38). Mazmur yang digubah Habakuk mengekspresikan iman kristiani yang percaya kepada Allah walaupun situasinya seperti tidak berpengharapan (Hab. 3:17-19).

O
Kitab ini unik karena bukan suatu nubuat yang diarahkan langsung kepada Israel tetapi malah sebuah dialog antara Allah dan sang nabi. Dalam pergumulan yang hebat dan berat Habakuk mengajukan pertanyaan mengapa Allah tidak berbuat sesuatu? Berapa lama lagi Tuhan aku berteriak? Mengapa Allah menghukum umatnya melalui bangsa yang lebih jahat daripada mereka? Tetapi kita mendapati Habakuk pada akhirnya mengandalkan Allah dan hidup dengan iman dalam jalan Allah tanpa menghiraukan keadaan.

P
Kitab ini dalam situasi banyak kesulitan dan pergumulan yang berat, sampai akhirnya dia mengatakan dalam ayat 17-19 itu. Kemelut bangsa berdampak pada keluarga yang dihadapi oleh Habakuk. Dia melihat bahwha ketenangan hidup itu pada kestabilan situasi atau perubahan keadaan buruk menjadi baik. Atau, kelegaan itu bukan lagi soal memiliki ekonomi yang baik, memiliki rumah, anak-anak yang manis, suami istri yang penuh pengertian. Tetapi letaknya pada ketidakberubahan Tuhan, janji-Nya tidaka berubah. Inilah yang menjadi kedamaian dalam hati seseorng. Setelah mengalami banyak kesusahan, Habakuk menyimpulkan Allah harus menjadi pusat hidup. Ini menunjukkan bahwa relasi dengan Tuhan iu sebagai kunci menghadapi semua kesulitan itu. Tuhan menggunakan penderitaan, kesusahan, keadilan untuk tujuan yang lebih besar untuk mengalami Tuhan dan janji-Nya secara penuh. Misalnya, ada keluarga yang sakit mengingatkan kita bukan pada kesembuhan tetapi pada sang Penymbuh itu. Kemiskinan itu bukan menarik kita pada kekayaan, tetapi kepada Allah. Kesedihan itu bukan menarik kita pada penghiburan, tetapi pada Penghiburan. Kecelakaana itu bukan menarik itu pada keselamatan, tetapi Juruselamat.

Q
Habakuk hidup dalam jaman yang sulit di mana umat Tuhan ditindas, dianaiya, dan kekerasan ada di mana-mana, juga pertikaian, ketidakadilan. Perekonomian dalam keadaan yang sulit karena hasil pertanian tidak dapat diharapkan. Kluarga-keluarga ornag percaya banyak mengalami pergmulan. Habakuk protes kepada Tuhan menapa orang percaya ditindas oleh orang fasik? Allah menjawab bahwa Dia memakai orang fasik unuk memjrnikan iman orang percaya dan selanjutnya orang fasik akan dihukum. Habakuk baru bisa melihat akan penyertaan Tuhan dan pemeliharaan Tuhan terhadap keluarga-keluarga orang percaya. Di tengah-tengah kesulitan mereka semua dilindungi oleh Tuhan. Oleh sebab itulah, Habakuk berkata dalam ayat 17-18, mengapa:
1. Karena dia tinggal dan hidup dalam Tuhan (ayat 18)
2. Karena Tuhan menyelamatkannya (ayat 18)
3. Karena Tuhan memberi kekuatan (ayat 19)

R
1. Situasi hidup bisa berubah. Jangan pernah berpikir bahwa kehidupan itu akan berjalan dan semua diatur dalam tangan kita. Kita tidak tahu maksud dan rencana Allah dalam kehidupan kita dan kita tidak tahu ijin yang diberikan Allah kepada iblis untuk mencobai kita.
2. Persoalan hidup bisa menjadi sulit dan kadang-kadang tidak terpecahkan yang membuat keadaan tidak berpengharapan.
3. Ada pengharapan di dalam Tuhan (lih. Ayat 17). Harapan itu tidak dia lihat di depan mata, tetapi suatu hari akan terwujud. Menghadapi kesuliatan dan pergumulan itu perlu iman yang sungguh di dalam Tuhan. Kita masih tetap bisa melangkah seperti dalam ayat 19 itu. Tuhan masih mengijinkan kita mencapai apa yang kita kerjakan untuk memuliakan Tuhan.

S
Habakuk hidup pada zaman bgs Israel di tindas musuhnya. Bukan hal yg mudah baginya utk mempertahankan imannya. Masa-masa sukar seperti ini membawa aspek kehidupan bgs Israel dan keluarga-keluarganya terpengaruh. Ladang menjadi tempat mendatangkan penghasilan tidak lagi membuahkan hasil. Ternak yang harta kekayaan terhalau dari kurungannya, tdak ada lagi simpanan.
Kondisi seperti ini banyak dialami oleh umat Tuhan dewasa ini. Krisis-krisis yang terjadi belakangan ini dampaknya sangat besar, banyak pengangguran di mana-mana, pekerjaan bisnis juga tidak mudah, tekanan hidup semakin banyak, keluarga-keluarga juga mengalami krisis. Kita perlu belajar dari Habakuk bagaimana mendapat kekuatan pada masa-masa sukar.
1. Bersorak sorak di dalam Tuhan (Hab. 3 :18a)
Seperti bgs Israel mengelilingi kota Yeriorakhko mereka bersorak sorai.

Aplikasi:
1. Demikian juga pada saat masalah besar yg kota hadapi,kiita belajar bersorak dalam Tuhan dengan segenap hati.
2. Seperti rasul Paulus pd waktu pednderitaan, ia menasehati jemaat Filipi spy bersukacita senantiasa, disitulah letak kekuatan Tuhan
3. Berharap kepada Tuhan (Hab.3 :19b)
Kita perlu menempatkan kita dan keluarga kita kepada Tuhan, maka Ia akan membela kita.

T
Kitab Habakuk ditulis kira-kira antara 18-20 th sebelum Yerusalem hancur, yaitu pada tahun 580 SM. Sangat mungkin ia hidup dan menyaksikan kehancuran Yerusalem, ia juga mungkin terbunuh dalam pertempuran atau ia juga mungkin menderita kelaparan dalam masa pengepungan tentara musuh. Ia mungkin hidup dalam masa-masa itu.
Jadi, bacaan kita hari ini jelas sekali memperlihatkan bahwa, kondisi Israel sangat penuh dengan tekanan dan penderitaan yang sangat memprihatinkan.
Sumber kehidupan bangsa Israel di zaman itu sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Namun semua ketergantungan masyarakat Israel pada pertanian dan petrnakan itu sirna ketika peperangan, pengepungan dan penjajahan terjadi. Semua yang diharapkan dari tanaman maupun ternak tidak mampu menolong siapapun, termasuk sang empunya lahan pertanian dan perternakan. Kemungkinananya bisa terjadi karena : Situasi pergolakan menyebabkan kesulitan untuk bercocok tanam dan merawat ternak. Kemungkinan yang paling ditakuti adalah perampokan dan pengambilan secara paksa. Kondisi seperti ini mendatangkan kehidupan yang serba tertekan dan terinjak injak.
Bacaan kita hari ini memperlihatkan bahwa, segala sesuatu boleh lenyap dari kehidupan ini, tetapi ketika Tuhan ada bersama-sama kita, ia akan tetap memelihara kita dan melindungi kita dengan caraNya yang melampaui akal dan pikiran manusia.
Itulah sebabnya meskipun dalam keadaan susah, terhimpit dan terinjak sekalipun, orang percaya masih bisa memuji Tuhan, karena Allah tetap menyertai.

U
Pada bagian ini melukiskan akibat-akibat dari penyerbuan musuh yang begitu dasyat dan gencar kepada bangsa Israel, sehingga berdampak pada mata pencaharian mereka dan mengalami tekanan pada jiwa mereka. Sehingga Habakuk hampir putus asa, Habakuk berteriak tetapi seolah Tuhan tidak mendengar (1:2), namun Habakuk patut jadi teladan bagi kita dalam menghadapi tekanan hidup karena dia tetap bertahan dalam masa-masa sulit, iman tetap teguh dan selalu yakin akan pemeliharaan Allah.

Jumat, 14 Oktober 2011

Keluarga Tempat Bersemainya Iman (2 Tim 1:5)

Keluarga Tempat Bersemainya Iman
2 Timotius 1:5

Tujuan :
1. Jemaat memahami iman yang bertumbuh dan berkembang akan menjadi warisan yang indah bagi keturunan dari beberapa generasi.
2. Jemaat terlibat dalam menjadikan keluarga sebagai wadah pertumbuhan iman.

LATAR BELAKANG
Timotius telah dididik dalam Alkitab sejak masa kanak-kanaknya, sesuai dengan perintah Allah dan adat bangsa Yahudi. Hal itu juga telah dinyatakan oleh rasul Paulus, "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepada-Mu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus." (2Timotius 3:15).
Paulus berbicara tentang keharusan membina dan mendisiplin anak- anak kita secara terus-menerus: seperti yang diteladankan oleh Lois dan Eunike "Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu." (2Timotius 1:5).
Kis 16:1-3,…..
Berbicara tentang Timotius, kita tidak bisa terlepas dari didikan yang diterimanya. Timotius yang masih muda dapat menjadi pemimpin bahkan menjadi perintis pekabaran Injil serta pemikir Kristen adalah karena didikan yang diterimanya. Paulus, rasul yang besar dan terkenal bahkan menyebutnya sebagai satu-satunya orang ‘yang sehati dan sepikir’ dan yang tidak mencari kepentingannya sendiri melainkan kepentingan Kristus (Flp. 2:20).
Nama Timotius berasal dari kata Yunani yakni Timotheo artinya menghargai Allah, takut akan Tuhan. Timotius adalah putra seorang wanita Yahudi beragama Kristen bernama Eunike yang bersuami seorang Yunani (lih. Kis. 16:1).. Timotius dididik secara kristiani oleh ibunya. Selain itu dia juga menerima didikan secara kristiani dari neneknya yang bernama Lois (lih. 2 Tim. 1:5). Alkitab menjelaskan bahwa pengaruh pertama yang dialami Timotius adalah pengaruh asuhan orangtuanya dan terutama ibu dan neneknya yang mengajarnya Alkitab sejak ia kecil. Nama Lois dan Eunike hanya muncul sekali dalam Alkitab, nama mereka tercatat dalam sejarah karena mereka meninggalkan kesan yang tidak terhapuskan pada Rasul Paulus.
Perkenalan Paulus dengan Timotius dicatat di Kis. 16:1-3. Di situ, Timotius muda dipercaya Paulus untuk ikut dalam pelayanan misinya yang kedua (Kis. 15:36-18:22). Melalui pelayanan inilah, Timotius bertumbuh menjadi murid dan anak rohani Paulus. Paulus merasa yakin bahwa pendidikan rohani dan bantuan yang telah diberikannya kepada Timotius tidak akan berhenti sampai di situ saja, sebab Timotius sudah membuktikan bahwa ia telah menerima pelajaran itu dengan sungguh-sungguh. Sekali lagi Paulus mengarahkan Timotius kepada tugas yang terbentang di hadapannya (2:2)
Lois dan Eunike memakai setiap kesempatan untuk mendidik Timotius sejak kecil dalam pengenalan tentang Alkitab. Dan tidak hanya itu, mereka menunjukkan kepadanya melalui kehidupan mereka bagaimana iman harus diterapkan dalam keluarga. Lois dan Eunike bersyukur ketika Timotius memulai tugasnya untuk memberitakan injil. Lois dan Eunike bukan saja meletakkan dasar firman Tuhan bagi Timotius tapi juga mempersiapkannya untuk pekerjaan pelayanan Timotius.  firman Tuhan menjadi petunjuk, dan Timotius berpegang teguh pada firman itu dan melaksanakannya di dalam kehidupan.

A
Keluarga Timotius adalah keluarga yang menjadi teladan bagi keluarga kristen hari ini, di mana ada iman dan teladan yang dipraktekkan. Kemudian kalau kita melihat bahwa keluarga tempat bersemainya imam, maka anak-anak harus bisa melihat kalau keluarga bukan sekedar hotel atau tempat persinggahan, tetapi tempat naungan di mana keluarga menjadi tempat ditanamnya nilai-nilai hidup. (Tolong penekanan untuk menggunakan buku keluarga yang dibagikan, sehingga para bapa bisa menjadi imam bagi keluarga).

B
Keluarga remaja saat ini adalah keluarga yang tidak normal, di mana orang tua tidak saling mengasihi. Karena itu, perlu diingatkan bahwa pendidikan iman penting sekali, krisis terbesar adalah ketika cinta meninggalkan keluarga.

C
Prioritas menjadi keluarga itu adalah penting. Dalam kehidupan Timotius, prioritas adalah kehidupan iman untuk takut dan taat kepada Tuhan sehingga pada masa dewasa mereka tidak menyimpang. Karena itu, pada masa kini, orang tua harus kembali kepada pola asuh yang benar sehingga pendidikan iman itu dapat diajarkan dan diterapkan (termasuk para hamba Tuhan).

D
Timotius adalah keluarga yang mendapat belas kasihan dari Tuhan, sebab orang tuanya bukanlah pasangan yang sepadan. Namun demikian, pendidikan itu sangat kuat sekali dalam keluarganya, sehingga iman itu bersemai dalam keluarganya. Penekanan kepada jemaat: Jangan meniru pernikahan beda iman, sehingga bisa mendidik anak dalam iman yang sama.
Sistem pendidikan pada waktu itu sampai abad 18, TK tidak ada. Pendidikan anak, ibu diserahkan waktu 6 tahun untuk mengajar anak-anaknya. Maka pengaruh ibu itu sangat penting sekali. Karena itu, seorang ibu harus memprioritas pendidikan anaknya sampai anak berusia 6 tahun. Pada usia 7 tahun, seorang ayah menunjukkan bertahan dalam iman. Iman yang tulus (sine cere) memiliki arti tanpa dempul, yaitu iman yang kelihatan tanpa menutupi. Jadi keluarga tempat bersemainya iman, artinya memelihara.

E
Statistic orang menerima Tuhan Yesus, dalam usia:
4-14 tahun : 85 %
15-18 tahun : 4 %
19- : 6 %
Ilustrasi: Perbedaan keturunan antara Jonathan Edward dan Max Jukes adalah karena orang tua yang mengajarkan pengajaran iman.

F
Iman yang tulus ikhlas adalah iman yang tidak munafik atau apa adanya ketika menghadapi penderitaan dan pengajaran sesat. Paulus mengingatkan kepada Timotius agar tetap kuat menghadapi tantangan tersebut, sebab iman yang diajarkan kepadanya adalah iman yang kuat. Jemaat harus menyadari bahwa iman diajarkan bukan disekolah atau di gereja saja tapi juga dalam keluarga. (con: Nietsche dan Marx)

G
Iman adalah anugerah Allah, tapi iman tidak dapat bertumbuh secara otomatis tapi juga diajarkan. Hal ini yang terlihat dari pengajaran Eunike dan Louis kepada Timotius. Walaupun ayahnya bukan orang percaya, tapi di sisi lain ada anggota keluarga lain yang memiliki iman yang kuat sehingga Timotius (artinya: menghormati Tuhan) bisa menjadi teladan.

H
Esensi: (bdk Ul. 6:6-9), harus diperhatikan (disimpan dalam pikiran dan hati) yaitu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Orang tua tidak bisa pura-pura selama 24 jam, karena itu orang tua harus terus menghidupi imannya sehingga bisa ditiru oleh anaknya. Berulang-ulang yaitu secara terus menerus. Dalam semua kesempatan, orang tua harus available untuk anak-anaknya. Dengan demikian, orang tua bisa mengajarkan iman kepada anak-anaknya sesuai dengan jenjang usianya.

I
Arti nama Louis (lebih diinginkan atau lebih baik); Eunike (kemenangan yang baik). Dalam pendidikan ada 3 hal: knowledge, understanding, wise (sharing of life). Berbagi hidup ini tentu saja dari orang tua yang hidup bersama-sama dengan anak-anaknya, teladan inilah yang membangun iman anak-anaknya.
(lihat Veritas, Oktober 2005).

J
Pengenalan akan Tuhan kepada Anak membutuhkan konsistensi dengan ketekunan dari orang tua. Anak dapat mengenal Allah melalui pengajaran dan keteladanan iman dari orang tua atau keluarga. Anak dapat cepat belajar dari melihat dan mengalami secara langsung dalam hidupnya, demikian juga tentang Allah, anak dapat belajar dan mengenal Allah dari lingkungan keluarga yang percaya kepada Tuhan. Sayang banyak keluarga kurang memperhatikan bahkan cenderung mengabaikan dalam hal ini, sehingga anak-anak tidak memiliki konsep iman jelas dan kuat tentang Allah. Oleh karena itu setiap keluarga perlu menyadari, betapa pentingnya untuk menanamkan iman tentang Allah sedini mungkin kepada anak.

K
Keluarga merupakan tempat anak bertumbuh secara jasmani, mental dan spiritual. Keteladanan menjadi bagian yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan tersebut. Timotius bertumbuh dalam keluarga yang mengenal Allah dan iman keluarga tersebut diturunkan pada generasi berikutnya. Pendidikan iman orang Israel sungguh luar biasa (Ul. 6:4-9); pertama keteladanan (sebelum mereka mengajarkan kepada anak-anak; mereka harus terlebih dulu melakukan pengajaran itu dan memperhatikan pengajaran tersebut dengan sungguh, ay 5-6), kedua keseriusan (tidak dilakukan sambil lalu, tapi berulang-ulang ay 7). Pendidikan iman adalah tanggung jawab orang tua bukan lembaga gereja atau sekolah.

L
Timotius adalah seorang muda yang mempunyai iman yang tulus ikhlas yang diwarisi neneknya Lois dan ibunya Eunike. Iman yang dimiliki Lois dan Eunike adalah iman yang benar-benar mengusai hidup mereka sehingga iman yang demikian mempengaruhi iman dan hidup dari Timotius. Iman Timotius bertumbuh berkat didikan dari nenek dan ibunya yang sungguh-sungguh hidup dalam iman dan menghidupi iman tersebut. Lois berarti disetujui atau dikehendaki adalah seorang penganut Yahudi yang tinggal di Listra. Lois memiliki anak perempuan yang diberi nama Eunike yang berarti “kemenangan atau sukacita kemenangan”, dimana Eunike dididik dalam Tuhan oleh Lois, dan meskipun menikah dengan pria Yunani, Eunike tetap teguh pada imannya. Sesuai dengan nama Eunike, diamen dapat kemenangan atau sukacita kemenangan, atas suaminya dan orang disekitarnya yang menyembah illah lain.
Timotius nama yang diberi oleh Eunike yang berarti “orang yang takut pada Tuhan”. Lois dan Eunike mendidik Timotius sesuai dengan namanya yaitu takut pada Tuhan. Pada waktu Injil yang diberitakan oleh Paulus ketika ia mengunjungi Derbe dan Listra, Lois, Eunike dan Timotius menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Pada kunjungan Paulus yang kedua, dia mendengar perbincangan di jemaat Listra dan Ikonium tentang kesalehan Timotius yang masih muda yang membuat Paulus memutuskan mengajak Timotius untuk bersamanya melayani dan mengiring perjalanannya.
Timotius mengikuti Paulus ke Prigia, Galatia, Misia, Troas, Filipidan Berea. Dia juga bersama Paulus ketika di Atena, yang kemudian bersama Silas diutus ke Tesalonika. Bersama Paulus ke Korintus dan tinggal di Efesus, terus diutus ke Makedonia. Selanjutnya bersama Paulus ke Asia. Pada waktu Paulus dipenjara di Roma, Timotius mengunjunginya dan bersama ikut dipenjara. Ketika Paulus dipenjara lagi, dia menulis surat pada Timotius untuk membawakan jubah, kitab-kitab dan perkamen yang tertinggal di Troas (2 Timotius 4:13)
Paulus sangat terkesan pada kesetiaan dan kesungguhan pelayanan Timotius. Sehingga Paulus memuji iman Timotius yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. (2 Timotius 1:5). Semuanya karena persemaian iman dalam keluarganya, yang seharusnya menjadi contoh bagi kita untuk menjadikan keluarga sebagai tempat yang subur bagi persemaian iman.
Bagaimana kita dapat menjadikan keluarga tempat bersemainya iman :
1. Orang Tua harus mempunyai iman yang tulus ikhlas.
2. Orang Tua menyatakan atau mengajarkan FirmanTuhan kepada anak-anak sejak kecil.
3. Orang tua member contoh bagaimana hidup dalam iman, yang bukan hanya sebagai teori saja tetapi mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

M
II Tim 3;15 ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci. Ini berarti sejak kecil ada yang memperkenalkannya kepada dia. Itu adalah peran nenek dan ibunya yang mendidik Timotius berdasarkan firman Allah. menstimulir orang untuk selalu haus akan kebenaran firman Allah. sekalipun bukan hal yang mudah untuk mengajarkan kebenaran firman Tuhan. Eunike benar2 mempertahankan kebenaran firman Tuhan dalam pendidikan karena suaminya seorang Yunani. Firman itulah yang telah menuntun Timotius kepada keselamatan bahkan kepada pelayanan bersama Paulus. Kesimpulannya: keluarga memang adalah tempat persemaian iman. Dan orang tua adalah alat di dalam tangan Allah untuk mendidik anak kepada Tuhan.
Pdt. Unandi:
1. Iman mulai dari firman yang didengar dan diajarkan serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Iman harus dengan ketulusan dan kebenaran  banyak hal-hal iman yang terjadi dalam kehidupan orang percaya. Tetapi Timotius memiliki iman yang tulus ikhlas. Iman tidak bisa bertumbuh dalam kemunafikan, motivasi yang lain dan sembarangan. Iman yang tdk dibangun dlm kebenaran, kejujuran.
3. Iman harus berbuah dan hidup dalam pelayanan yang memuliakan Allah. iman harus nyata dalam sikap hidup kita.

N
Tuhan memberikan mandat kepada orang tua untuk mendidik anak, tetapi kadang orang tua sibuk dengan memenuhi kebutuhan anak secara materi, bukan rohani. Apa yang ditabur orang tua sejak kecil kepada anak-anak akan memeberikan pengaruh yang besar dikemudian hari. Orang tua dapat mendidik dan menularkan iman kepada anak. Melalui teladan sehari-hari. Ibadah keluarga yang sejati bukan sekedar rutinitas, tetapi harus menghidupkannya dalam setiap pribadi keluarga.

O
James Fowler  dia adalah orang yang mencetuskan faith development teori. Orang ini dithabiskan sbg pendeta gereja di methodist di Amerika. Pandangannya: beragama itu adalah bagian dari proses mencari makna, sebab itu adalah meaning maker, manusia adalah pencipta makna pada sesuatu /iman/agama. Sederhananya bagi Fowler iman adalah sesuatu yang luar dari sekedar percaya.
1. Iman sejati itu berkaitan dengan pengetahuan. Seseorang tidak mungkin bisa berkata ia beriman kalau ia tidak mengerti tentang imannya berdasarkan atau berakar pada apa. Iman itu bukan sekedar pecaya, tetapi hrs didasari pada fondasi yang benar.
2. Iman harus berdasarkan iman, kasih dan pengharapan. Inilah yang telah dikatakan oleh Paulus.
3. Iman itu berkaitan dengan percaya dan mempercayakan diri kepada Allah.

P
Timotius menjadi murid yang baik ketika Paulus menemukan dia di Derbe dan Listra. Dan itu disebut oleh Paulus karena iman dari Lois neneknya dan Eunike ibunya. Timotius adalah seorang bishop yang pertama di Efesus II Timotius. Dari keluarganya Timotius belajar memiliki iman yang tulus dan teguh. Walaupun ia memiliki bapa seorang Yunani, tetapi ia memiliki nenek dan ibu yang beriman.
1. Iman yang benar didasarkan pada Firman Tuhan dan pertobatan pribadi.
2. Iman yang benar bertahan dalam segala persoalan dan tantangan hidup. Segala masalah dalam keluarga atau yang dihadapi dalam keluarga, seharusnya membangun iman kepada Tuhan.
3. Iman yang benar adalah iman yang membuat orang memberi hidupnya kepada Tuhan.

Q
Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan bergereja. Dgn perkembangan jaman yg begitu cepat dan berbagai tantangan serta godaan yg menggiurkan maka penting sekali anak2 Tuhan memperkuatkan imannya agar tidak tergoda dan tidak jatuh dalam dosa. Iman seperti apa yang bersemai didalam keluarga
1. Iman yang siap berhadapan dengan realita tidak lari dari tanggung jawab. Berani menghadapi apa yang terjadi saat sekarang ataupun peristiwa yang akan datang.
2. Iman yang disertai dengan perbuatan.
Timotius menerima warisan iman dari neneknya. Disini dituntut setiap kita untuk diproses mengalami pembentukan yang melahirkan karakter anak Tuhan sehingga menjadi berkat dalam keluarga dalam bergereja sehingga menjadi berkat dalam keluarga, dalam gereja dan lingkungannya.

R
Keluarga adalah lembaga pertama yg dibentuk oleh Tuhan sendiri, dan menjadi lembaga tertua di muka bumi ini. Sebagai lembaga yg langsung dibentuk oleh Tuhan, keluarga memiliki tujuan yg mulia yaitu Untuk memuliakan Tuhan. Timotius adalah anak yang hidup dan bertumbuh dalam sebuah keluarga yang sangat mengasihi Tuhan dan mendukung penuh pertumubuhan dan pendewasaan iman Timotius. Bagaimana sebuah keluarga dapat menjadi tempat bersemainya iman.
1. Sungguh2 hadir dalam kehidupan keluarga
2. Menjadi keluarga dalam kehidupan keluarga
3. Membangung nilai2 kekal dalam kehidupan keluarga

S
Paulus mengingatkan kepada Timotius tentang warisan iman keluarganya, dari neneknya Louis dan ibunya Eunike.Bagaimana memelihara warisan iman itu.
1. Mengobarkan karunia Allah yg ada padanya.
2. Jangan takut menghadapi tantangan dalam pelayanan
3. Jangan malu bersaksi

T
Gereja yang kuat terdiri dari keluarga yang kuat. Sangat penting menanamkan nilai2 kerohanian dalam keluarga. Dengan Cara :
1. Orang tua terlebih dahulu menjadi teladan rohani bagi anak2.
2. Sangat penting ada persekutuan keluarga
3. Sangat penting menciptakan atmosfir rohani dalam keluarga (lagu, film, gambar2 dinding)
4. Sangat penting peranan Ayah (sebagai imam dalam keluarga) dan peranan ibu.
5. Sangat penting membawa seluruh keluarga melayani Tuhan.
Ada janji Tuhan…jangan takut dan tetap menyaksikan Kasih Tuhan.

Jumat, 07 Oktober 2011

Sehati Dlm Harmoni (Flp 2:1-4)

SEHATI DALAM HARMONI
(Filipi 2:1-4)
A
Tujuan :
• Jemaat memahami harmoni suami-istri membawa berkat bagi pelayanan misi
• Jemaat memiliki arah kehidupan keluarga yang baik dan menjadi berkat
Harmoni menurut kamus bahasa Indonesia :
nomina (n)
• pernyataan rasa, aksi, gagasan, danminat; keselarasan; keserasian (nomina)
Contoh:
harusada ~ antarairamadangerak;
harmoni [THESAURUS]
harmoninkeseimbangan, kepaduan, keselarasan, kesesuaian, keteraturan, ketertiban, simetri
harmoni [KAMUS GLOBAL]
harmoniousks. rukun, seia-sekata. h. relationship hubungan yang rukun.
harmony kb. (j.-nies) keselarasan, keserasian, kesesuaian, kecocokan, kerukunan.
inharmoniousks. tidakselaras/seimbang/cocok.

Hal yang selalu berbalas-balasan
• Jalan, kaki kiri lalu kanan, itu namanya jalan, ada harmoni
• Sepatu, kiri dan kanan, beda tapi melengkapi
• Kejapan mata, selalu bersamaan, jarang yang sebelah –kecuali ada kelainan-, dan ia pun terpejam bersama
Demikian pula dalam kehidupan berkeluarga, suami istri adalah saling melengkapi satu dengan yang lain, menjadi satu keserasian, keselarasan dan berpadu, untuk mencapai satu tujuan. Dan dalam keluarga Kristen, maka panggilannya adalah menjadi keluarga yang memberkati dunianya.
Sebagai suami istri yang membentuk suatu keluarta, maka keberadaan suatu keluarga, akan memberikan dampak pada kehidupan sekitarnya;
Mengutip catatan yang diberikan oleh ; Ev. HarbiantoSTh(8 Oktober 2010, khotbah 10 Okt)
PBB mencanangkan tahun 1994 sabagai tahun keluargainternasional, dandilanjutkandlmdekadeselanjutnya, thn 2004. Covvi Annan:” keluarga yang kokoh adalah cara afektif utk mengatasi kejahatan, ketidakadilan sosial, penyalahgunaan obat2an dan alkohol, kenakalan remaja, aborsi, KDRT, perceraian, perzinahan, dan pelanggaran HAM. Ironissekali! PBB ygmeyuarakanmasalahinikpdduniadanpemerintah, spy keluargamenanamkanpengajarandannilairohani. Bagaimana suara gereja? David Stoop & James MastellerdlmBuku Family System:“Panggilanutama keluarga kristen di zamanini, harus menjadisekolahAlkitab, pusatmisi, tempat pertemuan dengan Allah bagi semua anggota keluargadanmasyarakat.

Kehidupan keluarga, dan orang tua yang solid, dan harmoni, dan memiliki panggilan yang jelas akan keberadaan mereka sebagai suami istri, dan sebagai orang tua, akan berpengaruh luar biasa

Rasul Paulus menekankan karya Kristus dan keberadaanNya di tengah-tengah kehidupan orang percaya seharusnya memberikan dampak (Filipi 2:1)
Php2:1JadikarenadalamKristusadanasihat, adapenghiburankasih, adapersekutuanRoh, adakasihmesradanbelaskasihan,
Bahwa di dalam Tuhan Yesus Kristus, akan memimpin suatu kehidupan yang memberikan;
• Nasihat (artinya ada kepedulian, perhatian)
• Penghiburan kasih (empati, pendampingan)
• Persekutuan Roh (bersama-sama mengalami kedalaman hubungan dengan Tuhan)
• Kasih mesra
• Belas kasihan
Bagaimana kehidupan seperti itu dapat terjadi? Dimana dalam kehidupan dunia sekarang ini, suami istri dan keluarga hidup banyak dalam perpecahan, dan banyak pasangan yang memilih bercerai daripada berjuang untuk memulihkan hubungan, dan banyak pasangan mengatakan kalau diberi kesempatan hidup yang kedua kali, maka mereka tidak memilih pasangan mereka yang lama.

Kunci keharmonisan dapat terjadi adalah
(1) di dalam Kristus dan memiliki visi-Nya, bagi Pemberitaan Injil
Dan kepada jemaat di Filipi, Rasul Paulus menekankan agar mereka memiliki kesehatian dan satu Roh bagi pekerjaan Kristus, bagi pemberitaan Injil Filp 1:27; 2:5, 20, 21
Harus dimulai dari Kristus dahulu, dengan Tuhan Yesus hadir sebagai Tuhan dalam hidup dan kepala rumah tangga, maka akan memimpin keluarga tersebut mengerjakan apa yang seharusnya menjadi panggilan mereka; baik sebagai suami, istri, orang tua, anak
(2) Memiliki hati dan pikiran yang sama dalam membentuk dan membangun keluarga, dan hubungan suami istri, orang tua dan anak, (Flp 2:2)
Banyak keluarga membangun keluarganya berdasarkan asumsi dan pandangan yang ada dari keluarga asal, teman, dan lingkungan, dan lupa bahwa mereka harus menaruh ide berkeluarga di dalam Tuhan, baik membangun hubungan suami istri maupun mengasuh anak-anak
Ada kemauan dan keberanian untuk mengubah mind sets, masuk ke dalam konsep alkitabiah

(3) Tidak mementingkan diri, tapi memberi bagi yang lain (Flp 2:3)
Menjadi pasangan yang memberi diri, dan tidak mengutamakan diri, mampu melengkapi satu dengan yang lain, dan menerima kekurangan yang lain. Hal ini terjadi karena buah-buah Roh memimpin kehidupan kita.

B
Dasar kesatuan keluarga adalah:
Kej 2:8, esensi Allah menciptakan suami isteri menunjukkan mereka tidak bisa hidup sendiri.
Kej 2:23, laki dan perempuan tidak dapat dipisahkan. Menciptakan sebuah kesempurnaan.
Keluarga mendasarkan bukan kepada manusia sebagai makhluk social, tetapi didasarkan pada Kristus. Dimana terdapat nilai2 pengorbanan dan tidak ada pementingan diri sendiri.

C
Bagaimana kepelbagaian itu bisa diserasikan:
Tentu saja harus ada kerendahan hati.
Harus ada ketaatan di dalamnya.
Penundukan diri yang harus dilakukan dihadapan Tuhan

D
Bagaimana menciptakan gambaran keluarga Kristen yg harmonis:
-Diawali hidup di dalam Kristus, menjadi dasar fondasi keluarga (ay. 5). Karakter Kristus menjadi model keluarga Kristen, dimana ada kerendahan hati, saling melengkapi di dlm perbedaan
-Memiliki satu tujuan. Kepala keluarga berperan penting membawa keluarga memiliki satu tujuan (ay. 2)

E
Ayat kunci terdapat pada ayat 5. Dalam hidup bersama kita harus menaruh pikiran dan perasaan Kristus dalam diri kita masing-masing, maka dalam kehidupan bersama keharmonisan bisa tercapai.

F
Sehati, sepikir harus diperjuangkan.
Suami dan isteri harus mengalami kepenuhan di dalam Kristus untuk mencapai satu tujuan.

G
Semua orang mengambil bagian di dalam menjaga kesatuan.
Saling merendahkan diri.

H
Fondasi sehati harmoni terletak pada ayat 1 dan 5.
Kristus menjadi teladan:
Merendahkan diri (ay. 7) dan pengorbanan (ay. 8)

I
Relasi keluarga harus dibangun di atas dasar kehendak Allah,menghadirkan kasih dan iman
Ayat 5 menjadi keypoint dimana keluarga harus memiliki pikiran Kristus, hubungan yang benar dengan Tuhan.

J
Kerhmonisan rumah tangga tidak mungkin datang dengan sendirinya, harus diupayakan dengan serius oleh setiap anggota keluarga. suami memiliki peran yang sangat penting untuk membangun dan menciptakan keharmonisan keluarga sebab ia adalah kepala keluarga yang menentukan kemana arah tujuan rumah tangganya. Tetapi sayang banyak suami yang kurang mengerti dan memahami fungsi dan perannya di dalam keluarga, sebagian besar mereka beranggapan bahwa keharmonisan keluarga akan datang dengan sendirinya asal punya uang banyak untuk mencukupi kebutuhan keluarga. ternyata masalahnya tidak sesederhana itu, banyak hal yang harus diperjuangkan serta diusahakan supaya tercipta keharmonisan keluarga. apa peran itu?
1. Suami harus menjadi iman dalam keluarga.
2. Suami harus menjalankan perannya menjadi kepala keluarga dan pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.
3. Suami harus menjalankan peran ayah yang baik bagi anak-anaknya.
Paling tidak hal ini yang harus diupayakan serta menjadi pergumulan para suami untuk membuat rumah tanggannya harmonis dan bahagia.

K
Pria dan wanita diciptakan oleh Allah memiliki keperbedaan yang besar, tetapi Allah ingin mempersatukan dua insane yang berbeda ini dalam satu lembaga kudus yaitu pernikahan. Allah menghendaki laki-laki dan wanita bersatu dalam satu ikatan kudus serta dan keharmonisan yang bisa tercipta dari keperbedaan yang mereka miliki. Untuk menyatukan perbedaan ini perlu diusahakan atau diperjuangkan oleh suami dan istri tentu saja melibatkan Allah sebagai kepala keluarga yang akan memimpin dan membimbing suami istri dalam hidup berumah tangga.