Jumat, 09 Desember 2011

Dipakau Untuk Menyatakan KemuliaanNya (Luk 1:35-38)

DIPAKAI UNTUK MENYATAKAN KEMULIAANNYA
Lukas 1:35-38

BANDUNG
Luk 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Luk 1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Luk 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Luk 1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Tujuan :
1. Jemaat memahami bahwa Maria adalah hamba yang dipakai Allah untuk menyatakan perjanjianNya kepada seluruh umat manusia.
2. Jemaat bersyukur karena makna hidup: suka cita, damai sejahtera sejati menjadi bagian hidup kita ketika kita hidup dalam rencanaNya.

A
Kategori yang bagaimanakah yang berhasil dipakai Allah untuk terlibat dalam rencananya?
Analisa antara mithos dan ethos:
- Mitos : sesuatu yang kita percaya dan ada, namun jauh dari kebenaran dan kenyataan.
- Ethos :secara harfiah berarti adat atau kebiasaan, tetapi dalam arti luas adalah paradigm way of thingking& life kehidupan nyata.
Prolegomena:
Justru orang yang memiliki etos kehidupan :
- Rendah hati.
- Konsisten .
- Berani menanggung resiko.
- Yang dipakai dalam sejarah keselamatan.
Mind massage :
Mari kita belajar dari ethos kehidupan Maria, sosok pribadiyang dipakai Allah yang sampai hari ini tidak terlupakan.

Eksegese:
- Allah memakai pribadi yang rendah hati, bukan yang tinggi hati. (1Co 1:29) “supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah”.
- Isu gender wanita bukanlah yang terutama. (bandingkan Ruth, Ester,Debora)
- Ada 2 resiko untuk sebuah keputusan.
• Tradisi Yahudi = hukum rajam untuk perzinahan.
• Kehilangan orang yang dikasihi.
- Suka cita sejati:
• Makna hidup dalam mengikuti kehendak dan rencanaNya.(Lukas 1 : 46 – 48)
“ Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia..”
APLIKASI:
- Mari kita buang segala “mitos” yang membelenggu pikiran bahkan cara hidup kita.
- Bahwa kita tidak seperti orang lain yang lebih hebat, yang lebih baik, dsb
EPILEGOMENA:
- Sudahkah kita memiliki etos kehidupan, etos pelayanan seperti Maria ?
- Biarkan Allah memakai diri kita dengan segala keunikannya utk memuliakanNya.(1 Korintus 1 : 27 – 28)
Lihat juga:
• 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
• 1:28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

B
Seorang yang dipakai Tuhan harus dapat mengamini adanya INTERVENSI TUHAN dalam hidup dia. (Pelayanan tanpa kesadaran adanya intervensi Tuhan akan melahirkan pengalaman yg tak dapat bersyukur dan bersungut2 saja saja)
1. Tahu KehendakNya - Jelas akan apa yang Tuhan mau dia lakukan
2. Siap menjalankan KehendakNya – Maria hidupnya kudus dan selalu menjaga dirinya selalu mau taat dengan kehendak Tuhan
3. Rela menjalankan KehendakNya – rela bayar harga walaupun itu sulit sekali

C
SIAPA YG DIPAKAI TUHAN? :
ORANG PERCAYA.
- Bhw Tuhan berkuasa/ melampaui akal pemikiran.:37
ORANG YANG RENDAH HATI (1Kor :27-28).
- Mendahulukan kepentingan Tuhan.
- Melihat dirinya hamba/ budak:38.
- Menundukan diri pada pimpinan Tuhan,:38
ORANG YANG TAAT.
- Taat walaupun menderita .
- Taat walaupun resikonya tinggi.
- Taat walaupun lemah.
- Taat walupun tidak dipandang man.
- Taat walaupun tidak masuk akal,:34.

D
Faith:
1. Bukan percaya pada satu statement.
2. Bukan saja percaya ketika diperhadapkan dengan bukti (emosi).
Faith:
1. Percaya yang didasarkan akan karakter Allah yang tidak pernah berdusta.
2. Percaya walaupun bertolak belakang dengan logika dan panca indera.
3. Cukuplah Allah yang mengetahui.
4. Percaya yang disertai ketaatan.
Faith:
1. CONFIDENCE IN GOD
Iman yang sejati adalah keyakinan di dalam Allah dan PutraNya Yesus Kristus, seperti yang telah disuratkan di dalam Kitab Suci.
2. RESPONSE OF THE SOUL
Iman merupakan pekerjaan dari Roh Kudus, sehingga seseorang dapat meresponi wahyu Allah.
3. GIFT OF GOD
Iman yang sejati adalah hadiah dari Allah, sehingga memampukan seseorang percaya kepadaNya dan kepada PutraNya Yesus Kristus.
4. RESULT IN ACTION
Iman yang sejati melahirkan tindakan iman (maka segala sesuatu yang tidak lahir di dalam tindakan iman, adalah iman yang palsu). Iaman yang sejati akan melahirkan buah iman: ketaatan. Tanpa karunia iman , dari Allah mustahil seseorang dapat taat. Dan iman diberikan pada mereka yang rendah hati.
E
:38 karya Tuhan yg besar dalam hidup seseorang selalu dimulai dengan kesadaran bahwa dirinya adalah Hamba Tuhan. Menarik untuk dicermati bahwa Maria tidak meminta Allah untuk menunjukan / membuktikan perkataanNya terlebih dahulu, baru kemudian dia melayani Tuhan, melainkan dia menyerahkan dirinya untuk berjalan dalam pembuktian Allah.

F
Narasi dalam Lukas 1:35-38 adalah dialog antara malaikat Gabriel dengan Maria tentang kelahiran Yesus. Maria menerima berita bahwa Allah mau memakai dirinya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Jika Maria bisa dipakai, itu karena anugerah dan kemurahan Allah. Kata malaikat, “Engkau yang dikaruniai…” (ayat 28,30). Kata “dikaruniai” “highly favored” (Yun. charitoō; charis), artinya grace. Maria mendapat anugerah Allah menjadi wanita istimewa yang dipakai untuk mengandung dan melahirkan Yesus sekaligus menggenapi janji Allah kepada Daud (Luk. 1:26-27; 2Sam. 7:12-16). Sekalipun ia dikarunia Allah melebihi semua wanita lain dalam hal ia dipilih menjadi ibu Yesus, namun penulis PB tidak pernah menganjurkan kita menyembah Maria, memperlakukan ia seperti Allah dan berdoa dalam namanya. Maria hanya pribadi biasa yang dipakai Tuhan. Jika Maria bisa dipakai, kita pun bisa dipakai-Nya. Apakah rahasia seseorang dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya?
1. Orang yang sungguh-sungguh menjaga kesucian dalam hidupnya. Maria dipakai karena ia memiliki kehidupan yang sederhana, saleh dan berkenan di hati Allah. Maria menjaga kemurnian dan kesucian hidup. Indikasi ini terlihat tatkala Maria di ayat 34 bertanya kepada Gabriel, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami.” Ia tahu bahwa seorang wanita akan hamil dan melahirkan jika sudah melakukan hubungan intim dengan seorang pria. Tetapi dalam kasus Maria justru ia masih perawan (bdk. Yes. 7:14). Istilah perempuan muda, (Ibr. Almah), seorang perawan yang belum menikah (a virgin). Maria masih perawan saat kehamilannya dan masih tetap perawan sampai bayi Yesus dilahirkan (Mat. 1:23; 18, 25). Mari kita persembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan dan muliakanlah Allah dengan tubuhmu (Rm. 12:1; bdk. 1Kor. 6:19-20).
2. Orang yang sungguh-sungguh melayani dan berani menanggung penderitaan. “Aku ini adalah hamba Allah,” (ayat 37), frase ini membuktikan Maria kenal dirinya hanyalah seorang hamba. Istilah “hamba” (doulos) menunjukkan kita ini milik Allah. Kita harus hidup mengikuti cara-Nya, kehendak-Nya untuk memuliakan nama-Nya. Kita tidak boleh lagi hidup untuk diri sendiri, melayani nafsu dan kesenangan sendiri. Istilah hamba juga berarti ketergantungan yang mutlak kepada Allah. Juga ada ketaatan kepada Allah secara tulus dan jujur. Pemahaman ini berdampak pada doa-doa kita. Kita tidak menuntut, marah, kecewa dan ngambeg jika doa kita tidak dikabulkan. Kita bersedia menerima keputusan Allah, apa pun hasilnya. Kita akan melayani Tuhan dengan sukacita, tidak bersungut-sungut dan menuntut.
3. Orang yang sungguh-sungguh percaya dan taat kepada Allah. Maria merespons positif firman Allah. Ia mempercayai Allah dan firman-Nya, karena ia mengenal siapa Allah. Ia berkata, “Jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu” (ayat 38). Allah adalah Allah yang berkuasa penuh atas ciptaan. Karena itu, janganlah menyuap, mengancam dan memberi ultimatum kepada Allah dengan cara apa pun. Jangan memperalat Dia untuk kepentingan dan keuntungan anda. Pengenalan akan siapa Allah, memampukan Maria percaya dan mengakui bahwa segala rencana dan keputusan Allah pasti benar, adil, baik dan bermanfaat. Sebab itu, ia rela menyerahkan totalitas hidupnya kepada kehendak Allah. Apa pun kehendak dan keputusan Allah, baik menyenangkan atau menyedihkan; menguntungkan atau merugikan; membahagiakan atau mengecewakan, berkatalah dengan jujur dan tulus, “Thy will be done,” bukan “Thy will be changed.”

G
Menjadi seorang pejabat negara khususnya menjadi ajudan presiden metupakan satu kebanggan tersendiri dalam hati, apalagi jika dipercaya pada tugas-tugas penting. Sebab dia dianggap sebagai orang pilihan, karena tidak sembarangan orang untuk bisa menjadi ajudan presiden. Mereka harus memiliki kualifikasi tertentu dan standar yang tinggi sebab ia harus mengawal dan menjaga keselamatan Presiden.
Maria dipilih Allah untuk menjadi hambaNya, dipercaya untuk mengandung bayi Yesus. Satu tugas teramat mulia, sebab dia dipilih diantara para wanita. Hanya Maria yang dipilih untuk menjadi ibu dari Yesus. Meskipun secara nalar, Maria tidak mengerti atau tidak memahami dengan jelas akan tugas panggilan ini karena teramat berat tugas yang harus dipikulnya tetapi ia belajar untuk taat.

H
Kerelaan untuk taat bukanlah sesuatu yang mudah; ada pengorbana dan ada harga yang harus dibayar. Pada waktu Maria memilih taat pada kehendak Allah untuk menjadi ibi dari Mesias ada resiko yang mungkin ia alami; ia bisa ditinggalkan oleh Yusuf, dikucilkan dari masyarakat bahkan bisa mendapat hukuman berat karena “hamil” diluar kebiasaan adat istiadat Yahudi. Namun Maria menyadari bahwa kataatan kepada Allah lebih penting dari pada memikirkan kemungkinan resiko yang akan ia hadapi. Maria mau dipakai oleh Tuhan.

I
Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan kehidupan yang lepas dari penderitaan, Dia adalah gembala yang baik terlebih dahulu mau menderita untuk membela kehidupan kita, bukan karena kesalahan diriNya. Sebagai gembala yang baik, Ia akan membawa kita ke jalan yang benar di saat kita tersesat. Dia adalah pintu keslamatan kita. Kita tidak perlu takut menghadapi persoalan yang menghadang kita. Bersandar pada Yesus, maka Ia akan member kemenangan.

J
Rasul Petrus sangat memahami penderitaan Yesus, karna Dialah salah satu saksi yang hidup. Penderitaan yang Dia derita tidak sebanding dengan apa yang kita hadapi sampai saat ini. Sesungguhnya, penderitaan dapat membawa kita pada kehidupan yang lebih dalam bila kita trima dengan kesabaran dan kerendahan hati “sebelum aku tertindas, aku menyimpang”, kata Daud, “….tetapi sekarang aku berpegang pada janjiMu”. Mazmur 119 : 67 dan lagi “bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu” (ay.71). Penderitaan bukanlah penghambat kerohanian kita, sebaliknya, penderitaan justru dapat menjadi jalan pertumbuhan rohani. Jika kita mengijinkan penderitaan melatih kita, maka kita dapat lebih dekat kepada Allah dan firmanNya.

K
Petrus berhasil mengamati dan belajar arti sesungguhnya dari penderitaan Yesus Kristus. Petrus mengerti bahwa penderitaan yang dialami oleh Kristus merupakan bagian dari rancangan Allah yang kekal dan baik. Selain itu, Petrus juga menyadari bahwa, tujuan akhir dari penderitaan Kristus adalah untuk menyelamatkan manusia. Oleh sebab itu, barang siapa yang memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus Kristus, ia harus mempersiapkan dirinya untuk menderita. Yesus pernah bersabda bahwa : “Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibNya dan mengikut AKU”. Menderita di dalam arti, sanggup menanggung resiko hidup dalam kebenaran dan kerelaan untuk memberitakan injil.

L
Petrus menulis surat ini untuk memberikan semangat kepada orang Kristen yang bingung karena sedang mengalami penderitaan. Kristus rela diperlakukan tidak adil tapi IA tidak membalas karena IA mau menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Hal ini menjadi motivasi bagi orang percaya tak kala dalam hidup menghadapi penderitaan.
Petrus memberikan langkah2 apa yang harus dilakukan orang percaya.
1. Bertahanlah dan berdirilah teguh ( 1 Pet 5 : 9 )
2. Percayalah bahwa penderitaan yg dialami mengandung maksud ( 1 Pet 1 : 7 )
3. Pastikan penderitaan yg dialami karena sesuatu alasan yg benar ( 1 Pet. 2 : 19)
4. Bersiaplah jika penderitaan itu datang ( 1 Pet 3 : 15 )
5. Pusatkan pikiran anda pada Yesus ( 1 Pet 2 : 21-25)
6. Menjadi hak istimewa menjadi seperti Yesus ( 1 Pet 4 :13 ).