Jumat, 25 November 2011

PenderitaanNya Membawa Kemenangan (I Petrus 2:22-25)

PenderitaanNya Membawa Kemenangan
1 Petrus 2:22-25

A
Petrus mengalamatkan surat ini kepada budak-budak Kristen di dalam jemaat, ia menekankan pentingnya tunduk kepada atasan. Beberapa budak yang baru bertobat mengira bahwa kemerdekaan mereka secara rohani juga menjamin kemerdekaan mereka secara pribadi dan secara politik.
Petrus mengingatkan para hamba akan panggilan Allah kepada mereka untuk berbuat baik dengan cara tunduk/taat kepada majikannya sekalipun harus menderita, karena Kristus pun telah memberikan teladan yang demikian.
Dari perikop ini, sedikitnya kita dapat mempelajari dua hal:
1. Penderitaan karena perbuatan baik adalah kasih karunia Allah (Ay. 18-20)
Topik mengenai penderitaan seringkali menjadi topik yang hangat dalam kekristenan. Sebagian orang berpendapat bahwa orang Kristen pasti akan mengalami penderitaan. Tetapi sebagian lainnya berpendapat bahwa dengan menjadi Kristen, maka kita bebas dari penderitaan.
Bagian surat yang kita baca ini ditulis oleh Petrus kepada para hamba Kristen di dalam jemaat yang tersebar di seluruh bagian utara Asia kecil. Jemaat-jemaat ini adalah jemaat yang mengalami penganiayaan karena mereka percaya kepada Kristus. Sekalipun demikian, Petrus menasehatkan para hamba ini untuk tetap tunduk kepada majikan mereka dengan penuh ketakutan, bukan saja kepada yang baik, tetapi juga kepada yang kejam.
Kata “ketakutan” dalam bahasa aslinya menggunakan kata Phobos, yang dalam I Petrus ini selalu ditujukan sebagai penghormatan kepada Allah (Psl. 1:17, 2:17, 3:2,6 dan 14). Jadi motif ketundukan mereka bukanlah kepada majikan mereka, tetapi kepada Allah.
2. Penderitaan karena perbuatan baik adalah konsekuensi mengikuti jejak Yesus (Ay. 21)
Bagian ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan perikop sebelumnya, dalam bagian ini Petrus ingin mendorong hamba-hamba yang menderita ini dengan memberikan gambaran mengenai Yesus Kristus yang telah menjadi teladan dalam hidup-Nya. Petrus menghubungkan nasihat-nasihatnya dengan teladan Kristus, Hamba Allah yang telah menderita (2:21-25, dan Yes. 52:13-53:12). Menderita dengan sabar, walaupun Ia tidak pernah bersalah. Kristus telah memilih menjadi seorang hamba (Fil. 2:7), menderita dan mati. Kristus telah menjadi teladan bagi orang-orang yang ditebus-Nya. Oleh karena itu seharusnyalah mereka mengikuti teladan Kristus untuk menderita dengan sabar. Sebab penderitaan karena perbuatan baik ini adalah konsekuensi mengikuti jejak Yesus.
Ay. 22-25 ini dikutip Petrus dari Yes. 53, tentang nubuatan yang terkenal dari Nabi Yesaya mengenai Ebed Yahwe (Hamba Allah) yang menderita, untuk memberikan gambaran kepada para hamba mengenai penderitaan yang dialami oleh Yesus. Oleh karena itu penderitaan karena perbuatan baik kita, sudah menjadi konsekuensi kita dalam mengikuti jejak Yesus
3 (tiga) hal yang dinasihatkan Petrus kepada mereka dan juga kita sekarang ini dalam memaknai penderitaan yang didatangkan oleh ulah orang lain:
(1) penderitaan dijadikan latihan bagi diri sendiri untuk menjalani hidup sebagaimana yang diteladankan Kristus semasa hidup-Nya;
(2) penderitaan dijadikan kesempatan untuk menjadi saksi bagi orang lain (termasuk orang yang menyebabkan kita menderita) tentang siapa Kristus dan apa yang telah dilakukannya bagi kita orang berdosa;
(3) penderitaan dijadikan bukti pemeliharaan Allah yang tiada putusnya atas orang-orang percaya. Tuhan tahu tidak mudah menjalani hidup yang demikian, karena itu Tuhan janjikan bahwa Ia akan menjadi Gembala yang bukan hanya memelihara secara fisik, tetapi juga jiwa kita.
“Betapa pun dalamnya lembah penderitaan kita; betapa pun beratnya perjalanan hidup kita, tangan kasih Yesus masih tetap akan mampu menjangkau kita, menarik kita keluar serta menopang kita. Karena Ia sendiri pun telah mengalami penderitaan dan meninggalkan teladan bagi kita supaya kita mengikuti jejak-Nya.”
Penderitaan hari ini menghasilkan kemuliaan dan kemenangan di hari esok.

B
Ay. 16. Kita diberikan kebebasan sebagaii hamba Allah. Itu statement yang sangat penting. jika kita sudah sadar, maka perikop berikutnya kita sadar bahwa kita sebagai hamba Allah memiliki konsekuensi akan menderita. Dalam falsafah jawa ada kata “nrimo” yaitu menerima apa adanya.

Karena Kristus menderita untuk kamu. penderitaan bukan hanya dalam pengertian secara global. tetapi penderitaan Krtistus bagi kita semua. Ketika kita berbicara kondisi manusia, pada umumnya ketika jatuh ke dalam dosa, mereka komit terhadap dosa, mulutnya penuh dengan kebohongan. jadi penderitaan ada karena kuasa dosa, dan kuasa dosa itulah yang membuat mulut manusia penuh dengan kebohongan. jadi penderitaan bukan karena Allah, tetapi karena dosa. itulah yang menimbulkan penderitaan.
di dalam kondisi seperti inilah kita membutuhkan pengharapan. Kristus memberikan kememangan terhadap:
1. ay. 23. tidak membalas, tidak mengancam. di tengah-tengah penderitaan ada kemenangan
2. hidup di dalam kebenaran, tidak lagi hidup dalam dosa.
3. kembali kepada hidup bersekutu dengan Tuhan.

C
dalam konsep dunia, penderitaan dihindari dan dianggap sebagai hukuman. penderitaan di dunia sifatnya sementara. penderitaan sebagai latihan dan pemeliharaan dari Tuhan.

D
Setiap orang menginginkan berjalan baik2, namun realitanya tidak demikian. kita selalu evaluasi dan introspeksi diri, apakah penderitaan dari dosa atau sebagai hamba Allah.

E
Keteladanan itu sangat penting. sebagai hamba Tuhan, apakah ada keteladanan? Ada 2 hal yang dapat kita pelajari:
1. belajar dari teladan Kristus
2. melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan

F
Penderitaan itu merupakan kasih karunia, dan meneladani Kristus dalam penderitaan-Nya. itu semua karena Kristus hidup di dalam kebenaran. penderitaan itu membawa kita kepada Tuhan & akan berakhir penderitaan itu.
Ada 2 macam penderitaan:
1. nature. berhadapan dengan diri sendiri dulu baru menang terhadap yang lain. jadi, dosa di dalam diri dahulu yang harus dibereskan.
2. nurture
Ketika Tuhan menanggung dosa kita, kecenderungan dosa itulah yang harus dimatikan. Karena Tuhan sudah menanggung dosa dan memungkinkan kita untuk tidak melakukan dosa itu lagi. bukan sekedar menerima kemenangan tetapi kita meneladani Kristus.

G
Penderitaan Kristus membawa kemenangan karena Kristus menderita untuk memberikan kemenangan kepada kita semua.

H
Jika Kristus menang di atas kayu salib, bagaimana bisa membawa pembaharuan hidup, sedangkan manusia selalu ingin menang sendiri.

I
Penderitaan seringkali identik dengan sesuatu yang negative. namun, ternyata konsep ini salah. Yesus menderita justru untuk membawa kemenangan. ay. 22 orang yang sudah mengalami penderitaan di dalam Kristus, maka hatinya tidak akan berbuat dosa kerena dia sudah menang. tidak berniat membalas dengan tipu muslihat. ay. 23. tidak ada niat untuk membalas caci maki, tidak berniat untuk mengancam orang lain. berserah total kepada Tuhan. Ujilah kemenangan di dalam Kristus.

J
Kemenangan terhadap apa? kemenangan terhadap dosa. dampaknya adalah di ay. 24. manusia dimampukan hidup kembali kepada kebenaran dan kepada Tuhan. Yesus bukan mati konyol, tetapi Yesus menderita dan mati untuk membawa kemenangan. Jangan takut karena Tuhan akan menerima kembali kita.

K
Kemenangan disini bukan hanya karena dosa, tetapi juga karena pergumulan hidup. Penderitaan di dalam Kristus merupakan panggilan. Tuhan adalah pemelihara jiwa. di dalam kesulitan tidak dibenarkan untuk berbuat salah. Membawa jemaat untuk mengakui dosa-dosa di hadapan Tuhan.

L
Sikap orang di dalam menerima penderitaan ada 2: yang menerima dan yang tidak menerima. sebagai anak Tuhan kita bisa menderita. kenapa orang Kristen menderita:
1. Alam sudah rusak
2. Dosa
3. Iblis
4. Tuhan ijinkan sebagai sumber ujian supaya orang mengalami pemurnian di dalam iman.
Keteladanan Kristus sangat penting. kemenangan-Nya membawa kita kembali kepada sang pemelihara hidup kita. kemenangannya memberikan kesaksian.

M
Ada 3 macam orang:
1. menerima
2. tidak menerima
3. tahu menderita dan dia rela untuk menderita (Dia adalah Kristus)
penderitaan Kristus adalah penderitaan yang meninggalkan jejak. barangsiapa mengikut YEsus dia harus siap untuk menderita.

N
Tema 1 Petrus adalah Kristus harapan dan teladan kita dalam pencobaan. Pasal 1:3-2:10 bicara tentang hidup yang penuh pengharapan; Pasal 2:11-4:11, mengenai hidup sebagai musafir; Pasal 4:12-5:11, tentang api siksaan. Penerima Surat Petrus yang pertama ini adalah “Orang-orang pendatang yang tersebar” (1:1). Mereka adalah orang-orang Yahudi sebagai pendatang yang hidup di beberapa kota: Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia. Mereka hidup dalam penganiayaan bukan karena mereka sudah melakukan suatu kesalahan tertentu, tetapi karena status mereka sebagai orang Kristen. Tujuan surat penggembalaan ialah supaya jemaat tetap tegar dan teguh di tengah penganiayaan yang berusaha menghimpit mereka dan mencabut iman mereka. Secara khusus pada pasal 2:18-25, Petrus mengajarkan tentang sikap hidup sebagai hamba. Mereka sering mengalami penderitaan, perlakukan yang kejam, yang tidak baik dan tidak adil. Petrus menekankan bahwa orang-orang Kristen dipanggil agar rela menderita, rela menerima perlakuan yang kejam dan tidak adil dari tuan mereka yang tidak mengenal kasih Kristus. Ini memang tidak mudah, tetapi penderitaan Tuhan Yesus memberikan kemenangan menghadapi semua penderitaan. Bagaimana mengalami hidup yang berkemenangan itu?
1. Adanya penyangkalan diri secara konstan. Menjadi hamba antara teori dan realita tidak sama. Petrus menyapa dengan istilah budak dengan jelas. Status ini memiliki mentalitas menerima perlakukan yang tidak seharusnya. Tuhan Yesus menjadi teladan dg menyangkal diri & menjadi seorang Hamba (ayt. 22).
2. Mengikuti teladan Kristus (ayat 21-24). Dalam surat Petrus, tiap pasal berbicara penderitaan dimana ada 20 kali diungkapkan. Peran orang Kristen dalam konteks hamba dan dalam penderitaan. Penting sekali untuk menyadari bahwa status boleh hamba, tetapi mentalitas seperti tuan yang mau belajar untuk mengasihi tuannya. Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya dengan mencuci kaki mereka meski sepertinya ada yg tidak layak untuk dikasihi. Ayat 18 tidak saja menerima tetapi juga mengasihi. Teladan penderitaan Kristus adalah: Dia tidak berbuat dosa. Dia dihina dan di caci maki dan menderita. Dia mati memikul dosa kita (ayt. 21-24).
3. Hidup dalam iman dan pengharapan di dalam Kristus. Rasul Paulus berkata bahwa semua orang sudah berbuat dosa dan hilang kemuliaan Allah dan upah dosa adalah maut (Rm. 3:23; 6:23). Anda dan saya adalah manusia karena itu, kita adalah orang yang berdosa dan terancam hukuman maut. Kita adalah orang yang sudah dikalahkan dosa dan iblis. Sebab itu untuk hidup berkemenangan satu-satunya jalan adalah beriman kepada Kristus. Ayat 24 menegaskan bahwa Yesus mati memikul dosa kita agar kita tidak mengalami maut atau neraka. Kuncinya kita harus bertobat dan beriman kepada Kristus (Kis. 2:38; 16:31; 17:30). Jika malam ini anda mati, apakah anda yakin pasti masuk surga? Apakan anda sudan mengundang Yesus masuk ke dalam hatimu? Paulus dalam surat Efesus 2:8-9 menegaskan bahwa keselamatan itu bukan hasil kerja/usaha, tapi anugerah/hadiah/pemberian dari Allah. Kita menerima keselamatan itu oleh iman di dalam Kristus. Surat Roma 5:8-10, menegaskan bahwa keselamatan itu bukan hal yang tidak pasti, tapi suatu kepastian. Cara menerima keselamatan itu menurut surat Roma 10:9-10 ialah: Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya di dalam hati bahwa Dia sudah mati dan bangkit. Amin.

O
Pengorbanan manusia seringkali dengan tujuan mendapatkan balasan atau imbalan, tidak ada yang murni. Sedangkan pengorbanan Yesus, adalah sebuah gambaran totalitas yang sempurna. Sebab apa yang di kerjakan Yesus memiliki tujuan kekal bagi manusia, yaitu supaya manusia yang terhukum itu bisa bebas dan mendapatkan kemuliaan sorga. Jika bukan Yesus melakukan pengorbananNya, tidak ada satu usaha manusia yang sanggup untuk mendapatkan keselamatan. Pengorbanan yang dilakukan Yesus bukan sebuah kekalahan atau kebodohan tetapi sebuah karya Agung dengan tujuan yang mulia bagi rencana Allah yang kekal.

P
Pernyataan “supaya kamu mengikuti jejak-Nya” merupakan perkara yang sulit. Ada beberapa jejak yang Yesus tinggalkan untuk kita yaitu ketaatan, ketulusan, kerelaan dan kerendahan hati. Jalan penderitaan yang Dia tempuh semuanya untuk kebaikan dan kehidupan kita. Dia rela mati agar kita hidup.

Q
Kita tidak akan tertarik bicara penderitaan bila hidup senang. Kalau bicara penderitaan kita jadi sentimental. Tetapi penderitaan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita. Soal penderitaan, tidak bisa kita hindari, pernah mengalami, atau saat ini sedang mengalaminya. Ketika penderitaan ada di depan kita ada dua pilihan:
1. Menyerah kalah
2. Berjuang memenangkan
Tuhan Yesus pun diperhadapkan dengan penderitaan dan Dia sudah memenangkannya. Oleh sebab itu, dalam ayat 21 Kristus telah meninggalkan teladan. Kata “teladan” berarti gambar perencanaan atau huruf2 dalam buku tulis yang harus di salin secara detail dan ditiru secara tepat oleh seorang murid. Kita sebagai murid Yesus untuk mengikuti teladan Yesus pada waktu menghadapi penderitaan. Bagaimana Yesus menghadapi penderitaan-Nya? Yesus menyerahkan diri kepada Bapa-Nya (Mat. 26:39). Yesus taat kepada Allah Bapa pada waktu Dia menghadapi penderitaan. Oleh karena itu, Dia menang atas penderitaan yang sekali pun penderitaan itu tidak seharusnya Dia pikul. Sama seperti Kristus, maka kita sebagai murid-Nya harus meneladani Kristus dalam menghadapi penderitaan supaya kita menang atas penderitaan.

R
Berbicara tentang penderitaan kita tidak akan mengerti dan tidak berminat untuk mengerti selama kita tidak mengalaminya. Karena penderitaan tidak dapat diprediksi oleh siapapun, sebab manusia jarang dan hampir tidak merancang penderitaan dalam hidupnya. Penderitaan disebabkan banyak hal:
1. Karena diri sendiri
2. Karena orang lain
3. Karena latar-belakang
4. Karena lingkungan/alam
Sikap menghadapi penderitaan:
1. Menyerah
2. Bertahan dan penderitaan itu lewat
3. Berusaha keluar dari penderitaan itu
4. Lari dari penderitaan
Cara memandang penderitaan:
1. Sebagai sebuah malapetaka
2. Nasib lagi sial
3. Penderitaan sebagai sebuah proses
4. Panggilan hidup
Melihat semua itu, Kristus datang ke dunia dengan sebuah prediksi datang untuk menderita. Dia tahu Dia datang untuk menderita dan akan menanggungnya. Predisksi penderitaan Kristus punya tujuan: menyelamatkan manusia. Karena Dia tahu tujuan penderitaan itu, maka Dia melewatinya sebagai pemenang dan seluruh pengalaman penderitaan itu dijalaninya sebagai pemenang. Mengapa disebut meneladani Kristus, karena kemenangan itu telah dinyatakan lewat hidupnya.
Kesimpulan: Penderitaan akibat salah sendiri, kita tidak kuat menanggungnya, sebab itu ada relasi dengan memberi diri kepada iblis. Tetepi penderitaan karena iman pasti kita bisa menanggungnya karena Kristus menjadi teladan dan Ia tidak akan meninggalkan kita.

S
1. Penderitaan adalah salah satu panggilan hidup yang harus kita jalani kerena Kristus telah menempuh jalan yang sama (ayat 21)
2. Penderitaan harus dijalani seperti Kristus harus menjalaninya karena Dialah yang punya respons menghadapi penderitaan yang benar (ayat 22-23)
3. Penderitaan yg kita jalani harus membawa kita pada suatu proses untuk menuju suatu kehidupan yang benar

T
1. Dia tahu mengapa Dia menderita, bukan karena dosa tetapi karena kebenaran. Kalau kita menderita hendaklah menderita karena kebenaran yang akan mendapat pujian, bukan karena dosa.
2. Kita akan menang terhadap penderitaan kalau kita mengikuti teladan Kristus.
3. Mengalami kuasa Kristus, mengalamai penyembuhan emosional, fisik, relasi, spiritual.
4. Mengalami penyertaan dan pemeliharaan Kristus.

U
Di tengah maraknya gereja2 yang mendengungkan teologi sukses dan kemakmuran kita justru mengangkat tema penderitaan. Have you ever tried to use Jesus as a pain killer? Dari kedalaman kerinduan kita adalah sebisa mungkin jauh dari penderitaan. Namun kita belajar mengikut Yesus bukanlah menyangkal adanya penderitaan karena Yesus sendiri mengalami penderitaan (Yes. 53:2; Luk. 22:44). Yesus merasakan sakit hati, dikhiananati, luka yang begitu dalam. Yesus datang bukan membuat kita kebal dari penderitaan. Dia datang untuk memberi hidup, hidup yang berkemnangan sehingga kita bisa menghadapi penderitaan dan bukan lari dari penderitaan.

V
Tujuan dari penderitaan Kristus:
1. Penderitaan-Nya membebaskan dosa manusia
2. Penderitaan-Nya membawa pengharapan
3. Penderitaan-Nya memberi kemenangan

W
Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan kehidupan yang lepas dari penderitaan, Dia adalah gembala yang baik terlebih dahulu mau menderita untuk membela kehidupan kita, bukan karena kesalahan diriNya. Sebagai gembala yang baik, Ia akan membawa kita ke jalan yang benar di saat kita tersesat. Dia adalah pintu keslamatan kita. Kita tidak perlu takut menghadapi persoalan yang menghadang kita. Bersandar pada Yesus, maka Ia akan member kemenangan.

X
Rasul Petrus sangat memahami penderitaan Yesus, karna Dialah salah satu saksi yang hidup. Penderitaan yang Dia derita tidak sebanding dengan apa yang kita hadapi sampai saat ini. Sesungguhnya, penderitaan dapat membawa kita pada kehidupan yang lebih dalam bila kita trima dengan kesabaran dan kerendahan hati “sebelum aku tertindas, aku menyimpang”, kata Daud, “….tetapi sekarang aku berpegang pada janjiMu”. Mazmur 119 : 67 dan lagi “bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu” (ay.71). Penderitaan bukanlah penghambat kerohanian kita, sebaliknya, penderitaan justru dapat menjadi jalan pertumbuhan rohani. Jika kita mengijinkan penderitaan melatih kita, maka kita dapat lebih dekat kepada Allah dan firmanNya.

Y
Petrus berhasil mengamati dan belajar arti sesungguhnya dari penderitaan Yesus Kristus. Petrus mengerti bahwa penderitaan yang dialami oleh Kristus merupakan bagian dari rancangan Allah yang kekal dan baik. Selain itu, Petrus juga menyadari bahwa, tujuan akhir dari penderitaan Kristus adalah untuk menyelamatkan manusia. Oleh sebab itu, barang siapa yang memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus Kristus, ia harus mempersiapkan dirinya untuk menderita. Yesus pernah bersabda bahwa : “Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibNya dan mengikut AKU”. Menderita di dalam arti, sanggup menanggung resiko hidup dalam kebenaran dan kerelaan untuk memberitakan injil.

Z
Petrus menulis surat ini untuk memberikan semangat kepada orang Kristen yang bingung karena sedang mengalami penderitaan. Kristus rela diperlakukan tidak adil tapi IA tidak membalas karena IA mau menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Hal ini menjadi motivasi bagi orang percaya tak kala dalam hidup menghadapi penderitaan.
Petrus memberikan langkah2 apa yang harus dilakukan orang percaya.
1. Bertahanlah dan berdirilah teguh ( 1 Pet 5 : 9 )
2. Percayalah bahwa penderitaan yg dialami mengandung maksud ( 1 Pet 1 : 7 )
3. Pastikan penderitaan yg dialami karena sesuatu alasan yg benar ( 1 Pet. 2 : 19)
4. Bersiaplah jika penderitaan itu datang ( 1 Pet 3 : 15 )
5. Pusatkan pikiran anda pada Yesus ( 1 Pet 2 : 21-25)
6. Menjadi hak istimewa menjadi seperti Yesus ( 1 Pet 4 :13 ).