Jumat, 04 November 2011

Menjadi Gereja Missioner (I Petrus 2:9-10)

Menjadi Gereja Missioner
1 Petrus 2:9-10

A
Surat 1 Petrus dikarang oleh Petrus yang memperkenalkan diri sebagai “Petrus, rasul Yesus Kristus” (1:1), dan sebagai “saksi penderitaan Kristus” (5:1). Selain kesaksian, surat ini mengandung banyak kesan dari kehidupan dan pengajaran Tuhan Yesus. Surat ini dialamatkan kepada sejumlah gereja di bagian Asia Kecil (kemungkinan besar orang-orang Kristen Yahudi), dan juga semua orang percaya di mana-mana tempat. Dan kemungkinan, Petrus ada di Roma ketika penganiayaan besar di bawah Kaisar Nero dimulai, dan banyak orang Kristen yang dibunuh oleh karena iman mereka.

Eksegese
Ayat 9: Bangsa yang terpilih : bangsa mengandung silsilah kekerabatan, tetapi dapat berarti perhubungan yang diarahkan baik kepada Allah maupun sesame manusia, sebagaimana diwujudkan dalam kelahiran baru (bdk. Ef 1:4; Yes 43:10, 20-21; 44:1-2). Di PL, bangsa Israel dikatakan umat pilihan, dan di PB, orang-orang percaya dipanggil sebagai orang-orang pilihan
Akar kata imamat, hieratyma, dalam PB tidak pernah dipakai untuk menggambarkan jabatan pendeta Kristen, melainkan kedudukan yang ada pada semua orang percaya (bdk. Why 1:6; Yes 61:6).
Bangsa yang kudus : mengandung arti panggilan yang mencerminkan keadaan Allah, yang telah memanggilnya (bdk. 1:16; Ul 28:9). Umat kepunyaan Allah : mengemukakan gambaran ketimuran kuno dari seorang yang dipertuan, yang mempunyai perbendaharaan khusus yang terpisah dari perbendaharaan Negara (bdk. Kel 19:5; Ti 2:14; Ul 4:20; 7:6; 14:2; Mal 3:17).
Ayat ini ada kaitannya dengan 2:5-6, yang menekankan tentang pelayanan rangkap yang mana umat Allah dipanggil untuk melakukannya :
1. Mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah
2. Memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada manusia

Ayat 10 : Pelayanan yang diberikan kepada Allah maupun kepada manusia, wajar muncul dalam diri orang Kristen bila dia mengerti bahwa semua berkat ini diberikan langsung dari anugrah yang diberikan Allah (bdk. Hos 1:8-2:1; 2:22).

B
Bagaimana jemaat bisa terlibat dalam pelayanan misi?
1. Mengimani panggilan Allah, ay 9b, “yang telah memanggil”. Abraham, Yesaya melayani Tuhan karena panggilan Allah.
2. Menyatakan perbuatan besar Allah. Dibagi 2, dalam ay 9a, menyatakan jati diri kita sebagai orang-orang kepunyaan Allah.

C
Petrus dalam ay 9 menegaskan kembali identitas orang Kristen dalam perantauan (diaspora), hidup di tengah-tengah orang yang tidak percaya, bisa kehilangan identitas mereka.

D
Gereja yang missioner, apa maksudnya? Kerap kali orang Kristen melihat misi itu sebagai hanya berita Injil, tugas penginjilan, dan berbagai aktivitas rohani guna menjangkau jiwa. Berbeda halnya dengan apa yang disampaikan oleh Petrus dimana tiap orang percaya hidup atas berkat dan anugerah Tuhan sendiri yang memampukan mereka dapat hidup di tengah berbagai pergumulan yang dihadapi. Disini misi berarti mengalami pengalaman pribadi atas anugerah Tuhan sehingga mereka dapat hidup ditengah pergumulan sehari-hari.

E
Melihat inti dari panggilan kita dimulai dari ay 4-5, kemudian panggilan kita ialah membawa mereka dari gelap kepada terang.

F
Di surat 1 Petrus ini mempunyai konteks yang panjang dan luas. Pasal 1-2, berbicara mengenai esensi hidup orang percaya yang menjadi bangsa yang kudus. Namun pada pasal 2 ayat 9, Petrus menjelaskan bagaimana orang percaya berlaku dalam proses kekudusan itu. Bagaimana caranya? Petrus menjelaskan …..

H
Seperti apa “gereja yang missioner” itu?
1. Proklamasi (gereja terpanggil untuk memproklamirkan Kristus kepada dunia),
2. Kesaksian (gereja terpanggil untuk hidup seperti Kristus di dunia dengan kesalehan dan keesaan-Nya), dan
3. Pelayanan (gereja terpanggil untuk melayani dan menjalani aksi-aksi sosial dengan kasih Kristus bagi dunia).
Rasul Petrus pun mengingatkan kita akan identitas diri kita, sebagai orang percaya yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus (1 Petrus 2:3), dan panggilan akan misi khusus yang diemban oleh saudara dan kita semua (dalam 1 Petrus 2: 5, 9) dalam peran sebagai imam dan tugas keimamatan (dengan penerapan praktis);
1. Reflect the holiness of God (menyatakan kekudusan Allah)
2. Offer spiritual sacrifices (mempersembahkan persembahan rohani –bdk Rm.12:1, Filipi 4:18, Ibrani 13:15-16) menjadi “batu hidup” -mempersembahkan hidup dan bukan materi belaka-
3. Intercede for man before God (menjadi mediator manusia, secara praktis menjadi pendoa)
Represent God before man (menjadi garam dan terang, sehingga manusia mengenal Allah, dan memimpin mereka untuk percaya dan mengenal Allah), menjadi “rumah rohani” dimana Allah tinggal dan memimpin hidup kita sehingga orang-orang yang dalam kegelapan dan ketersesatan menemukan jalan, kelepasan dan penghiburan.

I
Ada tiga hal penting,
1. Identitas diri orang percaya
2. Dampak orang percaya
3. Kekuatan setiap orang percaya

J
Bagian ini berbicara soal identitas, yaitu dipilih menjadi bangsa pilihan dan dikuduskan. Tidak hanya sampai disini, Petrus juga berbicara tentang umat pilihan Allah yang menyatakan kebesaran Allah, karyakeselamatan Allah, terang Allah

K
Allah mengasihi semua orang tetapi tidak semua orang dipilih Allah, sebab hanya sebagaian orang saja yang merespon anugerah keselamatan Allah. Banyak orang orang masih senang tinggal dalam kegelapan dunia, sehingga tidak mampu melihat anugerah Allah. Semua orang yang telah dipilih Allah menjadi anak-anak Allah serta menjadi umat kesayangan Allah. Allah memilih kita menjadi anakNya pasti ada rencana dan tujuan dalam hidup setiap orang percaya yaitu, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada semua orang yang masih hidup dalam kegelapan dunia ini. Sehingga orang lain juga mendapatkan anugerah keselamatan Allah.

L
Pilihan Allah terhadap umat-Nya adalah pilihan yang tidak pernah salah; meskipun orang-orang pilihan-Nya bukanlah orang sempurna. Allah punya maksud dan tujuan untuk setiap mereka. Kita adalah orang-orang yang dipilih Allah, Dia rindu kita memberitakan keajaiban karya-Nya.

M
1 Petrus 2:4-8 Petrus melukiskan gereja itu seperti sebuah rumah rohani yang hidup. Kristus sebagai fondasi dan batu penjurunya, kita sebagai batu-batu. Gereja dilukiskan juga sebagai sebuah tubuh. Kristus sebagai kepalanya dan setiap kita sebagai anggota tubuhnya (Ef. 4:15-16). Keduanya menekankan komunitas-perkumpulan. Jika hanya satu batu saja, tidak ada artinya. Demikian juga individualistik itu tidak ada gunanya, kita membutuhkan orang lain dan bergantung kepada orang lain dalam komunitas gereja. Ayat 10 Relasi kita dengan Kristus jauh lebih penting daripada segala pekerjaan yang kita lakukan, daripada kekayaan, keberhasilan dan hikmat kita. Kita sudah dipilih menjadi milik-Nya secara khusus. Kita dipanggil untuk menghadirkan/menyatakan Yesus kepada orang berdosa. Jadi nilai hidup kita ditentukan dari bersatunya kita dengan Allah sebagai anak-Nya. Itu bukan berasal dari pencapaian kita. Kita bernilai dan berharga karena apa yang Allah kerjakan bagi kita. Karena itu, sebagai anggota tubuh Kristus, kita harus menjalankan visi dan misi Allah yang memanggil kita dan mengutus kita ke dalam dunia. Kunci untuk menjadi gereja yang misoner?
1. Mengerti dan tahu status kita sebagai: (A) Bangsa yang kudus orang yang dipilih dari dunia supaya menjadi umat milik Tuhan sepenuhnya (Kis. 20:28; Tit. 2:14). (B) Imamat yang rajani Ayat 9 dalam PL orang tidak bisa mendekati Allah secara langsung, ia harus melewati perantara seorang imam. Fungsi imam besar menjadi perantara Allah dan manusia berdosa. Namun lewat kemenangan Kristus di kayu salib, pola ini sudah berubah. Artinya: -semua orang percaya boleh langsung menghadap Allah melalui Kristus; -semua orang percaya berkewajiban untuk hidup kudus (ayt. 5, 9; 1:14-17); -semua orang percaya harus mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah termasuk; -semua orang percaya harus saling mendoakan; -semua orang percaya harus memberitakan firman Tuhan; -semua orang percaya dapat memimpin baptisan dan perjamuan kudus (Mat. 28:19; Luk. 22:19).
2. Memberitakan Inji keselamatan demi kemuliaan dan kebesaran-Nya (Kel. 19:6; Yes. 42:1). Sekarang kita dapat langsung datang ke hadirat Allah tanpa rasa takut (Ibr. 4:16). Kita juga diberi tanggung jawab membawa orang lain kepadaNya (2Kor. 5:18-21). Tatkala kita bersatu dengan Kristus sebagai tubuh Kristus, kita menikmati pekerjaan keimaman-Nya mendamaikan Allah dan manusia.

N
Gereja yang missioner, haruslah merupakan sebuah gereja yang selalu mengedepankan amanat agung. Dan terus bersaksi tentang Kristus kepada dunia ini. Gereja Tuhan harus peduli kepada jiwa2 yang belum diselamatkan dari hukuman dosa, kita mulai dari yang terdekat (Yerusalem) sampai ke seluruh suku di dunia. Gereja Tuhan harus ikut menciptakan seorang murid Tuhan melalui program pemuridan yang baik. Gereja Tuhan harus menceritakan tentang Kristus dan karyaNya yang menyelamatkan manusia berdosa, dan membebaskan manusia dari murka Allah. Menjadi gereja yang missioner tidak boleh berhenti berkarya bagi dunia, sampai Tuhan Yesus datang untuk yang ke 2 kalinya. Dengan demikian tugas2 sebagai gereja missioner adalah menjadi saksi Tuhan dalam mengedepankan amanat agung. Tugas seorang saksi adalah mengalami kebenaran, menyatakan kebenaran, dan berdiri teguh di atas kebenaran dengan satu tujuan yaitu menyatakan bahwa karya Kristus yang menebus umat manusia berdosa merupakan sebuah kebutuhan utama dalam hidup manusia di dunia ini dan bukan sebuah pilihan.

O
Sesungguhnya, pekerjaan misi di dunia ini adalah tugas dan tanggung jawab gereja. Bukan hanya menjadi tugas pribadi2 tertentu, yang terbeban dan mengkhususkan diri dalam melaksanakan tugas misi. Sejak semula rasul2 dalam arti utusan2 atau misionaris2 adalah bagian yang utuh dari tiap2 jemaat Kristen, karena karunia sebagai rasul merupakan bagian dari perlengkapan rohani tubuh Kristus. Jadi tanpa misionaris, gereja manapun tidaklah lengkap. Dengan adanya karunia rasul yang Allah berikan kepada anggota2 tertentu, berarti sekaligus merupakan tanggung jawab dan kewajiban gereja untuk memfasilitasi dan mengutus mereka. Sebab bagaimana mungkin mereka dapat melaksanakan tugas misi jika mereka tidak di utus. Contohnya Paulus dan Barnabas yang di utus.

P
Tugas utama gereja adalah “Membritakan Kabar Keslamatan”. Gereja adalah orang2 yang telah mengalami keselamatan, yang disebut :
1.Bangsa yang terpilih
2.Imamat Rajani
3.Bangsa yang Kudus
4.Umat kepunyaan Allah.
Gereja bukan sekedar gedung, atau kegiatan yang begitu banyak, tetapi gereja harus selalu diingatkan bahwa apa tugas utamanya. Semua kegiatan yang ada dalam gereja harus selalu berorientasi pada tugas utama, yaitu Misi. Misi adalah hatinya Tuhan.
Gereja akan disebut gereja Misioner jika gereja tersebut melakukan apa yang menjadi hatinya Tuhan, yaitu : Pekerjaan Misi.