Jumat, 09 September 2011

Waspada Ajaran Sesat (Matius 24:4-5, I Timotius 4:1-5)

WASPADA AJARAN SESAT
Matius 24:4-5; 1 Timotius 4:1-5

PENDAHULUAN
Ada 3 kata yang menarik dalam perikop ini:
1. Bukit Zaitun
2. Injil Kerajaan
3. Waspadalah

Bukit Zaitun
Terletak di kawasan Timur Yerusalem, melewati lembah Kidron.
Puncaknya sekitar 300 kaki di atas Yerusalem.
Dari tempat ini dapat melihat kota lama, bukit-bukit Yudea sampai laut Mati dan pegunungan Moab.
Orang Yahudi sangat memuliakan tempat ini, karena ditempat inilah nabi Hagai, Zakharia, dan Maeakhi dikuburkan.
Orang Kristen juga sangat memperhatikan tempat ini karena:
Di sinilah tempat Tuhan Yesus terangkat ke surga
Tempat Tuhan Yesus menyatakan kehancuran Yerusalem
Tempat Tuhan Yesus mengajarkan doa bapa kami
Tuhan Yesus sering menyepi dan berdoa di bawah pohon atau gua, karena tidak aman bagiNya untuk bermalam di Yerusalem.

Bila kita ke Israel, di Bukit Zaitun telah berdiri GEREJA PATER NOSTER
Sepanjang dinding gereja tertera tulisan doa bapa kami dalam berbagai bahasa di dunia, bahkan doa bapa kami dalam bahasa sunda, jawa, batakpun ada.

Dalam perikop ini, Tuhan Yesus memakai tempat Bukit Zaitun ini untuk mengajar murid-muridnya hal-hal yang sangat penting tentang akhir zaman, dengan pendekatan sangat pribadi.

Injil Kerajaan
Yoh. Pembaptis sebagai perintis jalan Tuhan memberitakan
Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga/ Kerajaan Allah sudah dekat.

Awal pelayanan Tuhan Yesus setelah dicobai Iblis dan setelah memilih murid dinyatakan
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea, Ia mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Allah....

Kalau kita mempelajari dari bahasa aslinya
Kata kerajaan dalam bahasa Ibrani:
Wkl.m; (malkû) dipakai 45 kali (Dan.2:39, 40, 41, 42, 44 dst);
tWkl.m; ( malkût ) dipakai 48 kali (Bil.24:7; 1Sam.20:31; 1Raj.2:12); hk'l'm.m; ( mamläkâ ) dipakai 108 kali (Kej.10:10; 20:9; Kel.19:6);
tWkl.m.m; ( mamlükût ) dipakai 8 kali (Yos.13:12,21,27,30,31; 1Sam. 15:28; 2Sam.16:3; Hos.1:4);
hk'Wlm. (mülûkâ ) dipakai sebanyak 17 kali dalam PL
kata kerajaan ini bukan menunjuk pada institusi kerajaan, tapi lebih menunjuk
pada fungsi raja.
Dalam PB hanya ada satu kata dalam bahasa Yunani yaitu βασιλεία yang diterjemahkan sebagai “Kerajaan”. dipakai sebanyak 278 kali.
βασιλεία ini juga menunjuk pada kedaulatan, kuasa, atau pemerintahan raja.

Dari PL sampai PB sebetulnya ada benang merahnya bahwa tujuan semula Allah menciptakan dan memilih manusia agar mereka menyembah Allah.
Kenapa Allah memilih Nuh sedang yang lainnya dimusnahkan melalui air bah?
Karena begitu Nuh keluar dari bahtera ia mendirikan mezbah, ia memimpin seisi rumahnya menyembah Allah.
Begitu juga dengan bapa-bapa patriakh.
Allah membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, agar umatNya dapat menyembah Allah.
Zaman hakim-hakim, begitu ada hakim, bangsa Israel kembali menyembah Allah. Hakim mati, balik lagi menyembah berhala.
Kenapa hanya Raja Daud yang disebut raja yang diperkenan oleh Allah?
Daud adalah raja Israel yang berhasil memadukan sistem pemerintahan kerajaan dengan tradisi-tradisi yang bersifat liturgis. Ia berhasil memindahkan Tabut Perjanjian dan Kemah Suci ke Yerusalem, sehingga Yerusalem berfungsi sebagai tempat pusat ibadah sekaligus sebagai pusat pemerintahannya.
Tabut Perjanjian yang dipindahkan dari rumah Obed Edom ke Yerusalem, Daud melakukan setiap pengangkat tabut melangkah enam langkah, Ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Ia juga menari-nari dengan pakaian efod dari kain lenan dihadapan Tuhan dengan sekuat tenaga, yang mendatangkan penghinaan bagi dirinya dari isterinya sendiri (2Sam.6:13-14). Tetapi dalam pandangan Allah, Daud telah berhasil mengubah dari rencana untuk memanifestasi-kan dirinya sebagai raja Israel menjadi manifestasi Teokrasi Yahweh.
Nampak dari luar, Daud yang memerintah, padahal sesungguhnya Allah yang memerintah umatNya untuk kembali pada sistem Theokrasi Allah.

Kalau kita bandingkan dengan 1 Tim, juga sama, setelah mengajarkan tanda-tanda zaman, kembali pada yang terpenting yaitu
Latihlah dirimu beribadah.
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1Tim.4:7b-8)

Waspadalah
Mengapa harus waspada?
Karena Tuhan Yesus mengajarkan mendekati akhir zaman, akan muncul ajaran-ajaran yang menyesatkan.
Intinya, ajaran sesat akan membelokkan kita untuk tidak menyembah Allah.

Buku yang berjudul: YESUS TIDAK DATANG- Theo Christi
Menyatakan ciri-ciri dari ajaran/sekte-sekte yang sesat
Ajaran-ajaran sesat itu, umumnya memiliki ciri-ciri yang secara menyeluruh memiliki kesamaan.
Padahal di antara sesama sekte berbahaya itu tidak terdapat jaringan kerja satu sama lain.
Artinya ada oknum yang sama (iblis) yang bekerja dibalik semua sistem yang bergerak di balik semua sekte-sekte itu.
1. Bersifat eksklusif
Mereka membangun keyakinan bahwa kebenaran hanya dipercayakan pada mereka.

2. Bersifat legalistik
Untuk menjaga kelangsungan ajarannya, pemimpin utama mendelegasikan otoritasnya pada pemimpin tingkat tinggi.
Semuanya di bawah satu garis komando yang kuat dan jelas.
Setiap perkataan pemimpin utama merupakan hukum yang mutlak dilakukan, pantang dibantah atau dipertanyakan oleh siapapun.
Keras dan kaku.
Setiap tindakan pembangkangan diperhadapkan dengan sanksi yang keras.

3. Bersifat mengeksploitasi ketahanan tubuh seseorang
Diperas tenaganya sedemikian rupa dengan upacara, ibadah, berjam-jam bahkan hampir seharian.

4. Memiliki teknik isolasi
Orang-orang yang direkrut diasingkan dari keluarga, teman, masyarakat dan media massa.

5. Pola makan mengalami perubahan
Para anggotanya dibuat tidak mendapat gizi yang cukup, sehingga merusak ketahanan tubuh mereka, turunnya stamina dan daya tahan tubuh akan menyebabkan pikiran seseorang mudah untuk berada dalam kondisi pasif, saat itulah menjadi rentan terhadap proses pencucian otak.

6. Bersifat elitisme
Akar kata elitisme dalam bahasa latin memiliki pengertian terpilih atau merupakan kelompok yang terbaik, yang paling hebat.
Pemimpin sekte merasa diri paling hebat.
Yang melawan dikutuki dan diintimidasi.

7. Menciptakan ketakutan dalam diri pengikutnya

8. Terdapat dominasi yang kuat
Bagi para anggota baru yang direkrut, biasanya pemimpin beserta pembantu-pembantunya meminta komitmen mereka dengan memakai alasan agamawi agar anggota baru tersebut menyerahkan harta bendanya, meninggalkan pekerjaannya, setelah tidak berpenghasilan, harga diri lenyap, tidak berdaya, mereka akan semakin menggantungkan nasibnya kepada pemimpin. Jadi dominasi sang pemimpin atas kehidupan anggotanya semakin kuat.

9. Idealisme tanpa disertai penundukan diri
Sekte berbahaya biasanya terbentuk dari sekumpulan orang-orang idealis yang kecewa dan marah terhadap gereja.

10. Tidak terdapat privasi di dalam sekte
Hubungan suami isteri dihasut sedemikian rupa, sehingga hubungannya menjadi renggang. Ketika hubungan suami isteri tidak beres, menjadi jalan masuk untuk free seks.

11. Lambat atau cepat penyimpangan rohani akan menyebabkan penyimpangan seksual.
Contohnya: Children of God

KESIMPULAN:
Bagaimana supaya kita waspada terhadap ajaran sesat:
1. Utamakan ibadah kepada Allah dalam Yesus Kristus
2. Pertahankan ketaatan, kesetian, kesucian hidup
3. Tekun dalam pengajaran Firman
4. Jangan gelisah melihat perubahan-perubahan yang terjadi
Muncul ajaran sesat
Peperangan
Bencana
Perubahan politik
5. Jangan takut menghadapi hal-hal yang akan terjadi
Kita belum disiksa, dibunuh
Sekalipun mungkin kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin
Ada orang demi aman dirinya, menyerahkan orang lain.
Bertahanlah sampai pada kesudahannya

A.
Ketika meneliti 3 Sekte yang ada di Bandung yaitu Sibuea (Bale Endah); Haidi (Lengkong); Hiping. Mereka melakukan indoktrinasi, menyatakan dirinya sebagai wakil Allah yang menerima wahyu Allah secara langsung, memecah belah keluarga, dan melakukan hal-hal yang amoral dsb. Berbicara mengenai ajaran sesat, kita harus kembali ke Alkitab di mana orang menekankan sesuatu dan mengabaikan hal yang lainnya.

B.
Dalam sejarah gereja, perdebatan seru selalu mengarah pada Kristologi (keberadaan, pekerjaan, kedatangan Kristus ke dua). Ajaran bidat menyangkal Allah yang berotoritas dan menyelamatkan mereka. Sebagai orang Kristena, apakah kita mengakui Kristus sebagai Allah atau tidak?

C.
Gnostiksisme, Yesus itu tidak pernah datang ke dalam dunia karena tidak mungkin Alla yang suci itu masuk ke dalam dunia yang kotor ini. Intinya, mereka tidak men-Tuhankan Kristus. (1) Mereka tidak menghormati otoritas Kristus sebagai Allah dan manusia 100 %. (2) Selalu berkaitan dengan akhir zaman, meramal waktu kedatangan-Nya yang ke dua. (3) Memutlakkan dirinya sendiri untuk menjadi otoritas tertiggi bagi orang lain.

D.
Perlu menegaskan mengenai ajaran sesat yang sedang berkembang saat ini. Contohnya: saksi Yehovah yang selalu mendatangi orang-orang untuk membawa mereka kepada pengajarannya. Karena itu untuk menghadapi ajaran sesat ini, para remaja harus mengenal kebenaran itu sendiri. Jadi harus belajar Alkitab biar tidak tersesat.

E.
5 hal yang perlu ditekankan:
1. Anggota Palsu
2. Guru Palsu
3. Ajaran Palsu
4. Menggunakan Alkitab untuk menentang ajaran palsu
5. Menggunakan ciptaan Tuhan sebaik-baiknya.
Ajaran palsu tidak selalu berkaitan dengan Kristologi, tapi juga pengajaran yang ekstrim.

F.
Bagian ini merupakan nubuatan dari Tuhan Yesus , di mana para pengajar sesat menekankan pengajaran mereka dengan mengatasnamakan Kristus, mengokohkan dirinya sebagai Kristus. Sesat dapat menyangkut SEKTE atau SIASAT, yang sering menjadi stigma yang menjadikan ekstrim lain tentang kesesatan. Karena kita tidak boleh dengan secepatnya memberikan label kepada sesuatu dengan ajaran sesat. Hal ini dapat membingungkan jemaat mengenai ajaran yang sejati.

G.
Salah satu ciri orang sesat adalah orang yang gampang mencap orang yang sesat. (1) Ajaran sesat adalah Injil yang berbeda yang menggeser otoritas Alkitab. (2) Injil Plus. (3) Injil Minus. (4) Penekanan hanya pada ibadah / liturgi kaku. (5) Terlalu menekankan hal-hal supranatural. (6) pelayanan yang selalu membesarkan nama diri atau organisasi.

H.
Ajaran sesat muncul dari dalam, kalau dari luar mungkin kita masih bisa berjaga-jaga. Namun yang muncul dari orang-orang berpengaruh. Kalau kita tidak waspada, maka arah tingkat pertumbuhan jemaat akan terancam.

I.
Ada 4 gejala penyesatan yang berkembang dalam hidup manusia:
1. Kenapa manusia menyesatkan dirinya? Karena keinginan untuk meninggalkan hal yang mutlak.
2. Manusia merumuskan untuk memuaskan nafsunya.
3. Manusia menginginkan sesuatu yang baru.
4. Manusia menuntut kebebasan sebagai hal yang mutlak, tanpa sadar mereka tersesat.

J.
Apa Itu Ajaran Bidat
1. Definisi.
Bidat, menurut J. Verkuyl dalam buku Gereja dan Bidat, berasal dari bahasa Arab yang berarti “suatu ajaran atau aliran yang menyimpang dari ajaran resmi”. Ini setali tiga uang dengan pengertian yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): bidat adalah ajaran yang menyalahi ajaran yang benar. Sedangkan menurut DR.H Berkhof dan DR IH Enklaar, ditinjau dari sudut historis bidat adalah persektuan Kristen—berskala kecil—yang dengan sengaja memisahkan diri dari gereja besar dan ajarannya; menekankan iman Kristen secara berat sebelah sehingga menyimpang dari kebenaran Injil.
Dan, Ensiklopedi Gereja memaparkan pengertian bidat sebagai pandangan yang salah tentang apa yang wajib diimani. Dengan demikian, bidat adalah sekte, kelompok, atau gerakan dengan ajaran yang menyimpang dari ajaran utama—khususnya mengenai Allah, Kristus, Roh Kudus, dan keselamatan—sebagaimana yang diajarkan Alkitab.
2. Ciri-ciri Bidat.
Ciri-ciri bidat Kristen yakni memiliki Injil atau ‘kabar baik’ yang berbeda. Kemudian, memiliki Injil plus, artinya memiliki Kitab Suci yang sama tetapi ditambah dengan kitab lain yang menurut penganutnya otoritasnya sama dengan Alkitab. Kemudian, ada juga bidat yang meski berpatokan pada Alkitab, tetapi dengan sengaja mengabaikan beberapa kebenaran yang mereka anggap tidak sesuai dengan ajaran mereka. Penganut bidat juga dikenal ‘gemar’ menciptakan aturan-aturan yang ‘disamakan’ dengan Injil. Misal, ada ajaran bidat yang melarang pengikutnya mengenakan perhiasan dan kerudung. Ada bidat yang memberi pangkat-pangkat kepada anggotanya—meski aturan itu tidak disebutkan dalam Alkitab. Ajaran bidat juga menekankan kepada ibadah yang bersifat supranatural—tidak menyeimbangkan hati, pikiran, dan akal budi—dan membesarkan diri sendiri, sehingga tidak lagi berpusat pada Tuhan melainkan pada pengkultusan individu.
Sumber yang terkait :
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.christianheretic.com/
http://www.sabdaspace.org/ciri_ciri_bidat_kristen_sesat

K.
Konteks Matius 24:3-14 adalah jawaban Tuhan Yesus atas pertanyaan para murid tentang tanda-tanda kedatangan Yesus dan akhir zaman. Tanda yang pertama adalah munculnya para nabi palsu yang menggunakan nama Yesus dan mengaku dirinya Mesias (Mat. 24:4-6). Para nabi palsu sebenarnya sudah ada sejak zaman PL (Yes. 44:25; Yer. 23:16; Yeh. 13:2; Mi. 3:5; Za. 13:2). Mereka mengklaim menerima wahyu dari Allah, padahal tidak demikian. Mereka memberitakan pendapat diri sendiri, misalnya berita “kesembuhan, kesuksesan dan kekayaan materi.” Para nabi palsu juga muncul pada zaman Yesus hidup di dunia. Dia dan para murid banyak memberikan peringatan kepada para pengikut-Nya termasuk kita hari ini agar berhati-hati dengan para nabi palsu dan ajaran sesat yang mereka ajarkan (Mat. 24:4-5; 1Tim. 4:1-2; Gal. 1:8-9; 1Yoh. 4:1-3; 2Ptr. 2:1-3; Yud. 1:4). Tujuan peringatan tersebut adalah supaya kita selalu waspada, berhati-hati dan tidak mudah menerima ajaran yang ditawarkan mereka yang mengatasnamakan “hamba Tuhan.”
1. Definisi ajaran sesat atau bidat.
Bidat adalah persekutuan Kristen yang memisahkan diri, yang ajarannya menekankan iman yang tidak seimbang sehingga teologi dan praktik hidup membengkokkan kebenaran Injil. Bidat menurut Yunani kuno, artinya “memilih, perbedaan pendapat, aliran dan golongan.” Pemakaian kata bidat, dalam arti kontemporer mengacu kepada kekeliruan secara doktrinal dan penyangkalan akan Yesus, Juruselamat (2Ptr. 2:1).
2. Fakta-fakta mengenai ajaran sesat yang Tuhan Yesus nyatakan.
(1) Para nabi palsu itu jumlahnya sangat banyak dan mereka berasal dari kalangan Kristen (Mat. 24:5,11). (2) Motivasi para pengajar sesat adalah hendak menyesatkan umat pilihan Tuhan (Mat. 24:4, 5, 11). Mereka begitu lihai, licik dan pandai bersilat kata untuk membujuk dan menipu umat Allah. Tujuan utama mereka selain mencari keuntungan materi juga dipakai setan untuk menyesatkan umat percaya. (3) Metode yang dipergunakan para nabi palsu dalam menyesatkan orang percaya adalah melalui teaching, signs and miracles. Mereka mengajarkan larangan menikah dan makan makanan (1Tim. 4:3). Para guru palsu dalam membangun teologi mereka memakai pengalaman rohani yang subyektif dibanding Alkitab. Secara implisit mereka menyatakan tidak memerlukan Alkitab, karena dapat memperoleh rhema dari Allah. Kalaupun memakai Alkitab, itu bersifat proof-texting, interpretasi alegoris dan memakai sumber-2 extrabiblical, mis: mimpi-2, penglihatan-2, dll.
3. Cara menghadapi para pengajar sesat.
(1) Tetap berwaspada atau berhati-hati. Yesus menasihatkan kita untuk berwaspada supaya jangan ada orang yang menyesatkan kita (Mat. 24:4,5). (2) Mengerti ajaran yang benar dan menguji setiap ajaran apakah biblical (1Tes. 5:21; 1Yoh. 4:1). Para nabi palsu umumnya menekankan ajaran yang menyenangkan telinga, memuaskan hati dan kesenangan manusia. (2Tim. 4:1-3). Hanya dasar ajaran Alkitab yang benar yang melengkapi kita untuk menghadapi ajaran sesat. (3) Hidup berfokus kepada Kristus dan perkataan-Nya. Orang yang berfokus mencari tanda dan mukjizat adalah orang yang paling mudah ditipu dan disesatkan para nabi palsu, karena mereka melakukan penyesatan justru melalui tanda-tanda, kuasa dan otoritas rohani. Karena itu, jalan satu-satunya menghindarikan kita dari tipu daya ajaran sesat adalah berfokus kepada Kristus dan firman-Nya.

L.
Nasehat Yesus dalam bagian ini adalah sebagai sebuah peringatan penting bagi semua orang Kristen untuk selalu waspada. Waspada dalam segala hal, khususnya hidup di akhir jaman ini, sebab situasi dan kondisi keadaan jaman sangat mengerikan dipenuhi dengan berbagai macam situasi yang membingungkan jika tidak waspada dan memiliki iman yang benar dapat dipastikan kita akan tersesat. Kewaspadaan dan iman yang kuat serta bertekun dalam doa dan firman akan memberikan tuntuan serta bimbingan bagi orang percaya untuk mengenal kehendak Allah dan mengetahui arus jaman yang menyesatkan. Dengan kewaspadaan yang tinggi serta selalu online dengan Allah maka kita bisa menyelesaikan pertarungan di dunia ini dengan selamat sampai pada tujuan akhir.

M.
Tanda-tanda akhir jaman itu pada masa sekarang ini sudah semakin tergenapi, apa yang di nubuatkan firman Allah sudah semakin nyata. Oleh sebab itu setiap orang percaya perlu waspada dan memiliki kepekaan rohani yang tinggi untuk bisa membedakan roh, mana kehendak Allah dan yang bukan. Sebab jika kita tidak waspada maka kita akan terjerumus dan terikat dalam ajaran sesat, seolah-olah kita melakukan hal “yang benar” tetapi ternyata kita justru menyangkali Tuhan. Tanda-tanda itu adalah;

a. munculnya pengejek-pengejek.
b. Nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu yang akan menyesatkan banyak orang. Termasuk di dalamnya pengajaran sesat. Contohnya adalah Seksi Yehowa adalah ajaran sesat, Mormon, Children of god, Cristian Sciens.
c. Peperangan dan genderang perang akan terjadi di berbagai tempat dan Negara. Negara-negara besar dan raja-raja akan saling berperang.
d. Bencana alam terjadi di mana-mana. Tsunami, gunung meletus, banjir banding (gunung es sudah mulai mencair karena pemanasan global), kekeringan dan kelaparan.
e. Adanya penganiayaan dan penyiksaan kepada Gereja dan umat percaya.

N.
Mendekati kedatangan Tuhan Yesus, kita akan kesulitan untuk membedakan ajaran2 sesat. Ajaran sesat itu bergerak dengan berbagai Metode. Kita harus mengenal gerakan mereka supaya mrk tidak disesatkan.
1. Ajaran sesat berjubahkan kebenaran
2. Guru-guru palsu merusak kebenaran tentang siapakah Yesus .
3. Ajaran sesat mengklaim keslamatan bukan karena anugrah tapi usaha manusia.
4. Ajaran sesat pada intinya menentang Allah.

O.
Untuk mengenali ajaran sesat ( nabi palsu ), kita harus mengerti ajarannya bisa juga melalui watak atau prilaku mereka dengan mengujinya pada kebenaran Firman Tuhan.

P.
Untuk membedakan mana ajaran sesat dan tidak
1. Baca Firman Tuhan secara teratur
2. Pelajari Firman Tuhan dengan lebih dalam.
3. Lihat dari buahnya.