Jumat, 02 September 2011

Memahami Tanda-Tanda Akhir Zaman (2 Ptr 3:1-16)

MEMAHAMI TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN
2 PETRUS 3:1-16.

Petrus menulis surat ini dengan tujuan:
1. untuk menasihati orang percaya agar mereka dengan tekun mengejar kesalehan dan pengenalan yang benar akan Kristus, dan
2. untuk membeberkan dan menolak tindakan yang berakal busuk dari para nabi dan guru palsu di kalangan gereja di Asia Kecil yang sedang meruntuhkan kebenaran rasuli.

Tanda Akhir Zaman:
1. Tampil pengejek2, yang meragukan dan mencobai anak Tuhan untuk ragu akan janji kedatangan Allah
Meragukan janji Allah, mereka adalah orang dalam, orang yang tahu tentang perkataan dalam Kitab Suci, namun mereka menolak untuk mempercayainya, dan menolak untuk tekun menantikan kedatangan Tuhan kedua kali.

2. Timbul banyak godaan untuk hidup tidak kudus
Godaan untuk berhenti menantikan Tuhan karena terlalu lama sampai merasa sia-sia telah mempertahankan hidup yang benar dan saleh di hadapan Tuhan, itulah sebabnya Petrus menekankan pengharapan itu tidak sia-sia, dan tetap harus hidup dengan menjaga kekudusan di hadapan Tuhan. Itulah sebabnya Petrus menekankan hidup kudus dan saleh di hadapan Tuhan.

3. Memutar balikkan semua pengajaran Alkitab
Tidak mau menuntut pengenalan yang lebih mendalam tentang firman Tuhan, sehingga pengetahuan dangkal dan menafsirkan Alkitab sesuai dengan kehendak hati mereka sendiri.

Petrus mengingatkan penerima surat yaitu orang Kristen yang tersebar di Asia Kecil tentang kondisi masyarakat Kristen yang tadinya mengalami penganiayaan besar, namun sekarang mereka diserang bertubi-tubi oleh para guru palsu yang mengancam landasan kebenaran gereja.

Petrus meringkaskan maksudnya dalam 2Pet 3:17-18 ketika dia menasihati orang percaya yang sejati
1. untuk waspada supaya mereka tidak "terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum" (2Pet 3:17), dan
2. untuk "bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" (2Pet 3:18).

A.
Kesalahpahaman tentang tanda-tanda zaman, mengakitbatkan tipisnya kerinduan bagi Kedatangan Kedua:
1) Tanda-tanda zaman dipahami sebagai peristiwa ekslusif yang hanya akan terjadi di masa yang akan datang, sehingga tidak ada hubungan dengan zaman sebelumnya. (Mat 16:3)
2) Anggapan bahwa tanda-tanda zaman hanyalah peristiwa yang abnormal, spektakuler atau bencana besar-besaran. (Dalam Luk 17:20-21 Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah). Ketika orang lebih mudah memperhatikan tanda yang spektakuler cenderung mudah tersesat (2 Tes 2:9, Wahyu 13:13-14). Bukan terfokus pada tanda-tanda spektakulernya, itu artinya membatasi dengan kategori peristiwa yang tidak lazim, melainkan mempersiapkan diri dengan hidup kudus.
3) Usaha untuk memakai tanda-tanda yang ada untuk menghitung. (Markus 13:32)

Harus membuat kita untuk:
• Menggunakan waktu dengan sebaik mungkin, karena hari ini ad jahat (Ef 5:16)
• Berjalan sebagai anak terang (Ef 5:8)
• Menuntut ketekunan untuk berjaga-jaga (Mat 24:42)
• Menuntut keputusan, Yesus menegur orang-orang pada masanya karena mereka tidak mengenali tanda-tanda zaman dengan tepat.

B.
Memahami tanda-tanda akhir zaman:
1) Diawali, dengan kepercayaan yang sungguh akan janji kedatangan Yesus karena tanpa kedatangan kembali manusia hanya akan hidup untuk menantikan kebinasaan, tetapi Yesus datang membawa keselamatan.
2) Diisi, dengan penantian yang sabar dan kewaspadaan yang benar, serta hidup dalam pengenalan yang benar akan Allah.
3) Diakhiri, dengan kesetiaan dan keteguhan di dalam Tuhan, karena terlalu banyak hal yang diberitakan tentang akhir zaman di dunia ini. Anak-anak Tuhan tidak boleh dibuat bimbang karena bagi anak Tuhan akhir zaman adalah bukan sebuah akhir, tapi sebuah waktu yang indah karena ini adalah tentang Yesus yang membawa keselamatan.

C.
Jemaat perlu dikuatkan untuk menantikan kedatangan Tuhan dengan berjaga-jaga dalam kekudusan.

D.
Berdasarkan Mat. 24:
• Kekacauan ekonomi, kemerosotan ekonomi yang semakin hari semakin sulit
• Kekacauan politik, perang, antar suku.
• Kekacauan sosial, saling membunuh, perbuatan bejat, dsb.
• Kekacauan alam, alam tidak bersahabat.

Bagaimana sikap kita:
Kalau sangat mengerikan tanda-tanda itu dan waktunya seperti pencuri maka sikap kita harus suci dan memuliakan Tuhan. Tidak bercacat dan bercela (mengerti rencana Tuhan dalam segala kondisi). Ay 15 penekanannya adalah pertobatan dan memiliki relasi yang indah dengan Tuhan.

E.
Menyoroti adanya alasan “penundaan” kedatangan Yesus (mungkin Yesus datang atau tidak datang sama sekali). Dikaitkan dengan kesabaran Allah (Allah memberi kesempatan untuk bertobat). Seribu tahun bisa jadi waktu yang lama, atau sesudah masa nya genap. “Mempercepat” kedatangan Tuhan: 1) mendorong kita utk hidup suci karena berperan dalam keputusan Allah untuk mempercepat (dikaitkan dengan penginjilan) kedatangan Allah.

F.
Tanda-tanda akhir zman:
1) Banyak orang hidup dengan hawa nafsu karena tidak takut akan Allah
2) Terjadi secara tiba-tiba, ditandai dengan gejala kosmik
3) Terjadi pemutar balikan pengajaran.

G.
1) Akan ada penyesat2, pengejek dan yang hidup mengikuti hawa nafsu. Berusaha untuk memutarbalikkan kebenaran. (ay. 3).
2) Jangan menjadi orang Kristen yang pasif, sehingga kita harus hidup kudus.

H.
Jangan sampai tertarik dengan fenomena spektakuler, melainkan mempersiapkan diri dengan hidup menjaga kekudusan. Jika kita mempersiapkan diri sejak sekarang maka tidak ada ketakutan untuk menghadapi kedatangan kedua.

I.
Membandingkan dengan 2 Tim 3, banyak yang mencintai diri sendiri, cinta uang, dll. Suatu kemerosotan moral yang terjadi dan mempengaruhi sehingga orang tidak berjaga-jaga. Yang baik bertambah baik, yang jahat akan bertambah jahat. Belum tentu yang sudah percaya Tuhan Yesus sudah pasti akan bertambah baik, karena jika tidak ada komitmen maka akan terhanyut. Gereja kalau tidak tahu fungsinya ada di tengah-tengah jemaat untuk mengingatkan jemaat sadar dan berjaga-jaga.
1) Tuhan tidak akan lalai menepati janjinya, kalau Tuhan belum datang bukan karena lupa tapi karena Tuhan ingin agar semua orang mendengarkan Injil. Penginjilan harus menjadi gaya hidup dan ditegakkan, kalau gereja berhenti menginjili maka kehilangan arti di tengah-tengah jemaat.
2) Kedatangan seperti pencuri, harus memiliki pengertian yang kuat. Hidup kudus bukan sesuatu yang harus digenapi di akan datang, melainkan hari ini.
3) Langit bumi baru penuh dengan kebenaran, kita perlu mencintai kebenaran yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan.
Apa yang ada di luar, bagaimana kita mempengaruhi kondisi yang ada di dunia. Apa yang di dalam, bagaimana kita membangun jati diri Kristen yang bersandar kepada Tuhan.

J.
Tidak banyak orang senang menantikan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, padahal itu sangat penting karena diperintahkan Tuhan. Ada tiga kali diulang kata menantikan “prosdokao” (looking forward) di ayat 12-14. Di dalam surat 2 Petrus 3:1-16, Petrus berbicara secara khusus tentang akhir zaman. Hari Tuhan di sini menunjuk kepada peristiwa yang berawal dengan kedatangan Kristus untuk mengangkat jemaat yang setia agar berjumpa dengan-Nya di angkasa (1Tes. 4:15-17) dan mencapai puncaknya dengan kebinasaan langit dan bumi dan menciptakan langit dan bumi baru (Why. 21-22; 1Tes. 5:2). Hari Tuhan akan terjadi dengan tiba-tiba dan tak terduga (Mat. 24:42,44). Fakta-fakta apa yang Petrus ajarkan tentang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di dalam 2Ptr. 3:1-17?
1. Penyangkalan akan kedatangan Tuhan (ayat 1-7). Para guru palsu menyangkal bahwa Kristus akan datang kembali untuk membinasakan orang fasik dan dunia ini. Untuk menjawab cemoohan mereka, Petrus menjelaskan: (a) Sesungguhnya para pencemooh itu buta rohani tentang janji-janji kedatangan Tuhan. (b) Kedatangan Tuhan seperti peristiwa datangnya air bah di zaman Nuh, di mana mereka tidak percaya akan peringatan Tuhan dan tidak bertobat (3:5-6). (c) Persepsi waktu bagi Allah dan manusia sangat berbeda. Allah memandang waktu dari sudut kekekalan (Mzm. 90:4). Dia dapat menyelesaikan dalam satu hari apa yang menurut perkiraan kita memerlukan waktu 1000 tahun. Sebaliknya Dia bisa mengambil waktu 1000 tahun untuk melakukan sesuatu yang kita ingin agar dilakukan dalam satu hari. Menurut Petrus, jika Allah menunda waktu kedatangan-Nya, itu disebabkan karena Dia sabar terhadap kita dan memberi kesempatan untuk bertobat dan beriman kepada Kristus. Ini tidak berarti semua orang akan selamat, karena jika seorang menolak kasih dan keselamatan, maka dia akan tetap binasa.
2. Kepastian akan kedatangan Tuhan. Kedatangan Kristus kedua kali merupakan peristiwa yang pasti akan terjadi. Pada waktu itu, langit dan bumi akan dihanguskan dengan api (3:7-12). Karena manusia sudah berbuat dosa, maka langit dan bumi ikut tercemar dosa, maka Allah akan membinasakan langit dan bumi dengan api (ay. 7,10, 12). Hari ini pasti akan tiba seperti halnya dengan air bah pada zaman Nuh. Kemudian Allah akan menciptakan langit baru dan bumi baru bagi seorang orang percaya (3:13).
3. Hidup menantikan kedatangan Tuhan. Surat yang singkat ini, Petrus mendorong orang-orang percaya agar mereka mempertahankan kehidupan yang suci dan saleh melalui pengenalan akan Kristus (3:11-14). Karena itu, hidup kita jangan terikat dengan sistem dunia ini atau hal-hal di dalamnya termasuk harta kekayaan. Semua nilai, sasaran dan tujuan hidup kita harus dipusatkan kepada Allah dan pengharapan akan langit dan bumi baru (ay. 13). Sebab itu kita harus ikut mempercepat kedatangan hari Tuhan dengan cara: (1) ikut terlibat dalam kegiatan penginjilan dan pekerjaan misi di seluruh dunia (ay. 9; bdk. Mat. 24:14); (2) sungguh-sungguh merindukan kedatangan Kristus dengan berdoa (Mat. 6:10; Why. 22:20), “Datanglah Tuhan Yesus.”

K.
Peristiwa akhir jaman menimbulkan berbagai macam persepsi dikalangan orang banyak. Ada yang berpendapat ini adalah suatu peristiwa misteri, ada yang percaya bahwa itu pasti akan terjadi tetapi ada juga yang beranggapan bahwa itu tidak akan terjadi. setiap persepsi memiliki alasan dan argumentasi masing-masing. Dalam hal ini, bagaimana dengan konsep pemaham orang Kristen?
Munurut pandangan iman Kristen sangat jelas, bahwa akhir jaman pasti akan terjadi, mengenai masalah waktunya itu adalah misteri dan rahasia Allah, tidak ada seorang pun yang tahu, tetapi hal itu bukan berarti tidak terjadi tetap akan terjadi tetapi waktunya dan kapan terjadi bisa sewaktu-waktu Alkitab katakan kedatanganNya sangat tiba-tiba, tidak ada yang tahu dan Ia segera akan datang. Mengapa?
a. Ayat 8. Konsep waktu bagi Tuhan dan waktu bagi manusia sangat berbeda. Sebab dikatakan 1 hari sama dengan 1000 tahun dan 1000 tahun sama dengan 1 hari, bagi Allah konsep waktu tidak ada karena Dia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Sedangkan kita dibatasi oleh ruang dan waktu, ada pagi dan ada petang bagi Allah tidak ada karena Allah adalah kekekal. Sebab sebelum dunia ini ada Dia sudah ada dan sesudah dunia ini lenyap dengan segala isinya termasuk manusia Allah tetap ada dan tidak binasa.
b. Ayat 9. Karena Alkitab dengan jelas mengatakan Allah tidak pernah lalai untuk menepati janjiNya, Ia pasti akan menepati janjiNya.
Dan kedatangan Yesus yang ke dua kali disertai dengan tanda-tanda yang menyertainya hal itu tercatat dengan jelas dalam Matius 24. hal ini untuk mengingatkan kepada banyak orang untuk berhati-hati dan bersiap sedia supaya ketika waktunya tiba kita dalam keadaan siap untuk menyambut kedatanganNya.

L.
Penting bagi Petrus untuk menulis surat keduanya dan mengingatkan kembali tentang “hari Tuhan”. Manusia sering lupa dan terlena tentang “hari Tuhan” yang masih jauh sehingga mereka hidup melakukan apa yang mereka inginkan. Memang tidak ada seorang pun yang tahu kapan “hari Tuhan” itu akan datang; sudah dekat atau masih sangat jauh; namun yang jelas kapan pun hari itu datang biarlah kita menjadi orang yang siap sedia. Kesempatan hidup adalah untuk berkarya dan bekerja bagi-Nya.