Jumat, 23 September 2011

Akhir Dari Segalanya (Wahyu 20:11-15)

Akhir Dari Segalanya
Wahyu 20:11-15

A.
Perikop ini merupakan bagian akhir dari pasal 6-19 yang berbicara tentang penghakiman Allah dalam sejarah dan kehidupan manusia yang sedang berlangsung, dan perikop ini berbicara tentang penghakiman Allah atas manusia pada akhir sejarah.
Ay. 11 menggabarkan kebesaran Allah yang dahsyat. kalau dihadapanNya bumi dan langit akan lenyap, ini menunjukkan betapa besar dan mutlaknya Allah. Hanya Allah yang kekal dan segala ciptaan bersifat fana.
Ay. 12. menyebutkan “semua kitab” (hurufiah: semua gulungan). ini menunjukkan bahwa history is His story. Allah adalah penguasa atas sejarah manusia. penghakiman akan Ia nyatakan membuktikan bahwa Ia menuntut pertanggngjawaban dari umat-Nya. Ia tahu dan mengenal siapa umat tebusan-Nya.
ay. 13. menggambarkan bahwa tidak seorangpun yang dapat luput dari penghakiman Allah. kematian dan hades tidak dapat menyembunyikan perbuatan manusia.
ay. 14 Allah pasti menaklukan kematian sebagai musuh manusia. dosa dan kematian merupakan kekuatan dasyat di dalam dunia ini, tetapi Allah menaklukan semuanya itu. Ia tahu siapa umat tebusan-Nya.
ay. 15 penghakiman terakhir bkan saja sebagai pengakhiran, namun juga sebagai pemisahan. pemisahan antara yang diselamatkan dan yang tidak diselamatkan. pada akhirnya ada kepalsuan, kepura-puraan, kebohongan yang dapat menyembuyikan diri kita dihadapan tahta pengadilan-Nya. Ia tahu siapa umat tebusan sejati dalam Yesus Kristus.

B.
Kitab wahyu mengungkapkan bahwa sejarah dunia dan manusia adalah linear. wahyu 1:8 Alfa dan omega (awal dan akhir), Allah yang mengawali dan mengakhiri dunia ini.
1. Allah adalah Allah yang tetap ada. biarpun segala seuatu hilang, tetapi Allah tetap ada.
2. Allah yang memegang kunci kehidupan dan kematian. ay. 12. kematian itu menyerahkan orang yang besar dan kecil dihadapan tahta Tuhan. artinya Tuhan yang menghakimi mereka.

C.
Bagian ini menjukan otoritas Allah atas alam semesta dan ciptaan-Nya. Manusia harus mempertanggunjawabkan semuanya kepada Allah, bukan kepada dirinya sendiri. Tidak ada manusia yang dapat luput dari pengadilan Allah. Bagian ini juga ada kaitannya dengan pasal 21, yaitu ada pengharapan bagi mereka yang percaya dan hidup dalam kehendak-Nya. diperlukan sekali kesetiaan orang percaya di sepanjang hidupnya.

D.
Akhir kehidupan fana dan awal kehidupan kekal.
1. bumi lenyap  kerusakan di dalam bumi ini (gempa bumi, habisnya minyak bumi, alam ini makin hancur, dll)
2. Tahta putih  keadilan Allah. Allah akan memberikan penghakiman.
3. bertanggung jawab kepada Allah, sekitar kita dan sesama kita

E.
1. Sebenarnya penghakiman Allah sudah berlangsung sejak manusia jatuh di dalam dosa.
2. hari terakhir menunjukkan kesempatan untuk bertobat
3. segera menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus

F.
Sebenarnya yang duduk di tahta itu adalah Allah sendiri. setiap manusia akan diperhadapkan kepada penghakiman, ada satu hal yang menarik, keputusan dalam tahta putih itu:
- kekal
- tidak dapat dibandingkan
- tahta putih itu suci, oleh karena itu setiap manusia perlu melalui Kristus untuk menjadi suci.
- semua orang itu akan menghadapi tahta putih itu, jadi tidak ada orang yang terlewatkan.
Setiap orang pada akhirnya akan memuliakan Tuhan.

G.
Kondisi sekarang ini yang sudah merasuk banyak orang, paham hedonisme yang mengatakan “mari kita hidup bersenang-senang.” Wahyu 20:11-15
1. Setiap orang akan mendapatkan perhentian. berlaku bagi siapapun juga
2. dia akan berhadapan dengan pengadilan.
3. tuntutan pertanggungjawaban dari setiap orang
4. kesudahannya hanya ada 2: kehidupan kekal atau kematian kekal
jadi, kita harus menantang jemaat Tuhan untuk mengambil keputusan.

H.
Yerusalem yang baru akan muncul. ada 2 pilihan:
1. apakah kita menjadi penduduk yang tenggelam bersama babilonia
2. atau menjadi penduduk Yerusalem yang baru
Ketika Tuhan Yesus datang ada dua tahta:
1. tahta Kristus untuk orang percaya
2. tahta aras putih untuk orang yang tidak percaya
lenyap ada 2 arti:
1. lenyap dari mata kita
2. lenyap tidak ada lagi
dihadapan Tuhan ada 2 buku
1. buku catatan hidup dan mati
2. buku hayat
3. buku catatan peringatan
setiap orang pasti diperhadapkan kepada kematian dan akan dihakimi. Allah yang maha Kasih akan menyediakan Mat 15:21. Tuhan menyediakan tempat tanpa api.

I.
Penghakiman Tahta Putih terdapat dalam Wahyu 20:11-15 dan merupakan penghakiman terakhir sebelum orang-orang berdosa dilemparkan ke dalam lautan api. Penghakiman ini terjadi di akhir sejarah kehidupan manusia dan dimulainya kerajaan yang kekal. Banyak orang Kristen percaya ada tiga penghakiman besar yang akan terjadi. Pertama, penghakiman terhadap domba dan kambing yang disebut penghakiman bangsa-bangsa (Mat. 25:31-36). Yang terjadi setelah masa tribulasi dan sebelum kerajaan 1000 tahun. Tujuannya untuk menentukan siapa yang akan masuk ke dalam kerajaan 1000 tahun. Kedua, penghakiman terhadap pekerjaan setiap orang Kristen (2Kor. 5:10). Tujuannya untuk membagikan reward kepada mereka berdasarkan apa yang mereka kerjakan bagi Tuhan (Why. 22:12). Ketiga, penghakiman tahta putih pada akhir dari kerajaan 1000 tahun (Why. 20:11-15). Penghakiman terhadap mereka yang tidak percaya Yesus, yaitu orang-orang fasik. Mereka akan dihukum di dalam lautan api. Sebagian orang Kristen lainnya percaya bahwa ketiga penghakiman yang disebutkan diatas berbicara tentang penghakiman yang sama dan bukan tiga penghakiman yang berbeda. Dengan kata lain, mereka yang memegang pendapat ini percaya bahwa penghakiman tahta putih adalah saat di mana baik orang percaya maupun tidak percaya akan dihakimi berdasarkan perbuatan mereka. Mereka yang namanya ada dalam kitab kehidupan akan dihakimi untuk menentukan pahala. Sedangkan mereka yang namanya tidak ditemukan dalam kitab kehidupan, akan dihakimi untuk menentukan tingkat penghukuman yang akan mereka terima dalam lautan api. Apapun pandangan yang dianut seseorang mengenai penghakiman tahta putih, paling tidak ada 4 fakta penting yang harus diperhatikan terkait dengan penghakiman akhir:
1. Yesus Kristus yang akan menjadi Hakim, sedangkan yang menjadi terdakwa adalah semua manusia berdosa yang hidup di bumi (Why. 3:21: bdk. Mat. 19:28; 25:31; Yoh. 5:22; 2Kor. 5:10).
2. Semua orang yang tidak percaya akan dihakimi berdasarkan perbuatan-perbuatan mereka (Why. 20:11-15; Rm. 2:5-6). Setiap perbuatan membuktikan loyalitas hati seseorang. Itu mengekspresikan dan membuktikan apakah seseorang sungguh-sungguh percaya dan setia atau tidak kepada Kristus.
3. Orang-orang percaya juga akan dihakimi oleh Kristus, namun karena kebenaran Kristus telah diperhitungkan kepada mereka (2Kor. 5:21) dan nama mereka tertulis dalam kitab kehidupan, maka mereka akan memperoleh pahala sesuai dengan perbuatan mereka (2Kor. 5:10; Rm. 14:12).
4. Fakta-fakta absolut tentang penghakiman Allah yang akan membinasaan orang berdosa, akan mendorong dan memotivasi kita untuk giat memberitakan injil. Selain itu, juga mendorong kita hidup suci dan benar di mata Tuhan karena setiap perbuatan kita dicatat oleh Tuhan. Terakhir, fakta penghakiman itu memacu kita agar giat melayani Tuhan, karena jerih lelah kita melayani-Nya tidak sia-sia (1Kor. 15:58).

J.
Segala sesuatu ada awalnya atau ada yang memulai, demikian juga, segala sesuatu pada akhirnya harus berakhir atau akan diakhiri. Yang dapat melakukan kuasa seperti itu hanya Allah saja, sebab dia adalah Alfa dan Omega, Ia yang memulai segala sesuatu dan yang akan mengakhiri semua ini termasuk dunia ini dan segala isinya akan berakhir. Ketika hari akhir itu tiba, ada satu hal penting yang akan Allah lakukan yaitu, Allah meminta pertanggungjawaban kepada manusia atas segala sesuatu yang telah Ia perintahkan untuk dilakukan. Apakah perintah itu? Dalam Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu Allah memerintahkan manusia;
1. Kuasailah bumi dan penuhilah bumi dengan bertanggungjawab.
2. Untuk menggunakan kesempatan percaya kepada Yesus, Mesias yang dijanjikan itu.
3. Perintah Amanat Agung untuk memberitakan Injil.
4. Untuk menjadi Garam dan Terang dunia.
5. Bekerja dengan giat selama siang.
Semua perintah itu ada konsekwensi hukumnya, barang siapa yang tidak melaksanakan dapat dipastikan akan dibinasakan dan dihukum Allah. Kematian dan kengerian akan terjadi dengan sangat dasyat. Masing-masing orang akan diperhadapkan pada tahkan peradilan Allah, tanpa terkecuali. Ini hukuman yang sangat adil, terbuka dan trasparan tidak bisa ditutup-tutupi atau disuap dengan cara apa pun. Inilah keadaan yang terjadi pada akhir zaman, yaitu akhir dari segala sesuatu.

K.
Kita sudah siap menyambut kedatangan-Nya yang kedua, namun apakah kita sudah memberitakan nama-Nya? Kesudahan segala sesuatu sudah dekat mari kita terus giat mencari jiwa. Saat semua berakhir takhta putih tetap menjulang tinggi menunjukkan kekokohannya, dari takhta itu pengadilan dimulai. Apakah orang-orang yang kita kasihi ditemukan namanya dalam kitab kehidupan? Mari terus bekerja bagi-Nya.

L.
Diakhir segala kehidupan di dunia akan ada suatu penghakiman terhadap seluruh umat manusia di depan tahta putih pada saat langit dan bumi telah hancur atau pada saat penutupan sejarah dunia, yaitu saat kehidupan dibumi berakhir dengan tujuan :
1. Pernyataan kemahakuasaan & kemuliaan Allah sebagai Hakim Agung tentang destini setiap orang secara terbuka berdasarkan nama yang tertulis di dalam kitab kehidupan.
Tuhan Yesus sebagai Hakim Agung pada hari itu akan mengumumkan secara terbuka siapa yang menjadi umatNya yang sesungguhnya dalam kemahakuasaan & kemuliaanNya, dimana segala derita, air mata & perjalanan iman yang sejati kepada Yesus menjadi kemenangan yang nyata dihadapan seluruh umat manusia bagi setiap orang yang mengasihi Dia.
2. Pengungkapan secara absolut destini setiap orang yang berlaku secara kekal berdasarkan bukti /fakta yang diungkapkan melalui kitab-kitab itu menurut perbuatan setiap orang.
Tuhan Yesus sebagai Hakim Agung pada hari itu akan menyingkapkan & mengumumkan penghakiman & penghukuman yang akan diterima oleh setiap orang berdasarkan perbuatan jahat yang dilakukan setiap orang yang seluruhnya tercatat dalam kitab-kitab surgawi.
3. Penganugrahan akan destini setiap orang yang menyatakan keadilan Allah yang sesungguhnya & absolut atas diri setiap orang dimana tempat ia akan tinggal dalam kehidupan kekal selanjutnya.
Tuhan Yesus sebagai Hakim Agung pada hari itu akan melaksanakan ketetapan yang memberikan kepada setiap orang tempat dimana ia akan tinggal dalam kehidupan kekal selanjutnya, apakah di bumi yang baru atau di tempat penghukuman kekal.
Perumpamaan tentang lalang diantara gandum (Matius 13:40-43), dan pernyataan Yesus di Matius 7:21-23 dan Matius 25:31-32 menunjuk kepada “hari itu” yaitu hari penghakiman dimana Kristus yang berkata-kata itu yang akan menjadi Hakim yang Agung, yang menghakimi didalam ke MahatahuanNya yang tidak membutuhkan bukti untuk meyakinkan keputusanNya, karena Ia memiliki pengenalan yang sempurna terhadap karakter dan sejarah kehidupan setiap orang yang beridiri dihadapanNya.

M.
Kita harus berhati-hati agar tidak memunculkan kontroversi dalam jemaat. Dari psl 19:11- psl 21 mencatat tentang kejatuhan AntiKris dan pengikutnya,
20:2  Pengikatan Iblis, kata mengikat menunjukkan kepada pembatasan dari Allah terhadap sijahat, dalam bentuk melucuti si jahat.
20:4-6  orang-orang Kudus yang bersama dengan Kristus turut dalam menghakimi dunia. Mereka memerintah bersama dengan Tuhan Yesus, sebagai suatu wujudkan
20:7-10  Iblis di kalahkan. Siksaan selama-lamanya secara mutlak.
20:11-15  Penghakiman (11) kata besar dalam bahsa Yunani “megas” besar, dahsyat. Sedangkan kata “putih”berarti kemurnian, kekudusan, sempurna.

N.
Akhir dari segalanya, dimulai dari lenyapnya bumi dan langit yang telah tercemar oleh dosa,. Kemudian dimulai dengan penghakiman atas seluruh umat manusia, tanpa kecuali. Besar kecil menunjukkan bahwa penghakiman allah ebrsifat universal tanpa perbedaan. Penghakiman berdasarkan perbuatan:
1. Semua kitab yang menulis perbuatan manusia secara universal. Jadi penghakiman itu berdasarkan perbuatan manusia yang tidak percaya.
2. Kitab kehidupan yang mencatat nama orang-orang yang percaya. Bila nama seseorang tercatat dalam kitab kehidupan maka ia ada didalam hidup kekal. Oleh sebab itu tidak seorangpun yang dapat luput dari penghakiman, kita diselamatkan karena percaya kepada Yesus yang namanya tercatat di kitab kehidupan, oleh sebab itulah kita perlu hidup setia dalam mengikuti Yesus.
3. Langit dan bumi yang baru tidak bersifat materi tetapi rohani, oleh sebab itu jangan bergantung kepada dunia ini, tetapi berharaplah kepada Allah.

O.
Matthew Henry  penghakiman itu menyeluruh. Ini merupakan penglihatan kepada Yohanes. Karena Allah yang memberikan maka Ia sendiri akan menggenapinya. Ini bukan fiksi dan imaginasi, tetapi penyingkapan dari Allah. dalam penyingkapan ini Yohanes diperlihatkan tahta putih yang besar. Ini berbicara tentang pengadilan besar. Yang duduk diatas tahta putih itu adalah hakimnya. Ia adalah Tuhan dan Kristus. orang besar dan kecil, miskin dan kaya, kuat dan lemah, akan berdiri untuk dihakimi. Lalu yang menarik adalah tidak ada yang bisa menolak, menghindar karena semua kitab dibuka. Buku apa?
1. Buku pengetahuan Allah. di mana kemahatahuan Allah. segala sesuatu baik yang kita lakukan maupun perasaan dan pikiran terdapat disana.
2. Buku tentang hati nurani orang berdosa
3. Buku tentang kitab-kitab Allah.
4. Buku tentang kehidupan  ini adalah final, penetapan berdasarkan semuayang telah tercatat.
Yang perlu diperhatikan bahwa jangan kita merasa aman menjadi orang Kristen, karena kita harus memeriksa diri apakah kita sungguh-sungguh telah menjadi bagian dalam buku kehidupan itu.

P.
Pengadilan itu tuntas besar kecil dan apapun statusnya terbuka tanpa ada yang dapat berdalih.

Q.
Berbicara tentang akhir dari segalanya, sangat menyenangkan jika hari ini Tuhan Yesus benar-benar datang untuk mengakhiri segalanya. Minggu lalu berbicara tentang Atheis Praktis, mungkin saja banyak orang masih menganggap sepi tentang Tuhan. Namun dari kebenaran Firman Tuhan dalam Wahyu ini, ternyata segalanya akan berakhir. Kita mungkin sibuk dan asyik sampai melupakan bahwa segala sesuatu pasti berakhir, tapi akhir dari segalanya pasti datang, tiba dan selesai. Penyelesaian itu di awali dengan:
1. Segala Sesuatu Berakhir (11, 14) ini adalah suatu kenyataan yang perlu dipahami, bahwa langit dan bumi akan berlalu. Tidak diperbaharui, sama sekali tidak akan berbekas. Semua akan terbuang. Tidak ada yang tinggal. Tapi satu yang tinggal yaitu manusia. Manusia tidak akan dilenyapkan selama-lamanya karena ia adalah satu-satunya yang abadi. Hal ini yang harus membuat seseorang sadar sekarang sebelum terlambat.
2. Berhadapan dengan Tahta Pengadilan (11-13)
Semua orang akan diadili. Tidak tergantung usia atau apapun. Tidak ada pembela, tidak ada yang menggantikan, semua orang akan mempertanggung jawabkan hidupnya sendiri. bahkan orang mati maupun orang yang hidup sama-sama berdiri di hadapan Allah. Paham yang berkata bahwa kalau manusia meninggal maka habislah ia, ternyata tidak benar. Karena dari Firman Tuhan ini, semua orang baik yang mati maupun yang hidup tidak dapat menghindarkan diri dari penghakiman Allah.
3. Pengumuman dari Pengadilan sebagai keputusan Allah yang tidak dapat diganggu gugat. (15)
Ada beberapa kitab ditangan Allah, tidak seorangpun tahu isi dari kitab yang tidak dibukakan bagi Yohanes, tetapi yang terbuka pada saat ini adalah kitab Kehidupan. Nama yang tidak tercantum dalam kitab kehidupan tidak akan pernah masuk ke dalam kerajaan Allah. pendaftaran untuk nama tercantum dalam kitab kehidupan itu tidak akan berlaku pada saat itu. Sebab kehidupan yang kita jalani sekarang telah terdaftar dengan sempurna. Hari ini menentukan bagaimana kita akan mengakhiri semua ini.

R.
Akhir dari perjalanan hidup manusia di dunia ini adalah kematian,”Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi.”(Ibr 9:27).Akhir dari segala sesuatu adalah pengadilan Allah. Pengadilan Allah akan menentukan seorang masuk ke dalam kerajaanNya atau menerima hukuman. Pengadilan Allah tidak hanya dilihat dari perbuatan seseorang, karena tidak ada seorangpun yang lolos dari hukuman Allah (bnd Rom 3:23 dan 6:23). Akan tetapi, karena Kristus sudah menanggung hukuman Allah dikayu salib, maka setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya, tidak dihukum(Rom 8:1). Tetapi sebaliknya bagi setiap orang yang menolak / tidak percaya pada Kristus akan menerima hukuman.

S.
Perikop ini memaparkan suatu tahap akhir dari proses penilaian Tuhan terhadap seluruh manusia, yaitu penghakiman terakhir di mana semua orang yang tidak percaya kepadaTuhan Yesus akan dilemparkan kedalam lautan api (neraka) yang kekal.
Orang yang tidakpercaya kepada Tuhan Yesus akan memiliki buahkehidupan yang buruk dan selalu “mendukakan” Tuhan. Dan buah kehidupan yang buruk dan selalu “mendukakan” hati Tuhan,merupakan bukti dari manusia yang tidak membuka hatinya kepada Kristus.