Jumat, 05 Agustus 2011

Tegak Bersinar

Tegak Bersinar
Matius 5:14-16; Daniel 2:48

A
Pertama, Terang Anda harus terlihat.
Jika Anda berpikir dari sebuah lampu, rumah-rumah di Palestina sangat gelap, mereka tidak punya listrik, mereka hanya mungkin salah satu jendela bundar tidak lebih dari 18 inci panjang. Yang mereka miliki adalah lampu kecil seperti mangkuk saus yang penuh dengan minyak, dan sumbu mengapung di dalamnya. Biasanya mereka menempatkan lampu yang di tempat tinggi, sehingga memiliki efek terbesar di seluruh rumah, sehingga menyebar kemana-mana.
'Tidak ada hal seperti pemuridan rahasia - baik untuk kerahasiaan menghancurkan pemuridan, atau pemuridan menghancurkan kerahasiaan'. Ini kontradiksi! Anda tidak bisa menjadi pengikut Kristus dan tidak ada yang tahu tentang itu! Anda melihat Dia tidak mengatakan: 'Kamu adalah terang gereja'. Dia berkata: "Kamu adalah terang dunia '. Ini harus terlihat.

Kedua: terang itu harus efektif. Dalam keluarga atau dalam lingkungan.

Ketiga terang itu harus tidak tersembunyi. Seperti lampu jangan ditaruh di bawah gantang. Ada berbagai gantang dalam hidup kita: gantang pengecut, spt Yusuf Arimatea; gantang apatis. Cuek; gantang diam seperti Lot; gantang inkonsistensi.

Bagaimana kita bisa bersinar? Seorang pria pada satu kesempatan pergi berkemah dengan istrinya, dan membawa korek api dengan dia. Ketika mereka membelinya ada tanda kecil yang mengatakan bahwa itu bisa bersinar dalam gelap. Ketika mereka mematikan lampu di tenda, mereka akan menguji itu tetapi mereka tidak bisa menemukan korek api karena tidak bersinar dalam gelap. Ketika istri mengambil senter dan melihat tulisan di sisi kotak korek api, ia menemukan tulisan dalam bahasa Prancis kata-kata ini: "Jika anda ingin saya untuk bersinar di malam hari, taruh saya dalam cahaya '.

Keempat, terang itu harus terpancar pada orang lain. ayat 16: "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga '. 'Perbuatan baik' bahwa kata berarti hal-hal menarik, hal-hal yang tidak menyinggung orang, tetapi hal-hal yang menarik orang kepada Tuhan .

B
Kita memiliki identitas sebagai terang dunia dalam Kerajaan Allah. Yoh 8:12 sama seperti Kristus adalah terang dunia.Terang itu tidak tersembunyi. Kita harus menjadi orang Kristen yang proaktif bukan reaktif. Terang sama dengan perbuatan baik (Efesus 2:10)

C
Suryono Suharto, ia menyimpulkan bangsa Indonesia adalah bangsa yang sekularis, konsumeris, individualis.
-Kita tidak boleh ekslusif (memisahan diri) tetapi harus inklusif (melibatkan diri) dalam berkarya bagi bangsa
-Kita harus memiliki keteladanan yang baik (visible)
-Panggilan tidak lepas dari rencana Kerajaan Allah-memuliakan Bapa melalui perbuatan baik.

D
Ay. 16, ketika kita menjadi anak Tuhan, maka secara otomatis terang itu langsung bersinar. Disini terdapat perbedaan antara orang percaya dengan orang non-percaya. Terang itu natural dan tidak dibuat-buat.
Perbedaan dengan orang dunia ketika berbuat baik, itu bukan syarat keselamatan melainkan buah keselamatan.
Fokus terakhir adalah membawa orang melihat dan menemukan Tuhan.

E
Ay. 14, 15, selalu “berada di atas yang lain. Ini berbicara dengan “integritas” yang istimewa bujan aneh.
Ay 15 “menerangi” artinya membawa perubahan, memberikan inspirasi
Ay 16 ada dampak dari terang itu, membuat orang lain ikut kepada terang itu dan melihat kepada Bapa di Surga

F
Persoalan bukan bgmn menjadi terang, tetapi apakah kita memiliki kerelaan ketika kita menjadi terang bukan kita yang dimuliakan.

G
Pernyataan Yesus dalam bagian ini hendak memberikan kesadaran kepada para pengikutnya, bahwa ia harus memiliki manfaat dan guna bagi dunia ini.
Ukuran kemajuan spiritual adalah mindfulness. Selalu sadar dan terjaga mengenai siapa diri kita. Kamu adalah terang berkaitan dengan eksistensi identitas diri. Bukan sekedar ada tetapi hadir memberikan pengaruh kepada dunia ini.

H
Menjadi terang adalah righteousness, integritas.

I
Orang Kristen Mercusuar
-Mercusuar dicipta untuk menjadi terang. Ada terang ilahi dalam diri orang percaya.
1 Yoh 1:7 “makin lama makin terang”
-Mercusuar ada di tempat yang tepat
-Mercusuar tetap tegak bersinar walau diterjang badai-gelombang (1 Yoh 2:9-10)
-Mercusuar sinarnya makin lama makin terang (1 Yoh 2:6)

J
Kita memiliki peran yang sangat penting di zaman ini
Kita harus berada di tengah-tengah dunia
Kita harus melihat masalah apa yang ada di sana
Kita harus menjadi contoh

K
Injil Matius ditulis oleh Matius dengan maksud untuk pembelaan ajaran Kristen terhadap orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Itu sebabnya penulis menjelaskan hal-hal penting tentang Kristus, mulai dari kelahira-Nya, dan masa kanak-kanak dan kematian-Nya. Kedua hal ini menjadi penghalang bagi orang-orang Yahudi untuk percaya kepada Yesus. Karena ada desas desus Yesus lahir di luar penikahan dan juga Mesias yang disalibkan adalah batu sandungan bagi mereka. Selain itu juga diberi tekanan pada kebangkitan Yesus suatu kenyataan yang disangkal orang Yahudi Mat. 27:62-66; 28:11-15). Jadi Injil ini ditulis untuk dipakai dikalangan orang Kristen untuk memperdalam pengertian akan Kristus dan dipakai dalam usaha pembelaan iman Kristen. Khusunya pada pasal 5:1-16, berbicara tentang sifat-sifat yang harus dimiliki oleh murid-murid Kristus. Diantaranya adalah:
1. Harus menjadi terang yang menerangi kegelapan rasio dan hati orang berdosa.
2. Harus menjadi saksi melalui perilaku, karakter dan perbuatan yang baik.
3. Sehingga memuliakan Allah bapa di surga.
4. Harus menjadi orang yang dapat dipercaya dan diandalkan seperti Daniel yang diangkat menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel.

L
Sebuah lampu untuk dapat memancarkan sinarnya, lampu itu harus bisa tetap eksis memancarkan terangnya. Untuk dapat bersinar harus di dukung dengan kecukupan bahan bakar yang melimpah sehingga cahayanya terus bersinar. Tanpa ada kecukupan bahan bakar lampu itu tidak akan lama bertahan untuk memancarkan sinarnya, lama-kelamaan akan redup dan padam. Sama halnya dengan hidup orang percaya, untuk dapat menjadi terang dunia, dia harus memiliki sumber cahaya yang melimpah sehingga dapat terpancar dalam hidupnya. Untuk menjaga ketersediaan sumber cahaya itu setiap anak Tuhan harus terus memiliki kedekatan dengan Allah sebagai sumber cahaya ilahi yang kekal.
Demikian juga dengan Daniel yang terus berusaha menjaga relasainya dengan Tuhan dengan berdoa 3 kali sehari (sesuai imannya) membuat Daniel memancarkan cahayanya dengan kuat. Daniel tidak pernah melepaskan relasinya dengan Allah sebagai sumber cahaya ilahi maka Allah selalu memberkati setiap perjalanan hidupnya. Apa pun yang ia perbuat dan segala sesuatu yang dia lakukan selalu memancarkan terang sinar ilahi yang membuat orang mengenal Allah yang benar.

M
“Kamu” adalah terang dunia. Kata kamu menunjuk kepada pribadi dan tidak dapat diwakilkan. Menjadi terang adalah kewajiban setiap orang percaya, tidak ada alasan apapun yang bisa menjadi dalih bagi orang percaya. Daniel di tengah situasi yang bisa saja menjadi “alasan” untuk tidak bersinar namun ia tetap memancarkan sinar yang luar biasa, bukan hanya menerangi satu desa tapi satu negara. Terang yang terus bersinar dan memancar tentu tidak dapat dikerjakan dalam sehari tapi harus diupayakan seumur hidupnya. Relasi mempengaruhi aksi.

N
Tuhan Yesus menyebut kita sebagai garam dan ternag dunia. Karakter garam dan terang : tidak dapat diubah. Garam mengalahkan rasa hambar, ada cita rasa dan menyedapkan. Demikian juga dengan terang, tidak dapat dikalahkan oleh gelap. Sebaliknya, gelap pasti dikalahkan oleh terang. Seseorang disebut Kristen bukan dari KTPnya, tetapi dari perbuatannya yang baik, Perbuatannya itulah yang menyinari sekelilingnya.\
Dampak sebagai terang:
1. Ay.14 : Kita diibaratkan sbg kota yg terletak diatas gunung, yang artinya kita dihormati, dihargai, diteladani.
2. Ay.16 :Bapa di permuliakan karena perbuatan kita. Artinya kita menjadi berkat di sekitar kita bahkan di dunia ini. Apakah kita sudah menjadi terang di tengah-tengah keluarga kita atau di lingkungan di mana kita berada? Janganlah seperti siput ketika di dekati justru ia segera berlindung di dalam rumahnya.

O
Garam berfungsi untuk mengawetkan.Supaya tidak busuk.( zaman dulu belum ada kulkas), jadi garam adalah satu-satu yang dapat mengawetkan supaya tidak busuk.
Dunia sedang menuju kehancuran ( membusuk ).Anak Tuhan diibaratkan sebagai garam. Menggarami dunia yang membusuk. Sehingga untuk membuat diri diperhitungkan atau membawa pengaruh dalam lingkungan, ia harus mempunyai integritas. Tanpa integritas tidak mungkin kita dapat memberi dampak kepada dunia.
Tuhan Yesus sendiri adalah Terang. Sehingga IA merindukan anak-anakNya menjadi terang bagi kegelapan dunia ini. Di tengah-tengah keluarga, pekerjaan dan dimana saja kita berada.

P
Tuhan memerintahkan kita untuk menjadi terang.Mengapa? Karena Ia sendiri adalah terang, sebab itu Ia ingin setiap orang Kristen menjadi terang. Tuhan Yesus mengarahkan kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem dan Yerusalem itu memang harus lebih terang dari bangsa-bangsa kafir. Dan orang Yahudi tahu jelas bahwa ia sendiri bukanlah terang, dan Tuhan sendirilah Terang. Terang yang dimaksud adalah terang Tuhan yg ada dalam hidup mereka.Kita harus merefleksikan Terang Tuhan.Maksud Tuhan Yesus menjadi terang adalah :
1. Hidup kita bisa dilihat seperti terang.Terang bisa di lihat seperti kota Yerusalem bisa dilihat.
2. Terang itu sebagai pembimbing dalam kegelapan.
3. Terang itu menjadi peringatan adanya bahaya di depan kita.
Tujuan dari semua itu adalah supaya mereka melihat terang itu melalui perbuatan baik kita supaya orang- orang memuliakan Allah.