Jumat, 12 Agustus 2011

Membangun Bersama, Menyongsong Hari Esok

Membangun Bersama, Menyongsong Hari Esok
(Amos 9:11-15)
Am: 1 Pet 2:12
Br: Mz 112 :1-10

Tujuan:
- Jemaat memahami bahwa Allah menempatkan kita di tengah pluralitas etnis, budaya bahkan agama, namun Allah memanggil kita untuk membawa pertobatan bagi mereka untuk menyongsong masa depan cerah.
- Jemaat bijaksana dalam bertindak dengan cara pandang iman Kristen sesuai dengan pengharapan yang Allah berikan.

A.
Amos dan Jamannya
Amos merupakan nabi Perjanjian Lama yang hidup di dalam masa Raja Uzia, kerajaan Yehuda dan Raja Yerobeam, kerajaan Israel (1:1). Di masa ini dua raja bangsa Yehuda ini, Uzia dan Yerobeam, sama-sama didapati salah di hadapan Tuhan. Hal ini terbukti dari keterangan Alkitab yang menjelaskan raja Yerobeam yang “berbuat jahat di hadapan Tuhan” (2 Raja 14:24), dan meski pun Uzia dikatakan hidup “benar di hadapan Tuhan” pada awal pemerintahannya sebagai raja Yehuda, ia mengakhirinya dengan menyedihkan di hadapan Tuhan dengan melanggar ketetapan Tuhan mengenai korban persembahan di hadapan Tuhan (2 Taw. 26:1-13). Singkatnya, Amos hidup di tengah kondisi rohani yang hancur dan rusak di hadapan Tuhan.
Di dalam tulisannya ini, Amos yang hidup di masa Kerajaan Israel banyak menguraikan soal kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Sebagai seorang Nabi, ia dipakai Tuhan untuk menyatakan ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di Israel. Mulai dari penghukuman Tuhan bagi bangsa-bangsa yang berbuat jahat di hadapan Tuhan (psl 1-2) juga bersamaan dengan penglihatan-penglihatan mengenai nasib bangsa tersebut (psl 7-9), dilanjutkan dengan berbagai macam kritik sosial tentang kehidupan bangsa Israel (dari ketidakadilan; orang miskin tertindas oleh orang kaya, sikap serakah wanita Samaria dengan julukan “lembu basan”, kepalsuan ibadah, dan penyalahgunaan kekuasaan politik), kemudian diakhiri dengan ungkapan janji pemulihan Tuhan atas Israel. Di konteks inilah Amos memainkan perannya sebagai seorang nabi “pemberita hukuman” dan nabi “pemberita pemulihan”.

Antara Penghukuman dan Pengharapan
Pada bagian ini Amos menguraikan mengenai janji pemulihan Allah bagi Israel. Pertanyaannya sekarang mengapa tiba-tiba perkataan Amos yang tadinya penuh dengan kecaman dan hukuman dari Allah berganti menjadi suatu perkataan mengenai pemulihan? Apakah Allah berubah? Apakah Allah tidak konsisten? Sebab bukankah istilah “hari Tuhan” sebagaimana dijelaskan Amos pada pasal 5:18-20 selalu berbicara kehancuran? Masalahnya bukan soal konsisten atau tidaknya. Bukan soal berubahnya keputusan Allah atau tidak. Sebaliknya, ada dua pertanyaan yang sekaligus menjawab persoalan tersebut. Pertama, apakah berarti seluruh nubuatan Amos tidak mengandung harapan? Dua kali pada waktu ia menerima pengelihatan mengenai hukuman, Amos memohon rahmat Allah untuk “Yakub” (baca: bangsa Israel) agar diampuni (7:2,5). Kedua, ketika Allah menjawab seruan Amos apakah tidak mungkin Ia akan memulihkan bangsa itu setelah Ia menghukumnya? Sangat mungkin, bukan?
Akhirnya, di bagian akhir ini Amos sebenarnya hendak menyatakan Anugerah Tuhan yang amat luar biasa. Anugerah Tuhan yang tetap memelihara umatNya. Anugerah itu adalah janji pemulihan yang memberikan harapan bagi bangsa Israel untuk melihat karya Allah, sekaligus merupakan suatu pelajaran rohani yang membuat mereka belajar dari kesalahan serta berusaha untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan sesama

Pesan Firman Tuhan
Apa pesan Firman Tuhan yang juga berkaitan dengan semangat membangun masa depan kehidupan kita di tengah kondisi carut marutnya bangsa ini?
1. Allah menghendaki gerejaNya menyatakan “suara kenabian”. Maksudnya, sebagaimana nabi Amos, orang-orang percaya dipanggil menjadi nabi-nabi pemberita suara kebenaran Allah. Penegak kebenaran di tengah situasi “jaman yang bengkok” ini (
2. Di tengah ketidakmungkinan melihat “kebenaran” ditegakan, Tuhan masih memberikan pengharapan dan kekuatan bagi tiap orang percaya guna mewujudkan kebenaran Allah. Maksudnya kesulitan atau tantangan yang kita hadapi dalam menyuarakan suara kenabian, Tuhan senantiasa memberi pengharapan dari segala yang kita perbuat di dalam kebenaran Allah.

Pertanyaan refleksi
Sudahkan saudara hidup menyatakan “suara kenabian”? Sudahkah saudara melihat adanya pengharapan ditengah-tengah “ketidakmungkinan” ini? Adakah pemulihan-pemulihan yang sudah Tuhan nyatakan bagi hidup kita, keluarga kita, atau bangsa kita?

B.
Amos 9:11-15, merupakan bagian pemulihan, dibandingkan dg psl 1-9:1-10. Inilah yang dibutuhkan oleh bangsa kita, yaitu pemulihan dari Allah, karena manusia dengan segala daya upayanya tidak sanggup, namun Allah mau memakai manusia.

C.
Penghukuman yang terjadi menyeluruh namun juga selektif, orang yang benar akan dipulihkan. Ada 2 hal:
1. Mereka yang disisakan, adalah orang yang menganggap dirinya gubuk Daud
2. Pemulihan juga mencakup bangsa lain, karena termasuk dalam rencana Tuhan
Keselamatan holistik, tidak hanya bangsa sendiri, namun juga bangsa lain, tidak hanya jiwa, namun juga keselamatan dalam hal yang lainnya, fisik.

D.
Semangat Amos dalam menaruh harapan kepada umatNya. Bahwa Tuhan akan merestorasi, mereformasi, kesejahteraan yang dipulihkan, bukan hanya untuk pemerintah saja, namun juga untuk umatNya.
Ilustrasi: Dalam sebuah konferensi yang diadakan Standard Chartered, diprediksi tahun 2040, Indonesia akan maju, Indonesia akan masuk dalam G-7.

E.
Bila kita melihat struktur Amos, dapat dibagi menjadi 3 bagian:
1. Ay 11 à kondisi kehancuran, bila tidak taat, maka Tuhan akan menghancurkan.
2. Ay 12-14 à tantangan dan kesulitan, walaupun Tuhan ingin membangun orang Yahudi, bangsa Yehuda, namun mereka menemui tantangan, sisa2, mendirikan kota2 licin, menanami kebun anggur, tantangan yang tidak mudah, namun akan ada penyertaan Tuhan.
3. Ay 15 à janji Tuhan, bila Tuhan memberikan maka pasti akan terjadi.
Kunci pengharapan adalah berasal dari Tuhan, dari segala ketidakmungkinan, bila ada Tuhan, ada harapan, dan segala mungkin. Karena Tuhan sanggup melakukan perkara-perkara ajaib, kepada bangsa, negara, dan gereja kita.

F.
Kejadian ini terjadi sebelum pembuangan, kasih Allah 2 dimensi, kasih Allah menghukum yang salah; namun juga menghukum untuk pertobatan. Sebenarnya dalam perikop ini Allah masih memberikan kesempatan supaya orang Israel bertobat dari kesalahannya. “Aku akan memulihkan kembali” bila orang Israel benar-benar mau bertobat, begitu pula dengan bangsa kita, kiranya anugrah ini tidak disia-siakan sebelum terlambat.

G.
Apakah tanggapan orang Israel ketika mereka mendengarkan berita pengharapan? Apakah mereka apatis? Begitu pula dengan kondisi bangsa kita, apakah kita masih memiliki pengharapan, iman, dalam doa bahwa Tuhan akan bekerja?

H.
Cerita Amos merupakan sebuah cerita yang pahit, getir, sedih, yang parah, politik, iman, ekonomi, hancur, bahkan boleh dikatakan bangsa ini tidak lagi bisa menegakkan kepala untuk menatap masa depan bangsanya. Namun ada Allah yang interfensi dalam sejarah manusia, yang penting adalah bisakah kita melihat dan beriman He is the Lord, yang tidak pernah gagal dalam melaksanakan rencanaNya.
1. Membutuhkan pengharapan dari Tuhan
2. Membutuhkan pemulihan dari Tuhan
3. Membutuhkan kebangunan dari Tuhan
Bila kita meyakini bahwa Allah kita setia, maka janji Tuhan, akan tergenapi, dan Ia tidak pernah gagal, namun siapa yang akan Tuhan pakai? Kiranya setiap kita bisa dipakai Tuhan, dan menjadi berkat.

I.
Penulis kitab Amos adalah Amos, seorang nabi abad ke-8 SM. Ia seorang peternak dan pemungut buah ara hutan yang tinggal di desa Tekoa, 19 km selatan Yerusalem (7:14). Temanya: Keadilan, kebenaran dan hukuman Allah atas kerajaan Israel karena doa. Alasan penghukuman karena dosa penyembahan berhala dan tekanan terhadap orang miskin. Waktu itu umat Israel menikmati kekayaan, damai dan kemakmuran tetapi mereka menganiaya orang miskin dan menjual mereka sebagai budak. Akhirnya Israel ditawan kerajaan Asyur. Ayat kunci: 5:24, biarlah keadilan bergulung seperti sungai dan kebenaran seperti aliran yang tidak kering. Pasal 1:1-2:16 bicara tentang pengumuman akan penghukuman Allah atas 7 bangsa disekitar Israel termasuk Yehuda. Pasal 3:1-6:14 tentang alasan-alasan penghukuman Allah. Pasal 7:1-9:10 mencatat lima penglihatan nubuat Amos tentang hukuman Allah. Yang terakhir pasal 9:11-15 berbicara tentang pemulihan Israel di masa depan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan setiap orang Kristen sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan.
1. Hidup sesuai dengan visi dan misi Tuhan yaitu menjadi saksi Kristus (Am. 9:11). Kitab Amos berakhir dengan sebuah janji akan pemulihan bagi Israel (ay.8). Suatu saat mereka akan dikembalikan ke tanah air mereka dan menjadi berkat bagi seluruh bumi. Tuhan akan menjadi Allah mereka (ay.15). Allah menyelamatkan dan menempatkan kita di dunia untuk bersaksi memberitakan Injil. Apa yang dapat kita lihat dan pelajari dari kitab Amos? Peranan yang gagal dilakukan umat Israel khususnya di kerajaan Utara menghasilkan hukuman dan murka Allah. Mereka seharusnya memberikan teladan bagi bangsa lain, namun mereka justru terjebak dalam praktik penyembahan berhala, mengikuti gaya hidup dan moralitas yang jahat. Penghukuman Allah melalui penghancuran pondok Daud dan pembuangan ke ke Asyur. Allah berjanji bahwa satu dari keturunan Daud akan memerintah sebagai raja selama-lamanya (2Sam. 7:12-16). Kisah rasul 15:16-17 menegaskan bahwa janji itu digenapi tatkala Yesus bangkit dari kematian pada zaman sekarang di dalam gereja. Kristus memerintah dalam hati dan rohani baik orang Yunani maupun orang Yahudi. Yesus perintahkan kita semua pulanglah ke rumahmu, ke kampungmu dan ke kotamu untuk bersaksi, bercerita dan beritakan siapa dan apa yang Yesus sudah lakukan dalam hidupmu.
2. Bertindak dengan bijaksana sesuai dengan prinsip firman Tuhan (Amos 9:13-15). orang Yahudi di zaman Amos sudah kehilangan kepedulian dan kasih Allah. Orang kaya tidak membebaskan budak mereka, tidak menghibur dan menolong orang yang lemah (Am. 2:6-7; 4:1; 5:11-12). Agamawi mereka hanya ritual saja dan tidak sungguh mengasihi Tuhan. Datanglah Amos mengumumkan penghukuman Allah atas umat Israel. Kita tidak boleh berasumsi bahwa pergi ke gereja dan melakukan perbuatan baik itu sudah cukup. Allah menghendaki iman keyakinan kita meresap ke dalam setiap aspek hidup kita. Biarlah sikap dan tindakan kita mengubah dan menginspirasi semua orang dan semua situasi dan kondisi. Kita harus biarkan perkataan Amos menginspirasi kita untuk hidup setia seturut kehendak Allah. Tuhan berjanji akan membangun kembali kota Yerusalem dan umat Israel akan tinggal di dalamnya. Kuncinya: milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka (1Ptr. 2:12).

J.
Israel perlu mengalami pemulihan secara menyeluruh sebab mereka sudah meninggalkan Tuhan sangat jauh. Mereka meninggalkan ibadah dan rumah Tuhan dengan melakukan penyebahan kepada berhala, mereka tidak lagi mendengar Tuhan melalui nabi-nabiNya. Melihat hal ini Tuhan sangat sedih, umat bangsa pilihanNya sudah sangat jauh meninggalkan Tuhan. Tuhan membenci ibadah raya mereka, Tuhan ingin menghukum dan menolak mereka. Tetapi kasih sayang Allah terhadap umatNya tidak pernah berubah, kasih setiaNya tetap Ia berikan kepada Israel. meskipun Tuhan membenci mereka dan ingin menghancurkan umatNya asal mereka –
bertobat dan kembali pada Allah maka Allah menyediakan pemulihan bagi Israel. Allah inging mengembalikan masa kejayaan Israel seperti pada jaman Daud serta memberikan kemakmuran Asal mereka kembali kepada Allah. Ini janji yang Allah ucapkan bagi umat pilihanNya.

K.
Kehidupan Israel seringkali diperhadapkan dengan sebab akibat. Ketika mereka dekat Tuhan maka berkat melimpah atas mereka, namun saat mereka meninggalkan Tuhan maka murka Allah menimpa mereka. Israel merupakan satu bangsa yang penuh limpahan kemurahan Allah namun sekaligus menjadi bangsa yang tidak dapat menghargai kemurahan itu. Israel terlalu banyak mendukakan hati Tuhan. Namun kasih setia Tuhan tidak pernah beranjak dari sana dan Tuhan akan memulihkan Israel.

L.
Pasal 7-9:10 Amos menggambarkan penghukuman Allah atas Israel seperti keranjang dengan buah musim kemarau yang ranum yang segera akan membusuk dalam panasnya hukuman Allah. Dalam pasal 9:11-15 ini merupakan janji Tuhan, meski akan dihukum Allah teapi tidak akan dimusnahkan tetapi justru akan dipulihkan. Bahkan, Amos melilhat bahwa suatau hari bangsa ini akan memberkati semua bangsa di bumi. Pondok Daud yg telah roboh itu mengacu kepada ke-12 suku Israel yg hidup dalam pemerinahan Messias. Pada prinsipnya, manusia berdosa yang bertobat dalam Tuhan akan dipulilhkan.

M.
Amos bukan keturunan Nabi ada di dalam pasal 7:14-15. Amos muncul karena kondidi bangsa Israel saat itu sangatburuk,terpurukdiantaranya:
1. Israel melanggar hak hidup sesamanya (2:6)
2. Israel berzinah secara fisik (2:7)
3. Israel bejad dalam ibadah
kondisi seperti inilah yg membuat Tuhan memberikan hukuman yang utuh dan menyeluruh. Mengapa Tuhan berlaku demikian terhadap Israel? Karena Tuhan hanya memilih satu bangsa saja di muka bumi ini. Secara rohani pemimpin2 pun melakukan kejahatan, bisa disuap (7:10). Tetapi janji Tuhan adalah harapan di tengah kondisi yang paling buruk. Berkali-kali Tuhan mengatakan carilah Tuhan maka akan hidup. Pemulihan Tuhan hanya terjadi bagi mereka yang mencari Tuhan. Tuhan yg berjanji, Tuhan yg menggenapinya.

N.
Amos melayani di wilayah utara ada masa oemerinahan Yerobeam 2. Pada saat itu Israel memasuki jaman keemasan. Stuasi politik stabil, tidak ada ancaman dan pemberontakan baik dari luar dan dalam negeri. Yerobeam memulihkan kembali batas Israel dari jalan masuk ke Hamat ke laut Haraba (2 Raj. 14:25). Perdagangan juga baik, dan rakyat makmur, tetapi tidak merata dan kesejahteraan hanya dimiliki sebagian orang yg digunakan untuk kesenangan pribadi (3:10). Gaya hidup mewah dengan mendirikan bangunan megah yg penuh dengan perhiasan mewah (3:15; 5:11; 4:6). Penuh pestapora (2:8, 4:1). Mendapat keuntungan dengan menindas kam miskin (8:4). Kaum kecil menjadi korban keserakahan mereka dan sikap tak peduli orang kaya atas orang miskin. Keadilan juga tidak ditegakkan (2:6; 8:6). Secara ekonomi mereka hidup baik dan diberkati tetapi secara rohani mereka miskin. Mereka jahata dan berkali-kali Tuhan menghukum dengan kekeringan tetapi mereka tidak bertobat. Bahkan di tengah2 penghukuman pun masih berbua jahat: gadai tanah, jadi lintah darat, dan yg miskin tambah miskin dan kaya jadi kaya. Tuhan yg adil itu telah berfirman mereka pasi dihukum, dan Tuhan yg baik tidak membiarkan mereka binasa dengan kejahatan mereka. Tuhan mencai mereka dan mau supaya mereka bertobat. Tuhhan mau memukihkan bangsa Israel agar mereka dapat menjadi berkat. Masa hidup mereka yang kelam akan berlalu. Jika mereka bertobat mereka akan hidup lebih baik.

O.
1. Kejahatan telah merambah dan memuncak tanpa batas. Itulah yg terjadi di jaman Amos. Kejahatan bukan hanya dilakukan oleh para penguasa tetapi seluruh bangsa sudah tercemar dan najis.
2. Allah akan bertindak menyatakan kebenaran dan keadilanNya. Allah itu tidak pernah lalai dan membiarkan, dan pasti akan bertindak atas dosa-dosa mereka. Kadang2 org Krisen juga akan menindak pada mereka yg bebuat jahat.
3. Dalam Amos 9 bahwa ada janji pemulIhan atas negeri melalui umaNya. Tugas kita adalah mendoakan bangsa ini menjadi garam dan terang. Tuhan akan memakai umatNya untuk mengadakan pemulihan atas negeri. Kita harus hidup dengan moralitas yg benar, bertindak dengan etika yg benar, berkarya dgn motivasi yg tulus dan benar.

P.
Amos adalah seorang Nabi yang memberitahukanakan kehancuran Israel Utara (Nubuat) jika tidak bertobat. Mengapa? Karenabgs Israel melakukan ketidakadilan ( suap, sogok, menindas rakyat miskin). Maka Amos terpanggil untuk memulihkan keadaan bangsa Israel.
Amos ingin :
1. Menegakkan keadilan
2. Membangun Pondok Daud
Maksudnya : Tempat penyembahan kepada Tuhan (24 jam), ada puji-pujian, menari buatTuhan, Pada zaman itu pondok Daud penuh dengan pujian, menari buat penyembahan kepada Tuhan. Pondok Daud penuh dengan kemuliaan Tuhan, karena kehadiran Tuhan di pondok Daud.
3. Mengumandangkan hakim yang adil, Ia tidak tinggal diam pada waktu melihat ketidakadilan.
Aplikasi :Bukan gedung yang dilihat, tapi kehidupan pribadi.

Q.
1. Tuhan selalu mengasihi umatNya
2. Tuhan selalu memberi kesempatan kepadaumatNya untuk bertobat
3. Tuhan selalu memanggil umatNya melalui berbagai macam cara dan peristiwa
4. Tuhan selalu menghargai pertobatan umatNya
5. Tuhan selalu memulihkan dan membangun reruntuhan kehidupan umatNya yang berbalik kepadaNya.

R.
Nubuatan Amos berkaitan dgn gereja mula2.Yesus dtg ke dunia mendirikan kerajaan (dari keturunan Daud) mempersatukan umatNya menjadi satu gereja. Orang-orang Yahudi, bangsa-bangsa kafir, akan bertobat, akan datang kepada Tuhan, sehingga sebagai anak Tuhan harus banyak berdoa supaya gereja menjadi indah, menjadi berkat sehingga kemuliaan Tuhan menjadi nyata.

S.
Keadaan dunia masa kini sama dengan kondisi zaman Amos. Terjadi suap, ketidakadilan, menindas rakyat miskin.Ironisnya dilakukan oleh orang-orang yang menyebut dirinya “Kristen”.Bagaimana kehadiran kita sebagai anak Tuhan, kita boleh mengingatkan, dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.Kita membawa pengaruh buat lingkungan kita. Allah adalah Allah yang adil, jika tidak bertobat, tidak cepat berbalik kepada Tuhan, Tuhan sendiri yang akan memberikan hukuman. Sehingga Amos mengingatkan untuk cepat bertobat, sebelum waktunya terlambat.