Jumat, 19 Agustus 2011

Berperan Membangun Lingkungan Hidup (kej 1:28 , 2:15)

Lingkunganku, Tanggungjawabku

Kejadian 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Kejadian 2:15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

A.
Dimulai dengan 3 contoh:
•Beijing  ada seorang wanita yang berkata bahwa sudah terbiasa hidup kurang higienis
•Sumatra  orang barat yang memegang terus sampahnya, karena ia tidak mau buang sembarangan.
•Semarang  setelah melakukan reboisasi, beberapa hari kemudian tanaman dicuri, dan sisanya dirusak.
Setelah Tuhan menciptakan segala sesuatu, maka Tuhan berkata, semua baik, setelah disiapkan semua, maka diciptakan manusia. Manusia ditempatkan di taman, tempat yang indah, sejuk, dsb, manusia diberikan tugas untuk memelihara. Yang mencipta Tuhan, manusia menempati, menikmati, merawat saja. Namun setelah jatuh dalam dosa, manusia mengeksploitasi alam, tujuan Tuhan untuk manusia:
•Tuhan menempatkan manusia di taman Eden. Tuhan menempatkan kita di Indonesia
•Supaya manusia mengusahakan, proaktif.
•Melestarikannya, memelihara dengan penuh tanggung jawab, membangun rasa memiliki.

B.
Memelihara lingkungan, kegiatan atau upaya tiap hari, sehingga menjadi gaya hidup, dalam proses edukasi, disebut positive reinforcement. Namun kebersihan tidak datang otomatis, harus diusahakan, semua akan tercapai, bila hukum yang mendisplin, atau tanggung jawab pribadi. Memelihara itu dikaitkan dengan gaya hidup bukan hanya pemeliharaan yang hanya sekali saja. Di negara maju ada yang disebut sebagai Positive Reinforcement atau Law Reinforcement di negara maju dimana hukuman berjalan dengan berkesinambungan. Suatu tindakan pemeliharaan bisa karena hukum, atau karena kesadaran pribadi akan tanggung jawab pribadinya. Refleksi: Bagaimana anggota Hok Im Tong memiliki kesadaran untuk rumahnya sendiri?

C.
“Go green” sudah didengungkan bertahun-tahun lalu, dan bahkan di luar gereja, (media massa) sering didengungkan, namun kebiasaan orang Indonesia yang perlu diperbaiki. Jangan menunggu harus ada hukuman baru mau menjaga lingkungan.

D.
Setuju Salah memahami kata “mengusahakan” (kerja, melayani) dan “memelihara” (mengamati, memelihara/mempertahankan, menjaga). Refleksi: kesadaran orang Indonesia akan menjaga lingkungan (mindfulness: keterjagaan akan kesadaran) , baru sadar kalau di luar negeri lebih bersih. Aplikasi: Tidak usah muluk-muluk, apa yang dilakukan oleh kita/gereja, cth warta gereja. Usulan: tiap baptisan menanam satu pohon. Kita harus dapat mengkategorikan diri kita dimana? Orang Kristen yang bagaimana?

E.
Dalam system yang rusak dimana para penguasa mengusahakan kepentingan dan agendanya masing-masing kita tidak bisa melakukan pemulihan secara menyeluruh, namun kita bisa mengusahakan kebiasaan hidup yang sehat:
•Kebersihan lingkungan
•Keteraturan
•Ketertiban
•Keindahan
Konsep othello (memutihkan semua yang hitam)

F.
Ada dua pandangan: 1) Menganggap alam sebagai pencipta/dewa, 2 ) Menganggap tidak ada hubungan antara pencipta dan ciptaan, hanya jiwa yang penting sementara bumi akan dihancurkan. Kejadian 2:15 ada 3 hal: 1) Tuhan menempatkan manusia di taman eden, sebagai penghuni dan bukan pemilik, tinggal dan menumpang. 2) manusia mengurus dan memelihara (memelihara kemah suci, pelayanan kepada Tuhan juga) 3) ay. 16 Manusia boleh mengambil manfaat dari buah. Memanfaatkan bukan menghabisi.
Cth Dongeng Aesop, angsa bertelor emas, kemudian ia berpikir, potong dan korek perutnya, ternyata tidak ada isinya. Manusia terlalu rakus, contoh: gambaran kejadian di Freeport, sebuah gunung, yang dieksploitasi menjadi lubang yang sangat besar.

G.
•Jaga kebersihan dalam mobil anda.
•Bawa kantong sendiri waktu belanja.
Bicara soal lingkungan hidup, harus mulai dari diri sendiri, orang yang bertanggung jawab dalam hidup.

H.
Untuk mengukur kesejahteraan suatu negara dilihat dari GDP, namun ada satu pengukuran baru yaitu HPI (Happy Planet Index), ecological impact sangat penting untuk kesejahteraan lingkungan hidup.

I.
Kenyataan: kerusakan sudah ada dan tidak dapat dipungkiri. Bagaimana tanggung jawab orang Kristen (partisipasi) ini sudah menjadi etika global? Kesadaran kita tidak lebih baik dari orang sekuler, bahkan banyak dimotori oleh orang humanisme, sekuler. Cth WWF, Greenpeace, itu bukan orang Kristen. Bagaimana kita berpartisipasi dalam etika global ini? Kita juga melihat fakta pergerakan tentang Go Green, bisa menjdi pintu masuk pergerakan dalam etika global.
Di dalam Kejadian 1: manusia diciptakan terakhir, sehingga cenderung dipahami sebagai penguasa dan raja. Namun, jangan lupa bahwa Allah menciptakan terakhir karena manusia membutuhkan kondisi, sehingga sangat tergantung pada lingkungan. Jika lingkungan rusak, maka manusia tidak dapat hidup. Allah menciptakan sebagai kondisi kebergantungan manusia untuk hidup.

J.
Bagaimana memunculkan kesadaran jemaat tentang lingkungan hidup? Kompas tahun lalu berbicara tentang kemacetan, kerugian, waktu, polusi, lingkungan. Namun apa yang telah dilakukan dalam menanggapi berita ini? Apa yang harus dilakukan? Kita harus memaparkan the Holiness of God, kekudusan Allah.
Memang tidak mudah, namun kita tidak boleh kehilangan suara kenabian. Kita harus melihat sisi lain juga. Sehingga langkah-langkah praktis harus disampaikan dalam kotbah.

K.
Mother Theresa pernah berkata bahwa meskipun perbuatan baiknya hanya sebagian kecil bagi masyarakat India, tapi itu seperti satu tetes air yang jatuh di samudra luas yang pasti menimbulkan riak dan gelombang kecil. Demikian juga dengan perbuatan kita sebagai warga kerajaan dunia dan surge pasti membawa dampak. Alkitab menegaskan bahwa orang Kristen memiliki dua kewarganegaraan. Pertama, warga negara di dunia (Rm. 13); kedua, warga negara surgawi (Fil. 3:20). Sebagai warga dunia, orang Kristen harus menjadi warga negara yang baik di mana mereka tinggal. Setiap orang Kristen memiliki tanggung jawab sebagai warga negara yang baik dalam partisipasi membangun lingkungan hidup dengan cara?
1.Mengasihi lingkungan hidup seperti Allah mengasihi mereka. Hal ini bisa terjadi tatkala manusia mengerti dan mengenal Allah Sang pencipta. Adam dan Hawa seharusnya mengasihi Allah dan ciptaaan Allah. Alasannya karena: Allah sudah menciptakan mereka menurut gambar dan rupa Allah. Istilah “gambar dan rupa” (Ibr. Selem). Arti gambar dan rupa Allah adalah bahwa manusia meskipun tidak sempurna dan terbatas tetapi ia telah diberikan atribut nafas hidup, personalitas, kebenaran, hikmat, kasih, kesucian dan keadilan yang memungkinkan manusia memiliki kapasitas secara rohani bersekutu dan berkomunikasi dengan Allah dan mengasihi-Nya.
2.Bertanggung jawab memelihara lingkungan hidup dengan cara pro green. Tujuan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah ialah supaya menusia memerintah dan berkuasa atas alam semesta. (Kej. 1:26,28). Allah pemilik otoritas tertinggi atas bumi. Ketika Dia mendelegasikan otoritas-Nya kepada manusia, Dia mau kita bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi. Kita tidak boleh cuek, tidak peduli dan sia-siakan perintah-Nya. Kehadiran manusia di taman eden adalah: untuk mengusahakan dan memelihara taman eden. Kata “mengusahakan” (Ibr. Abad/ to dress; to serve), (KJV. to work it; to serve). Kata “memelihara” (Ibr. Samar/ to keep; to tend) (KJV. to take care of it). Artinya: to protect; quarding (Kej. 2:15-17; bdk. Ul. 33:9; Mzm. 12:8). Bekerja adalah perintah Tuhan. Jika tidak jatuh dalam dosa, manusia tetap harus bekerja (2Tes. 3:10; Ams. 6:3-10). Bekerja adalah bukan konsekuensi langsung dari berdosa. Karena sebelum berdosa, Allah sudah memberikan amanat untuk bekerja. Kita harus menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tanaman, tetapi justru menanam tanaman dipekarangan.
3.Mendoakan lingkungan khususnya pemerintah dan kota dimana kita tinggal. Mendoakan pemerintah dan kota kita adalah salah satu peran yang harus kita lakukan untuk membangun lingkungan hidup kita. Adam dan Hawa diciptakan Tuhan dan diberi tanggung jawab memelihar lingkungan hidup. Tetapi tatkala mereka lengah dan tidak berjaga-jaga, datanglah si iblis menggoda dan menjatuhkan mereka dalam dosa. Tuhan Yesus pernah dicobai iblis, tetapi Dia mengalahkan iblis melalui firman (Mat. 4:1-10). Yesus perintahkan para murid-Nya agar selalu berjaga-jaga dan berdoa, karena roh penurut tetapi daging lemah (Mat. 26:40). Itu sebabnya kita harus mendoakan para pemimpin bangsa kita karena itu perintah Tuhan (Yer. 29:7; 1 Tim.2:1-2). Marilah kita mendoakan bangsa, negara dan kota kita khususnya pemda, aparat keamanan dan jajarannya, doakan juga keamanan dan kemakmuran kota.

L.
Allah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang sempurna, sebagai gambar dan rupa Allah. Manusia, sebagai ciptaan yang sempurna dipercaya oleh Allah dengan tugas dan tanggung jawab yang besar untuk mengatur, mengelola serta menguasai bumi ini. Ini adalah mandat budaya yang Allah berikan kepada manusia, bumi di kelola dan diuasahakan untuk kesejahteraan manusia itu sendiri. Ada dua peran penting yang harus dikerjakan manusia untuk melaksanakan mandat budaya ini;
a.Manusia harus bertanggung jawab dalam mengelola bumi.
Tanggung jawab untuk mengelola bumi dipercayakan Allah kepada manusia, untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran manusia itu sendiri. Sebab alam telah menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia, mulai dari makanan sampai pengobatan telah disediakan alam bahkan untuk kenyamanan pun alam ini telah menyediakan dengan baik seperti bahan-bahan tambang dan logam mulia. Dengan bertanggung jawab dalam pengelolaan maka alam ini akan menyediakan dengan limpahnya segala kebutuhan hidup manusia.
b.Manusia harus menjaga keseimbangan dan keselarasan alam.
Manusia dan bumi ini harus bersahabat dengan baik, artinya dalam mengelola bumi harus dengan bijaksanan dan menjaga jeselarasan ekosistem yang ada supaya tidak merusak bumi. Sebab ketika manusia mulai merusak bumi maka bumi pun akan menghancurkan manusia dengan berbagai macam bencana alam. Bencana alam yang terjadi sekarang ini karena ulah manusia yang tidak menjaga keseimbangan alam dengan baik. Oleh sebab itu penting bagi manusia untuk menjaga keselarasan dan menjaga ekosistem bumi ini.

M.
Allah memberi mandat kepada manusia bukan hanya berreproduksi (beranak-pinak) melainkan multiplikasi yaitu menghasilkan keturunan yang berkualitas dan memncerminkan citra Sang Khalik. Itulah sebabnya sebelum manusia bermultiplikasi Allah terlebih dahulu memberkati mereka kemudian mandat itu diberikan. Pada waktu mereka akan menjadi bertambah banyak ada tugas yang tidak boleh dilalaikan yaitu menupayakan bumi menjadi baik dan memelihara (menjaga) bumi agar tetap baik.

N.
Dunia saat ini sedang mengalami krisis lingkungan hidup. Apa yang telah diciptakan Allah, kini telah rusak dengan cepat akibat kecerobohan dan keserakahan manusia.
Pertama, Allah adalah Pencipta dan Pemilik. Allah lah yang menciptakan dunia beserta dengan segala isinya, dan dikatakan bahwa semuanya itu baik, bahkan dikatakan sungguh amat baik. Segala sesuatu telah diciptakan oleh Tuhan, dan segala sesuatu itu adalah milik Tuhan. Itulah sebabnya, Pemazmur dalam Mazmur 24:1 berkata, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” Oleh sebab itu, kita harus menyadari bahwa alam semesta dengan segala keindahan dan kekayaannya, bukanlah milik kita, tapi milik Allah. Bahkan semua yang ada pada diri kita pun adalah milik Allah
Kedua, Manusia adalah Pengelola. Perlu kita ketahui dan mengerti bahwa dalam penciptaan dikatakan manusia diciptakan bersama dengan seluruh alam semesta. Itu berarti bahwa manusia mempunyai keterkaitan dengan lingkungan hidupnya. Akan tetapi, diceritakan pula bahwa hanya manusia yang diciptakan sebagai gambar Allah ("Imago Dei") dan yang diberikan kewenangan untuk menguasai dan menaklukkan bumi dengan segala isinya.
Jadi di satu segi, manusia adalah bagian integral dari ciptaan (lingkungan), akan tetapi di lain segi, manusia diberi kekuasaan untuk memerintah dan memelihara bumi. Maka hubungan manusia dengan lingkungan hidupnya seperti dua sisi dari mata uang yang mesti dijalani secara seimbang.
Mari, kita berperan membangun lingkungn hidup yang bersih dan sehat.........
Alam adalah titipan Allah untuk dimanfaatkan / dipakai / digunakan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi sekaligus adalah rumahnya. Maka sumber-sumber alam diberikan kepada manusia tidak untuk diboroskan. Manusia harus menggunakan dan memanfaatkan sumber- sumber alam itu secara bertanggung jawab. Maka pemanfaatan / penggunaan sumber-sumber alam haruslah dilihat sebagai bagian dari pelayanan.
Mari kita pahami bahwa panggilan memanfaatkan sumber-sumber alam itu sebagai wujud pelayanan dan tanggung jawab kita kepada Allah. Maka hal ini akan mendorong kita melestarikan dan sekaligus melakukan penghematan sumber-sumber alam dengan melakukan 4R -- "reduce", "reuse", "recycle", "replace" (mengurangi, menggunakan ulang, mendaur ulang, dan mengganti).

O.
Firman Tuhan dengan jelas mengatakan, manusia diberi tugas oleh Tuhan yaitu untuk “mengusahakan dan memelihara” taman itu (Kejadian 2:15). Kata “mengusahakan” dalam bahasa aslinya digunakan kata “abodah.” Kata ini bisa berarti bekerja, tetapi bisa juga ibadah dalam artian melayani. Kata “mengusahakan” di sini jelas sekali bukan mengeksploitasi alam ini habis-habisan. Mengusahakan dalam arti bekerja,tapi bukan bekerja asal bekerja,tapi melayani untuk kemuliaan Tuhan.
Sedangkan kata memelihara (samar) berarti memberikan perhatian yang dalam, sering juga digunakan dalam arti menjalankan perintah religius. Artinya manusia di tempatkan di Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara, sama seperti orang Lewi diperintahkan untuk menjaga kemah suci. Kenyataan seperti ini seharusnya membuat kita memperlakukan lingkungan hidup dengan sikap penuh tanggung jawab kepada Tuhan.

P.
Pada waktu saudara kita dari Indonesia mengunjungi Yerusalem, dia protes kepada pemandu wisata atas perlakuan yang tidak adil dari pemerintahan Israel. Bagaimana tidak, daerah Yerusalem barat begitu indah tertata rapi dan hijau, sedangkan Yerusalem timur tidak tertata dengan baik serta gersang. Dengan tersenyum pemandu wisata menjawab bahwa pemerintah Israel tidak ikut campur dalam pembangunan di Yerusalem barat dan timur, semuanya tergantung dari penduduknya. Di Yerusalem barat yang dihuni orang Yahudi dan Kristen, mereka membangun dan memelihara lingkungan dengan baik, dimana mereka suka bercocok tanam dan memeliharanya dengan baik, sedangkan Yerusalem timur tempat masyarakat Arab, mereka tidak menjaga lingkungan dengan baik dan tidak suka bercocok tanam. Jadi bagaiamana jadinya dilingkungan hidup masyarakat, menjadi tanggung jawab dan tergantung penghuninya.
Allah menciptakan dan menempatkan manusia dalam lingkungan hidup yang baik, kemudian memberi mandat untuk memeliharanya. Adam dan Hawa diberi lingkungan yang terbaik, dalam Kej 1:28, Allah memberkati manusia dan berfirman : “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Allah memberi mandat kepada manusia memeberi berkat dan perintah: Pertama, beranak cucu, bertambah banyak, dan memenuhi bumi. Kedua, taklukan bumi dan berkuasa atas ciptaan lainnya. Pada waktu manusia jatuh dalam dosa lingkungan menjadi rusak, tetapi mandate yang diberikan kepada manusia tidak pernah berubah. Mandat yang sama diberikan kepada Nuh setelah air bah dengan berkata : Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan (Kej 9:1-2)
Sebagai orang percaya yang diberkati, Allah menghendaki kita juga untuk menjadi berkat bagi banyak orang termasuk dengan lingkungan kita. Kita harus berperan aktif untuk membangun lingkungan hidup kita, sebagaimana yang Allah kehendaki. Yang menjadi pertanyaan bagaimana kita dapat membangun lingkungan hidup kita :
1.Kita harus menyadari bahwa mandat untuk beranak cucu dan memenuhi bumi dan menaklukkan bumi serta berkuasa atasnya adalah suatu berkat dari Allah bagi kita.
2.Allah menghendaki kita sebagai orang percaya untuk memelihara lingkungan hidup kita agar kita dapat merasakan berkat dan menjadi berkati dibumi ini.
3.Allah menghendaki kita menjadi pengelola yang baik sebagaimana Adam dan Hawa yang diberi taman Eden agar mengusahakan serta memelihara taman itu (Kej 2:15). Jadi kita harus melakukan tugas dan tanggung jawab kita untuk mengelola ciptaan Allah bukan dengan terpaksa tetapi dengan penuh sukacita dengan ucapan syukur untuk kemuliaan Allah.

Q.
1. Allah menciptakan kita sebagai makhluk hidup lebih dari ciptaan lainnya. Manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah. Allah mencukupi segala kebutuhan kita dan ingin memberikan kita kebahagian, sehingga Ia memberikan mandat kepada kita dan memelihara taman. (menjaga dan merawat apa yang Tuhan berikan kepada kita, termasuk lingkungan hidup.
2. Untuk menikmati lingkungan hidup manusia harus berupaya mengerjakannya dengan cara memelihara lingkungan supaya dapat berkembang biak dengan baik ( contoh : tanaman, ikan dll )

R.
Allah mempercayakan kita tidak hanya tinggal dibumi, tetapi memeliharannya menjadi tanggung jawab kita sebagai umat ciptaanNya,
Sebagai orang Kristen, apa peran kita untuk melestarikan lingkungan, bumi dimana kita berpijak, tempat Tuhan iznkan kita berkarya ?
1.Pelestarian tanah
Gereja juga dapat Ikut berperan menanam pohon atau penghijauan kembali terhadap tanah yang gundul.
2.Pelestarian Udara
Upaya menjaga agar udara tetap bersih dan sehat :
Menggalakan menanam pohon atau tanaman hias di sekitar kita. Tanaman mampu menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia.
Mengupayakan mengurangi emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran dari knalpot dan cerobong asap. (dapat menggunakan filter)
Mengurangi atau bahkan menghindar pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfir. (ozon berfungsi sbg filter bagi bumi, krn mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet yang berlebihan yang bisa merusak jaringan kulit,dan suhu meningkat).
Buanglah sampah pada tempatnya. Jagalah kebersihan lingkungan anda.
Tuhan mempercayakan kita tinggal dibumi ini untuk merawatnya, menjaganya. Ini juga menjadi tanggung jawab kita sebagai anak-anak Tuhan. Supaya nama Tuhan di permuliakan, dan dengan badan yang sehat kita bisa melayani Tuhan, dan melaksanakan mandat dari Allah.
Lingkungan yang tidak sehat
1.Pencemaran air : Air yang sudah tercemar dgn bakteri.
2.Pencemaran Tanah :
-Membuang sampah sembarangan
-Pemakaian pupuk berlebihan
-Menggunakan petisida berlebihan
3. Pencemaran Udara : Asap kendaraan

S.
Allah memakai kita untuk menaklukan bumi ini, kita diberikan kemampuan untuk mengelola dan memelihara karena kita diciptakan segambar dengan Allah “Imagode”, oleh sebab itu kita wajib menjalankan perintah ini dengan bertanggung jawab sebagai mandate budaya.

T.
1.Tuhan memberikan berkat yang luar biasa kepada kita, yaitu menikmati ciptaan Tuhan.
2.Tuhan memberikan tanggung jawab untuk memelihara ciptaanNya.
3.Mulailah dari lingkungan terdekat kita.
-Menjaga kebersihan di lingkungan kita
-Menanam pohon supaya udara jadi bersih dan sehat
-Mengurangi menggunakan asap yang membuat udara kotor.
-Mengurangi menggunakan yang mengandung kimia.