Jumat, 22 Juli 2011

Yang Empunya Kerajaan Sorga (Markus 10:13-16)

A.
Yang empunya Kerajaan Allah adalah orang yang memiliki dan dimiliki Kristus.
- Merindukan persekutuan dan pengenalan dalam Dia.
- Menyerahkan hati, pikiran jiwa untuk taat
- Memakai segala ketrampilan untuk karunia tubuh Kristus
- Memegang teguh komitmen dan prinsip
- PI
- Menjaga kekudusan
- Menikmati damai sejahtera dalam Kristus

B.
o Kerajaan sorga fiktif atau tidak ? Banyak agama punya konsep tentang sorga.Dari alkitab kerajaan sorga sudah ada sejak Tuhan Yesus datang, tetapi wujud nyatanya nanti setelah kedatangan Yesus kedua kali. Dengan iman percaya.

o Yang empunya kerajaan sorga. Kita anak – anaknya adalah budak yang berdosa, tetapi Yesus rela menebus kita, dan yang empunya kerajaan sorga adalah yang seperti anak – anak, yang sepertinya ditolak, tetapi sifat mereka yang murni, rendah hati, dan punya kepercayaan penuh. Anak – anak selalu bergantung penuh dengan orang yang dipercayanya.

o Yang menyambut kerajaan Allah ini seperti anak – anak, akan diberikan baginya kerajaan Allah. Hendaknya manusia menyadari akan anugerah Allah ini.
o Yang dapat masuk ke dalam kerajaan sorga adalah di ayat 15, tidak perlu menjadi dewasa, tapi perlu pertobatan. Yohanes 3 ; 16, 14 : 6.
o Semua orang ditawarkan kerajaan sorga, tetapi yang tidak masuk adalah :
- Mengikuti perbuatan daging ( Galatia 5 )
- Yang tidak adil, yang suka mencari kesalahan orang lain. ( I Korintus )
- Yang tidak percaya Yesus Kristus
- Penyembah berhala ( Efesus 5 : 5 ), orang yang menyesatkan

C.
Dua pengertian tentang arti anak :
- Anak Teknon = remaja, yang sudah memiliki hak.
- Anak Paidion = KAA, yang belum mempunyai hak apa – apa, tapi diberi anugerah penuh oleh Allah. Ini yang digunakan di dalam perikop ini.

D.
- Mat 5 : 3  jiwa anak – anak sebenarnya miskin dalam pengertian tidak membawa atribut apapun yang bisa menghalangi seseorang untuk datang kepada Allah.
- Lukas 18  orang farisi, orang dewasa, justru mereka menganggap dirinya rohani, tapi berlebihan, anggapan yang membernarkan diri sendiri, tetapi pemungut cukai dengan segala kerendahan hati.
- Kekosongan diri dan kerendahan hati menjadi inti yang penting untuk seseorang masuk Kerajaan Allah

E.
- Anak dalam kepolosannya masih dapat dibentuk menjadi seperti apa. Orang tua ini menyerahkan anak – anak mereka kepada Yesus, mereka masih sangat muda, tetapi tetap diberikan pada Yesus. Potensi besar untuk anak – anak dibentuk menjadi pewaris Kerajaan Allah.
- Yesus menyambut mereka, dan menerima mereka, Yesus bukan sembarang guru, tetapi adalah Allah. Tidak meremehkan anak – anak.

F.
- Alkitab mengkontraskan apa yang dianggap enteng oleh dunia tetapi dianggap berarti oleh Tuhan.
- Makin dewasa seharusnya makin bergantung pada Tuhan, dan makin berserah pada Tuhan, seperti anak – anak kecil tersebut.

G.
- Kepercayaan yang tulus.
- Kebergantungan pada Tuhan
- Mudah mengampuni dan melupakan hal – hal yang terjadi

I.
- Kerajaan Allah  tempat dimana Tuhan itu ada dan tinggal. Wahyu 21.
- Otoriti dari Tuhan, Tuhan tinggal pada orang – orang percaya. Matius 6 : 10  pemerintahan Allah di sorga dapat dihadirkan di bumi, jika orang – orang itu tinggal di dalam Dia, dan menjadi presentasi akan Allah.
- Anak – anak yang benar – benar kecil  sering kali diremehkan, sungguh tidak berdaya, dan dalam kondisi demikian diharapkan seorang anak meminta pertolongan Tuhan, dan bergantung mutlak pada Tuhan. Kondisi seperti inilah yang diharapkan saat seseorang mengharapkan Tuhan dalam hidup kita.
- Jika kita memiliki sifat anak – anak :
(1) Trust. Anak mudah percaya, mudah ditipu, dibohongi. Kepercayaan penuh.
(2) Faith / iman. Sifat kebergantungan mutlak yang bisa ditemukan dalam diri seorang anak.

J.
- Tidak aneh – aneh. Seorang anak bertanya tentang sex, mamahnya jelaskan ga ngerti, papahnya jelaskan juga tetap tidak ngerti, ternyata yang ditanyakan anak hanya jenis kelamin, dan bukan yang macam – macam.
- Tidak menuntut.

K.
Perlu digali dari Roma 14 : 17.

L.
Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah adalah satu tema yang sama artinya di seluruh Alkitab. Mengapa muncul dua istilah ini? Bagi orang Yahudi kata “Allah” sangat sakral untuk digunakan sembarangan, maka Matius yang menulis (Injil Matius) kepada orang Yahudi, dia sering memakai istilah "Kerajaan Sorga." Sebaliknya Markus dan Lukas tidak pernah menggunakan istilah "Kerajaan Sorga" tetapi memakai istilah "Kerajaan Allah" karena ditujukan kepada orang non-Yahudi. Ke-2-nya sama maknanya. Dr. Peter Wongso (Buku: Obrolan Seorang Gembala) berkata: Kerjaan surga adalah pemerintahan Allah yang bersifat rohani yg melampaui ruang dan waktu yg non-materi. Jika demikian, apakah KS itu hanya suatu konsep abstrak dan yg sebenarnya tidak ada? Jawab: dari pengajaran Tuhan Yesus, jelas bahwa meskipun KS itu sifatnya rohani, namun itu real dan eksis. Tepatnya: dimana saja diberlakukan kehendak Allah, penguasaan Allah dan adanya umat Allah di situ hadir KS. Jadi KS bicara soal kehendak dan kuasa Allah atas individu yang menerima kontrol otoritas Allah yang menerima Kristus sebagai penguasa hidupnya. Siapakah yang memiliki kerajaan sorga?
1. Orang yang merasa dirinya tidak berdaya seperti seorang anak kecil yang tidak berdaya.
Jika Anda telusuri konteksnya, Yesus tidak sedang berbicara kepada orang non-Kristen, Yesus sedang berbicara kepada para murid. Dia menyuruh para murid untuk membiarkan anak-anak itu datang kepada-nya (Mrk. 10:15). Siapakah orang-orang yang akan diselamatkan atau pemilik kerajaan sorga itu? Seorang bayi adalah sosok yang sama sekali tidak berdaya. Ia sama sekali tidak mampu melakukan apa-apa. Tidak dapat makan, tidak bisa berbicara, tak dapat mengekspresikan diri, sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa! Kerajaan Sorga diperuntukan kepada mereka yang menyadari bahwa secara rohani mereka itu tidak berdaya, yang menyadari bahwa mereka sepenuhnya bergantung kepada kemurahan kasih karunia Allah, mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki kekuatan untuk menjamin kehidupan kekal mereka, mereka tidak mampu untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Karena itu, kita harus memiliki sikap seperti seorang anak kecil: kerendahan hati, ketaatan, percaya dan tidak mendendam.
2. Orang yang tanpa syarat datang kepada Yesus dan menerima anugerah keselamatan oleh iman. Ayat 13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ayat 14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Istilah “Datang” ερχομαι/ Erchomai, dalam bentuk Verb present middle infinitive and imperfect tenses: to come; come enter (sedang datang atau sedang masuk). Istilah “Menyambut/menerima” Δέχομαι/ Dechomai dalam bentuk, Verb aorist middle subjunctive, 3 person singular: to receive; accept, take. Artinya: kerajaan sorga itu diperuntukkan kepada orang yang membuat keputusan secara pribadi untuk merespons anugerah Allah dengan cara menerima atau mengambilnya, secara sadar dan sukarela, tanpa ada paksaan atau intimidasi pihak lain. Apakah anda bersedia menjadi seperti anak kecil yang tidak berdaya untuk menerima anugerah Allah? Kuncinya: mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus itu Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Yesus sudah mati dan bangkit, maka engkau diselamatkan (Rm. 10:9-10). Jika anda menerima Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamatmu, maka anda pasti diselamatkan (Yoh. 10:28-29; Rm. 5:9-10).

M.
Pada bagi ini Yesus banyak berbicara tentang Kerajaan Allah. Dia berulang kali berbicara tentang Kerajaan dan hal memasuki Kerajaan sama seperti di dalam Matius 18:1-5. Setiap kesempatan pasti dimanfaatkan oleh Yesus untuk memberi uraian kepada para murid, bahkan saat dia memberkati anak-anak. Yesus mengatakan, "Aku berkata kepadamu," dalam kalimat ini, jika ditelusuri konteksnya, Yesus tidak sedang berbicara kepada orang non-Kristen, Yesus sedang berbicara kepada para murid. Dia menyuruh para murid untuk membiarkan anak-anak itu datang kepada-nya, lalu - di dalam Markus 10:15 - Yesus melanjutkan, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
Dalam ini Yesus ingin mengatakan kepada setiap orang pada waktu itu dan kepada kita pada masa sekarang ini tentang hal masuk dalam kerajaan sorga bukan bicara soal perilaku tetapi masalah sikap hati. Karena masuk sorga bukan karena amal perbuatan baik kita tetapi karena anugerah Allah semata-mata, yang penting disini adalah, kita memiliki sikap seperti seorang anak kecil. Yang menarik, Yesus ingin mengajarkan kepada kita bahwa sikap anak kecil identik dengan KEJUJURAN, KETULUSAN, dan KEPASRAAN.
Seorang anak tidak memiliki kemunafikan, mereka tulus dalam hatinya demikian juga anak selalu pasrah dan bersandar pada Tuhan (dalam hal ini orang tuanya). Sikap ini harus dimiliki bagi setiap kita yang ingin masuk dalam kerajaan sorga, kita harus belajar untuk memiliki sikap seperti seorang anak kecil yang penuh dengan keindahan.

N.
Dalam pengajaran-Nya, Tuhan Yesus berulang kali bicara tentang kerajaan Allah. Dalam bagian ini Dia mengajarkan tentang siapa yang akan masuk dalam kerajaan Allah. Mereka yang menyambut kerajaan Allah seperti anak kecil menyambut kerajaan dialah yang akan memilikinya. Anak kecil memiliki ketulusan, percaya penuh, kesungguhan dalam mengasihi dan menyatakan kasih. Pelayanan, percaya dan kasih kita kepada Tuhan seringkali kita lakukan karena kita punya “maksud” tertentu entak itu kelancaran, berkat, kesehatan atau yang lain. Anak kecil menyembut Tuhan Yesus karena memang ia mengasihi-Nya bukan karena hal yang lain.

O.
Tuhan Yesus sangat menghargai seorang anak, bukan karena mau meremehkan/merendahkan orang dewasa/orang tua dari sisi lamanya hidup. Tetapi karena seorang anak mempunyai beberapa hal yang patut menjadi perhatian para orangtua, yaitu :
1. Jiwa dan hatinya masih polos, membutuhkan pengajaran, pengarahan & pembimbingan yang akan menjadi dasar yang kuat untuk dia menghadapi hidup di masa yang akan datang.
2. Jiwa dan hatinya masih haus, menyebabkan daya serap terhadap pengajaran, pengarahan & pembimbingan yang diberikan kepadanya sangat tinggi.
3.Jiwa dan hatinya masih lentur, membuat dia siap untuk diajar, diarahkan & dibimbing menjadi seperti yang seharusnya, jika ajaran Firman Tuhan memenuhi seluruh hidupnya, maka arah hidup, tujuan hidup, prinsip hidup & falsafah hidupnya benar seperti yang dikehendaki Tuhan.
Tuhan Yesus mengatakan kepada murid2Nya “jangan halang2i mereka, sebab orang2 yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah”, apa maksudnya ? Orang tua Yahudi sejak mula sudah diperintahkan Allah melalui Musa untuk mendidik anak2nya (Ulangan 6:6-9) dengan serius dan sepenuh hati, nilai seorang anak begitu berharga di mata Allah, karena pendidikan seorang manusia dimulai dari sejak seorang anak berusia dini (0-7 tahun), itu sebabnya dalam tradisi Yahudi pendidikan terhadap anak menduduki tempat yang utama, Amsal 22:6 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.” Artinya pendidikan yang diberikan pada seorang anak akan mempengaruhi pembentukan wataknya.
Bagi orang Yahudi pendidikan di mulai dari dalam keluarga, kemudian baru dilanjutkan di sekolah. Bagi tradisi Yahudi pendidikan menjadi basis utama dalam membangun komunitas beriman, dan keluarga harus memikul tanggungjawab utama dalam proses pendidikan anak2nya.
Tuhan Yesus mau menyadarkan murid2Nya dan kita semua, betapa pentingnya anak2 di mata Yesus, anak2 harus menjadi perhatian utama untuk dibawa kepada Kristus karena anak2 sangat membutuhkan Yesus dalam kehidupan mereka, itulah sebabnya Yesus memeluk dan memberkati mereka.

P.
1. Dalam bahasa Inggris Children tetapi dalam bhsYunani “Paidia” 18 hari sampai12 thn. Disini dikatakan orang-orang membawa mereka kepada Tuhan. Apapun alasannya itu berarti ada kepeduliaan terhadap jiwa anak-anak.
2. Orang tua percaya bahwa berkat dari Tuhan Yesus Kristus adalah ekbaikan bagi jiwa anak-anak mereka. 13 supaya Ia menjamah mereka “menjangkau hati anak-anak itu” ada satu kontras, dimanamurid memearahi tetapi Yesus menyambut. Khususnya ayat 16 ada kaitan antara anak kecil dan kerajaan sorga. Karakteristik anak:
a. Taat / obey kepada orang tua
b. Trust = percaya sekali. Kaitannya dalam hal kerajaan sorga kita harus memiliki sikap seperti itu.
Respons Tuhan Yesus dlm ayat 16 adalah Tuhan Yesus memeluk dan memberkati anak-anak. Dengan demikian kita melihat betapa pentingnya seorang anak di hadapan Kristus

Q.
Ada satu kebiasaan ibu2 Yahudi senang membawa anak2 mereka untuk diberkati. Biasanya pada ulang tahun yang pertama. Tapi justru murid2 itu menghalani karena mereka tidak ingin Yesus di ganggu dalam pelayanan Nya. Tetapi Yesus justru menekankan kebenaran “this is the truth I tell You” menyambut anak sama dengan menyambut Yesus itu sendiri. dan dimata Yesus, anak-anak semuanya penting, berharga, dan perlu diselamatkan. Dalam ayat 15 untuk masuk ekdalam kerajaan sorga kita harus memiliki kualitas seperti anak. Ini tidak berarti bahwa anak-anak outomatic masuk ke dalam kerajaan
Sorga, itu sebabnya anak-anak harus dibawa kepada Kristus. itu sebabnya iman kepada Kristus harus diwujudkan dalam orang tua untuk membawa anak-anak kepada Yesus.

R.
Lukas 18:15 dijelaskan bahwa yang dibawa itu adalah bayi atau balita. Bayi atau balita itulah yang empunya kerajaan Sorga. Mengapa demikian? Bukan karena kebaikan atau perbuatan dari seorang anak. Tetapi kepercayaan kepada Yesus itulah yang membuat mereka memiliki kerajaan Sorga. Kepercayaan yang bagaimana:
1. Bayi atau anak-anak itu tidak berdaya. Waktu ia datang bukan karena kekuatan dan kepintarannya tetapi karena dari Allah sendiri.
2. Tidak mempunyai motivasi yang rumit, jahat.
3. Dapat menerima kasih dengan baik jika seseorang itu sungguh mengasihinya.
4. Bayi tidak berpura-pura karena mereka tulus apa adanya. Jika mereka sesuatu dapat menerima dengan sukacita dan bergembira.
Jadi banyak orang dewasa mendapat anugerah keselamatan tidak bersukacita. Tapi anak-anak begitu tulus menerimanya.

S.
1. Setiap orang perlu datang kepada Tuhan Yesus tidak tergantung berapapun usianya. Karena begitu manusia ada dalam dunia, manusia adalah orang berdosa yang tidak pernah berhenti dikuasai oleh dosa. Semakin lama seseorang hidup tanpa Yesus semakin menderita seseorang hidup dalam dunia ini.
2. Menyambut kerajaan Allah sepenuh hati tanpa motivasi yang lain. Karena seorang anak tidak memiliki yang lain kecuali karena ia datang kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus itu baik. Dia tidak pernah jahat. Itu sebabnya sikap hati seorang anak begitu murni dalam menerima Kristus.
3. Jamahan Kristus adalah berkat yang mendalami seluruh hidup seseorang. Semakin cepat seseorang mengalami jamahan Yesus dalam hidupnya semakin indah hidupnya sekalipun ada dalam dunia yang penuh kejahatan.