Jumat, 15 Juli 2011

Mendidik Untuk Dipersembahkan BagiNya (Ef 2:10; I Kor 12:18)

Mendidik Untuk Dipersembahkan bagiNya
Efesus 2:10, I Korintus 12:18


2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

A.
1. Setiap orang percaya adalah ciptaan Allah dalam Yesus Kristus menjadi anggota tubuh
2. Melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah
Tuhan mempersiapkan dengan karunia-karunia yang berbeda dan dengan penempatan khusus. Itulah sebabnya kita harus menemukan karunia yang diberikan Tuhan, agar dapat melakukan tugas yang sesuai.
Menurut ayat2 yang lain, karunai ada dua macam, dan kedua hal dibawah ini sangat penting, saling melengkapi.
1. Karunia yang berkaitan dengan keterampilan.
2. Karunia yang berkaitan dengan karakter atau sifat seseorang  Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan.... (2 Tim 1:7)

a. Karunia bawaan  Mozart
b. Karunia yang diberikan karena dibutuhkan. Itulah sebabnya jangan iri hati atau tinggi hati, karena karunia berasal dari Tuhan, dan juga jangan merasa bahwa bila tidak dirinya maka gereja tidak bisa berkembang. Itulah sebabnya marilah kita saling melengkapi dengan kehadiran orang lain.

1. Karunia berkaitan dengan temperamen seseorang  introvert tidak cocok berpidato di depan umum.
2. Berkaitan dengan pendidikan seseorang  Petrus dan Yohanes adalah seorang nelayan, Paulus dididik oleh Gamaliel, sehingga surat yang ditulis pun berbeda.
3. Orang Kristen harus dilibatkan dalam pelayanan, sehingga ditemukan karunia dan bakat mereka.
4. Mendorong dan mengobarkan semangat seseorang dalam melayani, sehingga dapat semakin terasah karunianya  Barnabas yang mengangkat Paulus dan Markus, menjadi orang yang melayani dengan indah.
5. Karunia itu terlihat dari hasil pelayanan.
Tujuan karunia diberikan adalah untuk memuliakan Tuhan, menjadi berkat bagi jemaat Tuhan, maupun di luar jemaat Tuhan.

B.
Ada beberapa arti kata “PENDIDIKAN”
KBBI  memelihara dan memberi latihan, ajaran, bimbingan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran
Ki Hajar Dewantoro proses perubahan individu menjadi dewasa melalui proses pembelajaran, pembiasaan dan pengajaran.
Paulo Freire  proses liberasi atau pembebasan pikiran.
Pendidikan dalam kekristenan adalah untuk melakukan pekerjaan baik, untuk berhasil hidup bagi Allah. Kecenderungan manusia zaman ini adalah menekankan intelektual dan kurang menekankan iman. Padahal yang paling penting dalam hidup ini adalah memuliakan nama Tuhan.
Pendidikan harus diberikan secara khusus, tidak hanya secara umum.

C.
上帝所预备给我们所行的。并不是我们的功劳,是要一个新造的人。父母的责任就是要让孩子们可以跟神有完美的关系。Efesus 2:10 dilihat secara terbalik. Yang disiapkan Tuhan utk memuliakan Tuhan, yaitu mengerjakan pekerjaan baik. Dan seseorang dapat melakukan pekerjaan baik, kalau ia ada dalam ciptaan baru dalam Tuhan. Pekerjaan baik bukanlah segala sesuatu yang baik, melainkan pekerjaan baik yang Tuhan ingin kita kerjakan. Ini bukanlah hasil dari kita sendiri melainkan pekerjaan Allah. Jika dibicarakan dengan pendidikan, maka seringkali orangtua meminta anak melakukan pekerjaan baik, ini kehendak orang tua. Maka sebagai orangtua harus membawa anak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Ia sendiri menjadi tahu apa yg Tuhan ingin lakukan. Cth: di China banyak anak2 kecil yang berbeban berat, dari sekolah maupun pelajaran tambahan dari luar.

D.
“Diciptakan dalam Kristus Yesus”  artinya kita telah mendapatkan keselamatan, dengan tujuan untuk melakukan pekerjaan baik, yang telah dipersiapkan dan dikehendaki oleh Allah. Lalu bagaimanakah peran orang tua dalam mendidik anak?
1. Menemukan karunia Allah untuk dipersembahkan bagi Tuhan.
2. Mendidik anak sehingga memiliki kesadaran untuk mempersembahkan diri bagi Tuhan.

E.
1. Talenta untuk kemuliaan Tuhan
2. Talenta harus dikembalikan kepada Tuhan
3. Dalam mendidik anak, yang penting adalah kesatuan dalam keluarga, sehingga pendidikan anak diisi teladan dan kasih Kristus sendiri.

F.
1. Mendidik adalah tugas dan tanggung jawab orang tua, yang tidak dapat diserahkan kepada orang lain, atau lembaga apapun.
2. Mengakui otoritas Alkitab dan panggilannya  anak titipan Tuhan yang harus diurus dan dipersiapkan. Ada 2 contoh, PL  Samuel, PB  Timotius
3. Mempersembahkan bagi Tuhan, harus ikut KB. Keluarga yang direncanakan dengan baik.
4. Menentukan prioritas atau fokus dalam kehidupan anak-anak.
5. Menciptakan nuansa pembelajaran
6. Menegakkan disiplin pada anak, sedini mungkin.
7. Mendoakan dan menyelenggarakan ibadah keluarga, sehingga dalam hal kerohanian dapat dipupuk dengan baik.

G.
Ada 2 ciptaan Allah yang luar biasa: 1. Manusia, 2. Keselamatan. Manusia yang baru diciptakan dengan tujuan untuk melakukan sesuatu yang baik.

H.
Conny Newman, Tuhan menciptakan anak2 sesuai dengan desain yang Allah rencanakan untuk pekerjaan baik. Bukan untuk memaksakan konsep dan ide orangtua kepada anak.

I.
Ada yang melihat anak seperti malaikat sehingga dimanjakan, Ada yang melihat anak sebagai objek prestasi orangtua = prestasi anak, ada juga anak yang tdk dapat menjadi pribadi sendiri.
Anak adalah titipan Tuhan dan masuk dalam konsep perjanjian Allah.
Mendidik anak adalah ketetapan Tuhan dan harus dilakukan oleh orangtua.
Anak adalah titipan Tuhan yang sangat berharga, ada tiga hal yang harus dimiliki orang tua:
1. Iman yang nyata.
2. Pelayanan yang nyata.
3. Hati yang nyata, hati yang diubahkan Tuhan ketika mendidik anak.

J.
1) Kita adalah his workmanship, artinya orangtua memiliki tugas, tanggung jawab, dan panggilan untuk membawa anak mengexplore dirinya sendiri.
2) Tujuan utamanya untuk membawa hidupnya kepada Allah.

K.
Dalam dunia pendidikan sudah jauh melenceng dari pendidikan Kristen yang seharusnya. Pendidikan itu berarti memelihara dan menggali. Bible base education  mengakar pada pendidikan Ibrani. SOT  School of Tomorrow. Pendidiknya adalah orang tua, gereja mendidik orang tua, agar orang tua mendidik anak-anak.

L.
Tema surat Efesus adalah: Kristus dan Gereja. Surat ini tidak ditulis sebagai jawaban terhadap suatu kontroversi doktrinal atau persoalan pastoral seperti banyak surat lainnya. Paulus menulis surat ini ketika ia dipenjara kemungkinan di Roma (Ef. 3:1; 4:1; 6:20). Tujuan Paulus menulis surat ini tersirat dalam 1:15-17. Ia berdoa supaya pembacanya bertumbuh dalam iman, kasih, hikmat, dan penyataan Bapa yang mulia. Ia merindukan hidup jemaat layak dihadapan Tuhan (Ef. 4:1-3; 5:1-2). Karena itu, ia berusaha menguatkan iman dan hidup rohani mereka dengan penyataan kepenuhan maksud kekal Allah dari penebusan dalam Kristus (Ef. 1:3-14; 3:10-12) untuk gereja (Ef. 1:22-23; 2:11-22; 3:21-4:11-16; 5:25-27) dan untuk setiap orang (1:15-21; 2:1-10; 3:16-20; 4:1-3; 17-32; 5:1-6:20). Paulus menegaskan kepada jemaat di Efesus bahwa ketika mereka menjadi percaya, mereka sudah menerima berkat rohani dalam Kristus (Ef. 1:3-14; 2:8-9). Hasil dari iman adalah mereka akan selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan (Ef. 1:15-23). Kemudian mereka akan hidup di dalam pekerjaan yang baik (Ef. 2:10). Ada tiga hal yang ditekankan:
1. Allah menciptakan setiap anak secara unik dan pasti memiliki tujuan masing-masing. Paulus menegaskan dalam 1 Korintus 12:18 bahwa Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
2. Tujuan bakat dan talenta anak adalah untuk memuliakan Allah. Nabi Yesaya tegaskan bahwa Allah menciptakan manusia untuk kemulian-Nya (Yes. 43:7). Setelah Paulus menjelaskan tentang anugerah keselamatan dalam Kristus (Ef. 2:8-9), ia melanjutkan dengan menegaskan bahwa tujuan dari keselamatan bukan hanya untuk masuk ke dalam kerajaan sorga, melainkan supaya melakukan misi Allah (Missio Dei), yakni melakukan pekerjaan yang baik (Ef. 2:10). Tuhan Yesus menegaskan hal serupa di dalam Matius 5:16, bahwa melalui perbuatan yang baik yang hasilkan dari orang percaya, Bapa di sorga akan dipermuliakan. Orang tua harus mampu mengajarkan anak mereka untuk mengingat Allah pencipta mereka pada masa muda mereka (Pkh. 12:1).
3. Tugas dan tanggung jawab langsung dari orang tua dan jemaat adalah untuk menemukan, mengembangkan dan menggunakan bakat dan talenta pada anak-anak mereka. Karena itu, setiap orang tua harus memahami dan menggumulkan keunikan/bakat dalam diri anak mereka sesuai dengan rencana Allah. Untuk itu perlu adanya pendidikan anak sedini mungkin tentang mengasihi dan takut akan Allah oleh setiap orang tua secara konstan (Ul. 6:4-9; Ams. 1:18).

M.
Manusia di ciptakan Allah pada dasarnya untuk belajar supaya bisa mengelola semua ciptaan Tuhan (mandat budaya). Apa saja yang harus dipelajari oleh manusia? Semua hal tentang kehidupan ini serta tentang alam semesta. Manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk bisa mempelajari segala sesuatu karena Allah telah mengaruniakan kemampuan otak dan hikmat sebagai kelengkapan proses belajar.
Mengapa manusia harus belajar? Supaya manusia memiliki “skill” yang baik untuk bisa mengelola alam semesta ini dan mempertahankan hidupnya bahkan segala kemampuan yang manusia miliki dipersembahkan pada Allah. Sebab, Allah menciptakan manusia diberikan talenta dan karunia yang harus dipakai dan dikembangkan. Demikian juga, kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan memuliakan Allah dengan segala kemampuan serta kelebihan yang dimilikinya. Oleh karena itu setiap orang harus belajar untuk memberikan persembahan yang terbaik bagi Allah, tanpa belajar dan memiliki kualitas yang baik, maka tidak ada sesuatu hal apa pun yang layak dipersembahan kepada Allah. Jadi, belajar adalah kebutuhan mutlak yang harus dikerjakan oleh setiap orang jika ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

N.
Ketika Allah menempatkan kita disuatu tempat, pasti ada sesuatu yang harus kita kerjakan bagi kemuliaan-Nya. Bahkan ketika ‘tempat’ itu sangat tidak menyenangkan bagi kita namun disitulah Allah ingin memmbentuk dan mendidik kita. Yang perlu terus kita pikirkan adalah apakah kita telah melakukan seperti yang Tuhan inginkan, dengan demikian kita akan bertindak dan melangkah dengan baik untuk kemuliaa-Nya


O.
Apa tujuan pendidikan = disepanjang sejarah
Plato  buku Republic: pendidikan itu berusaha untuk mewujudkan sebuah negara yang lebih baik. Pendidikan itu akanmembentuk manusia yang utuh, yang akhirnya akan menghantarkan kepada kebajikan yang tinggi.

Aristoteles  tujuan pendidikan haruslah sama dengan tujuan akhir, yaitu mencapai keadilan dan kebaikan maka prosesnya harus diarahkan ke sana. Tapi ia lebih menekankan kepada konstitusi agar negara membuat peraturan yang lebih baik agar tercipta kehidupan yg lebih baik.

Lalu di Eropa abad 14 membuat konsep agar pendidikan mencari kebenaran dan negara tidak boleh mencampuri pendidikan. Agar bebas dari politik. Maka karena mereka mandiri, muncul banyak universitas yang terkenal.

Di Jepang, khususnya pada zaman pemulihan Meiji. Pendidikan dirancang untuk kepentingan negara. Moriarino arsitek pendidikan mendisain sebegitu rupa sehingga mampu bersaing dengan negara lain.
Berangkat dari situlah kita melihat bahwa semuanya sangat humanis.

Maka Paulus pernah berkata “apapun yg kita perbuat kita harus buat seperti untuk Tuhan” Kolose 3:23. Orang Kristen terpanggil dalam segala hal bukan hanya untuk dirinya, karena selalu ada link bahwa segalanya adalah Tuhan dimuliakan.

P.
Mendidik = Ibrani “mengabdikan” jadi pendidikan Kristen itu bertujuan agar anak-anak mengabdikan anak-anak kita kepada Allah dan kehendak Nya. Bukan untuk mengharuskan anak-anak memenuhi ambisi orang tua.
Apa yang dikehendaki Allah bagi anak itu?
1. Dalam akar kata yg sama “menstimulirkan anak untuk merindukan, mencari dan mengerti Tuhan” para bidan pd waktu membantu kelahiran, ia akan mengoles bibir bayi itu dgn cairan manis agar ia rindu dengan air susu.
2. orang tua harus menolong anak-anak untuk menemukan dan mengembangkan talentanya agar dipersembahkan bagi kemuliaan Tuhan.

Q.
1. Sejak kita percaya yesus maka tujuan hidup yg ditetapkan oleh Tuhan adalah melakukan pekerjaan baik yang telah ditetapkan oleh Allah.
2. Lingkungan hidup tempat dimana kita memraktekkannya adalah Gereja. Kesalahan orang tua, sibuk menyediakan hal jasmani dan melupakan hal rohani, sehingga ketika ia dewasa ia hanya punya tempat yg sgt minim untuk Tuhan.
Banyak hal yg membuktikan bahwa anak yang sejak kecil bertumbuh di dalam rumah Tuhan, maka kehidupannya dan rumah tangganya dilingkupi suasana rohani yg kental yang akan mewarnai hidupnya dan masa depannya.

1. Setiap orang tua bertanggung jawab untuk mencari tahu apa bakat dan talenta yg dimiliki anaknya untuk dipakai melayani Tuhan dalam Gerejanya.
2. Tugas orang tua untuk membawa anak-anaknya itu menemukan kerinduan dan kesukaan untuk melayani Tuhan di Gereja. I Kor 12:18. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Maka semua orang percaya mempunyai fungsi khusus dalam rumah Tuhan. Itu Tuhan sudah berikan kepada setiap orang.

R.
Orang tua kristen terpanggil untuk memperlengkapi anak dalam:
1. Kemampuan untuk mengenali dan mengembangkan potensi yg ada dalam dirinya dalam bentuk talenta dan karunia.
2. Memahami panggilan hidupnya sebagai anak Tuhan.
3. Mempersiapkan anak menjadi anak yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Kuncinya supaya anak mempunyai kerinduan untuk mempersembahkan semua talenta dan karunia kepada Tuhan, setiap anak harus bertemu dengan Yesus kristus sebagai Juruselamat.

S.
Allah menciptakan manusia baik adanya, tetapi manusia menjadi rusak dan meyimpang dari rencana Allah yg baik. Anak dilahirkan sudah memiliki benih dosa atau kejahatan yg terus bertumbuh dan berbuah jika tidak hancurkan.
Untuk menghambat dosa perlu pendidikan atau pengajaran supaya ikut ke jalan yg benar sesuai rencana Allah. Allah tidak menggunakan otoritasnya untuk memaksa agar anak bertumbuh tetapi memberikan wewenang kepada orang tua agar mendidik anak untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Bagaimana mendidik untuk mempersembahkan bagi Dia:
1. Memberitahukan hakekat, akibat dan tanggung jawab terhadap dosa.
2. Keselamatan bukan karena perbuatan baik tetapi anugerah dalam iman kepada Yesus Kristus.
3. Sebagai buatan Allah, yg diciptakan baru dalam Kristus Yesus maka orang percaya harus berbuat baik sesuai dengan rencana dan kehendak Allah.
4. Allah telah memperlengkapi setiap orang percaya dengan karunia rohani. Maka orang tua harus mendidik untuk menemukan dan mengembangkannya untuk dipakai dalam pelayanan untuk kemuliaan Tuhan.

T.
Pendidikan itu menyangkut pendidik dan yang dididik. Bagaimana mungkin anak-anak dibawa kepada Tuhan jika pendidik itu sendiri tidak mengenal Tuhan. Maka pendidik sendiri harus bertemu dengan Tuhan secara pribadi.

U.
1. Mengapa mendidik anak? Karena itu adalah perintah langsung dari Tuhan. Hanya itu perintah Tuhan bagi orang tua. Efesus 6:4. Ulangan 6:1-9. Amsal 22:6
2. Bagaimana mendidik? Dalam ajaran (mengajar banyak hal yang belum diketahui anak-anak, dan tidak mungkin diajarkan oleh dunia) nasihat (mengarahkan, membimbing)
Mendidik untuk kemuliaan Tuhan. Bukan untuk memuaskan diri sendiri. tanpa tujuan lain selain untuk memuliakan Tuhan karena suatu saat kita akan bertemu dengan Tuhan.