Jumat, 08 Juli 2011

Mendidik di Tengah Arus Zaman (Amsal 1:8-19)

MENDIDIK DI TENGAH ARUS ZAMAN
Amsal 1:8-19

PENDAHULUAN
Pendidikan adalah hal yang penting bagi anak karena keberhasilan anak dimasa mendatang, salah satunya dapat ditentukan dari seberapa baik pendidikan yang diberikan kepadanya. Akan tetapi seringkali ada konsep yang keliru dari para ortu mengenai pendidikan. Mrk hanya menyerahkan pendidikan kepada pihak sekolah ataupun kepada bimbel2 yang ada sedangkan ortu hanya disibukkan dg bekerja mencari uang. Padahal bimbingan atau nasehat dari ortu mrp pendidikan yang paling erat dan paling dekat dalam mendidik anak2. Bahkan ams 1:9 menuliskan bahwa ajaran ortu bagaikan karangan bunga bagi kepalamu dan kalung bagi lehermu. Hal ini menandakan bahwa nasehat ortu sll melekat dan membekali sang anak kemanapun dia pergi, dan mll nasehat itu pula anak2 mmlk dasar yang benar dalam mengambil setiap keputusan di dalam hidupnya. Oleh karenanya, sesuai dg ayat ke 8, maka pendidik dalam keluarga adalah ke 2 ortu bukannya hanya ibu atau bpknya saja.
Dalam meresponi tawaran dunia untuk hidup dalam kenikmatan dosa, maka disinilah pentingnya bagaimana peranan ortu dalam memberikan pendidikan yang benar dan sesuai dengan nilai2 firman Tuhan mutlak diperlukan. Jikalau melihat ayat ke 11-14, maka bs diketahui bgm dunia ini menawarkan kehidupan yang disertai dengan ketidakjujuran, pembunuhan, perjudian, mendapatkan uang atau jabatan dalam pekerjaan dengan cara yang salah, memperoleh kesenangan dengan cara2 yang dibenci oleh Tuhan. Dengan kata lain, dunia ini menawarkan kenikmatan2 meskipun harus ditempuh dengan cara2 yang tidak benar dan sgt bertentangan dg firman Tuhan. Itu sebabnya ada pepatah yang mengatakan “ora melu edan ora keduman”. Inilah tantangan yang besar yang hrs dihadapi oleh anak2 Tuhan saat ini, yaitu bgm tetap menikmati berkat2 dan penyertaan Tuhan dalam dunia ini meskipun tetap berada di jalur yang benar.
Di sisi yang lain, seringkali cinta ortu kpd anak2 hanya diluapkan dengan menyekolahkan anak di sekolah yang terkenal dan memberikan les matematika, bahasa inggris, mandarin, renang, gitar, piano, nyanyi, nari, dsb. Akan tetapi, tanpa adanya rasa takut akan Tuhan dalam diri anak tsb, maka apa yang telah dipelajari oleh anak tsb akan digunakannya untuk menyenangkan dirinya sendiri dan bukan untuk menyenangkan Tuhan. Kalau anak tsb pandai menyanyi maka kepandaian menyanyinya akan dipersembahkan kepada dunia ini dan bukannya kepada Tuhan, kalau anak itu pandai dalam bidang hukum maka kepandaiannya pun akan digunakan sbg alat iblis untuk menyenangkan dirinya sendiri dan menjatuhkan orang lain, dan bukan untuk kemuliaan Tuhan. Itulah sebabnya kenapa ortu hrs menekankan nilai2 firman Tuhan kepada setiap anak2nya. Ams 1:7 dituliskan bahwa hanya takut akan Tuhanlah terdapat segala pengetahuan yang benar. Dan di dalam ams 3:5 dituliskan percaya lah kepada Tuhan dan bukan kepada pengertianmu sendiri. Dengan kata lain, diperlukan secara mutklak tentang hidup takut dihadapan Tuhan dalam menjadikan seorang anak menjadi manusia yang berkenan di hadapan Tuhan. Oleh karenanya, janganlah ortu mmlk pandangan yang remeh thd pendidikan kekristenan, baik itu yang disampaikan kepada anak di dalam rumah, sekolah, ataupun gereja. (ex: ironis sekali kalau ortu akan marah kalau anaknya bolos sekolah, tetapi ortu tidak marah ketika anaknya tidak pergi sekolah mgg).
Sebagai kesimpulan, apa yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak di tengah arus zaman: 1). Peranan ortu yang sesunguhnya thd anak2. Bahwa ortu adalah wakil Tuhan maka secara tidak langsung Tuhan menuntut para ortu utk menjalankan peranan mrk secara benar, dan tidak bs memberikan tanggungan kepada suami atau istri saja dalam mendidik anak2, begitu pula dengan sekolah ataupun bimbel2 yang ada. Jangan sampai pula anak merasa lebih dekat kpd pembantu daripada ke 2 ortunya, krn banyak anak sejak pagi sampai tdr di malam hari tdk bs lepas dr pembantunya. Anak manusia bukanlah spt anak penyu dimana stl ditelurkan maka bs langsung ditinggal, ttp mrk memerlukan pendidikan ataupun nasehat ortu untuk mjd manusia yg benar dan berkenan di hadapan Tuhan. 2). Pembekalan nilai2 firman Tuhan sejak dini kepada anak2. Hal ini dapat sebagai bekal bagi anak2 dalam membedakan nasehat dunia dg nasehat ortu yang takut akan Tuhan sehingga masa depan anak2 pun pasti akan selaras dg nilai2 firman Tuhan. selain itu, Tuhan juga akan memandang gagal terhadap ortu yang lalai dalam menekankan nilai2 kebenaran firman Tuhan thd anak2. perlu juga diketahui bahwa jikalau anak mmlk rasa takut akan Tuhan, maka dia pasti akan hormat kpd ortu, tidak akan membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak saksi dusta, dan tidak akan mengingini milik org lain. Dengan kata lain, keberadaan firman Tuhan yang kuat dalam diri si anak akan menjadikan anak tersebut siap menghadapi tantangan2 dunia yang bobrok ini.

A.
Salomo menulis kitab Amsal ini, seperti yang kita lihat dalam kehidupan Salomo yang gagal membesarkan anaknya.
1. Firman Tuhan bukan sebuah konsep tapi kebenaran yang harus dihidupi.
2. Firman Tuhan bukan sekedar pengetahuan tapi menjadi mentor.
3. Makin hari kebenaran tidak menjadi suatu hal yang sangat kruasial atau mutlak.

B.
Ada beberapa ayat yang berbicara mengenai pendidikan anak yaitu Amsal 22:6; 29:17. Kedua ayat ini jelas sekali menceritakan tanggung jawab orang tua untuk mendidik. Mendidik bukan menguasai atau mendominasi anak kita. Kesalahan orang tua adalah dalam mendidik anak sesuai dengan impian mereka atau cara dari mereka memperoleh didikan dari pendahulu mereka. Tujuan pendidikan adalah supaya anak kita tidak menyimpang melainkan memperoleh makna dalam hidup anak kita. Kita harus mendidik mereka karena mereka tidak tahu menjalani kehidupan ini. Karena itu sejak masih muda kita harus mendidik mereka. Dan ini harus dilakukan oleh kedua orang tua (ayah dan ibu). Mendidik anak bukan satu arah tapi menjadi rekan bagi anak kita.

C.
Kuasa orang tua terdapat dari teladan mereka, karena anak mereka yang melihat teladan orang tua akan memiliki modal yang sangat kuat di masa yang akan datang.

D.
Ayat 8, merupakan teguran atau peringatan kepada orang tua agar anak-anak mereka mengikuti apa yang mereka ajarkan. Survey menemukan bahwa orang tua hanya menghabiskan waktu selama 2 menit untuk berbincang-bincang dengan anaknya. Sedangkan survey yang lain menemukan bahwa anak-anak menghabiskan 2 jam untuk menonton televisi. Jadi, mana mungkin orang tua dapat mempengaruhi dan mengajar anak-anaknya bila hanya memiliki waktu 2 menit untuk anak-anaknya. Makanya tidak mengherankan bila anak-anak zaman ini lebih banyak diajar oleh media daripada oleh orang tua. Karena itu, orang tua harus menyediakan waktu untuk anak-anaknya.

E.
Fakta tentang anak – anak :
• Anak-anak lebih mendengarkan apa kata teman – temannya
• Anak – anak lebih mementingkan apa kata dunia dari pada orang tuanya
• Anak-anak berani menentang orang tua demi sebuah penerimaan di dunia ini
• Anak-anak suka tantangan yang mereka hadapi tapi tidak berhasil untuk melaluinya
Fakta tentang orang tua :
• Banyak yang mengurung anak – anaknya agar lebih baik
• Membatasi anak – anak tidak pulang malam agar lebih baik
• Memarahi dan menghajar anak – anak agar lebih disiplin, ternyata tidak
Fakta pendidikan :
• Kebenaran firman Tuhan harus diberitakan, dilakukan, diterapkan, dan juga dilakukan dimulai oleh orang tua sebagai teladan, agar anak – anak dapat mengenal kasih Tuhan dari keluarga mereka dan tumbuh menang atas arus zaman yang dipenuhi dosa ini.

F.
Robert Kiyosaki bercerita suatu kali ada seorang guru mengajar muridnya. Guru ini bertanya: lebih untung mana 5 tepung roti dengan harga 3500 atau 2 tepung roti dengan harga 2000? Kebanyakan anak memilih 5 tepung roti dengan harga 3500, tapi ada satu anak memilih untuk 2 tepung roti dengan harga 2000. Guru ini memarahi muridnya, tapi muridnya berkata bahwa yang dibutuhkan dirumahnya hanya 2 tepung roti. Seringkali kita kurang sabar untuk mendidik anak-anak kita dan tidak memberikan alasan-alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan anak-anak kita (lih. ayat 8 . . . yaitu memberikan pengertian dalam mengajar anak-anak kita). Intinya mendidik anak dengan hati dan akal budi.

G.
Ada 3 bagian dalam bagian ini yaitu konteks (8-9), point 1 (10-17), point 2 (18-19).
Konteks (ayat 8-9) untuk mendidik anak, karena itu:
1. Didikan untuk tidak hidup sama seperti dalam dunia ini, karena orang dunia ini dapat mempengaruhi kita menjadi orang yang jahat (10-17)
2. Kehidupan sama seperti orang dunia itu akan hanya akan membawa kehancuran (18-19)

H.
Pendidikan dalam rumah itu merupakan satu hal yang penting untuk menghadapi tantangan yang ada di luar rumah. Ayat 8 sangat penting yaitu, orang tua harus memiliki wibawa di dalam reward dan punishment dengan memberikan dialog untuk memberikan pengertian kepada anak-anak kita.

I.
Ayat 8, Salomo sungguh mengerti Firman Tuhan karena dia orang yang paling bijaksana tapi ia sulit mempraktekkannya karena hatinya condong kepada istri-istrinya yang tidak percaya sehingga ia tidak dapat mengajar anak-anaknya karena tidak memiliki dasar yang sama. Di dalam mengajar kebenaran bukan hanya sama imannya tapi juga memiliki hati yang sama untuk takut akan Tuhan. Di dalam mendidik anak, orang tua harus melakukan pengajaran ini secara konsisten dan berulang-ulang.

J.
Zaman ini adalah zaman yang bebas yang berpegang pada pengetahuan. Karena itu anak-anak dibiarkan oleh orang tua untuk menyenangkan anak-anaknya. Namun Firman Tuhan mengatakan dengan tegas untuk mendidik anak-anak kita. Karena itu, seorang bapa harus mendidik dan memberikan prinsip kepada anak-anaknya, sedangkan ibu mengajar untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Suami istri menjadi satu kesatuan di dalam mendidik anak, bukan untuk membingungkan anak. Saat ini banyak ayah yang tidak mengambil peran untuk memberikan pendidikan, semuanya diambil alih oleh ibunya, sehingga feminisme kuat di dalam diri seorang anak. Seorang anak harus memiliki gentle dan feminis, karena wibawa seorang ayah dibutuhkan dalam mendidik anak. Orang tua juga menjadi teladan, terbuka dihadapan anak-anaknya sehingga apa yang dipahami dan dilakukan orang tua dimengerti oleh anak-anaknya.

K.
Anak itu penting dan berarti, tapi bukan segala-galanya. Dalam keluarga, anak harus melihat posisi mereka di bawah orang tua. Dan orang tua harus memberikan pendidikan ini kepada anak-anaknya.
1. Pentingnya pendampingan orang tua kepada anak-anaknya. Kehadiran orang tua sangat dibutuhkan khususnya ketika anak membutuhkan orang tua (pendampingan dapat dinyatakan melalui nasihat, kehadiran, teladan, ketegasan).
2. Pentingnya kesatuan hati orang tua di dalam mendidik anak. Pertentangan dalam mendidik anak akan menghasilkan kebingungan kepada anak-anaknya.

L.
link : http://kevinjthompson.wordpress.com/2008/03/24/my-philosophy-of-christian-education/
http://hdr.undp.org/en/statistics/index.html#hdirank

M.
Hari ini kita belajar satu tema: Mendidik ditengah arus zaman. Raja Salomo memberikan kita banyak nasihat dalam kitab Amsal perihal mendidik anak. Tema Amsal: Hikmat untuk hidup dengan benar. Amsal 1:1-7 berisikan prolog; Amsal 1:8-9:18 berisikan 13 ajaran hikmat bagi kaum muda. Secara khusus dalam pasal 1:8-19 berbicara tentang nasihat Salomo mengenai pentingnya mendidik anak supaya mereka tidak terjerat dalam pergaulan yang buruk yang akan merusak masa depan mereka. Ada tiga hal yang penulis tekankan:
Pertama, mendidik anak adalah perintah langsung dari Tuhan (Ams. 1:8-9). Mendidik anak adalah tugas dan tanggung jawab yang Tuhan bebankan kepada orang tua. Mengapa? karena anak-anak tidak dilahirkan otomatis tahu apa yang baik dan tidak baik; yang benar dan tidak benar. Mereka belum bisa membedakan keduanya karena itu kita perlu mendidik mereka soal etika, moral, ajaran dan nasihat firman Tuhan. Dalam hal mendidik anak ada dua hal yang ditekankan Alkitab: (1) Orang tua bertanggung jawab mendidik anak. Bagaimana cara mendidik mereka? (a) Mengajar secara verbal: melalui perkataan; nasihat; berdasarkan firman Tuhan (Ul. 6:6-9; Ams. 22:6; 23:13; 29:17; Ef. 6:4). (b) Mengajar melalui contoh; teladan hidup. (c) Mengajar melalui disiplin, tatkala anaknya menolak didikan (Ams. 19:18; 23:13-14). (2) Anak-anak harus mau dididik oleh orang tua mereka, caranya: dengarkan nasihat orang tua dan taati apa yang mereka ajarkan dan nasehatkan Ams. 1:8-9).
Kedua, supaya anak kita hidup menjadi berkat bagi Tuhan, orang tua dan sesama (Ams. 1:10-15).
Anak-anak yang Tuhan titipkan kepada keluarga kita bisa menjadi berkat dan kutuk bagi keluarga dan orang lain. Anak-anak paling mudah dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan di mana mereka berada. Bisa pengaruh yang baik dan jahat. Sebab itu, Salomo mengingatkan bahwa mendidik anak tujuannya supaya mereka tidak terjerat oleh jebakan-jebakan dosa (ay. 10, 15). Dalam kehidupan anak muda juga sering berhadapan dengan pengaruh dari teman-teman untuk berbuat dosa. Tekanan dan pengaruh dari teman sebaya mereka akan menggoda mereka untuk bergabung dengan golongan mayoritas untuk menikmati kesenangan-kesenangan berdosa. Bagaimana menghadapi pengaruh dan godaan yang jahat itu? Orang muda dapat menolak godaan dosa dengan cara: (1) menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan; (2) berkomitmen hidup berdasarkan terang firman Tuhan (ay. 15-16); (3). menyadari bahwa hidup berkompromi dengan dosa dan kesenangan duniawi akan menuai sakit hati, kesukaran, malapetaka dan kebinasaan (ay. 27; Mat. 4:1-11).

N.
Tantangan dan arus jaman selalu mengalami perubahan dan kesulitan yang berbeda. Perubahan jaman selala membawa dampak positif dan negatif, dan hal ini perlu disikapi dengan arif bijaksana, terutama dalam soal pendidikan dan pengajaran anak. Sebab jika kita tidak mempersiapkan pendidikan serta pengajaran yang benar kepada anak dapat dipastikan anak akan tergerus oleh arus jaman ini. Arus jaman ini dapat membawa anak-anak kita ke dalam keruskan moral yang berat. Oleh karena itu, hal ini perlu diwaspadai dengan bijak dalam pola pendidikan anak-anak, apa yang harus dilakukan dalam mempersiapkan generasi muda sekarang ini?
I. mendidik anak-anak takut akan Tuhan.
II. Memberikan teladan yang benar sesusi dengan FT
III. Melatih dan Mempersiapkan anak-anak menghadapi perjuangan hidup.
Anak adalah titipan Tuhan yang harus didik, diajar dan dibimbing menjadi pribadi seperti yang Tuhan kehendaki. Supaya, anak-anak ini menjadi garam dan terang yang membawa pengaruh yang besar bagi lingkungannya. Sehingga bukan anak-anak kita yang teroengaruh oleh arus jaman ini tetapi justru mereka mempengaruhi dunia ini bisa mengenal Allah.

O.
Jaman ini kebutuhan finansial cukup tinggi, itulah sebabnya banyak keluarga bekerja mati-matian, mengejar karier dengan berbagai cara. Namun disisi lain anak-anak butuh kehadiran orang tuanya mendampingi pertumbuhan mereka seiring dengan pesatnya perkembangan jaman ini. Tidak mudah bagi keluarga bisa menjaga keseimbangan antara pendidikan karakter dan pemenuhan kebutuhan financial bagi generasi sekarang ini. Namun Amsal sekali lagi mengingatkan peran ayah dan ibu dalam mendidik dan mengajar anak-anaknya. Orang tua harus mengajarkan kepada anak-anaknya berkata tidak terhadap hal-hal yang membawa kehancuran meskipun ada resiko, ini harus dikatakan dan diajarkan berulan