Jumat, 09 April 2010

MENGIKUTI JEJAKNYA

Mengikuti JejakNya

I Petrus 2:19-23


Pembahasan Firman Tuhan

Hamba Tuhan Pooling Garut


Dalam hidup orang percaya, Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup tanpa pencobaan, tantangan dan ujian, tetapi Ia menjanjikan penyertaan-Nya (Mat. 28:20), untuk memberikan kekuatan dan pertolongan tatkala kita menghadapi semua pencobaan. Karena itu, tatkala kita mengalami kegagalan dan penderitaan jangan mempersalahkan Tuhan. Yakobus berkata, “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: Pencobaan ini datang dari Allah! Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya” (Yak. 1:13-14). Sebab itu, ada kalanya faktor kesalahan sendiri yang menjadi penyebab kegagalan. Namun tidak menutup kemungkinan itu diizinkan Allah untuk menguji dan memurnikan iman kita (1Ptr. 1:7; bkd. Ayub 1-2). Namun kegagalan itu bukanlah akhir dari segalanya tetapi ada maksud dan rencana yang baik dari Tuhan yang sedang dikerjakan-Nya sehingga kita selalu hidup bergantung pada-Nya. Kemuliaan dan kehormatan tertinggi yang dapat dialami orang Kristen adalah menderita bagi Kristus dan Injil (Mat. 5:10).
Tema surat 1 Petrus adalah ‘Menderita bagi Kristus.” Konteks pasal 2 berbicara tentang relasi orang percaya dengan sesama. Secara khusus di 1 Petrus 2:18-25 membahas tentang tanggung jawab seorang hamba terhadap tuannya. Petrus menulis surat ini ditujukan kepada jemaat Kristus perantauan yang tersebar di seluruh propinsi Asia kecil kekaisaran Romawi (1:1). Adapun tujuan surat ini adalah untuk memberikan pengharapan kepada jemaat karena iman kepada Kristus juga menasihati mereka agar memiliki hidup yang baik, benar dan taat kepada tuannya supaya tidak membangkitkan ketidaksenangan pihak pemerintah dan tuannya serta mendorong mereka untuk hidup mengikuti teladan atau jejak Kristus. Apakah teladan atau jejak Yesus yang perlu kita ikuti?

Pertama, Ia rela menderita bukan karena berbuat dosa atau kejahatan melainkan karena menanggung dosa kita (1Ptr. 2:19; 4:1,13). Petrus menegaskan bahwa ada penderitaan yang dialami orang Kristen karena berbuat dosa (ay. 20). Jika itu yang terjadi maka ia harus bertobat. Sebaliknya ada juga penderitaan yang muncul bukan karena kesalahan sendiri, tetapi karena perbuatan orang lain, maka itu disebut kasih karunia Allah. Ini disebut menderita bagi Kristus atau menderita karena kehendak Allah (1Ptr. 4:19); menderita karena nama-Nya (Kis. 9:16); menderita karena Injil-Nya (2Tim. 1:8); menderita karena kebenaran (1Ptr. 3:14); dan menderita karena kerajaan Allah (2Tes. 1:5). Paulus tegaskan bahwa jika kita berbuat baik dan karena itu harus menderita maka itu adalah kasih karunia Allah. Kristus telah menderita untuk kita, maka ikutilah teladanNya. Kitapun dituntut memiliki sikap yang sama seperti Kristus, yakni rela dan bersedia menanggung penderitaan dalam melayani Tuhan.

Kedua, Ketika menderita, Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan (1Ptr. 2:22-23; Rm. 12:17-21). Alkitab berkata bahwa Yesus tidak berbuat dosa dan tipu muslihat tidak ada dalam mulut-Nya (ay. 22). Namun Ia harus menanggung penderitaan dan dicaci maki oleh orang-orang berdosa khususnya para ahli Taurat, orang Farisi dan para Iman (ay. 23). Bagaimana respons Yesus pada saat Ia menderita? Petrus berkata bahwa Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. Selain itu, saat Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan penghakiman itu kepada Allah Bapa. Ia juga mendoakan dan memberkati mereka yang menyalibkan-Nya. Karena itu, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan (Rm. 12:17-21).

Hidup manusia tidak pernah lepas dengan namanya kesulitan hidup. Kesulitan ini melanda semua orang tanpa terkecuali bahkan pada anak-anak Tuhan. mungkin itu, disebabkan ekonomi, pekerjaan, keluarga atau rumah tangga bahkan sakit penyakit. Penderitaan seperti ini adalah hal yang wajar dialami dalam kehidupan, tidak ada yang istimewa. Dalam kesulitan justru melatih kita untuk bersandar pada kuasa dan kebesaran Allah, seperti yang dialami oleh Paulus (II Kor 12: 9). Tetapi jika penderitaan kita disebabkan karena Kristus dan menderita karena pemberitaan Injil maka kita perlu berbahagia. Sebab ini adalah kasih karunia Allah jika karena Injil Tuhan kita mengalami penderitaan, kita dilibatkan dalam pekerjaan Allah.
Yesus sendiri mengalami penderitaan bukan karena Ia berbuat dosa atau kejahatan. Penderitaan Yesus karena Ia memikul dosa dan kejahatan kita. Ini adalah teladan nyata yang dilakukan Yesus kepada kita semua pada hari ini. jika kita mengalami kesulitan atau pergumulan dalam pelayanan maka teladan Yesus akan menguatkan kita untuk terus melayani Tuhan. sebab kesulitan pelayanan kita tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami Yesus di kayu Salib. Oleh karena itu teruslah berjuang dalam pelayanan pekerjaan Allah.

Penderitaan, pergumulan merupakan sesuatu yang tidak lepas dari kehidupan manusia termasuk orang-orang percaya. Kristus pun pernah mengalami penderitaan sangat berat yang tidak dapat ditanggung oleh manusia yaitu ditinggalkan oleh Allah karena menanggung dosa manusia. Kristus mati bukan sebagai marthir tetapi Dia sebagai Penebus dosa manusia. Jejak yang ditinggalkan Yesus begitu nyata dan sangat jelas, oleh sebab itu setiap orang yang sudah ditebus harus mengikuti jejak tersebut. Jejak Yesus adalah ketaatan kepada Bapa, memiliki jiwa pemimpin tetapi hati seorang hamba dan kerelaan melayani bahkan menderita bagi mereka yang dilayani.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


- Bagian ini membahas perilaku orang Kristen.Petrus mengingatkan terkait 2:9-10, seharusnya punya patokan moral yang lain dimana berbeda dengan orang-orang non Kristen.
- Kesetiaan sejati hanya kepada Allah, segala sesuatu yg dilakukan untuk kemuliaan Allah, termasuk penderitaan
- V.18: gambaran seorang hamba dan tuan, terkait latarbelakang sebagai pendatang. Baik kepada tuan yang baik maupun jahat. Kesusahan akan datang bila berada pada tuan yg bengis. Ini kesusahan yg tidak harusnya ditanggung, namun tetap menanggung karena sebagai orang percaya
- Apakah mengajarkan tentang pacifism. pacifist: berarti seorang cinta damai, maka perang tidak akan diizinkan. Sedangkan just war bagaimanapun ada peperangan yg dapat dibenarkan terlebih untuk membela diri.
- Kutipan: ada teori “just peacemaking”. ketidakpuasan terhadap pacifist dan just war. …. Usaha untuk terciptanya perdamaian. Karena Allah datang untuk membawa perdamaian.
- Pasal 3: …jangan balas kejahatan ……. Penegasan “mencari perdamaian”. Jadi menanggung penderitaan yg tidak harus ditanggung maka tetap mengusahaan perdamaian.
- Ada 2 kata yg terkait dengan menanggung penderitaan.
*. V19-20 “kasih karunia”: ini gambaran yang seharusnya ditanggung. Kalau berbuat baik dan menderita maka patut dipuji. Kasih karunia berarti menanggung yg tidak seharusnya ditanggung
*.v.21, merupakan panggilan menanggung yg tidak harus ditanggung. Merupakan hal mengikuti teladan Tuhan Yesus.

- V.18: …”tunduklah …” sebaiknya tunduklah penuh hormat.
- Konteks tunduk pada tuan di dalam dunia. Dimana tidak ada yang ideal, kalaupun ada maka terbatas, pada umumnya jahat. Bagaimana bersikap?. Ini yang diajarkan Petrus ditengah dunia yang tidak adil dimana manusia ounya dasar jahat. Apakah mengalah atau melawan atau diam mencari rasa aman yg penting mengerjakan tugas tanggungjawab.
- Jawaban Petrus yaitu “kasih karunia” namun berbeda dengan ayat 20. Ayat 19: tidak tahu objeknya kepada siapa, ayat 20 kasih karunia kepada Allah bukan dunia dan kita. Terkait hal: memuliakan Allah.
1. Ketika menderita karena kebenaran maka Tuhan dimuliakan. Ini merupakan tujuan hidup anak Tuhan di tengah dunia dimana tetap memuliakan Tuhan. Karena menunjukkan Tuhan yg berbeda dengan kepercayaan lain.
2. Menyangkut kualitas iman. Melalui pengujian maka kualitas iman terlihat terlebih bila mengalami kemenangan bagaikan emas yang murni.
3. Ayat 21 Bila berhadapan dengan tuan yang jahat maka itu merupakan panggilan. Terkait mengikuti Jejak Tuhan: dengan tidak berbuat dosa… . Menghindari untuk membalas karena terkait natur dosa. Peringatan Petrus agar bersikap hati-hati jangan berbuat dosa. “Jangan menipu” oleh karena ingin mencari selamat. Perlu mengerti panggilan Kristus yang tidak memblaas dimana menyerahkan keadilan pada Tuhan.

- Kualitas hidup orang Kristen berbeda dgn orang dunia. Standar hidup yang surgawi 1 Petrus 1:18 dimana Kristus menebus dengan darah yang mahal.
- Kualitas hidup yang sedemikian merupakanmengikuti teladan Tuhan

- Dalam praktek kehidupan, orang percaya dalam kondisi dimana diarahkan untuk tunduk pada orang keras. Sebaliknya kita menekan orang yg lembut dihadapan kita. Dengan demikian hidup tidak stabil. Sehingga jika orang itu keras maka tunduk meski penuh beban. Sebaliknya bila dia lembut meski kita salah maka kita keras.
- 1 Petrus dikatakan “tunduk” maksudnya, bukan membawa orang percaya pada kondisi bahwa kita adalah hamba. Bandingkan ayat lainnya, bahwa sebagai orang percaya harus hidup stabil dan sadar sebagai hamba dari Tuhan. Orang Kristen seringkali sampai pada berbuat baik dengan harapan ada respon yg baik.
- Bila tidak menguntungkan maka sering berhenti berbuat baik dan tenggelam dalam pemahaman bahwa yg penting hidup baik. Dan perbuatan baik kepada orang menjadi tidak harus. Petrus mengajarkan tetap berbuat baik meski menderita karena perbuatan baik itu. Maka itulah pengabdian kepada Allah dan menunjukkan status sbg hamba Allah. Jadi perbuatan baik bukan karena respon dimana akan menerima yg baik. Tetapi karena pengabdian kepada Allah meski dapat hasil yg kurang baik atau baik.
- Seorang hamba hanya tahu satu hal. Ini terlihat berkurang dalam kehidupan umat Tuhan. Seringkali berorientasi pada hasil materi atau jasmani. Contoh bekerja karena dapat uang.Ini pengertian pengabdian karena kasih karunia
- Kestabilan hidup bukan karena takut pada yang kuat dan menekan yg lemah karena diri lebih kuat. Tapi terletak pada menanggung penderitaan yg tidak harus ditanggung, bila berhadapan yg kuat krn kebenaran maka jangan takut. Sebaliknya berhadapan dengan yg lemah maka seharusnya berpihak kepada mereka. Dengan contoh kehidupan Tuhan Yesus dimana tidak “mengancam dan tidak melarikan diri” namun menyerahkan pada Allah

- Surat ini untuk orang percaya di perantauan dimana sebagian sebagai budak dimana terbatas memiliki hal materi.
- Bila punya hak untuk membalas namun tidak menggunakannya maka itu orang yg hebat.
Bagaimana dengan umat Tuhan yg tidak punya hak membalas namun mengendalikan emosi dan pada saat mengerjakan dgn baik namun mengalami tekanan. Dia tetap mengendalikan diri dan tidak memberontak maka berarti telah mengikuti teladan Kristus agar dapat memuliakan Allah dan tetap mengerjakan semua dgn baik.

- Teladan hidup. Hidup Petrus sejak kebangkitan mengalami perubahan dengan mengikuti teladan Kristus. Disaat Kristus dicaci maki namun tidak membalas.
- Bagian yg luarbiasa ditengah jemaat yang disampaikan. Ada pengaruh yang kuat dari dunia pada waku itu. Dalam kondisi demikian dituntut kehidupan yang berkenan kepada Allah dan menjadi surat Kristus yang hidup.
- Hidup yang berbuah karena menghasilkan yang indah. Akhir kehidupan yang indah telah ditunjukkan Petrus. Telada Kristus dan pengajaran-Nya agar memperhatikan buah kehidupan yang dihasilkan

- Dalam dunia banyak contoh teladan. Namun tergantung yg mana diikuti apakah yg baik atau buruk. Contoh pengaruh rokok pada anak kecil.
- Pilhan umat Tuhan berbeda sekali dimana tidak mengambil seperti dunia namun teladan Tuhan dalam standar. Penuh kasihan dan indah hati serta tidak membalas. Jangan seperti tawon yang sesukanya menyenggat meskipun tidak diinjak namun hanya disentuh
- Harusnya mengasihi musuh terlebih kepada tuan yg bengis. Teladan Tuhan Yesus tidak membalas dengan apa yang diterimanya dalam dunia.
- Standar kehidupan Kristus karena jejak Kristus adalah jejak nan indah

- Penderitaan hal yg biasa terlebih bila kesalahan pada kita dan berbiat dosa.
- Point penting untuk ikut teladan Tuhan Yesus:
1. Jejak penuh kebenaran (v.22)
2. Jejak penuh damai (v.23)
3. Penuh kasih memebri diri diatas Kayu Salib (v.24)
4. Jejak penuh pengampunan
5. Jejak penuh pengobanan (v.19)

- PB memberi banyak pentunjuk kepada seorang hamba daripada kepada majikan atau raja
- Terkait latarbelakang jemaat mula-mula dimana umat Tuhan dari golongan bawah.
- Petrus mengajarkan bila menderita karena kesalahan maka tidak ada yg dibanggakan. Namun bila seperti Kristus maka menjadi kebanggaan.
- Petrus meminta meneladani Kristus, menderita karena hal baik dan bagi Tuhan.

- Bagian ini membahas relasi dengan sesama. Konteksnya hubungan hamba dan tuan namun juga bawahan dan atasan; junior dan senior; dsb
- Relasi Petrus gambaran relasi yg indah, baik, ramah dan bersahabat, penuh perhatian. Relasi kadang terlihat ada yg bengis dan segala yg jahat dan tidak menyenangkan.
- Sering tidak bisa terima pada hal yg tidak menguntungkan dan terdorong untuk membalas. Seperti perlakuan guru yang suka memukul. Mengalami luka batin, dalam kondisi ini mari bercermin pada Tuhan bukan pada dunia dengan segala ketokohan dan pengalaman serta tawaran dunia.
- Hanya kepada Kristus menemukan jawaban apa yg harus dilakukan agar memuliakan Kristus mengikuti jejak-Nya

- Pertanyaan apa alasan mengkuti jejak Kristus. Harus mengikuti jejak Tuhan Yesus
1. Harus memiliki komitmen. Kesadaran menjadi dasar keputusan untuk ikut Tuhan. Terkait dengan kedatangan Tuhan kedua kali.
2. Perlu koneksitas. Membangun hubungan dengan Tuhan (lihat Yohanes 15 “tinggallah dalam Aku).. penekanan Tinggal dalam Kristus agar dapat berbuat sesuatu dan bertahan.
3. Harus konsisten ditengah pengaruh lingkungan. Harus berani meninggalkan zone nyaman. Bergabung dengan orang yang sama visi agar membajkar semangat
4. Harus kooperatif. Saling membantu dan bersama Allah mengerjakan.
5. Konvergen berarti harus focus.
6. Konsekwensi. Penegakkan keadilan dan kebenaran bias seperti Yohanes Pembaptis dan menederita
7. Bila diperlukan maka kolaberasi. Kerjasama dengan kelompok lain

- Pribadi Tuhan Yesus tmerupakan Elegan karena kehendak Tuhan memperlihatkan kelembutan dan memperlihatkan kekuatan terang sertan berada dalam pusat kaish Agape
- Yang tertinggi mengalahkan kejahatan dengankebaikan. Tidaka da niat membalas. Menahan diri. Didalam kristus hanya ada Terang dan kasih.

Dalam sebuah komunitas saya sering kali menemukan bahwa sebuah kebiasaan atau tradisi yang dianut adalah bagaimana seniornya. Itulah yang seringkali membuat kehidupan generasi baru itu tidak terlalu baik dan benar saat bertumbuh dan berkembang.

Ada kalimat2 yang sering dilontarkan “ Karena kami senior dan kamu sebagai junior memang sudah seharusnya mengikuti apa yang senior lakukan.” Namun tidak selamanya senior itu benar karena senior juga manusia.

MENEMUKAN TELADAN HIDUP YANG BENAR DALAM YESUS

o Kehidupan manusia sering kali tidak tahu harus berbuat bagaimana, kemana, dan bertingkah laku yang seperti apa. Dalam kebingungan hidupnya itulah manusia sering kali keliru mengikuti jejak orang – orang yang di sekitarnya.

o Jika manusia baru lahir dia langsung akan mencari perilaku orang – orang di sekelilingnya untuk ditiru. Karena itu jika kita lahir baru dalam Yesus maka perlu dengan sungguh – sungguh mencari teladan yang merupakan kebenaran yang mutlak yaitu Yesus.

o Tidak ada satupun kebenaran yang dapat kita bandingkan dengan pribadi Yesus, karena itu carilah teladan yang benar yaitu YESUS.

o SETIA MENGIKUTI JEJAK YESUS

o Hidup manusia pada hari ini jika mengikuti teladan dengan berpindah – pindah,
mengidolakan dari 1 org ke org lain, maka dia tidak akan pernah menemukan kebenaran dalam hidupnya, dan hanya lingkungan yang ada itulah yang akan membentuk jati dirinya.

o Jika manusia telah menemukan akan kebenaran dalam Yesus, maka lebih baik setia di dalam mengikuti jejak Yesus, dan tidak lagi memakai standar kehidupan orang lain sebagai ukuran moral kehidupan kita hari ini.

o BERITAKAN YESUS AGAR ORANG LAIN TAHU & IKUT JEJAK
YESUS

o Jika kita tahu kebenaran dalam Yesus, dan mengikuti jejak Yesus, maka hari ini kita tidak hanya sekedar diam saja, tetapi kita harus memberitakan tentang Yesus bagi sekeliling kita. Kalau memang Yesus adalah teladan yang akan membawa kita
dalam kemenangan, maka kita harus pula membawa kemenangan ini bagi orang –orang sekitar kita. Inilah bagian kita ber-PI.

- Manusia ingin hidup nyaman dan tidak menderita terlebih tidak menanggung yg tidak harus.
- Bagian ini permintaan rela menderita karena
1. Sadar pada kehendak Tuhan
2. Merupakan kasih karunia
3. V.21 merupakan panggilan’
4. Teladan Tuhan yesus
5. Menderita karena tujuan yg baik untuk orang berdosa: manusia kembali kepad Gembala pemelihaa jiwa dan disembuhkan.
6. Yakin Tuhan adil bahwa akan memperhitungkan terhadap orang yang jahat. Sehingga jangan mengancam dan berbuat dosa. Namun tunduk meneyerahkan diri pada Uhan

- Bagaimana orang percaya hidup dalam Jejak Tuhan dan bagaimana hasilnya pada masyarakat.
- Bolehkah orang Kristen menjadi orang hebat.atau menang.
Karena ini menjadi kekuatan untuk meraih sesuatu
- Apakah orang Kristen harus kalah atau tidak menajdi hebat. Ini merupakan kelemahan
- Catatan posisi karya manusia dalam dunia apa yang dihasilkan dalam ketokohan dunia. Bagaimana dengan kehidupan Kristus dalam dunia.
*. Kehidupan orang Kristen harus aktif untuk menang dan mengalahkan. Dalam kasih yg aktif, harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan sebagai tindakan proaktif. Sehingga menjadi orang yang tidak mamu dikalahkan. Kemenangan Kristus bukan karena dikalahkan.Dimana Kristus menyatakan kasih.

- Petrus ajarkan tindakan kasih yang nyata.

- Mengikuti Kristus yang berat menerima dan menyukai karena masalah mentalitas. Menjadikan seperti Kristus sebagai karakter. Apa arti ikuti Jejak Kristus
1. Penyangkalan diri. Mentalitas eorang hamba. Masalah apakah dapat menerima tidak punya hak. Menjadi hamba antara teori dan realita tidak sama. Petrus menyapa dengan istilah budak dengan jelas. Status ini apakah memiliki mentalitas menerima dan menerima yg tidak seharusnya. Tuhan yesus menjadi teladan dengan menyangkal diri dan menjadi seorang Hamba
2. Penderitaan Kristus. Dalam surat petrus dimana tiap pasal berbicara penderitaan dimana ada 20 kali diungkapkan. Petrus digelari Rasul Pengharapan. Peran orang Kristen dalam konteks hamba, dalam konteks penderitaan. Penting bahwa status hamba namun dalam mentalitas tuan. Belajar untuk mengasihi tuannya. Itulah kemenangannya.Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya mesk ada murid yang pernah dikatan menjadi seperti satan. Tuhan Yesus mengasihi dengan mencuci kaki murid-Nya meski sepertinya ada yg tidak layak untuk dikasihi. Ayat 18 tidak saja menerima tetapi juga mengasihi
.
- Dunia yg jahat dan kurang menyenangkan, menghadapi orang yg tidak disukai, arogan, ingin menang sendiri dan kedudukan mengatur orang lain maka timbul konflik dan peperangan
- Terlepas dari kelemahan dan keterbatasan sbg mamnhsia serta ketidak berdayaan dalam hidup. Piola dan tatacara yg diterapkan dalm sikap dan keputusan. Apakah poal sorgawi atau pola duniawi
- Petrus pernah diperlakukan tidak adil namun menyarahkan keada Allah, Hakim yg agung.
- Resiko perlu penyangkalan diri. Bagaimana berperan yang memperhambakan diri pada Allah bukan pada dunia, diri dan orang lain
- Perlu martabat citra karena tanah air di sorga.
- Sebagai orang yg merantau dalam dunia, dalam konteks kedaulatan Allah bahwa kita diatur oleh Allah dan diizinkan
- Kehendak Allah:
1. Sudah direncanakan memang untuk menderita. Bukan karena dosa tapi kemuliaan Allah dalam rencana-Nya. Anugerah
*. Dipandang layak menderita
*. Diberi kemampuan untuk bertahan
Pada umum nya mansuia bersikap terhadap konflik:
a. Mental atau menyerah pasif
b. Bypass eperti tidak ada apa-apa namun cari kompensasi. Sehingga yg rumit tidak dibereskan dan sepele diperhatikan.
c. Hantam sana-sini, bagaimana nanti bukan memikirkan nanti bagaimana

2. Yakin bahwa akan meraih kemenangan bersama Tuhan dan tidak dikalahkan kuasa dunia. Berjalan dalam oenyertaan Tuhan dan menjadi lebih dari pemenang (Rioma 8)

- Meraih kemenangan harus punya:
1. Iman kuat
2. Pengharan cerah – manis dibelakang
3. Cinta kasih yang kuat. Menerobos segala kesulitan. Akan merubah segala sesuatu, lawan jadi kawan dan kesulitan menjadi berkat

- Jejak Kristus menjadi langkah yang kita ikuti.
1. Harus tekad mengasihi Tuhan lebih daripada orang yang kita kasihi diberikan Tuhan.
2. Memikul Salib maka tidak mengikuti Tuhan. Yaitu dipaku di Kayu Salib berarti bersedia mati untuk Tuhan.
3. Harus menanggalkan segala sesuatu untuk menjadi pengikut Tuhan yang baik (ibrani 12:1-2). Yang ikat kita sering yang jahat dan yang paling baik. Se[erti berlari jangan ada yang mengantung pada kita. Berjalan dalam kepolosan bersama Tuhan.

- Jejak langkah Krisus merupakan jejak penderitaan.
- Penyangkalan diri dimana Kristus tidak memikirkan diri sendiri dan kehendak Tuhan yang jadi. Genaplah.
- Kepatuhan yang luar biasa dari kristus
- Menjadi tontonan atau sandiwara oleh malaekat dan dunia untuk menjadi contoh bagi yang lain. Seperti kata Paulus ikuti jejak Krisus. Harus meneladai kristus dalam aspek kehidupan
- Hidup merupakan Jejak langkah memuliakan Tuhan dimana semakin meninggikan kristus.