Jumat, 29 Januari 2010

TETAPLAH BERDOA

Tetaplah Berdoa
I Tesalonika 5:17

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Perintah Paulus dalam 1 Tesalonika 5:17 untuk “Tetaplah berdoa” bisa membingungkan. Jelas ini tidak berarti bahwa kita harus terus menerus tunduk kepala, mata tertutup sepanjang hari. Paulus bukan menunjuk pada sikap tidak berhenti bicara, namun pada sikap kesadaran akan Allah dan penyerahan kepada Allah yang kita miliki setiap saat. Setiap waktu hidup kita dihidupi dalam kesadaran bahwa Allah beserta dengan kita dan bahwa Dia terlibat secara aktif dalam pikiran dan perbuatan kita. Tetaplah berdoa berarti tetap tinggal di hadapan Allah, senantiasa berseru kepada-Nya dan merindukan kasih karunia dan berkat dari-Nya. Itu tidak berarti terus mengucapkan doa yang formal, tetapi secara kontinuitas menaikkan bermacam-macam doa pada segala kesempatan sepanjang hari (Luk. 18:1; Rm. 12:12; Ef. 6:18;Kol. 4:2). Mengapa harus tetap berdoa?

1. Karena berdoa adalah perintah Tuhan. “Tetaplah berdoa” jelas merupakan kalimat perintah dari Paulus, agar jemaat tidak lupa dan lalai berdoa. Hal yang sama juga Yesus perintahkan kepada para murid agar mereka setia berdoa (Mat. 7:7-9; 26:41).

2. Karena doa dapat memberikan kekuatan untuk menghadapi pencobaan. Paulus selalu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan setelah menyaksikan iman, kasih dan kesetiaan jemaat di Tesalonika dalam mengikuti Tuhan (1:2-3; 2:13). Ketika pikiran kita beralih kepada kekuatiran, ketakutan, kekecewaan dan kemarahan, kita secara sadar dan dengan cepat mengalihkan setiap pikiran kepada doa dan setiap doa kepada ucapan syukur. Dalam suratnya kepada orang-orang Filipi, Paulus perintahkan kita jangan kuatir “tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Flp. 4:6).

3. Karena doa adalah senjata peperangan rohani. Selain kepada jemaat di Tesalonika, Paulus juga menasihati orang-orang percaya Efesus untuk memandang doa sebagai senjata dalam peperangan rohani (Ef. 6:18). Saat kita melewati hari kita, doa harus menjadi respon pertama pada setiap situasi yang menakutkan, setiap pkiran yang mencemaskan, dan setiap pekerjaan yang tidak kita sukai yang diperintahkan Allah. Kurang berdoa mengakibatkan kita bergantung pada diri sendiri dan bukannya bergantung pada anugrah Allah. Tetap berdoa pada dasarnya adalah terus menerus bersandar dan bersekutu dengan Bapa.

4. Karena doa membuat kerohanian kita selalu terjaga untuk menyongsong kedatang Kristus kedua kali (4:15-18; 5:1-11). Setelah mengajarkan tentang kedatang Kristus kedua kali, Paulus lanjutkan dengan menasihati jemaat supaya tetaplah berdoa. Karena doa dapat membuat kehidupan rohani tetap terjaga untuk menyambut kedatangan Kristus ke dua kali. Paulus juga mengajar orang-orang percaya di Kolose untuk “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” (Kol. 4:2). Hal yang sama disampaikan Yesus agar kita tetap berdoa sebagai persiapan menyongsong akhir zaman (Luk. 21:34-38).

Doa menjadi bagian yang penting bagi orang percaya, tetapi kesetiaan dan ketekunan dalam berdoa terkadang menjadi hal yang tidak mudah. Ada banyak faktor penyebab orang tidak tekun berdoa. Alasan utama orang tidak tekun berdoa, karena merasa doanya tidak dijawab Tuhan juga atau terlalau lama jawaban doa dari Tuhan, atau mungkin karena faktor penyebab lainnya.
Sehingga hal ini sebagai alasan bagi banyak oranag Kristen tidak berdoa. Ada juga yang merasa tidak bisa lagi menikmati atau pentingnya berdoa. Padahal berdoa bukan hanya berkaitan dengan doa kita dijawab Tuhan atau tidak. Berdoa tetap harus dilakukan oleh setiap orang percaya. Mengapa?
I. Berdoa adalah perintah Tuhan.
Tuhan bukan saja memberikan perintah tentang doa tetapi Ia sendiri telah memberikan teladan dalam berdoa.
II. Dengan Berdoa kita bisa mengerti kehendak Tuhan.
Melalui berdoa membuat kita bukan hanya meminta-minta untuk kepuasan diri kita saja tetapi dalam berdoa membuat kita mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan. serta mengerti apa yang seharusnya kita minta dan apa yang seharusnya tidak kita minta.
III. Melalui doa kita mengalami pertumbuhan rohani.
Iman kita akan bertumbuh ketika melihat jawab doa yang Tuhan berikan kepada kita, sebab ketika Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan waktu dan rencana Tuhan. bukan karena keinginan kita semata.

Tuhan menghendaki supaya orang percaya memiliki hubungan doa yang baik. Jadi jika firman Tuhan mengatakan tetaplah berdoa supaya banyak orang percaya merasakan pengalaman rohani bersama Tuhan. pada dasarnya kita harus berdoa, dimana melalui doa bisa melatih kita dalam banyak hal. Terutama dalam latihan pertumbuhan rohani kita, sehingga latihan ini sangat penting bagi setiap orang percaya. Melalui doa kita membangun pertumbuhan iman kita secara nyata.

Berdoa senantiasa adalah bagian yang harus dikerjakan oleh orang percaya. Berdoa adalah nafas serta kehidupan rohani yang harus dijaga oleh orang percaya. Kalau tidak dijaga dengan baik akan mengalami kemerosotan bahkan kematian rohani. Ketika kematian rohani ini terjadi dalam kehidupan orang Kristen akan menimbulkan dampak yang berat dalam kehidupannya. Relasi serta hubungan dengan Allah juga akan terganggu oleh karena itu ketekunan dalam berdoa harus dijaga. Dengan memiliki waktu doa yang tetap akan menumbuhkan iman kita kepada Allah, serta mengenal Allah semakin dalam.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Surat ini adalah surat kiriman Paulus. Pasal 5 ini adalah khotbah Paulus yang penuh dengan nasehat kepada orang Kristen, agar mereka bersatu dan menjadi komunitas Kristen yang sehat (”Tegorlah mereka yang tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati,” v 14).
Doa itu adalah suatu hal yang sangat dekat dengan orang Yahudi, bukan hal yang asing. Bagi orang Chinese, justru doa itu hal yang jarang.
3 hal yang mendatangkan pahala dari Tuhan:
[a]. Berdoa.
[b]. Berpuasa.
[c]. Beramal.
Maka tidak heran Yesus dan para murid juga sangat menekankan hidup berdoa dengan benar. Pernah suatu kali, murid-murid Yesus meminta Yesus mengajar mereka untuk berdoa (Mat. 6).
Melalui berdoa, manusia menyatakan ketergantungannya kepada Tuhan.
Yesus mengajar bahwa doa tidak menekankan kata-kata yang indah, tapi sikap hati, yang menyatakan ketundukannya pada Tuhan.
Jangan seperti orang Farisi yang berdoa

Dalam ajaran Paulus mengenai doa, Paulus menekankan:
[a].Kedaulatan Tuhan, Allah memiliki rencana yang kekal pada gerejanya.
[b].Kuasa dan pertolongan Roh Kudus (Roma 8:26). Dengan pertolongan Roh Kudus, kita bisa memiliki kasih dan penguasaan diri, tidak asal saja.
[c].Harus memiliki kerendahan hati.
[d].Musuh dalam doa adalah diri kita, bukan setan, yaitu diri yang tidak berjaga / bosan / cepat menyerah / tidak tekun berdoa.

Tetap berdoa bukan dalam tindakan, tapi sikap hati.
[a]. Untuk menanti kedatangan Yesus yang ke 2 kali, bukan berkumpul di suatu tempat untuk berdoa, tapi di mana saja, kita bisa berdoa untuk menanti kedatangan Tuhan Yesus.
[b]. Tetap berdoa dan berjaga-jaga, supaya kita kuat. Karena lawan kita bukan darah dan daging, tapi roh-roh di udara. “Lawan kita si iblis . . .” (I Pet. 5:8).
[c]. Tetap berdoa baik susah maupun senang, sibuk atau senggang, dalam perjalanan atau di rumah.

Kata “Tetaplah berdoa,” dalam Alkitab BIS diterjemahkan “Berdoalah senantiasa.” Dalam bahasa Yunani diterjemahkan “Berdoalah tanpa henti.”
Bukan berarti tidak usah melakukan yang lain, termasuk bekerja.
Tapi, Paulus ingin supaya kita tak putus-putus dan dalam segala waktu datang kepada Tuhan. Bukan hanya saat memiliki kebutuhan saja.
Bukan juga saat sudah dikabulkan atau belum.
Doa sebagai nafas kehidupan orang percaya.
Doa di sini bukan hanya untuk diri, tapi juga untuk orang lain (syafaat).

Tetaplah berdoa. Alkitab banyak memakai kata tidak putus-putus. Bukan semau kita. Bukan kita merasa senang, berdoa, tidak senang, tidak berdoa. Bukan saat ada kebutuhan. Bukan doa formal yang formalitas, tapi saat ada persoalan, mau merencanakan sesuatu, atau apapun juga, hati kita tertuju pada Tuhan. Bagaimana kita bisa punya hidup yang rindu berdoa seperti itu?
[a]. Doa harus menjadi sebuah kerinduan yang hidup dalam hidup kita.
Doa tidak bisa dipaksa. Tapi, menjadi kerinduan yang tumbuh. Mungkin hari ini, kurang berdoa, biarlah besok, makin rindu berdoa.
[b]. Doa menjadi kekuatan yang sangat kita andalkan. Khususnya dalam kehidupan modern saat ini, di mana segala sesuatu dapat dengan gampang dilakukan.
Yang ironis, ada orang berdoa, tidak mendapatkan apa yang dikehendakinya, dan yang tidak berdoa, justru mendapatkan.
[c]. Doa menjadi kemenangan yang nyata dalam hidup kita. Kalau orang Kristen berdoa, dan tidak dijawab-jawab sesuai dengan kehendaknya, mungkin juga ia akan frustasi. Tapi, masalahnya, apakah ia sudah benar belum (Yak. 5:16). Orangnya benar belum, kemudian apa yang didoakannya benar belum.
Tidak seperti ajaran Cho Yonggi yang berdoa meminta kepad Tuhan dengan detil, dan dapat lagi.

Tetaplah berdoa. Jangan salah kaprah, sudah berdoa tapi tak mengerjakan apa-apa. Ada seorang ibu yang suka berdoa. Suaminya belum Kristen, pulang ke rumah, melihat rumah dalam keadaan berantakan, kotor, tidak ada makanan, dst. Suaminya bertanya, “Mengapa?” Istri berkata, “Tadi Yesus datang, saya bersekutu dengan-Nya dan berdoa.”
Dan itu berlangsung berkali-kali, maka suaminya berkata, “Nanti, kalau Yesus datang lagi, tanyalah, Benarkah kamu Yesus yang mati buat saya di kayu salib?” Besoknya, betul datang lagi. Ibu itu bertanya begitu, “Yesusnya” langsung pergi. Ternyata itu bukan Yesus, tapi setan. Artinya, kalau betul Yesus, Ia tak akan mengacaubalaukan kehidupan kita.

Doa =
[a]. Bersandar pada Tuhan
[b]. Tetap tinggal (connect / on line) dengan Tuhan.
[c]. Sikap menundukkan diri kepada Tuhan.

Tetaplah =
Bukan kata-kata yang sama, seperti mantra, tapi terus menerus, sepanjang hari.
Lk. 18:1, Yesus mengajar agar tidak berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Rom. 12:12, Paulus juga tetaplah berdoa.
Ef. 6:18, berdoalah setiap waktu dalam Roh.
Col. 4:2, bertekunlah dalam doa.

Charles Hodge berkata bahwa doa merupakan persekutuan jiwa dengan Allah.
R.C. Sproul berkata bahwa doa adalah ACTS = Adoration, Confession, Thanksgiving dan Supplication.
Martin Luther berkata bahwa semakin saya sibuk, semakin saya berdoa.
Yeremia berkata mengenai doa dalam 33:3, “Berserulah kepada-Ku.”
Paulus mengatakan “Tetaplah berdoa.”
Yesus Kristus berkata, “Berdoalah dan berjaga-jagalah” (Mat. 26:41).
Pagi-pagi benar, Yesus juga sudah berdoa (Mk. 1:35).
Usai melayani, Yesus berdoa (Mat. 14:23).
Malam-malam berdoa (Lukas 6:12).
Artinya, doa bukan teori yang diajarkan pada murid-murid-Nya, tapi doa adalah gaya hidupnya. Yesus menghidupkan doa dalam hidup-Nya.

Seorang pengusaha sukses jatuh dikamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup.

Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia! “Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . kata si pengusaha ini dengan yakinnya.” Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit.

Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu'.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu. Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri. Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.

Melihat peristiwa itu, hampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si engusaha ini,penyesalan yang luar biasa.

Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'

Jawab si Malaikat, Ada beberapa yang berdoa buatmu. Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.'

Kesimpulan: Doa bisa dilakukan dengan tidak putus-putus, itu karena 1 hal, karena cinta. Kalau kita mengasihi seseorang, mengasihi gereja, dan bahkan mengasihi pekerjaan Tuhan, PASTI, ia akan berdoa tidak putus-putus dengan sendirinya.
Masalahnya, adakah cinta itu dalam hati kita???

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Tujuan :
Mengajarkan bahwa doa adalah nafas kehidupan kerohanian, yang dapat memberikan kekuatan dan pengharapan dalam iman. Doa bukanlah sesuatu keterpaksaan tetapi nafas hidup secara alamiah yang harus dilakukan.2.Menyatakan keindahan doa yang tidak pernah membuat jemu, karena Tuhan hadir di dalam doa, Ia mendengar dan menjawab doa-doa kita.
Konteks ini adalah sebuah nasehat yang disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika, nasehat ini di bagian dalam 3 bagian:
1. V 12-13: Paulus menghendaki supaya orang percaya selalu memelihara relasi yang baik dengan para pemimpin rohani mereka, - menghormati, mengasihi dan berdamai selau dengan mereka. Karena merekalah yang dipakai Tuhan untuk membimbing mereka berjumpa secara pribadi dengan Tuhan.
2. V 14-15 : Relasi terhadap sesama anggota jemaat/tubuh kritus juga harus dipelihara- Focus – dengan cara Saling menegor, saling menguatkan, saling memperhatikan dan saling berdamai satu dengan yang lain.
3. V 16-22. Dalam segala keadaan orang percaya harus selalu bersukacita, selalu berdoa, dan selalu mengucapsyukur kepada Tuhan – Focus - orang percaya harus memiliki relasi indah dengan Tuhan.
Tema kita focus pada “tetaplah berdoa” (V17)

MENGAPA KITA HARUS SELALU BERDOA?

1. Salah satu hak terbesar yang dianugerahkan Tuhan kepada kita anak-anak-Nya adalah hak untuk berdoa. Berdoa lebih dari sekadar bercakap-cakap dengan Tuhan, karena doa memunyai begitu banyak makna dan tujuan lainnya. Dalam bagian ini ada beberapa hal yang saya ingin sharingkan: Ketika berdoa, kita diarahkan kembali kepada kehendak Tuhan, untuk menikmaati sukacita, hidup limpah dengan syukur dan membangkitkan semangat dengan roh yang tak pernah padam (5:16,18,19)

2. Ketika berdoa, kita memeroleh kekuatan dan hikmat untuk dapat melakukan tugas dan panggilan Tuhan, yaitu menegor, menasehati, dan menguatkan mereka yang tawar hati (5:14)

3. Ketika berdoa, kita membawa kehadiran Allah di dalam hidup kita sehingga dimana kita berada selalu membawa perdamian bukan pertengkaran (5:13).

4. Ketika kita berdoa bagi orang lain, yang mungkin sangat menyakitkan, benci dan keras/kasar atau mungkin jahat terhadap kita, maka kita akan mendapatkan kekuatan untuk tidak membalas jahat dengan jahat, tetapi sebaliknya kejahatan dibalas dengan kebaikan (4:15)

5. Ketika kita berdoa untuk sebuah pelayanan, atau orang-orang yang berjuang membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan, maka kita mengundang berkat dan kuasa Tuhan turun atas pekerjaan dan orang-orang yang mengerjakannya. (5:12-13)

1. doa adalah proses pembelajaran berkaitan dengan ketaatan.
2. doa adalah proses pengambilan keputusan.
3. doa adalah proses pembentukan karakter. Bisa memahami kondisi orang lain melalui doa.
4. doa adalah proses pengudusan. Dengan doa kita mengaku dosa, memulihkan emosi dan pikiran yang lelah
5. doa adalah proses penerimaan kekuatan dalam memahami kesulitan
6. doa adalah proses pendewasaan rohani- doa Bapa kami.
7. doa adalah proses perjuangan dan perlawanan dalam kegelapan.

Dalam bahasa Yunani , arti Doa adalah perintah yang aktif-tetap atau tidak jemu –jemu. Artinya tidak boleh bosan, berhenti, dan jenuh untuk melakukannya . Dari tema Senantiasa Berdoa, ada 2 hal yang bisa direnungkan bersama:
1. Tuhan ingin kita untuk hidup dalam doa. Markus 11:24 Tuhan mengajarkan kita untuk berdoa dengan iman .Yak 5:16 berbicara tentang keseriusan, iman dan kesungguhan dalam doa. Ef. 6:18 doa sebagai perlengkapan senjata Rohani.
2. Tuhan menginginkan untuk menghidupkan doa dalam hidup kita. Masa Tuhan Yesus di muka bumi ini hanya 3,5 tahun saja, walaupun demikian Ia tidak pernah terlalu tergesa-gesa untuk setiap hari menyediakan waktu untuk berdoa. Ia berdoa sebelum memulai dan menghadapi setiap pekerjaan, dan di setiap pergumulan dalam pelayanan-Nya. Tuhan berdoa secara teratur, dan menghidupkan doa itu di dalam diri-Nya dn juga di dalam murid-murid-Nya. Charles Swindoll: di dalam doa, lebih baik memiliki hati tanpa kata daripada memiliki kata –kata tanpa hati.

Ef 6: doa dlm konteks peperangan rohani. Ini adalah satu kondisi yang harus dihidupkan dlm hidup orang percaya. Doa dikaitkan dengan kondisi alert, kondisi perseverance, kondisi pertition. Pada umumnya orang yang berdoa selalu hanya pada kondisi petition. Manusia hanya sampai tahap meminta saja. Jika sudah dikabulkan, maka ia akan berhenti berdoa. Jemaat harus dibawa bukan hanya kepada kondisi petition saja tetapi juga kepada kondisi alert, dan perseverence.

Tema hari ini sebagai kelanjutan dari tema tahun baru.. Tetap berdoa berarti : 1. hidup tetap berdoa 2. mengakui Allah berdaulat 3. saat untuk untuk mensyukuri sumber kekuatan kita 4. saat untuk menggali lebih lanjut sumber kekuatan 5. memandang kedepan. Tambahan dari point ev. Badrin1. kita perlu berdoa bersama agar menjadi berkat dan mendapat berkat 2. kita perlu berdoa karena dengan berdoa kita merendahkan hati, dan menaklukan diri dalam kehendak Tuhan.

Konteks utama ayat tersebut adalah dalam masa penantian kedatangan Kristus yang kedua kalinya,dimana segala fenomena kehidupan dunia akan muncul dengan segala kefasikannya. Khotbah akan dibangun dari pokok-pokok teologi doa Calvinisme, sbb:
1. Antara keinginan dan kebutuhan.
Allah menjanjikan memenuhi kebutuhan kita, bukan keinginan kita.
Matius 7:7-8, konteksnya adalah Bapa di Surga tahu bahwa Ia harus memberikan yang baik kepada anak-anakNya. Pengertian yang baik adalah dalam sudut pandang Allah yaitu memenuhi kebutuhan kita, bukan hal-hal yang bersumber dari nafsu lahiriah (bdk Yakobus 4:3) .
2. Doa adalah menaklukan diri kepada kehendak Allah,
Doa bukan memaksa kehendak pribadi kepada Allah, tetapi mencari dan menggumulkan apa kehendak Allah untuk orang percaya. Pengalaman orang lain untuk mendapatkan jawaban atas doanya, tidaklah dapat dijadikan dasar teologis bahwa dengan cara yang sama Allah akan menjawab kita.
Salah satu statement utama Teologi Calvin adalah Sovereignty of God yang berkorelasi dengan “all inclusive”, dimana Allah turut bertindak dalam segala hal dalam rencanaNya yang baik untuk setiap (keunikan) pergumulan orang-orang pilihan. Sehingga doa bukanlah bentuk tawar menawar dengan Allah melainkan penyerahan diri secara mutlak pada kedaulatan Allah.
3. Allah sudah mengetahui apa yang kita butuhkan sebelum kita berdoa.
Perseverance of the saints, (ketekunan orang-orang kudus) merupakan salah prinsip dalam teologi Calvin, yang salah satu aplikasinya adalah ketekunan dalam Doa untuk menyatakan isi hati kita baik dalam suka-duka hidup (bdk I-Thou, I-It relationship karangan Martin Buber).

Mengapa kita perlu berdoa:
1. Didalam Mazmur tertulis ”carilah wajahKu selalu. Tuhan ingin agar manusia selalu rindu untuk mencari wajah-Nya.
2. Responsif terhadap jeritan hati manusia. Pengalaman raja Hizkia- air mata dilihat oleh Tuhan. Dalam kitab Yunus- Tuhan responsif kepada orang –orang Niniwe ketika mereka bertobat. Dalam Perjanjian Baru - orang buta berteriak minta tolong dan Tuhan Yesus mendengar. Tetaplah dberdoa karena Tuhan bukan tembok dingin, bukan yang kaku tetapi Tuhan yang punya belas kasihan yang luar biasa. Tuhan yang begitu merendahkan hatinya
3. Doa dalam komunitas gereja menggunakan bahasa yang resmi. Dan seringkali orang jemaat menolak untuk memimpin doa karena keterbatasan bahasa. Tetapi dengan doa pribadi, kita bisa bebas mengekspresikan semua yang ada didalam hati tetapi tetap dengan sikap yang sopan. Mengajak jemaat untuk membangun relasi heartt to heart dengan Tuhan.

Teks ini harus disambungkan dengan 1 Tes 5: 4-9 tentang Yesus datang kembali. Sebelum Yesus datang, dunia akan semakain rusakdan kacau. Tuhan ingin anak-anak-Nya dalam keadaan alert. 1. we belong to the light. 2. Tuhan ingin kita menjadi pemenang. 3. we are designed to receive salvation – punya pengharapan yang sangat cerah. Marilah kita tetap berdoa supaya dipakai Tuhan untuk menggenapi perkerjaan Tuhan yang belum selesai.

1 Tes. 5;17 harus dilengkapi dengan ay 15-22, 24. Ayat 15 bicara tentang jahat. Dikurung oleh situasi yang jahat. Sebagai istilah yang muncul antara jahat dan baik kalau kita belong to the truth bagaimana kita bersikap:
1. hidup dalam kebenaran 2.hidup dalam kesukaan 3. hidup dalam doa 4. hidup dalam syukur 5. hidup dalam Kristus 6. hidup dalam kehendakNya 7. hidup dalam Roh
8. hidup dalam Firman 9. hidup dalam kekudusan 10. hidup dalam damai 11. hidup dalam kesempurnaan 12. hidup dalam pemeliharaan. 12 hal seperti 1 lusin berkat yang Tuhan nyatakan dalam akhir jaman ini untuk hidup dalam kasih di tengah tantangan dunia.
Doa adalah vertical line untuk memisahkan diri kita dalam horizontal line dalam hidup yang sementara ini. Segala yang baik dan jahat akan lewat.. Maka Paulus berbicara teantang perseverance of the saints. Api yang menyala dalam diri tidak boleh padam.
. Ay 17 jangan berhenti berdoa
1. Without seizing- tanpa berhenti, tdk ada status quo,
2. Pray constantly seperti jantung dan nafas kita yang tidak pernah berhenti, terus bergerak sendiri. Kalau berhenti berdoa- artinya fungsi rohani kita akan berhenti.
3. Never give up- jangan takut untuk menghadapi iblis di dunia.
4. Never seize to pray- tidak mungkin untuk berhenti berdoa.
5 Be unseizing in prayer – , pola dan tata cara doa yang dijalankan, kehidupan yang dinyatakan. The perseverance of the saint juga mencakup. the perseverance of the prayer- Paulus tahu karena peperangan begitu dasyat , manusia tidak mungkin bisa hidup tanpa doa. Maka biarlah kita menjadi man of prayer.