Jumat, 05 Maret 2010

SAKSI YANG SETIA

SAKSI YANG SETIA
Kis 6: 7-15

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Stefanus sbg seorang pelayan yang baru diteguhkan menjadi diaken mengerti perannya dengan baik; Ia mengerti bagaimana menjadi saksi Injil dan dan mewartakan Injil kepada banyak orang. Kerinduanya yang besar untuk melayani Tuhan membuat Stefanus tidak takut menghadapi situasi pelayanan yang banyak tekanan dan penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan pemimpin agama waktu itu. Mereka berusaha menghambat pemberitaan Injil yang dilakukan para rasulz
Stefanus mengalami dan merasakan masa yang sulit, tetapi tidak menyurutkan semangatnya dalam memberitakan Injil, bahkan fitnahan dan hasutan yang mengatakan bahwa Stefanus menghujat Musa dan Allah. Hasutan tersebut membuat Stefanus disergap dan diseret ke mahkamah agama untuk diadili. Dalam situasi yang sulit seperti ini Stefanus tetap berani dan tidak gentar, dia tetap menjadi saksi Kristus yang baik. Kesetiaannya menjadi pelayan Tuhan dan memberitakan Injil tidak perlu diragukan lagi, dia setia sampai mati.

Stefanus seorang pelayan yang penuh karunia, kuasa (ay 8). Dia memiliki kerohanian yang sangat baik dan memahami firman dengan benar. Dia mengenal Allah yang ia layani dan rela menjadi saksi bagi Allah meskipun nyawa taruhannya. Dalam kesulitan ia tidak mundur, dalam bahaya dia tidak genntar karena dia melayani Allah yang benar. Kehidupan Stefanus relative pendek tetapi dia memberikan hidup dan kesungguhannya dalam melayani Tuhan sampai mati.

Saksi Yang Setia, berarti ada saksi yg tdk setia. Kisah ps 5 mencatat ada Ananias dan Safira, saksi yang tidak setia. II Tim 4:10 mencatat Demas yang mencintai dunia dan meninggalkan Tuhan, pekerjaan Tuhan. Juga ayat 14 Aleksander tukang tembaga telah banyak berbuat kejahatan, waspada terhadap dia. Menyedihkan ada saksi yg tdk setia. Sementara lagu dlm ppk mengatakan, setia, setia, biar setiamu majulah, setia, bekerja, setia pd Rajamu, setia, setia, jng pandang mns, meskipun susah, sandarlah Allah, agar kau tetap setia. Artinya saksi seharusnya setia, ini serius, ttp memang tdk mudah.
Yg sehrsnya: dari bersaksi (marturia) bahkan sampai menjadi martyr. Bukan tdk setia ! Siapa org yg setia ini ? Stefanus !
1. Seorang Diaken
Kalau bisa dikatakan, dibawah penatua, pendeta penginjil. Level lebih rendah dr pdt pnt ev. Ttp dicatat penuh karunia dan kuasa. Bukan jabatan ttp pekerjaan Tuhan, bukan label ttp isi, bukan structural ttp operasioanl.Kita bahkan mungkin bukan diaken krn tdk mungkin semua menjabat sbg diaken ttp apakah kualifikasi spt diaken Stefanus menjadi kualifikasi hidup setiap kita ? Setia
2. Kapasitas Diaken Ttp Pembelaan Spt Pnt Bahkan Pdt
Memahami alk dng baik, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Yosua, Daud, Salomo. Sampai kpd TY yg ditolak, sampai TY mati. Sampai dikatakan, pemimpin2 agama tertusuk. Tdk gentar, nyatakan kebenaran. Sejarah keselamatan, rencana Allah, dipahami oleh Stefanus dengan sangat mendalam dan mengimaninya.
3. Setia Sampai Mati
Ayat 15 ada penglihatan, lalu mati. Ttp spt TY disalib, ampuni mrk ya Tuhan. Tdk ada dendam, tak ada akar pahit, tdk ada jahat balas jahat, indah !
4. Ada Buah Kehidupan Dan Kematian
Apa yg kita korbankan bagi Tuhan, tdk ada yg akan kembali dng sia2. Ayat 15 ada penglihatan. Hidup ada pengalaman yg indah. Mati, bagaimana ? Paulus hadir, Paulus setuju. Ttp Paulus berbeda dng kita. Yg mati tertanam pasti ada buah yg dihasilkan. Maka lagu, darah kaum martyr yg blm kering, yg melintasi jln salib…
Penutup: Marturia sampai Martyr terjadi atas Stefanus, indah, luar biasa. Tuhan ijinkan terjadi atas Stefanus. Kadang Tuhan ijinkan sesuatu terjadi. Ada derita ada berkat (penglihatan), ada salib ada mahkota.
Tuhan tidak pernah menjanjikan dalam hidup ini tidak ada tantangan, kesulitan dan pencobaan. Hal ini nyata dalam pengalaman para Rasul dalam pelayanan di dunia ini. Ada di antara mereka yang mati ditombak, dijatuhkan dari tempat yang tinggi, dibakar, disalibkan, dipenggal kepalanya dan dirajam dengan batu sampai mati, misalnya Stefanus. Semuanya itu mendorong kita agar memiliki iman yang teguh dalam mengiringi Kristus seumur hidup. Meskipun ada tantangan dan penganiayaan, itu tidak membuat kita mundur, tetapi justru melalui pengalaman tersebut, Tuhan hendak memurnikan iman kita (1Ptr. 1:7).

Stefanus adalah saksi yang setia, apa yang dapat kita pelajari darinya?

1. Ia memiliki iman dan Roh Kudus (6:5; 7:55). Stefanus dipilih menjadi pelayan orang miskin karena ia memenuhi kualifikasi yang tepat, yakni penuh dengan iman dan Roh Kudus. Itu yang membuat dia setia melayani dan tetap bertahan di tengah-tengah tantangan rintangan dan pencobaan.

2. Ia memiliki hikmat dan kuasa Allah (6:8,10). Selain itu, ia juga memiliki hikmat dan kuasa Allah dalam pelayanannya. Tatkala berdebat soal kebenaran, ia unggul dan ketika ia melayani, mukjizat Tuhan menyertainya, sehingga ia dipakai secara efektif dan luarbiasa.

3. Ia memiliki hati yang suka mengampuni (7:59-60). Kemudian tatkala diperhadapkan dengan ancaman hukuman mati dirajam batu, ia tidak bersungut-sungut, ia tidak menyalahkan Tuhan dan orang lain. Ia tetap berdoa dan memohon pengampunan atas dosa mereka yang menghukumnya.

5. Ia memiliki hati yang setia sampai mati (7:54-60). Stefanus pantas dinyatakan sebagai pahlawan iman, karena ia tidak hanya setia melayani, tetapi juga tetap bertahan sampai akhir dengan menyerahkan nyawanya mati syahit demi Kristus. Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Semirna, “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan,” (Why. 2:10). Bagaimana dengan saudara?

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta

Kis. 6
 Di perikop sebelumnya, kita melihat ada masalah di dalam gereja mula-mula.
Wajar, . . . semua gereja ada masalah.
Masalahnya adalah 1500 janda (v 1).

 Nah, untuk melayani janda-janda itu, dipilihlah 7 diaken.
Ada yang bilang bahwa selain 7 diaken ini ada 7 sub diaken, etc.
Jadi, kita tak bisa membandingkan 7 diaken melayani 1500 janda = lebih kurang 1 orang diaken melayani 215 orang janda.

 Di antara orang-orang yang terpilih, ada yang namanya Stephen.
Stephen = crown.
Dari 7 nama itu, kita lebih mengenal 3 orang ini: Stephen, Phillip dan Nicholas.
Yang 4 lagi: Prokhorus, Nikanor, Parmenas dan Timon, kita kurang mengenalnya.

Ia terkenal baik, penuh roh dan berhikmat (v 3, 10).

Ditambah dalam v 5, bahwa para diaken itu, termasuk Stephen, adalah orang yang penuh iman dan Roh Kudus.
Micha juga (Mic. 3:8).

Ditambah lagi, dalam v 8, Stephen adalah orang yang penuh karunia dan kuasa.

Diakhiri dengan v 15, mukanya seperti muka malaikat.
Rasanya hanya 1 orang yang pernah dikatakan memiliki muka seperti malaikat, Stephen.
Kalau Musa, dikatakan wajahnya bercahaya, setelah mereka turun dari Sinai (Ex. 34:29).

5 penuh:
[a]. Penuh Roh Kudus  dikatakan 4x, Acts 6:3, 5, 10; 7:55.
[b]. Penuh hikmat.
[c]. Penuh iman.
[d]. Penuh karunia.
[e]. Penuh kuasa.

Maka witnessing / preaching X witness.
Preaching is about speech.

Witness is about life.
Hidup Stephen baik, sehingga mempengaruhi keluarga.
Keluarganya juga mengasihi Tuhan, sehingga waktu Stephen dibunuh Paul, mereka tidak mendendam pada Paul.
Bahkan, mereka mau dibaptis oleh Paul (I Cor. 1:16).
Dan tetap setia melayani (I Cor. 16:15).

 Di mana rajin?
Bukan yang rajin saja.
Rupanya dalam pelayanan, rajin bukan hal yang utama.
Ada orang yang rajin, tapi tak beriman dan penuh Roh Kudus.
Orang macam ini bisa jadi trouble maker dalam gereja.

Rupanya kualifikasi yang lain, bukan hal yang utama.
Di mana pandai? sehat? kaya? semangat? sabar?

 Dari 5 penuh itu, mana yang lebih disukai orang?
Mana yang akan diminta orang?
Minta iman?
Minta dipenuhi Roh Kudus?
Minta mujizat atau bisa melakukan mujizat?

Murid-murid minta Yesus mengajar mereka berdoa, setelah 2 tahun hidup bersama Yesus.

 Orang yang beriman dan penuh Roh Kudus ditunjukkan melalui:

1. Memberitakan Firman kebenaran (v 7, 10).
Ia berkhotbah panjang lebar  52 ayat (Acts 7:2-53).

2. Rajin berdoa.
Berdoa waktu lancer / dalam penganiayaan.
Waktu dilempari batu, ia berdoa (7:59).
Waktu dilempari batu, ia memohon pengampunan buat pelemparnya (7:60).
Doa yang mirip dengan doa pertama Yesus di atas kayu salib (Lk. 23:33-34) dan doa James, saudara Jesus.

3. Tidak mundur dalam penganiayaan, tekanan, bahaya dan ancaman.
Ia dihadapkan dengan 1 partai koalisi yang cukup kuat dari kaum Libertini / The Libertines + Kirene (orang-orang asli Kirene) + Alexandria (asli / dari Mesir) + Jews from Kilikia (Asia kecil selatan) + Asia (= Turkey), v 9.
Orang Libertini adalah orang-orang Yahudi yang pernah menjadi budak pada waktu zaman Pompei di Roma, tapi kemudian dibebaskan.
Nah, untuk membedakan dengan orang Yahudi yang memang dari lahir tidak pernah menjadi budak, maka mereka diberi nama itu.
Mereka mendirikan sebuah synagogue di Jerusalem.
Mereka suka ke sana, kalau berkunjung ke Jerusalem.

Saya katakan “Cukup kuat,” karena sebenarnya mereka ini hanya radikal = tak mengerti apa-apa / kalah debat sama Stephen (v 10).

Tapi, mereka cukup kuat, karena memiliki pengaruh di orang banyak, tua-tua dan ahli taurat (v 12).
Bagaimana ini, penatua koq dipengaruhi oleh orang yang radikal seperti ini????

Ia dibawa ke hadapan Mahkamah Agama.
Semua mata menatap tajam kepadanya (v 15).
Dilihat oleh 1 orang yang berpengaruh saja, kita bisa salah tingkah, salah bicara.
Ini dilihat oleh, kemungkinan, anggota Sanhedrin, yang beranggotakan 71 orang.

Ia disergap (seize by force / dragged / tidak ada hak apa lagi, seperti budak), diseret, dan dibawa ke Mahkamah Agama.

Tidak seperti Nikolaus / Nicholas = victor of the people.
Yang pada mulanya memiliki kualifikasi yang “Hampir sama” dengan Stephen, tapi pada akhirnya murtad.

Mengapa “Hampir sama”?
Karena, tidak dikatakan secara explisit, bahwa Nikolaus adalah orang yang 5 penuh itu  penuh Roh Kudus, penuh hikmat, penuh iman, penuh karunia, penuh kuasa, dan mukanya seperti malaikat.
Ia adalah seorang proselit = orang yang baru percaya.
Namanya juga diletakkan dalam urutan terakhir.
Bahaya, kalau memasukkan orang yang baru percaya sebagai diaken.
Kata “Terkenal baik” (v 3) = menunjukkan waktu yang cukup.

Epiphanius mengatakan bahwa ia bergeser pada ajaran sesat (Rev. 2:6).
Atau bahkan melakukan percabulan.

Stefanus adalah saksi yang setia, karena dia dapat menjadi saksi berdasarkan apa yang telah Tuhan lakukan dalam kehidupannya. Dia dapat menjadi saksi bagaimana hidup sebagai orang yang percaya. Dia melayani Tuhan dengan memperhatikan jemaat dan tidak lupa bersaksi dalam perkataan dan perbuatan kepada orang yang belum mengenal Tuhan. Sebagai saksi yang setia dia mengerti Firman Tuhan dan dapat menyampaikan Firman Tuhan dengan jelas kepada banyak orang. Stefanus mengerti sejarah bangsa Israel dan pengharapan bagsa Israel akan kedatangan Mesias. Dia tahu dengan jelas siapa Tuhan Yesus yang sesungguhnya, apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus. Stefanus adalah saksi yang setia, dimana dia bersaksi sampai akhir hidupnya, dia bersaksi untuk Tuhan Yesus dan meneladani apa yang dilakukan Tuhan Yesus, dia menyerahkan rohnya kepada Tuhan dan berdoa agar Tuhan mengampuni dosa orang yang membunuhnya (Kis 7:59-60).

Bagaimana dapat menjadi saksi yang setia ?
1. Memiliki iman yang teguh, apapun yang terjadi tetap setia menjadi saksi Tuhan.
2. Penuh dengan Roh Kudus, sebagaimana yang dialami Stefanus.
Untuk menjadi saksi yang setia harus penuh Roh Kudus, karena Roh Kudus memberi kuasa kepada kita untuk bersaksi (Kis 1:8)
3. Mau belajar Firman Tuhan dan melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan.
4. Giat melayani, sebagaimana Stefanus meskipun waktu pelayanan singkat, tetapi dia melayani dengan giat, penuh semangat, sehingga berdampak besar.
5. Penuh kasih dan bersedia mengampuni, sebagaimana yang dilakukan oleh Stefanus, dia melayani berdasarkan kasih Tuhan Yesus yang mengasihinya dan dunia, meskipun diperlakukan tidak adil bahkan dilempari dengan batu sampai mati, Stefanus tetap tidak dendam dan mengampuni orang yang menganiaya dia dan berdoa agar Tuhan mengampuni mereka.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Apa yang dipikirkan jemaat?
1. Bukankah menjadi saksi Tuhan adalah bagi semua orang? Tapi realitanya anak Tuhan tidak menjadi saksi yang baik.

2. Apakah menjadi saksi yang setia karena seorang menginginkan atau hanya pasif saja, jika Tuhan tidak mau pakai toh memang tidak mungkin.

Hari ini kita mau awali dengan: Jika kita jadi saksi setia, tentu Tuhan yang mau. Tuhan ingin kita mempersembahkan hidup di hadapan Tuhan atas semua yang Tuhan karyakan dalam hidup kita.

Melihat Stefanus ada beberapa point:
1. Siapa Stefanus? Dari ayat 5 dikatakan seorang yg penuh iman dan roh kudus. Tuhan memimpin hidupnya. Stefanus seorang yang penuh kasih karunia dan kuasa. Bukan sekedar mempunyai yang menonjol, tetapi karena kasih karunia Tuhan. Dia memiliki hikmat.

2. Pelayanannya, Stefanus adalah seorang diaken. Pelayanannya penuh muzizat dan tanda, Stefanus juga bersoal jawab dan berdebat, Dia seorang yang memberitakan Injil.

Menjadi saksi setia adalah:
1. Seorang yang mengenal karunianya.
2. Memenuhi panggilan Tuhan seturut yang Tuhan kehendaki.
3. Ada penyertaan Allah (ayat 8 dan 10).
4. Harus memahami bahwa saksi setia pasti mengalami ujian dan tantangan.
5. Saksi setia diukur dari bagaimana dia berespon. Stefanus memiliki ketenangan dan keyakinan penuh. Dalam perjalanan pelayanannya: Kesetiaan perlu diuji, kemenangan adalah dari respon kita: Apakah melarikan diri atau Melawan? Yang terbaik adalah menghadapi dengan Ketenangan dan Keyakinan dari Tuhan.

Kapan kita tahu Stefanus disebut sebagai saksi yang setia? Dalam zona yang banyak tantangan dan tekanan untuk mempertahankan iman sebagai seorang yang melayani Tuhan seringkali muncul ketidak setiaan. Dalam tantangan yang sulit ini, Stefanus tidak berhenti bersaksi. Disinilah kesetiaannya.

Orang2 yang bersaksi, umumnya berkeyakinan:
1. Bersaksi adalah harga mati. Berdasarkan Mat 28.
2. Bersaksi adalah komitmen. Kebangunan Rohani dimulai dari segelintir orang yang memiliki komitmen.
3. Bersaksi keluar dari zona nyaman: persembahkan diri, pikirkan firman, pikirkan target operasi, pergi bersaksi.
4. Bersaksi adalah hidup dalam perintah-perintahnya.
5. Bersaksi adalah gaya hidup. Kis 8.
6. Bersaksi adalah menjadi etalase. 2 Kor 3. Kita adalah surat Kristus.
7. Bersaksi adalah pengabdian. Menderitapun bisa bersaksi, sakitpun bisa bersaksi.

Gabriel yang bergabung dlm Billy Graham Evangelistic Association menyatakan:
1. Bersaksi adalah memahami apa yang kita percayai.
2. Bersaksi

Bisa diilustrasikan:
1. Seorang saksi adl yang siap sedia: Rasul Paulus menggambarkan seperti Prajurit Romawi yang selalu bersiap, waspada terhadap musuh.
2. Dlm Injil Lukas: seorang yg membajak sawah, perlu focus.
3. Kis 4: hidup jemaat mula2 punya aksi, bukan NATO tapi ada tindakan yang jelas.

Knowing, Being dan Doing…
Komitmen: Berpegang teguh, satu keseriusan, tanggung jawab, kesepakatan. Kontrak kerja kita dgn Tuhan adalah sampai kita mati.
Setia menjadi tuntutan Tuhan Yesus. Hendaklah engkau setia sampai mati.
Iman: punya iman teguh dan handal. Perisai yang diandalkan. Pegangan hidup yang mantap. Iman adalah kunci utama bagi setiap saksi Kristus.

Stefanus menjadi saksi Kristus karena mengalami kasih Kristus terlebih dahulu dan dia mengandalkan kuasa Tuhan dalam hidupnya.

Kis 1: 8 kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atasmu dan kamu akan menjadi saksi-Ku.
Saksi setia terhadap:

1. Berita Kebenarannya, objek kebenaran
dan
2. Pemberitaan. Tantangan atas pemberitaan tetapi tetap dilakukan.

Pdt. Samuel W
Pengetahuan dan keteladan. Orang yang punya knowledge adl ahli taurat. Tapi tidak punya personal impact.

Ada juga yang punya Personal impact tanpa knowledge, biasanya petobat baru.
Yang tidak punya keduanya pasti tidak memiliki kecakapan bersaksi. Kita seharusnya memiliki keduanya.

Membagi menjadi 5 hal:
1. Saksi yang setia jelas imannya. Ayat 14. Fitnahan orang Yahudi, kota2 dicek mereka adl kaum Hellenis yang sering membuktikan keYahudiannya diantara orang Yahudi. Melalui fitnahan ini, stefanus meninggikan Yesus. Terimalah rohku ya Tuhan Yesus. Bergantung dan meninggikan Tuhan Yesus.
2. Saksi yang setia membuktikan imannya. Ayat 8. Ada tanda2 dan muzizat yang menyertai Stefanus.
3. Saksi yang setia sanggup mempertanggungjawabkan imannya. Ayat 9-10. Bersoal jawab, tetapi Stefanus menjawab dgn baik.
4. Saksi yang setia siap menanggung resiko demi imannya. Stefanus difitnah.
5. Saksi yang setia mengalami kemuliaan dari Tuhan. Ada waktunya orang beriman mengalami pengujian dan ada waktunya orang percaya mengalami kemuliaan.

Stefanos berarti mahkota, mahkota ada di atas yang menunjukkan kemuliaan dan kebahagiaan. Saat dia mampu menjadi saksi setia. Di pengadilan, unsur saksi sangat penting. Stefanus mengalami Kristus dan itu yang dia saksikan.
1. Stefanus memiliki dasar dari kesaksian itu sendiri. Pasal 6 tidak bisa dilepas dari pasal 7. Menceritakan sejarah perjalanan bangsa Israel dari Abraham, Mesir, dijagai Allah, sampai masuk Kanaan. Ada kesetiaan Allah.

2. Ada tindakan dari kesetiaan. Bersangkut paut dengan kerelaan Stefanus untuk menanggung semua penganiayaan, fitnah dan kesulitan. Ada pemurnian yang muncul. Tindakan ini mempengaruhi Saulus yang menjadi Rasul Paulus.

3. Tujuan Kesetiaan. Ayat 15 dan 56. Makhamah Agama melihat muka Stefanus spt muka malaikat. Tujuan bersaksi bukan untuk kehebatan kita tapi untuk kemuliaan Kristus. Jika tidak demikian tentu tidak ada nilai dalam kesaksian kita.

1 Kesaksian disertai muzizat dan tanda.
2 Kesaksian yang tidak sanggup dilawan.
3 Kesaksian yang menimbulkan kegerakan/reaksi (ayat 54). Orang di Mahkamah, hatinya tertusuk dan sangat marah.
4 Diiringi dengan harga yang mahal, dipersoal jawabkan di depan orang yang membenci dia. Dihasut, diseret dan dilempar batu di luar kota sampai meninggal.
5 Kesaksiannya dipenuhi roh kudus. Sebaiknya kotbah diikuti pasal 7.

Stefanus adalah salah seorang diaken. Suatu kebanggaan. Sekarang ini ada kebanggaan pada diri orang percaya. Merasa ada hak khusus. Terpilih menjadi diaken adalah untuk melayani dan menjadi saksi.
Kesaksian adalah hal yang nyata dalam hidup dan juga melalui mulut kita.

Stefanus bukan rasul tapi diaken. Orang luar biasa muncul dari kalangan biasa. Stefanus muncul menjadi benih, mati dan kemudian muncul Paulus.

Stefanus bersaksi di Sinagoge. Pengaruh dari tempat kecil bisa ke seluruh dunia

Stefanus tidak minta didampingi. Kesepian.
Dipilih krn: Reputasi yang baik. Penuh dengan hikmat, Penuh iman dan penuh roh.

Stefanus ada 12 point:
1. Bersaksi basis surga, matanya menatap tahta Allah. Yesus dipandangnya.
2. Teguh dengan iman. Tahu apa yang dia percaya dan beritakan.
3. Melampaui semua orang yang ada. Jadi hamba Tuhan harus bisa berkotbah.
4. Penuh dgn Roh. Memberitakan Injil dan banyak orang selamat. Dengan iman dan kuasa. Dengan Grace dan Power.
5. Seorang yang fasih lidah.
6. Paham sejarah Israel. Menginjili Chinese mesti paham Chinese Culture dan background.
7. Singkat kata, tepat, mantap, jelas dan tuntas.
8. Punya persuasion power. Dicintai juga dibenci.
9. Berani menghadapi kenyataan.
10. Tanpa pamrih. Tidak pedulikan hidup mati, mempertaruhkan nyawa utk bersaksi.
11. Kuasa nyata karena disertai Tuhan.
12. Setia sampai akhir.

Mereka tidak bisa melawan dia. Ada beberapa pengertian: Not able to resist. Can not do withstand. Could not cope. We re not match to Stephen’s wisdom, found them self quite can not stand.
Yang tidak bisa diagainst adalah: Wisdom, inspiration, practical wisdom. Karenanya: Bersaksi harus tahu lawan siapa.