Jumat, 19 Maret 2010

MESKIPUN KECIL, TETAP DIPAKAI

MESKIPUN KECIL, TETAP DIPAKAI
Hakim-Hakim 7:16-25

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Pernahkan anda mendengar kisah pertobatan Agustinus, tokoh gereja abad ke-3 dengan karyanya yang terkenal, Confessions dan City of God? Ia bertobat karena mendengarkan nyanyian seorang anak kecil yang berkata, “Ambil dan bacalah; ambil dan bacalah.” Hal itu terjadi tatkala ia duduk di sebuah taman di Milan pada tahun 387, kemudian ia membaca surat Roma 13:13-14, lalu ia merasakan cahaya iman memenuhi hatinya dan segala keragu-raguan dilenyapkan. Lagi-lagi Tuhan memakai seorang anak kecil untuk menyelamatkan Agustinus, tokoh gereja yang hebat itu. Tema Hakim-Hakim adalah Kemurtadan dan Pembebasan. Konteks pasal 6-8 adalah berbicara tentang kemenangan Gideon dan umat Israel dalam melawan bangsa Midian. Kemenangan itu terjadi bukan usaha manusia, melainkan karena kuasa Tuhan. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan menyertai dan memberi kemenangan kepada Gideon (Hak. 6:12-16; 7:15, 22). Jika Tuhan mau memakai orang kecil dan lemah seperti Gideon menjadi alat bagi kemuliaan-Nya, kitapun dapat dipakai Tuhan selama kita mau menyerahkan hidup kita kepada-Nya. Meskipun kecil tetap dipakai, mengapa? Jawabannya dapat dilihat dari dua sisi.

1. Dari sisi Allah: Itu mutlak karena kasih karunia. Allah adalah inisiator dari karya penyelamatan. Kemenangan dan pelepasan umat Israel dari perbudakan bangsa Midian merupakan anugerah Tuhan. Tuhan menjawab doa mereka dengan mengutus seorang nabi berfirman kepada mereka (Hak. 6:7-10). Tuhan memanggil dan mengutus Gideon berikut 300 orang untuk melepaskan Israel dari tangan Midian (6:12,14). Tuhanlah yang menyelamatkan Israel dari tangan Midian (7:7,22). Jika bukan kuasa Tuhan, mustahil mereka bisa menang menghadapi 135.000 prajurit Midian yang terlatih (Hak. 8:10), hanya dengan 300 rakyat biasa atau 1 berbanding 450 orang. Ini sama dengan misi bunuh diri (suicide mission). Jadi kemenangan Gideon dan Israel jelas bukan kehebatan dan kekuatan mereka, tetapi karena kasih karunia Tuhan. Paulus berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Ef. 2:8-9). Karena itu, jangan tinggi hati tetapi bersyukurlah kepada Tuhan jika saat ini kita yang kecil dan lemah ini boleh dipilih, diselamatkan dan dipakai Tuhan.

2. Dari sisi manusia: karena ada respons dari manusia terhadap panggilan Allah. Allah memakai orang yang biasa seperti Gideon untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa karena adanya respons dalam iman dan ketaatan (trust and obey) terhadap panggilan-Nya. Pertama, Gideon percaya dan bersandar kepada Tuhan. Sebelum itu ia harus menjalani proses pembelajaran. Karena pada mulanya, ia mempertanyakan kuasa dan kesetiaan Tuhan serta merasa lemah dan tidak berdaya (Hak. 6:13,15). Dua kali malaikat Tuhan meyakinkan Gideon bahwa Tuhan menyertainya dan juga dengan tanda-tanda yang diberikan-Nya (6:12-17, 36-40). Akhirnya Gideon percaya dan bersandar kepada Tuhan (6:22-24; 7:2,7). Kedua, Gideon taat kepada Tuhan dan panggilan-Nya. Ketaatan Gideon terlihat dari: Ia meruntuhkan mezbah baal dan mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan (6:25-32). Ia menyeleksi pengikutnya dari 32.000 menjadi 300 orang. Ia segera menyerbu para musuh begitu diperintahkan Tuhan (7:19,15-25). Hasilnya, “Tuhan membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu…” (7:22). Tuhan memakai orang yang kecil, sederhana dan pasukan yang kecil mengalahkan yang besar, sungguh perkara yang mustahil bagi kita, tetapi tidak ada yang mustahil jika kita menyerahkan diri dipakai Tuhan. Pemazmur berkata, “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita” (Mzm. 108:14). Marilah dengan iman dan ketaatan kita merespons panggilan Tuhan untuk berbagian dalam misi Tuhan melalui dukungan doa, daya dan dana kita. Selamat ber-PMPI yang ke-34. Soli Deo Gloria.

Bangsa Israel berbuat dosa kepada Allah, mereka tidak menyembah Allah. Akibatnya Allah memerintahkan orang Midian berkuasa atas mereka. Mereka sangat menderita di bawah penindasan Bangsa Midian. Sehingga orang Israel membuat tempat perlindungan di gunung bersembunyi dari orang Midian. Tetapi orang Midian terus mengejar dan merampok hasil tanaman membuat orang Israel tidak memiliki bahan makanan dan hidup sangat melarat. Bangsa Israel kemudian berseru kepada Allah yang hidup maka Allah mengutus Gideon. Ketika Allah mengutus Gideon dengan tujuan;
I. Supaya Bangsa Israel kembali kepada Allah.
Bangsa ini perlu mengalami pertobatan dan kembali menyembah Allah. dari segala penderitaan yang mereka alami Allah tetap peduli kepada bangsa ini. sehingga Allah mengutus nabinya untuk memilih Gideon menjadi pemimpin Bangsa Israel. Meskipun Gideon dari suku yang terkecil dan berasal dari keluarga yang sederhana Allah tetap memilih Gideon. Pemilihan Allah bukan tanpa alasan, Allah ingin bangsa ini melihat tangan Allah yang bekerja seperti dulu pernah dilakukan terhadap nenek moyang mereka membawa keluar dari Mesir.
II. Supaya Bangsa Israel Percaya Kepada kuasa Allah.
Peperangan Israel melawan orang Midian adalah peperangan Allah. 32.000 orang untuk melawan 135.000 tentara Midian sebetulnya masih tidak seimbang, Israel masih kalah dalam jumlah. Tetapi Allah memerintahkan untuk mengurangi jumlahnya sehingga hanya menjadi 300 orang saja. Ini untuk membuktikan kepada Israel khususnya dan kepada bangsa lain umunya melihat dan percaya kepada kuasa Allah. sebab Allah sanggup mengerjakan dari yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Konsep manusia yang sering kita dengar adalah “karena besar maka di pakai” tetapi konsep Tuhan saat memakai seseorang tidak selalu begitu. Allah memakai manusia bukan masalah besar atau kecil, tua atau muda, kaya atau miskin, tapi Allah memakai seseorang karena kemurahan-Nya, kesetiaan-Nya dan Allah melihat kesungguhan orang tersebut. Gideon di pilih dan di pakai Allah berdasarkan kemurahan-Nya karena Gideon bukanlah satu-satunya orang yang hebat masa itu, bahkan boleh dikatakan dia orang biasa yang tidak terkenal. Pada waktu Gideon memimpin bangsa Israel secara nalar tidak mungkin menang namun Gideon belajar percaya dan mempercai Allah serta mempercayakan hal yang tidak mungkin kepada Allah, maka dia maju berperang. Bahkan ketika Allah memangkas pasukan dari 32.000 menjadi 300 orang Gideon tetap percaya bahwa Allah sanggup.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Gideon adalah hakim yg kelima dalam masa pasang surut bangsa Israel setelah kematian Yosua. Pada masa itu bangsa itu menghadapi banyak musuh, misalnya Amalek, Midian, Filistin, dsb. Di tengah2 krisis kerohanian sekaligus kepemimpinan diantara bangsa Israel ternyata Allaj tetap memperhatikan mereka dan Allah sedang mempersiapkan seorang pemimpin bagi bangsa Israel pada waktu itu. Allah memilihi Gideon. Apa yang dipilih Allah itu sungguh menyatakan apa yang dianggap remeh dan tdk berarti itu dapat menghasilkan kekuatan yang besar dan mencapai kemenangan, tentu dengan pertolongan Tuhan. Jadi, Tuhan memilih dan menetapkan Gideon sebagai pemimpin Israel merupakan satu hikmat Allah yang dapat menggunakan hal kecil tetapi menghasilkan sesuatu yang besar.

Gideon berasal dari kaum yang kecil dari suku Manasye. Ia dari latarbelakang keluarga miskin (Hak. 6:15). Ia juga orang yang tidak berpengalaman. Dalam hal kemenangan Gideon atas orang-orang Midian:
1. Gideon hanya menggunakan 300 prajurit bisa mengalahkan ribuan tentara Midian. Hal ini menyatakan: pertama, semata-mata adalah anugerah Tuhan; kedua, Gideon mendapatkan kekuatan berperang setelah mendapatkan mimpi; ketiga, Gideon tentu harus memakai akal dan kepintarannya untuk membuat strategi perang. Ia membagi 300 tentaranya menjadi 3 bagian, masing2 100 orang. Tentaranya hanya disuruh memegang buyung kosong dan obor. Senjata ini sangat tidak berarti. Dari hal yang tidak berarti, Tuhan memakai strategi Gideon.
2. Gideon sudah memberikan instruksi kepada pasukannya, dan mereka bisa satu hati.
3. Pasukan Gideon memiliki komitmen besar untuk memerangkan pasukan dan tidak ada satu pun yang berkhianat.

Allah memilih orang tidak berdasarkan kondisi orang itu berdasarkan perhitungan manusia. Orang-orang yang merasa hebat Tuhan tidak memilihnya. Oleh karena itu:
1. Melangkah sebagai orang pilihan, bukan atas dirinya sendiri.
2. Melangkah berdasarkan firman Tuhan.
3. Melangkah dalam ketaatan, tidak ada argumen dari Gideon ketika Tuhan memerintahkan pengurangan pasukan.
4. Melangkah dalam perbuatan.
5. Melangkah bersama Tuhan.
Tuhan mengajarkan bahwa keberhasilan dan kemenangan itu bukan karena kita tetapi karena Tuhan (pasal 6:16; 7:2, 4, 7) karena dalam barisan itu ka nada 22.000 orang penakut, dan 9.700 itu bukan orang pilihan.

Gideon berasal dari suka Manasye. Dia juga orang yang paling muda dari keluarganya, juga orang yang minder (peragu, sama dengan Thomas). Ia minta tanda dari malaikat Tuhan sendiri, dan tanda kedua minta guntingan bulu domba basah dan kering. Sudah dapat kedua tanda, ia masih minta lagi. Sudah dapat tanda pun ia masih takut. Akhirnya, ia dapat tanda mimpi. Tuhan memilih Gideon bukan karena kekuatannya tetapi karena anugerah Tuhan. Sebagai orang pilihan Tuhan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan seperti Gideon, antara lain:
1. Dia percaya pada Tuhan dan yakin akan keselamatan.
2. Dia taat dan melakukan kehendak Tuhan dengn tepat.

Orang Midean, Amalek dan sebelah Timur berkumpul dan berkemah di lembah Yisrel. Gideon itu dipakai Tuhan untuk menyelamat Isarel menghadapi musuh yang begitu banyak. Gideon bisa menang karena berjalan dan berjuang bersama Tuhan. Proses penyaringa: orang yang dikumpulkan 32.000, tinggal 10.000, terus tinggal 300, lalu dibagi 3 pasukan. Ada tiga hal di sini:
1. Gideon berjalan dalam ketatatan kepada Tuhan
2. Gideon berjalan dalam iman kepada Tuhan.
3. Gideon berjalan dalam hikmat Tuhan.

Perang pasukan Gideon melawan Midian, Amalek dan sekutunya mirip dengan peristiwa perang 6 hari antara Israel dan Negara-negara Arab pada 1967. Menurut Wikipedia, Perang Enam Hari (bahasa Ibrani: מלחמת ששת הימים Milkhemet Sheshet HaYamim), juga dikenali sebagai Perang Arab-Israel 1967, merupakan peperangan antara Israel menghadapi gabungan tiga negara Arab, yaitu Mesir, Yordania, dan Suriah, dan ketiganya juga mendapatkan bantuan aktif dari Irak, Kuwait, Arab Saudi, Sudan dan Aljazair. Perang tersebut berlangsung selama 132 jam 30 menit (kurang dari enam hari), Pasukan dan peralatan perang musuh sangat tidak seimbang dengan Israel. Hal yang hampir sama adalah pasukan Gideon dan Israel 1967 menyerang lebih dahulu dan kemenangan mereka raih. Presiden Nasser pada 26 Mei 1967 mengatakan, “…tujuan dasar kita adalah untuk menghancurkan Isarel.” Tujuan perang adalah mengalahkan dan menghancurkan musuh. Itulah yang dilakukan musuh-musuh terhadap Israel. “Musuh-musuh” dunia yang ingin merebut manusia dari kasih Tuhan harus kita menangkan lebih dahulu. Sebelum dunia merebut, kita harus merebut lebih dahulu.

Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kisah ini:
A. Orang-orang Israel harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan: bukan berdiri sendiri, berdasarkan yang kelihatan dan jumlah pasukan. Gideon itu bukan Rambo, bisa mengalahkan semua musuh.Bukan juga Musa dan Daud yang hebat, dia hanya seorang Gideon. Sangat diragukan juga kalau Gideon seorang ahli perang karena dia tidak punya pengalaman perang.
1. Musuh seperti belalang, unta dan pasir yang tak terhitung banyaknya.
2. Tidak bergantung pada keahlian perang. Tentara Gideon itu bukan pasukan terlatih, tetapi hanya rakyat biasa. Beda dengan tentara Amalek dan Midian.
3. Mereka tidak bergantung pada senjata: hanya bawa buyung, sangkakala, dan obor.
4. Mereka juga tidak bergantung pada kekuatan fisik mereka. Mereka hanya berdiri dan memukul buyung dan meniup sangkakala.
B. Kesatuan lebih baik daripada jumlah yang banyak. Film 300 mengkisahkan pasukan Sparta dibawah kepemimpinan Leonidas hanya menggunakan 300 prajurit. Tentara sahabat yang jumlahnya lebih banyak merasa heran dengan pasukan Leonidas. Pasukan yang berjumlah 300 itu memiliki kesehatian, keberanian, kekompakan. Menghadapi pasukan Persia yang jumlah ratusan ribu mereka tidak merasa gentar. Meski kalah, tetapi mereka kompak sampai mati.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Benyamin Franklin “pukulan2 kecil dpt menombongkan pohon oak yang besar” dengan konsisten maka dapat menumbangkan pohon tsb. Walaupun kecil, namun berdampak besar. Yang kecil disini bukan pasukan saja, namun diri Gideon juga, ia merasa tidak ada apa-apa (ps 6) Gideon waktu dipanggil pun merasa kaumnya kecil dan tidak terkenal, ia merasa terlampau muda. Tetapi dari perikop tsb memperlihatkan walaupun kecil tapi dpt dipakai
1. Walaupun kecil tetap punya keberanian. Tuhan menyeleksi mereka yang berani. Keberanian menjadi salah satu dasar untuk maju
2. Walupun kecil tetap waspada dan berhati-hati. Saat minum air dengan tangan mereka, ada penafsir yang menyebutkan bahwa mereka yang melakukannya dengan sikap waspada dan melihat sekitar.
3. Walaupun kecil punya strategi. Saat terkumpul 300 orang, Tuhan berbicara kepada Gideon dengan mengirim mata-mata. Tuhan mengajar Gideon untuk bisa melihat siapa lawannya dan strategi pasukan menghadapi lawan.
4. Walaupun kecil berapi-api. Punya semangat yang luar biasa untuk maju berperang.
5. Kecil tetap berarti kalau bersama dengan Tuhan. Gideon kelihatannya ragu-ragu dan banyak meminta tanda kepada Tuhan. Maka takkala Firman disampaikan, kita perlu mendorong jemaat untuk tetap menyertakan Tuhan

Point di atas berkaitan dengan semangat dalam memenangkan jiwa, mempunyai strategi, dan semangat yang tetap membara

• Latar belakang peperangan adalah orang Israel berkhianat pada Tuhan.
• Siapakah orang Midian, penyembah berhala dan dewa-dewa yang kemudian orang Israel juga melakukannya
• Pertemuan dengan Tuhan membawa Gideon kepada penyembahan dan ketaatan
• Misi adalah dimulai dengan penyembahan kepada Tuhan
• Peperangan ini adalah peperangan kedurhakaan dan kebenaran
• Tuhan memilih orang-orang yang berperang dalam stardartNya yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari
• Jumlah mereka kecil, namun disini Allah menyatakan ketidakmungkinan itu menjadi mungkin dalam kuasaNya.
John Webber, ”sasaran akhir dari misi adalah Penyembahan kepada Tuhan, misi adalah kebutuhan sementara, namun penyembahan kepada Allah adalah kekal”
Misi ini adalah membawa orang-orang untuk menyembah Allah yang benar

Ada 2 tujuan Allah dalam misi
1. Skema / Rancangan Allah. Ketika Allah membangkitkan Hakim-hakim adalah melepaskan umat dari himpitan beban/masalah.
2. Misi berbicara supremasi Allah, dalam seluruh tataanan dan rencana-Nya. Ketika Gideon menumpas orang Midian sebenarnya tidak mungkin, namun disanalah Supremasi Allah dinyatakan
Ada orang-orang yang telah banyak dibangkitkan oleh Tuhan, orang-orang yang sebenarnya sederhana, namun takkala dipakai oleh Tuhan, maka supremasi Allah dinyatakan

Kecil itu kelihatannya tidak berguna, tidak terbilang.
1. Tuhan ingin dalam peristiwa ini tidak menjadi penakut, tdk andalkan diri, tdk sombong, tidak asal-asalan. Tuhan ingin setiap orang percaya berani, dan mengandalkan Tuhan dalam pelayanannya, melakukan yang terbaik sesuai dengan kehendak Tuhan.

Yang kecil bisa dipakai Tuhan, namun seringkali kata ”kecil” itu mengikat kita tidak maksimal. Ilsutrasi : Gajah dan rantai, menyebabkan Gajah walaupun hanya diikat dengan rantai yang kecil, ia sudah terbiasa dengan ”kebiasaan” sudah dirantai dan tidak bisa apa-apa
Dalam Minggu misi ini, maka kita harus menghilangkan yang ”kecil” itu.
Kunci dipakai dan mendapatkan kemenangan:
1. Bersihkan dosa dari hidup
2. Kembali kepada penyembahan yang benar
3. Bertindaklah sesuai dengan iman
4. Berserah kepada kehendak Allah

Peperangan ini ada taktik dan strategi, namun motivasi yang utama adalah supaya Tuhan yang diandalkan. Sebelum mobilasi, pemilihan, dll, Tuhan telah menanamkan peperangan ini bersandarkan pada Tuhan, bukan pada banyaknya strategi, dll. Supaya tidak menyombongkan diri. Kadang-kadang kita memikirkan kita punya dana, daya, dan sumber, dll, namun jikalau tanpa Tuhan, maka semuanya tidak ada apa-apa. Yang paling mendasar adalah bersandar pada Tuhan

Malaikat Tuhan menyebut Gideon pahlawan Allah Hal ini menunjukkan konsep pemilihan Allah, menjadikan Gideon pahlawan Allah, memberikan peran dalam pekerjaan Tuhan. Terkadang kita banyak melakukan perkara2 besar dalam dunia, namun sudahkah berpekara dalam misi Tuhan? Biarpun kecil, namun memiliki nilai kekekalan. Bukan didasarkan pada kehebatan manusia namun bergantung kepada anugrah Allah. Saat disebut Pahlawan Allah;
1. Biapun kecil ada penyertaan Tuhan yang menjadi kunci kemenangan. Kita harus mengalami kemenangan dulu bersama Tuhan, baru bisa menyampaikan berita ini kepada orang lain
2. Biarpun kecil tetap ada kekuatan Tuhan yang menjadi kunci penopang kekuatan. Di tengah-tengah bangsa yang besar tersebut, bisa menakutkan dan mengetarkan. Gideon menyadari bahwa roti jelai yang kecil dan sederhana bisa dipakai Tuhan pula
3. Biarpun kecil tetap ada keyakinan pada Tuhan, yg menjadi kunci jaminan mengalahkan musuh (ay. 18,20) yang disebutkan adalah Tuhan lebih dulu. 300 pasukan ini hanya meniup terompet dan memecahkan buyung saja, menyebabkan dampak yang besar. Tugas mereka padahal sederhana, namun maukah kita melakukannya?

Abraham Kyuper said ,”The main message of education is not just transfer of knowledge, but personal impact to the students directly” . Gideon telah memberikan sebuah keteladanan, meski ia merasa potensi hidupnya tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan tantangan masa depan umat pilihan saat itu, oleh sebab itu ia menantikan Allah memberi “ tanda” agar apa yang ia lakukan selaras dengan kehendak Allah. Apa yang telah dilakukan Gideon telah menjadi bagian dari sejarah Israel, dimana Allah memakainya justru karena ia merasa lemah dan selalu perlu bergantung kepada Allah (bdk Ibrani 11:32, Matius 23 :12)
Konteks pada hari ini, apa arti potensi diri kita jika dibandingkan tantangan yang dihadapi misi gereja makin berat di tengah berbagai paradigma yang berkembang di jaman post modernism ini. Khotbah akan mengupas tantangan zaman, potensi dan kapasitas yang ada dan bagaimana penyertaan Allah dalam pelayanan misi.

Menjelaskan latar belakang peperangan, kondisi umat Tuhan di tengah situasi itu, pelanggaran mereka terhadap Allah. Kondisi umat Tuhan sebenarnya juga dalam peperangan dalam kehidupan yang dituntut Allah, dan di tengah dunia yang berdosa. Peperangan misi memiliki beberapa kunci
1. Bukan pada jumlah angka, namun kualitas yng dimiliki
2. Hati yang percaya kepada Tuhan, di tengah realita materi dan fisik. Dan bersandar pada Tuhan
3. Kerendahan hati di tengah godaan.
4. Ada ketaatan dan kerelaan, tanpa mengklaim apa yang menjadi haknya. Mau dipakai Tuhan, dan menanyakan apa yang menjadi kehendak Tuhan yang harus ia berikan/dipakainya

Ada 2 Ilustrasi tentang 2 tokoh;
Timur : Ada Anak kecil yg nakal, di kuburan, di dagang nipu, di sekolah malas, mamanya yang janda, punya selembar kain yang lg dirajut, dipotong kecil2, Ia mengajar anaknya dan mengatakan ”hanya ini pekerjaannya”. Anak kecil ini nangis, dan minta ibunya agar jangan dipotong lagi. Ibu bilang , ”dari kecil bisa jadi baju”. Anak ini bertumbuh kemudian jadi pintar, Men Cius, yang menjadi penulis dari ajaran Kong Hu Cu, dimana Men Cius disejajarkan dengannya. Mamanya sederhana, namun dapat mengajarnya menjadi pandai

Barat : Seorang anak yang dianggap aneh di sekolah, gurunya tak sanggup ngajar lagi, diajar oleh mamanya. Mencoba ribuan kali, dan menghasilkan lampu. Thomas Alfa Edison, yang hebat dimulai dari mamanya

Meskipun kecil tetap dipakai
Bukan masalah iman Gideon, tapi bagaimana Tuhan memakai seseorang dipakainya
1. Meskipun merasa kecil, tetap dipakai, dari suku kecil, tidak ada apa2. Konsep Gideon awalnya apatis akan dirinya sendiri, tapi Tuhan memandang berarti. Gideon = Penghancur, pahlawan gagah perkasa
2. Meski nyali kecil, tetap dipakai. Gideon sempat sembunyi. Namun Tuhan tetap pakai
3. Meski iman kecil, tetap dipakai. Orang yang minta tanda, biasanya imanya kecil, namun Tuhan pakai
4. Meski jumlah kecil, tetap dipakai, Tuhan melatih Gideon bagaimana memilih orang
5. Meski tindakan kecil, tetap dipakai, hanya bunyikan sangkalala, dan pecahkan buyung, maka ini merupakan pekerjaan Tuhan memakai pekerjaan-pekerjaan kecil

Bagaimana bisa dipakai? Disebutkan Demi Tuhan, dan Demi Gideon, artinya;
1. Taatilah Tuhan
2. Taatilah Pemimpin, karena Tuhan menempatkan pemimpin untuk jadi alatnya

Gideon sekalipun merasa kecil, dan muda di dalam keluarga dan suku. Tuhan memandangnya berarti dan bernilai. Dalam misi
1. Harus ada panggilan yang jelas, meminta tanda untuk jelas akan kehendak Tuhan
2. Menggandalkan kekuatan Tuhan dan bukan kekuatan manusia yang dibanggakan
3. Harus berjaga-jaga,
4. Jangan meremehkan berkat, mengindahkan rekan yang ada
5. harus ada keyakinan. Gideon dapat mendengarkan mimpi, dan memberikan keyakinan padanya, saat misi dilakukan juga harus mendengar
6. Harus ada kesatuan hati. 300 orang yg bersatu daripada ribuan orang
7. Patuh pada pimpinan.

Umumnya kita lebih pandang yang besar, dan banyak
Gideon kalau melihat hal yang sama seperti itu, maka tidk

Setelah Yosua meninggal, bangsa Israel menyembah berhala. Masa hakim-hakim memperlihatkan siklus kehidupan iman orang Israel. Kita harus meyakinkan panggilan Tuhan untuk bermisi. Panggilan ini akan menopang dia yang kecil.

Ada hal yang penting, Elia disebut sebagai Tentara kuda. Gideon tidak punya pedang, hanya punya sangkakala (dari tanduk, untuk kemenangan) obor, dan buyung (= cepat panas dan cepat dingin, dan murah). Buyung harus dipecahkan sehingga obor menyala. Sebagai hamba Tuhan, kita harus memecahkan diri kita, kebanggaan kita, maka tidak dapat dipakai Tuhan
Tanduk menjadi simbol penyembelihan, menjadi tanda kemenangan atas dasar pengorbanan.

Mimpi orang dalam kemah, melihat satu roti, mengungkapkan ”seketul” roti jelai (jelai yang besar biasa dipakai untuk ternak, roti yang kasar yang nilainya rendah). Hal ini dikaitakn dengan pedang, kalau buat pedang dikikis dari besi yang tebal, maka bisa jadi pedang yang tipis yang menjadi senjata . Ada 3 hal yang terjadi ;
1. Terguling-guling = bersedia bergerak dan tidak hanya tergerak
2. Dituangkan = masuk ke tengah-tengah mereka, mau jadi satu
3. Mengobrak-abrik = melawan semua yang melawan Tuhan, disebutkan sampai roboh / rata dengan tanah. Demikian juga pada roti itu rata dengan tanah, tidak ada apa-apa

Ada 7 hal yang dapat diambil;
1. Berani tanpa ragu dan takut
2. Rendah hati
3. Waspada tidak sembarangan. Orang yang minum adalah mencukupkan kedahagaan dan bukan mencari kelimpahan
4. Penuh dengan iman dan pasrah, taat penuh
5. Melaksanakan impian jadi nyat5a \
6. Bergerak secara sama-sama
7. Mempertaruhkan hidup mereka melawan musuh

Dalam hakim2 ada siklus
• Kemakmuran, dalam kemakmuran terjadi dosa, lalu hukuman, sengsara, umat bertobat, dan mohon belas kasihan kepada Tuhan

Gideon alami masalah yang tidak jauh beda, hal ini adalah kenyataan dalam sejarah, di kolong langit tidak ada hal yang baru, dan dapat membawa kejatuhan

Karena itu kita perlu menyadari bahwa walaupun kita kecil, karena anugrahNya kita dipakai