Jumat, 12 Maret 2010

APA ARTINYA 5 ROTI 2 IKAN

PA ARTINYA style="">5 ROTI 2 IKAN

Yohanes 6:1-15

Pembahasan Firman Tuhan

Hamba Tuhan Pooling Garut


Peristiwa dalam teks Yohanes 6:1-14, merupakan mukjizat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 ketul roti dan 2 ikan. Mukjizat tersebut terjadi tidak tergantung pada sarana yang dipakai. Biarpun hanya ada 5 roti dan 2 ikan, namun ketika berada di tangan Tuhan, dapat memberi makan 5000 orang bahkan masih ada sisa 12 bakul. Kuncinya adalah: apakah kita mau merelakan, menyerahkan dan mempersembahkan apa yang kita miliki untuk dipakai Tuhan? Dari cerita ini, kita melihat bahwa hal-hal kecil dapat dipakai Tuhan. Apa kunci untuk dipakai Tuhan?

1. Miliki hati yang peka akan kebutuhan orang lain (6:25-26). Kunci untuk dipakai Tuhan adalah miliki mata yang jeli dan peka melihat kebutuhan yang mendesak pada orang banyak. Konteks perikop ini Tuhan Yesus mengajarkan kepada para murid dan kita agar jangan hanya melihat kebutuhan diri sendiri, melainkan juga orang banyak yang membutuhkan pertolongan. Cara manusia dan Tuhan memandang dan menilai hidup ini sangat berbeda. Manusia menilai hidup ini dari sisi materi saja, tetapi Tuhan sebaliknya. Andreas melihat orang banyak itu sebagai beban dan tidak mungkin memberi mereka makan hanya dengan lima roti dan dua ikan. Tetapi tatkala Yesus melihat orang banyak itu, timbullah rasa belas kasihan karena mereka sangat bernilai dan berharga. Mereka membutuhkan kasih sayang dan pemuasan kelaparan. Itu sebabnya Yesus perintahkan para murid untuk memberi makan mereka (ay. 5).

2. Bersedia menyerahkan diri dan milik kita untuk dipakai Tuhan (6:27-29). Setelah melihat adanya kebutuhan mendesak pada orang banyak yang sedang kelaparan, maka seorang anak kecil tergerak menyerahkan makanannya: 5 roti dan 2 ikan kepada Tuhan. Namun apakah artinya 5 roti dan 2 ikan jika dibagikan kepada 5000 orang? Itulah pertanyaan yang mencerminkan keraguan dan ketidakpercayaan Andreas. Tetapi makanan yang sedikit itu tatkala berada di tangan Tuhan, maka perkara besar terjadi, Tuhan memberkatinya sehingga dimakan 5000 orang bahkan masih ada sisa 12 bakul. Poinnya bukan berapa banyak makanan yang tersedia, tetapi apakah ada orang yang rela menyerahkan diri dan miliknya untuk dipakai Tuhan? Jika anak kecil dan makanan yang sedikit dapat dipakai Tuhan untuk melakukan perkara yang besar, kitapun dapat dipakai Tuhan asal kita bersedia mempersembahkan diri dan miliki kita kepada-Nya. Amin!

Orang banyak itu mencari Yesus, mereka takjub melihat mujizat yang telah dilakukan Yesus. Pencarian mereka kepada Yesus masih dalam taraf yang dangkal, mereka belum memiliki pemahaman yang cukup mengerti akan Allah. komitmen untuk setia serta rela berkorban belum ada dalam pikiran mereka. Mereka senang pada hal-hal spektakuler yang telah mereka lihat dengan mata sendiri. Melalui peristiwa ini, Yesus ingin mengajar mereka bagaimana seharusnya mengiring Yesus.

Melihat orang banyak berbondong-bondong itu mereka lapar dan memerlukan makanan, sedangkan mereka pada saat itu jauh dari kota. Disini Tuhan ingin melatih iman mereka termasuk para murid serta konsep pemahaman mereka dalam mengiring Yesus. Pelajaran apakah yang ingin Yesus tanamkan:

1. Belajar rela untuk memberi.

Ada kebutuhan besar yang diperlukan pada waktu itu, yaitu roti. Yesus ingin tahu langkah apa yang dilakukan oleh orang banyak itu termasuk murid-murid. Diantara mereka ada seorang anak yang memiliki 5 roti dan 2 ikan. Satu jumlah yang tidak berarti. Bahan makanan ini mungkin hanya cukup untuk 1-2 orang, itu pun hanya bisa sekali makan. Tetapi ditangan Tuhan sesuatu yang tidak berarti ini Tuhan ubahkan menjadi sangat luar biasa bahkan mencukupi lima ribu orang laki-laki serta masih ada sisa 12 bakul. Kerelaan untuk memberi kepada Allah maka Allah sendiri yang akan mengembangkannya.

2. Belajar untuk percaya.

Di tangan Tuhan tidak ada sesuatu yang mustahil, segala sesuatu menjadi mungkin. Sedangkan manusia selalu berpikir serta mengukur sesuai kemampuannya yang terbatas. Bagi manusia 5 roti dan 2 ikan ini tidak ada artinya, tidak akan mungkin ada manfaatnya bagi kebutuhan banyak orang. Manusia harus belajar percaya serta bersandar pada Allah. sehingga kuasa dan mujizat Allah akan dinyatakan ketika kita percaya dan bersandar pada Allah.

Segala sesuatu yang kita punya saat ini ada ditangan siapa. Kalau hanya ada di tangan kita maka sesuatu tetaplah menjadi sesuatu, tetapi kalau ada di tangan Allah maka bisa menjadi segala sesuatu. Mujijat kali ini pun demikian adanya, kalau 5 roti dan 2 ikan ditangan anak kecil pasti hanya untuk diri sendiri, tetapi karena 5 roti dan 2 ikan di tangan Tuhan Yesus maka untuk 5.000 orang bahkan ada lebihnya. Kadang keterlibatan kita dalam pelayanan kita anggap sesuatu yang kecil, tetapi kesungguhan kita dalam pelayanan bisa menjadi sesuatu yang besar di tangan Tuhan.

Pembahasan Firman Tuhan

Hamba Tuhan Pooling Jakarta

1. Yesus tertarik apda seluruh aspek kehidupan kita. Bukan hanya memperhatikan kebutuhan kesembuhan dan terleas dari kausa2 jahat. Dia melihat kebutuhan fisik dan Dia mau memenuhi kebutuhan itu.

2. Yesus memenuhi kebutuhan kita dalam cara dan waktuNya. Yesus mau memenuhi kebutuhan kita tetapi caranya diluar kendali kita dan kehenak kita. Ia tahu bagaimana melakukkannya menurut cara dan waktunya.

3. Yesus bisa memakai apapun yang rela kita berikan kepada-Nya. Seberapapun yang ada pada diri kita dapat dipakai oleh Yesus dengan cara yang luar biasa. Kita yang sering kali merasa tidak memiliki apa2. Tetapi Yesus dapat memakai dengan cara yang luar baisa.

4. Yesus mendorong kita untuk berpartisipasi dalam pekerjaanNya, Ia membutuhkan roti dari kita, bahkan murid2nya utk membagikan makanan. Tetapi ia menyuruh dan membawa kita dalam pekerjaanNya agar kita berpartisipasi dan mengambil bagian dalam nilai kekekalan. Maka orang yang rela memberikan apa yang ada padanya melihat berkat Tuhan yang luar biasa.

1. Pelayanan kristiani selalu mengalami kekurangan. Seperti Sdm dll, tetapi jangan sampai mengecilkan hati kita.

2. Pelayanan Kristiani itu selalau berorientasi pada kemurahan Tuhan, karena hanya Tuhan yang mencukupi. Kita jangan bertindak sebagai pemilik, kita hanya sebagai alat di tangan Tuhan untuk menyalurkan berkatNya.

3. Pelayanan Kristiani itu selalu memerlukan hubungan/relasi yang baik dengan masyarakat. Seperti Andreas yang bisa menemukan seorang anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan.

apakah artinya lima roti dan dua ikan? Sangat berarti!

1. Kalau diserahkan kepada Tuhan Yesus

2. Mau taat kepada perintah Tuhan

3. Mau mengucap syukur

4. Kalau Tuhan yang memberkati.

PHILLIP: 5 ROTI DAN 2 IKAN[1]Jn. 6. Introduction

Nama Phillip sudah amat popular dalam zaman kuno ini, karena Philip dari Macedon, ayah Alexander the Great dan pendiri dari Kekaisaran Yunani.[2]

Ada 3 Phillip dalam NT: Phillip the apostle, Phillip the evangelist / deacon[3] and Phillip the step brother of Herod Antipas.

Tiberias adalah kota di mana Herod Antipas, raja Galilea, sangat dihormati.Herod Antipas adalah saudara tiri dari Phillip. Mereka sama bapak, tapi tak sama ibu.[4]

Phillip, raja Iturea dan Trakhonitis (Lk. 3:1), lahir dari Cleopatra dan Herod Malthace.

Nanti, setelah Phillip meninggal, Herod Antipaslah yang menikahi istrinya, Herodias, dengan tidak sah. John the Baptist yang nanti menegurnya. lalu, Salome minta kepala John the Baptist.

Phillip, Andrew and Peter were from Bethsaida (Jn. 1:44).

Phillip itu dipanggil Tuhan langsung (Jn. 1:43).

Andrew, lewat John. Peter, lewat saudaranya, Andrew (Jn. 1:41-42).

Phillip = lover of horses.

Bethsaida = house of nets, because most of the inhabitants were fishermen.

Bethsaida = tempat orang jahat / berdosa (Matt. 11:21).

Yesus pilih murid:

[a]. Bukan pengangguran. Bukan di kamar.

[b]. Bukan “Orang mudah.”

Dari pekerjaan, intelek dan sifat yang berdosa, kita tahu, bahwa Yesus tidak mencari murid yang “Gampangan.”

Pekerjaan = nelayan è orang keras.

Intelek = banyak kekeliruan.

[1]. Ia menyebut Yesus dari Nazareth, padahal Yesus dari Bethlehem (Jn. 1:45).

[2]. Ia menyebut Yesus adalah Anak Yusuf, padahal Ia adalah Anak Allah (Jn. 1:45).

[3]. Ia mengatakan bahwa ia sudah menemukan Yesus, padahal Yesuslah yang mencari dan

menemukan kita (Isa. 65:1; seperti yang Paul katakan, cf. Phil. 3:12).

Sifat = orang berdosa, sulit dimenangkan.

[c]. Bukan orang yang berguna.

Orang-orang jahat adalah sampah masyarakat, yang dibuang / tidak dihargai orang.

Yesus tak mengubah namanya, walau artinya kurang baik, karena yang penting hatinya, bukan namanya.

Cf. Yesus mengubah nama Peter.

[d]. Bukan orang gelandangan.

Ikut Yesus itu perlu commitment, pengorbanan, dedikasi. Ada harga yang harus dibayar.

Ini satu-satunya kisah yang dicatat oleh ke 4 evangelists.

Artinya: Ini bukan mitos. Disebutkan dengan panjang lebar oleh 4 penginjil. Disebutkan dengan detil tempat dan waktunya. Disaksikan oleh ribuan orang, yang ikut makan bersama-Nya.

Orang liberal mengatakan bahwa orang-orang ini membawa roti masing-masing.

Tuhan mau mereka menjadi orang beriman, melalui kejadian ini.

Sayang mujizat belum tentu membuat orang percaya (Jn. 12:37).

Setelah mereka melihat 7x mujizatpun, masih belum mau percaya. John likes number 7, karena copy gaya Yesus:

Di I Jn. (7 “Barangsiapa berkata”); Revelation juga (7 surat kepada gereja di Asia Minor).[5]

[a]. Ada tujuh mujizat yang dicatat dalam Injil Yohanes untuk menunjukkan hal tersebut:[6]

1. Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana (Yoh. 2:1-11). Di sini Yesus menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas kualitas.

2. Yesus menyembuhkan anak pembesar istana ketika ia ada di tempat yang berbeda dari sang anak yang sakit (Yoh. 4:43-54). Di sini Ia menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas jarak / ruang.

3. Yesus menyembuhkan orang lumpuh selama tiga puluh delapan tahun (Yoh. 5:1- 14). Di sini Ia bahwa Ia adalah tuan atas waktu.

4. Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan (Yoh. 6:1-14). Di sini Ia menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas kuantitas. Ini satu-satunya mujizat yang bisa dimakan, bukan hanya dilihat mata. Letaknya di tengah lagi.

5. Yesus berjalan di atas air danau Galilea yang sedang bergolak (Yoh. 6:16-21). Disini Ia menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas hukum alami.

6. Yesus menyembuhkan orang buta sejak lahir (Yoh. 9:1-38). Di sini menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas kesialan.

7. Yesus membangkitkan Lazarus setelah dikubur 3 hari (Yoh. 11:1-44). Di sini Ia menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas kematian.

i. 6 signs di antara 7 signs ini, tak ada dalam injil lain.

[b]. 7 teachings.

[1]. 3:1-21 = lahir baru.

[2]. 4:4-42 = air hidup.

[3]. 5:19-47.

[4]. 6:22-59.

[5]. 7:34-44.

[6]. 8:12-30.

[7]. 10:1-21.

[c]. 7 ego eimi He loves Jesus, so he copied the way Jesus taught. Jesus bilang mengenai 7 pada waktu:

[1]. Berbicara mengenai 7 roh yang lebih jahat (Matt. 12:45).

[2]. Mengajar Peter mengenai pengampunan (Matt.18).

· Makanya, Bethsaida pada akhirnya dikutuk Tuhan, bersama Chorazim dan Capernaum (Matt. 11:21). 3 kota ini semua berdekatan, yaitu di sebelah utara Galilea.

· Phillip menyukai Firman (Jn. 1:45).

Ia memperhatikan dan menyelidiki Firman yang tertulis, khususnya OT yang ada pada waktu itu, sampai menghafalnya (Jn. 1:45). “Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret” (Jn. 1:45).

Ia juga memperhatikan Firman yang verbal = ia amat perhatian dengan apa yang dikatakan Yesus.

· Phillip mau mengenal Allah dengan benar / lebih dalam lagi (Jn. 14:8-11).

Yesus pernah berkata, bahwa barangsiapa melihat Dia = melihat Bapa (Jn. 12:28, 45).

Phillip memperhatikannya, makanya ia berkata supaya Yesus menunjukkannya Allah itu (Jn. 14:8-11).

· Phillip rajin berdoa.

Mereka berdoa di ruang atas (Acts 1:13).

“Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus” (Acts 1:13).

· Phillip orang yang taat pada Tuhan.

Ia termasuk murid yang disuruh Tuhan tunggu di Jerusalem (Acts 1).

· Phillip memperkenalkan Tuhan / mengabarkan injil (Jn. 1:45-47).

Ia orang yang banyak kesalahan, tapi dalam segala keterbatasan, ia mengajak Nathanael datang kepada Yesus. Ia tak tunggu mengerti semua theology, baru PI. Ia tak berdebat, tapi memperlihatkan Yesus. Sering orang omong panjang lebar, tapi tak memperkenalkan Yesus.

Cf. Phillip the evangelist / deacon, yang juga pintar berkhotbah, sebagai salah satu petunjuk bahwa ia adalah orang yang penuh Roh Kudus (lihat file Acts 6). Stephen juga pandai khotbah (Acts 7:2-53).

Phillip the evangelist / deacon pintar berkhotbah, sehingga banyak orang Samaria yang percaya (Acts 8:6) dan dibaptis olehnya (Acts 8:12). Bahkan Simon Magus, the sorcerer, juga percaya (Acts 8:13).

· Phillip harus melewati ujian dari Tuhan.

Biar dia baik, hebat, rasul / apapun, tetap harus melewati ujian. Ujiannya dari hal sehari-hari. Yesus ada di Tiberias sekarang. Tiberias = barat daya Galilea. Ada 16 pelabuhan di Galilea.

Ia bertanya pada Phillip, karena:

· Phillip adalah orang yang cukup mengenal daerah itu, karena Phillip berasal dari Bethsaida, utara Galilea.

Mungkin juga, banyak orang itu mengenal dan dikenal Phillip.

Makanya pertanyaan-Nya adalah: di mana (location) kita bisa beli roti (v 5)?

Tapi, jawab Phillip bukan mengenai location (di mana), tapi mengenai punya uang tidak (v 7)?

Ia gagal dalam test yang Yesus berikan.

Jangan merasa sudah kuat.

Kadang, Yesus buat test dari keseharian yang kelihatan biasa, tapi kita bisa gagal.

Ia tidak hanya memberikan test besar, ex.: kerusuhan, bencana alam (Cf. Isaac, Gen. 26), etc.

Bagi kebanyakan manusia, sesuatu yang berarti itu adalah nilai, jumlah dan ukuran + performance. Maka kita sering menemukan banyak orang merasa tidak berarti bila ia melihat sesuatu dalam dirinya tidak seperti yang menjadi standart kebanyakan orang. Tuhan Yesus mengijinkan orang untuk menyadari kebutuhannya dan menemukan apa yang ada padanya dalam ketergantungan kepada Allah. Kecenderungan manusia menghindarikan diri dari tanggung jawab ada pada jawaban murid-muridNya. (Filipus)

1. Perhitungan manusia selalu menunjuk kepada kekurangan (Filipus) tetapi Tuhan Yesus selalu menunjuk kepada kecukupan dan kelimpahan.

2. Manusia memiliki kebutuhan tetapi Tuhan Yesus memenuhi kebutuhan

3. Manusia sering tidak melihat dan tidak menghargai apa yang Tuhan percayakan kepadanya tetapi Tuhan Yesus menghargai dan menggunakan apa yang ada pada kita karena apa yang ada pada kita Dia tahu Dia yang memberikannya kepada kita.

4. Ketika kita membawa apa yang ada kepada Yesus, dengan pengucapan syukur dan membagikannya maka kita akan menemukan kelimpahan dan kelebihan. (give thanks and give them u saw the Miraculous)

Ada tiga hal yang Yesus selalu lakukan Teaching, Preaching dan Healing. Rasio, hati dan fisik.

1. Yesus sangat perduli dengan orang-orang yang mengikuti Dia. Ia tahu mereka membutuhkan makan. Kalimat ini memang merupakan ujian sekaligus kepedulian kepada murid dan orang-orang disekitarnya. Kebutuhan dasar seseorang harus di penuhi agar dapat menuju kepada pemenuhan kebutuhan pada jenjang yang lain. (Abraham Maslow).

2. Kemungkinan si anak kecil itu cukup dekat dan mendengar dialog antara Yesus dan Filipus, sehingga ia dapat memberikan roti dan ikannya. Menurut Jhon Sung

- Aku tidak mau bagi karena saya juga lapar.

- Aku tidak akan membagi karena saya juga punya teman dan keluarga yang butuh

- Siapa yang mau makan roti2 ini, saya akan menjualnya karena kesempatan mendapat untung besar.

- Roti dan ikan2 itu tidak akan memenuhi kebutuhan 5 ribu orang lebih baik setelah aku makan maka aku akan buang.

Ketika diserahkan ketangan Yesus akan sangat berarti meskipun kecil. Jhon sung berkata: kita punya 2 tangan, kaki, mata, dll dan 5 jari pada setiap tangan. Meskipun sangat figuratif, seluruh diri kita adalah lima roti dan dua ikan.

Manusia ketika menghadapi masalah selalu menggunakan perhitungan matematik. Filipus juga selalu penuh dari perhitungan. Kita sering mengukur berdasarkan kemampuan kita tetapi ditangan Tuhan ada kuasa utk mengubahkan. Apa yang dipunyai oleh seorang anak kecil tidak berarti tanpa Tuhan. Maka kita jangan mengukur sesuatu berdasarkan kemampuan kita, tetapi menyerahkannya kepada Tuhan Yesus.

1. Yesus sangat perduli kepada setiap orang yang mengikuti Dia. Ia bukan hanya memenuhi kebutuhan rohani, tetapi Ia juga memenuhi kebutuhan jasmani.

2. Yesus memenuhi kebutuhan jasmani dengan mujizat melalui sesuatu yang kecil dan sederhana. Walaupun Yesus tidak butuh semua itu, tetapi Ia memberi kesempatan setiap orang untuk mengambil bagian.

Pembahasan Firman Tuhan

Hamba Tuhan Pooling Bandung

Apa artinya 5 roti 2 ikan? Rasanya tidak ada artinya. NIV, “how far …” beberapa gigitan saja dan itu hanya dalam lingkaran kecil pasti sudah habis. Beberapa hal:

1. Tuhan Yesus tidak pernah reaktif tetapi antisipatif. Setiap ada peristiwa dan tantangan seperti ini Dia selalu antisipatif karena ada tujuan makro yang dituju yaitu keselamatan, dan ini merupakan momentum untuk melibatkan muridnya demi pemuridan. Yesus meminta murid untuk menggali potensi yang ada. Kalau Yesus ambil alih semua, tidak ada proses belajar oleh para murid. Philipus secara rasio menanggapi: ada masalah di depan mata, masalah yang urgen, harus diselesaikan, tetapi kelihatannya masalah ini tidak mungkin diselesaikan. Andreas adalah orang yang action oriented, apa sih jawaban dari masalah ini. Dia cari jalan keluar, meskipun pada akhirnya ia menihilkan artinya.

2. Mujizat Tuhan yang tidak bergantung sarana. Yesus melakukan mujizat dari natural wisdom dengan supranatural power. Dia melakukan mujizat dengan management yang baik, dalam kelompok. Setelah ada hasilnya, semua merasakan apa yang Tuhan lakukan. Ayat 15, dari sisi manusia selalu melihat mujizat sebagai orientasi diri sendiri, bukan sebagai misi spiritual Yesus. Pengarahan Tuhan Yesus, membuat murid berpikir … teori belajar dari pendidikan orang dewasa: beranjak dari yang mereka tau menuju pada yang abstrak.

3. Aplikasi: menyajikan master plan yang sudah Tuhan tetapkan, yaitu keselamatan seluruh bangsa. Tempatkan jemaat sebagai murid, Tuhan ingin melibatkan mereka. Menggali potensi diri dan berpartisipasi. Persembahan sekecil apapun tidak pernah dinihilkan Tuhan tetapi justru dilipatgandakan.

5 Roti + 2 Ikan = > 5000 orang + 12 bakul. Yohanes 6:9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

E. J. Young menyatakan bahwa catatan peristiwa ini adalah salah satu “tanda” ( semeia = sign ) bahwa Yesus adalah penyataan sejarah secara progressive pada zaman itu tentang kerajaan Allah (gesichte) yang puncaknya adalah the finality of Christ . Makna dibalik tanda, lebih penting daripada tanda itu sendiri.

Murid-murid dan orang banyak memahami “tanda” bahwa Yesus adalah raja yang akan mengembalikan Israel yang tercerai berai menjadi sebuah bangsa yang kuat sebagaimana zaman Daud, tetapi kerajaan Allah tidaklah sama dengan mindset orang banyak.

Konteks yang bisa ditarik pada zaman ini, Allah melibatkan orang-orang yang tidak berarti dalam penyataan sejarah kerajaan Allah bahwa keselamatan untuk segala bangsa. Allah memakai kita bukan karena proporsi rasional kita mampu menjadi berkat, tetapi karena kita tidak mampu, kecil dan tak berarti menjadi berkat bagi banyak orang.

Ayat 39,”…jangan ada yang hilang …” hubungannya dengan perikop: dari setiap yang kita miliki biarlah kita berikan kepada Tuhan. Anak kecil: dia punya niat dan punya kesempatan memberi. Yang sering terjadi: kita hanya mementingkan berkat Tuhan. Seringkali kita hitung-hitungan sama Tuhan.

1. Meski kecil tetap dipakai. Anak kecil ini rela barangnya dipakai.

2. Meski sedikit tetap diberkati dan dilipatgandakan. Apa sih artinya 5 roti dan 2 ikan? Sampai Andreas sendiri ragu. Tuhan tidak tunggu sampai kita punya banyak.

3. Meski sederhana tetap dihargai. Andreas tanggap dan mencari.

4. Meski sederhana tetap dihargai. Mereka kaum nelayan dipercayakan untuk mengatur orang banyak dalam kelompok.

Frase dalam Injil Sinoptik, “… bawalah kemari,” artinya mujizat ini terjadi kalau ada orang yang membawa sesuatu kepada Tuhan. Frase, “Yesus mengucap syukur / mengucap berkat,” artinya walau kecil kalau terima dengan ucapan syukur tetap membawa sukacita.

Lima roti dan dua ikan sangat sedikit sekali. Bahkan Filipus menegaskan, kalau pun roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup. Begini: berapapun tidak akan pernah cukup. Melalui mujizat ini, Tuhan tunjukan hanya melalui roti hidup yaitu Yesus orang bisa dipuaskan. Ini yang sering kita gagal. Lebih berorientasi pada masalah daripada Tuhan Yesus yang hadir di sana.

1. Ayat 5, ketika Yesus memandang sekeliling: Mujizat terjadi pada waktu ada kebutuhan. Tuhan bertindak dan menjawab jika ada kebutuhan.

2. Ayat 9, kerelaan dan pengorbanan. Anak kecil memberikan semua bekalnya / apa yang ada padanya. Dia tidak mengasihani diri sendiri.

3. Ayat 11, respons Tuhan Yesus. Tidak memandang berapa yang bisa kita berikan.

1. Sudut padang Filipus, “tidak cukup.” Dari segi keuangan: ada uang ada barang dan perut kenyang.

2. Sudut padang Andreas, “apa artinya.” Ada potensi, tetapi tetap meremehkan. Padahal Tuhan tidak pernah meremehkan.

3. Sudut padang Anak kecil. Dia punya 5 roti dan 2 ikan, dan tidak egois. Menyerahkan seluruh miliknya. Diserahkan pada tangan yang tepat dengan hati yang rela.

4. Di dalam Tuhan ada sukacita: setelah orang banyak makan dikatakan mereka kenyang.

1. Tuhan memperhatikan hal-hal kecil.

2. Yesus memberikan suatu pendidikan untuk menggali potensi murid dan orang banyak.

3. Memberikan kesempatan untuk semua orang melibatkan diri dalam pelayanan.

4. Tuhan membawa semua orang untuk mengenal Dia sebagai Mesias. Mujizat itu sebagai tanda: yang lebih penting orang yang membuat mujizat bukan tandanya.

Markus 6:38, “… cobalah periksa.” Berapa banyak harta dan kemampuan kita cobalah periksa. Tuhan meminta sesuatu yang ada pada kita bukan yang tidak ada.

5 roti dijelaskan dalam 5 M:

1. Mempercayai Allah, jangan meragukan kuasanya

2. Mengasihi orang-orang yang terlihat

3. Masuk ke dala rencana Allah jangan berpikir menutur rencana lkita

4. Menyerahkan / memberi diri. Apa yang ada pada kita jutujk di[pakai

5. Mentaati perintahnya.

2 ikan adalah dua dampak:

1. Mujizat akan terjadi.

2. Memuliakan Allah

1. Yang kecil saja bisa dipakai apalagi yang besar.

2. Bagian ini unik, karena hanya Yohanes menjelaskan peran anak kecil. Tuhan bisa memakai siapapun untuk menjadi alat kemuliaannya.



[1] Used at:

HIT Bekasi, 3.14.’10.

[2] Bill Crowder, The Spotlight of Faith, p. 155.

[3] Namanya disebutkan setelah nama Stephen (Acts 6).

Ia memiliki kualifikasi rohani yang sangat tinggi.

Lihat kualifikasi seorang deacon dalam file Acts 6.

Phillip ini memberitakan injil kepada orang Samaria, juga Eunuch Ethiopia = gentile (Acts 8).

Maka, ia disebut juga “The apostle to the gentile” / “Forerunner of Paul” (karena Paul adalah apostle to the gentile juga).

[4] Notice, Strong’s data untuk kata “Phillip” dalam Jn. 1:43 versi KJV dalam Bible Works 7.

[5] See more about 7 in Rev. 22.

[6] Merril Tenney, quoted by Gene A. Getz, professor at DTS, The Walk, Nashville: Broadman and Holman Publishers, 1994, p. 172-173.