Jumat, 26 Februari 2010

YESUS, ROTI HIDUP!

YESUS, ROTI HIDUP!
Yoh 6:25-59

Pembahasan Firman Tuhan

Hamba Tuhan Pooling Garut


Peristiwa dalam teks Yohanes 6:25-59, merupakan kelanjutan dari pasca terjadinya mukjizat Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan (6:1-15). Keesokan harinya banyak orang mencari-Nya, lalu apa motivasi mereka mencari Yesus? Apakah karena mereka benar-benar mengasihi Yesus dan percaya kepada-Nya? Dari cerita ini, kita melihat ada dua motivasi orang banyak mencari dan mengikut Yesus roti hidup, apakah itu?

1. Motivasi mengikut Yesus karena kebutuhan fisik. Pada ayat 22-24 dikatakan bahwa orang banyak mencari Yesus karena mereka melihat mukjizat penyembuhan (6:2) dan mukjizat 5 roti dan 2 ikan (6:14). Akibatnya, mereka mau menjadikan Dia raja (6:15). Karena itu, banyak orang mencari Yesus. Lalu apa motivasi mereka mencari Yesus? Di ayat 26 memberikan jawaban: Yesus berkata, “Sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda/signs and wonders), melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Di sini Yesus langsung menunjuk pada motivasi mereka yang mencari dan mengikuti Dia, tentu bukan karena percaya, tetapi karena mukjizat. Lalu Ia mengoreksi motivasi yang salah tersebut. Bukankah motivasi yang sama dapat kita temukan pada orang Kristen saat ini yang hanya menekankan soal mukjizat dan berkat materi dalam mengikut Yesus? Jangan jadikan “mukjizat” sebagai tujuan, melainkan sebagai “sarana” yang olehnya, banyak orang boleh ditarik untuk datang percaya kepada Kristus. Bagaimana dengan saudara? Yesus berkata, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat. 6:33).

2. Motivasi mengikut Yesus karena percaya dan mengasihi-Nya. Pada poin ini, Yesus tidak berkata bahwa makanan/kebutuhan fisik itu tidak penting. Sebaliknya Dia tahu kita membutuhkan semuanya itu (Mat. 6:32), karena Ia sendiri pernah menjadi manusia, tahu namanya lapar dan Ia memberi makan 5000 orang. Tetapi di ayat 27-29 ini, Yesus berbicara soal prioritas, mana yang harus lebih diutamakan. Mana yang bernilai kekal dan yang sementara. Jadi motivasi utama ikut Yesus adalah karena hal-hal yang bernilai kekal (Mat. 16:26). Yesus berkata, “Hendaklah kamu percaya kepada Dia yang diutas Allah.” (Yoh. 6:29). Lalu di ayat 35, dengan tegas Yesus menyatakan bahwa dirinya adalah Roti Hidup. Ini adalah pernyataan pertama dari ke-7 pernyataan Yesus adalah yang dicatat Yohanes yang mana setiap pernyaan ini menekankan aspek penting dari pelayanan Yesus. 2)Terang dunia (8:12); 3) Pintu (10:9); 4) Gembala yang baik (10:11); 5) Kebangkitan dan hidup (11:25); 6) Jalan, kebenaran dan hidup (14:6); 7) Dan pokok anggur yang benar (15:1,5). Penekanan “Akulah Roti Hidup” memberitahukan kita: Yesus adalah makanan yang memelihara kehidupan rohani (6:35), siapa yang makan dagingNya dan minum darahNya, beroleh hidup kekal (6:51-54), siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan lapar dan haus lagi secara rohani, karena Roh Kudus mendiami orang percaya (6:40). Hasilnya adalah, (1) Mereka tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (6:39,40); (2) Mereka akan dibangkitkan pada akhir zaman (6:39,40; bdk. 1Tes. 4:15-17; 1Kor. 15:51-53). Paulus berkata, “Aku tahu kepada siapa aku percaya” (2Tim. 1:12). Bagaimana dengan saudara?

Kebutuhan utama manusia secara fisik untuk hidup adalah makanan. Dengan makanan yang cukup maka manusia bisa tumbuh dengan sehat dalam dirinya. Manusia bekerja dan berusaha siang dan malam hanya memenuhi kebutuhan jasmaninya tetapi mengabaikan kebutuhan rohaninya. Secara fisik manusia itu sehat, tetapi secara rohani manusia benar-banar kelaparan serta penurunan rohani karena tidak mendapat makanan rohani yang cukup.
Yesus datang menawarkan kebutuhan rohani manusia yang paling esensi, ia sebagai roti hidup. Bukan roti biasa yang membuat manusia lapar lagi (ayat 35). Inilah tujuan utama Yesus datang ke dunia ini menemui manusia yang mengalami “kelaparan” rohaninya. Orang banyak mencari Yesus bukan ingin mendapatkan roti hidup yang kekal itu, mereka mencari Yesus karena mereka ingin mendapatkan roti jasmani saja, sebab Yesus baru saja melakukan mujizat dengan memberi makan 5 roti dan 2 ikan untuk 5000 orang (Yoh 6:1-15). Mereka berpikir Yesus akan terus memberikan roti jasmani itu setiap hari (seperti kontek pemberian mana seperti jaman nenek moyang mereka dulu). Padahal tujuan Yesus bukan ingin memberikan roti jasmani itu, tetapi roti yang memberikan kehidupan kekal. Bagaimana untuk mendapatkan roti hidup itu?
• Percaya dan menerima Yesus (ayat 35)
• Allah akan menerima dan tidak akan membuangnya (ayat 37-39)
• Mendapat hidup kekal dan kebangkitan pada akhir zaman (ayat 40)
Banyak orang mencari Yesus hanya senang pada berkatNya bukan pribadi Yesus sendiri, sehingga mereka kehilangan esensi dasar dari pengajaran Yesus tentang keselamatan.

Pencarian di tempat yang salah itulah gambaran orang-orang yang mencari Tuhan Yesus pada waktu itu. Mereka mencari sesuatu yang salah yaitu roti mati untuk kebutuhan sesaat sedangkan Tuhan Yesus menawarkan roti hidup untuk kebutuhan kekal. Mereka mencari Yesus bukan untuk memuaskan hati mereka akan kebenaran firman tetapi memuaskan mulut dan perut; sehingga tidak pernah terpuaskan dan mengalami kekecewaan.
Kekecewaan mereka menjadi lengkap karena Tuhan Yesus tidak memberi apa yang mereka cari, pengajaranNya tidak dipahami karena mereka tidak datang dengan hati yang mencari Tuhan. Kadangkala jemaat datang ke gereja ada banyak motifasi yang tidak benar seperti orang Yahudi, tetapi minggu PI ini biarlah membawa mereka pada pencarian yang benar di tempat yang benar maka akan terpuaskan sebab jemaat akan bertemu dengan Tuhan secara pribadi.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta

Focus pada kata “Roti Hidup” (v 35). Dalam Injil Yohanes, ada “The 7 I Am Saying”
Akulah pokok anggur (Yoh. 15:1)
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup (Yoh. 14:6).
Akulah kebangkitan dan hidup (Yoh. 11:25).
Akulah Yoh. 10:11
Akulah gembala yang baik (Yoh. 10:9).
Yoh. 8:12
Akulah Roti Hidup (Yoh. 7:35).

Bagian sebelumnya ada 2 miracles, yaitu Yesus memberi makan 5000 orang dan Yesus berjalan di atas air. Setelah melihat mujizat yang ke 2 itu, makin banyak orang mengikut Yesus. Yesus menyembunyikan diri di atas gunung. Esok harinya, mereka menemukan Yesus di Kapernaum. Kemudian, terjadilah dialog dan diskusi dengan Yesus.

1. Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?
Pertanyaan ini menunjukkan keheranan mereka.
Mereka tidak melihat Yesus menyeberang dari Galilea ke Kapernaum, padahal jaraknya 20 km.
Biasanya orang akan senang kalau dieluk-elukkan seperti itu.

2. Reaksi Yesus.
Tapi, Yesus menjawab dengan keras (v 26).
Yesus tidak hanya melihat kerajinan / kegigihan / semangat, tapi motivasi dari orang mengikut Yesus itulah yang dilihat-Nya.
Motivasi mereka mencari Yesus, sebenarnya bukan mau bertemu Yesus.
Calvin mengatakan bahwa mereka mencari dalam Kristus, sesuatu yang lain dari Kristus itu sendiri.
Barclay mengatakan kamu tidak dapat berpikir tentang jiwamu, kalau kamu berpikir tentang perutmu.

3. Yesus menegur dengan membandingkan dengan orang yang bekerja (v 27).
Ayat ini tidak berarti bahwa kita tak boleh bekerja untuk makan, tapi harus lebih mengutamakan pekerjaan yang bernilai kekal. Juga berarti lebih mementingkan Kristus dari yang lain.

4. Mereka masih meminta tanda (mujizat) lagi (v 30).
Mereka ingin membandingkan Yesus dengan Musa. Yesus hanya memberi makan 1x kepada 5000 orang dari 5 roti biasa dan 2 ikan. Musa memberi makan roti dari Sorga, berkali-kali selama 40 tahun kepada 2 juta orang dengan tangan kosong.

Orang yang datang dan percaya kepada Yesus sebagai roti hidup, maka:
1. Ia tidak lapar dan haus lagi (v 35) = ia akan dipuaskan.
2. Ia akan dipuaskan selamanya (v 50, 51, 58) = ia akan mendapat hidup yang kekal.
Yesus membandingkan manna (nenek moyang Israel makan manna dan mereka sudah mati), tapi yang makan roti hidup, akan memperoleh hidup yang kekal.
3. Ia akan hidup bersama Yesus selamanya. Yang makan roti akan bersatu dengan tubuh Yesus. Tuhan tak akan meninggalkannya selamanya.

Pada dasarnya manusia fokusnya pada hal yang fisikal dan material. Itulah yang mereka cari. Yesus tahu bahwa kebutuhan manusia bukan hanya itu saja, tapi hal yang lebih mendalam, yaitu hal yang spiritual, yang memenuhi kebutuhan rohaninya.
Maka Yesus mengatakan bahwa akulah roti hidup. Itu adalah personal pronoun. Ho artos adalah maskulin, kepada pribadi Yesus, yang bukan berasal dari dunia, tapi dari Allah, yang akan memuaskan kebutuhan manusia.

Pernyataan Yesus roti hidup adalah pernyataan pertama dari siapakah Yesus dalam Injil Yohanes. Setiap pernyataan menunjukkan aspek penting dalam pelayanan Yesus. Pernyataan itu adalah pernyataan yang menunjukkan Yesus yang memelihara kehidupan rohani. Kuncinya adalah datang dan percaya, maka kamu akan beroleh hidup. Tapi, bagi orang Yahudi untuk datang dan percaya, tidak mudah. Mereka mengukur segala sesuatu dengan ukuran lahiriah. Mereka menganggap Yesus hanyalah anak tukang kayu dari Nazaret, sehingga mereka menolak Yesus. Kalau mereka menolak Yesus, berarti mereka menolak hidup kekal. Siapa yang datang pada Yesus, maka Ia akan memuaskan hati, jiwa dan pikirannya.

Topic minggu ini masih seputar makanan.
1. Tuhan dan manusia sama-sama tahu kebutuhan manusia, tapi memiliki perbedaan yang hakiki, karena manusia hanya tahu yang fana dan sementara, sedangkan Tuhan tahu yang kekal dan abadi.
2. Tuhan dan manusia sama-sama memenuhi kebutuhan manusia. Manusia bekerja habis-habisan. Tapi dalam v 27, Tuhan menegur agar manusia jangan bekerja untuk yang sementara saja, lalu binasa. Sedangkan Tuhan memenuhi kebutuhan rohani sampai kekekalan (v 48).
3. Tuhan tidak hanya memenuhi kebutuhan rohani, tapi segala yang kita butuhkan Tuhanlah yang mengadakan.
Kalau kita ingat Ishak, ia memilih lembah Gerar, padahal lembah Gerar adalah tempat yang tidak bagus, kering, tapi di situlah Ishak menjadi kaya dan sangat kaya.
Mat. 6:32, semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, akan tetapi Bapamu yang di Sorga tahu bahwa kamu membutuhkan semua itu.
Jadi, tidak berarti orang yang dekat dengan Tuhan hanya tercukupi kebutuhan rohaninya, tapi juga jasmaninya.


Makin banyak orang yang tak mempedulikan hal-hal yang spiritual. Mereka tak tahu Alkitab, bahkan mereka juga tak mengenal siapakah Yesus.

Yohanes tahu betul siapakah Yesus.
3x Jesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah roti hidup, v 35, 48, 51.
Itu adalah bagian dari usaha Yohanes menjelaskan siapakah Yesus.
Yohanes mengatakan 7 ego eimi, kemudian melakukan 7 mujizat. Di sana, Yohanes tidak hanya menjelaskan siapa diri Yesus, tapi juga kehidupan-Nya, being dan doing.
Yohanes menyajikan sisi keras dan tegas dari Yesus. Yesus tidak hanya baik dalam arti lembek dan kompromis, tapi tegas. Ia berkata dengan keras pada orang yang mengikuti-Nya, tapi bahkan mengusir murid-murid-Nya yang dikasihi-Nya, Petrus. Yesus ingin menekankan kualitas lebih penting dari pada kuantitas.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Apabila melihat Yoh.6:1 kita mendapatkan informasi bahwa oleh karena melihat mujizat kesembuhan terhadap orang sakit, belum lagi bagaimaan Tuhan Yesus berjalan di atas air, menjelaskan mengapa ada begitu banyak orang yang mengikut Tuhan Yesus, kemudian diikuti dengan suatu peristiwa luar biasa, yaitu Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang. Satu hal yang tersirat bahwa tidak semua yang mengikut Tuhan Yesus sungguh mengerti dengan apa yang Tuhan kerjakan bagi mereka. besar kemungkinannya, setiap orang punya motif tertentu dalam hal mengikut Tuhan.
Satu motif yang Tuhan Yesus perlihatkan yang sekaligus menjadi latar belakang dilakukannya ketika Tuhan Yesus sedang mengajar di rumah ibadat tejadi percakapan antara Tuhan Yesus dengan orang banyak pada waktu itu terdapat pada ayat 26  ada orang banyak mencari Yesus (ay.1 & 24) – tampaknya baik – tapi bukan karena melihat tanda (bagaimana 5 roti dan 2 ikan cukup bahkan lebih untuk diberikan kepada 5000 orang) itu terjadi, tapi lebih tertuju pada berkat (jasmani) yang telah mereka alami, nikmati dan terpuaskan oleh apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan. Sangat mungkin saat ini ada orang datang ke gereja bukan karena mengasihi dan datang kepada Tuhan tapi karena ada makan. Mereka tidak mengerti dengan apa yang Tuhan Yesus katakan, sampai pada akhirnya mereka masih juga bertanya-tanya tentang tanda yang dapat membuat mereka percaya kepada Tuhan meskipun sebenarnya mereka telah melihat tanda itu. Terlihat bahwa orang banyak itu kesulitan untuk memahami TuhanYesus, mereka meminta roti (ay.34) tetapi menolak bahwa Yesus datang dari surga (ay.41-42). Dalam percakapan itulah Tuhan Yesus 3 kali mengidentifikasi dirinya “Akulah roti hidup.” Ada tiga hal penting dalam pengidentifikasian diri Tuhan Yesus “Akulah roti hidup” :
1. ayat 27 Yesus, roti hidup adalah Tuhan yang menghendaki kita belajar satu prinsip hidup bahwa bekerja bukan hanya untuk memikirkan perkara jasmani tapi juga terlebih memikirkan perkara rohani dimana Tuhan tidak akan meninggalkan kita (Matius 4:4 ” tetapi Yesus menjawab : ”Ada tertulis, manusia hidup bukan dari Roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”)
2. ay. 35 datanglah dan percayalah kepada Yesus Roti Hidup dan Ia memenuhkan hidupmu
3. ay. 47 percayalah dan teruslah percaya, dan Tuhan tidak akan mengecewakan.

1. ay. 25-35, Yesus adalah roti hidup. Supaya pendengar mengerti mereka perlu percaya kepada Yesus sendiri, bukan kepada penglihatan dan mujizat atau makanan jasmani(ay 26). Suasana imlek dilakukan semua supaya dapat berkat. Di gereja juga ada yang demikian, contoh : perpuluhan untuk mendapat berkat. Kalau menabur maka kita akan menuai, lebih dari bunga bank. Ini konsep yang salah.
2. ay 36- 46, Yesus mengkritik orang-orang Farisi. Belum tentu suatu pernyataan tidak benar, jangan langsung ditolak. Bagaimana makan roti hidup? A. Datang dan percaya kepadaNya.(ay. 35b). b. Makan daging dan minum darah, merupakan kiasan terhadap pengorbananNya dikayu salib.
Aplikasi : Bawa jemaat supaya percaya sampai kayu salib. Sehingga mereka tidak akan lapar dan haus lagi. Jangan andalkan roti saja. Roh kita perlu makanan yang hanya dapat dipenuhi oleh Yesus sendiri.

Manusia jangan hanya mengandalkan roti jasmani, tetapi roh jiwa perlu roti hidup untuk memuaskannya. Apa yang bisa memuaskan hati manusia? Apakah kedudukan, reputasi, uang, sex? Banyak yang sudah memiliki semua, contohnya Salomo, tetapi ia menyimpulkan : kesia-siaan belaka. Apa yang masuk ke hati? Dosa, dunia, atau iblis. Ini semua akan merusak kita. Tetapi kalau Yesus diterima akan memuaskan hati kita. Tanpa Yesus kita tak akan puas. Percaya Yesus agar roh jiwa dipuaskan. Datang kepada Yesus. Bukan hanya menjadi anggota gereja. Tinggalkan keduniawian, dosa-dosa, yang menghalangi dapat datang kepada Yesus, dan kemudian percayalah kepada Yesus.

Yesus ingin menegur mereka, orang banyak karena :
1. Motivasi. Mereka mencari karena sudah dikenyangkan secara jasmani. Aplikasi : Bagaimana motivasi kita saat iring Tuhan, jangan hanya karena sesuap nasi, tetapi sesuatu yang lebih bernilai.
2. Membangun rasa puas diri lewat iman yang aktif, yang mempercayakan diri kepada Tuhan.
3. Jangan memusatkan pada yang jasmani saja agar dapat menemukan hal yang pokok/penting.