Jumat, 19 Februari 2010

MEKAR DI MASA SUKAR

MEKAR DI MASA SUKAR
Kejadian 26:18-22

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut

Ayat mas dr perikop ini ayat 22 : Ishak berkata : Sekarang Tuhan telah memberikan kelonggaran kpd kita.
- Kalau sdr disuruh memilih, baju sesak dengan baju longgar mana yg lebih baik, yg lebih enak ? Yg pas tentu yg paling baik, paling enak. Ttp masalahnya kan tdk selalu bisa demikian bukan ? Dimana hidup selalu pas ? Kadang hidup bisa jatuh dlm sesak sedemikian rupa atau longgar sedemikian rupa. Longgar adalah satu situasi yg jauh lebih baik drpd sesak.
- Kalau sdr disuruh memilih, nafas sesak atau nafas longgar ? Tentu yg longgar. Sdr bisa bayangkan kalau org lagi sesak nafas ? Nafas yg lega adalah harapan kita semua.
- Kalau hidup diilustrasikan spt baju atau nafas, maka pert adalah apakah kita hari ini sedang sesak/ longgar dlm hidup ini ? Kalau longgar, puji Tuhan, relatif tdk ada persoalan yg krusial. Ttp jika hari ini hidup sdr sedang sesak, bagaimana kita menghadapinya, itu persoalannya ? Menyerah kalah atau tetap bertahan bahkan menang ?
Pembacaan kita mencatat, Ishak anak Abraham dlm hidupnya ternyata juga hrs melewati saat2 yg tdk mudah yg dpt dikatakan sebagai kesesakan dlm hidup ini. Bayangkan, anak Abraham, Ishak, baru saja Allah memberikan janji kpd ayahnya, Abraham, bgs yg diberkati dan menjadi berkat, ttp tdk lama kemudian ternyata anaknya hrs menghadapi persoalan yg tdk mudah. Bukankah sehrsnya anak Abraham tdk boleh ada persoalan. Maka siapa kita yg boleh berkata jng ada persoalan dlm hidup ini ? Apa kesesakannya itu ?
1) Judul perikop pembacaan kita : Ishak di negeri org Filistin. Perikop kita memberitahu, ada kelaparan yg sedang terjadi, ada paceklik kira2 begitu, suatu situasi yg sulit, sampai2 Ishak anak Abraham yg mendptkan janji berkat2 besar hrs mengungsi. Ironis. Ttp memberitahu kita apa ? Ini kebenaran, fakta, org percaya tdk lepas dr persoalan dan kadang Tuhan ijinkan org ‘dunia’ membantu org beriman/percaya.
2) Ada ancaman. Dari mana kita tahu ? Ayat 7 ketika org2 ditempat itu bertanya ttg istrinya, berkatalah ia : Dia saudaraku sebab ia takut mengatakan Ia istriku, jng2 aku dibunuh, krn istrinya cantik. Menjadi ancaman buat Ishak. Ini realita hidup Ishak, juga realita hidup mns pd umumnya, ada kesulitan, ada ketakutan. Lalu bagaimana ? Indah, krn tema kita : Mekar di masa sukar ! Tuhan memberi kelonggaran kpd Ishak ! Tentu juga diharapkan kpd setiap kita ! Apa yg terkandung di dlmnya ? Bagaimana Ishak bisa ada kelonggaran dlm hidupnya ?
1. Dalam kesesakan, Ishak memegang Janji Tuhan ayat 2-5 ; 24-25
Menarik, begitu ada persoalan, begitu ada kesesakan, Tuhan langsung menyatakan atau menegaskan janjiNya, apa ? Ayat 2-5 Aku menyertai, Aku menepati. Tuhan tdk pernah meninggalkan Ishak dan keluarganya, org dan umat yg dikasihiNya sekalipun ada kesesakan. Bukan cuma satu kali, ayat 24-25 dlm perjlnan masih dlm kesesakan itu, ditengah adanya persoalan yg lain, ditegaskan kembali janji Tuhan ini. Apa yg kita lihat ?
- Allah yg tdk berubah. Allah Abraham adalah juga Allah Ishak, juga Allah Yakub. Artinya Allah adalah Allah yg kemarin, pd jaman Abraham, Allah hari ini pd jaman Ishak bahkan pd jaman yad yaitu Yakub.
- Allah yg menyertai. Aku akan menyertai engkau, termasuk di Filistin di negeri asing ini, saat melewati saat2 yg tdk mudah. Di pengasingan, menjadi istimewa, tempat tdk membuat penyertaan Tuhan menjadi berubah

- Allah yg memberkati. Aku akan memberkati engkau, sebab kpdmulah dan kpd kuturunanmulah akan kuberikan seluruh negeri ini. Dlm kesulitan ada pengharapan akan ada kecukupan bahkan kelimpahan. Bahkan yg menarik tdk lama kemudian, janji itu digenapi ayat 12-14 kaya, kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya
- Yang indah, Ishak meresponi semua ini dng mendirikan mezbah, menyembah Tuhan yg sedemikian itu. Ishak tdk curiga, tdk kecewa, tdk menyesali semua yg terjadi.
2. Dalam kesesakan, Ishak hidup tetap sbg “org asing” ayat 3
Tinggallah dinegeri ini sbg org asing. Artinya, Ishak tidak boleh hidup bercampur dng penduduk setempat. Apakah ayat ini memberikan indikasi utk kita hidup eksklusif ? Tdk boleh bercampur dng org2 didunia ini ? Bagaimana kita memahami kata TY kamulah terang dunia, kamulah garam dunia, hendaklah cerdik spt ular ttp tulus spt merpati ?
Tdk boleh kawin mengawinkan dng penduduk setempat. Karena perkawinan dng penduduk setempat berarti juga akan membawa masuk dewa2 dr penduduk setempat itu. Ada godaan utk menyembah dewa2, sesuatu yg dilarang Tuhan.
Tuhan ingin tdk ada ilah lain dlm hidup ini. Tuhan ingin org2 Israel hanya menyembah Tuhan satu2 nya, Tuhan saja tdk ada ilah atau sesuatu yg lain. Tuhan ingin umatNya terpelihara, terjaga, selalu berada dlm kemurnian. Percampuran itu menghancurkan, Esau, percampuran itu menjadi duri.
3. Dalam kesesakan Ishak, pd waktuNya Tuhan memberi kelonggaran ayat 22
Mengungsi, ketakutan, berkali2 ribut, ada masalah, pertengkaran, ada intimidasi dll ttp pd akhirnya ada kemenangan, ada jln keluar, ada pengharapan, ada sukacita, ada kegembiraan. Maka mulai bisa beranak cucu yg juga menggenapkan rencana Tuhan menanti kedatangan mesias itu Sumur itu dinamai Rehobot sebab Tuhan telah memberi kelonggaran. Setelah perjlnan yg panjang dng kesesakan toh pd akhirnya ada kelonggaran. Beranak cucu, lalu mrk menabur dan panen. Demikian hidup ini tdk selamanya ada kesesakan, pd waktunya akan ada kelonggaran.

Ishak bersama keluarganya sedang menjalani masa pengembaraan di negri orang, sebab ada kelaparan hebat sedang terjadi. Allah menuntun Ishak untuk memasuki Filistin sebab Allah tetap menyertai Ishak bersama keluarganya. Ia memulai kehidupannya dengan bercocok tanam dan berternak, Allah memberkatinya dengan kekayaan yang sangat melimpah (ayat12). Sehingga menimbulkan kecemburuan bagi orang-orang Filistin, maka ia mengalami kesulitan serta tekanan dari orang-orang Filistin
Sumur-sumur sebagai mata air ditutup oleh orang Filistin tetapi Allah memberkati sehingga digali lagi dan mengeluarkan air yang melimpah. Tetapi sumur-sumur itu dikuasi oleh orang Filistin sehingga Ishak menggali sumur lagi dan Allah sekali lagi memberkati dengan melimpahkan air yang banyak. Sehingga akhirnya orang-orang filistin mengakui penyertaan Allah kepada Ishak sangat nyata, tidak seorang pun yang dapat menghalangiNya. Meskipun berkali-kali orang Filistin berusaha menghalangi dan memberikan tekanan, tetapi pertolongan Allah selalu terjadi.
Allah menjaga, melindungi serta memberkati mereka meskipun mendapatkan banyak kesulitan dan tekanan hidup yang berat. Di tengah kesulitan ada jalan keluar yang Allah sediakan sehingga Ishak tidak sendirian. Penyertaan Tuhan atas hidup kita sangat terbukti tidak ada satu kuasapun yang dapat menghalangi berkat dan pertolongan Tuhan jika Allah beserta dengan kita.

Abraham juga pernah tinggal di Filistin (Kej 20 dan 21:22-34)) dan sekarang Ishak juga tinggal di Filistin sebagai orang asing. Semasa hidupnya mungkin Abraham pernah menceritakan masa kelaparan yang pernah melandanya dan mereka mengungsi di Mesir(kej 12:10-20), sehingga pada saat kelaparan melanda Ishak mungkin dia juga memikirkan akan mengungsi ke Mesir. Namun yang membedakan waktu Abraham ke Mesir dia tidak menungguk petunjuk dari Tuhan sedangkan Ishak sebelum memutuskan ke Mesir, ia mendengar suara Tuhan sehingga membatalkan rencananya dan tetap tinggal di Filistin. Ishak memilih mendengar suara Tuhan di saat sukar maka Ishak mendapat berkat yang utama dan pertama yaitu mengalami penyertaan Tuhan (3-6). Berkat yang kedua adalah berkat materi yang melimpah (12-14), berkat ketiga adalah terpandang di negeri orang (16), berkat yang empat kemudahan-kemudahan saat kesulitan datang (mendapatkan air)

Tahun Baru Imlek 2561 kali ini adalah tahun macan yang menurut ramalan para ahli feung sui, tahun yang sulit dilewati karena ada banyak kemalangan, bencana dan kesulitan yang akan muncul secara mendadak. Sebagai orang percaya, tentu kita tidak sependapat dengan hal ini. Namun tatkala disimak kondisi sekitar kita akhir-akhir ini yang diliputi oleh bencana alam berupa banjir, tanah longsor, belum lagi kapal karam, pesawat jatuh, termasuk era perdagangan bebas yang mengancam hasil produksi dalam negeri yang disinyalir bakalan membawa efek kebangkrutan banyak perusahaan dalam negeri dan pada gilirannya akan menambah tingkat pengangguran dan kemiskinan di tanah air. Fenomena demikian menimbulkan rasa takut, cemas dan kuatir di hati. Tetapi firman Tuhan dalam Kejadian 26:18-22 memberikan keyakinan dan harapan kita bahwa pada masa yang paling sulitpun Allah tetap bekerja untuk memberikan berkat dan anugerah-Nya kepada orang percaya. Sehingga kemekaran dalam mengembangkan segala aspek kehidupan tetap dapat terjadi karena perbuatan Allah sendiri. Pengalaman Ishak melewati masa kelaparan dan dalam hal menggali sumur lalu mendapatkan air mengajarkan kita beberapa hal:
Pertama, percaya dan bersandar kepada Allah sumber berkat, maka orang percaya tetap mekar di masa sukar. Pengalaman Ishat membuktikan hal ini. Kesuksesan Ishak bukan karena kehebatan dan kekuatannya sendiri, melainkan karena Tuhan yang selalu menyertai dan memberkatinya (ay.3,4, 12-14, 24,25,28; bdk. Yos. 1:7-9; Ams. 10:22; Yer. 17:5-8). Bagi orang yang diberkati Tuhan seperti Ishak, tidak perduli masa yang sukar dan tidak menjadi masalah di mana ia menggali sumur dan berapa sering orang Filistin berupaya menghalanginya, namun Allah selalu menolongnya. Bahkan sumur yang sudah ditutup sekalipun, tatkala digali kembali masih mengeluarkan air (ay. 18-19). Kehidupan Ishak di tengah kesukaran, akhirnya membuahkan hasil karena ada Allah yang menyertai dia dan menjadi tempat bersandar baginya.

Kedua, bersedia mengalah untuk menang. Pada waktu diusir oleh Abimelekh keluar dari Gerar, Ishak tidak melawan (ay. 16,17. Ketika menemukan air pada sumur yang ditutup, terjadilah pertengkaran antara para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Apa dan bagaimana respons Ishak dalam peristiwa itu? Alkitab berkata bahwa Ishak berjiwa besar mau mengalah dan memberikan sumur itu kepada orang Filistin (ay. 19-21).

Ketiga, mau bekerja keras. Pengalaman Ishak mengajarkan kita bahwa tatkala menghadapi krisis dan masalah jangan cepat putusasa dan gampang menyerah. Meskipun timbul kelaparan yang hebat dan berada dinegeri orang, ia tetap mau bekerja keras dengan menabur benih, sehingga ia menuai hasil seratus kali lipat (ay. 12). Berulang kali direbut orang sumur yang digali Ishak, namun ia tidak cepat putusasa dan menyerah. Ia tetap tekun dan mau bekerja keras menggali sumur yang lain. Akhirnya atas pertolongan Tuhan dan kerjakerasnya ia menemukan sumur yang berair (ay.22, 32,33). Rasul Paulus berkata, "… Orang yang tidak mau bekerja, tidak boleh makan” (2Tes. 3:10). Salomo menegaskan, “Orang yang suka tidur akan jatuh miskin. Orang yang rajin bekerja mempunyai banyak makanan” (Ams. 20:13).

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Pada waktu kelaparan di Kanaan Ishak pergi ke Gerar, sebab pada waktu kelaparan Abraham ayahnya ke Gerar. Gerar terletak dijalan raya menuju Mesir, sekitar 11 mil disebelah tenggara Gaza. Ishak bermaksud menjadi Gerar tempat transit untuk menuju Mesir, oleh sebab itulah Allah memerintahkan Ishak untuk tidak pergi ke Mesir, tetapi tetap di Gerar, dan Tuhan akan menyertai dan memberkatinya (26:2-3). Ishak taat, dia menabur dan Tuhan memberkati dan mendapat hasil 100 kali lipat, sehingga timbul iri hati orang Filistin, Abimelekh mengusir Ishak untuk meninggalkan daerah mereka. Ishak pergi kelembah Gerar dimana Ayahnya Abraham pergi, dia mengalami kesulitan karena harus memulai usaha dari awal dan mengali sumur yang digali oleh Ayahnya telah ditutup oleh orang Filistin. Tetapi Ishak tetap tegar dimasa sulit, karena dia tahu Allah akan menyertai dan memberkatinya.
Meskipun Ishak mengetahui bahwa Allah menyertai dan memberkatinya bukan berarti dia hanya menerima dengan pasif tetapi dengan aktif menerima janji-janji itu. Dia tidak berpangku tangan, tetapi melakukan sesuatu yang menjadi bagiannya, antara lain :
1. Setia dan Taat Pada Tuhan
Ishak Setia pada Allah meskipun dalam keadaan yang sukar, dia tidak mengeluh dan berubah setia. Selain itu dia taat pada perintah Allah pada waktu Allah memerintahkan pada dirinya untuk tidak ke Mesiri dan tinggal di Gerar dia mau mendengar dan taaat pada perintah Allah (26:1-6)
2. Tekun dan Rajin
Ishak berhasil dan menjadi kaya karena penyertaan dan berkat Tuhan, bukan berarti dia pasif, dia aktif dengan menabur atau bertani serta berternak. Dan untuk mendukung keberhasilan dari pertanian dan peternakan maka Ishak berusaha mengali sumur yang dulu digali oleh Abraham Ayahnya. Ternyata gangguan dari orang Filistin belum selesai, pada waktu selesai mengali dan dia mendapat air yang banyak orang Filistin bertengkar untuk memperebutkan sumur itu sehingga Ishak menamainya Esek yang berarti bertengkar atau pertikaian, dan sumur kedua juga terjadi pertengkaran sehingga dinamainya Sitna yang berarti permusuhan. Ishak tidak menjadi putus asa dan menghentikan pengalian sumur, dia terus berusaha dengan tekun dan rajin yang pada akhirnya orang Filistin tidak mengganggu lagi karena melihat ketekunan Ishak dan melihat penyertaan Tuhan atasnya.
3. Hanya Bergantung Pada Allah
Di daerah Palestina untuk mendapatkan air tidak gampang, belum tentu pada waktu mengali sumur ada airnya. Tetapi setiap kali Ishak mengali sumur ada airnya. Sumur yang berair dengan susah payah didapat untuk mendukung keberhasilan pertanian dan peternakan, direbut tidak membuat Ishak putus asa, dia tidak bergantung pada air sumur tetapi pada Allah. Ishak tahu mengucap syukur dan berterima kasih, dia mendirikan Mezbah dan memanggil nama Allah (26:25)

1. Ishak terkena bencana kelaparan. Tidak ada anak Tuhan yang kebal atas bencana. Bisa datang kapan dan di mana saja. Firman Tuhan: melarang Ishak pergi ke Mesir. Pada waktu kelaparan di jaman Abraham, Tuhan tidak memerintahkan atau melarang pergi ke Mesir. Jaman Yakub, Tuhan menyuruh pergi ke Mesir (Kej. 46:3). Ishak, Tuhan melarang pergi ke sana. Dalam hal ini Tuhan berdaulat atas rencana Allah dalam hidup anak-anak-Nya.
2. Tuhan menyuruh Ishak tinggal di Gerar sebagai orang asing. Apa maksudnya? Supaya ia bisa menjadi saksi dan menyaksikan Tuhan dalam hidupnya. Tetapi ia sempat gagal karena menyembunyikan status istrinya. Tetapi Tuhan menyingkapan kebenaran yang ditutupinya itu dan membukakan kuasa Tuhan bahwa apa yang ditakutinya tidak terbukti malah sebaliknya, orang yang dianggap ancaman menjadi pelindung bagi dirinya.
3. Ishak rajin bekerja: Tuhan memberkati 100 kali lipat. Ishak tidak mengejar kekayaan dan ngotot menjadi kaya, tetapi Tuhan yang menjadikannya kaya. Setelah kaya, banyak ternak ia diusir oleh Abimelek. Ishak tidak melawan atau membela diri. Padahal dia punya banyak kekayaan dan bisa melawan Abimelekh. Tetapi ia tetap pergi. Bagi ternaknya yang begitu banyak sulit bagi Ishak bagaimana caranya bisa memberi minum. Apalagi masih dalam suasana kelaparan dan kemarau. Sumur-sumur yang sudah ditutup oleh orang Filistin di jaman Abraham Tuhan bukakan dengan ajaib. Airnya melimpah ruah. Apa yang mustahil dan tidak mungkin bagi manusia, Tuhan menjadikannya mungkin.

1. Pribadi Ishak adalah orang yang beriman. Keberhasilan seseorang tidak lepas dari iman dan keepribadiannya yang baik. Ketika terjadi kelaparan Tuhan melarang ke Mesir, ia taat.
2. Ishak tidak luput dari kesalahan. Saat tinggal di Gerar ia berbohong bahwa istrinya adalah saudaranya, karena takut nyawanya terancam. Ia ditegur oleh Abimelekh dan berjanji melindungi Ishak dan istrinya. Sifat karakter Ishak adalah tekun berusaha, ia juga suka mengalah karena ia berharap kepada Tuhan. Tuhan memberikan janji penyertaan-Nya (ayat 24).
Berita kepada jemaat: jangat takut menghadapi masa yang sulit. Tuhan menyediakan berkt-Nya kepada orang yang mau berharap kepada-Nya. Tuhan tidak tinggal diam atas penderitaan anak-anak-Nya apabila ia tekun dan percaya kepada Allah.

Sumur menjadi persoalan penting karena menjadi sumber kehidupan untuk mencukupi masalah mereka yang hidup di padang pasir. Bagaimana hidup di masa sukar?
1. Iman dan taat (ayat 11). Diperintahkan tidak pergi ke Mesir, Ishak taat atas perinta-Nya.
2. Berdoa dan bekerja (ayat 18, 22). Yang menggali sumur adalah Ishak. Dia yang memulai dan bukan pegawainya.
3. Pembawa damai. Berkali-kali Ishak mengalah terus mengenai perebutan sumur. Gampang bagi Ishak untuk bisa melawan dan bertengkar mengenai hal ini. Tetapi Ishak tidak melakukannya. Ia lebih suka membawa damai daripada keributan.

Meski Ishak orang yang tekun dan iman, ia memiliki masalah tetapi tetap dapat dihadapi bersama-sama dengan Tuhan. Sehingga, dia dapat mekar di masa sukar.

Karakter Ishak yang indah: suka mengalah. Sebisanya kita hidup rukun dengan semua orang. Ishak tidak mau menambah korban dalam peperangan. Demi kebahagiaan orang banyak, Ishak mengalah. Ishak tahu, bahwa kebaikan akan mengalahkan kejahatan. Ishak juga mendoakan dan memberkati orang-orang yang memusuhinya (Rm. 12:9-20).

Ayat 13 banyak disukai oleh gereja dan teolog-teolog kemakmuran. Kondisi Ishak dan jaman sekarang tidak jauh berbeda. Kondisi Ishak pada jaman itu sulit:
1. Ia mengalami kondisi perang. Bapaknya Ishak, Abraham juga sering berperang.
2. Ishak diijinkan Tuhan mengalami kebutaan (Kej. 27:1). Pada umur 137 ia mengalami kebutaan. Ia meninggal umur 180 (Kej. 35). Melalui kebutaannya ia ditipu anaknya.
3. Ishak juga mengalami keparan pada jaman berikutnya (Kej. 47)
Dari semua pergumulannya itu, tidak membuat ia meninggalkan Tuhan. Ia sangat bergantung kepada Tuhan sehingga ia tetap mekar di masa sukar. Apa rahasinya? Ia diberkati dan disertai Tuhan. Yusuf disertai Tuhan (Kej. 39, kata “disertai Tuhan” ada 4 kali. Untuk Ishak ada 7 kali).

1. Ishak berada dalam keadaan yang sulit bukan karena dosa dan kesalahan melakukan sesuatu tetapi karena ada kelaparan.
2. Ishak belajar taat kepada Tuhan. Waktu dikatakan jangan pergi ke Mesir, ia taat tidak pergi. Ia melakukan itu karena ia berpegang pada janji Tuhan ia akan disertai Tuhan.
3. Ishak menyatakan pada kita bahwa berkat Tuhan terbukti dalam hidupnya. Di tengah kesusahan itu kadang sulit mempercayai Tuhan itu memberkati. Kita lebih percaya kepada tawaran yang lain. Bisa kah kita tetap menunggu Tuhan di masa-masa yang sulit? Saat kepepet paling sulit mempercayai Tuhan. Ishak diberkati 100 kali lipat, sumur yang ditutup melimpah dengan air, karena ia mempercayai Tuhan.

Mekar di masa sukar saat kita baca di ayat 26 memang Ishak mengalami masa yang sulit. Di sana terjadi kelaparan yang menjadi kebutuhan pokok manusia. Kelaparan ini menyebabkan Ishak pergi ke Gerar. Kesukaran yang kedua ia hidup di tengah-tengah orang asing. Budaya, kebiasaan, kondisi jauh berbeda dengan negeri sebelumnya. Ia tetap mekar karena Tuhan menyertai dan memberkatinya, meski ia tinggal di negeri asing. Di mana pun saya tinggal, asal Tuhan bersama kita, itu pasti indah. Dia tetap mekar di masa sukar karena tetap berpegang pada janji Tuhan. Walaupun Tuhan janji memberkati tidak berarti kita berpangku tangan. Ia bekerja keras. Ia menabur di tanah itu dan memberkati tanah yang ditaburnya. Hasilnya luar biasa, 100 kali lipat. Sesudah sukses, ia diusir oleh Abimelekh. Saat pergi ia menggali, menggali, dan menggali sumur. Ini pekerjaan yang sulit. Tetapi ia terus melakukan.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Dapat diumpamakan kesukaran itu sepeti koin; sisi 1 yang positif sebagai sarana penggemblengan ujian untuk mencapai kesuksesan. Negative; kesukaran dapat menjadi sarana untuk mengocoh iman untuk menghancurkan. Tinggal bagaimana cara pandang terhadap kesulitan.
Nama “Ishak” artinya “orang tertawa”. Arti dari nama ini ada dua kejadian; 1) pada saat Sara usia 90 tahun hamil sara tertawa karena lucu seorang nenek hamil. Tapi kenyataannya sungguh Allah membuat sesuatu yang ajaib, dimasa kesukaran Allah membuat Sara mekar imannya. 2) ay.22-ishak tertawa karena Tuhan memberi kelonggaran karena sudah tidak bertengkar lagi dan mereka boleh tinggal di gerar dengan tenang.
Melalui hal ini ada 2 hal:
1) Masa sukar yang dihadapi oleh Ishak dan Sara, sungguh melihat bagaimana hidup mereka mekar di masa sukar.
2) Alkitab selalu meyebut Allah Abraham, Ishak, Yakub ini berarti mereka adalah bapak beriman, tapi mereka punya kelemahan masing-masing yang membuat mereka mengalami kesukaran, tapi iman mereka yang menuntun mereka untuk mengalami kemekaran  a) Lih.ay.12 – Tuhan memberkati usaha mereka. b) Lih. Ay. 22- istilah kelonggaran disini menunjuk pada konsep pertolongan Tuhan pada saat Ishak mendapat tekanan.

Karakter ishak itu luar biasa. Dia dicemburui karena dia kaya, dia disuruh pergi, lalu dia mendapat semangat, lalu membangun lagi (sumur mati-ini tidak mudah). Bahkan, Abimelek mengadakan perjanjian dengan Ishak; bagi Tuhan jikalau Tuhan berkenan musuhpun akan diperdamaikan oleh Tuhan.

Dimanakah Allah saat kesukaran hidup tiba? Mengapa kali ini Allah seolah-olah berdiam diri membiarkan hal-hal yang “buruk” terjadi? Apakah Allah yang dahulu begitu baik, sekarang sedang berubah sikap? Sampai kapan kita harus menebak-nebak sikap Allah? Pertanyaan-pertanyaan tersebut manusiawi, menggambarkan keterbatasan kita bagaimana memahami rencana Allah. Bagaimana sudut pandang Alkitab terhadap kesukaran hidup, penderitaan bahkan kepahitan hidup?
Rehobot adalah nama sebuah sumur yang memiliki sejarah pada zaman Ishak, sumur ini adalah sumur yang ketiga yang digali oleh Ishak, dimana sumur-sumur yang terdahulu yang adalah warisan ayahnya menjadi salah satu sumber konflik dengan orang Filistin. Tetapi melalui konflik, kesukaran hidup kita melihat Allah sedang menyatakan pemeliharaanNya agar rencanaNya tergenapi. Alkitab menyaksikan bahwa Allah melibatkan orang-orang pilihannya dalam sejarah keselamatan (history of salvation) yang puncaknya adalah karya keselamatan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus (The Finality of Christ). Mulai dari Abraham, Ishak, Yakub, Musa sampai kepada zaman Paulus bahkan sampai pada zaman ini, orang-orang yang dipakai Allah tidaklah pernah luput dari penderitaan dan kesukaran hidup, tetapi justru melalui berbagai kesukaran itulah karya dan rencana Allah menjadi nyata.
Paul Stoltz mencermati ketangguhan seseorang dalam menghadapi kesukarann hidup bahkan penderitaan memberikan inspirasi yang melahirkan gagasan AQ (Adversity Qoutients), dimana melalui AQ kita melihat bagaimana respon seseorang ketika menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Melihat AQ dijabarkan dalam sebuah akronim CORE (Control, Origin, Reach dan Endurance), sbb:
1. Control, sejauhmana seseorang dapat mengontrol masalah yang terjadi, atau ia selalu dikendalikan oleh masalah? Respon Ishak tidaklah memerangi orang yang memusuhinya (Filistin).
2. Origin, bagaimana melihat asal usul masalah secara obyektif, entah kesalahan dari dalam diri sendiri atau dari orang-orang yang berada di sekitarnya.
3. Reach, sejauhmana permasalahan mencapai kinerja seseorang dalam kurun waktu tertentu. Pribadi yang memiliki AQ yang baik tidak akan membiarkan masalah merambah seluruh hidupnya melainkan ia mampu memilah-milah massalah.
4. Endurance, merupakan ketahanan seseorang untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Kehidupan Ishak mempresentasikan CORE yang sangat baik. Setelah mengevaluasi bagaimana diri kita dengan akronim tersebut, maka langkah konkret adalah LEAD (Listen , Explore, Analyze dan yang terakhir Do).
1. Listen, memperhatikan masalah yang terjadi dimana setiap masalah dilihat secara proposional: masalah besar tidak dianggap kecil, masalah kecil tidak dianggap besar.
2. Explore, menguraikan masalah hidup yang terjadi dengan jeli dengan melihat sebab akibat masalah itu.
3. Analyze, mencari solusi dibalik tantangan/masalah yang terjadi.
4. Do, melakukan apa yang seharusnya dilakukan bukan melakukan apa yang ingin dilakukan.

Perbedaan antara mental seorang pecundang dan pemenang. Seorang pecundang; berpikir negatif, selalu pikir pesimis. Seorang pemenang; berpikir positif, selalu optimis, kepastian dan pengharapan. Apa yang dialami oleh Ishak, adalah lukisan dari kehidupan yang juga kerap kali dialami oleh kita. Ishak pernah mengalami masa yang surplus, terpandang, kaya raya, tetapi ada saatnya dimana ia mengalami satu masa paceklik, masa suram dan pahit. Ada pepatah hidup itu seperti roda berputar, kadang dibawah, kadang di atas, di tengah.
Ada 2 hal yang bisa dipelajari;
1) Ay.24-ini adalah pegangan buat Ishak. 20 tahun pernikahannya, mandul. Ishak berdoa; dan Tuhan buka rahim-penggenapan perjanjian Tuhan atas dirinya.
2) Ishak punya pikiran optimis; keletihan menjadi penyebab no.1 kekecewaan.

Kej.26-kej.20-Abraham berbohong begitu juga Ishak berbohong. Peristiwa yang sama ini terjadi untuk ketiga kalinya. Ishak mengalami kesulitan kelaparan; ini tejadi secara berkala dan Ishak berencana untk pergi ke Mesir, tapi dia taat dan dia memegang janji Allah. Sebagai orang percaya, kita tidak boleh mengambil keputusan sendiri, kita harus meminta pimpinan Tuhan.

Ishak adalah seorang yang pendamai; dimana mereka tinggal air merupakan kebutuhan mereka. tapi pada waktu sumur diklaim oleh orang lain, Ishak tidak ngotot2an. Ini adalah sikap yang harus ada untuk menikmati segala berkat Tuhan.

Kesukaran dalam kehidupan seseorang, bisa dilihat secara internal atau eksternal. Mekar adalah sesuatu yang betumbuh dan menghasilkan seseuatu. Tapi ada 3 sikap orang dalam menghadapi kesukaran:
1. Menghadapi kesukaran dengan keterpurukan
2. Terapung; diam tapi tidak menghasilkan atau melakukan apapun juga
3. Terus berusaha dan tetap pecaya pada Tuhan; tetap melihat bahwa di dalam Tuhan tetap ada jalan.

2 hal yang sering terjadi dalam hidup manusia;
1. janji begitu diyakini sehingga orang yang menerima janji itu hanya menunggu.
2. Serentetan kesukaran membuat seseorang melarikan diri dari kehidpan. Ishak; dia memiliki suatu modal kehidupan dalam hidupnya, sehingga di tengah masa sukar dia tetap dapat mekar; modal; ay.12 – bekerja keras dan rajin dan ay.14-16 – di tengah berkat Tuhan yang diberikan, ada realita bahwa kesukaran itu tetap ada –dia berhadapan dengan orang filistin, Abimelek, dia adalah seorang yang bertahan. Ay.15-22 – memperlihatkan 2 hal tentang ishak; 1) dia adalah orang yang sabar terhadap segala yang terjadi, dia mengalah. 2) dia orang yang bertekun untuk mencari peluang mencari kesempatan yang lain.

Ada 5 keunggulan dari Ishak
1. Mengalah; dia tidak berontak karena
2. Ay.25- dia membangun mezbah; ditengah kesukaran ada ibadah di hadapan Tuhan dan
3. dia membangun tenda untuk melindungi keluarga
4. Dia menggali sumur; dia berusaha untuk mata pencarian. Ini memerlukan skill.
5. Dia menjamu musuh ay.30; bahwa ternyata Ishak tidak balas jahat dengan jahat.

Ada 6 aplikasi dalam mencapai kesuksesan:
6. Dia membangun iman dan karakter
7. Dia memiliki mental baja; pantang menyerah
8. Dia mengubah masalah menjadi peluang
9. Membangun kasih dan kebersamaan demi kemajuan
10. Tidak membuang energi yang kontra produktif
11. Tidak mengadop perilaku duniawi (memberontak dan melawan)

Sumur itu menunjukkan air. Persoalannya adalah air, air menunjukkan persoalan kebutuhan kehidupan. Ini menjadi suatu pergumulan Ishak bersama rombongannya. Ini juga menjadi persoalan menyentuh wanita Samaria, Yesus bicara tentang air bicara tentang kehidupan. Sumur itu juga dinamai, itu menunjukkan pentingnya. Nama disini penting; pertama esek; konotasinya adalah kepuasan, sitnah; konotasinya adalah pertengkaran dan rehobot; konotasinya adalah perluasan dari Allah  semua ini memperlihatkan pergumulan Ishak dengan Tuhan. Sumur itu adalah pergumulan hidupnya, maka dia menamai dengan konotasinya.

Dalam kehidupan Ishak, dalam keluarga dia termasuk orang yang hidup paling tenang dan selalu hidup bahagia, yang paling penting dalam hidupnya adalah mendirikan kemah dan mendirikan mezbah. Tuhan menjanjikan covenant pada Abraham, maka itu diturunkan kepada Ishak, maka Allah disebut sebagai Allah Abraham dan Allah Ishak. Suatu iman yang diturunkan itu penting sekali.
Disini kita melihat bagaimana seseorang mengalami pergumulan; setelah mezbah dibangun lalu kemah. Tidak ada mezbah maka tidak ada kemah yang tenang. Hidup tidak selamanya lancar bahagia, kadang ada permusuhan, tapi ada kalanya Tuhan melindungi kita dan menjadi kesaksian luar biasa, karena Tuhanmenyatakan kekuatan-Nya, sehingga akhirnya dia diberkati dalam kelapangan dan kemakmuran. Ini merupakan kesaksian yang baik, karena datang orang Filistin. Sifat yang diwarisi Ishak, harus diwarisi oleh generasi penerus kita. Walaupun Ishak pernah gagal, kita melihat dengan jelas bahwa Ishak mengalami yang dialami Abraham–ingat janji Tuhan tidak pernah berubah. Ishak juga mewarisi satu hal yaitu mengalah, supaya orang menikmati apa yang dia punya. Pada hal ini, pada waktu Lot ribut dengan Abraham, tapi Tuhan menyatakan diri kepadanya, yang diperoleh oleh Lot juga pada akhirnya dimiliki oleh Abraham dan keturunannya.

Ada 7 hal penting:
1. Terima berkah mengembangkan yang ada
2. Rendah hati rela mengalah
3. Rajin berkarya hikmatbertambah
4. Tidak bantah damai terlaksana
5. Lapang dada bersyukur senantiasa
6. Tuhan serta derita jadi suka
Makmur jaya kasihnya terpesona