Jumat, 15 Januari 2010

KASIH DALAM PERBUATAN

KASIH DALAM PERBUATAN
1Yoh 3:11-18


Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Kasih tanpa perbuatan adalah ibarat makan tanpa garam, yang tidak enak, hambar dan tawar. Demikian juga dengan kasih dalam hidup orang Kristen. Kasih itu menjadi indah dan menarik jika dinyatakan lewat perbuatan. Yakobus berkata, jika iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati (Yak. 3:17), demikian juga dengan kasih. Jika kasih tanpa diaplikasikan dalam perbuatan yang konkrit, maka itu kasih yang mati. Karena itu marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan melainkan dengan perbuatan dalam kebenaran. Mengapa kasih harus dinyatakan dalam perbuatan?
1. Karena kasih adalah perintah Tuhan (1Yoh. 3:1,18; bdk. Mat. 22:37-39; Yoh. 13:34-35). Tuhan Yesus memberikan ringkasan dari kitab para nabi dan kitab Taurat dengan hukum kasih yakni: mengasihi Tuhan dengan segenab hati, jiwa, akal budi dan kekuatan; mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Jika seorang tidak mengasihi, maka ia melanggar perintah Tuhan dan pasti ada konsekuensinya. Orang yang mengasihi Tuhan, ia akan taat kepada perintah-Nya.
2. Kasih adalah buah dan bukti dari pertobatan kita (1Yoh. 3:14-15; bdk. Mat. 7:15-23; Gal. 5:22-23). Kasih adalah bukti nyata dari orang yang sudah lahir baru dan bertobat. Orang yang sudah pindah dari maut ke dalam hidup adalah jika ia mengasihi orang lain dengan cara mengampuni segala kesalahan orang lain. Dalam kasih tidak ada kebencian dan dendam, tetapi yang ada adalah belaskasihan, kebaikan, dan kelemahlembutan. Karena itu, siapa yang tidak mengasihi berarti ia tetap dalam maut.
3. Mengikuti teladan Yesus Kristus (1Yoh. 3:16-17). Salah satu teladan Yesus bagi kita adalah teladan dalam mengasihi. Yesus mengasihi kita manusia berdosa (Yoh. 3:16; Rm. 5:8-10), bahkan di atas kayu salib Ia mendoakan mereka yang sudah menyiksa dan menyalibkan-Nya. Yesus menyerahkan nyawa-Nya mati bagi kita manusia berdosa, apa balasan kita bagi-Nya? Kita pun wajib mengasihi orang lain khususnya mereka yang menyakiti dan merugikan kita.

Pengajaran kasih bukan hanya sekedar teori yang baik dan hebat untuk di pahami. Kasih harus menjadi bagian real dalam kehidupan nyata, sebab kasih hanya dibicarakan sebatas konsep saja tidak akan memiliki dampak apa-apa. Tetapi ketika kasih bisa diwujudkan menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari akan memiliki kekuatan yang dasyat serta menutupi banyak kejahatan. Kejahatan muncul karena kasih diantara sesama manusia manusia telah pudar bahkan telah menjadi dingin. Akibatnya, ketika seseorang memandang sesamanya manusia, dia memandangnya sebagai lawan yang harus dikalahkan. Dampaknya secara nyata hubungan sesama manusia sering terjadi permusuhan, perselisihan, pertikaian dsb.
Yesus telah merubah konsep cara berpikir manusia yang telah rusak dan tercemar dosa tentang kasih. Yesus memberikan contoh dan teladan nyata tentang kasih ilahi, bukan hanya sekedar teori. Ia telah menyerahkan nyawanya demi memujudkan kasih itu, sebab dengan kasih itu manusia bisa memiliki kehidupan secara utuh baik secara jasmani dan rohani. Biarlah kasih Yesus terus menjadi acuan dan prinsip yang terus kita pegang dalam berelasi dengan sesama kita.

Bicara mengenai kasih bukanlah hal yang baru dalam kehidupan orang Kristen, tetapi mengasihi seperti cara Allah mengasihi kita merupakan hal yang tidak mudah. Mengasihi ternyata timbul dari hati (Kain membunah adiknya dimulai dari hatinya yang jahat); maka penting bagi orang Kristen tetap konsisten memahami kasih Allah yang besar dan meneruskan kasih itu kepada sesamanya. Kasih itu perlu tindakan konkrit bukan hanya perkataan karena kasih Allah kepada manusia juga dinyatakan secara konkrit. Kasih juga perlu kerelaan untuk berkorban.

Dalam Doktrin Yang Sulit Mengani Kasih Allah Carson menulis kasih Allah harus di fahami dalam 5 point. Untuk memahami kasih Allah kita perlu mengerti kasih Allah.
1. Kasih Allah Bapa kepada Anak (Tuhan Yesus )
2. Kasih Allah di nyatakan dalam provedensia kepada semua ciptaan (Kej 1 semua baik dan Tuhan Yesus membicarakan dalam Mat Tuhan yang mendadani rumput atau Maz 104 memberi makan kepada semua yang hidup
3. Kasih Allah kepada Seluruh dunia Yoh 3:16 (cosmos )
4. Kasih Allah yang khusus secara selectif dan efektif kepada umat-Nya pilihannya (Ul 7:7-8; ban 1O:14-15.. kemudian Malekahi 1:2-3, dan dalam PB Efesus 5:25 Kepada Orang Percaya
5. Kasih Allah ditujukan kepada umat-Nya kadang-kadang dinyatakan dengan catatan sementara bersyarat yaitu ketaatan. Yudas :1 21 (Jud 1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
Memang doktrin mengenai mengasihi tidak muda: kita mungkin termasuk orang yang berkali-kali gagal. Kasih dalam point ke lima ini kita di minta bersikap.
Yohanes menulis beberapa alasan kenapa harus saling mengasihi dan bagaimana mengasihi dalam perbuatan:
Pertama  Dari mula nya - ἀρχή archē ar-khay'
(properly abstract) a commencement, or (concrete) chief (in various applications of order, time, place or rank): - beginning, corner, (at the, the) first (estate), magistrate, power, principality, principle, rule. ( Tuhan menciptakan manusia dengan kasih, karena Dia dalah kasih)
Itu sebabnya di compare dengan Kain yang hidup jahat 1Jn 3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar... pembunuh.. kalau tidak mengasihi akan menjadi pembunuh, 1Jn 3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
Melalui ayat 13-14 kita melihat point kedua ini
Kedua: karena kasih itu sudah di beri kepada kita, melalui kelahiran kembali, ay 14 “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup” kasih itu di curahkan oleh Roh Kudus ( Roma 5:5)
1Jn 3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
.Ketiga, 1Joh 3:16
• Kristus Tuhan menyerahkan nyawa-Nya untuk orangberdosa, karena kasih, Pencipta dengan ciptaan..Yang agung-Yang muia-yang kudus-yang adil..mati untuk manusia yang ( celaka dan mulia Pascal)
Compare lagi kalau Kristus menyerahkan-nyawa-Nya. Maka tidak terlalu mahal, besar pengorbanan kalau kita menyerahkan nyawa- kita untuk saudara kita.
Aplikasi: Tidak ada pengorban yang terlalu besar dalam kita berkorban untuk orang lain ..
Keempat , Kasih harus dinyatakan dalam tindakan I Yoh 3:17-18
Harta di bandingkan dengan nyawa. Ay 16. Jadi harta
 Kasih dalam perbuatan harus di latih, di perjuangkan, berdoa ..walaupun saudara seorang majelis..pengurus..tua-tua bahkan hamba Tuhan sama.. (cerita di seminari..dan banyak cerita)
 -Mengasihi pasti ada 5 hal..
 (i). Meluangkan waktu… mendengar dan berbicara
 (ii) .Mengingat.. selalu meningat dia.. member perhatian apa yang dia tdk suka dan dia suka
 (iii) . Memberi . Memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi.
 (iv). Didalam hati kita dan bertanya
 (v). Mengasihi pasti ada Pengorbanan

Gereja sedag menghadapi serangn ajaran sesat. Gnostisme. Menyangkal Yesus yang telah mati bagi dosa manusia. Mereka memiliki pengajaran yang dualism. Yohanes menunjukkan KAIN sebagai seorang yang dikuasai kejahatan. Ia merupakan symbol dari pada orang yang mengutamakan dirinya daripada anugerah Tuhan.
Bagaimana kita harus hidup saling mengasihi:
1. Sebagai senjata rohani untuk menghadapi dunia yang benci kepada orang percaya (13)
2. Telah memiliki hidup yang kekal berpindah dari maut kepada hidup yang kekal/baru/keselamatan yang datang dari Allah. Ia memberdayakan kita untuk hidup di dalam kemenangan melawan dosa.
3. Meneladani Kristus, menjadi serupa dengan Kristus, mengambil bagian dalam sikap hidup untuk mengisi bagian dimana kita dapat menjadi bagian dalam kehidupan materi.
4. Kita hidup sesuai firman kebenaran, dalam kehidupan yang konkrit. Tapi bukan amal utk tujuan keuntungan diri demi terkenal, dihargai. Harus murni dengan hidup mentaati Firman Tuhan.

Kondisi jemaat yang sedang diland nabi palsu (psl 4) ia menunjukkan siapa nabi palsu (2:19) berasa dari antara jemaat itu sendiri. Mereka mengklaim bahwa mereka mendapatkan urapan khusus dari Roh Kudus dengan ajaran Gnosis. Yohanes mengajarkan bahwa ke Kristenan itu adalah kasih dalam perbuatan dan kebenaran. love in action. Bukan dengan perkataan, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan yang dilandasi dengan kebenaran. Kita melakukan tindakan kasih oleh karena kita tahu bahwa yang kita lakukan itu benar. Mengapa, apa, bagaimana kita melakukan kasih. Maka dasar dari kasih itu adalah kebenaran. Oleh karena Tuhan telah mengasihi kita lebih dahulu.

Dalam konteks kasih dan kebenaran. Apakah kita mengkompromikan kebenaran. Dalam Matius 22:37  kasih kepada Tuhan ditempatkan sebagai hokum yang terutama, berarti ketika menyatakan kasih terhadap semua orang sama sekali kita tidak boleh mengabaikan standart, kemurnian, kekudusan, Allah dan ini tidak mudah. Seringkali ketika kita menegakkan kebenaran kita terbentur dengan istilah “kejam” tetapi kita tetap harus menunjukkan kasih dengan kebenaran firman Tuhan.

Seorang anak miskin yang meminta-minta tetapi ditolak oleh semua orang. Namun seorang nenek yang lusuh juga miskin, iamemanggil anak itu untuk berjalan ke sebuah gang dimana rumahnya begitu sederhana, ia membuka simpul kain yang dibawanya, ternyata ada sedikit beras untuk diberikan agar anak itu bawa pulang. Ternyata nenek itu bekerja sebagai pemungut beras butir demi butir yang jatuh dari truk pengangkut. Nenek memang belum pernah mendengar khotbah tentang kasih tetapi ia melakukannya dengan hati yang penuh kasih.

1. Kasih itu titik beratnya bukan pada perbuatan, materi, dan tidak kelihatan. Tetapi masalah rohani, relationship dengan Tuhan. Kalau orang tidak mengerti aspek rohani tidak mungkin ia dapat mengasihi. Semakin dekat orang dengan Tuhan, semakin dalam hubungannya dengan Tuhan, semakin mudah bagi dia untuk mengasihi dan menyatakan dalam perbuatan. Karena kasih itu bukan pura2.
2. Bukan barang tetapi orang. Banyak orang benci dosa tetapi sekalian benci orangnya. Seharusnya bukan benci orangnya tetapi dosanya.
Kasih itu mencari obyek yang dikasihinya. Bukan orang siapa2, tetapi orang berdosa, yang tidak layak. Kristus lahir ada gembala, disalib Ia berbicara dengan Penyamun. Jadi mungkin seseorang tidak melakukan perbuatan yang begitu jahat, tetapi dengan membenci saudaranya ia adalah seorang pembunuh.
3. Kasih itu etika motivasi, bukan menurut perbuatan dan barang atau ukuran tetapi tujuan atau motivasi di baliknya.

1. Manusia telah begitu pesimis karena pengalaman hidup yang melihat kasih itu hanya teori saja, maka kasih itu hanya ada pada kebenaran firman Tuhan.
2. Contoh mengasihi itu adalah Yesus:
- Kasih yang sejati itu perbuatan saja sudah langkah maju, tetapi Yesus sebuah perwujudan hidup.
- Kasih itu adalah sesuatu yang harus keluar dari hati yang tulus dan spontan.
- Kasih yang sejati itu adalah sebuah pengorbanan kita bagi orang lain, bukan pengorbanan demi kepentingan diri sendiri. Kebangkitan Yesus mengubah seluruh pendapat yang terjadi.

Yohanes menunjukkan bahwa pengorbanan Kristus merupakan dasar untuk mengasihi. Manusia tidak punya benih kasih karena ia berdosa
1. Belajar tentang kasih itu hanya ada pada Yesus, sebab dunia tidak punya konsep kasih, jadi tanpa belajar dengan Tuhan tidak mungkin seseorang bisa mengasihi. Apalagi tanpa mengalami kasih Yesus dalam hidup pribadi, maka tidak mungkin seseorang dapat mengekspresikan kasih dalam hidupnya.
2. Tanpa kasih dalam hidup seseorang maka orang itu adalah orang yang paling kejam di dunia. (lihatlah Kain yang membunuh saudaranya sendiri) tanpa kasih jangankan mengasihi orang lain, bahkan saudara sendiri bisa di bunuh.
3. Kasih itu harus diekspresikan seutuhnya dan sepenuhnya, tanpa menyimpan sesuatu secara tersembunyi. Juga dengan menjaga image agar wibawa tidak tergoyah. Kasih itu justru menunjukkan wibawa terbesar dalam diri seseorang ketika kaasih itu dialami ooeh orang yang dikasihi.

Dunia ini semakin krisis kasih. Kasih itu benar2 merupakan unsur yang sangat penting dalam hidup orang percaya. Kalau kita tidak mampu mengasihi maka kita harus bertanya apakah kita telah lahir baru.
Ayat 14  orang yang tidak mengasihi berarti ia tetap di dalam maut. Kalau kita membenci sama dengan menjadi seorang pembunuh. Hukum yang terutama itu ada 2 hukum: Mengasihi Tuhan Allahmu dan sesame. Dua hukum ini ada didalam hokum yang terutama. I Korintus 13.Tanpa kasih apapun yang kita miliki dan lakukan semua tidak berarti. Dan kasih itu yang terbesar dari segalanya. Kita harus mulai mempraktekkan kasih itu lebih dahulu dalam hidup kita setiap hari dengan demikian apa yang kita katakan dan kerjakan memiliki nilai yang hidup.

Kasih itu sudah biasa didengar oleh orang2 Kristen tetapi belum dilakukan. Maka Fransis X. menggunakan kata kasih sebagai keakraban. Jadi kalau orang tidak akrab dengan Tuhan mana mungkin mengasihi.
1. Belajar dari Tuhan Yesus
2. Praktekkan kepada sesama manusia

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung

“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran” 1 Yohanes 3:18.
Berita utama pada nats Alkitab tersebut adalah kasih sebagai identitas orang percaya. Kasih itu bukan sekedar wacana tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan. Tolok ukur ada atau tidaknya kasih dalam diri seseorang bukan dari berapa banyak ia belajar tentang wacana kasih, tetapi dengan melihat bagaimana perbuatannya. Kontras yang diberikan adalah kehidupan kain, dimana dia mengerti kasih tetapi tidak ada kasih dalam kehidupannya.
John Piper dalam buku Desiring God (mendambakan Allah) menyebutkan tentang Christian hedonistic dan Human hedonistic, dimana Christian hedonistic yakni sebagai orang Kristen yang mengejar kenikmatan, namun yang dimaksudkan ialah kenikmatan mengalami hadirat Allah dan menjadi berkat bagi orang di sekitar. Untuk itu menjelaskan kontras kehidupan antara Kain dan Habel. Mengapa Allah menerima persembahan Habel dan menolak persembahan Kain? Permasalahan yang muncul bukan jenis benda yang dipersembahkan, tetapi adalah hati yang memberikan persembahan. Kain memiliki makna the servant of the land, sedang Habel memiliki makna the servant of the Lord. Kain berjerih lelah bekerja, tetapi untuk sebuah kepuasan yang ada di dalam dirinya, sedang Habel berjerih lelah dalam hidupnya untuk memuaskan hati Allah. Habel adalah wujud Christian hedonistic, yakni kehidupan dari orang yang berada dalam kebenaran, dimana di dalamnya ada kasih yang nyata. Sedang Kain adalah wujud human hedonistic, yakni orang yang hanya memiliki wacana kasih sehingga tidak ada kebenaran dalam hidupnya.
Khotbah akan dibangun dengan pendahuluan situasi kontemporer, dimana dibalik kemajuan peradaban manusia yang dipresentasikan melalui kecanggihan teknologi tidak membawa manusia lebih baik, justru kita sedang hidup dalam rimba “egoisme” walau begitu mudah mendapatkan sejuta teori tentang kasih *). Begitu mudah belajar tentang kasih, tetapi begitu sukar mengasihi.
Exegese khotbah mengupas korelasi antara kata “kasih”, “perbuatan” dan “kebenaran”. Ada tiga jenis kasih :
1. Kasih yang palsu, tanpa wujud perbuatan walau seolah mampu berbicara kebenaran.
2. Kasih yang keliru, berwujud perbuatan tetapi tanpa kebenaran.
3. Kasih yang sejati nyata melalui perbuatan di dalam kebenaran
Aplikasi khotbah : mengajak jemaat memiliki christian hedonistic, meninggalkan human hedonistic dalam kehidupannya.
*) bandingkan data-data sbb : menurut ICT Conference di Roma pada 2008, untuk memperkenalkan sebuah produk kepada 50.000.000 orang, sbb :
 38 th dengan radio
 14 th dengan TV
 4 th dengan internet
 3 th dengan Ipod
 2 th dengan Face Book

Ada 2 hal bertentangan, yaitu teori dan perbuatan. Mana yang lebih penting? Ay.18 mengatakan bahwa praktik lebih penting. Tapi kasih adalah suatu tindakan real. Tapi yang menarik, dikatakan bahwa di dalam kebenaran. Kasih tanpa perbuatan adalah tong kosong. Perbuatan tanpa kasih juga seperti orang buta. Di dalam kebenaran ini menjadi suatu penekanan yang penting.

Ada seorang mengatakan; “Orang tidak telalu peduli seberapa besar pegnetahuan anda, tetapi orang lebih peduli terhadap perbuatan anda.” Ada suatu sharing seorang anak pendeta, hal yang paling membuat dia tidak percaya Tuhan adalah karena dia melihat papanya. Papanya lebih peduli kepada orang lain daripada anaknya sendiri. Kepedulian terhadap sesama sangat penting, hal kecil akan berdampak besar pada orang lain.
Saya tertarik pada ay.11 – berkaitan dengan ay.10 bahwa kita ini adalah anak-anak Allah, maka kita otomatis harus memiliki karakter Allah. Allah adalah kasih, dalam diri kita yang paling esensi adalah kasih. Iman pengharapan kasih, yang paling besar adalah kasih. Di dalam kehidupan kita jika tidak mampu memunculkan karakter Allah yang kasih, maka kita bisa menyebut diri kita adalah anak-anak Allah. Band. Mat. 5 - Allah memberi matahari kepada orang jahat dan orang baik. Keberadaan Allah yang seperti itu juga yang harusnya terjadi dalam diri kita.
Ada 2 hal mengapa kita harus mengasihi:
1. Dalam kasih ada kehidupan. Yohanes ingin mengkontraskan 2 istilah “mati” dan “hidup”. Kain itu hidup, tapi dia mati. Karena dia tidak memiliki kehidupan di dalam iman, sedangkan yang diharapkan dalam hidup itu sendiri adalah hidup. Kasihlah yang akan memberikan kehidupan bagi orang yang mengalami kematian (rohani), karena kematian rohani orang tidak mampu mempraktikkan.
2. Ada kebenaran. Kebenaran ini ditekankan pada ay.17 – kalau kita punya harta yang dari Tuhan, dan kita melihat rekan yang tidak memiliki kemampuan untuk hidup dan kita tidak memberi, maka kita tidak ada dalam kebenaran.

Ada 2 hal yang tidak bisa disembunyikan: Cinta dan batuk; saya menunjuk pada identitas Kristen, itu akan terpancar secara otomatis. Jika memang kasih ilahi dalam diri ktia, maka kita bisa memberi tanpa pilih kasih. Kasih yang tidak mengharapkan imbalan.

Ay. 14, mengasihi itu berarti kita hidup, kalau tidak mengasihi maka mati. Hidup bukan saja sehat fisik, tetapi juga emosi dan mentalnya. Seorang Pendidik abad ke 19 Horace Mann, ”Kita melakukan hal terbaik bagi diri sendiri dengan melakukan sesuatu untuk melakukan sesuatu untuk orang lain” Ketika anda menolong orang lain, apapun bentuknya (mulia, penuh pengorbanan atau kecil, sederhana) anda menolong diri Anda sendiri. Hal ini nyata, melalui suatu penelitian oleh Univ. Michigan, beberapa ribu orang diamati selama lebih dari 1 dekade untuk melihat hubungan sosial mereka, berpengaruh pada kesehatan mereka. Ternyata, mereka yang teratur melakukan pelayanan untuk orang lain, tingkat harapan hidup meningkat dramatis, sebaliknya..., mereka yang tidak melayani orang lain, 2 ½ X menderita sakit penyakit lebih banyak daripada mereka yang melayani setidaknya 1 minggu 1 X. Kita bisa melayani secara anonim atau terlihat orang, dalam proyek kecil atau besar, di rumah atau tempat lain. Orang yang mengasihi perlu relasi, seringkali dalam satu rumah tidak terjadi relasi, dan tinggal dalam dunia dan kesibukan masing-masing. Kalau kita adalah orang yang hidup dan menyatakan kasih maka akan mempunyai relasi, dan mempraktikan kasih.

Dalam pembicaraan beberapa orang dengan saya, mereka katakan bahwa Kasih adalah suatu ungkapan saja. Saya melihat dalam Rm 12:9 – kasih itu tidak hanya ungkapan di mulut tapi juga dalam perbuatan kita. Itulah yang dikehendaki orang disekitar kita.

Ay.18 – banyak orang yang mampu mengasihi dengan perbuatan. Tapi persoalannya sekarang benar atau tidak? Murni atau tidak? Kalau tidak murni kita bukan anak-anak Tuhan. Kemurnian mengasihi dengan perbuatan bukan terletak pada perkataannya, tapi pada kemurniannya. Ada seorang punya musuh, saya siap memaafkan musuh saya. Tpai apakah relasi dia dengan musuhnya akan baik kembali seperti semula? Dia bilang tidak gampang.

Dalam Injil menekan bahwa mengasihi Tuhan tidak dapat dipisahkan dengan mengasihi sesama kita. Dalam surat Yohanes yang begitu menekankan tentang kasih Allah ini, terdapat kata perintah untuk mengasihi sebanyak 18x; John stott (The Living Church): panggilan gereja bukanlah untuk menguasai dunia, karena gereja lebih dipanggil untuk membangun suatu budaya tandingan yang sifatnya Kristiani. Bersamaan dengan itu, kita harus mendengarkan suara dunia agar dapat menanggapinya dengan peka, kendati tanpa kompromi, karena gereja dipanggil untuk menanggapi pesan kitab suci yang bersifat tetap dalam budaya yang berubah.

Mengapa kasih itu harus dinyatakan dalam perbuatan?
1. Kasih tanpa perbuatan itu mati (Yak 2:17)
2. Kasih adalah pengejawantahan dari iman (Yak 2:20) karena iman tanpa perbuatan itu adalah iman yang kosong
3. Supaya dapat mengandalkan Tuhan, karena kasih kita sangat terbatas, sedangkan perintah Tuhan Yesus (Mat. 22:39) adalah kasihilah sesamamu manusia dengan kasih agape
4. Supaya dapat memuliakan Tuhan (Mat.5:16)

Satu hal penting yang perlu diperhatikan; Mengasihi dalam pebuatan dan dalam kebenaran, modelnya ada dalam ay.16; mungkin Yohanes membangun suatu asumsi bahwa kita tidak tahu apa itu kasih. Seperti Tuhan Yesus menegur orang yang mengajar tapi tidak melakukan apa yang diajarkan. Sehingga ia memperlihatkan kembali apa yang dilakukan Tuhan Yesus, maka kita pun “wajib” melakukan hal yang sama.

Spurgeon berkata, 揑tu [perintah lama] adalah kasih dari kebajikan [kebaikan], namun ini [perintah baru] adalah kasih dari keintiman [hubungan] dan persekutuan yang erat?(C. H. Spurgeon, Christ抯 New Commandment,?The Metropolitan Tabernacle Pulpit, number 2,936, volume 51, p. 242). Lagi pula perintah baru? Kristus tidak mengacu kepada suatu keramahan atau kebaikan kepada orang lain pada umumnya, namun 搒upaya kamu saling mengasihi satu dengan yang lain.? 17:23).
Kita dapat berkhotbah sampai wajah kita membiru. Kita dapat bersaksi sampai sepatu kita rusak. Namun jika orang terhilang itu tidak melihat kasih dan kesatuan orang Kristen ketika mereka masuk ke dalam jemaat lokal kita, mereka tidak akan tahu?bahwa Injil itu benar. Mereka tidak akan tahu bahwa Kristus telah mengasihi mereka.? (spurgeon)
Jiwa yang waras bernapas dari hidup yang selaras. Bukankah tiap sanubari mencari serasi dan tiap hati mencari harmoni?

Bukti kasih adalah:
1. Menghargai orang apa adanya dia.
2. menolong orang sesuai dengan kemampuan kita. Kalau orang Kristen tidak tahu karunianya, maka dia tidak mampu menolong orang lain.
3. berani menyangkal diri demi kebersamaan dan pemulihan hubungan
4. Peka terhadap kebutuhan sekitar

Mereka sedang bergumul dengan ajaran docetisme; Kristus tidak punya tubuh nyata. Dalam situasi seperti itu, kasih itu juga bisa diaplikasikan seperti ajaran docetisme. Nampaknya punya, tapi realnya tidak ada. Dalam hubungan sehari-hari, ada docetisme praktis terjadi, nampaknya percaya, nampaknya mengasihi, tapi realnya tidak terjadi demikian. Yohanes mengingatkan kepada kita bahwa hidup itu real, dan tindakan itu harus real.

Disini Yohanes membandingkan antara kasih dan perbuatan. Yakobus antara iman dan perbuatan. Paulus mengatakan bahwa kasih adalah dilahirkan, dari sesuatu yang berdasar dari iman. dalam Gal.5:5-6 sunat atau tidak, tidak menghasilkan apa2. Yang penting adalah iman yang bisa menghasilkan cinta kasih.
Dalam Yakobus, iman tanpa perbuatan seperti manusia yang bertubuh tanpi tanpa roh. Dari sesuatu yang konkret kepada yang abstrak, dari yang abstrak kepada yang konkret. Iman yang kelihatan tanpa perbuatan yang nyata, maka yang tersembunyi tidak muncul dalam perbuatan. Tapi akhirnya mnausia pada akhirnya mementingkan yang invisible daripada yang visible.
Hal pertama: Kembali kepada perkataan Yohanes; janganlah cinta kasih itu hanya pada lidah dan kata. Dalam terjemahan ini ada tiga macam;
1. word and tongue; Lidah bergerak bisa tanpa suara. Jadi jangan hanya punya mulut tapi tanpa kata-kata, hanya suatu idaman,
2. Word and talk; Hanya sekedar kata-kata saja, teori saja
3. Word and speak; kata-kata tidak sekadar indah saja - khotbah bukanlah presenting the sermon, but give a message.
Hal kedua: Yohanes bicara seuatu yang real, antara iman kasih dan harapan. Dalam harapan hanya menjadi milik kita tidak menjadi harapan orang lain. Maka harapan tidak menjangkau orang lain. Jika kasih tidak tampak pada orang yang dihadapan ktia, bagaimana kasih itu akan menjangkau orang yang jauh dari kita. Hati Nurani : (1) membedakan yang benar dan salah, (2) rasa malu jika tidak lakukan, malu dan hina (3) ada rasa prihatin dalam cinta kasih
Dalam kebutuhan masyarakat sekarang, Gereja perlu kuasa dalam mengubah masayarakat itu, bukan hanya sekedar mendapat sesuatu yang fisik saja. Yang lebih penting adalah kuasa untuk mengubah. Siapa yang membuat mereka menjadi kaya, menjadi berarti, menjadi kuat? yang lemah dikuatkan, yang miskin diperkaya. Siapa yang mengubahkan mereka ini, memang Tuhan dalam rohNya (Galatia). Anda sudah dibenarkan, tpai tingkatkan kebenaran menjadi kebenaran yang nyata bagi dunia ini. Yohanes pun berkata ”jikalau kamu menyumbatkan,...”, berarti menghalangi, dan ada arus yang besar yang perlu dialirkan. Inilah kondisi kita, ada kerinduan besar dalam hidup kita, jangan ditekan. Mother Theresa, sebuah figur yang memang menyentuh kehidupan manusia, dan menyatakan kasih, sehingga orang India menangisinya.
Dalam konteks saat ini, indonesia makin terpuruk. Agama membanggakan perbuatan mereka, tapi Kristen membanggakan cinta kasih dalam teori, tapi praktiknya? Not into word, or into talk but in the deep truth. Tuhan mengadili kita, sesuai dengan apa yang kita khotbahkan ; Sulit sekali, kalau kita tidak jalankan, Barangsiapa sudah menyatakan kasih, ia sudah tidak ada lagi dalam kematian, artinya ia sudah keluar dari cengkraman / kungkungan dalam hidupnya. Ia hidup dalam kekekalan, atau hidup kekekalan ada di dalam dia, atinya hidupnya sudah berbasis / berdasar surga.

Yang Mengetik
Team Bandung Jum’at ke III
Latarbelakang:
- Nabi Yeremia ditugaskan menulis surat terbuka untuk kaum Yehuda di pembuangan di Babel khususnya kpd para Tua-Tua, Imam-Imam, nabi2x (kebanyakan palsu) dan umat yang tertawan
- Isi:
• Mengingatkan selama pembuangan utk belalar mendengar suara Tuhan (v 19-20).karena mereka bangsa tegar tengkuk, tidak mendengar suara Tuhan.
• Mengingatkan adanya nabi2x palsu yang dengan berani dan tidak diutus Tuhan (v.8-9).selama ini kaum Yehuda sudah tersesat krn mendengar nabi2x palsu.
• Bertujuan menyadarkan bahwa pembuangan untuk kebaikan mrk.bukan semata-mata menghukum namun agar bertobat, belajar berdoa, mencari Tuhan dan kehendak-Nya saja (v.12-14).di pembuangan untuk belajar berdoa dan mencari kehendak Tuhan.
• Menyakinkan bahwa Tuhan bermaksud member damai sejahtera, masa depan yang baik namun tidak dimengerti (v.14).bagaimana hidup bersama Tuhan.
• Memerintahkan agar selama pembuangan, tetap hidup secara normal sbgmn sblmnya, member berkat kesaksian bagi org lain. (v.7). Tuhan ingin mrk menjadi berkat ditengah bgs lain yg tidak mengenal Tuhan. (sebuah panggilan)
- Bila melaksanakan semuanya maka suatu masa mrk akan dikumpulkan kembali ke Yerusalem.
- Hikmatnya setelah melewati masa gelap yg diizinkan Tuhan:
• Korelasi yg kuat mendengarkan Tuhan dan Tuhan mendengarkan umat-Nya ( v.5-7 bd 7:23). Harus memperhatikan, apabila tidak mk akan dibuang dari hadapan Tuhan. Penekanan bhw Tuhan mendengarkan namun sisi lain jemaat belajar untuk taat mendengarkan suara Tuhan.
• Betapapun besarnya dosa dan pemberontakan. Bila ada penyesalan mk Tuhan akan mengampuni dan memulihkan umat-Nya (30:17; 31:3-4). Tuhan melanjutkan kasih setia setelah bertobat dan menyesal akan ketidaktaatan. (31:18-20 merupakan deskripsi pertobatan)
• Kaena itu sbg umat pilihan, mari melangkah bersama Tuhan dlm perjalanan hidup.
- Hubungan dengan Perjamuan Kudus:
• Mengingatkan perwujudan kasih Kristus, menghargai pengorbanan-Nya dalam membebaskan dari dosa. Dimana seperti dalam yeremia, ada janji Tuhan yang melepaskan dari hidup yg sia-sia.

- V.10-11: Allah akan bertindak pada waktunya yang sesuai waktu Tuhan.
- Melangkah bersama Tuhan adl kunci menikmati damai sejahtera yg dibutuhkan.Dunia tdk dapat memberikan yg diberikan Tuhan.
- V.12 menyatakan rahasia menikmati kuasa Tuhan
- V 13 bukti seorang menjadi sahabat akrab Allah
- V.14 akan menikmati pemulihan Allah dalam kuasa

• Tuhan ada dalam penderitaan
• Tuhan membantu kita keluar dari penderitaan berganti Tuhan akan memberi sukacita
• Tuhan mau kita bertobat dan berseru

- Tuhan berinisiatif menyatakan rancangan-Nya meski telah menyakiti Tuhan
- Menyatakan kebaikan bagi umat-Nya mk harus bertpbat, mengakui bhw hidup indah dalam rancangan Tuhan.

- mengapa melangkah bersama Tuhan-Krn Tuhan punya rencana
- V.10: rencana Tuhan menjadi janji Tuhan dalam hidup kita
- v 12 Bila berjalan, maka kita akan mengalami yang dibentuk dan akan bagaikan pohon yg mekar

Gambaran:
- Kondisi Yehuda: akal sehat dimana nabi palsu lebih menjanjikan, optisme yg mengairahkan ditengah perbandingan pengharapan 70 tahun dan 2 tahun. Yeremia menyatakan harapan sejati
- Kontras agenda Tuhan vs agenda manusia
- Antara keinginan Allah dan keinginan Allah.
- Yeremia mengajarkan prinsip percaya kepada Allah yg beri rancangan indah meski 70 tahun

- Bangsa Yahudi ditawan merupakan aib bg mereka setelah dikalahkan dan dihancurkan. Dalam kondisi jiwa tertekan, seperti tdk punya masa depan shg ragu pada kesetiaan dan kebaikan Tuhan.
- Yeremia mengingatkan bhw semua krn ketidaktaatan pada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan masih member pertolongan dimana sifat Tuhan sungguh dapat dipercayai, Allah mengontrol sejarah mereka
- Allah Maha Baik dimana menghukum untuk mendisiplin agar bertobat dan kmd menjadi penurut Allah
- Allah memberi pemulihan, kesempatan kedua dgn masa depan yg sejahtera untuk bankit menjadi bgs terhirmat dan menjadi saksi

- Melangkah bersama Tuhan: tidak akan mengalami kesusahan namun pengalaman kesusahan dialami kaum Yehuda. Untuk itu:
• Perlu mengerti rancangan Tuhan
• Perlu berdoa
• Perlu mencari dan bertanya pada Tuhan

- Hukuman Tuhan tidak bisa dihindarkan termasuk bg kaum yehuda dimana menjalami hukuman 70 tahun karena pelanggaran mrk
- Sikap disaat kesulitan: kadang menyalahkan Tuhan, seharusnya harus menyesuaikan dgn hukuman
- Tuhan ingin: umat berseru dan bersama dgn Tuhan
- Aplikasi: tidak bisa menghindar dari kesulitan dan penderitaan. Jangan meminta terhindar sb akan dialami tetapi dalam masa kesusahan dimana berseru kpd Tuhan dan jangan lari kpd dunia dengan perbuatan tercela dan melupakan Tuha. Tuhan akan beri kekuatan dan Tuhan akan mengmpulkan kembali disaat sangkakala berbunyi dimana terjadi pemulihan. Ini spt yg dialami umat Yehuda.

Konteks doa:
- Melakukan sesuai dgn yg dikehendaki Tuhan. Bukan menurut yg kita minta.Krn Tuhan bekerja sesuai dgn agenda Dia sampai pemulihan terjadi.
- Berdoa dgn iman dan bersyukur.rancangan Tuhan penuh harapan
- Konteks Perjamuan Kudus: berdoa dgn hidup menurut yang diimani sperti Tuhan Yesus yg menjalami hidup dmk dalam Yesaya 40 hidup dalam panggilan sbg hamba

- Pengenalan akan Tuhan menentukan sikapa dan percaya bersama Tuhan.
- Respon:
• V 10: melangkah karena janji Tuhan
• V 11: janji Tuhan yg berdasarkan pengetahuan Tuhan
• Meskipun Tuhan memegang janji dan rancangan yg indah namun member kesempatan memilih. Melalui perkataan “dan apabila…”

- Tahu dan mengenal Tuhan merupakan 2 hal berbeda:
• Manusia berusaha memahami dengan rasio
• Mengenal Tuhan meski rasio terbatas namun tahu yang mengenal dgn segala keberadaan Allah
- Yeremia menekankan mengenal Tuhan, maka
• Kata Know: pengetahuan akan segala hal. Tuhan Kekal, maka Dia tahu yg terbaik bg ketetatapn-Nya bg kita. Shg kita dpt memiliki kemantapan bila hidup diserahkan kpd Tuhan
• Tuhan memiliki Damai Sejahtera dimana dikontraskan dgn “kecelakaan”. Dimana memberi hidup, sukacita dan keindahan. maka kita harus melangkah bersama dgn Tuhan yg penuh anugerah.

- Israel berada dlm pembuangan, berarti ada yg salah dalam hidup shg Allah melakukan hukuman.Pemberontakan membawa kesulitan hidup
- Jemaat harus jelas kalau terjadi yg buruk mungkin karena dosa dan kesalahan.
- 3 hal:
• Seluruh hidup dlm perhatian Allah. Segala sesuatu diketahui, dinilai dan dilihat Allah. Bila Allah tdk langsung menghukum bukan berarti bias menghindar. Sebab kalau sedemikian kita memanupulasi hidup dimana mengerjakan spt dunia dan tdk mengerjakan yg Tuhan kehendaki. Israel lupa dan tidak mengerti yg mrk lakukan dan bicarakan menjadi akibat bg mrk.
• Allah punya rancangan damai sejahtera:
*. Kadang manusia harus punya rencana namun dibuat dalam konteks sdh dicemarkan dunia
untuk kepentingan dan kehebatannya.
*. Diatas segala sesuatu rancangan kita seharusnya tahu rancangan besar Allah bagi kita
*. Dalam kerinduan melakukan sesuatu mungkin baik dalam pengertian diri dan mungkin juga
Tuhan. Namun realita kadang yg direncanakan tdk sesuai yg diinginkan.Kalaupun gagal
dan tdk tercapai maka harus tetap percaya rancangan Tuhan indah dan jauh lebih besar
bagi kita. Shg mungkin kekecewaan membangun untuk berhikmat dan menjadi lebih
dewasa. Rancangan Allah tidak merubah rancangan-Nya shg tugas kita memahaminya
supaya ada kebahagiaan.
• Allah berjanji menggenapi rencanan-Nya dalam hidup kita. Shg memanggil berdoa dan bertobat sbg penegasan damai sejahtera akan menjadi bagian hidup. Kita harus bersikap hati-hati untuk itu dalam hidup.

- Panggilan berjalan dalam Firman dan terang Kristus dimana memahamai apa yang Tuhan bicara kepada kita dalam konteks hari ini.
- Penderitaan ada sebab dan ada akibat
• Setelah 70 tahun kemudian generasi siapa yg hidup
• Seperti Tuhan sedang berkhotbah kpd kaum muda yg mengalami akibat dari perbuatan generasi tua.
• Bagaimana, apakah mereka akan pulang sekarang ditengah sudah menikmati budaya bgs lain.
• Panggilan untuk menikmati rancangan Tuhan ditanah atau negeri yerusalem
- Yeremia adalah diantara 3 orang Nabi pada zaman yg sama: Daniel di istana Babilionia, pernah pegang janji Yeremia. Nabi Yehezkiel yang mengalami perendahan.
- Yeremia membagikan pertunjukkan sengsaranya yg memainkan peran penderitaan agar bgs Israel kembali kepada Tuhan. PI kpd keluarga sendiri lebih sulit daripada kpd org lain dmk pula berkhotbah kpd orang yg sudah lama menjadi Kristen.
- Yeremia 15:19-21: konteks dimana Yeremia sangat down dalam penderitaan amat sangat dalam keputusasaan dan spt tidak ingin menyebut nama Tuhan. Setelah dipulihkan dan kmd menjadi penyambung lidah Tuhan menyatakan kesaksian bersama Tuhan. Dimana pernah jauh dari Tuhan namun sekarang telah dipulihkan.
- Mzm 33:11, 40:5, Yes 55:8-12; 46:10-14: keajaiban Tuhan tak terbatas, Tuhan punya rancangan yg tak pernah berubah.
- 8 hal rancangan Tuhan:
• Pemeliharaan setelah pembuangan
• Kemurahan setelah ganjaran
• Pengembalian setelah kesesatan
• Pengertian setelah kesadaran
• Pengharaan setelah pembaharuan
• Penggenapan atau pengabulan setelah permohonan atau seruan
• Pertemuan setelah pencarian (Yes 55)
• Pemulihan atau kebahagiaan setelah kembali kepada Allah atau penyatuan dgn Tuhan.
- Konklusi:
• Kembali dari penwanan
• Keluar dari kegelapan
• Berjalan dalam terang
• Hidup Bersama dengan Tuhan