Jumat, 30 Oktober 2009

DISELAMATKAN KASIH KARUNIA OLEH IMAN

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Keselamatan adalah kata kunci dalam kekristenan. Kata ini menjadi jaminan dan penghiburan bagi orang percaya dalam Kristus. Keselamatan kita datang sebagai karunia Allah. Tetapi hanya dapat diterima oleh manusia melalui iman. Apakah kunci keselamatan itu?

Pertama, kita harus memahami bahwa keselamatan adalah kasih karunia Tuhan (Ef. 2:5, 8-9). Keselamatan bukan hasil jasa dan karya kita semata. Itu semata-mata adalah anugerah Allah. Dalam PL, Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang penuh dengan kasih karunia dan kemurahan terhadap umat-Nya. Itu bukan karena mereka layak tetapi karena keinginan-Nya sendiri untuk setia pada perjanjian-Nya yang dibuat dengan Abraham, Ishak dan Yakub (Kel. 6:8). Penulis PB melanjutkan bahwa kasih karunia Allah dinyatakan melalui kehadiran Kristus Yesus. Yoh. 3:16à “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan (memberikan) anak-Nya yang tunggal…” Titus 3:5à Kita diselamatkan bukan oleh kebaikan kita, tetapi oleh anugerah Allah. 1Ptr. 1:18-19à Kita ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan dengan emas dan perak tetapi dengan darah Kristus yang mahal. Pahamilah bahwa keselamatan bukan hasil usahamu, jangan sombong dan tinggi hati sebagai orang Kristen (1Ptr. 5:5-7). Rendahkan dirimu dan layanilah Tuhan sebagai ungkapan syukur/terima kasih kepada Tuhan.

Kedua, kita harus merespons keselamatan itu melalui iman kepada Kristus (Ef. 2:9; Yoh. 3:16)
Yoh. 3:16bà “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Bagaimana hubungan iman dengan keselamatan? Allah memberikan Yesus Kristus, anakNya yang tunggal mati di kayu salib menggantikan dan menanggung hukuman dosa manusia. Keselamatan merupakan kasih karunia atau pemberian Allah, namun itu menuntut adanya respons atau tanggapan kita untuk beriman atau percaya kepada Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Iman kepada Kristus adalah satu-satunya syarat yang diminta Allah untuk keselamatan. Iman bukan saja suatu pengakuan tentang Kristus, tetapi juga suatu tindakan yang muncul dari hati orang percaya yang ingin mengikuti Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Mat. 4:19; 16:24; Luk. 9:23-25; Yoh. 10:4, 27; 12:26; Why. 14:4). Pengertian Iman dalam PB meliputi 4 unsur: 1) Iman berarti percaya dengan sungguh-sungguh kepada Kristus yang tersalib dan bangkit sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. 2) Iman meliputi pertobatan: berbalik dari dosa, dengan penyesalan yang mendalam (Kis. 17:30; 2Kor. 7:10); dan berbalik kepada Allah dalam iman melalui Kristus. 3) Iman termasuk ketaatan kepada Yesus Kristus dan firman-Nya. 4) Iman meliputi pengabdian diri yang sepenuh hati kepada Yesus Kristus. Iman menjadi tindakan pribadi yang rela berkorban dan menyerahkan diri seutuhnya kepada Kristus.

Ketiga, kita harus menghasilkan buah perbuatan baik (Ef. 2:10). Paulus berkata bahwa tujuan kita diselamatkan adalah bukan hanya untuk masuk surga dan menikmati surga yang damai, tetapi untuk melakukan keperjaan baik (Ef. 2:10). Kita sudah ditebus dan harganya telah lunas dibayar karena itu muliakan Allah dengan tubuhmu (1Kor. 6:20). Untuk itu persembahkan seluruh tubuh dan hidupmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah (Rm. 12:1-2). Tuhan Yesus menegaskan hal yang sama dalam Matius 5:16, bahwa melalui perbuatanmu yang baik nama Bapa dipermuliakan. Matius 3:8,10à Hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan dibuang dalam api. Yohanes 15:6à setiap ranting yang tinggal diluar Aku, akan menjadi kering dan dikumpulkan lalu dibakar. Matius 7:17-22à pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, dan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Jadi dari buahnyalah kita mengenal siapa mereka, apakah orang Kristen palsu atau sejati. Petani menebang pohon rambutan di pekarangan, karena tidak menghasilkan buah. Apakah anda sungguh-sungguh yakin bahwa anda sudah diselamatkan? Apakah buktinya? Buah apa yang sudah anda hasilkan dan tunjukkan? Lihat dirimu dan bandingkan sebelum dan sesudah anda jadi Kristen, sejauh mana hidupmu berubah? Apakah sikapmu, perbuatannya, karaktermu, tutur katamu, motivasi hidupmu sudah berubah? 2Kor. 5:17à Siapa dalam Kristus ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang.

Pasal 2:1 dibuka dengan statmen tentang status mansia, bahwa manusia telah mati karena pelanggaran dan dosa. dalam keadaan status manusia seperti ini maka konsekwensi logisnya maka hidup manusia mengikuti jalan dunia ini, manusia mentaati penguasa kerajaan angkasa (iblis) yang selalu bekerja di antara orang-orang durhaka. Manusia tanpa terkecuali ada di dalam keadaan seperti ini, apa yang diperbuat manusia ini mendukakan hati Allah. Maka Allah akan menghukum manusia karena status dan perbuatannya, tetapi Allah tahu bahwa manusia tidak sanggup menerima cawan dan murka Allah.
Kasih Allah adalah kasih yang luar biasa untuk dipahami dan dimengerti oleh manusia, manusia yang seharusnya dihukum serta dibinasakan tetapi kasih Allah yang melimpah rahmat anugerahnya justru mengampuni bahkan memberikan tempat bersama-sama Allah di sorga (ay 6). Allah telah mendemontrasikan kebaikanNya dengan luar biasa kepada semua orang tanpa terkecuali sehingga manusia yang mendapat rahmatNya akan dipulihkan statusnya. Kasih karunia Allah diberikan dengan cuma-cuma, bukan hasil pekerjaan baik kita, itu adalah pemberian Allah yang diberikan karena kasihNya. Tidak ada alasan bagi manusia untuk memegahkan diri atas keselamatan yang telah Tuhan berikan.
Dengan status yang baru dimiliki manusia maka Allah telah mempersiapkan bagi kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik. Supaya kita hidup di dalam kasih serta kebaikan Allah serta melakukan kebenaran Allah di dunia ini. Ini panggilan yang Allah berikan bagi setiap kita yang telah meneriman anugerah itu sampai salama-lamanya.

Setiap orang paling tidak memiliki 3 fase dalam hidupnya yaitu masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Demikian juga dalam hal rohani kita juga mempuyai masa lali, kini dan masa yang akan datang. Masa lalu kita adalah orang yang harus dimurkai Allah, masa kini kita orang yang mendapat kemurahan dan masa yang akan datang kita orang yang mendapat janji. Paulus mengungkapkan hal ini kepada jemaat Efesus. Kemurahan Tuhan yang diberikan kepada manusia sifatnya bertingkat kasihNya yang besar dilimpahkan kepada kita, menghidupkan, menyelamatkan, membangkitkan dan memberi tempat di sorga (Ef 2:4-6). Dasar inilah yang seharusnya selalu diingat oleh orang percaya bahwa keselamatan adalah inisiatif Allah tidak ada sedikitpun karya manusia dalam penyelamatan ini, maka tidak ada seorangpun yang boleh menyombongkan diri atas karya keselamatan Allah (ay 8-9). Sebagai respon adalah bagaimana kita menghasilkan buah-buah pertobatan yang baik sehingga karya Allah yang diberikan kepada kita tidak sia-sia.


Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Luther dikenal dengan 3 semboyan : Sola Scriptura (hanya Alkitab Firman Allah), Sola Gratia (hanya anugrah) & Sola Fide (hanya iman).
Luther mengajarkan bahwa keselamatan sepenuhnya adalah pemberian dari anugerah Allah melalui Kristus yang diterima oleh iman. Keselamatan seluruhnya adalah hasil anugerah Allah, dan kita memperoleh keselamatan bukan oleh usaha atau perbuatan kita, tetapi hanya atas dasar iman kepada provisi Allah.
Kalimat “diselamatkan karena kasih karunia” sangat krusial, karena konsep keselamatan “hanya oleh anugerah” tidak ada dalam agama lain, semua agama mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah usaha yang harus dikerjakan manusia itu sendiri.
Kasih karunia/anugerah berarti “sesuatu yang diberikan kepada seseorang meskipun orang itu sangat tidak layak menerimanya; diberikan oleh si pemberi tanpa melihat kelayakan si penerima dan si penerima tidak perlu melakukan suatu jasa/kebaikan untuk menerima pemberian itu”.
Keselamatan kita bukan hanya menyangkut penyelesaian dosa, tetapi juga pembenaran. Kalau hanya diampuni, tetapi dalam pandangan Allah kita tetap orang berdosa, maka pengampunan itu tidak bermakna, hanya suatu penundaan terhadap hukuman yang akan kita terima pada akhirnya. Pembenaran adalah penghapusan dosa dan pemulihan status keberdosaan kita, menjadi orang kudus secara status atau menjadi anak-anak Allah.
Mengapa hanya karena “kasih-karunia” manusia diselamatkan?
1. Karena manusia telah berdosa & tidak sanggup membebaskan dirinya dari dosa. Keberdosaan manusia bukan sekedar perbuatan, tapi sudah menjadi karakter/kebiasaan/kecenderungan; dosa itu mempunyai ikatan & kuasa yang membelenggu hidupnya. Manusia tidak mungkin menyelamatkan dirinya sendiri, karena dosa itu telah menjerat, mengikat, membelenggu & memperbudak seluruh keberadaannya.
2. Karena Allah yang menciptakan manusia & sangat mengasihinya, Dia tidak ingin manusia binasa, namun Dia juga menyadari bahwa manusia tidak berdaya & semakin tenggelam dalam kejahatan, maka Dia merancang jalan keselamatan untuk manusia. Rencana penyelamatan manusia berasal dari hati Allah sendiri, tidak ada apa2nya manusia yang membuat Allah harus menyelamatkannya. Namun Allah dalam rahmat & anugerahNya yang besar, Dia ingin menyelamatkan manusia, anugerahNya yang mendorong Dia menyediakan jalan keselamatan, sekalipun manusia tidak layak dikasihi & diselamatkan.
3. Allah yang penuh rahmat & manusia yang berdosa dipersatukan melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas salib di Golgota, karya keselamatan itu dikerjakan secara sempurna oleh Yesus & cukup untuk umat manusia sedunia. Manusia berada pada posisi menerima, menerima dengan iman apa yang telah dikerjakan Yesus, dan iman itu bukan hasil usaha manusia untuk memperoleh keselamatan, namun respon manusia menyambut karya Allah.

Reformasi sangat menekankan ..
Sola Gratia, Sola Fide. Sola Scriptura. Sola Christo
Hanya anugerah bukan murahan
Bonhoeffer mengatakan bahwa anugerah itu tidak murahan.
[a]. Menjelaskan anugerah.
Di mana-mana, orang yang memiliki jasa / dedikasi yang tinggi, ia akan dianugerahi.
Anugerah dalam kontex Alkitab adalah orang yang tidak layak, diberikan cuma-cuma, dari Allah yang Maha Kudus kepada orang berdosa.
Dalam kontex Yunani, gambaran anugerah adalah tuan dan hamba. Tapi anugerah keselamatan adalan dalam kontex Tuhan pencipta dan ciptaan.

[b].Anugerah itu begitu mahal, manusia tidak mampu membayar, sehingga diberikan cuma-cuma. Ilustrasi dari seorang ibu miskinyang harus dioperasi dengan biaya Rp. 1 M. Ibu itu tidak mampu membayar. Team dokter memberikan anugerah kepada ibu ini dengan tetap mengoperasi, tapi bukan dari biaya ibu ini, tapi dari team dokter itu sendiri.

[c]. Iman bukan karena kita mampu beriman kepada Kristus tapi imanpun adalah anugerah.
Ajaran Injili berkata bahwa iman itupun adalah anugerah. Bukan karena kita memilih, tapi karena Tuhan yang memilih dan menolong kita untuk bisa percaya padanya.

(d).Diselamatkan oleh anugerah membawa kita hidup oleh anugerah mengenal kebenaran karena anugerah .. harus berkerja lebih keras karena anugerah tidak boleh di sia-siakan.

Efesus 2:8-9 ini adalah finalitas dari berita injil yang membedakan dari agama / filsafat lainnya dalam dunia. Ke 2 ayat ini tidak bisa dilepaskan dari ayat sebelumnya.
Dari ay. 1-3, Paulus berbicara mengenai hidup dalam kebinasaan.
Ay. 4-7, Paulus berbicara mengenai hidup dalam keselamatan. Didahului dengan kontras “Tetapi.” Bndk. Yoh. 3:16.
Ay. 8-10, Paulus berbicara mengenai hidup dalam pengucapan syukur.
Dalam ay. 8 ada kata “Oleh.” Sebaiknya kata ini diterjemahkan “Melalui” iman. Karena kata “Oleh” mengimplikasikan bahwa iman itulah yang menyelamatkan (pelakunya), tapi kata “Melalui” mengimplikasikan instrument, alat dari keselamatan. Tuhanlah yang menyelamatkan.

Kasih karunia (Charis), Philip Yancey mengatakan, “Kasih karunia diberikan Allah secara diam-diam, tapi orang yang sudah menerimanya tidak bisa tinggal diam.” Tuhan sudah memberikan kasih karunia kepada kita yang tidak layak, seharusnya kita juga rela melepaskan kasih karunia kepada orang lain, yang mungkin menurut kita tidak layak untuk menerimanya.
Sering anak-anak Tuhan yang sudah memilikinya, tidak membagikan kepada orang lain.

Kasih karunia itu bukan bahasa manusia, bukan life style manusia, tidak ada dalam kemampuan manusia. Manusia statusnya bobrok. Manusia lupa diri bahwa kita ini seharusnya dimurkai, karena sudah mengikuti kehendak daging. Orang yang dimurkai ini koq bisa diganti dengan kasih karunia.
Tuhan memberikan kasih karunia yang amat disukai manusia. Bahasa kasih karunia bisa diartikan dengan kaya, sehat, berlimpah-limpah, tempat di Surga. Dalam ay. 7-9, manusia hanya menerima.
Manusia yang sudah menerima karunia itu harus mampu melakukan pekerjaan baik. Tidak ongkang-ongkang ke Surga, menikmati sendiri, tapi harus doing good works.

[1]. Bukan hasil usahamu (not by works). Kita diselamatkan bukan karena partisipasi kita. Allah tidak perlu kita bantu.
[2]. Bukan karena kamu (not of yourself). Kita diselamatkan bukan karena kita lebih baik dari orang lain.
[3]. Bukan untuk kamu (not for you). Kita diselamatkan bukan untuk kita sendiri, tapi untuk orang lain, bahkan untuk kemuliaan Tuhan.

[1]. Keselamatan adalah kasih karunia, karena manusia tidak mampu menyelamatkan diri (v 1-3), manusia adalah mati, durhaka dan dimurkai Allah.
[2]. Karena pekerjaan Allah dalam Yesus Kristus. Bukan karena kita mengasihi
Allah, tapi Allah mengasihi kita.
[3]. Karena perbuatan baik Allah. Bukan karena perbuatan baik kita diselamatkan, tapi kita berbuat baik karena kita sudah diselamatkan.

Keselamatan adalah anugerah. Kehidupan adalah suatu tugas. Kalau kita masih hidup, berarti kita masih ada tugas. Di Bekasi, ada beberapa orang yang berpikir bahwa semua agama itu tujuannya sama.

Matius 16:19-22, mengenai orang muda yang bertanya apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup kekal. Ia juga kaya, pemimpin. Yesus menanya kembali, “Apa yang tertulis?” Pemuda menanya lagi, “Perintah yang mana?” Yesus berkata, “Jangan berzinah, mencuri, . . .” Pemuda berkata, “Sudah dilakukan sejak muda.” Mungkin kalau berhenti sampai di sini, kita kagum sekali pada orang ini. Tapi, Yesus tidak kagum, karena ada 1 hal lagi yang belum dilakukan. Yesus tahu ada sesuatu yang masih menawan, mengikatnya, yaitu hartanya yang banyak. Dalam hidup ini ada banyak orang yang terikat, karena harta, karir, jabatan, konsep ideologynya sendiri. Yesus mengatakan, “Ikutlah aku.”
Lalu bagaiman orang yang sudah mendapat anugerah?
[a]. I Kor. 1:4 è mengucap syukur.
[b]. I Kor. 15:10 è bekerja lebih keras.
[c]. Ef. 3:8 è giat menginjili.

Sekarang atau kapan saja, manusia selalu mencari kepastian keselamatan. Kepastian keselamatan itu ada dalam hati kecil manusia. Manusia tidak akan menerima kalau hidupnya akan berakhir. Ef. 2:8-9, ini adalah jawaban yang sangat tuntas mengenai teka-teki manusia selama berabad-abad lamanya.
[a]. Manusia perlu diselamatkan, karena tak bisa menyelamatkan diri. Upah dosa itu maut. Manusia yang berdosa tak mampu mengenal Allah dan bagaimana mendapatkan keselamatan.
[b]. Allah itu kasih, maka Allah berinisiatif menyelamatkan manusia berdosa.
[c]. Keselamatan itu melalui iman. Iman adalah pemberian Allah, sehingga manusia bisa berespon keselamatan Tuhan.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung

Penting doktrin pembenaran karena Iman yang ditekankan oleh Luther dan Calvin. Reformasi terjadi karena adanya penyelewengan kebenaran dan penjualan surat penghapusan dosa. 3 point penting: 1. diselamatkan. Bukan hanya selamat dari ketinggian 4 meter tetapi lebih dari itu, walaupun tidak selamat didunia tapi selamat di sorga dan itu hanya lewat iman. 2. kasih karunia/ anugerah. Orang yang berhutang 10.000 talenta dibebaskan begitupun keselamatan didapat karena darah Kristus. 3. Iman( Ibr. 11:1) Mengutip apa yang dikatakan Pdt. Joseph Tong;” iman adalah akal yang diperluas.” iman adalah yang menopang akal yang terbatas. Manusia mempunyai tugas untuk aktif, tetapi aktifpun adalah anugerah dari Tuhan. Implikasi dalam kehidupan sehari –hari: 1. mensyukuri pemberian yang sangat berharga ini, yaitu iman dan hidup yang kekal. 2. Bekerja sungguh –sungguh dalam dunia menjadi garam dan terang dunia. 3. Hidup dalam kekudusan/ karena telah ditebus dengan sangat mahal ( berharga). 4. Menjadi sumber anugerah bagi orang lain/ penginjilan dan berbuat baik kepada sesame sebagai bukti menerima anugerah.

Penekanan dalam kasih karunia mulai dari ayat 1 – 7. Grace is getting what you do not deserve. Justice is getting what we do deserve. Mercy is not getting what we do deserve.

Perbuatan baik merupakan tanggung jawab/ tuntutan kita kepada Tuhan.

Perbuatan baik adalah buah pertobatan. A. Anugerah Allah: 1. Cuma-Cuma dari Allah sebeenarnya tidak layak diterima manusia 2. kasih karunia yang terbesar 3. dalam Yesus Kristus terkandung segala kekayaan berkat rohani. B. Iman : Sumber berkat Allah dapat disalurkan melalui iman. Iman dikontraskan dengan perbuatan. Agama didunia melakukannya perbuatan untuk mencapai keselamatan. Tetapi Firman mengatakan hanya kasih karunia oleh iman, manusia diselamatkan. tahapan iman: 1. mendengar 2. mengenal.3. mengandalkan Tuhan 4. menyerahkan diri.5. menghasilkan perbuatan baik yang dipersiapkan oleh Allah untuk kita lakukan. Banyak jemaat yang mengira kalau banyak baca Alkitab dan berdoa maka akan diselamatkan. Ini konsep yang perlu diluruskan.

Tema ttg keselamatan merupakan tema yang santer sekali dibicarakan oleh Paulus didalam surat Roma, Efesus, dan Galatia. Isu yang terjadi masa itu: 1, pengaruh Yudaisme yang kuat mempengaruhi jemaat bahkan terjadi sinkretisme.( pencampuran iman dengan hal –hal duniawi). 2. “syariat Taurat”: keselamatan harus dikerjakan dengan mentaati hukum Taurat. Paulus menekankan tentang pengajaran keselamatan hanya oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Keselamatan tidak dapat terlepas dari konsep dosa. Perlu disampaikan peran Allah dalam keselamatan. Hal ini dilatarbelakangi karena kasih Allah bagi manusia. Manusia seringkali mancari keselamatan dengam cara mereka sendiri, padahal Allah telah menyediakan jalan menuju keselamatan yaitu melalui Yesus Kristus. Kemudian, melihat respon manusia ( ay 9-10) adalah bukan hasil pekerjaan manusia, tetapi kerapkali manusia menjadi arogan atau lupa diri. Seharusnya respon manusia saat berbuat baik adalah buah .

Anugerah – diselamatkan – iman. Konteks Efesus: the Context of Grace: 1. God’s Plan/ Purposes. 2. The steps by which God will accomplish. In Christ Jesus through our union in Christ. “Sola Gracia” made us alive with Christ. 3. The implication( Faith that works). Sola Gracia à Sola Fide. “ The heart of the Gospel is Sola Fide . Salvation by faith alone, in Christ alone. It is key to the great gift God has given.( Getting the Gospel Right). R.C. Sproul. Max Lucado: “God’s signature makes you special”. We are significant not because of what we do, but because of whose we are. Sebuah bola dengan harga $ 5 dollar akan bernilai $30.000 dollar jika ditandatangani oleh seorang profesional. Baju seharga $12.00 menjadi $1,2 juta jika sudah dipakai oleh Marylyn Monroe.

Keselamatan untuk orang tiongkok: mulai dari manusia adalah ciptaan Allah. Orang Tiongkok tidak percaya manusia itu buatan Allah. Dosa ada 3 aspek: status berdosa, aktus berdosa, habitus berdosa. Dalam Tuhan, status manusia : diselamatkan oleh Tuhan. Aktus: kita berusaha.3. Habitus: menjadi terang dan garam. Dalam pepatah Tiongkok : Orang yang paling baik sekalipun pasti membunyai 3 kesalahan. Karena kita nggak bisa selamat maka kita dilahirbarukan dalam Kristus Yesus. Inilah pentingnya anugerah Tuhan dengan 1 tujuan: perbuatan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya.

Kalau manusia bisa berbuat benar dihadapan Allah, berarti Allah tidak perlu menyelamatkan manusia. Tetapi manusia melakukan kesalahan maka keselamatan itu diperlukan. Menurut Paulus, kondisi manusia benar- benar ”hitam” sampai manusia tidak bisa melihat ”putih” . Manusia mengikuti cara dunia dan taat kepada peguasa di angkasa. Karena tidak taat , manusia mengalami kondisi tidak dapat diselamatkan. Martin Luther berusaha sekuat mungkin agar ia diselamatkan oleh Tuhan tetapi Luther sadar ia butuh anugerah dari Tuhan. Manusia susah menerima anugerah keselamatan karena manusia melihat bahwa kehidupan mereka sudah baik.

Injil yang murni adalah God’s centered. Iblis berusaha mengubah gravitasi God’s centered menjadi human’s centered. Paulus melawan Yudaisme, Agustinus melawan Pelagianisme, Luther melawan Skholasistisme. Graham Kendrik mengatakan: Free is a gift. Tanda – tanda orang mengenal Allah: Ada perpektif baru, tujuan baru, pengharapan baru dan keberanian yang baru. Hidup didalam kasih karunia: (Yes 55)

Jumat, 23 Oktober 2009

DIBENARKAN KARENA IMAN

DIBENARKAN KARENA IMAN
Roma 1:16-17

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Justification/ δικαιοσύνη (dikaiosunē)à righteousness, adalah senter dari teologia Paulus. Ini terkait dengan konsep soteriologi Paulus. Tema surat Roma adalah “Kebenaran Allah telah dinyatakan” yang diambil dalam Roma 1:16-17. Paulus menyatakan beberapa kebenaran berdasarkan tema ini:
Pertama, semua orang sudah berdosa dan membutuhkan kebenaran. Karena baik orang Yahudi maupun Yunani berada dibawah kuasa dosa (Rm. 1:18-3:20). Dan upah dosa adalah maut (Rm. 6:23).
Kedua, manusia dibenarkan dan diselamatkan dengan cuma-cuma karena kasih karunia Allah melalui pengorbanan Kristus (Rm. 3:23-24). Artinya, keselamatan itu datang sebagai akibat dari kasih karunia Allah (Yoh. 1:16; Ef. 2:8-9; Tit. 3:5), yang telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus mati untuk kita (Yoh. 3:16; Rm. 5:8).
Ketiga, pembenaran dan keselamatan dapat diperoleh melalui iman dalam Kristus. Paulus berkata bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Rm. 1:16). Content iman itu sendiri mengandung unsur trust, yakni percaya apa yang Yesus Kristus telah kerjakan buat kita dengan menyerahkan diri-Nya. Dalam “Justification by faith” kebenaran Kristus dihubungkan, diperhitungkan dan ditanamkan (imputed) dalam orang percaya. Sehingga secara status setiap orang yang beriman kepada Kristus diumumkan sebagai orang benar oleh Allah. Hasilnya adalah tidak ada penghukuman/murka Allah bagi mereka yang berada dalam Kristus (Rm. 8:1). Mereka dijamin pasti tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16; Rm. 5:8-9).

Injil adalah kabar sukacita yang diberikan Allah kepada manusia. Manusia membutuhkan Injil ini untuk keselamatan hidupnya. sebab manusia berdosa tidak memiliki pengharapan serta jaminan keselamatan. Hanya Injil sebagai kabar sukacita yang dinantikan banyak orang di dunia ini. untuk mendapatkan keselamatan manusia harus beriman di dalam Yesus, sebab jika tidak di dalam Yesus manusia tidak mungkin bisa diselamatkan serta di benarkan. Dibenarkan bukan berarti manusia ada adil sehingga layak untuk dibenarkan Allah serta dapat masuk surga, dibenarkan adalah kita yang seharusnya dihukum serta dibinasakan tetapi Allah membenarkan karena kasihNya.
Ketika manusia mengerti konsep kebenaran ini, manusia perlu mewartakan kebenaran ini kepada semua orang yang berdosa sehingga meraka memiliki pengharapan di dalam Yesus. Sebab di dalam Injil ada kekuatan Allah yang menyelamatkan, kekuatan untuk apa?
1. Kekuatan untuk Mewartakan kabar sukacita.
2. kekuatan Untuk melawan Kuasa Iblis.
3. kekuatan untuk melawan Tantangan Jaman ini.
Kita tidak perlu malu mewartakan berita ini seperti Paulus dengan serius dan sungguh-sungguh memberitakan Injil ini kepada semua bangsa di dunia. Injil perlu diberitakan supaya semua manusia yang binasa karena dosa bisa diselamatkan.

Setiap orang yang mengaku dan percaya Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh pasti rindu selalu hidup memperkenankan hati Tuhan. Bahkan orang yang diluar Tuhan untuk mencapai “kebenaran” yang tertinggi mereka melakukan banyak hal yang di pandang sebagai “kebaikan” ilahi. Tapi pada faktanya tidak ada seorang pun yang bisa mencapai tingkat kesempurnaan yang sesuai dengan standar Allah. Kalau hanya sampai pada manusia tidak mampu datang kepada Allah maka manusia akan prustasi. Bersyukur kepada Allah yang memberikan anugrah keselamatan dan membenarkan manusia melalui kematian Kristus. Itulah sebabnya Injil disebut kabar baik yang mewartakan keselamatan, namun seseorang yang bisa beriman itupun kemurahan Allah, respon kita untuk perikop ini adalah bersyukur untuk keselamatan dan menuntut hidup indah; rindu mewartakan kabar baik yang kita terima agar orang yang kita kasihi juga bisa menerima kabar baik.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Sejak dulu, awal kejatuhan manusia, sampai jaman modern ini manusia mencari sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan jiwa mereka. Wanita pertama, Hawa, terpancing oleh Iblis mendapatkan “sesuatu” yang lebih penting untuk jiwanya, “menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat” (Kej. 3:4-5). Ini keinginan jiwa yang tertinggi yang ingin dicapai manusia. Tetapi, keinginan itu bertentangan dengan kehendak Allah. Allah melarang manusia menikmati apa yang Allah larang. Manusia memberontak, melawan Allah, dan jatuh ke dalam dosa. Dosa bukan hanya melakukan apa yang Tuhan larang, tetapi juga tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Sejak itu, ada perasaan malu dan takut dalam diri manusia. Untuk menutupi perasaan itu, manusia berusaha menutupinya dengan menyemat daun pohon ara dan menutupi tubuhnya. Ini adalah usaha pertama manusia untuk bisa menyelamatkan rasa malunya. Begitu juga dengan manusia modern. Meski beda caranya, banyak diantara mereka berusaha menutupi dan membenarkan dirinya dari rasa takut dan malu akan dosanya. Sebagian menutupinya dengan menjalankan syariat keagamaan, menjunjung moraalitas yang tinggi, melakukan apa yang baik, member sedekah, berbuat amal, dan tidak merugikan orang lain. Orang Yahudi juga beranggapan, bila manusia ingin dibenarkan ia harus menjalankan Taurat. Alkitab berkata lain. Paulus menulis, “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”. Tulisan Paulus bukan hanya ditujukan kepada orang-orang Yahudi, tetapi juga orang Kristen yang terpengaruh konsep Yudaisme. Ada orang-orang Kristen yang berlatar belakang Yudaisme menekankan ketaatan pada hukum Taurat dan tradisi Yahudi sebagai syarat untuk diselamatkan. Mereka mengajarkan bahwa untuk dibenarkan di hadapan Allah, setiap orang percaya selain beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, juga harus disunat dan melaksanakan seluruh hukum Taurat. Untuk menghadapi pengajaran yang menyimpang itu, Paulus menegaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan melakukan hukum Taurat. Semua orang telah berdosa dan upah dosa adalah maut (Rom. 3:23; 6:23). Tidak ada seorangpun yang dapat membenarkan dirinya dengan perbuatannya, termasuk dalam melakukan hukum Taurat (Rom. 3:20). Tetapi kebenaran Allah telah dinyatakan (Rom. 3:21), yaitu kebenaran karena iman dalam Kristus Yesus (Rom. 3:22). Manusia yang berdosa telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus (Rom. 3:23-24). Untuk menerima anugerah itu, dari pihak manusia adalah beriman pada Sang Juru Selamat, hanya iman saja (Rom. 3:22, 28; 10:9-10). Dalam konteks itulah Paulus menekankan bahwa manusia dibenarkan oleh karena iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat (Rom. 3:21-31; 4:1-25).

Dibenarkan karena iman ini berbicara tentang keselamatan yang datang dari Allah. Kenapa perlu? Sejak manusia jatuh dalam dosa, membuat manusia dibawah hukuman dan manusia tidak mampu datang kepada Allah. Maka, Allah berinisiatif menyelamatkan manusia. Inisiatif Allah: Pertama, memberikan iman, yaitu kemampuan rohani untuk menusia merespon atas kebenaran firman Allah. Kedua, Allah membuka diri supaya manusia datang kepada-Nya. Yesus telah menggantikan manusia yang seharusnya dihukum. Karena kita percaya kepada Kristus, maka kita dibenarkan Allah. Kristus menjubahkan kebenaran kepada kita. Seluruh kehidupan orang Kristen setelah percaya pun dalam hari-harinya hidup oleh iman, bertolak kepada iman, dan dipimpin oleh iman.

Kata kebanaran dan pembenaran berasal dari kata “dikaiosune”, menyatakan seseorang itu sebagai yang benar. Kata ini dalam penulisan Paulus dipakai dalam pengertian forensic atau legal, yaitu sebagai tindakan menyatakan seorang berdosa sebagai seorang yang benar. Tetapi bukan berarti menjadikan benar, melainkan menyatakan sebagai benar. Dengan kata ini juga, Paulus memaksudkan pemberlakukan secara legal, pembenaran Kristus kepada orang berdosa yang percaya. Kej. 15:6 Abraham percaya kepada Tuhan dan Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran. Artinya, iman kepada Allah itu diperhitungkan oleh Allah kepada Abram sebagai kebenaran yang berarti oleh iman Abraham dibenarkan.

Keselamatan kita itu datang sebagai karunia Allah. Tetapi hanya dapat diterima oleh tanggapan manusia melalui iman. Iman kepada Yesus Kristus adalah satu-satunya syarat yang diminta Allah untuk keselamatan. Iman bukan hanya pengakuan tetapi juga tindakan yang muncul dari hati oleh orang yang sudah percaya. Iman punya arti yang dalam. Selain kesetian, ketaatan yang teguh, percaya, keyakinan, harapan yang teguh, sikap menerima secara mutlak, dan percaya tanpa syarat. Arti kata membernarkan: Allah itu memperlukan orang yang berdosa seolah-olah orang itu tidak pernah berbuat dosa sama sekali.

Dibenarkan karena iman:
1.Iman dalam bahasa aslinya (pistis) sama dengan percaya. Jadi kita dibenarkan karena kita percaya kepada Injil. 1 Kor. 15:2-4 mengatakan kita dibenarkan karena percaya Kristus mati, dikuburkan, dan dibangkitkan.
2.Karena itu perkerjaan Tuhan, 100% Allah, 0% manusia. Iman itu dibenarkan Allah dan pemberian Allah.

William Barclay mengatakan Roma 1:16-17 itu adalah initisari daripada Injil. Martin Luther bertobat juga karena bagian firman ini. Melalui bagian ini Martin Luther baru menyadari bahwa keselamatan itu bukan karena usaha sendiri tetapi karena anugerah Tuhan. Dalam ayat 16 Paulus mengatakan, aku punya keyakinan yang kokoh akan Injil. Terjemahan lain, aku tidak malu akan Injil. Pada jaman itu, Injil adalah hal yang memalukan, tetapi Paulus tidak merasa malu akan hal itu. Kita berbuat baik bukan supaya diselamatkan, tetapi karena sudah diselamatkan. Setelah itu, iman harus bertumbuh dan bertahan sampai akhir.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Dibenarkan karena iman adalah pengajarn yang sangat penting. Paulus telah gunakan beberapa kali.
Latar Belakang Perjanjian Lama : Ini adalah Perkataan Habakuk. Saat itu iman bangsa Israel banyak masalah. Lalu Allah akan hukum mereka. Tuhan akan bangkitkan suatu bangsa untuk hukum mereka. Bangsa ini sangat kejam. Merupakan hukuman yang sangat berat bagi mereka. Tapi Habakuk percaya orang benar dibenarkan karena imannya. Mereka percaya bahwa yang percaya akan diselamatkan meski akan banyak yang binasa.
Latar Belakang Perjanjian Baru: Orang Yahudi sangat perhatikan Taurat. Sampai meski mereka percaya Yesus mereka masih pikir demikian. Tapi sejak gentiles percaya kepada Tuhan berubah. Di Yerusalem hal ini dibahas dan Petrus mengatakan kita selamat karena anugrah. Lalu gereja putuskan beberapa hal : tinggalkan berhala, jangan makan binatang yg dicekik. Sejak itu Paulus mengabarkan keselamatan karena percaya Yesus, bukan Taurat. Percaya sampai masuk suatu tahap, sangat dalam, bukan dimulut saja. Tapi dilakukan dan disaksikan.
1.Dibenarkan karena karya Tuhan, bukan karya manusia
2.Tuhan Yesus adalah juruselamat pribadi kita
3.Takut kepada Tuhan dan hidup dalam kekudusan .
4.Tidak kembali pada hidup lama tapi focus pada hidup yang baru
5.Mengasihi Firman TUhan
6 Memiliki hubungan yang baik dengan Allah
7.Belajar dari teladan Tuhan Yesus
8.Mengasihi sesama dan memberitakan Injil

Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak." (Roma 3:10) dan hanya "Orang benar
akan hidup oleh iman"(Roma 1:17). Selain itu, "Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah”
(Ibr.11:6), jadi iman adalah sebuah sarana kehidupan orang yang benar di hadapan Allah.
Kata “iman” yang dipakai oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:17 sangat erat kaitannya dengan karya
keselamatan. “Iman” bukanlah sebuah usaha yang dituntut dari kita agar diri kita bisa selamat, apabila
demikian, maka “iman” itu menjadi perbuatan sumbangsih seseorang.
Di sini Paulus dengan jelas menegaskan, bahwa "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh
karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Jadi bukan karena kita beriman, maka kita selamat, sebaliknya “iman” adalah sebuah hadiah dari Tuhan, Dia yang telah menyelamatkan kita, dan kita selamat semata-mata hanya karena anugerah Allah. Oleh karena belas kasih-Nya, saat Dia menyelamatkan kita , Dia memberikan hadiah “iman” kepada kita, berupa suatu relasi di antara kita dengan Anak-Nya, agar kita belajar hidup menyerupai Anak-Nya, dan dengan hadiah inilah,
Tuhan memindahkan kita dari dalam maut ke dalam hidup (Yoh.5:24b).
Hal yang sama juga telah dinyatakan padai zaman Perjanjian Lama, bahwa dasar keselamatan pun bukan dari usaha manusia, melainkan anugerah Allah, “Sebab tidak mungkin darah lembu atau domba menghapuskan dosa”(Ibr.10:4). Tuhan berharap umat-Nya memandang kepada Allah yang bertahta di atas, daripada segala korban yang dipersembahkan, tetapi umat-Nya kerapkali beriman salah, mereka berbuat semata-mata hanya untuk memenuhi tuntutan hukum Taurat.
Setelah Yesus menang atas maut, maka Ia menghapuskan semua tuduhan dosa terhadap kita, dan membuka jalan bagi kita untuk datang kepada Allah. Karena kasih karunia-Nya, Dia memberikan hadiah “iman” kepada kita. Dan apabila kita menganggap hadiah “iman” tsb sebagaii hasil usaha atau jasa kita sendiri, sungguh tragis jadinya!
Tidak ada seorangpun yang bersandar pada usahanya sendiri untuk datang kepada Allah, sebaliknya kita harus menerima Anugerah Allah dengan hati penuh bersyukur, dengan hadiah ”iman” yang dinyatakan Allah dalam diri Yesus Kristus, kita yang berpaling kepada-Nya, menjadi orang benar yang hidup oleh iman.

Tindakan Allah yang membenarkan tanpa memandang kondisi dan keadaannya sekarang. Nyata = present tense. Saat ini. Lewat injil maka orang beriman. Imannya yang membuatnya berani bertindak. Pindah dari kuasa maut ke kuasa yang menyelamatkan. Contoh : Abraham yang percaya pada Allah. Percaya kepada Allah yang dipandang Allah sebagai kebenaran.

Iman : Illinois kena tornado 50% lebih banyak tetapi Alabama lebih rusak karena mereka lebih religious. Alabama lebih berusaha.
Konsep Yahudi, iman = emunah = faithfulness terhadap Allah yang maha kuasa dan setia
Pembenaran : konsep manusia dari perbuatan baik, tapi sebenarnya seperti kain kotor. Menurut Allah pembenaran adalah karena injil.

Harus dialami baru mengerti.bagaimana yang tidak percaya bisa mengerti. Menjelaskan bagaimana diselamatkan karena iman.

Berkaitan dengan kebenaran Allah? Atribut, tindakan dan status yang diberikan
From faith to faith : nothing but faith, hanya karena iman.
Orang benar akan hidup oleh iman: banyak versi.

Jumat, 16 Oktober 2009

AYUB DAN KELUARGANYA

AYUB DAN KELUARGANYA
(Ayub 1:1-5; 2:9-10)

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Bagaimana Profil Kehidupan Ayub dan Keluarganya?
Pertama, Ia hidup berkenan di mata Tuhan. Ayub sosok pribadi yang berkenan di mata Tuhan. Mengapa? Karena dia hidup dalam iman dan ketaatan kepada Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa Ayub hidup saleh, benar, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan serta selalu mempersembahkan korban bakaran sebagai ucapan syukur kepada Tuhan (ay. 1, 5).

Kedua, Ia hidup bertahan dan menang terhadap ujian iman. Ayub bukan sosok pribadi yang gampang menyerah, gampang bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Imannya bukan iman kerupuk yang sepintas kelihatannya besar, namun gampang retak menciut tatkala terkena air dan tekanan. Juga bukan iman tahu yang gampang hancur tatkala dipencet. Sebagai contoh: meskipun 10 anaknya mati, seluruh hartanya diambil, ia tetap bersyukur dan memuji Tuhan, sambil berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang member, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan” (ay. 21). Ketika kesehatannya direnggut darinya, ia tetap tidak menyalahkan Tuhan. Bahkan tatkala istrinya menyuruh dia untuk mengutuk Tuhan, ia tetap tidak bergeming dengan komitmen iman dan kesetiaanya kepada Tuhan dan berkata, “Engkau bicara seperti perempuan gila. Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayb 2:10). Meskipun diuji bertubi-tubi, ia tidak mengalami dekadensi iman dan kesetiaanya kepada Tuhan tetap teruji. Ia memiliki komitment iman: Sekali ikut Tuhan tetap ikut Tuhan sampai mati (Why. 2:10). Apa rahasia kemenangan Ayub menghadapi ujian iman? Ia back to basic bukan bersandar kepada harta kekayaannya, juga bukan kepada hikmat dan kepintarannya, tetapi hanya kepada Allah dan firman-Nya.

Berkat dan segala kelimpahan hidup membuat manusia nyaman dan menikmati hidup jika dalam keadaan seperti ini manusia beryukur pada Tuhan serta memiliki kesalehan adalah hal yang wajar. Sebab kehidupan yang mapan dan serba kecukupan dalam materi membuat kebanyakan orang tidak perlu terlalu kuatir dan cemas. Apalagi ditunjang dengan memiliki kesehatan yang baik, keluarga yang bahagia membuat banyak orang mudah bersyukur kepada Tuhan. demikian juga kelancaran demi kelancaran dalam usaha dan pekerjaan yang selalu dialami membuat manusia bisa menikmati hidup. Tetapi bagaimana jika sebaliknya yang terjadi kita mengalami kemiskinan, selalu menghadapi kesulitan hidup yang terus menerus, keluarga tidak harmonis, apalagi kesehatan sering terganggu apakah kita masih mampu bersyukur kepada Tuhan terlebih tetap setiap beribadah kepada Tuhan. keadaan seperti ini membuat kita lebih gambang menyangkal Tuhan dari pada setia pada Tuhan.
Kondisi seperti ini cukup banyak terjadi di jemaar Tuhan, sebab pengenalan kita kepada Allah hanya sebatas berkat dan kebaikan yang kita terima. ketika semua berkat dicabut dan kesulitan demi kesulitan terus terjadi sulit bagi kita untuk menyembah bahkan mengenal Allah.
Iman Ayub tidak tergantung dengan segala sesuatu yang melekat dalam dirinya, imannya adalah iman yang murni tulus dan konsisten. Hal ini teruji ketika dia tidak mendapatkan semua yang pernah dia miliki, kekayaan yang melimpah, anak-anak yang baik demikian juga kesehatan yang baik. Ketika semuanya dicabut imannya tidak juga tercabut, sebab Ayub memiliki iman dan kesetian kepada Allah tidak tergantung pada semua itu. Semua kekayaan yang dimiliki adalah bonus dari Allah, pengenalannya kepada Allah jauh melampaui dari semua harta yang dia miliki. Kiranya Ayub menjadi teladan hidu bagi setiap jemaat Tuhan pada masa sekarang ini dalam memiliki iman dan pengenalan kepada Tuhan.

Kesadaran bahwa semua yang kita punya adalah anugrah Tuhan akan membawa manusia tidak terpaku dan bergantung mutlak pada yang kita miliki. Konsep hidup Ayub ada pada bagian ini, sehingga di dalam hidupnya Ayub memandang segala sesuatu yang ia punya adalah kemurahan dan titipan Tuhan. Cara pandang demikian membuat Ayub memberikan korban bakaran kepada Tuhan, agar anak-anaknya tidak dimurkai Allah. Ayub menjadi imam bagi anak-anaknya. Pada waktu istrinya mempunyai konsep yang salah tentang Allah sekali lagi Ayub menjalankan fungsinya sebagai suami dan kepala keluarga sehingga Ayub mengajar istrinya mengenai Allah yang di tempatkan pada posisi yang seharusnya. Dan ketika semua yang Ayub punya termasuk kesehatannya “dirampas” dan hartanya habis dalam jangka waktu yang pendek, sekali lagi Ayub memperlihatkan pengenalannya kepada Allah yang begitu dalam “TUHAN yang memberi TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN”. Ayub memberi teladan yang sangat indah dalam hidupnya. Waktu semua berjalan lancara Ayub mengingat dan menyembah Tuhan namun saat jalan hidupnya begitu sulit dan menyesakkan dada Ayub pun tetap percaya dan menyembah Tuhan.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Ayub dan keluarganya adalah keluarga yang ideal, karena Ayub mempunyai keluarga yang harmonis, anak-anak saling mengasihi, saling memperhatikan, saling menghargai, mereka mengadakan pesta dirumah mereka secara bergiliran, dan saudara perempuan mereka juga diundang (1:4). Ayub sebagai kepala keluarga berfungsi sebagai imam, dia memperhatikan kerohanian anak-anaknya dengan mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah anaknya buat pengampunan dosa yang mungkin dilakukan anak-anaknya (1:5). Ayub juga mempunyai harta yang berlimpah (1:2), Ayub menjadi pengajar yang baik, memperhatikan, menguatkan orang yang susah dan kata-katanya mengokohkan yang lemah (4:3-4). Ayub seorang yang kokoh dalam iman, ia bukan saja mengerti Firman Tuhan tetapi juga mempraktekkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Allah memberi bukti akan sifat Ayub sebelum masa-masa pencobaan datang bahwa ia adalah seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1,8,2:3).
Kemudian malapetaka menimpa Ayub dan keluarganya, sehingga keluarga yang ideal dan harmonis, berubah seketika menjadi keluarga yang paling malang. Semua terjadi karena Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub dan hal tersebut dijadikan Allah sebagai ujian bagi Ayub. Ujian tersebut mencakup segala bidang antara lain:
1.Dalam Bidang Ekonomi
Seluruh kekayaan yang telah dikumpulkan Ayub bertahun-tahun musnah dalam waktu sekejap mata. Allah membiarkan iblis merampok harta Ayub , dimana iblis memakai orang-orang Syeba merampok, dan bukan saja merampas tetapi juga membunuh para penjaganya ( 1:15). Kemudian memakai orang-orang Kasdim merampok untanya dan membunuh para pelayannya ( 1:17). Iblis juga menurunkan api dari langit membakar seluruh kambing dombanya dan membunuh pelayannya (1:16). Seluruh harta benda Ayub habis dalam waktu yang singkat.
2.Dalam Bidang Rumah Tangga
Keharmonisan rumah tangga Ayub dihancur, anak-anaknya mati seketika dengan iblis mendatangkan angin ribut yang merobohkan rumah dan menimpa mereka (1: 18-19)
Istri Ayub yang sebelumnya tidak pernah kedapatan cela, tetapi sesudah malapetaka yang menimpa mereka, mulai berubah dengan menyuruh Ayub mengutuki Allah dan menyumpahi Ayub supaya mati (2: 9).
3.Dalam Bidang Jasmani
Ayub bukan hanya hilang harta dan keluarganya, tetapi juga kesehatannya, dia ditimpa dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya. Jenis penyakit kulit ini tidak memberi kesempatan untuk Ayub mengadakan perjalanan kemanapun juga sebab sangat menderita dan ini dibuktikan dengan solusi menggaruknya dengan beling (2:7-8).
4.Dalam Bidang Sosial
Kesalehan dan kekayaan Ayub membuatnya menjadi orang terhormat dikalangan warganya dan teman-temannya, namun setelah terjadi malapetaka mereka menuduh ada kecurangan dan dosa sehingga Ayub mengalami celaka. Para pengawainya tidak lagi menghormati dan mengindahkan Ayub. Teman-temannya menyalahkan Ayub, kecuali Elihu yang mengerti dan merasakan penderitaan Ayub.
5.Dalam Bidang Mental
Secara Mental Ayub mengalami kekacauan, ia tidak mengerti mengapa dia menderita sebab ia tidak menemukan kesalahan dalam dirinya. Dia mengalami tekanan mental yang luar biasa dengan kehilangan semuanya dalam waktu yang singkat sendirian. Ayub dari konglemerat menjadi melarat, berpenyakitan dan kesepian karena tidak ada yang mengerti penderitaannya.
6.Dalam Bidang Emosional
Kehidupan Ayub berubah secara tiba-tiba, dari hidup berkelimpahan menjadi kekurangan, dari keluarga yang harmonis menjadi seorang yang ditinggalkan sendiri. Dari orang yang dihormati menjadi orang yang dicemooh. Ayub menjdi stress bahkan depresi berat sehingga ia mengutuki hari kelahirannya.
7.Dalam Bidang Rohani
Persekutuan dan kearapan dengan Tuhan, dimana Ayub dapat berdialog dengan Tuhan, ternyata juga mengalami masalah. Pada waktu manusia tidak dapat menjadi sandaran, maka Tuhan menjadi tempat sandaran yang terbaik. Ternyata persekutan yang indah tidak lagi dirasakan, Tuhan brerdiam diri, sehingga habislah pengharapan dari Ayub. Ternyata Ayub tetap setia dan akhirnya Allah menyatakan diri dan mengembalikan semuanya dua kali lipat dari sebelumnya.

Dalam Kitab Ayub ada 3 issue:
[A] Apakah benar orang percaya karena berkat? Atau Apakah orang beribadah karena diberi perlindungan?
[B] Mengapa orang baik tapi menderita?
[C] Orang yang menderita belum tentu dari Tuhan.
Ayub kemungkinan hidup sezaman dengan Abraham. Ia saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Kesalehannya tak diragukan. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga ia memperhatikan kerohanian anak-anaknya.
Ayub menderita. Ini suatu yang sangat dramatis dan mendadak. Kekayaannya dan keluarganya meninggal. Tapi, ia menyadari bahwa kekayaan bukan segalanya, tapi suatu bonus. Karena ia yakin bahwa semua yang dari Tuhan adalah yang terbaik.
Ayub tak tahu bahwa di belakang semua ini ada serangan dari Iblis yang ingin mencelakakan dirinya. Ia masih bertanya-tanya. Tapi, ia menunjukkan imannya dalam kesulitan ini.
Ayub dibela oleh Tuhan. Ia bisa melewati kesulitan ini. Allah memulihkan keadaannya.

1.Ayat pertama sudah diperkenalkan bahwa Ayub adalah orang saleh, jujur dan takut akan Tuhan.
[A] Ia saleh pada waktu kaya. Banyak orang kaya tidak saleh tapi sombong.
[B] Ia kaya, tapi tidak sibuk yang lain-lain, tapi ia menjadi imam bagi keluarganya.
[C] Ia membawa keluarganya menyembah Allah. Pagi-pagi Ayub sudah mempersembahkan korban, jadi Ayub berpusat pada Tuhan. Anak-anaknya melihat kerohanian ayub.
2.Penderitaan Ayub tidak menghilangkan kesalehannya.
[A] Istrinya menyuruh ia menyangkal Yesus.
[B] Kawan-kawannya juga meninggalkan / menghina Ayub.
[C] Bahasa yang dipakai selalu berpusat pada Tuhan. Misalnya: Dengan telanjang, . . .
3.Penderitaan adalah sarana Allah berbicara.
[A] Allah sulit diprediksi. Seluruh konsep orang beragama berkata orang saleh, akan mendapat berkat. Tapi, dalam kisah Ayub, hal itu tidak berlaku.
[B] Allah memakai penderitaan untuk membentuk karakter Ayub. Oscar Wilde mengatakan bahwa penderitaan adalah ladang yang paling subur untuk membawa Allah berbicara.
[C] Penderitaan membawa Ayub menjadi lebih mengenal Allah. Ayub berkata, ‘Hanya kata orang saja . . . (Ayub 4). Relasi dengan Tuhan lebih penting dari segalanya. Bukan kegiatannya, tapi relasinya. Orang yang banyak kegiatan, belum tentu memiliki relasi yang baik dengan Tuhan, malahan mungkin ada akibat negative dari kegiatan yang banyak, tapi tak ada relasi dengan Tuhan.
Orang yang percaya belum tentu tak mengalami penderitaan. John Piper mengatakan, “Kalau hari ini kau tak menderita karena Tuhan, maka imanmu harus dipertanyakan, apakah benar engkau percaya pada Tuhan.”

Kondisi keluarga pada zaman sekarang. Dimana selingkuh itu sesuatu yang biasa. Dulu selingkuh itu tabu dibicarakan, tapi sekarang sudah menjadi hal yang umum.
Istrinya tak tahan menderita. Ada hukum tabur tuai, kalau seseorang menabur yang baik, maka ia pasti menuai yang baik dan sebaliknya. Ayub orang yang saleh, tapi waktu penderitaan datang, maka istrinya mencela dia. Apakah hukum tabur tuai itu mutlak? Apakah orang tua yang baik, pasti anaknya baik? Di sini kita melihat peran Ayub sebagai ayah sudah maximal. Kerohanian seseorang tergantung diri masing-masing.

Ayub sudah menjadi imam bagi anak-anaknya. Kita tidak tahu jelas mengenai anak-anaknya. Tapi, di sini, kita melihat istrinya mengatakan hal yang tak terpuji. Di sini kita melihat kualitas iman dari istri. Ini tantangan untuk wanita, karena wanita sangat rentan untuk harta. Kalau bukan harta, mungkin anak-anak. Harta dan anak-anak sering menjadi berhala bagi wanita.

Kalau dikaitkan dengan bulan keluarga. Orang tua harus memberikan waktu dan perhatian mengenai kesejahteraan rohani dari anak-anaknya. Bukan hanya materi, tapi juga rohaninya. Bagaimana kelakuan, gaya hidup mereka.
Ayub memberikan teladan yang baik. Itu lebih penting dari materi. Kalau keluarga hamba Tuhan memiliki keturunan yang tak saleh, itu teladan yang kurang baik. Jadi, apakah hamba Tuhan sudah memprioritaskan keluarganya, bukan hanya pelayanannya.

Ada teka-teki. Binatang apa yang pertama dibuat? Binatang apa yang paling kuat? Kuda nil adalah mahluk pertama yang dibuat. Buaya adalah yang paling kuat (Ayub 40:14). Kuda nil sangat kuat walau makan rumput. Ototnya berpilin-pilin. Buaya kulitnya seperti perisai.
[A] Ayub menguduskan anak-anaknya, berkaitan dengan pesta.
[B] Istri Ayub mengalami suatu pressure yang sangat berat. Waktu kehilangan 10 anak, ia sangat terpukul. Karena ia yang
[C] Pencobaan selalu ada dalam dunia. Orang bisa survive dalam pencobaan adalah orang saleh, jujur, menjauhi kejahatan (v 1).
[D] Penyembahan yang sehat. Keluarga yang harmonis. Iman adalah sebuah kekuatan, pemulihan, kemenangan yang dibutuhkan dalam hidup.
[E] Ayub orang yang dibanggakan Tuhan. Kalau Tuhan memiliki kita, apakah Tuhan bangga?

Di belakang sukses suami ada istri yang mendukung. Kekayaan Ayub karena didukung istri. Istri Ayub seperti yang dikatakan dalam Amsal, pagi-pagi bangun, mendukung, dll. Tapi, penderitaan istri Ayub luar biasa. Maka ia tak dikasih penyakit lagi. Jangan dianggap istri jelek, hanya karena 1 perkataan itu, lalu semua kebaikan belasan tahun istri Ayub lalu lenyap. Melalui kisah ini, kita belajar, bahwa hidup pasti ada masalah, maka harus siap hati (siap mental). Jadi, kalau miskin, harus bagaimana. Anak-anak harus dididik bagaimana menghadapi kesulitan. Maka ibu Rika suka menceritakan kisah dari keluarga-keluarga untuk anaka-anaknya.

Peranan seorang pria sangat vital untuk keluarga yang diberkati Tuhan. Namun seorang laki-laki paling banyak mengalami tantangan dalam hidup.
[A] Ketaatan kepada Allah menyebabkan kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup Ayub.
[B] Ia membentuk diri menjadi seorang yang berintegritas. Dalam pencobaan, ia tetap setia. Pencobaan yang paling besar dihadapi Ayub, bukan istrinya. Ialah yang sakit, dll. Ia dicobai segala-galanya. Imannya naik terus. Ayub mengalami “Clash” dengan istrinya. Tapi, ia bisa tetap mengasihi istrinya.
[C] Ia memandang diri di bawah kedaulatan Tuhan. Manusia melihat hidupnya sepotong-sepotong. Ayub melihat secara menyuluruh. Kalau ada orang yang susah dulu, baru kaya, maka ia akan membuat orang lain susah dulu, sebelum kaya / senang. Ia berpikir itu sebagai sebuah keadilan. Ia tak membuat susah orang.
[D] Ia sukses sampai keturunan ke 4. Banyak orang hanya sampai 3 generasi.

Teman-teman Ayub mewakili asumsi pandangan orang mengenai penderitaan. Misalnya Elifas mewakili orang yang berpandangan hukum tabur tuai (Ayub 4:7-8).
Bildad mewakili orang yang berpandangan bahwa penderitaan orang tua karena dosa anak-anaknya (8:4-6).
Jofar mewakili orang yang berpandangan bahwa penderitaan karena dosanya sendiri (11:4).
Tatkala kita mengalami kesulitan, kita sering mencari orang lain / teman untuk minta nasehat. Tapi, ada kalanya teman bukan membuat masalah selesai, malah makin rumit.

[A] Orang saleh bisa kaya. Bahkan menjadi yang paling kaya. Mana duluan, saleh dulu atau kaya dulu? Ayub saleh dulu (v 1), dan ia dipercaya kaya.
[B] Orang saleh tidak anti bekerja. Orang saleh tidak kehilangan focus antara bekerja dan rohani. Orang saleh bisa menjadi teladan dalam dunia pekerjaan.
[C] Orang kaya bisa saleh. Kesalehannya diakui Tuhan. Kesalehannya komplit: saleh+jujur+takut akan Tuhan+menjauhi kejahatan. Ke 4 hal itu dipertegas dengan istilah “Dan.” Saleh dan jujur dan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Maka dikatakan dalam KJV, bahwa ia orang perfect (v 1). Satu-satunya orang yang “Perfect” yaitu Ayub.
[D] Kesalehannya diuji oleh penguji yang berat, setan. Ujian yang terberat adalah dari istri, orang yang paling dikasihinya.
[E] Orang saleh bisa punya keluarga yang saleh. Bukan hanya untuk diri, tapi juga untuk keluarga. Bapa tidak lupa ajar anak, secara khusus kerohanian anak-anak. Walau anak-anak sudah besar, tapi masih berpengaruh dalam keluarga anak-anaknya. Urusan kerohanian tak pernah selesai. Jadi, kalau ada pertemuan keluarga, bukan hanya urusan social, atau makan-makan, tapi urusan kerohanian.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Ayub adalah contoh figur yang berhasil dalam hidup secara jasmani dan rohani. Secara jasmani, pertama, ia punya keluarga yang ideal. Punya tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan adalah tanda diberkati (tujuh dan tiga adalah angka istimewa bagi bangsa Yahudi). Kedua, ia kaya. Hartanya banyak. Kekayaannya dijelaskan sama dengan penjelasan untuk leluhur Israel, dengan penekanan pada jumlah binatang dan hamba (bdk. Abraham, Kej 12:16). Lima ratus keledai betina adalah tanda potensi ekonomi yang besar. Pernyataan bahwa ia orang paling kaya di Timur menegaskan hal ini. Secara rohani, ia disebut orang saleh dan jujur. Ibrani: tam (blameless, akar kata “komplit” menunjuk pada orang yang dewasa secara rohani dan manusia batinnya berintegritas/murni) dan yasar (upright). Yasar artinya lurus, benar, digunakan dalam konteks perilaku manusia yang selaras dengan jalan Tuhan. Ini tidak berarti Ayub tidak pernah berdosa.
Dua bukti kesalehannya adalah pertama, perannya sebagai imam bagi keluarganya. Ia mengadakan upacara korban penebusan dosa dengan serius, bahkan mencakup dosa dalam hati. Kedua, sikapnya yang matang secara rohani ketika menghadapi penderitaan. Walaupun dalam bagian-2 berikutnya, ia bergumul hebat tetapi tidak menuruti desakan istrinya untuk mengutuki Allah. John Chrysostom menjelaskan bahwa alasan Setan tidak membunuh istri Ayub adalah supaya ia dapat memakainya sebagai alatnya. Ayub tidak menjadi ateis dan ia tidak lari dari kenyataan hidup yang berat melalui kematian karena kalau ia mengutuk Allah, Allah akan menghukumnya mati. Sebaliknya, dengan penuh hikmat, ia menerima apapun yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidupnya. Kekayaan dan bencana dalam teologi masa itu dipercaya sebagai pemberian Tuhan (cf. Ebiet berteologi sama: anugerah dan bencana adalah kehendakNya).

Hanya orang yang berbuat dosa, tanpa dilihat orang lain, dia yang dihukum Allah, orang baik yang di berkati Allah. Melalui kisah Ayub ini, pandangan Teologis di balikan. Hal pertama yagn kita pelajari: Tuhan memandang kepada hati bukan lahiriah, kebaikan,kejujuran penting tapi sikap hati yang takut akan TUhan jauh lebih penting. Penderitaan bukan berarti selalu dosa. Allah menguji dalam segala keadaan. 3. Hal2 dalam hatinya. Tuhan itu membela Ayub dengan menyuruh sahabat2nya mengakui kesalahan2nya (v.47). konsep Ayub tentang Allah itu benar, kemudian Ayub mendoakan mereka, dan Tuhan memulihkan keadaan Ayub dan Tuhan memberikan dua kali lipat dari keadaannya dahulu.

Saya melihat Ayub memiliki 4 syarat sebagai pria yang dikagumi:
1.Kerohanian yang baik; karakter, baik, iman dan perbuatan selaras
2.Usahanya sukses; ada orang kerohanian baik tapi karakternya jelek
3.Keluarga yang ideal; kehidupan masyarakatnya indah

Kitab ini mejawab bagaimana orang benar bisa menanggung penderitaan.

Saya melihat 1:1 à itu adalah kisah dari awal kehidupan Ayub. Pasal 42:17 menutup kitab ini, matilah tua lanjut umur. Pergumulan itu ada di tengah. Kitab Amsal mengatakan bahwa akhir hidup itu penting, sekalipun dia menghadapi pergumulan tapi dia telah menang. Berarti sampai akhir hidupnya dia tetap setia kepada Tuhan.

Tema ini jelas menceritakan tentang keluarga Kristen. Keluarga itu ada definisinya, ada sebagian orang dalam keluarga itu saling berbagi. Dari ayat ini ada 3 poin:
1.Keluarga Kristen dimulai dari kesalehan perorangan. Disini dimulai dari Ayub; dia begitu megnasihi Tuhan. Keluarga Kristen itu memakai kekristenan itu memimpin keluarganya seperti Ayub yang memperhatikan iman keluarganya. Bagian ini begitu penting tetapi tidak terlalu ditekankan
2.Keluarga Kristen dalam menghadapi kesusahan itu dihadapi bersama. penderitaan itu datang dari iblis, tapi tidak hanya kepada Ayub pribadi, juga keluarganya. Bagaimana di dalam keluarga seharusnya ada kesusahan dihadapi bersama.

Dalam kemakmran dan kejayaan ia bukan seorang yang see no evil, hear no evil , ayub adalah seorang yang open mind, open eyes and open mouth baik terhadap ana-anaknya, pengalman dgn tuhan, kesalahan istri, teman-tema dan kepad atuhan sendiri.
Kata ayub berasal adari ayaab bahasa Mesopotamia yang berarti father. Keterbuakaannya kepada nak-anak ayub mempersembahkan korban dengan perkataanny perhaps anak-anak berbuat dosa. Dia tidakmemihak keluarga jika itu dosa, ia menegur. Dai tidak menutup kesalahan bahwa orang bisa salah dan berdosa tetapi tidak boleh bedosa.
See no evil, say no evil,
Ayub dalam kejayaannya dan kesalehan,
Kita lihat juga Ayub dalam kondisi ini dia sangat open mind, open eyes, dan open mouth. Baik kepada anak2nya, kepada isterinya dan kepada teman2nya. Khususnya dalam perannya sebagai ayah. Ayub itu mempersembahkan korban dengan perkataan “mungkin…” dia tidak menutup kemungkinan bahwa anak2nya bisa salah.

Ada 3 hal:
1.The person with the family
2.The family with their role; bagaimana keluarga bisa menghadapi hal itu dan bagaimana peran setiap anggota keluarga.
3.The healthy tradition as a legacy; Ayub waspada terhadap dosa kendatipun dari istri sendiri. Di dalam kelemahan iblis.

Bagaimana kita bisa melihat nilai dari seseorang:
How to understand the value of the person? Beberapa riset mencoba memaparkan hak itu, seperti IQ, EQ , SQ dan terakhir adalah AQ.
Memahami ”isi” hidup ini tidak mudah, Paul Stoltz mencermati ketangguhan Ayub dalam menghadapi kesulitan hidup bahkan penderitaan, namun Ayub tetap konsisten menjadi orang yang berhikmat (Tam, Yassar = man of integrity) memberikan inspirasi yang melahirkan gagasan AQ (Adversity Qoutients), dimana melalui AQ kita melihat bagaimana respon seseorang ketika menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Melihat AQ dijabarkan dalam sebuah akronim CORE (Control, Origin, Reach dan Endurance), sbb:
1.Control, sejauhmana seseorang dapat mengontrol masalah yang terjadi, atau ia selalu dikendalikan oleh masalah? Respon Ayub jika dibandingkan dengan istrinya sangat berbeda (ayub 2:10), dimana meski susah Ayub melihat Allah yang tidak pernah keliru.
2.Origin, bagaimana melihat asal usul masalah secara obyektif, entah kesalahan dari dalam diri sendiri atau dari orang-orang yang berada di sekitarnya.
3.Reach, sejauhmana permasalahan mencapai kinerja seseorang dalam kurun waktu tertentu. Pribadi yang memiliki AQ yang baik tidak akan membiarkan masalah merambah seluruh hidupnya melainkan ia mampu memilah-milah massalah.
4 Endurance, merupakan ketahanan seseorang untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Kehidupan Ayub mempresentasikan CORE yang sangat baik. Setelah mengevaluasi bagaimana diri kita dengan akronim tersebut, maka langkah konkret adalah LEAD (Listen , Explore, Analyze dan yang terakhir Do).
1.Listen, memperhatikan masalah yang terjadi dimana setiap masalah dilihat secara proposional: masalah besar tidak dianggap kecil, masalah kecil tidak dianggap besar.
2.Explore, menguraikan masalah hidup yang terjadi dengan jeli dengan melihat sebab akibat masalah itu.
3.Analyze, membedakan antara keinginan dan kebutuhan dimana Allah berjanji memenuhi kebutuhan bukan keinginan. Masalah dalam hidup muncul karena tidak dapat membedakan keduanya, keinginan dianggap sama dengan kebutuhan.
4.Do, melakukan apa yang seharusnya dilakukan bukan melakukan apa yang ingin dilakukan.
Suatu mobil mau dikeluarkan harus melalui uji ketahanan; ketangguhan 2 hari nonstop, cuaca, dll. 1:1 itu karena belum menghadapi uji ketahanan. Iblis mengatakan karena Ayub dilindungi Tuhan (ay.10). memang di dalam kitab ini sulit dipahami, Tuhan atau iblis yang memulai pergumulan ini. Tetapi uji ketahanan menunjukan kualitas iman, dalam keluarga yang diserang adalah kepala keluarga, yaitu Ayub.

Ada beberapa yang ingin ditekankan:
1:7 menunjukkan siapa sebenarnya Ayub; orang seperti Ayub juga diinjinkan untuk mengalami pencobaan. Ada beberapa ayat yang perlu ditekankan seperti 1:21, 2:10. Kita bicara Ayub tidak bicara pasal 42 akan terasa kurang. Dia mengalami pergumulan dulu baru setelah itu dia baru mengenal Allah yang sesungguhnya dari pengalamannya. Ayub mendoakan teman; merupakan titik balik dari ayub. Kalau Ayub tidak mendoakan teman apa mungkin ayub pulih karena firman Tuhan berkata bahwa ketika ayub mendoakan teman allah memulihkan ayub. Di sini ada kualitas yang mau mengampuni.

Satu bahtera keluaga tidak hanya melihat suami saja. Tapi kita melihat iman isteri. Jelas dalam ayat 5, dia hanya takut dengan anak2nya. Tapi dia tidak kuatir dengan iman isterinya. Isterinya ini dihadapan Tuhan tidak memimpin iman isterinya. Bahtera keluarga yang baik tidak bisa dibangun dari seorang ayah saja, tapi juga isteri. Ayub disini gagal.

1.Setiap keluarga harus melewati ujian.
2.Jika ayah berintegritas, belum tentu anak dan isterinya memiliki kualitas yang sama. Sesudah itu, ayat 7 dikatakan bahwa “perhaps they will curse God” dan isterinya berkata “curse God and die”.
3.Suatu keluarga harus mengenal providensi Allah dan bertanggung jawab

Tantangan sering datang dari dalam. Kita melihat ayub ditantang isteri dan ketiga sahabatnya. Tuhan Yesus, Paulus mengalami hal yang sama.
Kehidupannya diganggu oleh setan menderita sakit badani. Dalam markus 5 ada kejadian yang sama.
Masalah penderitaan; datang dari setan, karena dosa – psikosomatis – Mrk 2:1-10, dikarenakan ulah diri sendiri; gagal atau jatuh tidak mau bangkit lagi lalu kecewa dan terpuruk, atau dikarenakan proses pembentukkan dari Allah, penderitaan yang mulia seperti Ayub, Yusuf, Musa, Tuhan Yesus.

Dalam 5 kitab hikmat, Ayub adalah salah satu; hikmat dalam penderitaan. Ada 4 tiang penopang keluarga:
1.Usaha
2.Pergaulan
3.Berkeluarga
4.Iman percaya dalam kehidupan religious
Introvert mengutamakan keluarga. Ektrovert dia lebih mementingkan usaha atau karirnya.Tapi Kristen, harus tahu menempatkan diri dengan baik. Kadang tuntutan istri lebih besar dan menguasai keluarga. Seblaiknya suami dominan keluarga berantakan.

Ayub seorang:
Hatinya cerah ceria, Mata saleh beribadah, Tangannya berkarya, Anak istri hangat berkeluarga. Rejekinya limpah ruah, Hidupnya berkenan di hati Allah

Tuntutan hidup:
1.Hidup suci
2.Hidup rohani; Jati diri terpelihara
3.Hidup limpah; Ranting berbuah memberi terbaik pada allah
4.Hidup padat mengalirkan berkat kepada sesama
5.Hidup lancar berkat anugerah selalu terpelihara
6.Hidup bersaksi keluarganya jadi bukti
7.Hidup mulia jadi alat-Nya bagi kebesaran nama-Nya

Sikap Ayub:
Tidak dingin, tidak kasar, tidak jahat, tidak manja, tidak pelupa, tidak congkak dan tidak kaku, tidak menyerah, tidak lancing

Konsep hidup ayub:
1.Ayub anggap mengenal Allah lebih penting dari menuntut jawaban
2.Besyukur selalu kepada Tuhan daripada hidup besungut2
3.Ia muliakan Tuhan lebih dari hanya bertahan derita karena Tuhan. Ia aktif inisiatif memuliakan allah.

Warisan ayub:
1.bukan harta benda tapi iman.
2.Bukan perintah saja tapi teladan yang nyata.
3.Bukan mimbar tapi mesbah.
4.Bukan hutang tapi berkat
5.Bukan beban tapi sukacita
6.Bukan panjang umur tapi hidup kekal
7.Bukan kuatitas tapi kualitas
8.Bukan suatu figure mengagumkan natapi martabat citra yang menggugah

Jumat, 09 Oktober 2009

JANGAN BERDUSTA

JANGAN BERDUSTA
Keluaran 20: 16; Efesus 4:25

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Musa menerima ten commandment di gunung Sinai setelah mereka keluar dari tanah Mesir. Melalui sepuluh hukum ini umat Israel diajarkan tentang pentingnya ketaatan kepada Allah, supaya hubungan mereka dengan Allah dan sesama tetap harmonis, rukun dan menjadi berkat bagi orang lain. Berdasarkan kitab Keluaran pasal 20-31, Musa mencatat ada 3 kategori hukum Allah bagi bangsa Israel: 1) moral laws (Kel. 20:1-17); 2) civil laws (Kel. 21:1-23:33); 3) ceremonial laws (Kel. 24:12-31:18). Menurut John Calvin, hukum 2-3 tidak berlaku lagi bagi kita saat ini. Karena itu: a. yang no. 2 kaitannya dengan Israel; no. 3 sudah digenapi Kristus saat mati di kayu salib sebagai korban pengganti dosa. Tetapi hukum moral masih tetap berlaku hingga saat ini. Karena: 1) Hukum ini akan memimpin mereka menuju kepada praktik hidup yang kudus (1Ptr. 1:15); 2) Karena hukum itu menjadi standar/tolok ukur kehidupan moralitas yang benar.
10 Hukum moral ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian: pertama, perintah yang berhubungan dengan Allah dan penyembahan kepada-Nya (ay.2-11); kedua, perintah yang berhubungan dengan manusia (Kel. 20:12-17). Ke-dua bagian ini diringkas Tuhan Yesus menjadi dua hukum utama dalam Matius 22:37-39à Mengasihi Allah dengan segenab hati, segenab jiwa dan segenab kekuatanmu dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Fokus utama khotbah Minggu ini berkaitan dengan prinsip hukum yang ke-9, “Jangan Berdusta.” Mengapa Jangan Berdusta?
Pertama, karena berdusta adalah pelanggaran terhadap hukum Tuhan (Kel. 20:16). Ini adalah larangan mutlak yang bersifat kekinian. Artinya, Perintah “jangan berdusta” tidak hanya ditujukan kepada umat Israel di zaman lampau, tetapi ini juga ditujukan kepada umat percaya zaman kini. Karena itu, siapa berdusta berarti ia sedang dalam status melanggar perintah Tuhan dan itu pasti mendatangkan hukuman Tuhan. Tuhan Yesus mengajarkan, “Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat” (Mat. 5:37).
Kedua, karena hukum ini melindungi nama dan reputasi orang lain (Kel. 20:16). Kita tidak boleh membuat pernyataan palsu tentang sifat dan tindakan orang lain. Kita harus bicara benar dan jujur tentang semua orang (Im. 19:16; Yoh. 8:44; 2Kor. 12:20).

Berdusta adalah mengatakan sesuatu yang bukan kebenaran, atau setengah kebenaran. Dosa dusta ada setua adanya manusia ada dibumi. Manusia sudah berdusta sejak pertama kali Adam dan Hawa. Dosa ini selalu ada di dalam sejarah kehidupan manusia, selalu terkait dengan relasi hubungan manusia. Dosa dusta merusak segala hal, relasi hubungan suami istri (keluarga), pertemanan dan persahabatan (hubungan dengan sesama) bahkan relasi hubungan manusia dengan Allah (ibadah).
Manusia tahu tidak mungkin mendustai Tuhan tetapi manusia selalu mendustai Tuhan, baik itu dalam kejujuran dalam persembahan seperti persembahan Ananias dan Safira tidak jujur dalam memberikan persembahan sehingga mengalami kematian (kisah 5:1-11). Pelayanan yang tidak jujur (Matius7:21-23) Allah tidak mengenal pelayanan kita karena kita tidak jujur dalam melayani, pelayanan kita bukan untuk Tuhan tetapi untuk kepentingan pribadi sehingga Tuhan menolak pelayanan kita.
Kejujuran yang transparansi dalam kehidupan kita harus terus kita kejar serta diusahakan setiap saat supaya kita tidak dikejar-kejar dengan rasa bersalah atau dituduh oleh hati nurani kita karena kita berusta dalam banyak hal.

Bicara mengenai hukum ke 9 bisa dihubungkan dengan yakobus 3;1-12 tentang dosa karena lidah. Seringkali orang berpikir bahwa berdusta adalah dosa yang kecil di banding dengan berjinah, mencuri atau membunuh. Tetapi jika dusta dianggap biasa maka orang akan menjadi kebal dan kurang peka terhadap teguran Allah. Ada lagu “memang lidah tak bertulang” menyoroti betapa mudahnya orang berdusta. Namun kita sebagai orang Kristen biarlah berkata yang benar, mengatakan kebenaran yang utuh dan menguasai lidah. Barangsiapa yang tidak bersalah dalam perkataannya ia adalah seorang yang sempurna Yak 3:2


Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Kata “dusta” artinya ingkar, mungkir, bohong, atau omong kosong. Dari sana kita belajar beberapa hal:
1. Dusta itu bukan hanya tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi tidak ada dasarnya.
2. Dusta bukan hanya kata-kata tetapi juga perbuatan (cheating), lih. Bil. 23:19.
3. Dusta perbuatan = bukan hanya melakukan hal yang dilarang tetapi juga tidak melakukan hal yang diperintahkan.
4. Dusta bukan hanya diluar (yang kelihatan) tetapi juga yang didalam hati.
5. Dusta bukan hanya mendustai orang, tetapi juga dirinya sendiri dan Tuhan.

Perintah jangan berdusta di sejajarkan dengan hukum yang lain dalam kaitan relasi manusia dengan sesamanya.
Menurut Matthew Hendry, The ninth commandment concerns our own and our neighbour's good name: Thou shalt not bear false witness, Exo_20:16. This forbids,
1. Speaking falsely in any matter, lying, equivocating, and any way devising and designing to deceive our neighbour.
2. Speaking unjustly against our neighbour, to the prejudice of his reputation; and (which involves the guilty of both),
3. Bearing false witness against him, laying to his charge things that he knows not, either judicially, upon oath (by which the third commandment, and the sixth of eighth, as well as this, are broken), or extrajudicially, in common converse, slandering, backbiting, tale-bearing, aggravating what is done amiss and making it worse than it is, and any way endeavouring to raise our own reputation upon the ruin of our neighbour's.

Jadi berdusta tidak boleh dianggap dosa yang ringan, Tuhan Yesus mengutip ini dikaitkan dengan hukum yang lain Mat 19:18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
Jadi secara implisit Yesus menyatakan perintah ini menjadi sejajar dengan yang lain.. yaitu jangan membunuh-berzinah, mencuri.
Bahkan dalam Yohanes Tuhan Yesus berbicara dengan orang Yahudi dalam Yoh 8 ketika orang-orang Yahudi ingin membunuh-Nya. Iblis adalah bapak pendusta.
Orang yang berdusta dikaitkan dengan si iblis. Membela atau menyampaikan yang bukan Tuhan katakan, itu juga berdusta.

Secara umum berdusta itu adalah berbohong dan memfitnah. Dusta itu menceritakan sesuatu tentang orang lain, sikap, dan kata-katanya tetapi tidak sesuai dengan sebenarnya. Dusta itu hal yang serius dan sama beratnya dengan dosa-dosa yang lain. Akibat dosa itu mendapat hukuman Tuhan. Mis, Gehasi berdusta menggunakan nama tuannya Elisa kepada Naaman. Bahkan saat ditegur Elisa pun ia masih mengelak. Akhirnya ia terkena penyakit kusta.

1. Apa yang kamu katakan buruk tentang orang lain akan kena kapada dirimu.
2. Membicarakan kejelekan orang lain itu tidak menyelesaikan masalah tetapi menimbulkan masalah.
3. Dusta akan melahirkan dosa dusta.

Dusta tetap dusta, tidak ada hitam atau putih. Dusta ada yang disadari dan tidak disadari. Bagaimana caranya menjauhkan diri dari dusta:
1. Bersaksi untuk Tuhan
2. Perkataan kita harus baik dan membangun (Ef. 4:29)
3. Hendaklah kata-kata kita penuh kasih (Kol. 4:6)

Ini adalah perintah lama, kuno, tetapi masalah dusta adalah masalah yang sudah lama. Bahkan, hukum ini menjadi masalah yang relevan. Bagaimana kita menyikapi dusta? Ada yang mengatakan kita hidup di dunia hitam-putih (legalistic). Kedua, dilihat dulu tujuannya apakah baik atau tidak. Kalau tujuannya baik, why not (menghalalkan segala cara). Ketiga, lihat dulu situasinya, tepat atau tidak. Keempat, hal yang paling benar adalah menggabungkan semuanya itu.
Melalui hukum ke-9 ini Tuhan ingin melindungi nama atau reputasi manusia. Itu sebabnya, tidak seorang pun boleh membuat pernyataan palsu terhadap orang lain. Dalam Kolose 3:9 Paulus memerintahkan untuk menanggalkan manusia lama dan jangan saling mendustai. Ini juga menjadi problem perselisihan di dalam jemaat.

Jangan berdusta itu ada 3 hal:
1. Berkata tepat sebagaimana adanya (Mat. 5:47)
2. Bertindak bijaksana ketika menyatakan sebuah fakta.
3. Berpikir hikmat.

Hukum ini berbicara relasi antar sesama. Orang yang berdusta ini untuk mencari keuntungan diri sendiri. Misalnya, menggunakan nama orang lain. Juga, mereka mencelakakan dan merugikan orang lain. Ini ada kaitannya dengan hukum jangan membunuh, meski tidak secara langsung. Hukum ini bertujuan untuk menghargai sesama.

List kategori dusta bisa kita jabarkan dan masukan dalam beberapa kategori, misalnya:
1. Membohongi pembeli
2. Menyebarkan kabar angin
3. Memalsukan umur untuk buat SIM, daftar sekolah, buat facebook, dsb
4. Memalsukan tanda tangan orang lain (tanpa atas nama-nya)
5. Menaikan kwitansi bon pembelian barang atau bensin
6. Menitipkan absensi kehadiran kuliah atau rapat
7. Menandatangani pernyataan tidak benar
8. Membuat surat sakit, padahal tidak sakit
9. Bersikap munafik, ramah dan baik di depan, tetapi sebenarnya tidak
10. Tidak menepati janji jam kebaktian, retreat, Camp, KKR, dsb.
11. Tidak menepati janji untuk bertemu.
12. Janji telepon, tetapi tidak telepon balik.
13. Memberitahukan kepada orang lain tidak ada di rumah, padahal ada.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Tujuan : Di dalam dunia yang penuh dengan dusta ini, menjadi orang yang jujur, berani berkata sesuai dengan kebenaran tidak mudah, namun bersandar pada Tuhan, kita sanggup hidup tulus, setia dan benar.

Kita hidup di suatu dunia yang penuh dengan penipuan, kita sering kompromi. Dalam sebuah lirik lagu mengatakan “ yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan “ dalam pengadilanpun kebenaran dapat diputar balikkan. Saya pernah bertanya kepada peserta camp anak ‘ siapa yang tidak pernah berdusta atau berbohong? Tidak ada yang mengangkat tangan artinya 100% semuanya pernah berdusta. Kalau pertanyaan yang sama dilemparkan kepada kita siapa diantara kita tidak pernah berdusta atau berbohong? Setelah saya pikir tidak ada orang yang masuk sekolah berbohong maka ia baru berbohong, natur dosa itu membuat kita melakukannya . Minggu ini kita sampai pada hukum yang ke Sembilan “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.” Sekalipun jangan mengucapkan saksi dusta hanya menempati urutan ke 9 dalam 10 hukum tetapi bila berbicara mengenai keseriusannya,tidak diragukan lagi pasti menempati tempat yang utama dalam kehidupan kita. Pertanyaannya adalah, mengapa "dusta" menjadi bagian dari 10 hukum? karena lihatlah bahwa dalam kehidupan nyata, alangkah "biasa"nya dan betapa "lumrah"nya dusta itu! Salah satu dosa yang paling awal yang dilakukan oleh setiap orang sejak dini adalah dosa ini. Anak-anak tak perlu belajar dari siapa pun untuk mahir berdusta. Mengapa kita dilarang untuk berdusta?
1. Ketika Allah berkata. “Janganlah mengucapkan saksi dusta”, Dia bermaksud bahwa kita tidak akan mengucapkan sedikitpun kebohongan, tidak pernah memberikan kesan yang salah bahkan meski hanya lewat anggukan kepala.
2. Hukum ini melarang bergosip, termasuk merusak reputasi seseorang dengan berdiam diri pada saat orang tersebut menghadapi tuduhan.
3. Kehilangan kepercayaan. Ketika kita berdusta dan sesama kita mengetahuinya maka kita menjadi orang yang tidak /sulit dipercayai.
4. Kebohongan tidak dapat disembunyikan. Allah senantiasa mengetahui kalau manusia sedang berdusta.
5. Kita diminta untuk mengatakan yang sebenarnya. Di Amerika, ketika seseorang muncul di pengadilan untuk memberikan kesaksian, dia akan meletakkan tangannya di atas Alkitab untuk bersumpah bahwa ia akan bersaksi dengan benar. Dia kemudian menyatakan bahwa dia akan mengatakan "kebenaran yang seutuhnya, tidak akan mengatakan yang lain kecuali kebenaran itu sendiri, jadi tolonglah aku, ya Allah." Setiap orang yang meletakkan tangannya di atas Alkitab seperti itu berarti dihadapan umum memanggil Allah sebagai saksinya bahwa dia mengatakan kebenaran. Melakukan hal ini dan kemudian berbohong adalah masalah yang sangat serius. Perintah ini menunjuk pada pentingnya berkata benar setiap waktu. Kata-kata adalah seperti mata pisau, anda harus berhati-hati menggunakannya. Kata-kata seorang Kristen harus bisa dipercaya. Seorang Kristen harus memegang kata-kata dan janjinya. Sebuah janji adalah suatu hal yang sangat serius, dan jika kita melanggar kata-kata kita, berarti kita juga melanggar perintah ini. Jika hal itu terjadi, maka berarti kita sedang menunjukkan pada orang-orang bahwa kita tidak bisa dipercaya. Berbohong, menipu dan mencuri adalah seperti tiga bersaudara yang jahat.
6. DUSTA, menurut Allah, adalah dosa utama, pertama, karena KEBENARAN adalah utama. Sedangkan dusta? "lawan" dari kebenaran! Ia menyembunyikan kebenaran, memutar-balikkan kebenaran, memalsukan kebenaran. Menyajikan ketidak-benaran sedemikian rupa seolah-olah itulah kebenaran. "Akulah jalan, kebenaran, dan kehidupan", (Yohanes 14:6)? Sebab itu, tak ada pilihan lain, kecuali, "Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar . Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain, dan janganlah mencintai sumpah palsu.
7. mengapa Allah menggolongkan dusta sebagai salah satu dari sepuluh dosa utama?karena SESAMA MANUSIA kita itu utama. Sebab itu, titah-Nya, "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu". "Sesama" adalah utama, ketika "dusta" dibiarkan. Ketika kebenaran dipalsukan. Ketika kata-kata dibuat tak berharga. Ketika sesama menjadi "subyek" yang menindas atau "obyek" yang diperas. Mengingat semua ini, sudah pasti ketika kita berdusta tentang sesama maka itu akan menghancurkan sesama.

Aplikasinya:
1. Efesus 4:25 : Membuang dusta
2. Matius 5:37 : mengatakan yang sebenarnya
3. Bersikap Jujur karena :
a. Amsal 3:32 ; Allah bergaul erat dengan orang jujur
b. Amsal 15 :8 ; doa orang jujur berkenan bagi Allah
c. Amsal 2:7a ; Allah akan menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur

Budaya Timur dusta itu biasa. Kalau barat, dusta itu memalukan sekali, karena memegang prinsip “honesty is the best policy.” Tidak tau apa yang benar atau ada unsur kesengajaan. Mengatakan tidak benar ditujukan kepada orang lain, pasti motifnya tidak benar, menjatuhkan orang lain. Aplikasi terhadap diri golongan pemimpin rohani: ini tidak boleh ditawar. Kalau bohong maka integritasnya pasti diragukan. Masalahnya: apakah kita berani untuk mengatakan kebenaran di budaya seperti ini. Kalau seseorang salah tegur tetapi dengan cara yang sopan. Keberanian untuk mengatakan kebenaran harus ada …, seringkali takut karena ada resiko. Seseorang yang berani mengatakan kebenaran harus berani di-recheck.

Alkitab tidak menutup-nutupi tokoh yang melakukan dusta, misal Kain, Abraham, Yakub, Ananias dan Safira.

Sharing pengalaman. Punya prinsip, “tidak bisa mentolerir kebohongan.” Ada kebohongan yang tidak bisa ditolerir, karena jahat. Jangan masuk dalam tiga golongan: SBY, Tuti, Berti. Bagaimana caranya: dekat dengan Tuhan; taati perintah Tuhan, berani melawan keinginan bohong, toleransi terhadap bohong, siap menanggung resiko untuk hidup jujur, katakan ya jika ya, tidak jika tidak.

Hukuman awal ketika bersdusata adalah rasa bersalah, dan itu adalah hukuman Allah. Tidak setuju dengan bohong putih.

Ekspresi dusta adalah tentang ketidakjujuran dan ketidak benaran. Karena dua motif: kelicikan dan kesombongan. Dusta itu sudah membudaya, misal KKR ditulis di brosur jam berapa, tetapi mulai berbeda dengan jam yang tertera di brosur. Iblis adalah bapa dari segala dusta. Orang yang berdusta seolah-olah diposisikan dalam posisi kemenangan tetapi kita lihat akan diakhiri dengan kehancuran. Yang harus kita lakukan: mencerminkan karakter Tuhan.

Dekalog ini mengtur bagaimana umat Tuhan hidup di hadapan Tuhan. Berkaitan dengan etika hidup orang Kristen. “Doing Right”: berkata benar, berpikir benar. Kalau kita mendustai itu adalah pembunuhan karakter. Orangnya masih hidup tapi karakternya mati.

Berdusta atau bohong bersumber dari hati manusia yang jahat. Ingin merusak hubungan antar sesama. Motifnya adalah kesombongan. Berdusta juga kerena egois, ingin mencelakakan sesamanya. Orang bohong adalah orang yang berpura-pura, tidak takut Tuhan.

Dua bagian: eksegese kata, “jangan mengucapkan saksi dusta.” Kel menggunakan kata Sheker. Ul menggunakan kata Sau = kosong, tak bermakna.
1. Dusta itu adalah kebiasaan sejak dari kecil.
2. Dusta sebagai mantra demi kesuksesan, misal plagiat.
3. Dusta sebagai jalan mudah untuk dapat apa yang ia mau. Bermain di daerah abu-abu. Abraham pernah bohong, dan diikuti oleh Ishak. Waktu Abraham bohong Ishak belum lahir dan Sara sudah mati. Ketika Ishak melahirkan Yakub, dan Yakub bohong kepada Ishak. Yusuf membohongi Yakub, demikian seterusnya.
4. Dusta sebagai pertahanan hidup, demi pembenaran, “saksi dusta.”
5. Dalam dunia psikologi ada istilah “defence mechanism.”
6. Dusta sebagai alasan untuk tujuan tertentu. Dusta “demi”. Sudah direncanakan. Berita bohong yang didengungkan terus-menerus, sehingga orang mempercayainya.
7. Dusta dipandang dari psikologi, orang dusta termasuk orang rendah diri.

Amsal 12:22, “Orang dusta, bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan.” Mat 5:37, “jika ya, ya; jika tidak, tidak. Lebih dari itu berasal dari si jahat.”

Francis Schaeffer, “kebenaran yang benar.” Ia menekankan kebenaran yang hakiki. Berarti ada kebenaran yang tidak benar. Kebenaran yang benar itu adalah kebenaran yang objektif, tidak berubah. Yaitu fiman Tuhan.

Konteks: bicara di pengadilan. Bersaksi tapi dusta. Dusta yang tertinggi adalah di pengadilan. Ini adalah konteks yang ultima.
Setiap dusta pasti suatu pengkhianatan. Kalau terkait dengan orang lain, pasti menghianati kepada orang lain. Itu yang dialami oleh Yesus, ketika Petrus mengkhianatan dia.

Tulus: motifasi murni. Jujur: tidak banyak alasan yang dibuat. Terbuka: semua dibuka. Orang jujur belum tentu tulus. Orang jujur belum tentu terbuka. Orang tulus ada tidak jujur. Orang terbuka belum tentu jujur dan tulus. Self reflection di hadapan Tuhan, karena dusta banyak dimensi.

Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Kalau ini kita lakukan, apa dampaknya. Lebih baik atau lebih buruk. Oleh sebab itu harus dimulai dari kasih.
Keluaran dikatakan “jangan bersaksi dusta”. Mempertahankan kebenaran ditengah relasi di antara sesama. Kasih menjadi dasar. Kalau semua kita lakukan tanpa kasih, tidak ada gunanya.

Mungkinkah orang tidak berdusta? Secara definitif (definisi kamus): dusta bukan hanya menyembunyikan kebenaran, salah bicara juga adalah termasuk dusta. Lima alasan salah bicara: salah menafsirkan yang dia dengar; dia tidak tau bagaimana dia harus bicara; tidak bisa mengontrol lidah sebagai alat bicara; karena bicara adalah kenikmatan (makin banyak bicara makin banyak salah); karena hati tidak ikut bicara.
Betul-betul benar, tidak kelihatan salahnya. Kita paling punya keahlian untuk menutupi dusta kita. Ada orang yang pintar berkata-kata: dari dusta menjadi tidak dusta. Harus ada ketulusan hati penting sekali; juga harus ada ketersediaan untuk rugi; harus ada kepercayaan yang kuat kepada Tuhan.
Bagaimana supaya tidak berdusta: hidup dekat dengan Tuhan; komitmen yang sungguh terhadap Tuhan; dan hidup berintegritas (berani berkata sebagaimana seharusnya kita katakan).

Ayat-ayat pembanding: ”Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat” (Amsal 10:32). ”Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan” (Amsal 11:9).
Socrates berdialog dengan muridnya (dialog meno). Murid bertanya, “Ada berapa macam orang di dunia ini?” Sócrates menjawab , ”……. Ada orang yang tahu apa yang diketahuinya. Ada orang yang tahu apa yang tidak diketahuinya. Ada orang yang tidak tahu, apa yang diketahuinya. Ada orang yang tidak tahu, apa yang tidak diketahuinya .....”
Murid, ”Sebaiknya menjadi orang yang bagaimana?” Maka, dijawab, ”Jadilah orang yang tahu apa yang diketahui, dan tahu apa yang tidak diketahui”.
1. Narcisistik tidaklah sama dengan integritas, orang yang cinta diri adalah orang yang mengutamakan dirinya di atas segalanya, kadang kala bahkan ia harus berbohong meski terhadap dirinya. Ketika melihat kenyataan dalam dirinya tidaklah sama dengan keinginan hati, ia akan berbohong dengan alasan ”logis” agar dirinya lebih diterima. Sebagian besar konsep dirinya dibangun di atas kebohongan, ia tidak pernah menjadi dirinya yang sebenarnya.
2. Integritas adalah seimbang antara konsep diri dan realitas. Ia dapat menerima kekurangan dirinya, bahkan kegagalan dan kepahitan hidup namun ia mampu melihat ke depan bagaimana maksud dan rencana Allah atas semuanya itu. Pengertian integritas dibangun dari uraian kata dalam kitab Amsal, dimana kata ”tam” atau ”yassar” = lurus, untuk menjelaskan tentang orang benar, orang yang memiliki integritas.

Hidup yang real otentik itu tidak mudah. Kita sering hidup antara ya dan tidak, in between. Misalnya di dunia timur: awal dikasih, akhir dikasih, tengah tidak dikasih. Dipersilahkan orang menafsirkan sendiri.

100 persen pembohong? Yg penting bukan hanya mengerti teori tetapi mempraktekkan teori itu. “tentara tidak bosan dengan perang” dalam dagang kita bisa terjebak dalam kebohongan. Kebohongan yang diungkapkan 100X menjadi kebenaran yang bisa diterima, ini dipakai oleh orang komunis. Dalam dunia orang yang paling menuntut kebenaran adalah orang pembohong. Kebohongan sangat merugikan diri sendiri, kapan, kepada siapa dia berbohong, shg dia hidup dalam kebohongan. Tindakan kebohongan biasanya ditutupi dengan kebohongan-kebohongan yang lain, pembohong adalah anak iblis, (Yoh.8:44) jika kita berbohong kita adalah keturunan si jahat, Fil 2 ditengah dunia yang bengkok dan terbalik ini kit aharus menjadi anak Tuhan yang baik, tiada aib, noda dan cela, dala kehidupan, kenyataan dan pelayanan. Istilah tiada aib=transpran, spt berlian clearnees, yg bening, transparan yang bening murni. Bisakah kita hidup transparant? Tidak bernoda=jujur tidak ada kepalsuan, spt kebudayaan jaman dulu ketika mengukir patung marmer dan malam, jika ada patung yang cacat didempul dengan malam, tetapi kelamaan akan kelihatan karen kadar kekerasannya beda. Tiada noda artinya tidak ada dempulan. Tiada cela;tidak ada yang bercela spt Yusuf, Daniel, Yesus. Kebohongan Rahab, bagaimana dengan kasus ini? Apakah dia salah? Pada zaman Nazi? Beberapa orang tidak mengatakan benar demi tidak terjadi pembunuhan.

Kebenaran itu harus diuji dengan tiga hal:
1.Corespondent theory: dibuktikan, dinyatakan.
2 Coheren Theory: Tahan uji. Oleh tempat dan waktu. Benar di sini, benar di sana. Kebenaran itu eksis untuk selamanya.
3. Theory harus dipraktekkan

Jumat, 02 Oktober 2009

MAKNA PERJAMUAN KUDUS

MAKNA PERJAMUAN KUDUS
I Korintus 11:23-34
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Makna Perjamuan Kudus I Kor 11:23-34
Judul perikop ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam perjamuan malam. Apa salahnya? Ternyata pada gereja mula2, ada yang berbeda yaitu sebelum perjamuan kudus, dimulai dulu dengan makan makanan yang dibawa masing2.
Dengan kondisi orang yang berbeda-beda status ekonominya, ada yang kaya ada yang miskin. Maka timbul masalah, seperti ada pamer status, saya makanan banyak, mewah. Kamu sedikit, biasa-biasa saja. Hal ini menimbulkan saling prasangka, kecemburuan, iri hati dan ujungnya perpecahan. Maka Paulus menegur hal tersebut. Berdasar konteksnya apa yang kita bisa belajar dari hal perjamuan kudus ini ? Lebih luas lagi bagaimana dalam menghadapi setiap persoalan ?
1.Persoalan perpecahan menjadi kesempatan untuk bisa tahan uji/tidak
Paulus menempatkan persoalan sebagai persoalan bahkan memandang dengan kacamata positif. Setiap persoalan bisa dilihat dari dua sisi. Baik/buruk. Dilihat dari buruk, maka buruklah masalah itu. Dilihat dengan kacamata kebaikan, maka baiklah segala persoalan itu. Ada persoalan dalam kehidupan jemaat Korintus. Tetapi indah bagi Paulus justru menjadikannya kesempatan utk menguji, makin maju atau rubuh.
Siapa menjamin hidup tidak ada persoalan? Hidup ini ada persoalan, tantangan, kesulitan. Persoalannya bagaimana kita menilai, menghadapi bahkan mengatasinya.
2.Perjamuan Kudus sebagai peringatan
Paulus mengatakan dalam ayat 23-26 dua kali disebut menjadi peringatan. Peringatan apa? Kematian Tuhan Yesus. Roti mengingat tubuh Tuhan Yesus, anggur mengingatkan darah Tuhan Yesus. Peringatan, menjadi ingat-ingatan, jangan lupa. Kita bisa lupa, sering lupa dan tatkala lupa maka kita bisa makin jauh, bisa tawar hati, bisa putus asa, bahkan bisa tenggelam dalam hidup ini. Jadi setiap kali kita makan roti minum anggur, supaya kita bisa segera bangkit, bangun kembali dalam ikut dan iring Tuhan. Lagu jangan lupa Getsemani, jangan lupa sengsara-Nya, jangan lupa cinta Tuhan, pimpin ke Kalvari. Sebaliknya ada lagu yang positif: ingat akan nama Yesus, kamu yang menanggung berat. Mari kita jangan lupa tetapi selalu ingat.
3.Perjamuan Kudus sebagai pemberitaan
Paulus mengatakan: memecahkan, inilah tubuh, cawan, minum, apa? Mengandung pemberitaan, baik internal maupun eksternal. Paulus berulang kali berkata, sebab Injil yang kami beritakan… Pentingnya pemberitaan. Apalagi berita yang menyelamatkan

Perjamuan Kudus, Perjamuan Paskah, atau Sakramen Ekaristi adalah salah satu sakramen yang dikenal di dalam Gereja Kristen. Istilah ekaristi yang berasal dari bahasa Yunani ευχαριστω, yang berarti berterima kasih atau bergembira, lebih sering digunakan oleh gereja Katolik, Anglikan, Ortodoks Timur, dan Lutheran, sedangkan istilah Perjamuan Kudus digunakan oleh gereja Protestan. Perjamuan Kudus didasari pada makan malam terakhir Yesus dengan murid-muridnya pada malam sebelum ia ditangkap dan disalibkan (Mat. 26:26-29; Mrk. 14:22-25; Luk 22:14-20; 1Kor. 11:23-26). Paham Gereja Protestas tentang Perjamuan Kudus tidak sama dengan “missa atau eukaristi” dalam gereja roma Katolik, missa sama dengan pengulangan pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Hal ini bertentangan dengan ajaran Alkitab bahwa pengorbanan Kristus hanya satu kali dan berlaku untuk selamanya (Ibr. 10:12-14). Perjamuan kudus merupakan ketetapan Kristus untuk dilakukan, maka sakramen itu pasti memiliki tujuan dan manfaat serta maknanya. Apakah makna perjamuan kudus bagi orang Kristen?

1Perjamuan kudus mengingatkan kita akan kesengsaraan dan kematian Kristus (1Kor. 11:24-25; Luk. 22:19). Pada umumnya orang Kristen percaya bahwa mereka diperintahkan Yesus untuk mengulangi peristiwa perjamuan ini untuk memperingati-Nya ("... perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" (1Kor. 11:24, 25). Namun berbagai aliran Gereja Kristen memberikan pengertian yang berbeda-beda pula terhadap sakramen ini. Gereja Katolik Roma menekankan arti perjamuan kudus sebagai sarana keselamatan bagi umat. Gereja-gereja Protestan umumnya lebih menekankan perjamuan sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia. Menurut ayat 24-25à Makna perjamuan kudus adalah untuk mengenang dan memperingati kesengsaraan dean kematian Yesus Kristus di kayu salib. Istilah “Peringatan” (BIS. Untuk mengenang); (KJV. Remembrance); (Yun. ανάμνησις/anamnēsis)à recollection: remembrance (again). Karena itu, ketika kita makan roti dan minum anggur, kita ingat akan tubuh Kristus yang dipecahkan dan darah Yesus yang tercurah di kayu salib untuk menebus manusia berdosa. Jadi, beda dengan Roma Katolik byang menganggap roti dan anggur itu benar-benar tubuh dan darah Yesus. Bagi kita, roti dan anggur hanya simbol tubuh dan darah Yesus. Menurut John Calvin, perjamuan kudus bersifat meneguhkan iman dan memateraikan kasih Kristus dan janji Allah bagi orang percaya. Sedangkan menurut Zwingli, PK bertujuan mengenang pengorbanan dan kesengsaraan Kristus. Mengapa? Karena manusia sering kali lupa akan jasa, cinta kasih dan pengorbanan Tuhan.
2Perjamuan kudus mengingatkan kita untuk memberitakan Injil (1Kor. 11:26). Ayat 26 berkata, “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” Istilah “Memberitakan” (KJV. Show the Lord’s death); (Yun. Καταγγέλλω/ kataggellō)à to proclaim, declare, preach, shew, speak of, teach. Artinya, setiap kali kita mengikuti perjamuan kudus, kita diingatkan tugas Amanat Agung, yakni memberitakan kematian Kristus, kebangkitan dan kenaikan Kristus ke surga menyediakan tempat bagi setiap orang percaya kepada-Nya.
3Perjamuan kudus melambangkan persatuan kita dengan Kristus dan sesama (Mat. 26:26-29; Luk. 22:19-20; 1Kor. 1:11; 3:1-3; 11:18-21, 23-26, 33). Paulus melalui PK hendak mengingatkan jemaat di Korintus yang mengalami perpecahan untuk bersatu padu dalam Kristus (1Kor. 11:18-21). Jadi, sakramen perjamuan kudus bermakna sebagai persatuan atau persekutuan antara orang percaya dengan Allah dan sesama. Lewat perjamuan kudus, kita kembali diingatkan bahwa kita adalah satu tubuh dalam Kristus. Kita makan dari roti yang sama dan minum anggur yang sama; kita semua ditebus dan diselamatkan oleh darah yang sama, darah Kristus (1Ptr. 1:18-19). Kristus sebagai kepala gereja dan kita adalah anggota-anggota tubuh-Nya.

Di dalam pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh jemaat ternyata ada yang melakukan kesalahan mendatangkan keburukan. Hal ini terjadi karena di dalam jemaat telah terjadi perpecahan, relasi diantara jemaat muncul perselisihan sehingga pertemuan-pertemuan yang dilakukan bukan untuk membangun jemaat atau untuk pekerjaan Allah.
Ada indikasi yang kuat kalau jemaat di Korintus dalam melakukan perjamuan tidak seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, mereka makan perjamuan untuk tujuan yang berbeda bukan untuk mengenang akan karya Yesus. Mereka makan dan minum dalam pertemuan jemaat bukan sebagai peringatan akan kematian Yesus, tetapi ada unsur persaingan diantara mereka.
Paulus meneruskan ajaran perjamuan kudus seperti yang telah di terimanya dari Yesus bahwa makna perjamuan adalah untuk kekudusan dan kesucian dalam pertemuan jemaat.
Kesiapan hati dan diri menjadi hal yang sangat penting untuk menerima perjamuan ini, tidak bisa dengan sikap sembarangan atau dalam keadaan berdosa. Sebab ada konsekwensi yang akan diterima, jika kita dalam kekudusan Tuhan maka Tuhan akan berkati demikian juga sebaliknya jika kita dalam keadaan berdosa maka kutuk yang di dapatkan. Perjamuan kudus adalah hubungan yang sangat personal antara kita dengan Tuhan, oleh karena itu hal ini harus dijaga dengan kesucian.

Perjamuan Kudus dimulai oleh Tuhan Yesus saat-saat terakhir dalam pelayanan-Nya. Perjamuan ini untuk mengingatkan moment penting yang akan mereka hadapi yaitu karya Allah di kayu salib. Makna perjamuan Kudus adalah “mengingat” penderitaan Kristus dan “memberitakan” karya Kristus. Bagi setiap orang yang menerima perjamuan kudus harus mengakui Kristus adalah Tuhan dalam hidupnya dan mau mewartakan Kristus yang telah menyelamatkannya. Itulah sebabnya perjamuan kudus tidak boleh dilaksanakan dengan sembarangan harus ada persiapan hati dan kesungguhan agar mendatangkan berkat bukan kutuk

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Melalui perjamuan Kudus, akan memperbaharui iman, pengharapan dan kasih. Sangat penting bagi orang percaya karena dalam Perjamuan Kudus ini:
1Perjamuan kudus harus dihormati oleh setiap orang percaya: sikap yang serius menjelang menghampiri meja Tuhan à Yesus Kristus telah menyerahkan nyawaNya bagi kita. à diminta untuk mengadakan introspeksi ke dalam jiwa, karena jiwa manusia terus bergerak dan rentan dipengaruhi oleh dunia ini. Perjamuan kudus menjagai kita di dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus.
2Moment yang terbaik untuk memperbaiki / memulihkan hubungan kita dengan Kristus. Karena manusia sering dipengaruhi oleh hal-hal jahat diluar dirinya. IYoh 1:9. Perjamuan Kudus mengiring kita untuk tidak keluar dari kebenaran, dan kehendak Tuhan.
3Perjamuan Kudus harus diikuti sikap yang peduli terhadap sesama. Tidak menganggap lebih baik dari orang lain, sombong, dosa itu menjauhkan kita dari orang lain. Tetapi melalui perjamuan kudus semakin mendekatkan satu dengan yang lain. (jemaat Korintus sebelum Perjamuan Kudus, mereka mengadakan jamuan kasih lebih dahulu. Baru memasuki perjamuan Kudus) dalam pertumbuhan iman kita perlu persekutuan yang baik dengan orang lain. Saling memperhatikan satu dengan yang lain.
Perjamuan Kudus, adalah sebuah pesta kemenangan (sensuramorum) kalau kita sungguh menjalani dengan kesadaran akan merupakan kemenangan. Sebuah hidup baru, tekad baru dan komitment baru. Sebuah langkah hidup baru. Perjamuan Kudus suatu persekutuan yang dalam dengan Tuhan. Kita tahu dosa terkadang kita tidak menganggap kegentingan untuk menyelesaikannya. Maka apabila kita melakukan penyelesaian dosa dengan serius, maka makna perjamuan itu menjadi sangat hidup.

Ada satu hal yang perlu ditambahkan, karena melalui perjamuan Kudus, ada makna yang penting, untuk melihat ke Tuhanan Yesus Kristus. pada moment itu Yesus menyatukan 3 hal à Yang lama, sekarang dan yang akan datang. In holly comunion à Tuhan Yesus adalah Tuhan bagi semua orang yang mengakui Dia Tuhan.
Apa maknanya perjamuan Kudus tanpa mempersatukan jemaat baik dengan Tuhan maupun dengan sesama anggota Tubuh Kristus. keutuhan gereja sebagai tubuh Kristus.
Ayat 28 à menguji. Examine himself. Ulangan. Ujian.
Ayat 29 àDescer. hati dan pikirannya siap. Hati, pikiran dan perasaan. Harus mengakui dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Ekasristi berarti berterima kasih dan bergembira. Apakah kita harus meratap atau sebaliknya kita bersukacita? Maka perjamuan Kudus merupakan sebuah pengucapan syukur atas anugerah yang memungkinkan kita untuk menghampiri meja Tuhan (table of grace)

Jemaat ini bukan latar belakang Yahudi, maka mereka tidak memahaminya. Yang lama adalah paskah ketika pergi dari Mesir. Ingat bagaimana Tuhan membebaskan mereka. Maka perjamuan Kudus adalah Perjanjian Baru dalam Kristus paskah yang lama adalah melalui korban hewan tapi Perjanjian Baru tubuh Kristus yang menjadi persembahkan. Maka perjamuan Kudus merupakan hal yang sangat kursial dalam konsep gereja.
1transubstansiasi, dicetuskan oleh gereja Roma – ada perubahan atau transformasi, yakni roti bertransformasi menjadi tubuh Kristus secara harafiah demikian pula halnya dengan anggur bertransformasi menjadi darah Kristus. Kristus hadir secara fisik. Penekanan terletak pada: ”Inilah tubuh-Ku.”
2consubtansiasi yang dicetuskan oleh Luther; roti dan anggur tetaplah roti dan anggur tetapi hadirat Kristus itu nyata, melingkupi roti dan anggur. Jadi ketika kita menikmati roti, kita juga menikmati tubuh Kristus demikian pula ketika kita menikmati anggur, kita menikmati anggur dan darah Kristus.
3Zwingli melihat perjamuan kudus itu sebagai suatu tanda. Perjamuan kudus itu untuk mengenang kematian Kristus dan kasih Kristus melalui tubuh-Nya dipecah-pecahkan dan darah-Nya tercurah. Penekanannya terletak pada: ”...sebagai peringatan akan Aku.”
4Calvin menyatakan roti itu tetaplah roti dan anggur itu tetaplah anggur tetapi perjamuan kudus itu bukan semata-mata hanya mengenang Kristus. Tidak! Perjamuan kudus merupakan sarana anugerah dimana Kristus hadir secara rohani di dalam karya Roh Kudus sehingga dengan pengertian kebenaran dan iman maka Roh Kudus bekerja sedemikian rupa membawa kita lebih dekat pada Kristus dan masuk dalam hadirat Kristus bahkan lebih dekat ketika kita mendengar kebenaran Firman Tuhan.

Perjamuan kudus mengingatkan akan penebusan Kristus, agar mereka mereka menghormati perjamuan kudus. Sedangkan orang Korintus tidak mengerti itu.
Perjamuan kudus adalah berkat Tuhan dan berkat Tuhan itu kudus, maka yang menerima juga harus kudus.
Perjamuan Kudus mengingatkan karya Kritus dimasa lalu dan di nikmati hari ini, dan nanti bertemu di meja perjamuan dengan Tuhan
Perjamuan Tuhan adalah anugerah Tuhan yang harus di nikmati dan di hormati

1Merupakan sakramen yang berarti hal yang sangat sakral. Maka sangat ditekankan tentang akibat dari kesembarangan terhadap perjamuan Kudus.
2Perlu Sikap: persiapan hati. Jangan hanya rutinitas. Waktu makan dan minum itu bukan asal2an. Jangan sampai tanpa menguji diri, perlu mengenang akan penderitaan Kristus. Supaya lebih bersyukur dan lebih ditingkatkan kasih kepada Tuhan. Moment dimana kita sungguh-sungguh memperbaiki hubungan dengan Tuhan, mengakui dosa dan membuat komitment untuk lebih mengasihi Tuhan.
Disamping menjelaskan makna Perjamuan Kudus. Kita harus menguji diri. Hal ini sangat penting karena perjamuan Kudus yang merupakan hubungan pribadi dengan Tuhan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan diseputar Perjamuan Kudus:
1Tubuh Kristus à diserahkan untuk menebus dosa
2Cawan Perjanjian baru à mengingat akan pengorbanan Kristus.
3Mengenang korban Kristus yang akan mendorong dan memberikan kemampuan untuk memberitakan kematian dan tentang Kristus sampai Ia datang.
4Menguji diri berdasarkan firman Tuhan.
5Menyadari akibat perjamuan Kudus:
-Minum dengan cara yang tidak layak berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
-Mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri.
-Lemah dan sakit bahkan meninggal
-Minum dengan cara yang layak menghindarkan kita dari hukuman.
6Mengenai sakit penyakit, Yesaya 53 menuliskan bahwa sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya. Dan melalui bilur2nya kita disembuhkan. Sebuah iman akan keselamatan dan pemulihan dalam persekutuan perjamun Kudus.

1Mengingat akan kematian Kristus yang telah menebus dosa-dosa kita. Menghargai kematian itu dengan tidak lagi hidup dalam dosa.
2Mengingatkan persekutuan dengan Tuhan dan sesama orang percaya, pada waktu kita makan roti dan minum anggur. Melambangkan bahwa Tuhan itu beserta dengan kita, tubuh dan darah Tuhan bersatu dengan kita. Maka kita ingat Tuhan beserta dengan kita dan saudara2 yang lain yang brsama dengan kita.
3Mengingat atau menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali. Diingatkan bahwa hidup kita sementara Tuhan akan menjemput kita. à Bandingkan dengan Yoh 14:1-4.
Teguran dari Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Pada zaman itu ada kebiasaan rutin yg dilakukan oleh kelompok2 itu yg disebut “Eranos”, membawa sendiri2. Kebiasaan ini juga biasa dalam jemaat mula2 yg disebut “Perjamuan Agape” tetapi terjadi masalah karena ada yang bawa dan ada yang tidak bawa. Akhirnya seni berbagi dalam komunitas Kristen itu menjadi hilang. Sebenarnya dalam perjamuan Kudus itu mengingatkan kita untuk saling berbagi.
-Sebuah peringatan akan kematian Kristus. Bagi seseorang yang mengambil dengan iman dan kasih maka bukan hanya mengenang tetapi satu hubungan pribadi dengan Kristus. Maka bagi orang yang tidak tahu, maka tidak akan memberikan makna apa2 dalam perjamuan Kudus. Relasi pribadi sekaligus mengenang kematian bagi orang berdosa. Merupakan new covenant, perjanjian baru, dulu darah binatang, tetapi sekarang darah Kristus yang menjadi lambang penebusan.
Makna masa lalu. Anamesisà kematian kristus bagi orang percaya
Persekutuan dengan Kristus dan keikutsertaan dalam kematian dan persekutuan dengan anggota lain dari tubuh Kristus.
Merupakan jaminan akan kerajaan Allah dan perjamuan mesiss akan masa depan dan orang percaya bersama Kristus pada masa yang akan datang. merupakan Matius 8:11 ; 22:1-14

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Dulu PK bukan di hari Minggu, tetapi Jumat atau Rabu. Waktu Yesus dikhianati dilakukan Kamis malam. Eucharisti bersandarkan sesuatu yang berdasarkan sejarah yang terus diperingati sepanjang zaman, untuk memperlengkapi diri kita sebagai orang beriman yang baik mengarah kepada hari yang akan datang yaitu pernikahan Anak Domba Allah di Surga.

PK membawa kita menyatukan masa dulu, sekarang dan akan datang, membawa kita pada konsep kekekalan. Kita mengakui Sakramen Baptisan dan PK.

PK adalah pemantapan supaya kita bergairah baginya, 7 point:

1. Fakta
Pada hari ini Yesus dikhianati. Yesus dijual. Ada sesuatu yang bernilai telah dipasarkan dengan sebuah harga. Bagi Yudas harga Yesus hanya seharga budak. Bagi kita Yesus is priceless, pengorbanan tiada banding, tiada tara. Ini membuat Musa dan Paulus memilih Yesus. Bagaimana dengan kita?

2. Nyata
Ia mengambil roti dan dipecahkan-Nya. Inilah tubuh-Ku dan darah-Ku. Sesuatu yang bisa dilihat dengan dampak yang nyata. Dalam penyataan ini, Yesus yang dipecah, dihancurkan supaya kita bisa diangkat dan menjadi utuh.

3. Sabda
Ada konsep beda tentang makna kehadiran Kristus. Roma Katolik menyatakan setelah diberkati dalam Misa maka roti anggur sudah berubah jadi darah daging Kristus. Kalo anggur tumpah ke lantai bagaimana angkatnya? Jadi di mereka tidak ada pembagian anggur. Kita meyakini ini adalah simbol, menjadi Firman yang nyata di tengah kita seperti Kristus yang real hadir di tengah umat-Nya.
Di masa PL ada tiang awan dan tiang api, Tuhan memimpin mereka melaluinya. Kehadiran Tuhan melalui simbul awan dan api. Yesus menyatakan inilah tubuh dan darah-Ku, maka firman menjadi sabda yang bergairah bagi kita. PK mengisi kevakuman antara kita dan Kristus yang akan datang ke dua kali.

4. Makna
Makanlah dan ambillah untuk memperingati daku. Bagi orang yang sudah terlalu jauh dari Tuhan dapat diingatkan.
Ingat sabda-Nya, merindukan anugerah-Nya, menghayati kasih-Nya, memahaminya isi hati-Nya, merenungkan kemurahan-Nya, menantikan kedatangan-Nya, melayakkan diri di hadirat-Nya.

Menyatakan kasih Yesus panjang tinggi dan dalam. PK ga bisa sendirian, harus dengan komunitas supaya menghayati bersama. Kristus ada kuasa, pengaruh, content pada diri kita hari ini. PK tidak bisa dilakukan sembarangan, harus persiapkan diri serius.
Yesus pernah menumpahkan darah berkorban di Kalvari.

Apa ingat wajah orang tuamu? PK bisa mengingatkan kita akan Tuhan dan firman-Nya.

Menghayati kasih Kristus. Apa hati kita hancur? Darah ditumpahkan spt apa? Bisa tidak kita rasakan? Hati Yesus hancur.

Atonement terjadi, dibenarkan, diselamatkan, dilahirkan kembali dan sanctification menjadi penting. Jikalau tidak mawas diri jangan makan krn bisa lemah, sakit atau mati krn menyentuh kesucian Tuhan.

Mengangkat cawan artinya memashurkan nama-Nya. Umat perlu menjadi orang yang meneruskan pemberitaan. Kami betul milik Tuhan dan Tuhan milik kami, siapa diantara kalian yang belum dapat bagian? Berarti masih ada orang di luar tembok gereja yang belum dapat. Jangan lupa ada orang belum dapat kebagian. Ini adalah amanat Kristus yang perlu diangkat.

Tidak ada orang boleh berkata: kita berkorban terlalu banyak bagi Tuhan. Melalui PK selalu ada urapan baru dari Tuhan. Dari diri kita tidak ada guilty feeling yang Cuma minta ampun saja, tetapi mau melaksanakan kehendak Tuhan dengan sempurna.
5. Kuasa
Pembenahan diri, peningkatan diri dan penyempurnaan hasrat.

6. Gaya
Pola tata cara kehidupan kita berubah di dalam seluruh dimensinya: keluarga, berdagang, bergereja

7. Gairah
Semangat tidak akan pudar, mezbahnya selalu menyala.

Ayat 26: sampai ia datang. Ada kerinduan atas Sang Anak domba. PK membentengi kita spy jaga diri, jaga iman, jaga tingkah laku. Jangan PK lewat tapi hidupnya masih berdosa terus. Kuasa-Nya mentransformasi kita kembali untuk menjadi manusia baru. PK bukan hanya kekinian tapi masa yad juga.

Mengenang, juga memperingati, peringatan dalam kaitan peringatan sebagai rambu bahwa Yesus akan segera kembali. Yesus sudah dekat sekali.
Gempa bumi, kelaparan, kemiskinan, peperangan dan bidat.
Peringatan untuk hidup kudus. Dunia bukan tempat pariwisata tetapi medan peperangan. Ku ada 3 musuh.

4 hal:
1For Historical Action. Tidak mengucap syukur dan tidak memecahkan roti adalah kesalahan.
2The Beloved. Besok ada orang baru, bagi mereka tentu sangat bermakna karena pertama kali.
3The preparation. Penting sekali sensura morum. Kita harus mereview diri. Firman Tuhan dari umum menjadi jawaban, menjadi keindahan, menjadi pegangan
4The Blessing. Setelah Perjamuan diutus ke dunia.

Ayat 26: setiap kali makan roti maka kamu memberitakan kematian Tuhan. Memberitakan Kristus melalui perbuatan. Unsur pekabaran Injil melalui Action dan bukan proklamasi saja. Intinya bersaksi terus sampai Tuhan datang.

3 point:
1Ada karya Tuhan dalam hidup manusia. Di dunia ada 7 keajaiban dunia. Tapi di sini ada keajaiban surga. Roh memiliki tubuh dan darah, kok Tuhan mati. Ini tidak bisa kita bayangkan tapi nyata. Tidak hanya mengenal secara teori tapi suatu pengalaman real.
2Ada kemurahan Tuhan dalam hidup manusia. Ada Perjanjian Baru. Ini dikontraskan dengan PL yang dibawa Musa. Pl adalah hukum spy mns tertata dengan baik, ternyata hukum tidak bisa dipenuhi. Manusia tidak berdaya melaksanakan hukum, hanya Kristus yang bisa mengatasi segala dosa. Pk adalah kasih karunia bagi seluruh umat manusia. Waktu Pk dilakukan ada murid yang meinggalkan Kristus, jadi PK melampaui keterbatasan manusia.
3Ada perubahan dalam hidup manusia. Menjadi peringatan akan Daku. Perdebatan crusial adalah antara Agustinus vs Zwingly. Agustinus: didalam roti dan anggur ada tubuh dan darah Tuhan. Paulus menyatakan: kalau kamu tidak persiapkandiri bisa sakit, lemah bahkan meninggal. Kalau tidak mengakui maka ada penghukuman Tuhan. Apakah kita hanya jelaskan ini hanya peringatan saja atau sebenarnya ada kuasa mistis di dalamnya? Sebenarnya jika kita sudah makan dan minum tapi jika tidak ada perubahan maka tidak ada nilainya sama sekali.

Membahas 2 kata: Eucharisti dan Communi
Ucharistia dari eu dan karis. Baik dan anugerah. Ini diterjemahkan dalam septuaginta artinya pengucapan syukur. Yesus given thanks
Koinonia dipaklai 1 Kor 10:16, diapakai dalam konteks yang sama. Persekutuan dengan darah Kritus.
Studi kata tentang Perjamuan Kudus.

Dikenal 2 kata yakni: Ekaristi dan Kommuni, yang memiliki asal usul sbb:

1eucharistía (εὐχαριστία) = eú- "good, well" + cháris "favor, grace".
Eucharistéō (εὐχαριστῶ) adalah kata yang selalu dipakai dengan arti “mengucap syukur” dalam Septuaginta dan Perjanjian Baru. Kata ini banyak dipakai dalam kaitan dengan Perjamuan Kudus.
“And when He had taken a cup and given thanks (eucharistéō), He gave it to them, and they all drank from it. And He said to them, "This is My blood of the covenant, which is poured out for many." (Mark 14:23-24)

2"Communion" adalah terjemahan dari koinōnía (κοινωνία), dipakai dalam 1 Korintus 10:16. Kata κοινωνία lazimnya diterjemahkan "fellowship" (persekutuan) dalam konteks yang berbeda.
“The cup of blessing which we bless, is it not the communion (koinōnía) of the blood of Christ? The bread which we break, is it not the communion (koinōnía) of the body of Christ?” (1 Corinthians 10:16, KJV)

3Khotbah akan dibangun untuk menguatkan iman jemaat dalam menghadapi konteks Akhir Zaman (benang merah dengan tema minggu lalu), dimana melalui Perjamuan Kudus dinyatakan Perjanjian Allah kepada manusia sampai kedatangan Kristus yang kedua kali ( konteks eskatologis menurut Anthony Hoekema dalam Bible and the Future).

Benang merah dari tema minggu lalu. Akan ditarik ke akhir zaman. Melalui PK ada perjanjian Allah dgn manusia sampai kedatangan Kristus ke dua kali.

Ada pendahaluan dari R Paulus. Mengenai kehidupan sehari2 oleh jemaat. Ada hubungan antara Perjamuan Kasih dgn PK. Salah satu tindakan yang nyata adalah: kehidupan dalam perjamuan kasih, berbalik menjadi perjamuan kisah: kisah yang tidak baik, shg rasul Paulsu harus memberitahu apa yang penting yang harus diperhatikan.
Perjamuan Kudus bisa jadi perjamuan kudis jika jemaat tidak baik.
Berhubungan dengan the past. PK adalah mengajak kita melihat memory yang menggetarkan.
Presernt, hidup hari ini mau tidak mau harus nyata di dalm relasi dengan Tuhan dan sesama dan relasi dgn diri sendiri.

Future: masa YAD, sebelum ada perjamuan besar di surga maka ada saksi injil yagn berkuasa, penting menekankan bukan rangka menyuxikan diri dan ingin berkat, tapi juga ada panggilan sebagai saksi kritss yang berkuasa.

Harus evaluasi diri: siapa kita apa yang telah kita kerjakan?
Hasrus konfirmasi iman: ayat 29 ada pengakuan ttg Tubuh Tuhan
Harus mengalami transformasi/perubahan hidup.

Mengapa semua orang makan roti dan minum di gereja? Saya terus menantikan PK, dan biasa bawa biskuit sendiri. Ada hasrat untuk menantikan sampai akhirnya boleh bergabung. Remaja ada yang tahu tapi ragu, tapi tidak anggap penting, ada juga yang menantikan, sungguh ini membawa PR bagi kita hamba Tuhan spy remaja siap dan tahu.

Dlm PK ada panggilan sebagai anak Tuhan dlm aspek marturia, koinonia, edifikasi.
Kalau bisa PK maka ada anugerah Tuhan bagi kita.

Ada pernyataan mengenai identitas kita. Tuhan Yesus sbg pribadi yang agung mulia mengerjakan pekerjaan kesalamatn.
Ketaatan. Berkarya