Selasa, 26 Mei 2009

MENJADI CIPTAAN BARU

Pmbahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Rabu,20 Mei 2009

MENJADI CIPTAAN BARU
II Kor. 5:7


Thema bulan Mei adalah hidup manusia yang unik (satu-satunya). Minggu lalu, kita melihat mengenai keunikan seorang ibu. Hari ini kita melihat keunikan orang percaya. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Ia berbeda dengan mahluk lain bukan karena kekuatannya / keistimewaan indranya, tapi diciptakan segambar dan serupa dengan Allah tadi. Jadi, manusia memiliki 2 bagian, fisik dan rohani.
Ciptaan baru, menyinggung mengenai kejatuhan manusia dalam dosa. Artinya manusia hidup tak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Dosa membuat hidup manusia masuk dalam penderitaan, sakit penyakit, dan kebencian.
PM Inggris, Frank Patton, marah mewakili anggota kongresnya yang meminta reimburse untuk biaya pemiliharaan anjing, mesin pemotong rumput, ganti lampu di rumahnya.
Wakil PM Tiongkok, Wang Chi Shang, berkata bahwa semua krisis global ini adalah karena manusia serakah.
Maka manusia perlu ciptaan baru.
Bagaimana caranya? Tak ada jalan lain, perlu:
[a].Redemption.
[b].Reconciliation.
[c].Dipenuhi Roh Kudus, di mana hidupnya dimurnikan / dikembalikan kepada track yang benar.

Ciptaan baru = Roh Allah memerintah (Rom. 8:14; Gal. 5:25; Ef. 2:10).
Diperbaharui seturut dengan citra Allah.

Ciptaan baru = saat orang percaya Kristus.
Artinya ia memperoleh:
[a].Status yang baru è diangkat menjadi anak Allah / anak terang, karena penebusan Kristus.
[b].Memperoleh hidup baru dalam Kristus, yaitu kita diberikan sifat-sifat yang baru, yaitu sifat-sifat Kristus sendiri, yang harus diperbaharui dan dikembangkan. Ia masuk ke dalam proses pertumbuhan rohani.
[c].Menjadi utusan Kristus. Ia mendapat amanat yang baru, yaitu untuk PI.

[a].Ciptaan itu adalah pekerjaan Tuhan. Ay at 18 semuanya dari Tuhan . Ciptaan tidak bisa menciptakan, Ciptaan hanya bisa membuat yaitu bisa kreasi, inovasi, dan discovery.
Ayat 17 Siapa di dalam Kristus menjadi Ciptaan baru = 100% karya Tuhan, tak ada bagaian manusia.
[b].Baru = bukan hard warenya, tapi soft warenya.
Ef. 4:24 è transformasi yang menjadi seperti Kristus.
[c].Tujuannya juga baru. Manusia lama tujuannya untuk dunia ini, tapi manusia baru untuk Kristus.
Kita tinggal di dunia, tapi tak sama dengan dunia (Fil. 3:7-10).

[a]. Teknologi sekarang makin canggih dan makin “murah.”
Maka, barang yang rusak, akan segera dibuang.
Lebih murah beli yang baru, dari pada memperbaiki yang lama yang telah rusak.
Tapi, gereja Hok Im Tong, adalah Therapeutic church, gereja yang merehabilitasi.
[b]. Orang hanya mampu mengubah yang luar, bukan yang dalam.
Yang di luar, yang kelihatan mudah diubah, tapi yang dalam, hanya Tuhan yang bisa mengubah. Tuhan sanggup mengubah hati seseorang untuk mengasihi Tuhan. Dan hati yang mengasihi Tuhan, akan mempengaruhi yang di luar.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.” Kata “baru” di dalam bahasa Yunani ada dua kata. Pertama, kata neos dan kainos. Kata baru (neos) diartikan dalam pengertian “waktu”-sesuatu yang lebih mutakhir. Artinya tidak sama dengan yang lama, hanya reproduksi atau bentuk baru dari yang lama. Kata baru (neos) dapat dikerjakan dan dihasilkan manusia. Misalnya baju baru, HP baru, mobil baru dll.
Sedangkan kata baru (kainos), hanya dapat dikerjakan, dan dihasilkan oleh Allah saja, tidak oleh manusia. Kata baru (kainos), artinya sama sekali baru , bukan perbaikan dari yang lama, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dan sesuatu secara kualitatif berbeda. Kata baru yang digunakan dalam II Kor 5:17 adalah kata kainos, bukan kata neos.
Ini berarti bahwa “Ciptaan baru” itu karya Tuhan, bukan hasil perkerjaan manusia. Ciptaan baru (kainos) di sini berarti memang benar secara fisik kita sama saja sebagai manusia. Manusia yang terdiri dari darah dan daging, tetapi di dalam ada yang baru, yang sama sekali berbeda. Allah yang menjadikan ciptaan baru, bukan karena diri manusia. Manusia baru itu hidup berdasarkan nilai-nilai baru yaitu nilai-nilai Allah, bukan nilai-nilai manusia sehingga tujuan hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah, bukan untuk diri sendiri.
Bagaimana bisa menjadi ciptaan baru? Jawabnya “ di dalam Kristus”. Jadi kata kuncinya adalah Kristus, yang adalah Allah. Pada waktu seseorang percaya kepada Kristus, Allah menempatkan dan memposisikannya di dalam Kristus. Kristus mati dan bangkit, maka orang yang percaya pun mati dan bangkit bersama Kristus, dan ia menjadi ciptaan baru. Ini semua karena anugerahNya, hasil karya Allah di dalam Yesus Kristus.
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at, 22 Mei 2009

KONTEKS : 2 Kor 5:16-19.
Ilustrasi: Lagu “Tak Tersembunyi Kuasa Allah”. Pengarang Stuart Hamblen.
Dahulu : Ia seorang koboi, dulu seorang yg kasar, pemabuk, keluar masuk penjara, penuh kepahitan. Ia bertalenta bernyanyi tetapi talenta itu dilakukan untuk mempromosikan minuman keras. Tahun 1948 Billy Graham datang ke kotanya. Ia menjadi ciptaan yg baru.
Sekarang : Ia datang ke penjara di Texas untuk PI di penjara. Dengan talentanya bernyanyi, ia mengabarkan Injil. Titik awal perubahannya adalah ketika ia percaya Yesus.
Paulus, dahulu :
Secara intelek/rasio : seorang yg pintar, Ahli Taurat dan filsafat tetapi menindas kebenaran.
Secara emosi : ia penuh ambisi pribadi, membenci Kristus.
Secara kehendak : ia menganiaya jemat Allah, membinasakan kekristenan
Setelah menjadi ciptaan baru, ia berubah. Paulus, sekarang :
Secara intelek/rasio : seorang pembela kebenaran, sadar akan kekudusan dan kasih Kristus
Secara emosi : ia mengasihi Allah dan jemaat Allah.
Secara kehendak : rela menderita dan mengabarkan Injil.
Menjadi ciptaan baru :
Bukan karena kehormatan (no face),
Bukan karena suku bangsa (no race),
Bukan karena sesuatu dalam diri kita (no space),
Bukan karena kedudukan (no place),
tetapi semata-mata karena anugerah (grace).
Menjadi ciptaan baru artinya :
Not re-formed (dibentuk lagi)
Not re-habilitated (direhabilitasi lagi)
Not re-educated (dididik lagi),
tetapi :
Re-created (dicitakan baru oleh Allah)
Re-conciliation (diperdamaikan kembali dengan Allah).
Re-generation (dilahirbarukan oleh Allah)
Anak Tuhan sebagai ciptaan baru :
Status baru : dulu musuh Allah, sekarang anak-anak Allah, sahabat Allah.
Tuan, pusat hidup yang baru : dulu Iblis dan si Aku, sekarang Tuhan Yesus.
Tujuan hidup yg baru : dulu untuk ambisi diri, sekarang memuliakan Tuhan dan menikmati Allah selama-lamanya.
Paradigma baru : dulu menilai manusia dan Allah dari pandangan diri, sekarang menilai manusia dan Allah dari pandangan Allah
Karakter baru : dulu jahat, penindas sekarang penuh buah Roh

2 Korintus ada yg bahas ttg penderitaan hidup. Orang Korintus suka membanggakan diri dalam kekayaan, intelektual. Paulus mengingatkan bahwa di dalam kristus adalah kehidupan baru, tidak lagi banggakan batiniah,lahiriah, tetapi berpusat pada Kristus. Pusat hidup baru adalah Kristus. Org-orang yg berkelebihan adalah anguerah, bagi orang menderita, penderitaan itu bukan akhir segala-galanya, karena ada kekuatan. Ciptaan baru adalah perubahan status, dari budak menjadi merdekat, hamba menjadi sahabat. Pindah dari mati à hidup, fanaà mulia, lahiriahà rohani.

Kehidupan Paulus adalah contoh real ciptaan baru (cf. Rm 12:2). Paulus setelah mengenal Kristus sangat berbeda. (1) perubahan status. Milik dunia jadi milik Kristus (2) paradigma (ay.16). (3) kebiasaan. Penganiaya menjadi pemberita Injil. (4) karakter. Ada buah Roh.

Menjadi ciptaan baru artinya hidup adalah Kristus. Menjadi ciptaan baru bukan keberadaan badani yang baru tetapi bicara tentang kehidupan secara keseluruhan yang ada di dalam Kristus, ada perspektif hidup yang baru, dimensi kehidupan yang baru, kerinduan yang baru, konsep baru, afeksi yang baru, kehidupan di dalam Kristus, semua ini bicara tentang kualitas hidup. RC. Sproul dalam bukunya mengatakan Setelah kita menjadi ciptaan baru penting bagi kita untuk memiliki keyakinan yang benar, karena sangat mungkin kita memiliki keyakinan yang keliru.


Keyakinan yang benar
Keyakinan yang keliru
1
Menghasilkan kerendahan hati yang tulus
Menghasilkan kesombongan rohani
2
Memimpin pada ketekunan dalam kesucian
Memimpin pada hidup yang sembarangan
3
Mengevaluasi hidup dengan jujur
Menghindari evaluasi yang sebenarnya
4
Merindukan untuk semakin memiliki persekutuan yang intim dengan Allah
Dingin atau ogah-ogahan terhadap persekutuan dengan Allah

Saat menjadi ciptaan baru, Tuhan mengubah seseorang secara total, bukan tambal sulam. (1) Bagaimana seseorang mau menerima Yesus. Jika ia mau, Yesus akan hidup dalam dirinya. Menerima ajaran, kehendak, perintah, janji, dsb. (2) Berani meninggalkan dosa. (3). Menyerahkan diri sepenuhnya untuk diperbarui.

Pentingnya ciptaan baru, karena yg lama sudah rusak total (total depravity). Manusia harus binasa. Setiap manusia perlu menjadi ciptaan baru. Caranya bukan melalui perbaikan moral, pendidikan atau niat tekad seseorng tetapi berdamai dengan Allah melalui Yesus Kristus. Beberapa hal yg terjadi mendapat hidup, hati, roh yg baru, arah hidup yg baru, kekuatan yg baru (Ef 4:21-24).

Ciptaan baru merupakan peristiwa ilahi yg terjadi seketika, yg memampukan seseorang hidup dalam dimensi lain, yaitu dunia baru. Ini adalah benih ilahi yg ditaruh oleh Allah yg dikerjakan oleh Roh Allah. Yoh 3 : ttg kelahiran baru.

Istilah yg dipakai, ciptaan baru. Baru:kainos, baru, freshness. Yoh 3:3 Yesus mengajar ttg new born (genao=melahirkan). R.C. Sproul: ordo salutis. Regeneration adalah mutlak karya Roh yg mendahului iman seseorang. Paulus bicara tentang ciptaan baru pasca kelahiran baru (new creation). Respon Paulus: (1) memberi diri di damaikan dengan Alah melalui iman kpada Kristus (17, 19,21). In Christ= hubungan, posisi yg baru (2) tujuannya hidup untuk memuliakan Tuhan (17b). Buah kelahiran baru itu sangat nyata.

Mengapa menjadi ciptaan baru sangat dibutuhkan? Karena nilai kehidupan bukan pada manusia. dosa membuat status manusia rendah. Maka perlu status baru. Bagaimana menjadi ciptaan baru? Hanya di dalam Kristus. Yang dilakukan Kristus adalah melakukan pendamaian. Ay.19: Allah tidak lagi memperhitungkan lagi dosa. Tetapi itu tidak berarti bebas berdosa (Rm 6:1,2). Bagaimana mewujudkan? Perubahan menilai hidup sendiri dan sesama. Masuk dalam proses perubahan hidup. Menjadi pemberita pendamaian.

Ciptaan baru: hati yg baru (Rm 2:29); pemikiran yg baru (Rm 12:2); natur yg baru (Kol 3:30).
Lahir baru adalah tema yg konsisten dalam Alkitab. Berpaling dari hidup yg lama banyak ditemui dalam Alkitab: raja-raja, Mazmur, Perjanjian Baru. Pembaruan hidup tidak terpisahkan dari proses menerima Kristus sebagai Juruselamat. Pembaruan tidak sama dengan ahli Taurat, mengasingkan diri, dsb. Lebih dari penyesalan, luka mendalam. Tetapi ada dampak yg radikal. Perubahan cara pandang hidup. (1) Menerima Kristus sebagai Juruselamat (2) menanggalkan manusia baru dan mengenakan manusia baru (Ef 4: 17-32). (3) menyerahkan hidup pada Allah. (Rm 6:13).

Kecenderungan di gereja jarang membawa orang baru. Hidup sebagai manusia baru berarti memberitakan Injil. Tujuan ciptaan baru (1). Berbuat baik kepada sesama (16). (2) siap diperbarui terus (17). (3) membawa damai (18,19). (4) siap diutus (20).

Hidup kita bukan milik kita tetapi milik Kristus (Gal 2:20). Kristus jadi Tuan. In Christ menjadi kata yg diulang2 Paulus. Hidup tidak boleh lagi sembarangan tetapi memuliakan Tuhan. membangun komitmen yg baru;

Ciptaan bisa diterjemahkan creature (selain creation). Creature lebih menekankan dimensi kehidupannya, kehidupan yg baru. In Christ à melihat kehidupan baru di dalam Kristus. Kehidupan punya pengertian yg berbeda. Kehidupan mengalami dimensi baru, perspektif baru, nilai, tujuan yg baru. Ada yg tidak tahu ttg dimensi yg baru. Tetapi juga ada jemaat yg tahu tetapi tidak mampu menjalankan dimensi baru itu. Ada juga yg tahu dan sudah menjalani, tetapi kembali lagi ke dimensi lama.

Memperbaiki sebuah jam rusak bukan dengan cara mencocokan dng jam benar.
Kata kunci “baru” (bdk Efesus 4:24) , memakai kata “kainos” bukan memakai “neos”. Kainos adalah pengertian baru secara kualitatif/mutu sedangkan neos memiliki makna baru dalam kaitan waktu.
Konteks ciptaan baru menurut teks tersebut dikaitkan dengan karya Kristus yang telah mati dan bangkit, sehingga status manusia berdosa yang percaya akan karya Kristus dihadapan Allah baik Yahudi maupun non Yahudi memiliki kesetaraan (2 Kor 5:16), dimana berhak mewarisi janji Allah sebagaimana yang diberikan kepada keturuan Abraham, karena melalui perjanjian baru semua orang yg percaya juga berhak disebut sebagai keturunan Abraham.
”Ciptaan baru” dan ”manusia baru” dari 2 Kor 5:17 dan Efesus 4:20-25 memiliki konteks berbeda tetapi berkaitan, dimana kitab Efesus lebih kepada pembaharuan actus (perilaku) dan habitus (kebiasaan) dalam kehidupan orang Kristen, sedangkan 2 Kor 5:17 adalah pembaharuan status dihadapan Allah.
World view seseorang dapat berubah menjadi baru hanya oleh karena anugerah Allah, sehingga way of life mengalami perubahan.

Secara tematis (1) Ciptaan baru berhubungan dengan konsep dilahirkan dari atas (Yoh 3:3). Karya Allah sendiri. (2) bersangkut paut dengan hati dan roh yg baru (Yer 24:7). Bersangkut paut dengan pengenalan akan Allah. (3) bersangkut paut dengan yg lama: perbuatan, tingkah laku yg tidak mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan membuat tingkah laku yg baru. (4) hidup di dalam Kristus (Gal 2:20).

Kadang kita menilai manusia secara keliru: orangnya baik, sehingga tidak ada tekad untuk membawa mereka pada Kristus. Hanya Allah yg menilai manusia dengan tepat. Cf. Rm 3:10,18. Allah membuat revolusi total: hati yg baru. Bukan sekadar pengakuan, tetapi disertai bukti.
Allah mengadakan pendamaian kekal (Rm 5:24). Hidup yg kekal bukan hanya soal masuk surga, tetapi menyangkut pendamaian dengan Allah.

Ada acara tv yg menampilkan perubahan (Swan). Tetapi itu perubahan luar. (1) Ada apa dengan ciptaan yg lama? Menjadi ciptaan baru hanya ada dalam Yesus. hidup di dunia dengan karakter surga. Hidup berjuang dengan jaminan kemenangan dari Yesus.

Konteks: rekonsiliasi. Damai dengan Kristus menjadi ciptaan baru di dalam Kristus. ILUS: Ayah berkelahi dengan anaknya dan lari. Ayah itu mencari anaknya. Dengan cara iklan di koran: Paco temui ayah di hotel Montana. Semua sudah dimaafkan. Ternyata ada 800 orang pemuda yg bernama Paco kumpul di hotel itu. Rekonsiliasi penting.

Ay.1 sampai selesai intinya manusia lama yang tinggal di kemah ini tidak dapat mewarisi yang Tuhan sediakan. Seandainya diberi kesempatan untuk masuk surga, tetap tidak dapat hidup disana, karena dihadapan tahta Kristus kita harus mempertanggungjawaban tingkah laku kita. Bila kita kenal Kristus seperti Paulus, hidup tergerak oleh kasih, sehingga tidak menguasai diri (gila) maka kita dapat hidup. Tidak lagi untuk diri sendiri. Ia diutus agar orang lain juga mendapat perdamaian dengan Allah.
5:17 Terjemahan Lama : ”Yang lama sudah lenyap, yang baru sudah terbit”. (1) Terjadinya spontan, sekejab. (2) dilahirkan baru oleh Roh, bukan kemapuan kita. Kita dapat masuk kedalam dunia baru - pindah dari kegelapan masuk ke dalam kerajaan Allah. (3) dibenarkan : Status berubah. Budak à anak, sahabat. (4) dikuduskan. Dalam Terjemahan Baru: ”yang lama sudah berlalu, yg baru sudah datang”. Datang: kontinu, menjadi semakin indah dan sempurna bagaikan sinar fajar, selaku orang benar bercahaya semakin terang sampai siang bolong. . Mengapa orang Jepang pilih Sakura sebagai simbol? Karena Sakura tidak pernah layu di pohonnya. Waktu aku berdiri di hadapan Tuhan, aku tidak akan kecewa karena aku sudah menjadi ciptaan yang baru. Kita perlu punya hati seperti Paulus: (1) tidak tuntut dimengerti tetapi tahu diri (2) digerakkan kasih, seperti air terjun dari tempat tinggi, membersihkan, menggerakkan batu dan membawanya pergi (3) mengaku bahwa kita pernah mati bersama Kristus. KematianNya adalah kematianku. Terjemahan “ciptaan baru”: new creation, new creature, new being, new person in a new world. Menjadi hal yang indah bagi kita yang Roh Tuhan kerjakan dalam diri orang percaya ***

IBU TERANG KELUARGA

Pmbahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis,14 Mei 2009

IBU TERANG KELUARGA
Amsal 14:1

Kisah seorang ibu bernama Tan Tjien Nio. Biografinya berjudul Sons for the Master (putra-putra untuk sang pemilik) karangan Freda Hatfield setebal 357 halaman.

Ibu Tjien lahir di Yogyakarta pada tahun 1909. Ia murid SMP berbahasa Belanda. Pada suatu hari, tiga pria bertamu. Tjien disuruh menyajikan teh. Sepulang rombongan tamu, Tjien diberi tahu bahwa ia akan dinikahkan! Menikah? Astaga! Ia sangat terkejut. Umurnya baru 16 tahun! Ia berusaha mengingat wajah ketiga pria itu. Yang mana calon suaminya?
Begitulah pada usia 17 tahun Tjien menikah dengan Tong Pai Hu, usia 36 tahun, pengusaha di Semarang berasal dari Xiamen. Setelah dua tahun di Semarang, Ibu Tjien ikut suami menetap di Xiamen. Putra demi putra lahir di sana. Semuanya tujuh putra.
Pada suatu hari Ibu Tjien dikunjungi kaum ibu gereja. Ia heran mendengar doa cara Kristen. Doa itu tenang dan teduh, bagaikan berbisik kepada Tuhan. Biografinya mencatat, Never before had she heard anyone pray to the Christian God... somehow it calmed her weary spirit... something that nudged at the worry and despair within her, as if to dislodge it.
Ia jadi tertarik pada iman Kristen, lalu beribadah di gereja bersama keluarga. Ternyata para putranya lebih pandai bernyanyi ketimbang dia. Kemudian mereka dibaptis.
Perang semakin meluas dan menyengsarakan. Makanan langka. Suami Ibu Tjien sakit keras, lalu meninggal dunia di usia 51 tahun. Tiba-tiba seluruh beban hidup dipikul oleh Ibu Tjien. Usianya baru 32 tahun = 15 tahun menikah. Bagaimana memberi makan tujuh anak? Si sulung baru 14 tahun, si bungsu 18 bulan. Ia membuka toko jahit untuk menghidupi dan menyekolahkan anak.
Kemudian Ibu Tjien mempertimbangkan untuk pulang ke Indonesia. Ia merasa hari depan putra-putranya adalah Indonesia. Tetapi mana uang untuk perjalanan dan modal hidup?
Lalu ia teringat bahwa anak-anaknya begitu mempercayakan diri kepadanya. Kalau begitu mengapa tidak mempercayakan diri kepada Kristus? Ia berdoa, Lord, my little ones... how they depend on me... help me to trust You as much as they trust me.
Dengan membawa lima bocah Ibu Tjien kembali ke Indonesia pada tahun 1947. Ia membuka toko jahit di Surabaya. Dengan kaki dan tangan yang nyeri akibat siang malam menjahit, ia membesarkan anak-anak. Ia berpegang pada nasihat Rasul Paulus, "Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri..." (1Tim 5:4). Biografi mencatat doanya, I won't remarry, Lord, Ia will devote myself to raising my children and to Your service.
Melalui mesin jahit Ibu Tjien memberi makan putra-putranya. Pernah ia mendapat sepotong daging ham. Anak-anak bersorak girang, "Kapan dimakannya?" Ia menjawab, "Tunggu sampai Imlek."
Tiap hari anak-anak bertanya lagi. Lalu datang seorang sepupu. Ibu Tjien mengambil pisau dan hendak membagi daging itu. Tetapi sepupunya berkata, "Kalau mau memberi, berikan saja seluruhnya." Ibu Tjien dan semua anak bengong. Ketika sepupu itu pergi para putra itu menangis tersedu-sedu.
Masih ada pertanyaan; bagaimana cara Ibu Tjien mendidik sehingga kini ketujuh putranya menjadi tangguh? Mungkin karena ia memberi peluang kepada mereka untuk berprakarsa dan berjuang. Masih di sekolah dasar anak sudah membantu mencari nafkah. Tiap anak boleh berbeda pendapat. Di meja makan tiap hari putra-putra itu gaduh berdebat. Tulisnya; The noise level of dinner conversation had been almost unbearably high.
Melihat putra-putranya kini menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat Indonesia, Ibu Tjien bersyukur bahwa dulu ia membawa mereka pulang ke Indonesia. Tulis biografi ini, it was well, she now knew, for the furtherance of the Gospel in this land, that she had brought her young ones to Indonesia when she had. Misinya genap dalam usia 68 tahun.

Anak mereka adalah Caleb Tong, Stephen Tong, Solomon Tong, Joseph Tong, dan 3 Tong lainnya, dikenal masyarakat Indonesia sebagai tokoh-tokoh gereja. Hebat, 7 kakak beradik jadi tokoh dan tersebar di berbagai negara. Siapa gerangan ibu tangguh yang mendidik ketujuh putra itu?

Perempuan yang perempuan.
Istilah “Perempuan” menunjukkan tingkat kematangan seseorang.

Perempuan yang pas.
Kata “Chakam” dari bahasa Ibrani, bisa berarti “Fit” / “Pas.”

Perempuan yang bijak.
Kata “Chakam” juga bisa berarti “Skillful.”

· Betapa kita memerlukan / merindukan ibu yang demikian.
Tanggal 27 January 2006, di provinsi Jiangxu, kota Nanjing, pemerintah China memberi penghargaan kepada 10 orang dari antara 1.4 milyar penduduk China / 1 dari 140 juta, yang disiarkan secara nasional.
Di antaranya ada seorang remaja berumur 15 tahun, dari provinsi Zhejiang China.
Ia adalah Zhang Da, seorang remaja yang sangat mandiri. Sejak usia 10 tahun, ia sudah ditinggal pergi mama yang tak tahan hidup miskin dan suami sakit-sakitan.

Ayahnya memang sakit, tak bisa jalan dan tak bekerja.
Ia harus bekerja untuk hidupya sendiri dan ayahnya.
Setiap hari, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil.
Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.
Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya.
Pulang sekolah sudah bekerja untuk mencari uang dengan cara halal untuk makan dan obat ayahnya.
Ia bekerja membelah batu.
Pulang bekerja, ia merawat papanya dengan menggendongnya ke WC, memandikannya, memasak bubur dan memberi makan.
Karena kondisi keuangan yang kurang dan RS yang jauh, ia belajar menyuntik sendiri dari buku bekas yang dibelinya.
Maka 5 tahun kemudian, ia sudah ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah? Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu." Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!" demikian Zhang dan bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu. Saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya? Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya, pasti semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Bijak titik beratnya adalah hubungannya dengan Allah, bukan bergantung pada diri sendiri.
Dalam Alkitab, ada banyak ibu yang baik.
Misalnya: Yokhebed, ibu Musa, yang tenang, tidak bimbang, tidak panic, berani menentang perintah raja.
Ia mengambil dan membuat perahu untuk menyelamatkan anaknya.
Di sana, kita bisa melihat ia adalah seorang ibu yang sangat beriman, tak bersungut-sungut.
Ia juga seorang wanita yang berhikmat, karena bisa mengatur anaknya yang wanita untuk menjaga adiknya di sungai.
Kakak Musa, Miriam, juga dipakai Tuhan, sehingga bisa mengatakan kepada putri Firaun, sehingga mempertemukan Musa dengan ibunya sendiri untuk disusui dan dibesarkan.

Contoh yang lain adalah Debora yang berani maju berperang, Abigail (suami dari seorang yang bebal, Nabal), Maria ibu Yesus, Lois dan Eunike yang mewariskan iman kepada Timotius.
Juga kesaksian dari Pdt. Jesaya yang dibawa ke gereja sejak usia 5 tahun oleh ibunya.

Jadi, ibu-ibu jangan hanya mementingkan pendidikan formal, tak peduli, anaknya sekolah di mana, pendidikan imannya bagaimana, yang penting prestasi formalnya tinggi.
Misalnya: Anak sekolah di sekolah Katholik. Kenapa sekolah Katholik? Karena kata mereka, sekolah Katholik lebih baik dari sekolah Kristen. Apakah itu termasuk lebih baik pendidikan kerohaniannya?

Ada iklan mengenai seorang anak yang sakit panas. Lalu dikatakan, “Keluhan putra derita ibu.” Memang benar, Ibu itu akan lebih peka dan merasakan perasaan anaknya. Maka kalau anak “Menderita” (sakit, dll.), ia akan mencari ibu, bukan bapak.

Amsal 14:1 ini mengkontraskan antara perempuan yang bijak dan bodoh.
Bijak lawan katanya bodoh.
Mendirikan lawan katanya meruntuhkan.

Seorang wanita yang bodoh adalah:
[1]. Tak mengetahui identitas dirinya di hadapan Tuhan, ia adalah orang yang minder. Menghakimi, tak puas, membanding-bandingkan, tak punya rasa percaya diri.

[2]. Hanya berpusat pada hal-hal yang lahiriah. Perhatiannya berlebihan terhadap penampilan yang di luar, bukan di dalam.

[3]. Hidup yang penuh dengan kesia-siaan. Ia tak puas dengan apapun juga, suka gossip, mengasihani diri.

Amsal 14:1, perempuan bijak dan saleh, membuat rumahnya menjadi tempat perteduhan yang penuh damai dan penuh sukacita bagi seluruh keluarga.
Sedangkan perempuan yang bebal, mengabaikan rumah dan keluarganya.
Allah punya rencana yang khusus bagi wanita, dalam hubungannya dalam keluarga dan RT.
Keinginan Allah bagi seorang istri dan ibu itu supaya perhatian dan pengabdiannya difokuskan pada keluarga.
Suami dan anak-anak adalah seharusnya menjadi pusat dunia seorang ibu Kristen. Maksudnya bukan keegoisan hanya semata-mata keluarga, tapi keluarga adalah pelayanannya kepada Tuhan.
Tugas utama seorang ibu Kristen adalah membawa anak-anaknya percaya Tuhan dulu, mengajar anak-anak takut akan Tuhan, mencintai kebenaran dan membenci dosa.

Titus 2:3-5 mengatakan mengenai perempuan tua dan perempuan muda.
Ibu bisa menjadi terang keluarga, bukan karena cantik, molek (Ams. 31:30), tapi seorang wanita yang takut akan Tuhan. Itulah syarat utama, jika ia ingin menjadi terang dalam keluarganya. Karena, seorang yang takut akan Tuhan, akan menghasilkan hikmat / bijaksana. Dan hikmat itulah yang akan menuntunnya untuk menghasilkan perbuatan-perbuatan yang berkenan di hati Tuhan, hati suaminya, hati anak-anaknya dan sesamanya. Sehingga ia akan mampu membangun RT nya dan bukan meruntuhkannya.
Perbuatan apa:
[a]. Tunduk pada suaminya.
Kalau ia tak tunduk / menghormati suami, maka RT itu akan kacau. Tak mungkin ia bisa menjadi terang.

[b]. Mampu mengurus dan memelihara anak-anaknya.

[c]. Mampu / cakap mengurus segala urusan RT nya.

Kalau ia seperti itu, maka suami dan anak-anak pasti akan respect kepadanya tanpa dipaksa / disuruh / diharuskan. Itu akan mengalir dengan sendirinya.

Ayat 1 “Every wise woman” = (KJV) setiap perempuan yang bijak akan membangun rumah tangganya. Itu idealis dalam Alkitab. Realitanya tidak banyak ibu-ibu yang demikian. Seperti dalam Alkitab Mungkin 95% wanita tidak seperti dalam Alkitab.
Ada memang ibu-ibu yang di anugrahi hati yang bijak demikian itu anugrah umum.
Bijak tidak tidak dikaitkan dgn akademis atau pendidikan karena bijak memiliki konotasi relasi dengan Tuhan. Maka untuk memberikan dorongan kepada ibu-ibu supaya bisa menjadi wise woman seperti dalam Alkitab dan ibu ibu tidak frustrasi
[a]. Mendorog ibu mau melatih diri membangun relasi dengan Tuhan agar menjadi wise woman
Tuhan sangat menghargai proses wanita itu yang mau menjadi wanita bijak, bukan hasilnya.

[b]. Wise woman tidak tergantung kepada penampilan dimuka umum.
Wise woman adalah seorang mengerti prioritasnya di rumah.
Ada ibu yang begitu rajin dan aktif di gereja relah memberikan uang dan segalanya tapi suaminya tidak percaya kepada Tuhan karena menurut anaknya mamanya tidak memiliki kesaksian sebagai orang percaya.

[c]. Menjadi wise woman karena ibu yang tahu tujuannya. Dia menjadi ibu rumah tangga harus berjuang berusaha agar bisa berperan dalam rumah tangga

Ada 3 macam wanita di dunia:
[a]. Wanita yang selalu mengeluh.

[b]. Wanita yang memanfaatkan orang lain, termasuk suaminya untuk kepentingannya sendiri.
[c]. Wanita yang bertanggung jawab. Ia tahu perannya sebagai seorang wanita, yaitu untuk menjadi terang keluarga.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at, 15 Mei 2009

Apabila kita berbicara tentang ibu, apa yang langsung terlintas dalam pikiran setiap orang adalah manisnya getah madu, kehangatan pelukan ibu. Orang-orang memakai kata-kata yang indah untuk memuji seorang ibu, di China ada sebuah puisi kuno yang melukiskan kasih mama dengan sebutan “spring sunshine” – sinar matahari musim semi.
Tetapi keagungan seorang ibu bukanlah hanbya karena dialah sang pemberi kehidupan bagi kandungannya, tetapi lebih karena bimbingannya dan pemeliharaannya. Ada sebuah pepatah “Meng Mu San Qian,” berasal dari sebuah kisah yang telah dikenal luas di China. Kitah tentang seorang ibu ayng agung yang karenanya telah menghasilkan anak yang akhirnya menjadi filsuf agung generasi pertama dalam kebudayaan orang China. Di dalam Alkitab juga banyak terdapat para ibu yang agung; Yokhebed, anaknya adalah Musa, Harun; Hanna melahirkan Samuel; dalam zaman PB ada seorang yang bernama Eunike yang membimbing anaknya Timotius dari usia mudanya mengerti firman Tuhan; ibu yang sangat rohani zaman ini adalah Chen Zhi Niang (ibunda Tong bersaudara) yang seorang diri membesarkan 7 orang anaknya, dan lima diantaranya menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan.
Seorang wanita Kristen harus menjadi terang dalam keluarga (Mat 5:15), seorang mama harus menjadi teladan dalam keihdupan rohani bagi anak-anaknya. Kita akan melihat hal ini dari beberapa bidang:
dalam perkataan: mengajar anak-anak sesuai dengan prinsip Alkitab (Ef 6:4), mengajar dan membimbing secara langsung, di depan anak-anak menjadi teladan, apa yang dibicarakan harus positif, jangan bergosip, kata-kata yang tidak bermakna dan yang negatif jangan disebutkan.
dalam perbuatan: perkataan sesuai dengan perbuatan, rajin bekerja dan tidak malas (Rm 12:11)
dalam kasih: menghormati Tuhan (Luk 1:46), menjaga setiap anggota keluarga (1 Tim 5:8), mengasihi dan peduli kepada tetangga (Luk 10:27).
dalam iman: senantiasa berharap pada Tuhan (Ibr 12:2; Ams 3:5), bersandar dan percaya kepada Allah (2 Kor 1:20; 1 Tim 5:7)
dalam kesucian: sopan santun dan menguasai diri (1 Tim 2:9), berjaga-jaga serta bijaksana (Titus 2:3-5)
anak-anak adalah harta pusaka yang Tuhan percayakan kepada kita, setiap mama bukan hanya harus memperhatikan tentang kehidupan jasmani (sandang, pangan, papan) anak-anaknya, tetapi juga harus memeperhatikan kehidupan kerohanian, iman mereka di hadapan Tuhan. Melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya semaksimal mungkin di hadapan Allah, mengajar dengan teladan diri sendiri, membimbing anak-anak, membawa mereka kepada Tuhan.

Amsal 14:1
Bionic woman antara dahulu dan kini sangat berbeda. Sosok Jaime Sommers dahulu diperankan oleh Linday Wagner, kini oleh Michelle Ryan. Dahulu merupakan hiburan keluarga untuk semua umur, kini untuk kaum dewasa saja. Kini, sosok Jaime Sommers menggambarkan seorang wanita yang kuat, dilengkapi dengan tenaga super bionic yang sanggup mengatasi berbagai masalah. Sebenarnya Kenneth Johnson, author dari bentuk entertainment ini ingin menjelaskan betapa penting peranan seorang wanita dengan segala perubahan paradigma tentang peranan wanita di zaman post moderen ini.(sumber dari http:///www. en.wikipedia.org/wiki/The_Bionic_Woman)
Bagaimana pendapat Alkitab tentang peranan wanita? Penulis kitab Amsal membicarakan wanita dengan kata “perempuan” sebanyak 25 ayat, pokok makna dari pendapat penulis Amsal ialah ada dua gambaran tentang wanita, yakni: wanita bijak yang takut akan Tuhan dan wanita yang hidup dalam kefasikan dunia. Wanita bijak mendatangkan suka cita bagi suaminya, wanita fasik mendatangkan celaka bagi orang-orang di sekitarnya. Kitab Amsal ingin menjelaskan bahwa seorang wanita memiliki potensi yang sangat kuat untuk mengubahkan keadaan, keadaan akan berubah menjadi lebih baik jika ia seorang wanita bijak; sebaliknya keadaan berubah menjadi buruk jika ia wanita fasik. Definisi wanita bijak adalah sosok wanita yang memiliki peran menjadi seorang istri yang dapat kita lihat pada Amsal 31:10-....
Kita tahu Allah menciptakan manusia terdiri atas dua jenis, yakni pria dan wanita. Pria dan wanita, tidaklah sama. Mereka masing-masing unik. Mereka diciptakan bukan untuk saling bersaing, tetapi saling melengkapi. Baik pria maupun wanita memiliki kesetaraan sebagai gambar Allah yang mulia, namun memiliki peran yang berbeda. Pria menurut naturnya adalah sebagai pemimpin dan wanita sebagai penolong. Hal ini bukan berarti peranan wanita tidak dibutuhkan karena sebagai pelengkap saja, namun juga bukan berarti wanita lebih utama dari pria
Dalam keseharian kita melihat dan membuktikan, bahwa peran seorang wanita sangat nyata. Sebagai istri, ada banyak suami yang menjadi sukses karena peranan seorang istri; tetapi juga ada para suami yang terpuruk gara-gara ambisi sang istri. Sebagai ibu, ada banyak anak-anak yang berhasil dan hidup takut akan Tuhan karena doa ibu, tetapi ada juga banyak anak-anak mempunyai pengalaman traumatik, kehilangan arti hidup karena kekuatan ”peran” yang salah dari seorang ibu. Melihat penting dan dampak menjadi sosok seorang wanita, bagaimanakah pilihan hidup kita? Hari ibu diperingati, untuk menghargai kaum ibu, kaum wanita yang membawa perubahan dan dampak positif bagi dunia

Seluruh tulisan Salomo banyak diwarnai dengan kata bijak, cakap, positif dan negatif, bisa menghancurkan dan membangun dengan perkataan. Bijak di sini berbeda dengan pintar, akademik, tetapi adalah seseorang yang mampu merajut perbuatan yang positif. Oleh karena itu ditulis berkali2 jagalah hatimu. Di dalam diri perempuan semua itu ada. Perempuan yang bijak adalah perempuan yang membangun.

Ada seorang dokter yang menyampaikan bahwa manusia itu jahat sejak kandungan, dia menghisap segala sesuatu yang ada dalam hidupnya, begitu juga ketika anak itu hidup. Tapi justru ibu telah memberikan kasih, diri dan pengorbanan. Kasih yang memberi dan pengorbanan, itu adalah gambaran tentang Kristus yang rela dan berkorban.

Saya merenungkan; Amsal menekankan soal kebijaksanaan dan paling sedikit adalah orang yang takut akan Tuhan. Ibu itu bagaikan pokok anggur yagn berbuah dalam rumahnya. Ibu yang takut akan Tuhan artinya ibu yang menekankan dan mengarahkan anak-anak pada hal rohani. Ibu diharapkan sebagai seorang yang rajin bekerja. Semua itu menghasilkan peranan penting karena ia pendidik utama bagi anaknya dan ia juga membuat suasanan rumah tangga-home sweet home, itu ditentukan oleh seorang ibu. Ibu yang benar menjunjung tinggi martabat suaminya, otomatis juga untuk martabat anak-anaknya.

Menghayati Amsal 14:1-sebenarnya peranan ibu dalam keluarga adalah karakternya. Dalam pasal 31 ada 10 karakter yang luar biasa, yaitu:
wanita yang terampil; orang yang bijak adalah orang yang pintar, bukan IQ tapi juga EQ dan SQ. Dalam ayat 26 itu wanita yang takut akan Tuhan itu memberikan ketentraman yang besar, membuat seisi keluarga tentram dan seluruh keluarga terhibur. Dia adalah seorang yang membangun a home not a house.
orang yang bijak memperhatikan langkahnya. Seorang wanita semakin bijak semakin sedikit bicaranya, semakin hati-hati langkahnya, karena itu mencerminkan karakternya.

Ada paralel dengan Mzm 127 sia-sia jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah. Di Mazmur subjeknya adalah Tuhan, dan di Amsal subjeknya adalah ibu. Bagaimana kita melihat karya Tuhan dalam peranan diri seorang ibu. Kata “membangun” menjadi kata kunci, dalam membangun setiap pribadi punya prinsip, tujuan yang berbeda, ini yang menjadi masalah dalam diri ibu. Para ibu ingin semua anak sukses, tapi dikerjakan olehnya. Apakah itu membangun? Tidak, malah itu menghancurkan. Di sinilah koreksi yang harus ada dalam diri ibu dan bapak.

Saya menyoroti hukum ke 5, ada keunikan;
hukum yang mengatur hubungan manusia dengan manusia.
hukum ini juga satu-satunya yang dinyatakan dalam kalimat positif. Sesuatu yang baik itu bukan hanya menghindari larangan, tetapi dalam arti positif aktif artinya berbuat sesuatu.
satu-satunya perintah berisi janji.

Saya menyoroti dalam menghormati orang tua; Allah mengatur alam semesta ini dengan teratur. Tuhan punya rencana yang indah dalam keluarga, karena itu keluarga adalah institusi pertama yang dirusak iblis. Kenapa kita harus menghormati:
karena itu adalah perintah Tuhan
karena dia ingin dunia lebih baik
Tetapi kita melihat bahwa tidak mudah untuk menghormati. Untuk hal ini kita harus
memandang kepada Tuhan
kita harus mengerti orang tua kita
kita harus mulai hidup responsibility dalam hidup sebagai anak Tuhan

Bicara soal menghormati ibu, apakah ini perintah atau karena orang itu layak dihormati. Amsal 11:16; di sana disebutkan “a kind hearted” itu adalah hatinya, sehingga ia memperoleh respek bukan disuruh tapi memang karena dia layak dihormati. Ibu perlu refleksi dirinya apakah dia layak dihormati. Respek itu harus terus dipertahankan.
Terang adalah sesuatu yang bisa dilihat bukan tersembunyi, harus nyata dalam sehari-hari, banyak dari kita memainkan peranan yang “luar” saja tetapi “dalam”nya belum tentu.
Ada seorang yang bertanya, “Kenapa ya di usia tua dia kesepian?” Itu karena jaga image (jaim); selalu menampilkan yang baik saja. Jika wanita adalah terang keluarga, dia berani mengekspos dirinya, maka dia akan menjadi orang yang berpengaruh. Jika kita melihat kata “membangun,” membangun sesuatu itu lama, itulah sebabnya seorang ibu jika mau membangun rumahnya, dia harus mengorbankan dirinya. Jika tahun pembentukkan tidak diberikan akan ada banyak PR nantinya. Jika luka di anak maka meledaknya di remaja atau dewasa. Seorang yang membangun rumahnya bisa bertahan lama kalau ada komitmen, sumbernya harus pada Tuhan.

Pertama, jika perintah itu dari Tuhan, mutlak harus ditaati.
Kedua, Saya memperhatikan perempuan bijak ada 4 hal penting, yaitu:
penampilan yang menarik; termasuk sikap atau kebersihan kesehatan keindahan, gerak geriknya
keterampilan; penampilan tapi bodoh itu suatu kekurangan. Harus pandai rajin
karakter; watak yang baik.
kerohanian yang baik; takut dan hormat kepada Tuhan.
Dengan 4 hal ini dia bisa menjadi isteri yang baik, ibu yang baik bagi anak2nya, menjadi anggota masyarakat yang diterima oleh banyak orang.

Suatu hari ibu saya pernah merawat kakak laki – laki saya yang sedang menderita demam berdarah. Kemudian tiba-tiba kakak saya mengalami panas yang sangat tinggi, dan kejang, lalu karena tidak sempat memanggil suster, maka dengan segera ibu saya

menahan mulut kakak saya dengan tangannya. Sejak hari itu pengorbanan ibu saya ini membuat kakak saya sangat mengasihinya. Dan waktu saya tanyakan alasan ibu saya adalah karena ibu saya sadar bahwa kakak saya adalah titipan Tuhan, yang harus dipertanggungjawabkan dan dikasihi. Saya sangat salut dengan karakter ibu saya yang hidup tidak banyak bicaqra, tetapi bekerja, dan beliau adalah seorang ibu yang sungguh takut akan Tuhan. Kehidupan di dalam Tuhan ini membawa begitu banyak berkat dan kedamaian dalam keluarga kami.

Wanita bisa bijak dan baik karena ada peranan suami sebagai kepala keluarga, seperti Kristus sebagai kepala jemaat. Suami sebagai kepala keluarga perlu berkorban, jikalau tidak berfungsi, maka keluarga tidak menuju sesuatu yang baik. Wanita adalah penolong, artinya ada kekuatan dari seorang ibu, karena dia mampu menolong suami untuk melewati masa-masa sulit. Mungkin hanya berdoa, peranan sederhana tapi luar biasa.

Men Mu adalah ibu dari Mencius, dia disebut sebagai orang no 2 dalam kesalehannya. Ibunya pernah memindahkan anaknya tiga kali: dari pasar; berpindah dari satu tempat dari pekuburan. Tapi anak ini belajar satu hal yaitu menangis. Jika orang meninggal disimpan berbulan untuk menunggu keluarga yang jauh, maka dia ditunggu. Karena tidak ada air mata, maka dia akan disewa orang. Kemudian pindah ke tempat ketiga, yaitu sekolah.
Orang Tionghoa biasa memperlakukan wanita dengan hina. Maka ada 4 yang harus dilakukan, yaitu:
di rumah nurut kepada bapa
di rumah nurut kepada kepada suami
di rumah nurut kepada kepada anak

Ada 4 hal yang dituntut ibu:
perkataannya
keindahannya; menghias untuk suami
keagungan dalam karakter
jasa dan karya dia; jika wanita tidak ada yang bisa dikenang

dalam hal ini sebenarnya isteri adalah
penopang leher, penegak.
Menjadi mahkota keluarga
Suami yang tidak bisa menghormati isteri adalah suami yang tidak bisa menghormati dirinya sendiri
Sumber kekayaan dari segala macam.
Sinar fajar;
Menjadi terang dari keluarga

Bicara terang; terang itu menjadi:
pusat perhatian.
Tidak banyak bicara
tanpa kompromi; selalu memberikan kejelasan dalam hidupnya; dia memberikan pencerahan, pengharapan.
Contoh: dalam Matius 15:21-28 ada seorang Hidon yang datang kepada Tuhan karena tidak ada ketentraman. Ibu yang sukses karena bersandar kepda Tuhan, di rumah ada doa maka rumah ada harapan. Ada kesulitan; Yesus diam, tapi dia tetap datang.
Anak yang bermasalah sebagai tusukan hati bagi orang tua, tapi bila dibawa kepada Tuhan ada harapan. Jika kita kaitkan dengan Mazmur 127, mengapa dikatakan perempuan sebagai anggur; karena di dalam kelemahan bisa menyenangkan, karena dapat dipakai sebagai obat juga. Anak adalah sukacita dihati, adalah kekuatan si bapa, adalah kebanggaan di pintu gerbang. Dalam konteks remaja:
Selama orang tua tidak bisa memerintahkan seperti Tuhan, doakan agar ibu datang kepada Tuhan
Hormati orang tua adalah perintah Tuhan. Baik atau buruk tetap adalah orang tua kita. Hormat kepada orang tua mengandung janji: 1. panjang umur, 2. bahagia; menikmati kehidupan.
Pepatah barat; “wanita adalah air wabah” ini adalah perkataan Spinoza, diawali ketika suatu hari ikut sayembara, dan dia dapat juara 1. ibunya tidak senang dan mendorong dari tangga, kemudian dia lumpuh dan pincang. Lalu dia mengatakan wanita adalah air wabah. Ibu iri kepada anaknya, karena lebih pintar, lebih cantik.

PENTINGNYA IBADAH

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis,07 Mei 2009
PENTINGNYA IBADAH
Ibrani 10;25
Kata “menghadap Allah” (LAI:TB/NIV) dalam teks Yunani hanya memakai satu kata, yaitu prosercomai, yang secara hurufiah berarti “datang menuju”. Tambahan kata “Allah” dalam LAI:TB dan NIV tetap dapat dibenarkan, karena dari tujuh kali pemunculan kata prosercomai di kitab Ibrani, semuanya menunjuk pada ibadah (komunal) kepada Allah (4:16; 7:25; 10:1, 22; 11:6; 12:18, 22). Tense present yang dipakai untuk kata prosercwmeqa (“marilah kita menghadap Allah”) menyiratkan ide terus-menerus (band. Ibr 10:25). Kalau bangsa Israel dahulu tidak bisa langsung masuk ke ruang maha kudus dan hanya diwakili oleh imam besar setahun sekali, sekarang kita harus menghargai jalan yang baru dan yang hidup dengan cara terus-menerus mendekat pada Allah.
Akses yang sudah dibuka oleh Yesus bukan berarti membuat kita boleh sembarangan mendekat kepada Allah. Setiap kali ibadah kita mendekat kepada Allah yang kudus di tempat yang maha kudus, karena itu kita harus mendekat dengan “hati yang tulus ikhlas” (alhqinhs kardias, LAI:TB/NIV/NASB). Apa arti alhqinhs di sini? Berdasarkan tiga pemunculan kata alhqinos di kitab Ibrani (8:2; 9:24; 10:22), kata ini sebaiknya dipahami sebagai “benar” (KJV/ASV/RSV/YLT “true heart”) dalam arti “lawan dari sesuatu yang tiruan atau gambaran saja”. Dengan kata lain, tanpa kemunafikan (Thomas Hewitt, Hebrews, 162).
“Hati yang benar” ini selanjutnya dijelaskan “dalam iman yang penuh kepastian” (mayoritas versi “full assurance of faith”). Terjemahan LAI:TB “dan keyakinan iman yang teguh” dalam hal ini kurang tepat. Tidak ada kata “dan” dalam teks Yunani ayat 22. Tambahan “dan” justru menimbulkan kesan bahwa “hati yang benar” adalah hal yang terpisah dari “iman yang penuh kepastian”. Terjemahan “keyakinan iman yang teguh” memberikan kesan yang ditekankan adalah keyakinan seseorang, padahal frase en plhroforia pistews lebih menekankan pada kepastian penuh dari iman itu sendiri (band. plhroforia ths elpidos = “pengharapan yang penuh kepastian ” di 6:11). Hal ini perlu ditegaskan penulis kitab Ibrani, karena penerima surat sedang menghadapi ajaran sesat dan penganiayaan yang hebat yang berpotensi mengganggu iman mereka.
Penjelasan lain terhadap “hati yang benar” dinyatakan melalui dua participle “dibersihkan” (rerantismenoi) dan “dibasuh” (lelousmenoi). Frase “hati kita telah dibersihkan dari hati murani yang jahat” jelas merupakan metafora yang dipinjam dari konsep Perjanjian Lama (Kel 29:21; Im 8:30) dan merujuk pada pembersihan internal melalui darah Kristus (Ibr 9:13-14, kata “percikan” [rantizousa] di ayat 13 memiliki akar kata yang sama dengan rerantismenoi, yaitu rantizw). Frase “tubuh kita dibersihkan/dimandikan dengan air yang murni” merupakan metafora untuk sakramen baptisan (kontra Calvin). Hal ini tidak berarti bahwa baptisan hanya membersihkan bagian luar manusia (lihat 1Pet 3:21) maupun air yang dipakai memiliki kuasa spiritual untuk membersihkan. Penekanan pada sakramen baptisan di sini sangat bisa dipahami karena jemaat sedang menghadapi bahaya apostasi. Baik rerantismenoi maupun lelousmenoi sama-sama memakai tense perfect yang menyiratkan makna “tindakan di masa lalu yang efek/hasilnya sampai sekarang”.
Memegang teguh pengakuan pengharapan (ayat 23)
Dalam terjemahan LAI:TB ada satu kata Yunani yang tidak diterjemahkan, yaitu aklinh (“tanpa goyah”), yang menjelaskan “pengakuan tentang pengharapan”. Jadi, secara hurufiah ayat 23 seharusnya diterjemahkan “marilah kita terus-menerus memegang erat pengakuan pengharapan tanpa goyah, karena Dia yang telah menjanjikannya adalah setia”. Pentingnya “memegang erat” (katecw) sudah disinggung sebelumnya. Kita adalah anggota Allah jika berpegang teguh (katecw) pada keyakinan kita (3:6). Kita akan mengambil bagian di dalam Kristus apabila teguh berpegang (katecw) pada keyakinan iman (3:14). Pengharapan harus terus dipegang karena ini adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita (6:19).
Ayat 23b memberikan kepastian dari pihak Allah. Walaupun situasi yang dihadapi jemaat saat itu sangat berat (ajaran sesat dan penganiayaan) dan iman mereka mungkin goyah, tetapi mereka harus belajar melihat pada pemberi janji, bukan pada situasi atau penerima janji. Ketika suatu pengakuan pengharapan mulai goyah, maka inti masalahnya terletak pada si penerima janji.
[a]. Banyak orang tak mau beribadah, karena mengalami penderitaan/penganiayaan, sehingga mereka putus asa. Mereka kurang beriman. Tapi, Yesus menjelaskan pentingnya ibadah, bukan hanya ritual kosong, yaitu dengan cara “Masuk” ke dalam tempat Maha Kudus = masuk ke tingkat yang lebih tinggi.
Kita dipanggil untuk menyembah dalam Roh dan Kebenaran.
[b]. Ibadah itu hakekat orang percaya. Kalau ada orang tak beribadah, maka ia kehilangan hakekat dirinya.
[c]. Kita harus mendorong/mengusahakan orang beribadah. Mungkin dengan menelpon/yang lainnya. Diambil dari kata ”Marilah” (v 24-25).
Jadi kalau kita tak mengingatkan orang untuk beribadah, kita berdosa.

Fokus v 25, mengapa orang menjauhkan diri dari ibadah?
[a]. Orang tak memiliki kerinduan, seperti rusa merindukan air (Maz. 42).
[b]. Kerinduan itu kaitannya dengan kasih. Suami-istri tak ada rindu, maka kasihnya dipertanyakan?
[c]. Mengapa orang tak ada cinta? Orang itu tak ada kemauan untuk mencintai. Mengasihi itu adalah perintah. Tuhan memerintahkan agar mengasihi.
[d]. Mengapa orang tak memiliki kesungguhan? Karena ia tak memiliki kebutuhan akan Allah.

Penulis Ibrani masih belum disepakati. Tapi buku ini ditulis cukup lama, sehingga dengan berjalannya waktu, maka iman orang Kristen mulai mundur/menjauhi ibadah.
Ibadah akan memulihkan/membawa kembali orientasi hidup kita pada Tuhan, sehingga hidup akan lebih bermutu, tak hanyut.
Perlunya saling mendorong/menasehati agar tetap beribadah, karena kebutuhan manusia yang paling dalam. Orang yang tak beribadah, maka akan ada kekosongan/kehilangan/kegelisahan dalam hatinya.

Ibadah adalah perintah. Kalau tak melakukan, maka akan ada konsekuensi (v 31).
Ibadah itu harus aktif, tak boleh pasif.
Ibadah tak boleh pakai “Perasaan” / melihat situasi è tak mau ke gereja, karena hanya sedikit orang, dll.
Ibadah harus ada rasa memiliki, maka harus memutuskan di mana mau ke gereja, sehingga bisa bertumbuh

Ibadah itu vertical dan horizontal.
Ibadah itu God centered, tapi tak boleh melupakan koinonia / horizontal.
Tapi, yang terpenting tetap God centerednya.
Sekarang ibadah banyak yang bukan God centered atau other centered, tapi self centered, karena musiknya, dll.
Harusnya ia memikirkan bagaimana ibadah itu menyenangkan Tuhan.
Ibadah adalah korban kita pada Tuhan, apakah itu menyenangkan Tuhan.
Sehingga, kalau ibadah tak memuaskan dirinya, tetap ia akan focus pada bagaimana ibadahnya sendiri bisa menyenangkan Tuhan.
Orang yang semacam itu, menekankan diri, akan sering merasa tak mendapat apa-apa.

Saya akan menyoroti pemimpinnya, bukan jemaatnya. Karena banyak jemaat yang rajin beribadah, tapi banyak yang masih hidup dalam dosa.
Ibadah dan praktis hidup. Banyak orang beribadah, tapi “Tak ada manfaat” dalam hidup praktisnya.
Pemimpin gereja juga masih berpecah belah. Masing-masing mau menjadi kepala, bukan menjadi team work / team player. Tak mau mendengar kritikan/nasehat/masukan. Tak bisa diatur, padahal ia sangat pandai berkhotbah, senior, berpengalaman, dll.
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at,08 Mei 2009

Pentingnya Ibadah Ibr 10: 24-25
Heb 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Kenapa ini penting?
1. Undangan untuk bersekutu bergabung dan beribadah bersama di tempat ini datang dari Allah sendiri. Allah Pencipta langit dan Bumi yang menciptakan diri kita. Allah yang kita sembah adalah Allah yang mendambakan persekutuan dengan umatNya. Allah Di dalam Yesus Kristus, Dia terus menerus mencari, Dia menghampiri dan memanggil orang-orang berdosa untuk bersekutu dengan Dia.

Berulang kali di dalam Perjanjian Lama Tuhan menghimbau umatNya untuk mencari dia.
Mzm 105: 4: Carilah Tuhan dan kekuatanNya, Carilah wajahNya selalu!
Tuhan ingin bersekutu dengan saudara setiap minggu di tempat ini.

Di dalam Perjanjian Lama, waktu Musa diperintahkan untuk mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Musa harus menghadap Firaun meminta izin Firaun. Apa alasan yang dibuat Musa? Firman Tuhan kepada Musa yang disampaikan kepada Firaun adalah: Biarkanlah umatKu pergi untuk mengadakan perayaan bagiKu di padang gurun. Firaun menjawab: Siapa Allah itu? Masa kamu hendak menghentikan mereka dari kerja paksa? Ada satu kata. Menghentikan. Stop. Sabbath. Artinya Tuhan menghendaki Bangsa Israel untuk beristirahat. Setelah bekerja begitu lelah, sekarang ada satu waktu harus beristirahat. Istirahat itu harus diisi dengan apa? Dengan mengadakan perayaan. Ibadah bagi Tuhan Allah. Mempersembahkan korban bagi Tuhan Allah.
Perintah ini ditujukan kepada orang Israel dan sekarang juga ditujukan kepada kita.
Enam hari sudah bekerja sedemikian lelah, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu. Terus bekerja. Apa yang harus kita isi di hari ke tujuh? Harus ada satu hari di mana kita beristirahat dan bukan bekerja terus menerus. Istirahat dan beribadah kepada Tuhan!

Di dalam Mat 11: 28, Tuhan Yesus secara pribadi mengundang orang untuk datang kepadaNya. Dia berkata: Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Tuhan berjanji akan memberi kelegaan kepada saudara yang cape, yang letih yang berbeban berat! Tuhan akan memberikan kekuatan, kelegaan, damai sejahtera dengan FirmanNya.

2. Ibrani 10: 24-25 Tetapi marilah kita saling menasihati, makin giat melakukannya..
Persekutuan adalah ide daripada Tuhan sendiri, Tuhan tahu manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia adalah mahluk yang paling mudah merasa kesepian. Bahkan di antara saudara mungkin ada yang merasakan kesepian, kekosongan di tengah keramaian. Untuk menghilangkan rasa kesepiannya manusia biasanya mencari kelompok-kelompok agar dia bisa masuk dan beraktivitas bersama. Waktu mencari kelompok besar sekali keinginan untuk diterima supaya menjadi anggota.
Di dalam kelompok manusia bisa mengembangkan dirinya, bisa self actualization. Tuhan ingin kita mengaktualisasikan diri kita di tempat yang benar dan bukan yang salah karena itu Tuhan mendesign gereja. Agar di dalam gereja orang-orang ini bisa mengalami pembentukan, bisa mengalami pertumbuhan seperti yang Tuhan mau. Pembentukan itu adalah melalui teman seiman yang Tuhan berikan buat kita.

Pembentukan itu seperti apa? Heb 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
1. Teman seiman di sini dapat menjadi cermin bagi kita.
Seringkali seorang teman itu menyatakan pendapatnya tentang diri kita. Eh, kamu itu orangnya murah hati yah… pernyataan itu seperti cermin. Kita langsung bisa mengembangkan gambar diri yang dibuat oleh teman kita itu. Kita menjadi murah hati. Jika tidak ada teman yang berfungsi sebagai cermin, kita tidak mempunyai panduan seperti diri saya ini? apakah saya orgnya cukup baik? Apakah dandanan saya sudah bagus? Apakah saya sudah berhasil dalam hidup? Apakah saya sudah berjalan sesuai yang Tuhan mau? Kita tidak tahu. Sehingga kita seperti apa itu menurut pikiran kita sendiri. Bahayanya kalau kejauhan dari realita. Misalnya: kita ini yakin banget kita orangnya baik sekali. Tapi setiap kali pergi sama teman, kalau makan maunya dibayarin melulu, nggak mau ganti bayarin. Lalu teman bilang, eh elu pelit yah. Masa gua pelit, gua baik kok, Iya elu pelit.
Kitab Ibrani menyatakan: marilah kita saling memperhatikan, mengapa ini suatu ajakan, supaya kita bisa saling menjadi cermin.

2. Saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik.
Seringkali temanlah yang mendorong kita untuk mempunyai rasa percaya diri. Ada seorang teman sepelayanan saya yang rasanya tidak mampu, tidak bisa ini dan itu. Terus saya dorong dia, ayo kamu pasti bisa. Dia coba dan ternyata memang mampu. Setelah dia merasa mampu maka rasa percaya dirinya itu naik. Dia jadi tahu dia bisa melakukan hal yang dia pikir sebelumnya tidak bisa.
Di sini sangat penting pertanyaan, orang seperti apa yang menjadi temanmu, engkau berteman dengan orang seperti apa? Kalau engkau berteman dengan orang-orang dunia maka mereka akan mendorong juga kamu menjadi makin menyerupai dunia. dan mendorong di dalam pekerjaan yang buruk.
Misalnya saudara berteman dengan orang-orang yang kecanduan narkoba. Nah mereka juga menjadi pendorong. Ayo coba deh kamu pasti bisa, enak kok. Mula-mula sih nggak enak, lama-lama enak kok, ayo coba.
Saudara bergaul dengan orang yang suka ke pelacuran. Ayo, coba deh pasti kamu bisa. Pertama saya bayarin dulu deh. Kita sangat ingin merasa diterima, biasanya dorongan itu kita responi dengan positif. Di sini menjadi penting orang-orang seperti apa yang menjadi temanmu?
3. Teman itu menjadi pembanding sehingga menaikkan motivasi diri kita.
Dengan adanya teman kita berusaha untuk semakin bersemangat untuk berusaha. Ingin menjadi lebih baik. Dalam hal akademik, misalnya. Wah si A dapat nilai 9 saya kok cuma 7. Saya ingin lebih baik. Kalau tidak ada teman, saudara dapat 6, oh ya sudah simpan dalam lemari. Saudara tidak terbangkitkan motivasinya.
Sdr saya percaya Tuhan merancang Persekutuan Pemuda GKJ dengan maksud di atas, menolong saudara untuk berhasil di dalam kehidupan ini bersama dengan Tuhan.
Perhatian, dorongan, kasih, pekerjaan baik ada di dalam persekutuan orang Kristen. Saudara tidak akan mendapatkan hal itu di luar persekutuan orang percaya.

2. Di dalam bersekutu kita memuji Tuhan. Wahyu 5: 11-14. Kita memuji Tuhan karena karya KeselamatanNya yang begitu istimewa yang telah Tuhan berikan bagi saudara dan saya.
Ungkapkan keagungan karya keselamatan yang Tuhan berikan bagi kita. Kita harus menyanyi dengan seluruh jiwa kita, seluruh perasaan kita untuk memuji Dia yang telah mati bagi kita.
Tuhan hadir di sini, Dia mau melihat bagaimana kita menyanyi, beribadah bukan apa yang saya dapatkan dari gereja ini? Tapi apa yang saya bisa berikan bagi gereja ini. Apa yang saya berikan bagi Tuhan.
4. Persekutuan dengan Allah selalu dilihat sebagai suatu perayaan, suatu pesta yang besar, di mana di dalam pesta itu ada makanan rohani yang berlimpah-limpah.
Wahyu 3: 20.
Tuhan Yesus pernah berkata: manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Di dalam persekutuan seperti ini, saudara mendapatkan makanan rohani yang berlimpah-limpah.
Makanan rohani ini Firman Tuhan memberikan kita kekuatan untuk hidup hari demi hari. Tuhan sangat mengerti akan kondisi yang dialami manusia, Tuhan dari Surga melihat di dunia ini banyak sekali orang yang mengalami kesulitan, kesusahan, beban yang berat. Orang yang mengalami kesulitan tapi tidak menemukan jalan keluar akan mengakibatkan depresi berkepanjangan. Depresi yang berkepanjangan itu akan membuat orang bunuh diri.

Depresi adalah penyebab utama bunuh diri. Bunuh diri adalah penyebab kematian no 10 di Amerika. Kasus bunuh diri mencapai 24.000 kematian pertahun. Kematian akibat bunuh diri terjadi setiap 20 menit. Dan ada satu usaha bunuh diri yang berhasil dari 10 usaha bunuh diri. Di seluruh dunia kasus bunuh diri semakin meningkat. Dilaporkan ada 500.000 kasus setiap tahun.
Bunuh diri adalah masalah manusia yang unik. Binatang kalau susah tidak pernah bunuh diri. Hanya manusia yang membunuh dirinya sendiri. Bunuh diri karena sudah tidak ada pengharapan, tidak punya kekuatan untuk hidup.
Darimana kita mendapat kekuatan untuk hidup? Dari makanan rohani, Firman Tuhan yang adalah sumber hidup itu sendiri.

Yang banyak didengar adalah ibadah terjadi di gereja. Dan secara formal, integritas ibadah secara institusi (gereja) sudah mulai menurun. Ada pangamat yang mengatakan instituasi gereja sudah menurun dan banyak ditinggalkan orang. Gereja besar juga sudah kurang sekali saling memperhatikan dan mendorong jemat yang lain. Untuk langkah2 memperbaiki hal itu tidak tahu harus mulai dari mana, karena terlalu kompleks.

Latarbelakang: ibadah PL ada ruang kudus, maha kudus, dan pelataran. Hanya imam besar yang bisa masuk ruang maha kudus. Kedatangan Yesus membelah tirai pembatas ruang maha kudus itu, di mana kita bisa masuk ke sana. Penulis Ibrani mengingatkan ada orang2 yang murtad, meninggalkan ibadah karena mereka sudah tidak lagi menganggap ibadah itu hal yang penting. Orang yang meninggalkan ibdah tidak lagi menghargai apa yang sudah Yesus lakukan.

Menurut Ensiklopedi Alkitab kata ibadah (Ibr. Avoda, Yun. Latreia): konsep dasarnya menekankan pelayanan sebagai pekerjaan seorang budak yang penuh rasa takut, hormat, kagum, takjub, kepada tuannya. Ibadah adalah suatu pelayanan yang dipersembahkan kepada Allah di Bait Allah, juga dalam pelayanan kepada sesama. Dalam konteks surat Ibrani ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi yang mengalami penganiayaan dan keputusasaan. Tujuannya:
Memperkuat iman mereka.
Mendorong jemaat menuju kedewasaan rohani.
Mendorong jemaat tidak meninggalkan ibadah meskipun hidup dibawah penganiayaan.
Mengapa ibadah itu penting:
Karena sudah ada akses kepada Allah melalui pengorbanan Kristus. Fokus: pada Allah dan karya-Nya.
Karena ibadah adalah suatu keharusan bagi orang percaya. Fokus: pada ketaatan pada perintah Allah.
Karena melalui ibadah kita dapat saling memperhatikan dan mendorong. Fokus: pada relasi antar sesama anggota tubuh Kristus.

Ada dua aspek penting dalam ibadah:
Vertikal: datang untuk menyembah Tuhan, mengangkat pujian, dan membawa persembahan (membawa seluruh antero tubuh kita) karena banyak orang datang, tubuhnya hadir tetapi hati dan pikirannya tidak hadir. Juga membawa persembahan bisa berarti membawa waktu kita. Demikian juga membawa persembahan.
Horisontal: ada sisi koinonia, hubungan saling memperhatikan, saling mendorong, dan berbuat baik.

Ibadah ada kaitannya dengan kehidupan kita. Yesus pernah mengecam orang-orang farisi, ”Jika hidup keagaamnanmu tidak lebih baik..” Hidup orang Farisi begitu ketat dalam ibadah, yang kurang adalah tidak ada perasaan dengan Tuhan. Bagian ini juga berbicara mengenai disiplin ibadah. Orang harus belajar disiplin. Dosa dapat membuat orang meninggalkan ibadah, tetapi ibadah dapat membuat orang meninggalkan dosa.

Di bagian ini berbicara tentang Kristologi, juga praktical teaching. Di sini kita harus berbicara mengenai hal-hal yang praktis dalam pengajaran Kristen. Dalam surat Paulus di Efesus ia berbicara mengenai koinonia, hal yang sama juga ditekankan di sini. Tujuan dari pelayanan gereja menekankan:
Worship God
Learn the Word of God
Serve people
Maintain the spiritual Fellowship
Prepare ourself for Second Coming Lord Jesus.

Shell shaft = kumpulan orang, Gemain shaft = aspek koinonia, sesuatu yang harus ada dalam gereja di mana bisa menghidupkan kehidupan jemaat. Ada sesuatu yang bisa membangun, menghibur, dan menguatkan. Bagaimana membanguan kita adalah bagian dari komunity ibadah adalah peran setiap orang kristen. Jemaat sekarang begitu individualistis, dan relasi menjadi tidak nyata dalam kehidupan orang percaya.

Istilah ”menjauhkan diri” = meninggalkan, menyimpangkan diri degan sengaja. Ada kemerosotan iman, juga kehidupan ibadah mereka. Ibadah mereka hanyalah ibadah lahiriah, sehingga gampang rapuh. Ibadah yang sejati adalah adanya perubahan yang sejati yang tidak mudah dipengaruhi. Kondisi kemerosotan inilah yang begitu diperhtikan oleh penulis ibrani. Padahal, mereka sudah mengerti konsep2 tentang Taurat. Ibadah juga bukan hanya menyangkut perubahan tetapi juga hati, di mana mengalamai pengenalan dengan Tuhan dan menjadi dekat dengan Tuhan. Kalau hati kita ada Tuhan makan kita akan senang dan menikmati ibadah itu. Hal ini persis sama dengan orang yang jatuh cinta. Ibadah ini juga dikaitkan dengan menjelang Hari Tuhan yang makin mendekat. Kehidupan sekuler, menjauhkan diri dari Tuhan, kesulitan hidup dan lain sebagainya, membuat banyak orang meninggalkan ibadah. Ibadah bukan hanya untuk kehidupan sekarang, tetapi juga yang akan datang.

Ibadah adalah perintah dan undangan Tuhan, jadi tidak bisa dilanggar.
Ibadah juga adalah berkat dari Tuhan Yesus, sehingga kita bisa menghadap Tuhan dengan keberanian. Kita diangkat menjadi anak-anak Tuhan, dan anak-anak Tuhan harus berada di rumah Tuhan. Ibdah sekarang yang kita jalani adalah menanti kedatangan Tuhan Yesus yang sudah mendekat. Di sana kita akan menikmati perjamuan bersama dengan Tuhan. Selain itu, ibadah juga mendatangkan berkat untuk kesehatan fiisik kita. Secara medis pun kita diberikan satu hari untuk beristirahat dalam satu minggu. Berhenti beribadah juga menyebabkan orang menjadi terbiasa, sehingga ketika tidak beribadah beberapa kali menjadikan hal itu tidak masalah apa-apa.

Worship merupakan suatu thanksgiving. Sebagai anak-anak Tuhan yang sudah diselamatkan kita harus mengucap syukur atas apa yang sudah Tuhan lakukan kepada kita. Kehadiran kita juga membawa shalom yang besar. Ibadah juga memperstukan kita. Doa Tuhan Yesus juga supaya para murid-murid-Nya bersatu. Selain itu, ibadah juga membentuk anak-anak Tuhan menjadikan Tuhan sebagai yang utama.

Menurut orang Yahudi Sabat adalah hari perhentian: bersyukur dan bertemu dengan orang lain. Hari itu juga berarti:
Hari yang dikuduskan (dikhususkan)
Hari yang diberkati (mendapatkan berkat dan menjadi berkat bagi orang lain)
Hari kebangkitan (penyataan kuasa Allah akan dunia ini)
Hari pembenahan (dilayakan dan dimampukan)
Hari pembekalan (diperlengkapi untuk pergi menginjili)

Tiga hal penting dalam ibadah:
Menyelesaikan masalah bersama dengan Tuhan, yang kuat menopang yang lemah, yang berdosa dipulihkan kembali. Gereja menjadi kuminitas penyembuhan kehidupan rohani.
Memberikan persembahan syukur kepada Allah: di mana Allah telah menjawab doa-doa kita dan menyukuri atas berkat-berkat yang Tuhan berikan kepada kita.
Membekali jemaat supaya mereka bisa kuat menjalani kehidupan ini. Ibadah gereja juga harus memberi jawaban atas pergumulan mereka, memberi makanan rohani yang cukup untuk mereka sehingga mereka merasa puas dengan kehadiran gereja. Hamba Tuhan juga perlu sadar akan pentingnya hal ini: Jadikan ibadah itu sebagai ibadah yang terakhir.



ANAK ALLAH MENYATAKAN KEMULIAANNYA

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis,30 April 2009
ANAK ALLAH MENYATAKAN KEMULIAANNYA
Yohanes 2:1-11
Tidak disebutkan Yusuf suami Maria dalam bagian ini. Ada kemungkinan bahwa ia sudah meninggal.
Bagian ini adalah historical narrative, jadi jangan ditafsirkan allegory.
Anggur, ya anggur, jangan ditafsirkan sebagai cinta.
Mereka kekurangan anggur, karena pesta nikah biasanya berlangsung 1 Minggu. Berarti, mereka bukan orang kaya, sehingga bisa kehabisan anggur.
Apa maksud Maria dengan mengatakan perkataan itu?
Beberapa tafsiran:
a. Mari kita pulang, karena anggur sudah habis.
b. Maria mengharapkan Yesus melakukan mujizat untuk menolong mereka.
c. Maria yang sudah mengetahui siapakah Yesus, membuat mujizat dan menyatakan diri sebagai Mesias.

Jawaban Yesus, mau apakah engkau ibu (gunee, Yun.; woman, NIV), My hour has not yet come.
Yesus tak mau menyatakan diri sebagai Mesias, karena waktu belum sampai.
Yesus sedang mengemban tugas dari Bapa, maka setiap tindakan itu ada waktu yang ditentukan.

Air telah berubah menjadi anggur. Orang Liberal (Mis.: R. Bultmann) tak percaya mujizat ini. Ia mengatakan bahwa Yohanes mengadopsi dari dongeng kafir.

Orang yang percaya mujizat ini juga terbagi menjadi 2 golongan:
a. Hanya air yang dicedok itu yang menjadi anggur.
b. Semua air yang dalam tempayan juga menjadi anggur.

Yesus melakukan mujizat itu sebagai tanda (sign) yang menunjukkan keilahian Yesus.
Ini adalah mujizat yang pertama.
Mujizat ini juga telah membuat murid-murid percaya pada Yesus.

William Hendrickson mengatakan bahwa semua orang yang ada di pesta itu tak disebutkan dengan jelas nama mereka, hanya Yesus yang dinyatakan dengan jelas. Ini berarti, bahwa kita juga harus menonjolkan / mengutamakan Yesus saja.

Yesus yang bagaimana?
Yesus yang bukan hanya sanggup buat mujizat, tapi juga adalah Tuhan.

Anggur (oinos, Yun.) = anggur yang difermentasi / memabukkan / sari buah anggur yang belum difermentasi / sirup yang sangat manis.
Apakah, Yesus membuat sesuatu yang memabukkan?
Bukankah itu dilarang dalam Alkitab PL (Ams 23:31)?
Jadi, anggur ini adalah sari buah anggur yang belum difermentasi / tidak memabukkan. Karena, kalau ini anggur yang memabukkan, maka anggur ini lebih dari cukup untuk memabukkan semua tamu dalam pesta ini.

Orang Katholik sering berdoa pada Maria. Padahal bagian ini tak mendukung bahwa orang Kristen bisa berdoa pada Maria, supaya dikabulkan.

Jadi, apa arti ”Waktu belum tiba?” Artinya, adalah waktu untuk menyatakan mujizat itu belum tiba.

Tujuan mujizat:
a. Menyatakan kemuliaan Yesus. Melalui mujizat ini, orang bisa percaya pada Yesus yang menyelamatkan manusia berdosa.
b. Menyatakan keilahian Yesus.
c. Menyatakan kedaulatan Yesus atas alam.
d. Menjadi lambang kuasa Yesus untuk mengubah orang berdosa menjadi anak Allah.

Maria minta kepada Yesus untuk menolong orang yang mengalami kesulitan.
Apa dasar Maria minta kepada Yesus, padahal ia belum pernah melihat Yesus membuat mujizat, karena ini adalah mujizat yang pertama?
Maria pasti memiliki pemahaman/pengenalan/kepekaan dalam melihat pertumbuhan Yesus.
a. Sejak awal saja, ketika ia mengandung dengan ajaib, hal itu telah mempersiapkannya untuk menyadari bahwa Yesus yang dikandung adalah Tuhan.
b. Waktu berusia 12 tahun, ketika Yesus bersoal jawab dengan imam-imam di bait suci.
c. Waktu Yesus berpuasa 40 hari 40 malam.
Maka, setelah menyaksikan itu semua, maka Maria memberi tahu Yesus agar menolong orang yang kesulitan ini.

Waktu-Ku belum tiba = mengarah pada penekanan bahwa ”Kamu tak memiliki kuasa untuk mengatur Aku.”
Jadi, Yesus iba sehingga menolong, tapi tak perlu diatur oleh siapapun. Memang Ia sendiri adalah Maha Kasih.

1. Ayat 4, Yesus menggunakan kata ”Gunee”= wanita=perempuan ada dua kali ini pertama kali dan kedua ini (waktu di kayu salib) = yang di dalam L.A.I menerjemahkan “ibu” . Saat-Ku belum tiba, Yesus mau mengatakan Dia tak tergantung pada agenda manusia, tapi sesuai agenda Allah. Dia melayani dan bekerja tidak tergantung kepda Maria antara Yesus dengan Bapa-Nya sendiri.
2. Yesus mengadakan mujizat pertama kali pada kontex pernikahan, bukan membangkitkan orang mati. Karena pernikahan itu sebuah lembaga yang paling rapuh. Keluarga perlu Yesus, karena tanpa Yesus, pernikahan itu menjadi hambar. Kehilangan sukacita
3. Yohanes selalu bicara mengenai ”tanda,” yang Yesus lakukan untuk menyatakan hal yang significant dari tindakan Yesus (Yoh 4:54; 6:14; 9:16; 11:47 supaya murid-Nya percaya dan banyak orang percaya.
4. Kemuliaan Tuhan menarik orang datang/percaya pada-Nya.

Dalam peristiwa ini, Yesus digambarkan mau berhubungan dengan siapapun:
a. Dengan orang rendah, para pelayan.
b. Dengan pemimpin pesta = karyawan kelas tinggi.
Juga berhubungan dengan mempelai.
Hidup manusia itu sangat rentan, berubah-ubah, sekalipun dalam suasana yang bahagia, bisa langsung berubah menjadi menyedihkan/memalukan.
Karena Yesus hadir, maka mereka mengalami pertolongan.
Murid-murid melihat dan percaya.

Anggur habis=kesukaan dalam dunia ini tidak kekal.
Sudah dipersiapkan dengan baik pun, tetap habis.
Maka dalam kebahagiaan, tetap harus berjaga-jaga, sehingga tatkala ada kesusahan, bisa siap sedia.

Maria minta tolong Yesus, karena sudah berulangkali dalam rumah, Maria minta tolong pada Yesus, dan Yesus selalu menolong dengan baik. Jadi, kalau kita ada persoalan, cepat beri tahu Yesus.

Maria sangat peduli pada orang yang susah=pemerhati yang baik, di dalam/ di luar keluarga.
Waktu-Ku belum sampai = suatu nubuat Yesus, bahwa di masa depan, banyak orang yang akan menyembah Maria, maka Ia menjawab dengan kalimat yang “Kurang sopan” ini.
Maria juga tak marah mendengar jawaban Yesus, karena ia juga menyadari ada kebenaran dalam kalimat itu. Malahan, ia cepat-cepat beri tahu pada pelayan pesta, berarti ia sudah beriman pada Yesus.

Yesus datang ke pesta pernikahan di Kana.
Bukan berarti Yesus suka datang ke pesta pernikahan, karena ini satu-satunya pesta yang dikunjungi Yesus dalam pelayanan-Nya.

Mengapa datang ke pesta ini? Bukankah banyak pesta yang lain?
Karena, Yesus ingin menekankan bahwa kualitas dalam pelayanan itu penting sekali.
Ada 7 mujizat yang dicatat dalam Injil Yohanes, di mana 6 mujizat itu tak dicatat dalam injil yang lain.
Mujizat yang pertama dari 7 mujizat itu adalah mujizat air menjadi anggur.
Itu bicara mengenai kualitas.
Kualitas harus ”Lebih dari air,” harus anggur dan ”Anggur yang terbaik.”
Kalau dunia menawarkan ”Air,” gereja harus bisa menawarkan ”Anggur.”
Bagi Yesus, kualitas adalah yang pertama dalam pelayanan, bukan kuantitas.
Mungkin apa yang dilakukan ”Tidak banyak” secara kuantitas, tapi kalau dikerjakan dengan baik secara kualitas, itu lebih berarti.

Di samping itu, kemungkinan orang ini adalah orang kecil, yang tak mampu menyediakan anggur dalam jumlah banyak.
Artinya, Yesus ada perhatian pada yang kecil, di kota kecil.

Sering pesta lebih penting dari urusan rohani: berdoa, ke gereja, dll.
Datang ke pesta lebih penting dari pada datang pada Tuhan.
Maka, Hok Im Tong tidak mengizinkan pemberkatan nikah pada hari Minggu.

Dan dari pesta itu, yang penting bagi kebanyakan orang adalah makannya, bukan acara protokolernya. Karena banyak orang tak mau datang awal untuk ikut acara protokolernya, apalagi datang pada pemberkatan nikahnya di gereja, hanya datang pada acara resepsinya.

Di waktu pesta, orang juga sering jatuh dalam dosa.
Banyak orang datang ke pesta, kemudian ia menjadi batu sandungan: membawa makanan pulang, membuang-buang makanan, berebutan, dll.
Bagi Yesus, pesta pun adalah hal yang rohani, adalah waktu untuk PI.
Untuk itulah Ia datang (Mrk. 1:38).
Tidak ada waktu untuk tidak PI.
Itu juga yang Rabu kemarin dalam doa Misi ditekankan (Yoh. 9:4).

Kualitas yang bagaimana?
1. Mau datang, tidak tunggu.
Gereja sering lebih suka menunggu orang datang sendiri, tapi tidak suka mencari orang untuk datang.
2. Mau menolong, tidak diam saja.
Peduli pada kesulitan orang lain.

Banyak orang bukan menolong, tapi memperparah keadaan, memanfaatkan, bahkan menjerumuskan.
Orang yang berpesta, berpakaian indah, tapi tak bisa ”Menutupi” kebutuhan hatinya yang terdalam.
Haus akan Tuhan tak bisa ditutup dengan baju pesta.
Tuhan melihat hati, bukan melihat penampilan.
Kebutuhan hati orang adalah ”Anggur” Tuhan, yang bisa memuaskan.
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum'at ,01 Mei 2009

Peristiwa berubahnya air menjadi anggur terjadi di Kana, ini adalah mujizat yang pertama yang dibuat Yesus spy para murid melihat perwujudan kemuliaan Tuhan Yesus. Undangan yang diberikan kepada Yesus menunjukkan relasi Yesus dengan yang memeiliki pesta. Pada saat yang tepat Yesus hadir.
1. Dia peduli atas kesulitan manusia, dalam kesulian Dia menyatakan kemuliaanNya memberikan tepat pada waktunya.
2. Untuk mengalami kuasa Tuhan perlu ketaatan pada perintah Tuhan. Melakukan apa yang Dia perintahkan, ada taat dan percaya dari apa yang Yesus perintahkan.
3. Kedatangan Yesus membawa sukacita bagi keluarga itu, Tuhan Yesus merubah krisis menjadi berkat.

Pertolongan Yesus datang pada waktunya pada saat manusia menemuai jalan buntu. Kuasa Tuhan mengubah bukan lahiriah tetapi kualitas. Memberikan yang terbaik, biasanya manusia/iblis memberi yang manis dulu pahit kemudian, tetap Tuhan memberi yang baik dari awal sampai akhir. Kuasa supranatural yang dinyatakan, kapan air itu berubah jadi anggur? Tdak tahu, tetapi melalui peristiwa itu Anak Allah dinyatakan.

Sharing upacara kedukaan di Garut dari keluarga pdt Toni, yang sangat dekat dengan masyarakat. Terkadang kita kurang dekat dengan masyarakat, ditengah kesibukannya Dia tetap menyempatkan diri untuk hadir. Yesus menyatakan kemuliaanNya bukan ditengah jemaat dan gereja, tetapi ditengah pestapun Dia tetap bisa memulikan Allah dan menyatakan Dirinya. Bila kita bisa mencontoh Yesus kita bisa menyatakan kemuliaaNya dimanapun juga, Dia sangat konsen memperdulikan sesamanya.

Ada 2 perkara besar yang bisa dipelajari melalui perikop ini:
1. Pengakuan. Menantang spy orang bisa mengaku Dia melalui mujizatNya, pimpinan pesta juga mengakui akan keilahian Yesus. Ada sesuatu disana bahwa Yesus adalah Allah.
2. Pemantapan, bgi Maria tentang kandungannya bahwa bayi itu akan menjdi raja, para murid mengakuai bahwa dia adalh Anak Domba Allah. Mujizat ini makin meyakinkan para murid dan juga Maria bahwa Dia adalah Anak Allah.

Bagaimana kita dapt mengalami kemuliaanNYa.
1. Undang Yesus dalam kehidupan kita.
2. Datang kepadaNya dalam doa, spt Maria.
3. Taati firmanNya.

Alasan kenapa Yesus menyatakan kemuliaanNya?
1. Karena ada kebutuhan yang mendesak, anggur habis.
2. Ada permintaan/doa yang dipanjtkan, Maria datang kepada Yesus.
3. Ada iman dan ketaatan.
4. Agar murid percaya kepadaNya, Tujuan Yohanes menulis Injil ini adalah spy kita percaya bahwa Yesus Anak Allah.

Jika ada anggur di padang gurun apakah difermentasi/blum? Disana dikatakan bahwa air anggur adalah “sapa” air anggur yang dipanaskan shg kadar gulanya tinggi.
1. Air mjd anggur, mengubah sesuatu yang tidak berharga mjd berharga, mengubah sesuatu yang tidak berharga menjadi berharga.
2. Tempayan air basuhan jadi tmpt minum anggur, Tuhan Yesus memakai sesuatu yang hina menjadi berharga.
3. Tempayan yang kosong mjd penuh dan berharga, spt hati yang kosong dipenuhi sukacita, mengisi yang kosong menjadi penuh.

Satu hal yang menarik, dia tidak menyatakan bahwa itu mujizat tetapi tanda. Tanda menunjukkan kepada sesuatu yang lebih dari pada mujizat itu sendiri, yaitu memiliki maknateologis. Ada 7 tanda yang dicatat dalam injilnya dengan sangat selektif diebutan sebagai “tanda’ yang diperbuat oleh Yesus. “Semeia is something full of meaning” fakta ini menunjukkan bahwa dalam diri Yesus ada kuasa untuk mengubah air menjadi anggur yang harum yang diaplikasikan bahwa Yesus dapat mengubah kehidupan yang tawar menjadi bermakna dan berpengharapan. Semeia adalah tanda yg merupakan suatu tantangan yang menyembunyikan sesuatu dari Yesus, Dia berkuasa merubah air yang tawar menjadi berharga.

1. Bahwa Yohanes adalah tanda bukan mujizat, tanda itu tidak berhenti pada natur diri sendiri, yang menunjuk pada sesuatu yang lain yang lebih tinggi dari tanda itu sendiri, ketika orang melihat itu, Yesus mengajak bukan pada mujizat/tanda tetapi kepada siapa yang membuat mujizat itu.
2. Percaya, mereka percaya sebagai siapa? Apakah sebagai pembuat mujizat, guru/siapa? Kami menemukan mesias, para murid mulai mengenal siapa Yesus dan pada puncaknya itu pada kebangkitan Yesus.

Ketika kekurangan terjadi biasanya masalah itu, Ketika mc kekurangan maka manusia menambahkan. Kekurangan Tuhn bisa mengajarkan seusutu.
1. Kekurangan mengajarkan kita ketidaksempurnaan, perkawinan di kana pasti sudah diatur dnegan baik, tetapi masih saja ada yang kurang. Ilustrasi tukang kayu, kekurangan mengajarkan kita untuk tidak sombong, sebesarnya kita pasti ada yang kurang, yang sempurna hanya Tuhan kita harus bergantung padaNya.
2. Ada yang namanya kebutuhan, ketika kekurangan Maria yang tahu bahwa Yesus dapat memenuhi kebutuhan itu, kebutuhan akan kekurangan anggur, Maria percaya bahwa yang dapat mencukupi/memenuhi itu Kristus.
3. Ketidak berdayaan, bagaimana caranya? Anggur bisa dibuat dalam satu hari, tapi berapa banyak? Ketidak berdayaan itu mereka taat mengisi tempayan itu dnegan air, ketika taat mujizat terjadi. Suatu perubahan kualitas. Kapan air anggur itu berubah?

Cara Yesus menyatakan kemuliaanNya, 30 tahun hidup sbg manusia dan baru dia menyatakan diriNya, scr natural.
1. Yesus hadir untuk menjawab kebutuhan manusia, peristiwa habis anggur dalam pesta adalah memalukan, pesta itu tidak akn menjadi pesta sukacita, Dia datang untuk menyatakan keberpihakanNya, Dia tidak datang untuk mencari sensasi ditengah kesulitan.
2. Dia hadir untuk menyatakn keajaiban mujizat itu.
3. Yesus hadir untuk mengarahkan pandangan manusia kepada Allah yang maha kuasa, Maria dan para murid tahu bahwa Dia adalah Anak Allah yng menyatakan kemuliaanNya bahwa Dia adalah Anak Allah yang sejati.

Penjelasan air jadi anggur hati-hati menjelaskannya kpd remaja, air menjadi buah anggur.

1. Konteks perikop: peristiwa air diubah menjadi anggur merupakan “tanda” bahwa sejarah keselamatan dimana Kerajaan Allah telah dinyatakan hanya melalui karya Kristus. Yang terutama bukanlah mujizat itu sendiri, melainkan tanda yang menuntun manusia kepada keselamatan dari Allah, dimana sebuah “tanda” tidak bisa berdiri sendiri tetapi ada makna yang lebih besar dibalik tanda itu. Eksegese dalam khotbah untuk mengacu pada tema seputar tanda dari Allah. Bukan sekedar tanda bahwa Allah akan menyelamatkan, tetapi juga tanda akan menghakimi dunia ini. Penafsiran secara alegori akan menjauhkan makna sebenarnya dari perikop ini.
2. Kota Kana merupakan kota kecil yang tidak penting, namun tercatat Natanael salah seorang murid Yesus berasal dari kota itu (Yoh 21:2), dan mujizat penyembuhan terjadi di kota itu (Yoh 4:46). Melalui kota kecil ini, Allah menyatakan kemuliaanNya melalui karya Kristus.

3. Aplikasi yang diterapkan, Allah telah menyatakan tanda dan menggenapkan tanda itu, apakah kiprah hidup kita menyatakan tanda dari Allah pada konteks jaman ini?

Ini adalah mujizat, mungin ada unsur lain/kreasi?atau unsur lain? Seharusnya ada unsur waktu yang dibutuhkan, tetapi Yesus mengatasi ini. Ada 6 tempayan dari batu besar isinya 1 tempayan 30 galon, kualitas yang terbaik. Situasi yang mencekam disitulah mujizat itu terjadi, mujizat itu adalah suatu tanda, ketika dihubungkan dengan \Yesus itu menjadi suatu tanda. Pasal 1 menyatakan Yesus adalah Sang Firman, pasal 2 menggambarkan Yesus dan kemuliaanNya, semua tanda itu di catat dengan magsud spy mereka percaya, ada unsur kesaksian tentang siapa Yesus itu, kehadiranNya, KuasaNya, KasihNya dalam suatu konteks. (Sebuah klenteng di garut, yang sering ada mujizat yang membuat itu ada mujizat), kemudian ketika melihat gereja apakah disana ada mujizat? Rindu spy disana ada mujizat, jika kita mencari gereja pasti mencari gereja yang ada mujizat dan kuasa. Kalau gereja tidak ada mujizat, maka gereja tidak ada ubhnya dengan sebuah perusahaan.

Tafsiran menunjukkan bahwa ini adalah pernikahannya Yohanes, pada hari ketiga setelah dia menjadi murid Yesus, dia disebutkan sebagai murid yang dikasihi karena dia peduli terutama dalam pernikahannya. Beberapa hal yag penting:
1. Miracle adalah suatu wonder, mystery, dan miracle juga disebut sebagai sign. Sign adalah suatu tanda tangan, autograph, endorse atau incredible write uantuk mengenal yang memberi tanda. Simiei atau sign merupakan
a. Sulit dipercaya.
b. Tak terbayangkan.
c. Tak terpikir.
d. Sukar ditebak (unbelivable, unimamaginable, unthinkable) moment menjadi fakta kenyataan.
2. Perikop ini umumnya dipakai untuk PI, dengan penekanan:
a. Mengundang Yesus.
b. Meminta kepada Yesus.
c. Percaya kepada Yesus.
3. Ini adalah mujizat atau tanda ajaib yang pertama (the begining of sign, the ealiest sign.

Berkenaan dengan perjamuan kawin di Kana dapat ditekankan beberapa hal:
1. Life is a feast—hidup bagaikan sebuah pesta yang seribu satu rasa, toh tidak ada pesta yang tidak berakhir, demikian juga dengan pernikahan.
2. Life is joke—hidup bagaikan bahan tertawaan, bearani mengundang tetapi tidak dapat memusakan.
3. Life is miracle—keajaiban Tuhan tatkala kita angkat tangan, Tuhan turun tangan, mujizatNya terjadi membuat orang menjadi percaya kepadaNya.

Cara hidup manusiawi;mulai dengan yang indah berlanjut dengan yang buruk good—worse (down grade) Tuhan Yesus memberi yang terbaik, up-grade karena He rise me up.