Jumat, 04 Desember 2009

YUSUF , SEORANG YANG TULUS HATI

Yusuf , Seorang yang tulus Hati

Matius 1:18-25


Pembahasan Firman Tuhan

Hamba Tuhan Pooling Garut

(IBIS) Mat. 1:19à Yusuf, tunangannya itu, adalah seorang yang selalu mentaati hukum agama. Jadi ia mau memutuskan pertunangannya, tetapi dengan diam-diam, supaya Maria tidak mendapat malu di muka umum. (ITB) Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (KJV+) Then Joseph her husband, being a just man, and not willing to make her a public example, was minded to put her away privily.

Istilah “tulus hati” Yun. δίκαιος/dikaiosà equitable, innocent, holy, just, righ.

Yusuf adalah seorang yang tulus hatinya. Ia hidup tidak bercela, hidup dalam kekudusan dan kebenaran. Apakah ciri-ciri yang dimiliki Yusuf sehingga disebut sebagai orang yang tulus hati?

Pertama, ia tidak mau mencemarkan nama Maria, tunangannya (Mat. 1:19). Ia seorang yang tulus dan benar, karena setelah mengetahui tunangannya hamil, ia diperhadapkan dengan beberapa opsi yang sulit, antara menceraikannya secara diam-diam atau mengekspos kehamilan tunangannya itu sehingga dihukum rajam dengan batu sampai mati, hukuman bagi wanita yang berzinah. Namun dalam hal ini ia tidak bertindak gegabah dengan segera memarahi dan meninggalkannya, melainkan tetap berusaha tidak mencemarkan nama tunangannya itu. Artinya, ia tetap berusaha menjaga nama baik tunangannya.

Kedua, ia mau mentaati perintah Tuhan dengan tetap menikahi Maria (Mat. 1:24). Dalam menggumuli beberapa opsi di atas, kemudian Allah memberikan opsi ketiga bagi Yusuf, yaitu supaya ia tetap menikahi Maria. Kemudian ia segera membatalkan niatnya untuk menceraikan Maria, setelah mengetahui bahwa kehamilan Maria ternyata bukan karena penyelewengan atau ketidaksetiaan, melainkan karena karya Tuhan. Akhirnya ia memilih opsi tersebut dengan mengambil Maria sebagai istrinya.

Ketiga, ia rela mengorbankan kesenangannya sendiri (Mat. 1:25). Yusuf dan Maria tidak melakukan hubungan jasmani sebagai suami istri yang adalah haknya selaku suami, kecuali sampai bayi Yesus lahir kedunia. Ini membuktikan bahwa ia rela mengorbankan kepentingan dan kesenangan pribadinya demi mentaati kehendak Tuhan.

1) Secara ‘common sense’ siapa berani berkata Yusuf bukan seorang yang tulus hatinya. Berbeda tatkala kita menyebut nama Kain misalnya, Yakub misalnya, Saul misalnya, Yudas misalnya, Yohanes dan Yakobus misalnya, dan masih banyak lagi yang lainnya. 2) Dari pernyataan tertulis, ayat 19 bahwa Yusuf seorang yang tulus hatinya. Ada ‘common sense’ dan ada pernyataan tertulis, mengajarkan kepada kita, benar Yusuf seorang yang tulus hatinya. Kita melihat manusia juga dalam dua hal yang sama. Kita bisa ada ‘common sense’ berjumpa seseorang dan bisa menyimpulkan bahwa dia tidak tulus hatinya. Terlebih kemudian melalui pembuktian realita hidup, data empiris, ya benar adanya.

Yusuf seorang yang tulus hatinya maka sikap hidupnya adalah ‘diam-diam’

Yusuf yang tulus hatinya maka bermaksud menceraikan istrinya Maria secara diam-diam, yang pada waktu sesaat dianggap telah tidak setia terhadap sebuah pertunangan, ayat 19. Yusuf tahu resiko yang akan dihadapi Maria adalah hukuman mati (band Yoh 8:7). Yusuf tidak pernah terpikir untuk membalas jahat dengan jahat pada waktu sesaat menganggap Maria tidak setia kepadanya. 1) Tidak balas jahat dengan jahat.

2) Diam-diam itu penyelesaian yang indah. Dunia hari ini (1) jahat lawan dengan jahat, mengadukan suami, diadukan istri. (2) berita yang pertama itu yang paling bernilai dan mempunyai harga jual yang mahal, soal benar salah urusan belakang.

3) Yusuf seorang yang tulus hatinya maka dipakai dan diperkenan oleh Tuhan

Yusuf yang tulus itu dikunjungi malaekat Tuhan dan memberitahukan secara lengkap apa yang dialami oleh Maria itu ayat 20-23. Maka Yusuf yang tulus itu begitu mudah untuk dipakai dan diperkenan Tuhan. Ada orang yang dipakai, misalnya Firaun tetapi tidak diperkenan karena kemudian dibinasakan. Yusuf dipakai dan diperkenan.

4) Yusuf seorang yang tulus hatinya maka dengan mudah untuk taat kepada Tuhan

Ayat 24-25 Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan Tuhan. Dasarnya sudah sama, medianya sudah sama, Yusuf tulus hatinya, Allah kita juga tulus hatinya. Maka untuk memasuki realita hubungan relasional menjadi tidak terlalu sulit karena dasarnya sudah sama. Akan sangat berbeda seorang yang tidak tulus hatinya, kemudian mau hidup taat kepada Tuhan, perlu perjuangan yang keras dan sedemikian rupa untuk memasuki relasional indah dengan Tuhan.

Banyak teladan hidup yang bisa kita teladani dan renungkan dalam kehidupan Yusuf. Sebagai tokoh yang tidak terlalu menonjol tetapi dia memiliki sikap hidup yang luar biasa. Yusuf dipilih Allah untuk masuk dalam karya serta renca Allah yang besar. Hal apa yang dapat dipelajari dalam diri Yusuf;

a. Ia seorang yang tulus hati dan tidak mencemarkan orang lain.

Ketulusan hati Yusuf untuk menerima Maria adalah bentuk sikap hati seseorang yang luar biasa. ketika ia tahu Maria sudah mengandung, ia tidak berusaha menjatuhkan Maria di depan banyak orang. Ia bisa saja melaporkan Maria kepada para pemimpin Agama sehingga Maria di seret ke luar kota dan dilempari dengan batu sampai mati. Karena hal ini sebagai tradisi bagi seorang yang kedapatan melakukan perzinahan. Ia tidak melakukan hal itu bahkan Yusuf, secara diam-diam akan memutuskan atau menceraikan Maria. Ia tidak ingin terjadi keributan yang menimbulkan aib yang tidak baik.

b. Ia taat pada perintah Tuhan.

Malaikat Tuhan berbicara kepada Yusuf lewat mimpi, dalam mimpi itu Yusuf mendapatkan pengertian dari sorga untuk tidak menceraikan Maria. Maria mengandung karena pekerjaan Roh Kudus sehingga Yusuf tidak perlu takut mengambil Maria menjadi istrinya. Yusuf taat menerima perintah itu mengambil Maria jadi istrinya. Ia tidak menunda-nunda untuk segera bertindak dalam menjalankan perintah Tuhan itu, ayat 24, “…Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya…”. Meskipun Yusuf harus menerima konsekwensi yang tidak baik ditengah masyarakat karena mempunyai tunangan yang sudah hamil.

c. Ia rela berkorban.

Setelah Yusuf menerima Maria menjadi istrinya, ia rela tidak melakukan hubungan suami istri sampai Yesus lahir. Karena anak yang dikadung Maria adalah anak yang kudus dan tidak bisa dicemari dengan dosa. Yusuf rela melakukan semuanya itu, sampai anak yang di kandung Maria itu lahir. Bahkan Yusuf rela memberikan nama anak itu tidak seturut dengan silsilah keturunan keluarganya, tetapi memberikan nama Yesus seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.

Yusuf adalah seorang yang tulus, taat dan percaya Tuhan. Yusuf adalah seorang yang sederhana bahkan dari status sosial dia bukan orang hebat karena ia hanya seorang tukang kayu. Kerelaan untuk taat membawa Yusuf mempercayai apa yang sulit dipercaya yaitu seorang wanita hamil tanpa hubungan suami istri, tetapi kepercayaannya kepada Allah membawa dia percaya dan mengambil Maria sebagai istrinya.

Ketaatan Yusuf kepada Allah membawanya melakukan apa yang diperintahkan Tuhan meskipun ada harga yang harus dibayar.

Pembahasan Firman Tuhan

Hamba Tuhan Pooling Jakarta

Alkitab mencatat bahwa Yusuf adalah seorang yang tulus hatinya. Ia setia dan taat dalam melakukan hukum Taurat. Ketulusan hati Yusuf terlihat dalam sikapnya terhadap Maria tunangannya yang hamil. Dalam masyarakat Yahudi, hubungan seorang jejaka dan gadis yang akan menikah menjalani tiga tahap yaitu : Pertama, tahap saling berjanji, biasanya kedua keluarga/orang tua yang bersepakat menjodohkan anak mereka yang dilakukan ketika pasangan itu masih kecil. Kedua, tahap pertunangan atau peresmian pertunangan dan diketahui oleh banyak orang. Pada tahap perjanjian yang telah dilakukan oleh keluarga/orang tua masih dapat dibatalkan, tetapi dalam pertunangan tidak dapat dilakukan kecuali dengan surat cerai sebagaimana pernikahan. Karena pertunangan disamakan dengan pernikahan, hanya masa pertunangan mereka belum boleh berhubungan sebagai suami istri. Itulah sebabnya kita dapat menemui dalam ayat 19-20 Maria dan Yusuf disebut sebagai suami istri, hubungan seks dalam tahap pertunangan adalah perzinahan. Begitu mengikatnya tahap ini sehingga seorang gadis yang ditinggal mati oleh tunangannya sudah disebut sebagai janda. Masa pertunangan itu berlangsung selama satu tahun dan dilanjutkan tahap ketiga yaitu pernikahan.

Pada masa pertunangan tersebut Maria hamil, tentu saja Yusuf tahu itu bukan anaknya, sehingga Yusuf berniat menceraikannya secara hukum. Perceraian dapat dilakukan dengan dua kemungkinan antara lain: Pertama, perceraian melalui pengadilan tetapi akibatnya nama baik Maria akan sangat tercemar dimuka umum. Kedua, memberi surat cerai kepada Maria didepan dua saksi, inilah yang dimaksud dalam ayat 19 “menceraikan istrinya dengan diam-diam”. Dalam ayat 19 ini kita dapat melihat sifat Yusuf, ia seorang yang tulus, ia ingin hidup dalam kebenaran, karena itu ia ingin menyelesaikan masalah yang dihadapinya berdasarkan hukum. Dilain pihak dia adalah orang yang penuh kasih, sehingga dia tidak mau mencemarkan dan mempermalukan Maria dimuka umum, meskipun tidak tahu anak siapakah yang dikandung Maria.

Yusuf disebut sebagai orang yang tulus karena:

1. Dia bersikap tulus hati kepada Maria, meskipun dia merasa dihianati, ia tidak mau balas dendam mempermalukan Maria dan bersikap buruk terhadap Maria.

Ketulusan hati perlu kita kembangkan dalam menghadapi pergumulan dan masalah yang terjadi, meskipun kita tahu mengapa itu terjadi.

2. Dia menerima dengan tulus hati, yaitu percaya pada Firman Tuhan melaui perantaraan Malaikat. Yang mengatakan anak yang dikandung oleh Maria adalah karya Roh Kudus. Dia percaya dan menjaga kesucian Maria sehingga tidak bersetubuh dengan Maria sampai melahirkan TuhanYesus (25). Dia percaya anak yang dikandung Maria adalah Mesias yang dijanjikan, sehingga dia menerima Maria dengan tulus hati sebagai istrinya.

Pada waktu mendengar Firman Tuhan kita harus percaya dengan tulus hati, jangan seperti Adam dan Hawa yang ragu pada Firman Tuhan tetapi seperti Yusuf yang percaya pada Firman Tuhan dan tidak ada keraguan.

3. Dia mentaati Firman Tuhan dengan tulus hati, yaitu dengan mengambil Maria sebagai istrinya sesuai diperintahkan oleh Malaikat Tuhan (24) dan menamai anak yang lahir Yesus berdasarkan nama yang ditetapkan oleh Allah.
Kita bukan sekedar menjadi pendengar yang baik saja tetapi menjadi pelaku Firman Tuhan, sesuai yang dikehendaki Allah.

Tulus berasal dari Dikaios. Bisa saja orang jujur, tapi tidak tulus. Karena, sebab kejujurannya, ada orang yang menjadi korban (tidak wise). Yusuf bergumul tatkala mengetahui Maria hamil. Ia tahu ini tidak benar, karena bagaimana mungkin istrinya bisa hamil?

[1]. Yusuf menghidupi kebenaran secara utuh, tidak segmented. Ia sebenarnya dibenarkan untuk menceraikan menurut tradisi.

[2]. Yusuf taat pada Tuhan. Ia langsung melakukan petunjuk itu dengan sepenuhnya. Tidak melakukan hal yang lain, apalagi hal yang berdosa. Situasi pasti tidak mengizinkan kita untuk taat pada Tuhan.

[3]. Yusuf bertindak benar mengambil Maria pada saat yang tepat. Orang bisa taat, tapi waktu untuk melakukan ketaatan itu tidak tepat. Kalau Yusuf mengulur-ulur mengambil Maria, maka itu akan mempermalukan Maria. Ia juga tidak perlu diperintah untuk tidak bersetubuh dengan istrinya. Ia bisa mengendalikan diri.

[1]. Yusuf adalah tulus, itu adalah karakternya.

Tulus = Tidak sempat, tidak punya benih, tidak mampu untuk berbuat jahat.

Maka, ia tidak sembarangan bertindak.

Kata “Bermaksud” = Ia masih mempertimbangkannya dalam hatinya, bagaimana akibatnya, dll.

Ia taat pada segala sesuatu yang diperintahkan Allah.

[2]. Yusuf adalah tulus, itu adalah bukti aktual yang ditunjukkan pada orang lain.

Ia tunjukkan pada orang yang paling dekat, istri.

Ia tidak mengambil kesempatan untuk bersetubuh dengan istri sahnya.

[3]. Efek dari tulusnya adalah:

[a]. Rancangan Allah bagi dunia disampaikan secara lengkap.

[b]. Ia diberi hak untuk memberi nama Yesus.

[c]. Tuhan memperhitungkan Yusuf. Ketulusan itu tidak dibalas oleh manusia, tapi oleh Tuhan.

Natal adalah berita sukacita, karena isinya adalah berita kelepasan / keselamatan. Tapi, bagi orang yang dikisahkan dalam Natal itu sendiri, Yusuf dan Maria, tidak mengalami sukacita Natal. Karena, mereka harus mengalami pergumulan yang sangat berat. Tapi, mereka bisa menanggung / melewati pergumulan itu dengan baik. Mengapa Yusuf bisa melewati? Karena, ia tulus. Ketulusan itu membuahkan ketaatan.

Bandingkan Yusuf dengan imam Zakharia. Imam Zakharia tidak langsung percaya waktu diberitahu bahwa istrinya akan hamil. Yusuf, bukan imam, tapi langsung percaya pada Tuhan, walau hanya mengetahui kabar itu dari mimpi. Di sana, ia sangat peka pada Tuhan. Ia taat mengambil Maria, ia menemani Maria dalam perjalanan ke Betlehem, kemudian, menemani perjalanan ke Mesir, dll.

[1]. Sebelum Kristus datang, ia sudah mempersiapkan orang-orang yang akan dipakai-Nya. Maka disebut Kristus anak Daud. Mengapa sampai nenek moyang disebut di sini.

[2]. Tulus itu anugerah umum. Tapi, orang Kristen itu qualitasnya berbeda. Orang Buddha (Tzu Chi) sangat luar biasa. Mereka mau membersihkan WC, menyumbang orang, membersihkan sampah di jalan, dll. Tapi, orang Kristen harus lebih. Tidak menuntut upah untuk kebaikan yang dilakukannya.

[3]. Tulus tidak berarti tidak ada pergumulan. Kita tahu bahwa Yusuf memiliki pergumulan, karena ia diam-diam ingin menceraikan (v 19). Mengapa diam-diam? Ia tidak mau popularitas murahan. Ia tidak mau menghancurkan harga diri orang lain, untuk keuntungannya. Jadi, Natal tidak berarti semuanya baik-baik saja. P. Yancey bilang, “Natal sudah kehilangan makna.” Karena, Natal juga ada pergumulannya.

[4]. Yusuf percaya Tuhan hanya lewat mimpi saja.

[5]. Yusuf percaya walau 400 tahun tak ada berita.

Semua orang harus mengambil keputusan. Yusuf juga harus mengambil keputusan. Ia mendasari keputusannya dengan tulus hati. Tulus dalam BIS, yang selalu mentaati hukum agama / mentaati perintah Allah / jujur / adil.

[1]. Dikaios = yang selalu melakukan hal yang benar.

Itulah dasar pengambilan keputusan Yusuf. Ia terluka, merasa dikhianati, waktu mengetahui Maria hamil. Tapi, karena ia tulus, maka ia tidak mau mempermalukan istrinya. Biasanya, orang akan membalas, bila ia dilukai.

[2]. Yusuf juga seorang yang beriman teguh. Karena, biasanya orang ingin mengerti apa yang tak dapat dimengertinya yang sudah didengarnya.

[3]. Kemenangan batin.

Ketulusan itu adalah komoditi yang langka pada zaman ini. Karena ketulusan menjadi identik dengan bodoh, aneh. Zaman ini yang banyak adalah tricky, curiga, menjatuhkan, serakah. Ini tidak hanya dalam dunia kerja, keluarga, tapi juga di dalam pelayanan dan gereja. Yesus menasehatkan dalam Mat. 10:16, agar kita tulus seperti merpati. Ketulusan Yusuf tidak terlepas dari kasih pada Allah dan sesama. Maka kasih ini yang pertama dan terutama. Ada kesabaran, tidak mementingkan diri. Bagaimana ia menyelesaikan masalah, bisa menjadi berkat buat kita pada zaman ini.

Ada 2 panorama dalam kisah ini:

[a]. Joseph’s struggle.

Natal pada zaman itu, beda-beda. Natal buat Yusuf, buat gembala, buat Maria, tidak sama. Yusuf sangat bergumul pada waktu mengetahui istri hamil, ia sangat malu, ia mau menceraikan. Kata “Mempertimbangkan” = sangat bergumul dan susah hati. “Benar” adalah apa yang bertentangan dengan keinginan, kesenangannya sendiri (James Boice).

[b]. Angel’s vision.

Dalam pergumulan itu, ada suara malaikat. Malaikat berkata:

[a]. Jangan takut.

[b]. Menjelaskan kehamilan Maria.

[c]. Memberikan janji bahwa anak itu akan menyelamatkan dunia.

[d]. Memberikan nubuatan.

Dalam dunia, banyak orang pandai, tapi licik, licin, lihai, likiat. Kalau ada yang tulus, ia bodoh.

[1]. Tulus (dikaios, benar) adalah dihasilkan oleh seorang yang bergaul dengan Tuhan. Walau hidupnya banyak masalah, ia sadar kehadiran Allah dalam hidupnya. Maka waktu mengetahui kehamilan Maria, ia tidak takut untuk tetap mengambil Maria sebagai istrinya.

[2]. Terus menerus belajar untuk taat.

Teladan Yusuf:

[1]. Menang atas peperangan batin.

[2]. Menang atas sifat manusia yang selalu mencari keuntungan diri.

[3]. Menang atas pencobaan dan godaan sexual setelah memperistri Maria.

Nama Yusuf adalah nama yang indah. Artinya bertambah. Dilatarbelakangi doa Rahel agar Tuhan menambah anak lagi padanya. Banyak orang suka memakai nama ini. Dalam Alkitab, ada 7 orang memakai nama Yusuf. Nama ini dikombinasi dengan istilah “Tulus.” Tulus dalam Yeremia 3:10, diterjemahkan “Sepenuh hati” (whole heart). Dalam Roma 16:18, tulus juga bisa berarti = orang yang sederhana (simple, KJV), tidak curiga (unsuspecting, NAS), tak dibuat-buat (naïve, NIV); tidak tahu apa-apa (BIS). Dan dalam Matt. 1:19 ini sendiri, “Tulus” = upright, law abiding, honest, good, fair, innocent.

Ketulusan Yusuf ditunjukkan pada:

[a]. Istrinya è tidak menceraikan; tidak mempermalukan.

[b]. Dirinya è tidak bersetubuh pada istri sebelum dan setelah menikah.

[c]. Malaikat è percaya pada berita malaikat.

[d]. Pemerintah è dalam kesulitan yang banyak, ia tetap berjalan 80 mil ke Betlehem untuk sensus.

[e]. Tuhan è tidak melewati jalan yang sama seperti jalan datang.

Pembahasan Firman Tuhan

Hamba Tuhan Pooling Bandung

1. Memahami ketulusan hati Yusuf dalam kualitasnya dimulai dengan memahami kondisi Yusuf dan kisah Maria didalam ayat 18

- Maria hamil sebelum hidup sebagai suami-isteri

2. Arti kata Tulus dapat digambarkan dengan bebrapa gambaran sbb:

Kata Tulus merupakan perwujudan yang dikatakan sebagai “orang benar”

Tu·lus a sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dr hati yg suci); jujur; tidak

pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas: orang lain belum tentu berhati -- kpd

kita; ia menyumbangkan tenaga dan hartanya dng -- ikhlas;


ke·tu·lus·an v kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran: dng segala ~ hatinya

ia menghadiahkan sebagian hartanya kpd fakir miskin

tulus : : : Ikhlas; jujur; tidak pura-pura; keluar dari hati yang suci;

Dalam konteks Yusuf yang tulus hati memiliki ekspresi pengertian bahwa Yusuf:

- tidak hanya untuk kepentingan diri dimana tidak mau mencemarkan nama isterinya; bersikap benar, menempatkan diri dengan tepat; mempercayai yang dikatakan malaekat dari Tuhan- Hati nurani yang murni berbicara mengenai ketulusan. Itu sebabnya tidak heran bagaimana dalam hidupnya

- Kutipan Calvin: kita harus mengerti bahwa mimpi dari jenis ini sangat berbeda dengan mimpi biasa; karena mimpi ini mempunyai sifat yang pasti terukir padanya, dan dibuat menjadi berkesan dengan suatu meterai ilahi, sehingga tidak ada keraguan sedikitpun tentang kebenarannya. ... mimpi yang datang dari Allah disertai oleh kesaksian Roh, yang membuat orangnya tidak ragu-ragu bahwa Allahlah yang berbicara”

- Dengan pemahaman ketulusan yang mempercayai Firman Tuhan meskipun dalam logika perkataan Malaekat “Maria mengandung oleh Roh Kudus”. Mempercayai Firman ditunjukkan oleh Yusuf dengan ketaatannya yang sepenuhnya.

3. Bukti Yusuf seorang yang tulus hati terlihat dalam ketaatannya sebagaimana dicatat:

· ia taat secara langsung / tidak menunda (ay 24).

· Yusuf menikah dengan Maria.

· ia tidak malu mengambil Maria sebagai istri

· ia rela untuk tidak bersetubuh dengan Maria sampai Yesus lahir (ay 25)

· ia menamakan anak itu Yesus sesuai dengan Firman yang disampaikan oleh malaikat (ay 23-25).

Penekanan mengenai tulus hati, commentary, kata tulus hati DIkaios, bukan menunjuk pd kebaikan hati tetapi kualitas pria yg menyandarkan diri pada hokum taurat, bila melihat wanita hamil maka itu tdk sesuai dengan kaidah Taurat. Disisi lain dia jg tidak mencemarkan Maria.Nama Yusuf, patriakh Yusuf adalah juga seorang pemimpi, Tuhan mengulang tema itu. Kuncinya terletak pada kalimat “Janganlah engkau takut” itu mjd pembuka, sebenrnya dia takut dan setelah firman Tuhan diterima, dia taat sesudah bagun to arise untuk bangun, orang yg dari tiudur dalam keadaan lumpuh spt mendapat kekuatan untuk melakukan perintah,dan seketika itu juga Yusuf taat. Antara ketegengan dan ketakutan mjd inti dari pemberitaan. Kunci orang yg menerima ketaatan adlah dia menerima wahyu dari Tuhan.

Aplikasi, hal-hal apa yg mjdikan kita takut shg berhenti melakukan FT.

Manusia yg benar dan tulus itu dari dua perspektif

1. Menurut dunia.

2. Menurut Allah.

Yusuf orang tulus menurut dunia, tulus dalam pengertian tidak merugikan diri sendiri, dia tidak mendaptkan wanita yg suci, menurut dunia itulah yg terjadi. Dalam ayt 20 itu ada kalimat jangan takut, apakah Yusuf itu benar-benar tulus. Manusia yg benar itu apakah hanya spt itu? Apakah benar Maria itu hamil karena RK, membandingkan ay 23 Anak itu diberi nama Imanuel bahwa engkau akan mendapatkan keajaiban TUhan,

1. seorang wanita hamil itu karena kuasa Tuhan.

2. Apakah engkau percaya kuasa Tuhan.

3. Pandangan ketulusan dunia diubah mjd ketulusan dihadapan Tuhan.

1. Yusuf adalah orang-orang yg beriman,krn yg diterima adalah Sesutu yg luar biasa. Jika peristiwa itu belum pernah terjadi itu sesuatu yg misteri,. Karena ketulusan hatinya Yusuf tidak memberitahukannya kpd public maka dia merencanakan menceriakn maria scr diam-diam. Dia ingin memelihara suatu keutuhan, Contoh dalam PL. (Musa, Gideon) mereka taat karena itu dipakai Tuhan. Mimpi yg mencairkan kesalahpahaman, yg menjadikan Yusuf taat.

2. Dia bisa mampu menerima sesuatu yg baik dan buruk sbg anugereah Allah.

3. Kehidupan mereka itu dikuasai olleh cinta kasih, cinta kasih itu yg menjadikan mereka dipaki Allah dan dipehara sampai Yesus lahir.

2 pertanyaan.

1. Apakah ketulusan ini datang dg terpaksa”

2. Apakah ketulusan ini datang stlah Allah intervensi dalam hidup Yusuf?

Yusuf adalah seorang yg tulus dan tidak ada kepalsuan di dalamnya, sejak muda dan anak taurat, dia menghormati Taurat. Dengan datangnya berita melalui mimpi dia percaya pada isi berita malaikat. Allah tidak pernah salah, yg berani mengambil tindakan yg radikal.

1. Konteks, kelahiran Tuhan Yesus—sejarah kesalamatan Yesus dan disana ada Yusuf.

2. Bagaimana Yusuf masuk di dalam sejarah Allah, dalam kesimpulan Yusuf masuk dalam sejarah keselamatan karena Allah mau memakai Yusuf.

3. Aplikasi;bagaimana kisah kita masuk dalam rencana Allah, karena ketaatan. Terjemahan righteusman scr moral dia. Alkitab sebagai jawaban, sesudah bagun ari tidurnya Yusuf melakukan perintah Tuhan, dan berbuat.

Tulus diterjemahkan sbg orang benar, berusaha utnuk hidup dalam kebenaran dan melandaskan setiap keputusannya pada firman Tuhan. Hidup dalam kebanran adalah kebahagiaan diri, kebenaran dalam hidup adalah kebahagian sesame. Berfirir tanpa bertindak adalah pemborosan, bertindak tanpa berfikir adalah sembrono. Tuhan melawat dia dalam mimpi, ada nabi yg bernubuat, dan malaikat mengingatkan Yusuf.

1. Manusiapernah ada dari debu tanah.

2. Manusia pernah ada dari tulang.

3. Manusia pernah ada dari benih laki-laki.

4. Manusia akan pernah ada hanya dari seorang wanita.

Mungkin Yusuf tahu nubuatan itu, dan lawatan Tuhan meneguhkan Yusuf. Yusf percaya kepada kebenaran dan siap menerima resiko dari kebenaran (mau, bertarak sampai keahiran Yesus) dia mau menderita dari sebuah kebenaran dia siap. Mengutip Ignatius manusia diciptakan u memuji menghormati, memuji, keduanya bisa diobedakan tetapi tidak dapat dipisahkan.

Kekusdudan yang diajarkanada dua.

1. Fisic

2. Moral.

Kenyataan maria yg mengandung dari RK, dia menjalankan kedua-duanya, krn scr fisik tidak mengadakan hubungan.

Menjalankan hal itu secara moral, yusuf itu memliki karekter Kristen dg baik.

1. Seseorang yg bisa mengendalikan diri. Dia punya peluang dan bisa mengndalikan diri “tetapi tidak bersetubuh dengan Maria” karakter yang indah dengan bagaimana mengendalikan diri, spt buah ROh mengendelaikan diri, Paulus tahu apa itu kekurangan dan kelebihan, dia bisa menguasai diri. Profil seorang hamba Tuhan yg berhasil dengan RK mampu mengendalikan diri.

2. Dia bukan takut mengambil Maria,tetapi dia takut akan Allah, dia memikirkan cara yg terbaik untuk berpisah dengan Maria dg cara yg bijaksana.

3. Memiliki karakter yg taat, taat kpd hokum Tuhan, tradisi dan dalam hidupnya sendiri.

Ada 4 hal

1. Seorang penakut, takut berdosa kpd Tuhan dan takut merugikan orang lain, tetapi dia berani stlh tahu ap yg harus dilakukan.

2. Menggunakan rasio untuk prinsip hidup,tetapi dia lebih taat kpd Tuhan ay 19 ia menjadikan Maria istrinya ke Mesir, disuruh kembali ke Israel dia kemali, kemana, kapan berapa lama, dia taat.

3. Seorng yg berhati-hati tapi cekatan, mempertimbangkan lama tapi cekatan.

4. Pendiam tapi berbicara,dia tidak mengucapkan sepatah kata tetapi berbicara pada zamannya.

Yusuf adalah orangtulus, bila dipandang manusia maka akan dikatakan. Kata tulus harusnya diterjemahkan “benar” dia beriman kepada Allah, Habakuk seorang yg dibenarkan karena iman. selain firman ygn diwahyukan jga ada pimpinan Allah yg lebih spesifik. Itu adalah kebenaran,ada juga pimpinan Allah yg harus diiman shg kita dibenarakn.

Identitas Yusuf,tidak banyak yg kita ketahuai, entah berapa lama dia bersma maria kita tidak tau, berapa lama sbg seorang bapak?.nama,tmpat tinggalnya,tugasnya dan hidupnya. Mungkin dia tidak mengalami hal yg ideal dalam hidupnya. Rembranc, yusuf itu tua dan Maria muda, melihat kemantapan dan kematangan Yusuf.

Mjd ibu dari mesias dalah kerinduan dari orang nasareth, tetapi tidak ada satupun dari mereka yg mau mjd suaminya.

1. Seorang yg mengasihi Tuhan, Tuhan bangkitkan orang yg mengasihi dia shg tdk sepi dan sendiri.

2. Dua orang lebih baik dari satu, jangan menjadi ibu yg hebat tanpa suami yg terpesona.

3. Menghsailkan seuatu yg agung patut membayar harga. You are big, itu tidak bagus, you are great, ia tukang kayu tetapi juga orang besar.

Mengenai Yusuf.

1. Pria sejati dan tahan uji.

2. Penuh perasaan dan tanggung jawab.

3. Berawal baik berakhir indah.

4. Berani mencintai, juga berani membenci.

5. Diam-diam menjanjikan, diam-diam menanggung derita.

6. Hidup berdarah dan berair mata, jg memberi cintamu kpd pria yg tidak berair mata, spt membrikan dompetmu kpd pencopet.

7. Patut dipuji dan patut diteladani.

8. Terpercaya dan terpesona, Yusuf mjd orng yg terpercaya.

9. Yang mengharukan dan mengesankan.

10. Hidup kudus,hidup kusus.