Jumat, 20 November 2009

KAMU HARUS DILAHIRKAN KEMBALI

KAMU HARUS DILAHIRKAN KEMBALI
Yohanes 3:1-15

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut

Mantan presiden Amerika, Jimmy Carter dalam kampanye mengklaim: “I had been born again.” Istilah lain untuk lahir kembali adalah Lahir kembali (1Ptr. 1:23); dilahirkan dari atas (1Yoh. 3:9; 4:7; 5:1, 4, 18); permulaan yang baru; hidup baru dari surga; diselamatkan; regenerasi (Tit. 3:5). Lahir baru, bukan reformasi tetapi gerenerasi. Reformasi just whitewashing. Mengenakan baju baru pada tubuh yang lama. Regenerasi wash you white. Menempatkan orang baru ke dalam baju yang baru. Jika anda lahir hanya satu kali, anda akan mati dua kali (fisik dan rohani). Tetapi jika anda sudah lahir dua kali, maka anda hanya mati 1 kali (fisik). Dalam Yoh. 3:4-7 Yesus compare lahir baru dengan lahir secara fisik. Lahir secara fisik, membuktikan orang itu hidup; itu hanya terjadi satu kali; itu terjadi karena kesakitan orang lain; itu menandakan awal yang baru bagi seorang bayi.

I.Mengapa kita harus dilahirkan kembali?
(A) Karena natur manusia yang berdosa menuntuk harus dilahirkan kembali (Yoh. 3:3,7).
Natur manusia adalah sudah berbuat dosa (ay. 3,7). (1) Nikodemus adalah seorang kaya, tetapi apa yang ia miliki tidak dapat mengubah keadaan kita (what we are). (2) Nikodemus adalah seorang yang dihormati, tetapi apa yang dicapai/status, reputasi baik tidak dapat mengubah keadaan kita (what we are). (3) Nikodemus adalah seorang yang saleh/ beragama, tetapi apa yang dilakukan tidak dapat mengubah sikap kita. (B) Karena hanya lahir baru, seorang dapat masuk dalam kerajaan sorga (Yoh. 3:3). Yesus berkata “without the new birth, you cannot enter the kingdom of God.” Salah satu manfaat lahir baru adalah kita menerima natur yang baru (1Ptr. 1:4).

II.Bagaimana caranya supaya lahir baru?
Ketika Nikodemus dengar soal dilahirkan kembali, ia ingin tahu bagaimana itu terjadi. Lalu Yesus menjelaskan bagaimana lahir baru itu bisa menjadi kenyataan. (A) Peranan Yesus (Yoh. 3:13-14): Ia meninggalkan surga, datang di dunia dan mati untuk dosa manusia. Ia mengambil rupa seorang manusia, hidup tanpa dosa dan mati di atas kayu salib (Fil. 2:5-8; Mrk. 10:45; Yes. 53:1-12). Yesus ingatkan Nikodemus tentang sejarah umat Israel di padang gurun yang mati dipatuk ular berbisa. Tetapi Allah sediakan jalan keselamatan berupa ular tembaga, siapa yang dipatuk ular begitu datang dan menatap ke ular tembaga, ia selamat (Bil. 21:4-9). Yesus datang dan mati untuk menanggung dosa kita (1Kor. 5:21). Dia mati supaya kita beroleh hidup yang kekal. Dan Ia mati untuk bayar hutang dosa kita (Ibr. 9:12; 10:10-14). (B) Peranan orang berdosa (Yoh. 3:15): Hanya satu kata, “Percaya” ini yang umat Israel zaman dulu lakukan. Begitu dipatuk ulat, mereka datang dan menatap ulat tembaga itu, mereka hidup. Jika anda ingin diselamatkan, tidak ada yang bisa anda lakukan, kecuali percaya kepada Yesus sebagai pengganti untuk semua dosa kita (Rm. 10:9). Percayalah kepada Yesus Kristus, maka engkau akan diselamatkan (Kis. 16:31-32).

Percakapan Tuhan Yesus dengan Nikodemus bukan percakapan biasa, sebab hal ini menyangkut jalan hidup seluruh umat manusia untuk menemukan keselamatan dan surga. Nikodemus adalah tokoh agama Yahudi yang cukup ternama, tetapi tentang jalan keselamatan dia masih ragu-ragu, ia tidak yakin dengan kepercayaannya bisa membawanya masuk surga. Di dalam keraguannya ia membutuhkan jawaban serta kepastian, untuk menemukan jawaban ia tahu hanya Yesus tempat yang harus dia tuju untuk bertanya. ayat 2, “Rabbi ka,I tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah, sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya”. Nikodemus percaya bahwa Yesus adalah utusan Allah yang dari Sorga, ia datang ke tempat yang tepat.
Yesus memberikan sebuah pemahan baru yang sama sekali berbeda dengan pemahaman kepercayaannya yang selama ini ia percaya. Yesus mengatakan ayat 3, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah”. Kelahiran baru adalah syarat mutlak bagi seseorang bisa masuk kerajaan Allah. Sebab bukan hanya pengetahuan tentang sorga saja untuk bisa masuk sorga tetapi sebuah perubahan dalam diri manusia yang diubahkan menjadi manusia baru serta mengalami pertobatan secara total. Pertobatan total dalam hidup sebagai ciri seseorang telah lahir baru dan diselamatkan. Itu sebagai identitas diri yang tidak bisa dipalsukan atau ditiru. Oleh karena itu setiap anak Tuhan harus mengalami kelahiran baru dalam hidupnya.

Nikodemus adalah seorang Farisi dan sekaligus anggota Sanhedrin, namun dia merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya, ada sesuatu yang perlu dipuaskan dalam hatinya; sehingga dia datang kepada Yesus karena dalam diri Yesus ada ‘sesuatu” yang sangat berbeda dengan pengajar Israel yang pernah dia jumpai. Nikodemus berkata “……, jika Allah tidak menyertainya”. Pencarian yang begitu serius akhirnya mendapat jawaban yang serius pula yaitu tentang kelahiran baru. Mengenai konsep lahir baru Nikodemus sama sekali tidak mengerti karena itu konsep yang belum pernah dia pelajari. Tuhan Yesus menjelaskan kelahiran baru adalah keharusan bagi setiap orang, karena jika seseorang tidak di lahirkan kembali maka dia ‘tidak melihat kerajaan Allah” (ay 3) artinya dia buta. Tanpa pekerjaan Roh Kudus manusia akan menjadi buta rohani, kedua ay 5 “tidak adapat masuk kerajaan Allah’ artinya tidak ada kekuatan dan kesanggupan datang kepada Allah, karena tidak ada jasa dari manusia yang memungkinkan manusia bisa datang kepada Allah, ketiga ay 6 “apa yang dari daging adalah daging… yang dari Roh adalah roh” artinya manusia mempunyai kecenderungan melawan Allah karena ada nature dosa sedangkan manusia yang dilahirkan oleh Roh akan memiliki kecenderungan menyenangkan hati Allah.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Bagi Nikodemus masalah keagaaman merupakan masalah yang sangat penting. Ia menilai Yesus dari sudut pandang itu karena Yesus melakukan banyak mujizat (Yoh. 3:2). Maka, Nikodemus mengenal Yesus hanya sebatas pengetahuan keagamaannya. Dan itu tidak menjamin keselamatannya dalam kekekalan. Dalam hal ini Yesus mau membimbing dia masuk ke dalam kerajaan Allah, yaitu kuasa pemerintahan Allah yang terlepas dari kedagingan manusia dan bersifat rohani dan kekal. Yesus menunjukkan jalan masuk ke dalam kerajaan Allah melalui dilahirkan kembali:
1.Dilahirkan dari atas. Hidup baru ini berlawanan dengan hidup yang lama, yang bersifat fana dan jasmaniah dan lemah. Hidup baru itu diperoleh melalui karya Allah karena Allah sendiri yang berinisiatif menganugerahkan kepada orang yang dilahirkan dari air dan roh. Air dan roh itu berarti orang yang dilahirkan dari firman dan kuasa Roh Kudus.
2.Masuk ke dalam kerajaan Allah. Konswekensi dilahirkan kembali itu diperkenankan masuk kedalam kerajaan Allah. Maka, orang yang lahir baru ditandai dengan: (a) Keluar dari maut atau kuasa kegelapan; (b) bebas dari perbudakan setan tetapi diterima dan diangkat menjadi anak-anak Allah; (c) menerima kuasa Roh Kudus, menandai hidup yang beriman dan mengalamai kemenangan bersama Tuhan atas godan dan cobaan dosa.
3.Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Anak Manusia yang ditinggikan mengacu kepada kematian-Nya di kayu salib.

Kata “born again” dalam bahasa Ibrani ada 3 pengertian: from the first, completely and fully; again (second time); from above. Lahir baru itu satu perubahan secara komplit dan full. Again itu dalam pengertian kedua kalinya, tetapi bukan kelahiran secara fisik tetapi rohani. Kelahiran baru itu dari Tuhan.

Walaupun Nikodemus seorang pemimpin agama, kaya, tetapi ia tetap memiliki kerinduan untuk belajar mencari kebenaran. Hal ini terlihat dengan panggilannya kepda Yesus sebagai Rabi. Ia mau belajar dari Tuhan Yesus. Lahir baru itu sangat penting karena setiap orang yang ingin mendapatkan kehidupan kekal. Tidak cukup Nikodemus hanya mengenal Yesus sebagai seorang Rabi atau orang yang banyak melakukan mujizat, tetapi harus dilahirbarukan. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus. Juga, hanyalah anugerah Tuhan semata.

Lahir baru adalah satu mujizat. Bahkan ini adalah mujizat terbesar. Lahir baru itu hidup Kristus di mana yang lama sudah ditinggalkan. Tanda-tanda orang yang lahir baru:
1.Orang itu bisa dan melakukan kebenaran (1 Yoh. 2:9)
2.Peka terhadap dosa dan tidak melakukan dosa (1 Yoh. 3:9)
3.Ada kasih, bisa mengasihi Allah dan sesame (1 Yoh. 5:1)
4.Iblis tidak bisa menjamah kita karena kita dilindungi Allah (1 Yoh. 5:18)

Nikodemus itu seorang Farisi dan pemimpin agama dan juga pengajar Israel. Ini orang hebat. Tetapi dia sendiri tidak memahami Yesus. Pemahamn dirinya akan Yesus hanya sebatas orang yang melakukan banyak mujizat dan orang yang disertai Allah. Yesus menekankan, agama dan pengetahuan itu is nothing. Yang akan ditekankan:
1.Kelahiran jasmani vs kelahiran roh. Satu bersifat fana, dosa, yang lain abadi.
2.Kerajaan dunia vs kerajaan Allah.
3.Kebinasaan vs kekekalan.
Dilahirkan kembali itu adalah syarat masuk ke dalam kerajaan Allah. Untuk tinggal dalam kerajaan Allah, seorang percaya itu harus dilatih selama dia berada di dalam dunia ini. Itu sebabnya, kelahiran baru itu penting.

Ungkapan “dilahirkan kembali” atau “dilahirkan baru” dalam teks Yunaninya adalah genethe anothen, yang secara hurufiah diterjemahkan “dilahirkan dari atas”. Kata genethe ditulis dalam bentuk aorist passive, dapat diterjemahkan “dilahirkan” dan dapat juga berarti “lagi”, “kembali” atau “baru”. Berbentuk aorist menunjukkan lahir baru terjadi satu kali dan berlaku untuk selamanya, bentuk passive menunjukkan tindakan pasif manusia, dimana kelahiran bukan inisiatif manusia tetapi inisiatif dari atas yaitu dari Allah. Nikodemus menangkapnya sebagai kelahiran secara jasmani dengan mengatakan mana mungkin seorang dilahirkan kembali kalau ia sudah tua dan masuk kembali ke rahim ibunya (3:4). Tuhan Yesus menjawab “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (3:5). Pengertian “air” ada yang menafsirkan sebagai baptisan air, sedangkan Roh adalah baptisan Roh Kudus. Dalam literature rabinik/Yahudi air dapat berarti “prokreasi”, dilihat konteksnya dan literature Yahudi, air bukan menunjuk pada baptisan air. melainkan kelahiran secara jasmani (lahir jasmani dengan pecahnya air ketuban) dan Roh adalah kelahiran secara rohani. Tuhan Yesus mau mengkontraskan pemahaman kelahiran secara jasmani dan kelahiran secara rohani, hal ini sesuai dengan ayat 6, “apa yang dilahirkan dari. daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh”. Jadi untuk dapat masuk kedalam kerajaan Allah atau diselamatkan maka Nikodemus harus dilahirkan kembali sebagaimana dikatakan Tuhan Yesus, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk kedalam Kerajaan Allah” (3:5). Kata “mu” dalam teks Yunani bukan berbentuk tunggal (engkau), melainkan berbentuk jamak. Jadi, perkataan Tuhan Yesus tidak hanya ditujukan Nikodemus saja, tetapi juga kepada setiap orang yang mau masuk kedalam Kerajaan sorga atau diselamatkan. Bagaimana seseorang dapat dilahirkan kembali dan diselamatkan ? dalam ayat 14 dikatakan, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:14). Ini menunjuk pada kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Orang Israel dipadang gurun memberontak dan berdosa pada Tuhan, dan sebagai hukuman Allah mereka dipagut ular, tetapi bagi mereka yang percaya dan melihat ular tembaga yang ditinggi- kan oleh Musa mereka disembuhkan (Bil 21:4-9), demikian juga bagi manusia yang percaya pada Tuhan Yesus, mereka akan diselamatkan. Dilahirkan kembali adalah karya Allah Tritunggal dimana Roh Kudus berperan melahir barukan untuk bertobat percaya kepada Yesus. Kita percaya bukan karena usaha dan jasa kita tetapi semuanya karena anugerah Allah didalam Kristus Yesus (Ef 2:8-9. Ketika orang “diselamatkan,” dia dilahirkan kembali, mengalami perubahan dan diperbaharui secara rohani, sekarang orang itu menjadi anak Allah.
Perubahan apa saja yang dilakukan Kristus dalam hidup kita antara lain :
1)Di hidupkan secara rohani, diberi kepekaan dan kemampuan berinteraksi dengan Tuhan, ber panca indera rohani yang memungkinkan seseorang tertarik dan mengerti hal-hal rohani.
2)Dilahirkan dari Roh, yaitu menerima Roh Kudus yang memberi kuasa kepada kita untuk memulai hidup baru, dan bertumbuh dalam iman.
3)Diadopsi menjadi anak Tuhan yang memberikan relasi khusus, bukan karena usaha manusia, tetapi pekerjaan Roh Allah (1:12-13; Rom 8:14), menjadi ahli waris, yang berhak menerima janji-janji Allah (Rom 8:17).
4)Menerima Roh Kudus dan menjadi saksi bagi kemuliaan Allah, dimanapun kita berada (Kis 1:8)

Yesus itu pribadi yang luar biasa. Yesus hanya berkhotbah hanya satu kali ini kepada satu orang ini saja. Khotbah Yesus selalu fresh dan khotbahnya tidak kekurangan bahan. Apalagi berkhotbah kepada satu orang. Meski kepada satu orang ini, Yesus tetap berkhotbah bahkan khotbah terbaik kepada Nikodemus. Dalam Injil hanya muncul 1 kali dibagian ini. Nikodemus berharap mendapatkan bahan masukan yang lain. Tetapi ia hanya mendapatkan satu kalimat singkat: Kalau kamu tidak dilahirkan kembali kamu tidak bisa masuk ke dalam kerajaan Allah. Bisakah kita juga mengucapkan kelimat singkat tetapi berbobot?

Dilahirkan kembali itu hal yang penting. Bagaimana dilahirkan kembali? Kata Nikodemus. Proses ini tidak bisa dilakukan manusia, tidak masuk diakal. Kelahiran kembali adalah pekerjaan Allah: menerima Yesus dan mengundang Yesus masuk ke dalam hatinya. Apakah Nikodemus percaya pada Yesus? Dari Yoh. 7:50 terlihat Nikodemus membela Yesus. Dari kata-katanya sudah bisa ditangkap. Dari Yoh. 19:9 diindikasikan ada perubahan dalam diri Yesus. Alkitab tidak menulis apakah Nikodemus percaya atau tidak. Melihat dari perubahan hidupnya, membela Yesus, membawa rempah-rempah, dan berani tampil ke depan, bisa dikatakan Nikodemus sebetulnya percaya pada Yesus.

Lahir baru itu proses yang dikerjakan Allah. Ini membutuhkan bukti dari kelahiran baru itu sendiri. Melihat ayat ke-8, sama seperti angin tidak kelihatan tetapi bisa dirasakan.

Konsep kelahiran baru ini unik dan tidak ditemukan dalam agama dan kepercayaan manapun. Untuk masuk ke dalam dunia seseorang harus dilahirkan secara fisik, tetapi untuk masuk ke dalam sorga seseorang harus dilahirkan kembali. Jadi, untuk masuk ke dalam sorga tidak menggunakan cara-cara dan asesoris yang ada di dalam dunia: menganut sebuah agama atau memiliki kepercayaan tertentu, menjalankan syariat, konsep diri, berbuat baik, memberikan amal yang banyak, dan sebagainya. Kelahiran baru itu bukan pekerjaan kita dengan segala pengetahuan dan kehebatan manusia, karena itu pekerjaan Roh Kudus. Itu diluar kekuatan dan kemampuan manusia. Itu juga menunjukkan bahwa manusia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Dengan kata lain, sorga itu tidak dapat dibeli dengan apa pun yang manusia mikliki. Mulai tahun 2012, para turis yang berwisata ke luar angkasa bisa menginap di suatu hotel khusus yang mengitari Bumi. Pembangunan resor angkasa luar "Galactic Suite Space Resort" tersebut berhasil terwujud berkat ambisi seorang miliarder, yang sampai mengucurkan dana US$3 miliar. Namun para calon tamu hotel harus membayar 3 juta euro (sekitar Rp 42,2 miliar) agar bisa menginap selama tiga malam. Sebelum terbang ke luar angkasa, calon tamu juga harus menjalani pelatihan di sebuah pulau tropis selama delapan pekan. Seperti dikutip dari laman harian Daily Mail, Senin 2 November 2009, meski harga dan waktu yang diperlukan untuk menikmati fasilitas mewah itu tampak tidak masuk akal, lebih dari 200 orang sudah tertarik untuk menginap, Bahkan 43 orang diantaranya sudah melakukan reservasi. Ini merupakan sebuah gambaran dan perbandingan yang luar biasa: Manusia bisa beli tiket resor seharga 42,2 miliar tetapi uang itu tidak ada artinya bahkan tidak bernilau untuk bisa tinggal di resornya Tuhan.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung

Konteks dari bagian keseluruhan Injil ini terdapat 7 bagian, dan bagian yang kita baca termasuk dalam sign and discourses. Ouline ini diambil dari Donald Guthrie; dia membagi dalam 5 bagian besar:
1.ini merupakan satu pernyataan yang mengherankan, khususnya lihat ayat 3 dan 7. Kalimat jika diperhatikan dikatakan kepada seorang pemimpin agama Yahudi. Di sini jelas dikatakan bahwa kelahiran kembali itu HARUS. Dan dikatakan tanpa hal itu tidak akan melihat Kerajaan Allah. Kata dilahirkan kembali bersifat pasif dan dalam terjemahan lama diperanakkan. Tanpa hal ini tidak bisa mengerti walaupun belajar, jago Taurat.
2.ayat 5 dan 6; a divine imperative; perintah ilahi. Dikatakan dengan istilah “kamu harus...” artinya tidak ada pilihan. Natural man tidak dapat melewatkan, jika melewatkan tidak akan mencapai pengertian rohani, dan tidak dapat dilakukan dengan aktivitas agama.
3.bagaimana hal itu terjadi? A misterious operation. Suatu yang terjadi secara misterius, sesuatu yang tidak dapat kita kontrol, bagaikana angin.
4.Ada buktinya. Tidak mungkin salah buktinya. Diketahui dari hidup yang berubah. Dari ayat 15, bahwa setiap orang yang sudah lahir baru, kita melihat ordo salutis.
5.a personal directive; orang sudah mengalami Roh Kudus bekerja. You (plural) artinya setiap orang punya mata rohani dengan pertolongan anugerah Tuhan.

Tozer mengatakan bahwa ada 7 tanda manusia rohani:
1.bukan karena doanya paling keras, panjang, tapi orang yang memiliki hasrat untuk kudus lebih dari bahagia
2.seorang yang rohani adalah ia ingin melihat Allah dihargai melalui hidupnya meskipun dia menderita
3.mau memikul salib
4.seorang Kristen disebut rohani ketika dia melihat segala hal sebagaimana Allah melihat dan Allah memikirkan hal itu, melihat dari sudut pandang Tuhan.
5.lebih baik mati dengan benar daripada hidup dengan salah.
6.hasrat untuk melihat orang lain maju bahkan dengan harga yang harus dia bayar
7.punya kebiasaan menilai dengan kekekalan bukan time judgement.

Saya melihat ada struktur:
No Nikodemus Yesus
1 Melihat Kerajaan Allah? Harus dilahirkan kembali v.3
2 Bisa dilahirkan kembali? Dari air dan Roh oleh kuasa Roh Kudus v.5-8
3 Bagaimana hal itu bisa terjadi? Percaya pada Yesus v.10-18
Ini adalah step tuntunan Yesus terhadap Nikodemus, dan intinya adalah dalam konteks rabinical, ada permintaan yang serius. Dalam tradisi ini seorang harus ikuti gurunya seumur hidup, maka ini adalah suatu tuntutan mutlak untuk ikut Tuhan Yesus.

Dalam percakapan ini kita bisa melihat mengapa harus lahir baru:
1.sebab ada dosa;
2.akibat dosa adalah kebinasaan
3.orang berdosa tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah
RC. Sproul Mengatakan manusia dalam Adam adalah ciptaan lama, manusia dalam Kristus adalah ciptaan baru. Ini jelas adalah revolusi total, ada perubahan status, perubahan paradigma, perubahan kebiasaan; actus dan habitus, perubahan karakter Efe 4.

Lewat peristiwa ini saya melihat hubungan antara agama dengan Tuhan. Tidak otomatis orang beragama itu mengenal Tuhan, 2 x dia bertanya ayat 4 dan 9. Saya bandingkan dengan Paulus waktu Tuhan menampakkan diri dalam perjalanan ke Damsyik, sebenarnya Paulus menjalankan agamanya kepada siapa? Dia menjalankan agama tanpa tahu.

Nikodemus adalah figur yang merepresentasikan banyak orang. Dia adalah orang yang kagum pada Yesus, tetapi status politik dia tidak mudah untuk datang kepada Yesus, apakah karena kedudukan, atau karena sanksi sosial. Banyak orang kagum, termasuk Gandhi, tapi disuruh percaya...nanti dulu. Ada banyak hal tradisi keluarga, latar belakang family sehingga ikut Yesus itu sembunyi-sembunyi. Dalam kondisi ini Yesus memberikan sesuatu yang radikal, tidak cukup hanya simpatis, tidak cukup kagum, tapi yang radikal adalah HARUS lahir baru. Banyak orang merasa ikut Yesus itu tidak perlu begitu radikal, tapi pada saat ini kita melihat bahwa Tuhan menuntut lebih, radikal. Saya percaya, Nikodemus tidak malu-malu percaya kepada Yesus seperti peristiwa yang dialami bersama Yusuf Arimatea.

Firman ini mengupas konsep Kerajaan Allah yaitu:
1.suasana; hadirat Allah itu diharapkan bisa datang
2.menunjuk pada tempat yang akan menjadi destination setiap orang yang percaya. Sebenarnya ini menunjuk pada konsep teologis “ada atau hidup dalam hadirat Allah.” Sebenarnya disitulah nilai kebenaran, kesucian bisa dialami oleh manusia.

Tetapi masalahnya adalah harus dilahirkan kembali. Istilah ini menyangkut 3 hal:
1.pekerjaan dari Allah; born from above – ini adalah masalah itervensi ilahi. Hati atau batin manusia itu diubah. Agama tidak pernah bisa mengintervensi hati, hanya ritual saja. Mat 15:19 terjadi berbagai hal dari hati sehingga hati perlu dibaharui.
2.menyangkut air dan Roh; air itu lambang penyucian darah Kristus yang sanggup menyucikan. Dan Roh itu menunjuk kepada Roh Kudus. Radikalisme itu terjadi jika kita disucikan dan hidup berbuah.
3.menyangkut hal sorgawi; efe 1:3 ada orientasi baru, yaitu bukan hal duniawi tapi hal rohani.

Kerajaan Sorga bukan sekadar suasana tapi Kerjaan Sorga adalah pemerintahan Allah yang harus ada dalam hidup manusia. Perlu ditekankan pasal 3:14 Anak Manusia harus ditinggikan, manusia berdosa, manusia hanya punya satu jalan. Total depravity harus ditekankan lalu doktrin grace itu benar2 berarti.

Air dan Roh Kudus dari ayat 5  ada yang mengatakan air itu firman Tuhan. Bila kita melihat kata “dan” dalam bahasa Yunani “kai” memiliki pengertian lain selain “dan,” adalah “yaitu.” Dengan demikian, kalimat, “air dan Roh” itu akan menjadi “firman Tuhan yaitu Roh Kudus.”

Seorang jemaat mengatakan; “saya sudah percaya Tuhan tapi masuk ke dalam kerajaanNya ga yakin. Kalo kurang kudus nanti ga terangkat.” Ini adalah situasi jemaat berkaitan dengan lahir baru. Saya menekankan bahwa ketika kita percaya, kita dibenarkan dan disucikan, sehingga apa yang Tuhan lakukan itu pasti terjadi, begitu juga janjinya bahwa kita akan diangkat, itu juga pasti.

Ada 4 hal tentang kelahiran kembali:
1.terjadi seketika
2.natur jiwa lama itu masih lama, namun prinsip hidup baru itulah yang akan mempengaruhi hidupnya
3.terjadinya LB adalah karya Allah yang misteri, yang tidak ditetahui tapi bisa merasakan akibatnya seperti angin yang dapat dirasakan.

Ada istilah dari Parker Palmer dalam bukunya Spirituality of Education dengan subjudul to know as we are known; dalam proses edukasi hal yang penting adalah spiritualitynya. Nikodemus itu tahu Tuhan. Tapi di tataran intelek, padahal spiritual itu menjadi intinya. Dalam proses edukasi ada starting point, yaitu spiritual. Seminary jika terlalu mengedepankan akademis, maka spirituality terlewatkan.