Rabu, 16 Desember 2009

KABAR KESUKAAN BESAR

KABAR KESUKAAN BESAR
Lukas 2:8-20



Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Akhir-akhir ini kita banyak mendengar kabar buruk yang sangat menakutkan dan menggelisahkan hati kita. Bencana alam ada dimana-mana, krisis global sedang melanda dunia, sakit penyakit, kejahatan semakin merajalela. Sebab itu, dunia sangat mendambakan kabar baik yang dapat memberikan solusi bagi problema manusia. Kabar kesukaan besar yang diberitakan malaikat Tuhan menjadi solusi bagi semua orang yang hidup dalam kegelapan, ketakutan dan menderita karena tertindas dosa. Situasi dan kondisi demikian juga dialami bangsa Israel pada saat kelahiran Yesus. Saat itu, mereka hidup menderita dibawah penjajahan Romawi. Dalam kondisi demikian terdengarlah kabar yang disampaikan malaikat Tuhan kepada para gembala yang berbunyi: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk. 2:10).
A.Isi kabar kesukaan besar.
1.Yesus, Juruselamat dunia telah lahir (Luk. 2:10-11). Istilah “Yesus” (Yunani) dan “Yeshua atau Yosua” (Ibrani) artinya Tuhan menyelamatkan. Nama tersebut paralel dengan istilah “Juruselamat” (Yun. sōtēr), a deliverer, savior. Artinya: Yesus adalah Pembebas atau Sang Penyelamat. Jika kita menyadari Yesus itu Juruselamat, berarti kita sangat memerlukan-Nya karena kita adalah orang berdosa yang pasti akan binasa (Rm. 3:23; 6:23).
2.Yesus adalah Mesias (Luk. 2:11). Istilah “Kristus” (Yun. christos) dan (Ibr. Mesias), anointed, the Messiah, an epithet of Jesus. Artinya: Yesus adalah pribadi yang diurapi Allah. Pentingnya Yesus diurapi karena itu membuktikan siapa jati diri-Nya yang sebenarnya. Iman Kristen percaya bahwa Yesus adalah Mesias bukan saja karena Dia sudah melakukan banyak mukjizat, tetapi karena hal itu sudah dinubuatkan sekian ratus tahun sebelumnya dan kini Dia sudah menggenapi nubuat tersebut.
3.Yesus adalah Tuhan (Luk. 2:11). Istilah “Tuhan” (kurios), supreme in authority, controller, God, Lord, master. Artinya, Yesus tidak hanya Juruselamat dan Mesias, tetapi Dia juga Tuhan. Unggul dalam otoritas, pengontrol, Allah dan Tuhan. Kita harus dapat mengakui Yesus adalah Tuhan dalam keadaan apapun. Kiranya kita beroleh kekuatan untuk melayani Dia dan menjadi berkat bagi banyak orang.

B.Respons terhadap kabar kesukaan besar.
1.Pergi melihat dan menyaksikan kabar kesukaan itu (Luk. 2:15-19). Setelah mendengar kabar kesukaan besar itu, lalu para gembala segera pergi melihatnya. Mereka rela meninggalkan kenyamanan istirahat dan meninggalkan domba-domba mereka untuk pergi ke Betlehem pada malam itu juga. Setelah sampai di tempat tujuan, para gembala, "memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu" (ay. 17). Ini berarti mereka menjadi saksi-saksi Kristus. Allah memakai mereka untuk menyebarluaskan berita surgawi ini.
2.Mengalami sukacita yang besar (Luk. 2:20). Mereka mengalami sukacita besar setelah bertemu dengan Yesus yang diekspresikan dengan: memuji dan memuliakan Allah, karena apa yang didengar dan dilihat mereka sesuai dengan yang dikatakan malaikat Tuhan kepada mereka. Ini membuktikan bahwa para gembala tidak hanya menjadi pendengar yang baik, tetapi jauh dari itu mereka menerima serta mengalami sendiri kesukaan besar itu. Apakah anda sudah mengalami kesukaan besar itu? Untuk itu percaya dan terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu.

Kita telah merenungkan orang-orang yang tulus hatinya. Dua minggu lalu, kita merenungkan Yusuf yang tulus hatinya, maka dia diam-diam dan dan banyak berdiam dan dipakai dan diperkenan dan hidup dalam ketaatan Pada akhirnya dipakai menjadi ayah Sang Juruselamat Tuhan Yesus. Minggu lalu, kita merenungkan Maria yang tulus hatinya, maka dia berkata bagaimana mungkin hal itu terjadi karena aku belum bersuami, bukan dengan ketidakpercayaan tetapi justru menyatakan kerendahan hatinya yang sungguh menyadari ketidaklayakannya. Pada akhirnya dipakai menjadi ibu Sang Juruselamat Tuhan Yesus. Minggu ini kita merenungkan gembala-gembala yang pada kesimpulannya bisa disebut sebagai gembala-gembala yang tulus hatinya. Pada akhirnya dipakai sebagai saksi dan pemberita Injil yang pertama dari kelahiran Tuhan Yesus.
1.Berita disampaikan pertama kali kepada gembala-gembala dan mereka taat
Perkataan malaikat kepada gembala-gembala adalah, “Jangan takut !” Mengajar kita bahwa gembala-gembala ada ketakutan, baik ketakutan sesaat pada waktu itu tentu juga tidak mustahil ada ketakutan yang mereka sudah alami selama ini. Tentunya perkataan malaikat ini memberikan penghiburan kepada gembala-gembala. Yang indah adalah gembala-gembala taat, maka mereka cepat-cepat berangkat menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu. Dua hal yang terjadi 1) Mereka disebut sebagai saksi dan pemberita Injil yang pertama, sebuah kehormatan yang luar biasa. 2) Mereka mengalami sukacita yang besar karena percaya dan taat.
2.Beritanya adalah Juruselamat telah lahir
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat. 1) Juruselamat bukan guru selamat. Didunia ini banyak guru selamat tetapi hanya satu Juruselamat yaitu Tuhan Yesus. Sejak kedatangan-Nya sudah jelas, bahkan dinubuatkan juga jelas. Panggilan-Nya, perjalanan hidup-Nya jelas yaitu sampai ke kayu salib. 2) Apa yang telah mereka nantikan selama ini berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, berabad-abad, milenium demi milenium. Orang Israel terus menerus menunggu Mesias yang dijanjikan itu. Maka tatkala Juruselamat sudah datang tentunya ada kebahagiaan tersendiri. Kita bisa melihatnya atas diri Simeon dan Hana. Simeon setelah berjumpa dengan bayi Yesus, berkata : sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera... Perjumpaan dengan bayi Yesus membuat Simeon yang tua merasa sudah waktunya untuk pulang ke rumah Bapa di sorga. Hana juga mengucap syukur yang sama.
3.Kelahiran Juruselamat adalah nubuatan yang digenapi
Apa arti nama Daud, sehingga disebut lahir di kota Daud ? Sudah dinubuatkan, bahkan sangat lama sekali, Yesus akan lahir dari garis keturunan raja Daud dan sekarang digenapi. 1) Manusia suka, bisa lupa untuk menepati janjinya, bahkan bisa ingkar janji. Jangan berharap kepada manusia. 2) Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak lupa akan janji-Nya bahkan sekalipun melewati ribuan tahun. Apa yang Tuhan katakan, itu juga yang akan dilaksanakan-Nya. Mari kita berharap kepada-Nya.

Sudah lama Allah tidak berbicara kepada bangsa Israel, sudah lama tidak ada lagi nabi yang diutus Allah ke bangsa Israel. 400 tahun tidak ada suara Allah yang di dengarkan bangsa Israel tiba-tiba-tiba Malaikat Allah berbicara kepada gembala-gembala di padang gurun dengan membawa berita yang maha besar. Berita yang menggemparkan dunia, ada kesukaan besar bagi umat manusia. Sebuah berita yang menggembirakan manusia ditengah-tengah keberdosaan dan kehampaan dunia ini. berita apa yang disampaikan; bahwa juruselamat,Kristus Yesus telah di kota Daud. Dialah Juruselamat dunia yang memberikan pengharapan bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini.
Berita itu di sampaikan Malaikat Tuhan kepada kelompok masyarakat kelas bawah yang tidak diperhitungkan di masyarakat. Orang-orang yang sederhana, papa tidak berdaya tanpa pengharpan, justru berita itu datang kepada orang-orang yang lemah, sederhana dan tidak berdaya.

-Kesukaan besar karena dihargai Ilahi (disapa malaikat) meskipun tidak dipandang sebelah mata (dilupakan) oleh manusia
-Kesukaan besar didapatkan para gembala karena keselamatan Allah juga datang kepada mereka (ay 11)
-Perjumpaan gembala dengan Yesus tidak mengubah status mereka tetapi mengubah hati mereka (ay 18, 20)

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Kabar kesukaan ini hanya diberitakan pada para gembala, tidak kepada orang Majus, para imam, orang Farisi, atau raja. Berita ini bisa menyebar, setiap orang jadi tahu, termasuk kita pada hari ini.
Tuhan punya strategi yang luar biasa, sehingga berita itu bisa disampaikan ke semua orang.
[1]Berita itu disampaikan oleh malaikat dengan paduan suara bala tentara Surga. Berita ini menjadi spektakuler, karena cara penyampaiannya luar biasa.
[2]Berita itu diterima oleh para gembala yang belum pernah mendapat berita sespektakuler seperti itu, maka mereka merasa sangat excited, sehingga langsung berangkat.
[3]Berita itu mengenai Allah yang mau lahir sebagai manusia, dalam kandang, dibungkus lampin, tidur dalam palungan. Melalui cara lahir seperti ini, maka gembala bisa menemukan Yesus dengan lebih mudah.

Kesukaan besar (chara, Yunani) = abundance = kesukaan yang berlimpah-limpah.
Kesukaan besar karena:
[1]Juru Selamat telah lahir (v 11).
[2]Keselamatan untuk bangsa-bangsa. Bagaimana seorang bayi lahir di desa kecil, tapi sampai hari ini dirayakan berjuta-juta orang di New York? Apa pengaruhnya? Natal milik bukan hanya orang Kristen, tapi semua orang. Bahkan perangpun berhenti.
[3]Sukacita tidak dimulai dari Bait Allah, tapi berpusat di kandang. Yesus lahir tidak bau minyak kayu putih / telon, tapi bau kotoran binatang. Kadang, kesukaan bukan dari gereja, tapi dari orang yang di pinggir yang tak punya apa-apa.
[4]Kesukaan besar ini diberitakan oleh malaikat (v 13). Ada yang bilang bahwa ini ribuan malaikat yang menyanyi.

Berita Yesus lahir membawa kesukaan besar bagi para gembala. Kalau buat kebanyakan orang pada hari ini, kabar itu tidak lagi membawa kesukaan. Waktu itu sudah 400 tahun tak ada kabar, maka mendengar kabar, merasa sukacita. Apakah hari ini orang merasa sukacita? Atau justru Natal dihadapi dengan perasaan biasa, bosan, jenuh, cape, tidak ada sukacita.

Di mana = Kabar itu disampaikan bukan di istana, tapi di padang, di pinggiran.
Kepada siapa = kepada para gembala, orang yang rendah, marginal, tersisihkan. Allah mau berbagi kesukaan besar juga dengan orang yang rendah ini.
Isinya apa = hari ini telah lahir Juru Selamat (v 11). Yesus adalah Tuhan, menjadi Juru Selamat bagi orang tak berdaya.
Responnya apa = Mari kita pergi (v 15); cepat-cepat berangkat (= tak menunda). Percaya Tuhan juga suka ditunda. Mereka juga mengabarkan apa yang diterima dari malaikat. Akhirnya, mereka memuji dan memuliakan Allah (v 20).

Berita sukacita karena disampaikan oleh malaikat. Apa yang membuat sukacita? Karena berita itu sendiri.
Berita itu berisi:
[1]Lahir = kelahiran adalah hal yang umum. Tapi, kelahiran Yesus sangat berbeda dengan kelahiran kebanyakan orang pada hari ini. Tempatnya, nubuatnya, dari seorang dara, kotanya, caranya, etc.
Kelahirannya menggelisahkan Raja Herodes.
Kelahirannya dinyanyikan ribuan malaikat.
Focus Natal adalah lahir, bukan dramanya, dekorasinya, etc.
[2]Juruselamat
Pribadi yang dilahirkan bukan manusia biasa, tapi Juru Selamat.
[3]Kristus adalah Mesias yang diurapi / dijanjikan.
[4]Tuhan Allah semesta alam, Allah yang berinkarnasi.

Sukacita natal harus benar-benar menjadi bagian dalam hidup kita. Harus diusahakan. Karena, hari ini sukacita natal tergeser dengan masalah-masalah hidup / kesibukan-kesibukan kita. Maka, Natal harus ada waktu untuk merenungkan apa artinya dalam hidup kita. Tanpa menikmati Natal, maka itu sangat mempengaruhi hidup kita.
Kalau ia bersukacita:
[1]Maka ia akan rindu memberitakan kabar itu.
[2]Maka ia akan semakin mengasihi, setia melayani Tuhan.

Biasanya anak laki lahir di Yerusalem, maka ada yang mengunjungi untuk menyanyi, karena mereka menduga jangan-jangan ini Juru Selamat. Ternyata, waktu Juru Selamat betulan lahir, mereka tidak ada, sehingga Allah memakai malaikat untuk menyanyi. Kesukaan besar yang bagaimana:
[1]Kelahiran Juru Selamat yang telah ditunggu-tunggu untuk menyelamatkan. Kristus yang diurapi.
[2]Sejahtera di bumi (v 14). Tapi, mengapa waktu Yesus lahir, malahan ada perang dan pembunuhan. Damai itu diberikan di antara manusia yang ”Berkenan” pada-Nya.
[3]Melihat kemuliaan Tuhan = menyaksikan koor yang luar biasa, tanpa bayar, yang bisa menjadi saksi bagi Kristus.

[1]Tanda yang krusial bagi orang yang sudah menerima berita Natal, maka ia pasti memberitakannya. Apakah ia sudah masuk gereja, angkat tangan bertobat tiap minggu, tapi kalau ia tak memberitakannya, maka ia belum menerima. Apa yang menjadi kebanggaan orang, selain dari penderitaannya (Mz. 90). Kalau anda mau menerima sukacita yang sejati, jangan cari yang seneng-seneng, tapi in charge (siap menderita / mengambil bagian) dalam Natal itu sendiri. Ada orang yang takut ke gereja, takut dimintai sumbangan.
[2]Orang yang tak berkenan pada Allah, maka ia juga tak bersukacita. Kalau ia berkenan, pasti ia bersukacita.
[3]Kalau orang sukacita, pasti bertindak / melakukan. Gembala cepat bertindak, pergi.

[1]Gembala setelah mendapat kabar itu, kabar itu merubah kehidupan rohani mereka. Mereka tidak takut, tidak sedih.
[2]Setelah mendapat kabar itu, mereka bertemu dengan Juru Selamat.
[3]Setelah bertemu, mereka menemukan tujuan hidup = memberitakan kabar baik, memuji dan memuliakan Tuhan.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Berita yang disampaikan kepada gembala-gembala dikatakan sebagai “berita kesukaan besar”. Inti dari kesukaan besar itu adalah “telah lahir bagimu (bagi segala bangsa) Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.” Berita kesukaan ini tidak boleh berhenti pada para gembala, tetapi harus disampaikan ke seluruh bangsa dan ini menjadi Amanat Agung Tuhan Yesus bagi murid-muridNya dan kita semua. (Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.")

Ada hubungannya dengan minggu ke 4, yaitu bersaksi – penekanannya pada gembala yang bersaksi; ada 3 hal:
1.Mereka berkata satu sama lain;
2.Kemudian mereka bercerita tentang Tuhan pada orang2; pengalaman itu adalah sesuatu untuk disebarkan
3.Pengalaman iman; Gembala memuji Tuhan karena hati mereka bersukacita setelah bertemu Tuhan.

Injil Lukas menggambarkan peristiwa natal berbeda dengan injil lain, karena ia mulai dengan peryaan yang penuh dengan hati (Philip Yancey). Injil Lukas selalu member sebab untuk para pembacanya bersukacita. Biar kita sekali lagi bersuka cita. Judul dari NIV The Sepherd an The Angel-Betapa Mulianya. Pada waktu itu gembala merasa sebagai penduduk desa yang kalah
ada 4 hal:
1.The shepherd and the angel; disana dikatakan sebagai masyrakat yang rendah, mereka adalah pengembara dan angel adalah pembawa kabar yang mulia. Lb konteks jaman itu adalah mereka di bawah jajahan romawi, mereka adalah sebagai penduduk desa yang kalah. Tapi di sini kita melihat esensi yang hakiki adalah the good news is the good news, menembus segala pergumulan
2.The ideal; ada satu kata kunci adalah the great joy dan kemuliaan Tuhan. Lalu diikuti dengan sangat ketakutan. Kemuliaan Tuhan membuat kita akan merasa berdosa, tidak layak. Tetapi ketika disampaikan the good news menjadi the great joy responnya adalah mendatangkan pujian.
3.The realization; bagaimana gembala ay. 16-20  lalu mereka cepat2 berangkat; mereka responsive, mereka adalah eye witness. Ada pengalaman nyata
4.The regular; mereka kembali pada kehidupan nyata atas segala sesuatu yang telah mereka lihat dan dengar. Natal telah membagi sejarah menjadi dua; AD dan BC

Ay.16 reaksi yang cepat dari mereka, seringkali jemaat itu menunda. Meskipun mereka kaum marjinal tapi mereka bereaksi dengan cepat. Ay. 20 mereka bisa memuji dan memuliakan Allah; mungkin ini bisa ditekankan kepada jemaat bahwa inilah tujuan kita hidup seharusnya.

Kabar kesukaan adalah kerinduan semua orang. Dalam konteks pada gembala, telah mengubah ketakutan menjadi tidak lagi takut. Kabar kesukaan itu telah membuat mereka bertindak dan menikmati. Setelah itu, di ay.terakhir mereka terheran dan terkagum. Artinya adalah sesuatu yang membuat mereka gentar, ada kekuatan yang bukan hanya mereka nikmati yang bukan hanya dipengaruhi tapi juga mempengaruhi.

Kabar kesukaan ini secara global; mengapa dikatakan kesukaan besar?
1.Karena ia memberikan diri-Nya. Artinya untuk menunjukkan jalan pendamaian, pengharapan .
2.kesukaan bukan spesifik kecil, tapi juga untuk kaum intelek, kaum rohaniwan.
3.Kesukaan besar itu memberikan pengharapan itu bahwa juruselamat itu telah ada.

Ay.10-14 mengapa dikatakan kabar kesukaan besar?
1.Itu berarti sebelum berita ini, kesukaan yang ada di dunia ini lebih rendah. John calvin mengatakan “sebelum manusia damai dengan didamaikan dengan Allah, segala sukacita mereka adalah bohong dan palsu, dan berumur pendek.”
2.Berbicara tentang isi dari kesukaan besar itu bicara tentang juruselamat, berarti kelahiran penolong yang dinantikan hang akan melepas belenggu
3.Kesukaan besar bukan hanya bicara tentang juruselamat, tapi bagaimana kehadiran Allah yang MahaTinggi di tengah kehidupan manusia. Dari tidak ada jalan, jadi ada jalan dan pengharapan.

Para gembala adalah kelompok pinggiran, mereka tidak beranggap, jika mereka bersaksi di persidangan mereka tidak didengar karena imej buruk yang ada padanya.
1.Mereka merespon
2.Mereka mencari; mereka cari ke kota padahal imej mereka sudah buruk, mereka berani dan mau menghadapi tantangan
3.Mereka menemukan kegenapan kesukaan yang besar bagi mereka setelah merespon dan mencari;
Berita pencarian mereka pasti menjadi berita yang menghebohkan; orang2 akan mencari tahu apakah berita itu benar atau tidak. Dulu gembala tidak dipakai kesaksiannya, tetapi sekarang kesaksiannya dipakai oleh Tuhan.

Kesukaan Besar karena;
1.Berita itu menjadi bagian personal, “Hari ini telah lahir bagimu..”
2.Yesus Kristus adalah juruselamat, penggenapan janji Allah
3.Ada tanda / petunjuk untuk menjumpainya
4.Nyata ada anugrah damai sejahtera