Rabu, 25 November 2009

BIAR DIA MAKIN BESAR AKU MAKIN KECIL

BIAR DIA MAKIN BESAR AKU MAKIN KECIL
YOH. 3:23-36

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta

Yohanes Pembabtis mengatakan kalimat yang penting ini: Dia harus makin bertambah aku makin kecil. Ini adalah perkataan orang besar. Kenapa?
1.Karena dia mengucapkan kalimat yang besar.
2.Dia bisa melakukan hal yang besar: berani menegur raja karena dosaanya.
3.Karena dia mempunya penyangkalan diri yang besar: dia tahu bahwa dia hanyalah seorang manusia biasa.

Yohanes Pembabtis adalah orang yang diutus oleh Allah. Jadi, ini satu-satunya orang yang dari rahim ibunya sudah dipenuhi Roh Kudus. Dia datang member kesaksian tentang Yesus. Kalimat ini dilatarbelakangi satu peristiwa di mana murid-murid Yohanes terjadi perselisihan dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Meski Yohanes dielu-elukan sebagai nabi yang besar, tetapi ia tetap rendah hati. Hal ini terlihat dari:
1.Yohanes mengenal dirinya sebagai hamba Allah yang diutus. Ia hanya sebagai sahabat Yesus.
2.Yohanes juga mengenal tugasnya. Ia hanya sebagai saksi bagi Mesias yang akan datang.
3.Yohanes tidak iri hati dan gila hormat.
4.Yohanes sungguh mengerti kedaulatan Allah.
5.Yohanes dengan tulus hati dan dengan hati yang beribadah turut bersukacita dan memuliakan Yesus.

Dalam istilah management ada istilah Servant Leadership. Ini berarti seorang leader itu dimulai dari diri seorang pelayan. Pernyataan Yohanes ini menunjukkan siapa dirinya dan sejauh mana ia mengenal dirinya. Yohanes betul-betul tahu siapa dirinya sendiri. Albert Einstein dan Socrates juga sering mengatakan kenalilah dirimu sendiri. Firman Tuhan mengajarkan untuk menjadi seorang pemimpin harus menjadi seorang pelayan.

Hidup Yohanes sudah menjadi kesaksian:
1.Dia tahu bahwa dia bukan Kristus (Yoh. 1:19-20). Dia hanyalah hamba. Dia hanyalah orang yang diutus Tuhan.
2.Dia menyaksikan bahwa Yesus yang menghapus dosa manusia (Yoh. 1:29)
3.Dia menyaksika bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah (Yoh. 1:36). Ini berarti ia memiliki pengenalan akan Allah begitu jelas.

1.Orang besar itu tahu bahwa ada orang lebih besar dari dirinya. Makanya dia sanggup mengucapkan hal-hal besar.
2.Orang besar itu tidak hanya omong besar tetapi dia telah mewujudkannya dalam karya yang besar. Sebaliknya,orang yang berjiwa kecil dan kerdil suka membesar-besarkan masalah.
Dari ayat 27 mengatakan bahwa apa yang ada pada kita, apapun itu, semunya dikarunikan dari sorga. Kalimat Yohanes itu juga menolong sekali untuk menyadarkan kita bahwa kalau kita menjadi orang besar itu adalah karunia Tuhan. Dan dalam ayat 28-34 diulang kata “diutus”. Dia tahu bahwa dia adalah utusan. Dan sebagai utusan dia menjalankan tugasnya sebagai utusan. Dalam ayat 29 dikatakan bahwa dia adalah seorang pelayan. Sebagai pelayan pun dia bersukacita dan melayani dengan sepenuh hati. Kontras dengan pelayan-pelayana di dunia ini.

Ini adalah perkataan Yohanes yang indah dan besar. Mengapa?
1.Karena dia orang besar, jiwa besar, sehingga bisa mengatakan kalimat ini. Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa ia adalah yang paling besar dilahirkan dalam dunia ini.
2.Yohanes sudah puas, karena ia sudah melakukan yang terbaik. Ia tidak merampas ketenanaran yang bukan miliknya.
3.Setelah mendapat sukacita yang penuh, jadi tidak usah dipertentangan antara Tuhan Yesus dan Yohanes karena ia adalah bagian dari Tim Sukses Yesus.

Posisi Yohanes Pembabtis dengan Yesus bisa sebagai senior dan yunior. Senior karena secara lama pelayanan dia jauh lebih dahulu dari Yesus. Tetapi secara otoritas, dia sadar bahwa Yesus adalah Tuhannya, seniornya, dan jauh lebih berotoritas. Nampak adanya hubungan yang indah antara senior dan yunior dalam relasi ini. Relasi yang didalamnya ada pengenalan diri yang jelas, tahu diri, merendahkan diri, dan member diri.

Yohanes pernah berkata, ia membabtis dengan air tetapi Yesus membabtis dengan api.
1.Yohanes tidak lupa diri saat dia hebat.
2.Yohanes jujur tentang dirinya. Banyak orang jujur kalau sudah kepepet, kalau sudah ditekan dan disidang berkali-kali. Kebanyak orang jujur karena dipaksakan.
3.Yohanes itu ada sukacita dalam dirinya saat membesarkan Tuhan Yesus.

Meskipun Yesus hadir dan banyak pertentangan dirinya dengan Yesus siapa yang lebih unggul, dia tetap sadar dan merendahkan dirinya. Kenapa?
1.Karena ia jelas pengenalan dirinya.
2.Karena ia jelas tentang konsep dirinya.
3.Karena ia jelas konsep pelayanan dan tujuan kedatangannya ke dalam dunia.

Banyak pemimpin tahu bagaimana memulai awal yang baik tetapi tidak bisa mengakhiri dengan baik. Ini perlu diketahu, supaya kita tidak sombong dan memegahkan diri tetapi naman Tuhan yang dimuliakan.
1.Yohanes mengenal dirinya
2.Yohanes mengenal panggilannya
3.Yohanes mengenal siapa yang dia layani

Mengapa Yohanes bisa berkata begitu? Kuncinya Cuma satu: kerendahan hati. Dengan kerendahan hatinya dia tidak tergoda untuk sombong, tergoda mencari kemuliaan dan popularitas dirinya.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Perikop ini adalah kesaksian Yohanes Pembaptis secara jujur tentang siapa dirinya dan siapa Yesus Kristus. Hal ini dimulai dari kegiatan pembaptisan yang dilakukan Yesus dan Yohanes Pembaptis yang berlangsung bersamaan. Para murid Yohanes iri hati melihat karya Yesus dan kuatir reputasi sang guru terancam. Yohanes ingin meluruskan persepsi mereka yang keliru bahwa ia tidak lebih tinggi dari Yesus. Yohanes mengungkapkan betapa mulia dan tingginya wibawa Yesus dibandingkan dirinya yang adalah seorang pembuka jalan bagi Mesias. Sikap Yohanes menjadi teladan bagi kita karena ia tidak sombong dan lupa diri tatkala dipuji orang. Sebaliknya ia menunjuk kepada Yesus yang harus dipuji dan disanjung tinggi. Mengapa? Karena ia menyadari satu hal bahwa tujuan hidupnya dan panggilannya hanya untuk memuliakan Tuhan. Karena itu, Yesus harus makin besar, aku harus makin kecil. (KJV), Joh. 3:30 He must increase, but I must decrease. Keinginan Yohanes untuk menjadi semakin kecil, ini bukan hal yang biasa. Mengapa? Karena natur manusia berdosa, ingin semakin besar bahkan menjadi seperti Allah (Kej. 3:5). Point yang Yohanes ingin ajarkan kepada kita adalah: jangan sombong/tinggi hati dan mencuri kemuliaan Allah jika kita dipakai-Nya. Mengapa Yesus harus makin besar dan aku harus makin kecil?
Pertama, karena sadar, siapa aku ini. Yohanes Pembaptis mengaku: "Aku bukan Mesias" (Yoh. 1:20); "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun" (Yoh. 1:23); "Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak" (Yoh. 1:26-27); “Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya” (Yoh. 3:28); Aku sahabat mempelai laki-laki, (Yoh.3:29). Yohanes Pembaptis dapat bersukacita tatkala semua orang meninggalkan dirinya dan pergi kepada Yesus. Salah satu tanda kedewasaan rohani seorang Kristen ialah ketika ia dapat bersukacita melihat keberhasilan orang lain; bersukacita dalam pencapaian orang lain. Sebaliknya, tanda ketidakdewasaan rohani seseorang adalah ketidaksenangan dan ketidakbahagiaan melihat orang lain lebih pandai, lebih sukses, lebih bahagia, lebih kaya dan lebih cantik/ganteng dibandingkan dirinya. Bagaimana dengan saudara? Yohanes sadar siapa dirinya, karena itu ia tidak sombong tatkala dipakai Tuhan. Alkitab berkata: Allah membenci kesombongan dan menentang orang yang congkak (Ams. 6:16-19; 1Ptr. 5:5-6; Yak. 4:6-7). Ams. 16:18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Ingat kejatuhan iblis karena kesombongan (Yeh. 28:17; Yes. 14:12-14). Teladan Yesus “Aku lemah lembut dan rendah hati” (Mat. 11:29; Flp. 2:5,8). Karena itu, jangan menyombongkan kekayaanmu, pencapaianmu, gelarmu, penampilan fisikmu, nama baikmu, dan statusmu.
Kedua, karena ia mengenal siapakah Yesus. Yohanes mengenal dengan jelas siapa Yesus. (1) Ia adalah Mesias (Yoh 3:27-28). (2) Ia messanger of God (Yoh. 3:31-34). (3) Ia mahakuasa/ penguasa di surga dan bumi (Yoh. 3:35-36). Yoh 3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Matius 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Nabi Yesaya pernah mengenal dan melihat Allah yang Mahakudus, kemudian melihat dirinya sebagai orang yang najis bibir, alhasil ia menjadi orang yang tahu diri dan segera merespons panggilan Tuhan dan berkata, “Ini aku, utuslah aku” (Yes. 6:1-8).

Yohanes adalah seseorang yang dipersiapkan Allah untuk membuka jalan bagi kedatangan Kristus. Yohanes memiliki peran yang sangat besar untuk mempersiapkan manusia akan kedatangan Yesus sebagai Mesias dan Juruselamat. Kebesaran serta ketenaran nama Yohanes cukup diakui dikalangan orang-orang Yahudi, karena di dalam pelayanannya ia melakukan banyak perkara yang besar, terutama dalam pembaptisan. Banyak orang yang dimenangkan oleh Yohanes sehingga ia dikenal dengan sebutan Yohanes pembaptis. Tetapi ketika Yesus juga melakukan pembaptisan kemudian nama Yesus mulai terkenal jauh melampaui Yohanes. Respon sikap hati Yohanes dalam situasi ini luar biasa, ia tidak merasa tersaingi karena bagi Yohanes sudah seharusnya orang lebih tertuju dan memandang Yesus. Sebab Yohanes sadar karena ia berperan untuk membuka jalan serta mempersiapkan kedatangan Yesus, yang memang harus di tinggikan oleh orang banyak. Meskipun murid-murid Yohanes tidak puas dengan realita ini, tetapi Yohanes justru mengarahkan murid-muridnya untuk memahami hal itu. Ayat 27, Yohanes mengatakan, “tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga”.
Tidak mudah bagi diri kita untuk mengatasi perasaan yang biasanya disanjung dan dihormati orang banyak kemudian tiba-tiba ada orang lain yang jauh lebih dikenal dari pada kita. Kita sebagai pelayan harus tahu akan posisi kita dengan jelas, kita hanya sebagai hamba serta pelayan Tuhan. bukan kita yang utama, yang perlu diutamakan adalah Tuhan kita Yesus Kristus yang kita layani. Kita sebagai pelayan Tuhan harus tertanam dalam diri kita ketika kita melayani Tuhan, supaya orang lain bisa melihat serta berfokus pada Yesus bukan pada diri kita. Kita sebagai pelayan harus semakin kecil sedangkan Yesus yang kita layani harus semakin besar. Sebab Allah telah mengasihi dengan kasih yang mahakasih dengan memberikan keselamatan serta dipercaya menjadi rekan sekerja Allah.

Yohanes pembabtis menyadari tugas dan panggilannya sebagai seseorang yang dipersiapkan untuk menyiapkan jalan bagi Mesias. Dari awal sampai akhir hidupnya dia setia pada panggilannya. Dia tidak pernah iri dengan Tuhan Yesus yang nama-Nya makin besar dan hebat karena memang harusnya demikian. Orang Kristen juga harus mengenal panggilanya dan ditempatkan dimana, sehingga kemajuan seseorang bukan saingan yang harus dimatikan tetapi sebagai sarana pekerjaan Tuhan disebarkan.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Konteks pembicaraan tentang pelayanan Yesusoleh Yohanes dan murid-muridnya. Yohsadar siapa dirinya dan siapa Yesus, apa tujuannya ke dunia. Ini harus menjadi sikap setiap orang ygmelayani Tuhan bahwa yg harus ditonjolkan adalah Yesus, bukan diri kita.

Kalau kita dibandingkan dng Allah, jelasbukan perbandingan yg seimbang. JelasAllah jauh lebih besar. Namun sulit bagimanusia yg tahu hal ini, utk hidup memprioritaskan Tuhan diatas kita. kenyataanya manusia lebih mengutamakan dirisendiri. Hal ini terjadi karena kitamempunyai gambaran diri yg tdk tepat. Tidaksadar diri. Rom 12: 3 : gambaran diri ygtdk tepat bisa menimbulkan masalah antar manusia dan manusia dengan Tuhan. Gambaran diri harus sesuai Alkitab, bhw kitaciptaan yg memberontak, namun dikasihi dan dipulihkan Allah. Rm 12 dst. Fokus hidup orang Kristen adalahTuhan. ia harus berubah dan relasi yg baik

Dua hal penting utk transformasi hidup. pertama, sadar siapa diri dan siapa Tuhan. ini lah yg disadari Yoh pembaptis. Ini uraian Kristologi dari Yoh pembaptis. Yesus menjadi sumber segala sesuatu. transformasi ini menghasilkan sikap yang luarbiasa. Kedua, Kristus menjadi pusat hidup kita. Yoh 1:19-34. Ia bukan Elia,dsb. ttp anak domba yg menanggung danmenghapus dosa.

(1)“Harus”dalam arti sudah harus, atau merupakan fakta? Kalau sudah terjadi, sesuatu akan terjadi (If that happened, somethingwould happen). Kalau Allah makin besar, orang akan mengalami kebesaran Allah. Sumber pengharapanPencipta hidupPenolong. Raja yang maha kuasa.
(2)How can that happen in my life? Bagaimana itu dapat terjadi? Yoh 1:8-9 àtrue light. Minggu depan adalah advent pertama. Aletes, bukan aletheia (yg benar lawan palsu). Aletes=yg benar lawan yg mirip. Knowing Christ.Growing in ChristSharing Christ. Serving Christ. Worshipping Christ
(3)Kalausudah alami, menjadi orang yg dikehendaki Tuhan kita jadi. Apakah kebenaran sudah menangkap kita. The truth
is a snare. You cannot have it without being caught. You cannot have the truth in such a way thatyou catch it, but only in a way that it catches you. – Soren Kierkegaard. Frederick Douglas: The life of the nationis secure only while the nation is honest, truthful and virtuos.

[1]Konteks ayat tersebut adalah kerendahan hati Yohanes Pembaptis dalam pelayanan, meskipun ia bukan menjadi yang utama, bahkan akhirnya ia akan dilupakan oleh banyak orang. Yohanes Pembaptis pernah memiliki pergumulan, mengapa seolah-olah Allah berdiam diri ketika ia menderita? Benarkan Yesus adalah Mesias, atau adakah yang lain yang sedang di tunggu? Tetapi sejarah membuktikan bahwa Yohanes adalah seorang yang menjadi hamba Allah yang dipakai secara luar biasa.
[2]Alfred Alder, seorang psiko-analist menyatakan dalam diri seseorang selalu ada suatu dorongan untuk menjadi “besar”, dimana dorongan yang tidak terkontrol akan membawa pola hidup narcistic (cinta diri yang berlebihan).
[3]Khotbah akan difokuskan kepada bagaimana pola hidup kita sehingga kita bisa dipakai untuk menjadi seorang pelayan di hadapan Allah. Kita tidak pernah terlalu kecil sehingga tidak bisa dipakai Allah, namun kita sering merasa terlalu besar sehingga Allah tidak bisa memakai kita.

Yoh. Pembaptis bisa menjunjung tinggi Yesuskrn ia tahu diri.
(1)keterbatasandirinya (27)
(2)statusnya hanya yg diutus, bukan pengutus (28).
(3)sahabat mempelai saja, bukan mempelai itu sendiri. Bukan peran utama. Yesus diatassemuanya. Ia diutus Tuhan. ia memnerima roh dng tdk terbatas. Tuha nmenyerahkan sgl sst ketanganNya. Penentu semua manusia diselamatkan ataubinasa. Dalam pelayananannya sesuai dngpengenalan pada Yesus (26). Keberhasilannyaadalah bahwa semua orang datang pada Yesus. bukti ia tidak membesarkan diri

Persolaan terbesar manusia adl iri hatiatau cemburu thd keberhasilan orang lainPersoalan muncul di antara murid-murid Yohsendiri bukan YohIni realita bhw ketika di atas, kita tidakmasalah, ttp ketika sedang menuju ke bawah, menjadi masalah.
[1]perlu ada fokus. Kepada apa? Tuhan ataudiri sendiri?
[2]nilai hidup. yang kitacari itu apa? Sementara atau yg kekal?

Pengakuan Yoh bhw dia bukan Mesias. Mengapa? Siapa yg lebih besar?
(1)yang lebih besar adalah Allah sendiri.
(2)bertobatlah bhw kerajaan Allah sudah datang. Yang datang adalah Raja.
(3)inilah anak Domba Allah. Menunjuk pd janji dlm PL yg digenapi olehYesus. cf. tulah di Mesir, tulahke-10. Darah domba menyelamatkan. Maka Yesus bertanya pada Petrus, siapakahAku? Utk menegaskan diriNya.

[1]Kitaharus mengembangkan pernyataan ini dalam kontks jiwa pelayanan, kualitas hidupdan kualitas pelayanan. Nilai apa yg kitatunjukkan? mendahulukanAllah atau diri kita.
[2]keteladanan, bhw yg ia kejar bukan hasil, ttp memenuhi tugas panggilan.