Jumat, 02 Oktober 2009

MAKNA PERJAMUAN KUDUS

MAKNA PERJAMUAN KUDUS
I Korintus 11:23-34
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Makna Perjamuan Kudus I Kor 11:23-34
Judul perikop ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam perjamuan malam. Apa salahnya? Ternyata pada gereja mula2, ada yang berbeda yaitu sebelum perjamuan kudus, dimulai dulu dengan makan makanan yang dibawa masing2.
Dengan kondisi orang yang berbeda-beda status ekonominya, ada yang kaya ada yang miskin. Maka timbul masalah, seperti ada pamer status, saya makanan banyak, mewah. Kamu sedikit, biasa-biasa saja. Hal ini menimbulkan saling prasangka, kecemburuan, iri hati dan ujungnya perpecahan. Maka Paulus menegur hal tersebut. Berdasar konteksnya apa yang kita bisa belajar dari hal perjamuan kudus ini ? Lebih luas lagi bagaimana dalam menghadapi setiap persoalan ?
1.Persoalan perpecahan menjadi kesempatan untuk bisa tahan uji/tidak
Paulus menempatkan persoalan sebagai persoalan bahkan memandang dengan kacamata positif. Setiap persoalan bisa dilihat dari dua sisi. Baik/buruk. Dilihat dari buruk, maka buruklah masalah itu. Dilihat dengan kacamata kebaikan, maka baiklah segala persoalan itu. Ada persoalan dalam kehidupan jemaat Korintus. Tetapi indah bagi Paulus justru menjadikannya kesempatan utk menguji, makin maju atau rubuh.
Siapa menjamin hidup tidak ada persoalan? Hidup ini ada persoalan, tantangan, kesulitan. Persoalannya bagaimana kita menilai, menghadapi bahkan mengatasinya.
2.Perjamuan Kudus sebagai peringatan
Paulus mengatakan dalam ayat 23-26 dua kali disebut menjadi peringatan. Peringatan apa? Kematian Tuhan Yesus. Roti mengingat tubuh Tuhan Yesus, anggur mengingatkan darah Tuhan Yesus. Peringatan, menjadi ingat-ingatan, jangan lupa. Kita bisa lupa, sering lupa dan tatkala lupa maka kita bisa makin jauh, bisa tawar hati, bisa putus asa, bahkan bisa tenggelam dalam hidup ini. Jadi setiap kali kita makan roti minum anggur, supaya kita bisa segera bangkit, bangun kembali dalam ikut dan iring Tuhan. Lagu jangan lupa Getsemani, jangan lupa sengsara-Nya, jangan lupa cinta Tuhan, pimpin ke Kalvari. Sebaliknya ada lagu yang positif: ingat akan nama Yesus, kamu yang menanggung berat. Mari kita jangan lupa tetapi selalu ingat.
3.Perjamuan Kudus sebagai pemberitaan
Paulus mengatakan: memecahkan, inilah tubuh, cawan, minum, apa? Mengandung pemberitaan, baik internal maupun eksternal. Paulus berulang kali berkata, sebab Injil yang kami beritakan… Pentingnya pemberitaan. Apalagi berita yang menyelamatkan

Perjamuan Kudus, Perjamuan Paskah, atau Sakramen Ekaristi adalah salah satu sakramen yang dikenal di dalam Gereja Kristen. Istilah ekaristi yang berasal dari bahasa Yunani ευχαριστω, yang berarti berterima kasih atau bergembira, lebih sering digunakan oleh gereja Katolik, Anglikan, Ortodoks Timur, dan Lutheran, sedangkan istilah Perjamuan Kudus digunakan oleh gereja Protestan. Perjamuan Kudus didasari pada makan malam terakhir Yesus dengan murid-muridnya pada malam sebelum ia ditangkap dan disalibkan (Mat. 26:26-29; Mrk. 14:22-25; Luk 22:14-20; 1Kor. 11:23-26). Paham Gereja Protestas tentang Perjamuan Kudus tidak sama dengan “missa atau eukaristi” dalam gereja roma Katolik, missa sama dengan pengulangan pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Hal ini bertentangan dengan ajaran Alkitab bahwa pengorbanan Kristus hanya satu kali dan berlaku untuk selamanya (Ibr. 10:12-14). Perjamuan kudus merupakan ketetapan Kristus untuk dilakukan, maka sakramen itu pasti memiliki tujuan dan manfaat serta maknanya. Apakah makna perjamuan kudus bagi orang Kristen?

1Perjamuan kudus mengingatkan kita akan kesengsaraan dan kematian Kristus (1Kor. 11:24-25; Luk. 22:19). Pada umumnya orang Kristen percaya bahwa mereka diperintahkan Yesus untuk mengulangi peristiwa perjamuan ini untuk memperingati-Nya ("... perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" (1Kor. 11:24, 25). Namun berbagai aliran Gereja Kristen memberikan pengertian yang berbeda-beda pula terhadap sakramen ini. Gereja Katolik Roma menekankan arti perjamuan kudus sebagai sarana keselamatan bagi umat. Gereja-gereja Protestan umumnya lebih menekankan perjamuan sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia. Menurut ayat 24-25à Makna perjamuan kudus adalah untuk mengenang dan memperingati kesengsaraan dean kematian Yesus Kristus di kayu salib. Istilah “Peringatan” (BIS. Untuk mengenang); (KJV. Remembrance); (Yun. ανάμνησις/anamnēsis)à recollection: remembrance (again). Karena itu, ketika kita makan roti dan minum anggur, kita ingat akan tubuh Kristus yang dipecahkan dan darah Yesus yang tercurah di kayu salib untuk menebus manusia berdosa. Jadi, beda dengan Roma Katolik byang menganggap roti dan anggur itu benar-benar tubuh dan darah Yesus. Bagi kita, roti dan anggur hanya simbol tubuh dan darah Yesus. Menurut John Calvin, perjamuan kudus bersifat meneguhkan iman dan memateraikan kasih Kristus dan janji Allah bagi orang percaya. Sedangkan menurut Zwingli, PK bertujuan mengenang pengorbanan dan kesengsaraan Kristus. Mengapa? Karena manusia sering kali lupa akan jasa, cinta kasih dan pengorbanan Tuhan.
2Perjamuan kudus mengingatkan kita untuk memberitakan Injil (1Kor. 11:26). Ayat 26 berkata, “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” Istilah “Memberitakan” (KJV. Show the Lord’s death); (Yun. Καταγγέλλω/ kataggellō)à to proclaim, declare, preach, shew, speak of, teach. Artinya, setiap kali kita mengikuti perjamuan kudus, kita diingatkan tugas Amanat Agung, yakni memberitakan kematian Kristus, kebangkitan dan kenaikan Kristus ke surga menyediakan tempat bagi setiap orang percaya kepada-Nya.
3Perjamuan kudus melambangkan persatuan kita dengan Kristus dan sesama (Mat. 26:26-29; Luk. 22:19-20; 1Kor. 1:11; 3:1-3; 11:18-21, 23-26, 33). Paulus melalui PK hendak mengingatkan jemaat di Korintus yang mengalami perpecahan untuk bersatu padu dalam Kristus (1Kor. 11:18-21). Jadi, sakramen perjamuan kudus bermakna sebagai persatuan atau persekutuan antara orang percaya dengan Allah dan sesama. Lewat perjamuan kudus, kita kembali diingatkan bahwa kita adalah satu tubuh dalam Kristus. Kita makan dari roti yang sama dan minum anggur yang sama; kita semua ditebus dan diselamatkan oleh darah yang sama, darah Kristus (1Ptr. 1:18-19). Kristus sebagai kepala gereja dan kita adalah anggota-anggota tubuh-Nya.

Di dalam pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh jemaat ternyata ada yang melakukan kesalahan mendatangkan keburukan. Hal ini terjadi karena di dalam jemaat telah terjadi perpecahan, relasi diantara jemaat muncul perselisihan sehingga pertemuan-pertemuan yang dilakukan bukan untuk membangun jemaat atau untuk pekerjaan Allah.
Ada indikasi yang kuat kalau jemaat di Korintus dalam melakukan perjamuan tidak seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, mereka makan perjamuan untuk tujuan yang berbeda bukan untuk mengenang akan karya Yesus. Mereka makan dan minum dalam pertemuan jemaat bukan sebagai peringatan akan kematian Yesus, tetapi ada unsur persaingan diantara mereka.
Paulus meneruskan ajaran perjamuan kudus seperti yang telah di terimanya dari Yesus bahwa makna perjamuan adalah untuk kekudusan dan kesucian dalam pertemuan jemaat.
Kesiapan hati dan diri menjadi hal yang sangat penting untuk menerima perjamuan ini, tidak bisa dengan sikap sembarangan atau dalam keadaan berdosa. Sebab ada konsekwensi yang akan diterima, jika kita dalam kekudusan Tuhan maka Tuhan akan berkati demikian juga sebaliknya jika kita dalam keadaan berdosa maka kutuk yang di dapatkan. Perjamuan kudus adalah hubungan yang sangat personal antara kita dengan Tuhan, oleh karena itu hal ini harus dijaga dengan kesucian.

Perjamuan Kudus dimulai oleh Tuhan Yesus saat-saat terakhir dalam pelayanan-Nya. Perjamuan ini untuk mengingatkan moment penting yang akan mereka hadapi yaitu karya Allah di kayu salib. Makna perjamuan Kudus adalah “mengingat” penderitaan Kristus dan “memberitakan” karya Kristus. Bagi setiap orang yang menerima perjamuan kudus harus mengakui Kristus adalah Tuhan dalam hidupnya dan mau mewartakan Kristus yang telah menyelamatkannya. Itulah sebabnya perjamuan kudus tidak boleh dilaksanakan dengan sembarangan harus ada persiapan hati dan kesungguhan agar mendatangkan berkat bukan kutuk

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Melalui perjamuan Kudus, akan memperbaharui iman, pengharapan dan kasih. Sangat penting bagi orang percaya karena dalam Perjamuan Kudus ini:
1Perjamuan kudus harus dihormati oleh setiap orang percaya: sikap yang serius menjelang menghampiri meja Tuhan à Yesus Kristus telah menyerahkan nyawaNya bagi kita. à diminta untuk mengadakan introspeksi ke dalam jiwa, karena jiwa manusia terus bergerak dan rentan dipengaruhi oleh dunia ini. Perjamuan kudus menjagai kita di dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus.
2Moment yang terbaik untuk memperbaiki / memulihkan hubungan kita dengan Kristus. Karena manusia sering dipengaruhi oleh hal-hal jahat diluar dirinya. IYoh 1:9. Perjamuan Kudus mengiring kita untuk tidak keluar dari kebenaran, dan kehendak Tuhan.
3Perjamuan Kudus harus diikuti sikap yang peduli terhadap sesama. Tidak menganggap lebih baik dari orang lain, sombong, dosa itu menjauhkan kita dari orang lain. Tetapi melalui perjamuan kudus semakin mendekatkan satu dengan yang lain. (jemaat Korintus sebelum Perjamuan Kudus, mereka mengadakan jamuan kasih lebih dahulu. Baru memasuki perjamuan Kudus) dalam pertumbuhan iman kita perlu persekutuan yang baik dengan orang lain. Saling memperhatikan satu dengan yang lain.
Perjamuan Kudus, adalah sebuah pesta kemenangan (sensuramorum) kalau kita sungguh menjalani dengan kesadaran akan merupakan kemenangan. Sebuah hidup baru, tekad baru dan komitment baru. Sebuah langkah hidup baru. Perjamuan Kudus suatu persekutuan yang dalam dengan Tuhan. Kita tahu dosa terkadang kita tidak menganggap kegentingan untuk menyelesaikannya. Maka apabila kita melakukan penyelesaian dosa dengan serius, maka makna perjamuan itu menjadi sangat hidup.

Ada satu hal yang perlu ditambahkan, karena melalui perjamuan Kudus, ada makna yang penting, untuk melihat ke Tuhanan Yesus Kristus. pada moment itu Yesus menyatukan 3 hal à Yang lama, sekarang dan yang akan datang. In holly comunion à Tuhan Yesus adalah Tuhan bagi semua orang yang mengakui Dia Tuhan.
Apa maknanya perjamuan Kudus tanpa mempersatukan jemaat baik dengan Tuhan maupun dengan sesama anggota Tubuh Kristus. keutuhan gereja sebagai tubuh Kristus.
Ayat 28 à menguji. Examine himself. Ulangan. Ujian.
Ayat 29 àDescer. hati dan pikirannya siap. Hati, pikiran dan perasaan. Harus mengakui dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Ekasristi berarti berterima kasih dan bergembira. Apakah kita harus meratap atau sebaliknya kita bersukacita? Maka perjamuan Kudus merupakan sebuah pengucapan syukur atas anugerah yang memungkinkan kita untuk menghampiri meja Tuhan (table of grace)

Jemaat ini bukan latar belakang Yahudi, maka mereka tidak memahaminya. Yang lama adalah paskah ketika pergi dari Mesir. Ingat bagaimana Tuhan membebaskan mereka. Maka perjamuan Kudus adalah Perjanjian Baru dalam Kristus paskah yang lama adalah melalui korban hewan tapi Perjanjian Baru tubuh Kristus yang menjadi persembahkan. Maka perjamuan Kudus merupakan hal yang sangat kursial dalam konsep gereja.
1transubstansiasi, dicetuskan oleh gereja Roma – ada perubahan atau transformasi, yakni roti bertransformasi menjadi tubuh Kristus secara harafiah demikian pula halnya dengan anggur bertransformasi menjadi darah Kristus. Kristus hadir secara fisik. Penekanan terletak pada: ”Inilah tubuh-Ku.”
2consubtansiasi yang dicetuskan oleh Luther; roti dan anggur tetaplah roti dan anggur tetapi hadirat Kristus itu nyata, melingkupi roti dan anggur. Jadi ketika kita menikmati roti, kita juga menikmati tubuh Kristus demikian pula ketika kita menikmati anggur, kita menikmati anggur dan darah Kristus.
3Zwingli melihat perjamuan kudus itu sebagai suatu tanda. Perjamuan kudus itu untuk mengenang kematian Kristus dan kasih Kristus melalui tubuh-Nya dipecah-pecahkan dan darah-Nya tercurah. Penekanannya terletak pada: ”...sebagai peringatan akan Aku.”
4Calvin menyatakan roti itu tetaplah roti dan anggur itu tetaplah anggur tetapi perjamuan kudus itu bukan semata-mata hanya mengenang Kristus. Tidak! Perjamuan kudus merupakan sarana anugerah dimana Kristus hadir secara rohani di dalam karya Roh Kudus sehingga dengan pengertian kebenaran dan iman maka Roh Kudus bekerja sedemikian rupa membawa kita lebih dekat pada Kristus dan masuk dalam hadirat Kristus bahkan lebih dekat ketika kita mendengar kebenaran Firman Tuhan.

Perjamuan kudus mengingatkan akan penebusan Kristus, agar mereka mereka menghormati perjamuan kudus. Sedangkan orang Korintus tidak mengerti itu.
Perjamuan kudus adalah berkat Tuhan dan berkat Tuhan itu kudus, maka yang menerima juga harus kudus.
Perjamuan Kudus mengingatkan karya Kritus dimasa lalu dan di nikmati hari ini, dan nanti bertemu di meja perjamuan dengan Tuhan
Perjamuan Tuhan adalah anugerah Tuhan yang harus di nikmati dan di hormati

1Merupakan sakramen yang berarti hal yang sangat sakral. Maka sangat ditekankan tentang akibat dari kesembarangan terhadap perjamuan Kudus.
2Perlu Sikap: persiapan hati. Jangan hanya rutinitas. Waktu makan dan minum itu bukan asal2an. Jangan sampai tanpa menguji diri, perlu mengenang akan penderitaan Kristus. Supaya lebih bersyukur dan lebih ditingkatkan kasih kepada Tuhan. Moment dimana kita sungguh-sungguh memperbaiki hubungan dengan Tuhan, mengakui dosa dan membuat komitment untuk lebih mengasihi Tuhan.
Disamping menjelaskan makna Perjamuan Kudus. Kita harus menguji diri. Hal ini sangat penting karena perjamuan Kudus yang merupakan hubungan pribadi dengan Tuhan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan diseputar Perjamuan Kudus:
1Tubuh Kristus à diserahkan untuk menebus dosa
2Cawan Perjanjian baru à mengingat akan pengorbanan Kristus.
3Mengenang korban Kristus yang akan mendorong dan memberikan kemampuan untuk memberitakan kematian dan tentang Kristus sampai Ia datang.
4Menguji diri berdasarkan firman Tuhan.
5Menyadari akibat perjamuan Kudus:
-Minum dengan cara yang tidak layak berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
-Mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri.
-Lemah dan sakit bahkan meninggal
-Minum dengan cara yang layak menghindarkan kita dari hukuman.
6Mengenai sakit penyakit, Yesaya 53 menuliskan bahwa sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya. Dan melalui bilur2nya kita disembuhkan. Sebuah iman akan keselamatan dan pemulihan dalam persekutuan perjamun Kudus.

1Mengingat akan kematian Kristus yang telah menebus dosa-dosa kita. Menghargai kematian itu dengan tidak lagi hidup dalam dosa.
2Mengingatkan persekutuan dengan Tuhan dan sesama orang percaya, pada waktu kita makan roti dan minum anggur. Melambangkan bahwa Tuhan itu beserta dengan kita, tubuh dan darah Tuhan bersatu dengan kita. Maka kita ingat Tuhan beserta dengan kita dan saudara2 yang lain yang brsama dengan kita.
3Mengingat atau menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali. Diingatkan bahwa hidup kita sementara Tuhan akan menjemput kita. à Bandingkan dengan Yoh 14:1-4.
Teguran dari Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Pada zaman itu ada kebiasaan rutin yg dilakukan oleh kelompok2 itu yg disebut “Eranos”, membawa sendiri2. Kebiasaan ini juga biasa dalam jemaat mula2 yg disebut “Perjamuan Agape” tetapi terjadi masalah karena ada yang bawa dan ada yang tidak bawa. Akhirnya seni berbagi dalam komunitas Kristen itu menjadi hilang. Sebenarnya dalam perjamuan Kudus itu mengingatkan kita untuk saling berbagi.
-Sebuah peringatan akan kematian Kristus. Bagi seseorang yang mengambil dengan iman dan kasih maka bukan hanya mengenang tetapi satu hubungan pribadi dengan Kristus. Maka bagi orang yang tidak tahu, maka tidak akan memberikan makna apa2 dalam perjamuan Kudus. Relasi pribadi sekaligus mengenang kematian bagi orang berdosa. Merupakan new covenant, perjanjian baru, dulu darah binatang, tetapi sekarang darah Kristus yang menjadi lambang penebusan.
Makna masa lalu. Anamesisà kematian kristus bagi orang percaya
Persekutuan dengan Kristus dan keikutsertaan dalam kematian dan persekutuan dengan anggota lain dari tubuh Kristus.
Merupakan jaminan akan kerajaan Allah dan perjamuan mesiss akan masa depan dan orang percaya bersama Kristus pada masa yang akan datang. merupakan Matius 8:11 ; 22:1-14

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Dulu PK bukan di hari Minggu, tetapi Jumat atau Rabu. Waktu Yesus dikhianati dilakukan Kamis malam. Eucharisti bersandarkan sesuatu yang berdasarkan sejarah yang terus diperingati sepanjang zaman, untuk memperlengkapi diri kita sebagai orang beriman yang baik mengarah kepada hari yang akan datang yaitu pernikahan Anak Domba Allah di Surga.

PK membawa kita menyatukan masa dulu, sekarang dan akan datang, membawa kita pada konsep kekekalan. Kita mengakui Sakramen Baptisan dan PK.

PK adalah pemantapan supaya kita bergairah baginya, 7 point:

1. Fakta
Pada hari ini Yesus dikhianati. Yesus dijual. Ada sesuatu yang bernilai telah dipasarkan dengan sebuah harga. Bagi Yudas harga Yesus hanya seharga budak. Bagi kita Yesus is priceless, pengorbanan tiada banding, tiada tara. Ini membuat Musa dan Paulus memilih Yesus. Bagaimana dengan kita?

2. Nyata
Ia mengambil roti dan dipecahkan-Nya. Inilah tubuh-Ku dan darah-Ku. Sesuatu yang bisa dilihat dengan dampak yang nyata. Dalam penyataan ini, Yesus yang dipecah, dihancurkan supaya kita bisa diangkat dan menjadi utuh.

3. Sabda
Ada konsep beda tentang makna kehadiran Kristus. Roma Katolik menyatakan setelah diberkati dalam Misa maka roti anggur sudah berubah jadi darah daging Kristus. Kalo anggur tumpah ke lantai bagaimana angkatnya? Jadi di mereka tidak ada pembagian anggur. Kita meyakini ini adalah simbol, menjadi Firman yang nyata di tengah kita seperti Kristus yang real hadir di tengah umat-Nya.
Di masa PL ada tiang awan dan tiang api, Tuhan memimpin mereka melaluinya. Kehadiran Tuhan melalui simbul awan dan api. Yesus menyatakan inilah tubuh dan darah-Ku, maka firman menjadi sabda yang bergairah bagi kita. PK mengisi kevakuman antara kita dan Kristus yang akan datang ke dua kali.

4. Makna
Makanlah dan ambillah untuk memperingati daku. Bagi orang yang sudah terlalu jauh dari Tuhan dapat diingatkan.
Ingat sabda-Nya, merindukan anugerah-Nya, menghayati kasih-Nya, memahaminya isi hati-Nya, merenungkan kemurahan-Nya, menantikan kedatangan-Nya, melayakkan diri di hadirat-Nya.

Menyatakan kasih Yesus panjang tinggi dan dalam. PK ga bisa sendirian, harus dengan komunitas supaya menghayati bersama. Kristus ada kuasa, pengaruh, content pada diri kita hari ini. PK tidak bisa dilakukan sembarangan, harus persiapkan diri serius.
Yesus pernah menumpahkan darah berkorban di Kalvari.

Apa ingat wajah orang tuamu? PK bisa mengingatkan kita akan Tuhan dan firman-Nya.

Menghayati kasih Kristus. Apa hati kita hancur? Darah ditumpahkan spt apa? Bisa tidak kita rasakan? Hati Yesus hancur.

Atonement terjadi, dibenarkan, diselamatkan, dilahirkan kembali dan sanctification menjadi penting. Jikalau tidak mawas diri jangan makan krn bisa lemah, sakit atau mati krn menyentuh kesucian Tuhan.

Mengangkat cawan artinya memashurkan nama-Nya. Umat perlu menjadi orang yang meneruskan pemberitaan. Kami betul milik Tuhan dan Tuhan milik kami, siapa diantara kalian yang belum dapat bagian? Berarti masih ada orang di luar tembok gereja yang belum dapat. Jangan lupa ada orang belum dapat kebagian. Ini adalah amanat Kristus yang perlu diangkat.

Tidak ada orang boleh berkata: kita berkorban terlalu banyak bagi Tuhan. Melalui PK selalu ada urapan baru dari Tuhan. Dari diri kita tidak ada guilty feeling yang Cuma minta ampun saja, tetapi mau melaksanakan kehendak Tuhan dengan sempurna.
5. Kuasa
Pembenahan diri, peningkatan diri dan penyempurnaan hasrat.

6. Gaya
Pola tata cara kehidupan kita berubah di dalam seluruh dimensinya: keluarga, berdagang, bergereja

7. Gairah
Semangat tidak akan pudar, mezbahnya selalu menyala.

Ayat 26: sampai ia datang. Ada kerinduan atas Sang Anak domba. PK membentengi kita spy jaga diri, jaga iman, jaga tingkah laku. Jangan PK lewat tapi hidupnya masih berdosa terus. Kuasa-Nya mentransformasi kita kembali untuk menjadi manusia baru. PK bukan hanya kekinian tapi masa yad juga.

Mengenang, juga memperingati, peringatan dalam kaitan peringatan sebagai rambu bahwa Yesus akan segera kembali. Yesus sudah dekat sekali.
Gempa bumi, kelaparan, kemiskinan, peperangan dan bidat.
Peringatan untuk hidup kudus. Dunia bukan tempat pariwisata tetapi medan peperangan. Ku ada 3 musuh.

4 hal:
1For Historical Action. Tidak mengucap syukur dan tidak memecahkan roti adalah kesalahan.
2The Beloved. Besok ada orang baru, bagi mereka tentu sangat bermakna karena pertama kali.
3The preparation. Penting sekali sensura morum. Kita harus mereview diri. Firman Tuhan dari umum menjadi jawaban, menjadi keindahan, menjadi pegangan
4The Blessing. Setelah Perjamuan diutus ke dunia.

Ayat 26: setiap kali makan roti maka kamu memberitakan kematian Tuhan. Memberitakan Kristus melalui perbuatan. Unsur pekabaran Injil melalui Action dan bukan proklamasi saja. Intinya bersaksi terus sampai Tuhan datang.

3 point:
1Ada karya Tuhan dalam hidup manusia. Di dunia ada 7 keajaiban dunia. Tapi di sini ada keajaiban surga. Roh memiliki tubuh dan darah, kok Tuhan mati. Ini tidak bisa kita bayangkan tapi nyata. Tidak hanya mengenal secara teori tapi suatu pengalaman real.
2Ada kemurahan Tuhan dalam hidup manusia. Ada Perjanjian Baru. Ini dikontraskan dengan PL yang dibawa Musa. Pl adalah hukum spy mns tertata dengan baik, ternyata hukum tidak bisa dipenuhi. Manusia tidak berdaya melaksanakan hukum, hanya Kristus yang bisa mengatasi segala dosa. Pk adalah kasih karunia bagi seluruh umat manusia. Waktu Pk dilakukan ada murid yang meinggalkan Kristus, jadi PK melampaui keterbatasan manusia.
3Ada perubahan dalam hidup manusia. Menjadi peringatan akan Daku. Perdebatan crusial adalah antara Agustinus vs Zwingly. Agustinus: didalam roti dan anggur ada tubuh dan darah Tuhan. Paulus menyatakan: kalau kamu tidak persiapkandiri bisa sakit, lemah bahkan meninggal. Kalau tidak mengakui maka ada penghukuman Tuhan. Apakah kita hanya jelaskan ini hanya peringatan saja atau sebenarnya ada kuasa mistis di dalamnya? Sebenarnya jika kita sudah makan dan minum tapi jika tidak ada perubahan maka tidak ada nilainya sama sekali.

Membahas 2 kata: Eucharisti dan Communi
Ucharistia dari eu dan karis. Baik dan anugerah. Ini diterjemahkan dalam septuaginta artinya pengucapan syukur. Yesus given thanks
Koinonia dipaklai 1 Kor 10:16, diapakai dalam konteks yang sama. Persekutuan dengan darah Kritus.
Studi kata tentang Perjamuan Kudus.

Dikenal 2 kata yakni: Ekaristi dan Kommuni, yang memiliki asal usul sbb:

1eucharistía (εὐχαριστία) = eú- "good, well" + cháris "favor, grace".
Eucharistéō (εὐχαριστῶ) adalah kata yang selalu dipakai dengan arti “mengucap syukur” dalam Septuaginta dan Perjanjian Baru. Kata ini banyak dipakai dalam kaitan dengan Perjamuan Kudus.
“And when He had taken a cup and given thanks (eucharistéō), He gave it to them, and they all drank from it. And He said to them, "This is My blood of the covenant, which is poured out for many." (Mark 14:23-24)

2"Communion" adalah terjemahan dari koinōnía (κοινωνία), dipakai dalam 1 Korintus 10:16. Kata κοινωνία lazimnya diterjemahkan "fellowship" (persekutuan) dalam konteks yang berbeda.
“The cup of blessing which we bless, is it not the communion (koinōnía) of the blood of Christ? The bread which we break, is it not the communion (koinōnía) of the body of Christ?” (1 Corinthians 10:16, KJV)

3Khotbah akan dibangun untuk menguatkan iman jemaat dalam menghadapi konteks Akhir Zaman (benang merah dengan tema minggu lalu), dimana melalui Perjamuan Kudus dinyatakan Perjanjian Allah kepada manusia sampai kedatangan Kristus yang kedua kali ( konteks eskatologis menurut Anthony Hoekema dalam Bible and the Future).

Benang merah dari tema minggu lalu. Akan ditarik ke akhir zaman. Melalui PK ada perjanjian Allah dgn manusia sampai kedatangan Kristus ke dua kali.

Ada pendahaluan dari R Paulus. Mengenai kehidupan sehari2 oleh jemaat. Ada hubungan antara Perjamuan Kasih dgn PK. Salah satu tindakan yang nyata adalah: kehidupan dalam perjamuan kasih, berbalik menjadi perjamuan kisah: kisah yang tidak baik, shg rasul Paulsu harus memberitahu apa yang penting yang harus diperhatikan.
Perjamuan Kudus bisa jadi perjamuan kudis jika jemaat tidak baik.
Berhubungan dengan the past. PK adalah mengajak kita melihat memory yang menggetarkan.
Presernt, hidup hari ini mau tidak mau harus nyata di dalm relasi dengan Tuhan dan sesama dan relasi dgn diri sendiri.

Future: masa YAD, sebelum ada perjamuan besar di surga maka ada saksi injil yagn berkuasa, penting menekankan bukan rangka menyuxikan diri dan ingin berkat, tapi juga ada panggilan sebagai saksi kritss yang berkuasa.

Harus evaluasi diri: siapa kita apa yang telah kita kerjakan?
Hasrus konfirmasi iman: ayat 29 ada pengakuan ttg Tubuh Tuhan
Harus mengalami transformasi/perubahan hidup.

Mengapa semua orang makan roti dan minum di gereja? Saya terus menantikan PK, dan biasa bawa biskuit sendiri. Ada hasrat untuk menantikan sampai akhirnya boleh bergabung. Remaja ada yang tahu tapi ragu, tapi tidak anggap penting, ada juga yang menantikan, sungguh ini membawa PR bagi kita hamba Tuhan spy remaja siap dan tahu.

Dlm PK ada panggilan sebagai anak Tuhan dlm aspek marturia, koinonia, edifikasi.
Kalau bisa PK maka ada anugerah Tuhan bagi kita.

Ada pernyataan mengenai identitas kita. Tuhan Yesus sbg pribadi yang agung mulia mengerjakan pekerjaan kesalamatn.
Ketaatan. Berkarya