Jumat, 30 Oktober 2009

DISELAMATKAN KASIH KARUNIA OLEH IMAN

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Keselamatan adalah kata kunci dalam kekristenan. Kata ini menjadi jaminan dan penghiburan bagi orang percaya dalam Kristus. Keselamatan kita datang sebagai karunia Allah. Tetapi hanya dapat diterima oleh manusia melalui iman. Apakah kunci keselamatan itu?

Pertama, kita harus memahami bahwa keselamatan adalah kasih karunia Tuhan (Ef. 2:5, 8-9). Keselamatan bukan hasil jasa dan karya kita semata. Itu semata-mata adalah anugerah Allah. Dalam PL, Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang penuh dengan kasih karunia dan kemurahan terhadap umat-Nya. Itu bukan karena mereka layak tetapi karena keinginan-Nya sendiri untuk setia pada perjanjian-Nya yang dibuat dengan Abraham, Ishak dan Yakub (Kel. 6:8). Penulis PB melanjutkan bahwa kasih karunia Allah dinyatakan melalui kehadiran Kristus Yesus. Yoh. 3:16à “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan (memberikan) anak-Nya yang tunggal…” Titus 3:5à Kita diselamatkan bukan oleh kebaikan kita, tetapi oleh anugerah Allah. 1Ptr. 1:18-19à Kita ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan dengan emas dan perak tetapi dengan darah Kristus yang mahal. Pahamilah bahwa keselamatan bukan hasil usahamu, jangan sombong dan tinggi hati sebagai orang Kristen (1Ptr. 5:5-7). Rendahkan dirimu dan layanilah Tuhan sebagai ungkapan syukur/terima kasih kepada Tuhan.

Kedua, kita harus merespons keselamatan itu melalui iman kepada Kristus (Ef. 2:9; Yoh. 3:16)
Yoh. 3:16bà “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Bagaimana hubungan iman dengan keselamatan? Allah memberikan Yesus Kristus, anakNya yang tunggal mati di kayu salib menggantikan dan menanggung hukuman dosa manusia. Keselamatan merupakan kasih karunia atau pemberian Allah, namun itu menuntut adanya respons atau tanggapan kita untuk beriman atau percaya kepada Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Iman kepada Kristus adalah satu-satunya syarat yang diminta Allah untuk keselamatan. Iman bukan saja suatu pengakuan tentang Kristus, tetapi juga suatu tindakan yang muncul dari hati orang percaya yang ingin mengikuti Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Mat. 4:19; 16:24; Luk. 9:23-25; Yoh. 10:4, 27; 12:26; Why. 14:4). Pengertian Iman dalam PB meliputi 4 unsur: 1) Iman berarti percaya dengan sungguh-sungguh kepada Kristus yang tersalib dan bangkit sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. 2) Iman meliputi pertobatan: berbalik dari dosa, dengan penyesalan yang mendalam (Kis. 17:30; 2Kor. 7:10); dan berbalik kepada Allah dalam iman melalui Kristus. 3) Iman termasuk ketaatan kepada Yesus Kristus dan firman-Nya. 4) Iman meliputi pengabdian diri yang sepenuh hati kepada Yesus Kristus. Iman menjadi tindakan pribadi yang rela berkorban dan menyerahkan diri seutuhnya kepada Kristus.

Ketiga, kita harus menghasilkan buah perbuatan baik (Ef. 2:10). Paulus berkata bahwa tujuan kita diselamatkan adalah bukan hanya untuk masuk surga dan menikmati surga yang damai, tetapi untuk melakukan keperjaan baik (Ef. 2:10). Kita sudah ditebus dan harganya telah lunas dibayar karena itu muliakan Allah dengan tubuhmu (1Kor. 6:20). Untuk itu persembahkan seluruh tubuh dan hidupmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah (Rm. 12:1-2). Tuhan Yesus menegaskan hal yang sama dalam Matius 5:16, bahwa melalui perbuatanmu yang baik nama Bapa dipermuliakan. Matius 3:8,10à Hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan dibuang dalam api. Yohanes 15:6à setiap ranting yang tinggal diluar Aku, akan menjadi kering dan dikumpulkan lalu dibakar. Matius 7:17-22à pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, dan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Jadi dari buahnyalah kita mengenal siapa mereka, apakah orang Kristen palsu atau sejati. Petani menebang pohon rambutan di pekarangan, karena tidak menghasilkan buah. Apakah anda sungguh-sungguh yakin bahwa anda sudah diselamatkan? Apakah buktinya? Buah apa yang sudah anda hasilkan dan tunjukkan? Lihat dirimu dan bandingkan sebelum dan sesudah anda jadi Kristen, sejauh mana hidupmu berubah? Apakah sikapmu, perbuatannya, karaktermu, tutur katamu, motivasi hidupmu sudah berubah? 2Kor. 5:17à Siapa dalam Kristus ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang.

Pasal 2:1 dibuka dengan statmen tentang status mansia, bahwa manusia telah mati karena pelanggaran dan dosa. dalam keadaan status manusia seperti ini maka konsekwensi logisnya maka hidup manusia mengikuti jalan dunia ini, manusia mentaati penguasa kerajaan angkasa (iblis) yang selalu bekerja di antara orang-orang durhaka. Manusia tanpa terkecuali ada di dalam keadaan seperti ini, apa yang diperbuat manusia ini mendukakan hati Allah. Maka Allah akan menghukum manusia karena status dan perbuatannya, tetapi Allah tahu bahwa manusia tidak sanggup menerima cawan dan murka Allah.
Kasih Allah adalah kasih yang luar biasa untuk dipahami dan dimengerti oleh manusia, manusia yang seharusnya dihukum serta dibinasakan tetapi kasih Allah yang melimpah rahmat anugerahnya justru mengampuni bahkan memberikan tempat bersama-sama Allah di sorga (ay 6). Allah telah mendemontrasikan kebaikanNya dengan luar biasa kepada semua orang tanpa terkecuali sehingga manusia yang mendapat rahmatNya akan dipulihkan statusnya. Kasih karunia Allah diberikan dengan cuma-cuma, bukan hasil pekerjaan baik kita, itu adalah pemberian Allah yang diberikan karena kasihNya. Tidak ada alasan bagi manusia untuk memegahkan diri atas keselamatan yang telah Tuhan berikan.
Dengan status yang baru dimiliki manusia maka Allah telah mempersiapkan bagi kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik. Supaya kita hidup di dalam kasih serta kebaikan Allah serta melakukan kebenaran Allah di dunia ini. Ini panggilan yang Allah berikan bagi setiap kita yang telah meneriman anugerah itu sampai salama-lamanya.

Setiap orang paling tidak memiliki 3 fase dalam hidupnya yaitu masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Demikian juga dalam hal rohani kita juga mempuyai masa lali, kini dan masa yang akan datang. Masa lalu kita adalah orang yang harus dimurkai Allah, masa kini kita orang yang mendapat kemurahan dan masa yang akan datang kita orang yang mendapat janji. Paulus mengungkapkan hal ini kepada jemaat Efesus. Kemurahan Tuhan yang diberikan kepada manusia sifatnya bertingkat kasihNya yang besar dilimpahkan kepada kita, menghidupkan, menyelamatkan, membangkitkan dan memberi tempat di sorga (Ef 2:4-6). Dasar inilah yang seharusnya selalu diingat oleh orang percaya bahwa keselamatan adalah inisiatif Allah tidak ada sedikitpun karya manusia dalam penyelamatan ini, maka tidak ada seorangpun yang boleh menyombongkan diri atas karya keselamatan Allah (ay 8-9). Sebagai respon adalah bagaimana kita menghasilkan buah-buah pertobatan yang baik sehingga karya Allah yang diberikan kepada kita tidak sia-sia.


Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Luther dikenal dengan 3 semboyan : Sola Scriptura (hanya Alkitab Firman Allah), Sola Gratia (hanya anugrah) & Sola Fide (hanya iman).
Luther mengajarkan bahwa keselamatan sepenuhnya adalah pemberian dari anugerah Allah melalui Kristus yang diterima oleh iman. Keselamatan seluruhnya adalah hasil anugerah Allah, dan kita memperoleh keselamatan bukan oleh usaha atau perbuatan kita, tetapi hanya atas dasar iman kepada provisi Allah.
Kalimat “diselamatkan karena kasih karunia” sangat krusial, karena konsep keselamatan “hanya oleh anugerah” tidak ada dalam agama lain, semua agama mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah usaha yang harus dikerjakan manusia itu sendiri.
Kasih karunia/anugerah berarti “sesuatu yang diberikan kepada seseorang meskipun orang itu sangat tidak layak menerimanya; diberikan oleh si pemberi tanpa melihat kelayakan si penerima dan si penerima tidak perlu melakukan suatu jasa/kebaikan untuk menerima pemberian itu”.
Keselamatan kita bukan hanya menyangkut penyelesaian dosa, tetapi juga pembenaran. Kalau hanya diampuni, tetapi dalam pandangan Allah kita tetap orang berdosa, maka pengampunan itu tidak bermakna, hanya suatu penundaan terhadap hukuman yang akan kita terima pada akhirnya. Pembenaran adalah penghapusan dosa dan pemulihan status keberdosaan kita, menjadi orang kudus secara status atau menjadi anak-anak Allah.
Mengapa hanya karena “kasih-karunia” manusia diselamatkan?
1. Karena manusia telah berdosa & tidak sanggup membebaskan dirinya dari dosa. Keberdosaan manusia bukan sekedar perbuatan, tapi sudah menjadi karakter/kebiasaan/kecenderungan; dosa itu mempunyai ikatan & kuasa yang membelenggu hidupnya. Manusia tidak mungkin menyelamatkan dirinya sendiri, karena dosa itu telah menjerat, mengikat, membelenggu & memperbudak seluruh keberadaannya.
2. Karena Allah yang menciptakan manusia & sangat mengasihinya, Dia tidak ingin manusia binasa, namun Dia juga menyadari bahwa manusia tidak berdaya & semakin tenggelam dalam kejahatan, maka Dia merancang jalan keselamatan untuk manusia. Rencana penyelamatan manusia berasal dari hati Allah sendiri, tidak ada apa2nya manusia yang membuat Allah harus menyelamatkannya. Namun Allah dalam rahmat & anugerahNya yang besar, Dia ingin menyelamatkan manusia, anugerahNya yang mendorong Dia menyediakan jalan keselamatan, sekalipun manusia tidak layak dikasihi & diselamatkan.
3. Allah yang penuh rahmat & manusia yang berdosa dipersatukan melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas salib di Golgota, karya keselamatan itu dikerjakan secara sempurna oleh Yesus & cukup untuk umat manusia sedunia. Manusia berada pada posisi menerima, menerima dengan iman apa yang telah dikerjakan Yesus, dan iman itu bukan hasil usaha manusia untuk memperoleh keselamatan, namun respon manusia menyambut karya Allah.

Reformasi sangat menekankan ..
Sola Gratia, Sola Fide. Sola Scriptura. Sola Christo
Hanya anugerah bukan murahan
Bonhoeffer mengatakan bahwa anugerah itu tidak murahan.
[a]. Menjelaskan anugerah.
Di mana-mana, orang yang memiliki jasa / dedikasi yang tinggi, ia akan dianugerahi.
Anugerah dalam kontex Alkitab adalah orang yang tidak layak, diberikan cuma-cuma, dari Allah yang Maha Kudus kepada orang berdosa.
Dalam kontex Yunani, gambaran anugerah adalah tuan dan hamba. Tapi anugerah keselamatan adalan dalam kontex Tuhan pencipta dan ciptaan.

[b].Anugerah itu begitu mahal, manusia tidak mampu membayar, sehingga diberikan cuma-cuma. Ilustrasi dari seorang ibu miskinyang harus dioperasi dengan biaya Rp. 1 M. Ibu itu tidak mampu membayar. Team dokter memberikan anugerah kepada ibu ini dengan tetap mengoperasi, tapi bukan dari biaya ibu ini, tapi dari team dokter itu sendiri.

[c]. Iman bukan karena kita mampu beriman kepada Kristus tapi imanpun adalah anugerah.
Ajaran Injili berkata bahwa iman itupun adalah anugerah. Bukan karena kita memilih, tapi karena Tuhan yang memilih dan menolong kita untuk bisa percaya padanya.

(d).Diselamatkan oleh anugerah membawa kita hidup oleh anugerah mengenal kebenaran karena anugerah .. harus berkerja lebih keras karena anugerah tidak boleh di sia-siakan.

Efesus 2:8-9 ini adalah finalitas dari berita injil yang membedakan dari agama / filsafat lainnya dalam dunia. Ke 2 ayat ini tidak bisa dilepaskan dari ayat sebelumnya.
Dari ay. 1-3, Paulus berbicara mengenai hidup dalam kebinasaan.
Ay. 4-7, Paulus berbicara mengenai hidup dalam keselamatan. Didahului dengan kontras “Tetapi.” Bndk. Yoh. 3:16.
Ay. 8-10, Paulus berbicara mengenai hidup dalam pengucapan syukur.
Dalam ay. 8 ada kata “Oleh.” Sebaiknya kata ini diterjemahkan “Melalui” iman. Karena kata “Oleh” mengimplikasikan bahwa iman itulah yang menyelamatkan (pelakunya), tapi kata “Melalui” mengimplikasikan instrument, alat dari keselamatan. Tuhanlah yang menyelamatkan.

Kasih karunia (Charis), Philip Yancey mengatakan, “Kasih karunia diberikan Allah secara diam-diam, tapi orang yang sudah menerimanya tidak bisa tinggal diam.” Tuhan sudah memberikan kasih karunia kepada kita yang tidak layak, seharusnya kita juga rela melepaskan kasih karunia kepada orang lain, yang mungkin menurut kita tidak layak untuk menerimanya.
Sering anak-anak Tuhan yang sudah memilikinya, tidak membagikan kepada orang lain.

Kasih karunia itu bukan bahasa manusia, bukan life style manusia, tidak ada dalam kemampuan manusia. Manusia statusnya bobrok. Manusia lupa diri bahwa kita ini seharusnya dimurkai, karena sudah mengikuti kehendak daging. Orang yang dimurkai ini koq bisa diganti dengan kasih karunia.
Tuhan memberikan kasih karunia yang amat disukai manusia. Bahasa kasih karunia bisa diartikan dengan kaya, sehat, berlimpah-limpah, tempat di Surga. Dalam ay. 7-9, manusia hanya menerima.
Manusia yang sudah menerima karunia itu harus mampu melakukan pekerjaan baik. Tidak ongkang-ongkang ke Surga, menikmati sendiri, tapi harus doing good works.

[1]. Bukan hasil usahamu (not by works). Kita diselamatkan bukan karena partisipasi kita. Allah tidak perlu kita bantu.
[2]. Bukan karena kamu (not of yourself). Kita diselamatkan bukan karena kita lebih baik dari orang lain.
[3]. Bukan untuk kamu (not for you). Kita diselamatkan bukan untuk kita sendiri, tapi untuk orang lain, bahkan untuk kemuliaan Tuhan.

[1]. Keselamatan adalah kasih karunia, karena manusia tidak mampu menyelamatkan diri (v 1-3), manusia adalah mati, durhaka dan dimurkai Allah.
[2]. Karena pekerjaan Allah dalam Yesus Kristus. Bukan karena kita mengasihi
Allah, tapi Allah mengasihi kita.
[3]. Karena perbuatan baik Allah. Bukan karena perbuatan baik kita diselamatkan, tapi kita berbuat baik karena kita sudah diselamatkan.

Keselamatan adalah anugerah. Kehidupan adalah suatu tugas. Kalau kita masih hidup, berarti kita masih ada tugas. Di Bekasi, ada beberapa orang yang berpikir bahwa semua agama itu tujuannya sama.

Matius 16:19-22, mengenai orang muda yang bertanya apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup kekal. Ia juga kaya, pemimpin. Yesus menanya kembali, “Apa yang tertulis?” Pemuda menanya lagi, “Perintah yang mana?” Yesus berkata, “Jangan berzinah, mencuri, . . .” Pemuda berkata, “Sudah dilakukan sejak muda.” Mungkin kalau berhenti sampai di sini, kita kagum sekali pada orang ini. Tapi, Yesus tidak kagum, karena ada 1 hal lagi yang belum dilakukan. Yesus tahu ada sesuatu yang masih menawan, mengikatnya, yaitu hartanya yang banyak. Dalam hidup ini ada banyak orang yang terikat, karena harta, karir, jabatan, konsep ideologynya sendiri. Yesus mengatakan, “Ikutlah aku.”
Lalu bagaiman orang yang sudah mendapat anugerah?
[a]. I Kor. 1:4 è mengucap syukur.
[b]. I Kor. 15:10 è bekerja lebih keras.
[c]. Ef. 3:8 è giat menginjili.

Sekarang atau kapan saja, manusia selalu mencari kepastian keselamatan. Kepastian keselamatan itu ada dalam hati kecil manusia. Manusia tidak akan menerima kalau hidupnya akan berakhir. Ef. 2:8-9, ini adalah jawaban yang sangat tuntas mengenai teka-teki manusia selama berabad-abad lamanya.
[a]. Manusia perlu diselamatkan, karena tak bisa menyelamatkan diri. Upah dosa itu maut. Manusia yang berdosa tak mampu mengenal Allah dan bagaimana mendapatkan keselamatan.
[b]. Allah itu kasih, maka Allah berinisiatif menyelamatkan manusia berdosa.
[c]. Keselamatan itu melalui iman. Iman adalah pemberian Allah, sehingga manusia bisa berespon keselamatan Tuhan.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung

Penting doktrin pembenaran karena Iman yang ditekankan oleh Luther dan Calvin. Reformasi terjadi karena adanya penyelewengan kebenaran dan penjualan surat penghapusan dosa. 3 point penting: 1. diselamatkan. Bukan hanya selamat dari ketinggian 4 meter tetapi lebih dari itu, walaupun tidak selamat didunia tapi selamat di sorga dan itu hanya lewat iman. 2. kasih karunia/ anugerah. Orang yang berhutang 10.000 talenta dibebaskan begitupun keselamatan didapat karena darah Kristus. 3. Iman( Ibr. 11:1) Mengutip apa yang dikatakan Pdt. Joseph Tong;” iman adalah akal yang diperluas.” iman adalah yang menopang akal yang terbatas. Manusia mempunyai tugas untuk aktif, tetapi aktifpun adalah anugerah dari Tuhan. Implikasi dalam kehidupan sehari –hari: 1. mensyukuri pemberian yang sangat berharga ini, yaitu iman dan hidup yang kekal. 2. Bekerja sungguh –sungguh dalam dunia menjadi garam dan terang dunia. 3. Hidup dalam kekudusan/ karena telah ditebus dengan sangat mahal ( berharga). 4. Menjadi sumber anugerah bagi orang lain/ penginjilan dan berbuat baik kepada sesame sebagai bukti menerima anugerah.

Penekanan dalam kasih karunia mulai dari ayat 1 – 7. Grace is getting what you do not deserve. Justice is getting what we do deserve. Mercy is not getting what we do deserve.

Perbuatan baik merupakan tanggung jawab/ tuntutan kita kepada Tuhan.

Perbuatan baik adalah buah pertobatan. A. Anugerah Allah: 1. Cuma-Cuma dari Allah sebeenarnya tidak layak diterima manusia 2. kasih karunia yang terbesar 3. dalam Yesus Kristus terkandung segala kekayaan berkat rohani. B. Iman : Sumber berkat Allah dapat disalurkan melalui iman. Iman dikontraskan dengan perbuatan. Agama didunia melakukannya perbuatan untuk mencapai keselamatan. Tetapi Firman mengatakan hanya kasih karunia oleh iman, manusia diselamatkan. tahapan iman: 1. mendengar 2. mengenal.3. mengandalkan Tuhan 4. menyerahkan diri.5. menghasilkan perbuatan baik yang dipersiapkan oleh Allah untuk kita lakukan. Banyak jemaat yang mengira kalau banyak baca Alkitab dan berdoa maka akan diselamatkan. Ini konsep yang perlu diluruskan.

Tema ttg keselamatan merupakan tema yang santer sekali dibicarakan oleh Paulus didalam surat Roma, Efesus, dan Galatia. Isu yang terjadi masa itu: 1, pengaruh Yudaisme yang kuat mempengaruhi jemaat bahkan terjadi sinkretisme.( pencampuran iman dengan hal –hal duniawi). 2. “syariat Taurat”: keselamatan harus dikerjakan dengan mentaati hukum Taurat. Paulus menekankan tentang pengajaran keselamatan hanya oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Keselamatan tidak dapat terlepas dari konsep dosa. Perlu disampaikan peran Allah dalam keselamatan. Hal ini dilatarbelakangi karena kasih Allah bagi manusia. Manusia seringkali mancari keselamatan dengam cara mereka sendiri, padahal Allah telah menyediakan jalan menuju keselamatan yaitu melalui Yesus Kristus. Kemudian, melihat respon manusia ( ay 9-10) adalah bukan hasil pekerjaan manusia, tetapi kerapkali manusia menjadi arogan atau lupa diri. Seharusnya respon manusia saat berbuat baik adalah buah .

Anugerah – diselamatkan – iman. Konteks Efesus: the Context of Grace: 1. God’s Plan/ Purposes. 2. The steps by which God will accomplish. In Christ Jesus through our union in Christ. “Sola Gracia” made us alive with Christ. 3. The implication( Faith that works). Sola Gracia à Sola Fide. “ The heart of the Gospel is Sola Fide . Salvation by faith alone, in Christ alone. It is key to the great gift God has given.( Getting the Gospel Right). R.C. Sproul. Max Lucado: “God’s signature makes you special”. We are significant not because of what we do, but because of whose we are. Sebuah bola dengan harga $ 5 dollar akan bernilai $30.000 dollar jika ditandatangani oleh seorang profesional. Baju seharga $12.00 menjadi $1,2 juta jika sudah dipakai oleh Marylyn Monroe.

Keselamatan untuk orang tiongkok: mulai dari manusia adalah ciptaan Allah. Orang Tiongkok tidak percaya manusia itu buatan Allah. Dosa ada 3 aspek: status berdosa, aktus berdosa, habitus berdosa. Dalam Tuhan, status manusia : diselamatkan oleh Tuhan. Aktus: kita berusaha.3. Habitus: menjadi terang dan garam. Dalam pepatah Tiongkok : Orang yang paling baik sekalipun pasti membunyai 3 kesalahan. Karena kita nggak bisa selamat maka kita dilahirbarukan dalam Kristus Yesus. Inilah pentingnya anugerah Tuhan dengan 1 tujuan: perbuatan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya.

Kalau manusia bisa berbuat benar dihadapan Allah, berarti Allah tidak perlu menyelamatkan manusia. Tetapi manusia melakukan kesalahan maka keselamatan itu diperlukan. Menurut Paulus, kondisi manusia benar- benar ”hitam” sampai manusia tidak bisa melihat ”putih” . Manusia mengikuti cara dunia dan taat kepada peguasa di angkasa. Karena tidak taat , manusia mengalami kondisi tidak dapat diselamatkan. Martin Luther berusaha sekuat mungkin agar ia diselamatkan oleh Tuhan tetapi Luther sadar ia butuh anugerah dari Tuhan. Manusia susah menerima anugerah keselamatan karena manusia melihat bahwa kehidupan mereka sudah baik.

Injil yang murni adalah God’s centered. Iblis berusaha mengubah gravitasi God’s centered menjadi human’s centered. Paulus melawan Yudaisme, Agustinus melawan Pelagianisme, Luther melawan Skholasistisme. Graham Kendrik mengatakan: Free is a gift. Tanda – tanda orang mengenal Allah: Ada perpektif baru, tujuan baru, pengharapan baru dan keberanian yang baru. Hidup didalam kasih karunia: (Yes 55)