Jumat, 23 Oktober 2009

DIBENARKAN KARENA IMAN

DIBENARKAN KARENA IMAN
Roma 1:16-17

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Garut


Justification/ δικαιοσύνη (dikaiosunē)à righteousness, adalah senter dari teologia Paulus. Ini terkait dengan konsep soteriologi Paulus. Tema surat Roma adalah “Kebenaran Allah telah dinyatakan” yang diambil dalam Roma 1:16-17. Paulus menyatakan beberapa kebenaran berdasarkan tema ini:
Pertama, semua orang sudah berdosa dan membutuhkan kebenaran. Karena baik orang Yahudi maupun Yunani berada dibawah kuasa dosa (Rm. 1:18-3:20). Dan upah dosa adalah maut (Rm. 6:23).
Kedua, manusia dibenarkan dan diselamatkan dengan cuma-cuma karena kasih karunia Allah melalui pengorbanan Kristus (Rm. 3:23-24). Artinya, keselamatan itu datang sebagai akibat dari kasih karunia Allah (Yoh. 1:16; Ef. 2:8-9; Tit. 3:5), yang telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus mati untuk kita (Yoh. 3:16; Rm. 5:8).
Ketiga, pembenaran dan keselamatan dapat diperoleh melalui iman dalam Kristus. Paulus berkata bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Rm. 1:16). Content iman itu sendiri mengandung unsur trust, yakni percaya apa yang Yesus Kristus telah kerjakan buat kita dengan menyerahkan diri-Nya. Dalam “Justification by faith” kebenaran Kristus dihubungkan, diperhitungkan dan ditanamkan (imputed) dalam orang percaya. Sehingga secara status setiap orang yang beriman kepada Kristus diumumkan sebagai orang benar oleh Allah. Hasilnya adalah tidak ada penghukuman/murka Allah bagi mereka yang berada dalam Kristus (Rm. 8:1). Mereka dijamin pasti tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16; Rm. 5:8-9).

Injil adalah kabar sukacita yang diberikan Allah kepada manusia. Manusia membutuhkan Injil ini untuk keselamatan hidupnya. sebab manusia berdosa tidak memiliki pengharapan serta jaminan keselamatan. Hanya Injil sebagai kabar sukacita yang dinantikan banyak orang di dunia ini. untuk mendapatkan keselamatan manusia harus beriman di dalam Yesus, sebab jika tidak di dalam Yesus manusia tidak mungkin bisa diselamatkan serta di benarkan. Dibenarkan bukan berarti manusia ada adil sehingga layak untuk dibenarkan Allah serta dapat masuk surga, dibenarkan adalah kita yang seharusnya dihukum serta dibinasakan tetapi Allah membenarkan karena kasihNya.
Ketika manusia mengerti konsep kebenaran ini, manusia perlu mewartakan kebenaran ini kepada semua orang yang berdosa sehingga meraka memiliki pengharapan di dalam Yesus. Sebab di dalam Injil ada kekuatan Allah yang menyelamatkan, kekuatan untuk apa?
1. Kekuatan untuk Mewartakan kabar sukacita.
2. kekuatan Untuk melawan Kuasa Iblis.
3. kekuatan untuk melawan Tantangan Jaman ini.
Kita tidak perlu malu mewartakan berita ini seperti Paulus dengan serius dan sungguh-sungguh memberitakan Injil ini kepada semua bangsa di dunia. Injil perlu diberitakan supaya semua manusia yang binasa karena dosa bisa diselamatkan.

Setiap orang yang mengaku dan percaya Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh pasti rindu selalu hidup memperkenankan hati Tuhan. Bahkan orang yang diluar Tuhan untuk mencapai “kebenaran” yang tertinggi mereka melakukan banyak hal yang di pandang sebagai “kebaikan” ilahi. Tapi pada faktanya tidak ada seorang pun yang bisa mencapai tingkat kesempurnaan yang sesuai dengan standar Allah. Kalau hanya sampai pada manusia tidak mampu datang kepada Allah maka manusia akan prustasi. Bersyukur kepada Allah yang memberikan anugrah keselamatan dan membenarkan manusia melalui kematian Kristus. Itulah sebabnya Injil disebut kabar baik yang mewartakan keselamatan, namun seseorang yang bisa beriman itupun kemurahan Allah, respon kita untuk perikop ini adalah bersyukur untuk keselamatan dan menuntut hidup indah; rindu mewartakan kabar baik yang kita terima agar orang yang kita kasihi juga bisa menerima kabar baik.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Sejak dulu, awal kejatuhan manusia, sampai jaman modern ini manusia mencari sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan jiwa mereka. Wanita pertama, Hawa, terpancing oleh Iblis mendapatkan “sesuatu” yang lebih penting untuk jiwanya, “menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat” (Kej. 3:4-5). Ini keinginan jiwa yang tertinggi yang ingin dicapai manusia. Tetapi, keinginan itu bertentangan dengan kehendak Allah. Allah melarang manusia menikmati apa yang Allah larang. Manusia memberontak, melawan Allah, dan jatuh ke dalam dosa. Dosa bukan hanya melakukan apa yang Tuhan larang, tetapi juga tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Sejak itu, ada perasaan malu dan takut dalam diri manusia. Untuk menutupi perasaan itu, manusia berusaha menutupinya dengan menyemat daun pohon ara dan menutupi tubuhnya. Ini adalah usaha pertama manusia untuk bisa menyelamatkan rasa malunya. Begitu juga dengan manusia modern. Meski beda caranya, banyak diantara mereka berusaha menutupi dan membenarkan dirinya dari rasa takut dan malu akan dosanya. Sebagian menutupinya dengan menjalankan syariat keagamaan, menjunjung moraalitas yang tinggi, melakukan apa yang baik, member sedekah, berbuat amal, dan tidak merugikan orang lain. Orang Yahudi juga beranggapan, bila manusia ingin dibenarkan ia harus menjalankan Taurat. Alkitab berkata lain. Paulus menulis, “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”. Tulisan Paulus bukan hanya ditujukan kepada orang-orang Yahudi, tetapi juga orang Kristen yang terpengaruh konsep Yudaisme. Ada orang-orang Kristen yang berlatar belakang Yudaisme menekankan ketaatan pada hukum Taurat dan tradisi Yahudi sebagai syarat untuk diselamatkan. Mereka mengajarkan bahwa untuk dibenarkan di hadapan Allah, setiap orang percaya selain beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, juga harus disunat dan melaksanakan seluruh hukum Taurat. Untuk menghadapi pengajaran yang menyimpang itu, Paulus menegaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan melakukan hukum Taurat. Semua orang telah berdosa dan upah dosa adalah maut (Rom. 3:23; 6:23). Tidak ada seorangpun yang dapat membenarkan dirinya dengan perbuatannya, termasuk dalam melakukan hukum Taurat (Rom. 3:20). Tetapi kebenaran Allah telah dinyatakan (Rom. 3:21), yaitu kebenaran karena iman dalam Kristus Yesus (Rom. 3:22). Manusia yang berdosa telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus (Rom. 3:23-24). Untuk menerima anugerah itu, dari pihak manusia adalah beriman pada Sang Juru Selamat, hanya iman saja (Rom. 3:22, 28; 10:9-10). Dalam konteks itulah Paulus menekankan bahwa manusia dibenarkan oleh karena iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat (Rom. 3:21-31; 4:1-25).

Dibenarkan karena iman ini berbicara tentang keselamatan yang datang dari Allah. Kenapa perlu? Sejak manusia jatuh dalam dosa, membuat manusia dibawah hukuman dan manusia tidak mampu datang kepada Allah. Maka, Allah berinisiatif menyelamatkan manusia. Inisiatif Allah: Pertama, memberikan iman, yaitu kemampuan rohani untuk menusia merespon atas kebenaran firman Allah. Kedua, Allah membuka diri supaya manusia datang kepada-Nya. Yesus telah menggantikan manusia yang seharusnya dihukum. Karena kita percaya kepada Kristus, maka kita dibenarkan Allah. Kristus menjubahkan kebenaran kepada kita. Seluruh kehidupan orang Kristen setelah percaya pun dalam hari-harinya hidup oleh iman, bertolak kepada iman, dan dipimpin oleh iman.

Kata kebanaran dan pembenaran berasal dari kata “dikaiosune”, menyatakan seseorang itu sebagai yang benar. Kata ini dalam penulisan Paulus dipakai dalam pengertian forensic atau legal, yaitu sebagai tindakan menyatakan seorang berdosa sebagai seorang yang benar. Tetapi bukan berarti menjadikan benar, melainkan menyatakan sebagai benar. Dengan kata ini juga, Paulus memaksudkan pemberlakukan secara legal, pembenaran Kristus kepada orang berdosa yang percaya. Kej. 15:6 Abraham percaya kepada Tuhan dan Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran. Artinya, iman kepada Allah itu diperhitungkan oleh Allah kepada Abram sebagai kebenaran yang berarti oleh iman Abraham dibenarkan.

Keselamatan kita itu datang sebagai karunia Allah. Tetapi hanya dapat diterima oleh tanggapan manusia melalui iman. Iman kepada Yesus Kristus adalah satu-satunya syarat yang diminta Allah untuk keselamatan. Iman bukan hanya pengakuan tetapi juga tindakan yang muncul dari hati oleh orang yang sudah percaya. Iman punya arti yang dalam. Selain kesetian, ketaatan yang teguh, percaya, keyakinan, harapan yang teguh, sikap menerima secara mutlak, dan percaya tanpa syarat. Arti kata membernarkan: Allah itu memperlukan orang yang berdosa seolah-olah orang itu tidak pernah berbuat dosa sama sekali.

Dibenarkan karena iman:
1.Iman dalam bahasa aslinya (pistis) sama dengan percaya. Jadi kita dibenarkan karena kita percaya kepada Injil. 1 Kor. 15:2-4 mengatakan kita dibenarkan karena percaya Kristus mati, dikuburkan, dan dibangkitkan.
2.Karena itu perkerjaan Tuhan, 100% Allah, 0% manusia. Iman itu dibenarkan Allah dan pemberian Allah.

William Barclay mengatakan Roma 1:16-17 itu adalah initisari daripada Injil. Martin Luther bertobat juga karena bagian firman ini. Melalui bagian ini Martin Luther baru menyadari bahwa keselamatan itu bukan karena usaha sendiri tetapi karena anugerah Tuhan. Dalam ayat 16 Paulus mengatakan, aku punya keyakinan yang kokoh akan Injil. Terjemahan lain, aku tidak malu akan Injil. Pada jaman itu, Injil adalah hal yang memalukan, tetapi Paulus tidak merasa malu akan hal itu. Kita berbuat baik bukan supaya diselamatkan, tetapi karena sudah diselamatkan. Setelah itu, iman harus bertumbuh dan bertahan sampai akhir.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Dibenarkan karena iman adalah pengajarn yang sangat penting. Paulus telah gunakan beberapa kali.
Latar Belakang Perjanjian Lama : Ini adalah Perkataan Habakuk. Saat itu iman bangsa Israel banyak masalah. Lalu Allah akan hukum mereka. Tuhan akan bangkitkan suatu bangsa untuk hukum mereka. Bangsa ini sangat kejam. Merupakan hukuman yang sangat berat bagi mereka. Tapi Habakuk percaya orang benar dibenarkan karena imannya. Mereka percaya bahwa yang percaya akan diselamatkan meski akan banyak yang binasa.
Latar Belakang Perjanjian Baru: Orang Yahudi sangat perhatikan Taurat. Sampai meski mereka percaya Yesus mereka masih pikir demikian. Tapi sejak gentiles percaya kepada Tuhan berubah. Di Yerusalem hal ini dibahas dan Petrus mengatakan kita selamat karena anugrah. Lalu gereja putuskan beberapa hal : tinggalkan berhala, jangan makan binatang yg dicekik. Sejak itu Paulus mengabarkan keselamatan karena percaya Yesus, bukan Taurat. Percaya sampai masuk suatu tahap, sangat dalam, bukan dimulut saja. Tapi dilakukan dan disaksikan.
1.Dibenarkan karena karya Tuhan, bukan karya manusia
2.Tuhan Yesus adalah juruselamat pribadi kita
3.Takut kepada Tuhan dan hidup dalam kekudusan .
4.Tidak kembali pada hidup lama tapi focus pada hidup yang baru
5.Mengasihi Firman TUhan
6 Memiliki hubungan yang baik dengan Allah
7.Belajar dari teladan Tuhan Yesus
8.Mengasihi sesama dan memberitakan Injil

Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak." (Roma 3:10) dan hanya "Orang benar
akan hidup oleh iman"(Roma 1:17). Selain itu, "Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah”
(Ibr.11:6), jadi iman adalah sebuah sarana kehidupan orang yang benar di hadapan Allah.
Kata “iman” yang dipakai oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:17 sangat erat kaitannya dengan karya
keselamatan. “Iman” bukanlah sebuah usaha yang dituntut dari kita agar diri kita bisa selamat, apabila
demikian, maka “iman” itu menjadi perbuatan sumbangsih seseorang.
Di sini Paulus dengan jelas menegaskan, bahwa "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh
karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Jadi bukan karena kita beriman, maka kita selamat, sebaliknya “iman” adalah sebuah hadiah dari Tuhan, Dia yang telah menyelamatkan kita, dan kita selamat semata-mata hanya karena anugerah Allah. Oleh karena belas kasih-Nya, saat Dia menyelamatkan kita , Dia memberikan hadiah “iman” kepada kita, berupa suatu relasi di antara kita dengan Anak-Nya, agar kita belajar hidup menyerupai Anak-Nya, dan dengan hadiah inilah,
Tuhan memindahkan kita dari dalam maut ke dalam hidup (Yoh.5:24b).
Hal yang sama juga telah dinyatakan padai zaman Perjanjian Lama, bahwa dasar keselamatan pun bukan dari usaha manusia, melainkan anugerah Allah, “Sebab tidak mungkin darah lembu atau domba menghapuskan dosa”(Ibr.10:4). Tuhan berharap umat-Nya memandang kepada Allah yang bertahta di atas, daripada segala korban yang dipersembahkan, tetapi umat-Nya kerapkali beriman salah, mereka berbuat semata-mata hanya untuk memenuhi tuntutan hukum Taurat.
Setelah Yesus menang atas maut, maka Ia menghapuskan semua tuduhan dosa terhadap kita, dan membuka jalan bagi kita untuk datang kepada Allah. Karena kasih karunia-Nya, Dia memberikan hadiah “iman” kepada kita. Dan apabila kita menganggap hadiah “iman” tsb sebagaii hasil usaha atau jasa kita sendiri, sungguh tragis jadinya!
Tidak ada seorangpun yang bersandar pada usahanya sendiri untuk datang kepada Allah, sebaliknya kita harus menerima Anugerah Allah dengan hati penuh bersyukur, dengan hadiah ”iman” yang dinyatakan Allah dalam diri Yesus Kristus, kita yang berpaling kepada-Nya, menjadi orang benar yang hidup oleh iman.

Tindakan Allah yang membenarkan tanpa memandang kondisi dan keadaannya sekarang. Nyata = present tense. Saat ini. Lewat injil maka orang beriman. Imannya yang membuatnya berani bertindak. Pindah dari kuasa maut ke kuasa yang menyelamatkan. Contoh : Abraham yang percaya pada Allah. Percaya kepada Allah yang dipandang Allah sebagai kebenaran.

Iman : Illinois kena tornado 50% lebih banyak tetapi Alabama lebih rusak karena mereka lebih religious. Alabama lebih berusaha.
Konsep Yahudi, iman = emunah = faithfulness terhadap Allah yang maha kuasa dan setia
Pembenaran : konsep manusia dari perbuatan baik, tapi sebenarnya seperti kain kotor. Menurut Allah pembenaran adalah karena injil.

Harus dialami baru mengerti.bagaimana yang tidak percaya bisa mengerti. Menjelaskan bagaimana diselamatkan karena iman.

Berkaitan dengan kebenaran Allah? Atribut, tindakan dan status yang diberikan
From faith to faith : nothing but faith, hanya karena iman.
Orang benar akan hidup oleh iman: banyak versi.