Rabu, 29 Juli 2009

JATUH KARENA SOMBONG

JATUH KARENA SOMBONG
I Kings 12:1-24

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 16 Juli 2009


Introduction
• Buletin dwi bulanan Hok Im Tong, Euangelion, pada bulan February – Maret 2009, yaitu edisi yang ke 110, memberikan 7 renungan mengenai kesombongan, pada p. 72-79.
Salah satunya adalah mengenai Pilot. Kisah mengenai pelaut muda yang sangat berbakat dan berprestasi.Kariernya menanjak dengan cepat. Pada usia yang sangat muda, ia sudah menjadi kapten. Suatu kali, ia berlayar dan akan mendarat di sebuah tempat. Seorang penumpang bertanya, “Apakah tidak sebaiknya, ia meminta arahan dari pelabuhan?” Kapten menjawab, ” Tak perlu, aku kapten yang hebat.”Pada akhirnya, kapal itu menabrak karang bawah laut, hancur, dan ia mati.

• Rehabeam adalah satu-satunya anak Salomo dengan Naamah (anak seorang imam Amon). Alkitab mencatat, Salomo memiliki 700 istri dan 300 gundik = 1.000 (I Kg. 11:3).Tapi, anak yang dicatat oleh Alkitab adalah 1 ini. Ia adalah permulaan “Menurunnya” grafik kejayaan kerajaan Israel.
Kalau sebelumnya kerajaan Israel memasuki masa kejayaan dan mengalami puncaknya pada zaman Salomo, pada zaman ini, Israel “Menurun.” Akhir dari turunan ini adalah pembuangan.
Kerajaan yang dibangun dengan susah payah, oleh orang terbesar sepanjang sejarah, tak usah 1000 anak menghancurkannya, tapi 1 saja, cukup.

• Jatuh.
[a]. Kehilangan kerajaan. (Kerajaan = teritori)
Indonesia kehilangan P. Sipadan dan Ligitan.
Dari 12 suku, menjadi 2, yaitu Yehuda dan Benjamin = 1/6.Berbeda dengan namanya, yang artinya “A people has enlarged,” eh . . . malah mengecil.
[b]. Kehilangan reputasi.
Nama Rehabeam hanya muncul 2x dalam 1 ayat dalam PB, yaitu dalam silsilah, Matt. 1:7.
Berbeda dengan Daud, dari permulaan PB, sudah dicatat (Matt. 1:1), sampai akhir PB, 22:16.
Atau Salomo, 11x dicatat dalam PB, pertama Matt. 1:6, dan terakhir Acts 5:12.
Ia memerintah selama 17 tahun.
Saul memerintah selama 40 tahun (Kis. 13:21).
Daud memerintah selama 40 tahun (I Kg. 2:11).
Salomo memerintah selama 40 tahun.

• Apa alasan kejatuhan itu? Sombong.
Sombong = berkata lebih dari kenyataan.
Rendah hati = berkata apa adanya.
Rendah diri = berkata kurang dari apa adanya.

• Apa kesombongannya:
1. Tak mau mendengar ayahnya.
Banyak orang tak mau mendengar ayahnya.
Dibilang jangan OR itu (basket), tetap saja.
Dibilang jangan pacaran dengan dia, tetap saja.
Dibilang jangan pulang malam, eh . . . pulang pagi.
Memang tak selalu orang tua benar, tapi banyak benarnya.
Ayahnya adalah orang yang paling bijaksana segala zaman, tapi ia tak mau
mendengarkannya.
Ayahnya adalah negarawan handal yang teruji.
Ex: Kasus 2 ibu yang memperebutkan 1 anak.
Bahkan diuji langsung oleh Ratu Syeba.
Ayahnya tahu banyak hal:
[a]. Dari hal tumbuhan sampai hal binatang.
[b]. Dari hal peperangan (menghancurkan) sampai hal pembangunan.
[c]. Dari hal sastra dan agama sampai hal politik.
Ayahnya pernah berkata “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,
tapi perkataan
yang pedas membangkitkan marah, . . .” (Prov. 15:1).
Ia menjawab wakil rakyat dengan perkataan yang pedas (v 7).
Baiknya tak mau didengar, kurang baiknya didengar.
Ia memiliki 21 istri (2 di antaranya adalah cucu Daud, Mahalat dan Maakha) dan
60 gundik (II Chron. 11:18-21).
[a]. Polygamy
Lebih banyak gundik dari pada istri = lebih jahat dari Salomo.
Karena, Salomo lebih banyak istri dari pada gundik.
[b]. Tak peduli pada anak.
Ia punya 28 anak laki dan 60 perempuan (II Chron. 11:21).
Ia memberi anaknya banyak istri dan harta (II Chron. 11:23).
Salah satu anaknya dari istri favorit, Abijah, istri 14, punya 22 anak laki
dan 16 perempuan (II Chron. 13:21).
[c]. Tak mengasihi rakyat.
Salomo mengharuskan rakyat membayar pajak untuk pembangunan
gedung-gedung pemerintahan. Mereka mengharapkan keringanan
sekarang. Eh . . . malah diperberat.

2. Tak mau mendengar tua-tua / orang yang dituakan.
young and tender hearted / muda dan belum teguh hati (II Chron. 13:7). Ia adalah orang yang lemah Usianya 41 tahun, tapi ia kurang mantap (II Chron. 12:13).
Banyak crisis yang muncul dalam pemerintahannya yang ia tak sanggup atasi.
[a]. Crisis Ephraim dimulai pada zamannya.
Crisis ini yang menyebabkan perpecahan Israel under Ishbosheth (II Sam. 2) dan Judah
under David.
[b]. Crisis tempat ibadah.
Ia memindahkan pusat politik dari Sikhem dan pusat ibadah dari Shiloh
(Ps. 78:60) ke Jerusalem.
[c]. Crisis pajak yang diperberat.
Tapi, ia tak mau mendengar tua-tua, yang adalah teman ayahnya yang bijaksana dulu (Prov. 27:10).
Yang ia dengar adalah orang muda, yang kurang pengalaman (inexperience / new comer).
Perhatikan, jawaban dari tua-tua hanya 1 ayat (v 7) = singkat, padat.
Jawaban dari orang muda, 2 ayat (v 10-11) = imply bertele-tele dan lebih memberatkan.
Tapi, perkataan yang bertele-tele itu diperhatikan betul, sehingga bisa “Ingat.” Sehingga, ia bisa mengulangi perkataan itu persis pada rakyat (v 14).

3. Tak mau mendengar Tuhan (II Chron. 12:5, 14).
Ini adalah climax kesombongannya. Orang bisa mendengar orang tuanya dan
orang-orang yang lebih tua lainnya, tapi tak mendengar Tuhan.
Banyak orang Kristen, secara khusus, yang sangat tahayul, ex: Memelihara
pusaka, hari tertentu, makanan tertentu, etc.
Kalau orang Islam, banyak yang tahayul, ex: Menteri Agama Said Agil Munawar
(2002) memburu harta karun Prabu Siliwangi di bawah batu Cagar Budaya Batu
Tulis.
Cf. Presiden SBY juga dicegah datang ke Kediri, karena menurut orang pintar dan legenda,
Setiap penguasa yang datang ke Kediri, akan lengser.
Kalau bukan tahayul, pengobatan alternative. Tak sabar menunggu cara Tuhan,
lari ke pengobatan alternative.
Ia membuat 2 anak lembu emas (v 28).1 saja – dalam zaman Aaron (Ex. 32) – sudah membuat Tuhan murka, eh . . . ia membuat 2.
Diperingatkan oleh abdi Allah, tapi malah mau membunuh abdi Allah itu (14:4).
Diperingatkan melalui tangan yang kejang (14:4), tetap mengeraskan hati (14:33).
Ini pelajaran yang amat penting, orang yang mengabaikan Tuhan, walaupun ia begitu kuat, tetap saja pada akhirnya akan hancur. Rehabeam memperkuat kota dengan senjata (II Chron. 11:5-12), tapi tetap pada akhirnya hancur.

Pada saat kematian Salomo ( I Raj 11: 43) maka bangsa Ibrani terpecah menjadi dua kerajaan, yakni Kerajaan utara (Israel) dan Kerajaan Selatan (Yehuda). Kisah Israel dan Yehuda ini, inti persoalannya karena mereka melanggar perjanjian Allah dan masalah kesombongan. Kesombongan adalah kata yang berulangkali disebut dalam Alkitab, baik PL maupun PB. Kata congkak ditulis 6 kali dalam PB, 20 kali dalam PL, sedangkan kata sombong 8 kali dalam PB, 29 kali dalam PL, dan dari semua ayat menyatakan bahwa kesombongan adalah hal yang amat amat negatif atau bahkan dibenci Allah. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 16: 18, ”Kecongkakan mendahului kehancuran dan tingggi hati mendahului kejatuhan.” Itulah pula yang menyebabkan kehancuran dan kejatuhan bangsa Ibrani.

Allah sangat sensitif atau peka terhadap sifat sombong manusia. Karena kesombongan manusia, maka Tuhan berkata, ”Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.” (I Raj 12: 24). Ini berarti bahwa kesombongan merupakan dosa yang sangat serius bagi Allah. Dan setiap dosa harus dihukum. Dengan adanya dua kerajaan itu (Utara dan Selatan) sesuai dengan rencanaNya : 1. Sebagai hukuman atas penyembahan berhala. 2. Sebagai sarana untuk memelihara kaum sisa yang benar di Yehuda (11: 13). Dosa kesombongan adalah alat yang paling efektif untuk menjauhkan orang percaya dari Tuhan.

Pada awal tahun 1979, dunia dikejutkan oleh suatu peristiwa besar, yaitu Syah Iran seorang raja yang mempunyai kekuasaan besar, kaya raya dan sombong, digulingkan oleh musuhnya. Syah Iran jatuh karena kesombongannya yang tidak mau mendengar perkataan penasehatnya. Dia menganggap bahwa dia mampu melakukan segala sesuatu dengan kemampuannya sendiri. Puncak kesombongannya tercetus lewat kata-kata yang diucapkannya dimakam Cyrus Agung di Pasargade pada HUT Iran yang ke 2500. Dia mengatakan : “Padamu Cyrus, Raja Agung, Rajanya para Raja, kusampaikan salamku, aku Raja di Raja Iran, dan juga dari rakyatku”. Dia menganggap dia adalah penerus Cyrus yang Agung, dengan perkatan itu dia mau mengatakan bahwa saat itu dialah raja segala raja. Karena kesombongannya maka dia bertindak sewenang-wenang.

Apa yang dialami oleh Syah Iran, sebelumnya terjadi dalam kehidupan Raja Rehabeam yang menjadi penerus Raja Salomo yang Agung, dia jutuh karena kesombongannya, kerajaan pecah menjadi dua. Raja Rehabeam bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat Israel. Dia tidak mau mendengar keluhan rakyatnya, dia sombong dan tinggi hati, congkak dan tidak mau mendengar nasehat para tua-tua. Rehabeam lebih mendengar nasehat orang-orang muda, yang sesuai dengan pemikirannya. Rehabeam minta waktu dua hari dan meminta mereka kembali menghadap bukan untuk memikirkan jawabannya, karena dia sudah punya jawaban sendiri. Dia minta nasehat bukan sebagai bahan pertimbangan, tetapi untuk meneguhkan apa yang dia sudah rencanakan. Raja Rehabeam sangat angkuh tidak punya hikmat seperti Salomo ayahnya, dan tidak mau mendengar nasehat. Raja Salomo dalam Amsal 13:10 telah mengingatkan : “Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasehat mempunyai hikmat”. Dalam Amsal 15:1 dikatakan : “ Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah”. Raja Rehabeam memberi jawaban yang keras dan pedas kepada rakyatnya, sehingga membangkitkan amarah 10 suku Israel (12:12-16), dan mengakibatkan kerajaan Israel terpecah. Itulah awal kejatuhan dari Raja Rehabeam, sebagaimana dikatakan dalam Amsal 15:18 : “ Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan”.

Berdasarkan apa yang terjadi terhadap Rehabeam, maka sebagai umat Tuhan kita harus menjauhkan diri dari kesobongan, agar kita tidak jatuh. Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain :
1. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati dan jangan bersandar pada pengertian diri sendiri (Ams 3:5)
2. Jangan menganggap diri lebih tinggi dari orang lain, jangan mengunakan kuasa untuk menekan orang lain.
3. Hendaklah rendah hati, tidak mementingkan diri sendiri,tetapi kepentingan orang lain juga, sebagaimana yang dilakukan Kristus ( Fil 2:1-11).

Amsal 16:18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Nasib kehidupan manusia sangat tergantung dari bagaimana ia bersikap. Artinya sangat ditentukan oleh keputusan-keputusan yang diambilnya. Tidak ada jalan lain, kecuali ia harus memilih di antara beberapa masukan-masukan, nasihat-nasihat dan pertimbangan-pertimbangan yang ada.
Rehabeam naik takhta menggantikan ayahnya, Raja Salomo yang pamornya luar biasa. Tidak mudah menggantikan seorang raja yang bijaksana, agung dan tersohor ke seluruh dunia pada masa itu. Jadi raja Rehabeam mempunyai beban mental dua kali lipat yang berat sekali. Yang pertama, ia harus mempertahankan kejayaan kerajaan yang sudah dicapai oleh ayahnya; dan yang kedua, bagaimana ia memajukan kerajaannya menjadi lebih baik, lebih makmur, dan rakyatnya lebih sejahtera.
Sangat disayangkan, raja Rehabeam yang dibesarkan dalam masa kemakmuran, kenikmatan materi yang berkelimpahan, tetapi sangat miskin dalam pendidikan iman kerohaniannya. Ia hanya berambisi akan kedudukan raja, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memerintah rakyatnya. Kejatuhannya bukan karena ia tidak mempunyai penasihat yang baik, melainkan karena ia ”gila kuasa” oleh kesombongan dirinya.
Beberapa catatan mengenai kejatuhan raja Rehabeam, kiranya dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita :
• Ia memilih nasihat dari orang-orang muda sebaya dengannya. Dalam urusan kenegaraan yang begitu penting, ia sama sekali mengabaikan pengalaman penasihat dari para tua-tua yang mendampingi ayahnya. Sebaliknya ia memilih mendengarkan nasihat orang muda yang kurang pengalaman, dan wataknya yang terbentuk dalam kemanjaan materi, hidup yang serba enak, tidak mau menderita, sifat egois yang selalu mau menang sendiri.
• Kesombongan Rehabeam menunjukkan kebodohannya. Ia membandingkan dirinya dengan ayahnya, dalam segi negatif, dalam masalah yang menjadi kelemahan pemerintahan ayahnya. Tentu hal itu akan menambah kemarahan rakyat.
• Sangatlah bodoh, bila Rehabeam berpikir bahwa rakyat itu sebagai ”alat produksi ” sandang pangan bagi kekayaan raja, tidak bisa berbuat lain kecuali harus tunduk kepada kemauan penguasa. Akibatnya, Adoram yang menjadi kepala rodi ( kerja paksa ) dilontari batu oleh rakyat hingga mati.
• Rehabeam meninggalkan Allah, mengandalkan kekuatan manusia. Ketika ia mendengar Yerobeam menjadi raja orang Israel, Rehabeam siap memerangi kaum Israel dengan kekuatan pasukan 180.000 tentara teruna, dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kedalam tangannya. Rencananya ini digagalkan TUHAN melalui abdi Allah, Semaya yang menegaskan bahwa Tuhanlah yang menyebabkan perpecahan kerajaan Israel.


Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at , 17 Juli 2009


Tujuan: Congkak dan sombong adalah pangkal kehancuran hidup, tentara yang angkuh pasti kalah perang. Kejatuhan penghulu malaikat terang adalah karena ingin setara dengan Allah. Patut kita waspada, jangan merasa diri hebat seperti Rehabeam yang menyebabkan negaranya pecah.

Rehabeam berusia 41 tahun ketika ia naik takhta. Ia memerintah selama 17 tahun (1 Raja-raja14:21) . Di bawah ayahnya, Salomo, orang-orang dikenai pajak yang sangat besar untuk membayar semua proyek pembangunan yang dilaksanakan pada masa pemerintahannya. Proyek pembangunan sebuah tempat di Millo oleh Salomo, yang sebelumnya sebuah daerah terbuka yang menjadi akses yang mudah untuk ke Bait Allah dari mereka yang datang dari utara, mungkin dianggap menyusahkan oleh suku-suku di utara (1 Raja-Raja 11:27) . Karenanya, setelah kematian Salomo segera muncul kegelisahan -- rakyat khawatir bahwa Rehabeam akan mengambil kebijakan memungut pajak yang besar, suatu kebijakan yang (dianggap) pro selatan seperti ayahnya. Menanggapi permintaan mereka, maka Rehabeam meminta waktu untuk menjawab hal ini. Para penasihat tua yang sebelumnya dari pemerintahan Salomo menasihatinya agar ia menurunkan pajak agar disukai oleh rakyatnya, sementara para penasihat muda, para kroni raja yang baru, menyuruhnya agar ia meningkatkan pajak. Rehabeam berpihak dengan para penasihat muda .
Memang nubuatan tentang perpecahan kerajaan ini sudah disampaikan melalui nabi Ahia, orang Silo (1 Raja-raja 11:29-39, khususnya di ay.34-36, kerajaan akan dipecah melalui anaknya Salomo). Pecahnya kerajaan ini pun memperlihatkan kepada kita suatu sikap dari seseorang yang tidak berhikmat, dan sombong

Apa yang menjadi kesombongan dari Rehabeam?
1. Menempatkan diri lebih dari pada rakyatnya, sehingga ia tidak peduli keadaan yang sekarang rakyat sedang alami
2. Tidak mendengarkan nasihat orang yang lebih bijaksana dan berpengalaman, sebaliknya lebih mendengar keinginannya sendiri (Kesombongan intelektual)
3. Memandang dirinya jauh lebih besar dan berkuasa (ay.10, orang2 muda mengajaknya melihat diri Rehabeam lebih besar dan punya kuasa yang hebat) dan memandang orang lain lemah (Kesombongan Materi dan Kuasa)
4. Kesombongannya membawa arogansi dan menekan yang lemah (ay.14)
5. Benih Kesombongan Rehabeam ini pun berkaitan dengan tidak takutnya akan Tuhan, pada pasal 14:22-25, disebutkan bahwa Yehuda melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, bahkan di 2 Tawarikh 12:1, jelas disebutkan Rehabeam beserta seluruh Israel MENINGGALKAN HUKUM TUHAN, KETIKA Kerajaannya menjadi Kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh. Mereka melihat bahwa itu semua adalah karena kemampuan mereka, dan melupakan Tuhan, -ay.2c, karena mereka berubah setia terhadap Tuhan-, namun KARENA Ada Pertobatan Setelah Nabi Semaya memberi teguran(2 Taw 12:5), Allah tetap memelihara walaupun mereka tetap dihukum dengan menjadi jajahan dari Sisak, raja Mesir, Namun Allah tidak memusnahkannya.
Kita mengingatkan jemaat agar jangan sombong dalam aspek kehidupan kita, ...semua karena Tuhan. Karena itu di dalam Yesaya 26:12 berkata bahwa yang kita lakukan semua adalah Tuhan yang melakukannya, berikut ini adalah beberapa bagian Alkitab yang menyatakan Karya Allah;
1. Kita lahir / wanita bisa melahirkan, karena Tuhan yang melakukannya (Mzm 71:6)
2. Kita bisa tidur nyenyak, karena Tuhan yang melakukannya (Mzm 4:9)
3. Kita bisa bangun dari tidur karena Tuhan yang melakukannya (Mzm 3:6)
4. Kita bisa makan, minum dan bersenang-senang, karena Tuhan yang melakukannya (Pkh2:24)
5. Kita pintar, pandai karena Tuhan yang melakukannya (Amsal 2:6)
6. Kita kuat dan sehat karena Tuhan (Dan 2:20 ; Matius 8:17)
7. lainnya

Karena itu, kesanggupan kita adalah pekerjaan Tuhan (2 Kor 3:5). Untuk apa kita sombong. Hal-hal yang bisa membuat sombong yaitu:
1. Pengetahuan (1 Kor 8:1)
2. Kebijaksanaan (Yer 9:23)
3. Kekuatan (Yer 9:23)
4. Kekayaan (Yer 9:23)

Kita melihat dua kontras yang adalah akibat dosa, yakni: low self image dan high self image. Low self image membuat seseorang merasa bahwa dirinya sangat tidak berharga dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya, akibatnya ia selalu merasa “kurang” dibandingkan orang lain dan ia selalu gagal untuk menjadi dirinya yang sebenarnya. Hal ini bukanlah suatu kerendahan hati, melainkan ia menghambat dirinya untuk berkembang sesuai dengan kapasitas dan talenta yang Allah berikan dalam hidupnya. Sebaliknya, high self image membuat seseorang menjadi lupa diri, ia merasa selalu “lebih” ketika membandingkan dirinya terhadap orang lain, ia merasa lebih “rohani”, lebih “tahu” ,lebih “teologis” bahkan lebih “Calvinist” dibandingkan yang John Calvin. Dari kedua ekstrim tersebut, muncul kombinasi yang lebih berat yakni: Superiority complex, orang yang sebetulnya minder tetapi untuk mengatasi keminderan tersebut dengan cara menjadi super. Alhasil muncul personality yang sulit diterima lingkungannya dan akhirnya sulit untuk menjadi berkat.
Belajar dari Paulus, bagaimana ia mengelola hidupnya ia berkata, ”Karena kasih karunia Allah, aku ada sebagaimana aku ada sekarang ....” ( 1 Korintus 15:10) . Paulus yang hidupnya makin berusia menjadi semakin bijak. Pada masa awal pelayanannya ia melihat dirinya paling hina diantara semua Rasul, beberapa tahun kemudian ia melihat dirinya menjadi paling hina diantara orang-orang percaya dan justru pada akhir hidupnya ia melihat dirinya sebagai orang yang paling hina diantara orang-orang berdosa. Namun sejarah mencatat bagaimana Allah bekerja dalam kiprah hidup Paulus.
Mari kita buang jauh kesombongan, mari kita kubur dalam-dalam kecongkakan ”rohani” itu. Mari kita menjadi diri kita yang unik dalam rencana Allah, agar kita mampu mempresentasikan kehidupan ini menjadi persembahan yang terbaik di hadapan Allah dengan indikator menjadi berkat bagi sesama.

Rehabeam sebenarnya melihat kepemimpinan kerajaan mulai dari ayahnya yang hidup sungguh di hadapan Tuhan tapi dia ga belajar dari ayahnya. Dia jatuh karena sombong:
1. dia pede sekali bisa melampaui ayahnya (pede yang ga sehat), pede kita harus bersandar kepada Tuhan
2. tahu diri; kedudukan bukan karena kita tapi dari Tuhan.
3. kerendahan hati

Kesombongan terjadi karena gagal megenal Allah dan diapun gagal untuk mengenal dirinya sendiri. Ada 3 hal penting:
1. perhatikan hal kecil; hal kecil bisa pengaruhi hal besar dan mencapai kemajuan
2. tahu prioritas
3. tahu diri sendiri; sebagai raja dia harus bijaksana, apa yang dia warisi

kesombongan adalah dosa yang dahsyat. Adam dan hawa ada kesombongan untuk menyamai Allah. Ada kesombongan yang tidak terlihat dan terlihat dan itu hanya disadari oleh diri sendiri. Rehabeam, dia dengan latar belakang ibunya dia tidak memiliki gambaran tentang Allah yang kuat, oleh karena itu kecenderungan kesombongan itu besar dalam dirinya karena dia tidak mengenal Allah yang benar.

Jika membandingkan dalam situasi yang sama antara Rehabeam dan Yerobeam; mengenai Yerobeam Tuhan sudah katakan apa yang akan diperbuat, diteguhkan bahwa perubahan itu ditetapkan oleh Tuhan. Belajar dari sisi positif Yerobeam adalah tidak ada kesombongan pada dirinya dalam situasi yang sama.

Dikaitkan dengan 2 Taw 12:6,7,12 ada kata merendahkan diri. Awalnya buruk tetapi akhirnya baik.

Saya lihat dari kepemimpinannya; sudah naik susah turun. Lih. Ams 16:18;
1. pemimpin yang bodoh dapat tersesat karena lingkungan yang rusak: a) mencari nasihat yang salah yang sesuai keinginan hati, b) mendengarkan suara yang salah, c) bergabung dengan lingkungan yang rusak
2. pemimpin yang bijaksana  menerima nasihat dari lingkungan yang benar
3. kepemimpinan dimulai dalam hati
ada pepatah China: 學好三年;學壞三天 artinya, belajar baik 3 tahun belajar rusak 3 hari

Seorang pemimpin biasanya harus kasih janji yang baik, Rehabeam tidak memberi sesuatu yang baik, rakyat pun tidak senang kepada dia. Jika diawali dengan kesombongan maka diakhiri dengan kehancuran

Ada beberapa kesombongan:
1. kesombongan atas kejahatan
2. atas materi
3. kemampuan
4. kebaikan
5. kemiskinan
6. kebodohan; saya aja orang ga sekolah kamu orang sekolah ga bisa
7. kerohanian

Plato filsuf Yunani yang terkenal, suatu kali menjamu teman-temannya dalam suatu ruangan di rumahnya, di mana terdapat sebuah kursi panjang yang sangat bagus. Seorang teman karib nya masuk, temannya ini penampilannya sangat kotor, dan ia naik ke atas kursi panjang. Sambil menginjak-injak kursi panjang itu, temannya ini berkata, “saya menginjak-injak kecongkakan Plato.” Plato berkata, “tapi dengan kecongkakan yang lebih hebat lagi, sahabat!” Plato menjelaskan bahwa ketika ia menginjak kecongkakan, yang sedang menginjak kecongkakan itu sendiri sebenarnya lebih congkak! Setiap dosa mengandung kepentingan diri sendiri dan dosa kecongkakan yang terutama adalah membesar-besarkan diri, menganggap diri lebih unggul dari orang lain. Allah tidak memberi rasa harga diri atau rasa bangga akan kepribadian diri sendiri. Tetapi yang Allah benci adalah ketika kita membesar-besarkan diri secara berlebihan melebihi kualitas diri yang sebenarnya.

Rehabeam dan yerobeam sama tidak baiknya. Mereka sombong dan jatuh karena tiga perkara:
1. karena jabatan; semakin tinggi semakin jauh dari tanah. Naik motor dengan mobil beda
2. salah mendengar nasihat; rehabeam menerima nasihat yang muda dan menolak yang tua.
3. keimanan dan spiritual; sama sama perusak iman umat Israel. Ketika Yerobeam mendapat posisi, dan tempat penyembahan ada di Yerusalem, maka dia buat di Betel.

Renungan ini bukan hanya untuk jemaat tapi kita juga. Rehabeam adalah raja yang diberi kesempatan untuk memerintah sebagai raja. Ketika Rehabeam merendahkan atau tidak mau mengabdi (ay.6) maka rakyat pun tidak mau mengabdi, maka (ay.16) dia akan dilecehkan. Ada banyak hal yang dapat membuat kita sombong, intelektual, kesempatan kita, kesombongan selalu membuahkan kegagalan dan kekecewaan.

Sebenarnya Rehabeam telah mewarisi pemerintahan yang rusak dan dia disebabkan, penyebab dan juga bagian dari sistem yang rusak. Cara pikirnya adalah hasil dari pembentukan masa lampau. Ada pepatah yang mengatakan Fox populi fox Dei suara rakyat itu suara Tuhan, tidak selalu benar memang tetapi dari konteks ini, ayat 15 Raja tidak mendengar rakyat, maka di situlah titik balik sikap Allah terhadap Israel.

Sombong, narsis, saat orang sombong berpusat pada diri sendiri. Allah , Rehabeam dan Israel bisa menjadi kesatuan yang harmonis. Tetapi rehebeam hanya melihat kepada dirinya sendiri. Karena menganggap diri mampu, benar, dan baik tidak mengingat allah yang di atasnya.

Kejatuhan dimulai dari akar dosa ini.
1. Kesombongan itu bukan dari siapa2 tapi diri dia sendiri.
2. rendah diri adalah salah satu bentuk kesombongan
3. sombong tidak mengerjakan sesuatu yang baik bagi dirinya ataupun bagi orang lain.

Orang sombong itu ga tahu kalau dirinya sedang sombong. Allah menentang orang yang sombong. Rehabeam tidak mengerti keadaan situasi yang sesungguhnya. Yerobeam musuh dari ayahnya ada di sana dan dia memaksakan diri. Kesombongan muncul karena salah mendengar dan menerima nasihat, bukan soal tua atau muda, kita tidak bisa menentukan yang tua benar atau yang muda salah, atau sebaliknya. Rehabeam terlalu focus pada kekuatannya, dia lupa pada kekuatan dan kuasa Allah yang diandalkan oleh nenek moyangnya. Kesombongan pangkal kehancuran.

Mungkinkah manusia tidak sombong? Mc Twain, manusia memiliki dua penyakit kronis: tinggi hati dan rendah diri. Zhuangzhi mengatakan:….
Ornag yang terpisah dari Tuhan tidak mungkin tidak sombong, ketika menerima Kristus dan membiarkan Kristus mengubah diri kita , maka kesombongan akan dipatahkan.

Dosa terbesar adalah kesombongan dan itu adalah dosa tertua, demikian dimulai dari taman Eden. Manusia selalu ingin naik, tetapi Tuhan Yesus mau turun. Ada ratusan buku rahasia sukses dsb, sukses diukur dari 4 macam; makin banyak duit makin tinggi hati, makin popular, kekuasaan, prestasi; manusia ingin naik tetapi Tuhan Yesus malah ingin turun. Agar tidak jatuh hanya dengan bersandar kepada Tuhan, Tuhan Yesus berkata di luar aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau kelebihan akan menjadi sombong, kalau kekurangan menjadi rendah diri, kita harus bersikap selayaknya.