Rabu, 29 Juli 2009

JANGAN MEMBUNUH

JANGAN MEMBUNUH
Kel 20 : 13

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 9 Juli 2009


Perintah Allah “ Jangan membunuh ” menyadarkan kita, betapa berharga hidup atau nyawa manusia itu. Hidup itu kudus, anugerah Allah. Allah adalah sumber dan pemberi hidup manusia. Maka hak atas hidup manusia adalah Allah sendiri.
Kita katakan bahwa Hidup itu Kudus, artinya kehidupan yang bermakna dan bernilai, ialah kehidupan yang dipersembahkan kepada Allah (Roma 12:1). Dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan Allah. Allah mendesign hidup manusia, agar memberikan kontribusi, atau menjadi ‘alat saluran’ berkat dan kasih Allah kepada sesamanya. Sehingga kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat menghadirkan “ shalom Allah ” bagi sesama kita.
Kita melihat kehidupan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, mereka sudah tidak mampu menghadirkan “shalom”, sebaliknya mereka menjadi “Beruang” untuk memangsa sesamanya. Hari ini manusia membunuh sesamanya, bukan memakai pisau, pedang atau pistol, melainkan dengan “ nafsu keserakahan, nafsu keberahian, nafsu keegoisan yang semakin menggila. Dengan kekayaan harta, kekerasan fisik “membunuh manusia” dengan lembut dan halus sekali. Mungkin korbannya pun tidak menyadari bahwa hidupnya sudah dirampas, dihempaskan bagaikan sampah, dipermainkan bagaikan binatang. Jadi bahaya niat membunuh orang, karena dia merasa orang lain itu bukan seorang pribadi, melainkan sebagai suatu objek, tidak bedanya dengan alat permainan modern yang ada.
Secara praktis, masa kini praktek pembunuhan atas manusia lain, misalnya : ada pengusaha yang memperkerjakan pegawainya dengan waktu yang panjang, tentu dengan imbalan uang lembur, tetapi karena kurang istirahat, kondisi levernya pasti terganggu, atau jantungnya bermasalah, karena dipaksa berpacu terus. Akibatnya banyak yang mati muda.
Contoh lain : Kaum Paedifilia (nafsu sex terhadap anak-anak) yang menghancurkan harkat hidup anak-anak di beberapa Negara Indocina . Tindakan itu juga membunuh masa depannya.
Dalam bidang hiburan :di kota-kota besar, sedang maupun kota kecil, bahkan di desa-desa tersebar luas tempat pelacuran, klub-klub yang menyajikan tarian wanita telanjang, atraksi-atraksi exploitasi sexual, dan semuanya menunjukkan ada manusia tertentu dengan ‘sengaja’ atau ‘sadar‘ membuat orang lain, sebenarnya membuat dirinya tidak bisa memuliakan Allah. Praktek ini berarti tidak menghormati harkat hidup orang lain, bukankah itu suatu perbuatan ‘ membunuh ‘ kehormatan, martabat hidup orang lain yang diberikan Allah.

Jangan Membunuh Keluaran 20:13 Perintah ini merupakan perintah Allah yang sakral. Perintah ini menegaskan bahwa hidup itu berharga. Hidup itu juga kudus, sebab itu hidup harus dipelihara dan jangan dihancurkan. Hidup itu berasal dari Allah. Allah itu sumber dari hidup.Allah yang hidup adalah Allah yang menghidupkan. Selain itu kehidupan adalah yang dikehendaki Allah. Jadi pada prinsipnya, melalui perintah jangan membunuh ini, Allah memerintahkan kita supaya kita menghargai kehidupan yang Allah berikan.

Dalam Matius 5 : 21 -26 Tuhan Yesus menunjukkan perintah “JanganMembunuh” tidak hanya menunjuk pada perbuatan membunuh saja, tetapi juga mengenai segala perasaan dan kecenderungan yang jahat yang kita simpan dalam hati terhadap sesama manusia, karena Tuhan menilik hati manusia. Hati manusialah sumber dan gudang segala dendam, permusuhan, panas hati, iri, dan segala macam nafsu dan keinginan jahat.Pembunuhan dimulai dari dalam hati dan melanggar hukum :jangan membunuh.

Jangan membunuh
Merupakan hukum yang ke enam yang di berikan Tuhan kepada manusia dalam relasi manusia dengan manusia. Dari hal ini menolong kita mengerti dua hal
Manusia tidak sama dengan ciptaan yang lain (hewan- atau tumbuhan) manusia memiliki harkat yang khusus dihadapan Tuhan.
Manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang tidak boleh di perlakukan sembarangan (Yakobus 3:9)

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at , 10 Juli 2009


Kel 20 : 13
MATIUS 5:21-24

Dalam sepuluh hukum tercatat pada hukum yang ke enam tentang perintah “JANGAN MEMBUNUH”
1. Pembunuhan banyak dimengerti meniadakan nyawa dan kehidupan seseorang. Di dunia ini, bagi pembunuh akan ada hukum yang menghakiminya. Tetapi saat ini banyak orang terbebaskan dari pembunuhan secara fisik, dan menganggap dirinya tidak pernah membunuh. Efek dari kejatuhan manusia ke dalam dosa, langsung adalah pembunuhan. Kain membunuh Habel adalah dosa yang terwujud dalam keluarga, dosa pertama yang membuat kehilangan seorang ibu yang begitu mengerikan. Membunuh secara fisik harus dipahami bukan hanya membunuh orang lain, tetapi juga membunuh diri sendiri.
2. Pembunuhan juga bukan hanya secara fisik, tetapi mental, karakter, masa depan, kepribadian dll. Pada bagian ini banyak orang melakukannya, disadari atau tidak, sengaja atau tidak, bahkan menjadi trend hidup tanpa di pahami bahwa kata-kata bisa mematikan seseorang.
Pembunuhan yang tidak langsung kepada fisik tetapi bisa mengharah kepada mematikan seseorang, nampak dalam perkataan atau sikap: menghina, memfitnah, membenci, bersaksi dusta, menghakimi, iri hati. Begitu juga dengan menahan hak atau fasilitas, jabatan serta menempatkan orang pada garis depan untuk mengalami kehancuran.
Dalam Kisah 9:1  pembunuhan itu dirasakan oleh Saulus berkobar-kobar dari dalam hatinya, hal ini mengingatkan bahwa pembunuhan itu benih yang ada di dalam hati seseorang untuk kemudian diekspresikan
Perhatikan dengan sungguh-sungguh dalam menjalani hidup ini, jangan hanya menghindari untuk tidak membunuh secara fisik, tetapi lakukanlah hukum ke 6 ini dengan tidak membunuh orang lewat perkataan dan sikap kita terhadap orang lain, karena masing-masing akan di hakimi dan di buang ke dalam neraka. (Matius 5:21-24)

Cara membunuh seseorang ada 3 cara :
1. Dengan senjata,
2. Dengan lidah,
3. Dengan kelicikan.
Dengan cara penganiayaan melalui tekanan terhadap jiwa seseorang, membuat orang kecewa sampai bunuh diri.
Ada yang dibunuh karena keteledoran orang lain atau karena orang lain tidak mau direpotkan atau karena konsep yang salah (jihad). Pembunuhan dilakukan karena ketamakan yang berlebihan, karena kebencian/dendam/iri hati. Alkitab mengatakan tidak boleh membunuh, karena membunuh berarti meremehkan Tuhan yang menciptakan manusia, manusia dimata Tuhan nilainya sama, karena membunuh itu sifat Iblis, karena orang yang membunuh akan mendapat pembalasan. Manusia bisa membunuh tubuh, tetapi jiwa & roh tidak bisa dibunuh, maka urusan pembunuhan tidak akan selesai.

I Yoh 3:13 setiap orang yang membenci saudaranya adalah membunuh.

Sdri. Melia
Pembunuhan bukan hanya secara fisik, tetapi yang lebih hebat adalah pembunuhan secara karakter. I Pet 2:9-10 kita adalah milik Allah yang tidak boleh membunuh sesama anak Tuhan. Mat 22:39 kita tidak boleh membunuh sekalipun itu bukan anak Tuhan.

Remaja menyadari supaya jangan diperbudak dosa; ada banyak pemicu dalam hidup kita untuk membuat manusia cenderung melakukan tindakan membunuh, misalnya latar belakang keluarga, tayangan tv, permainan games, tetapi tidak menjadi dasar untuk kita berdosa.
Ketika kita membunuh sesama berarti kita menodai ciptaan Allah, konsekwensinya sangat jelas bahwa Allah akan membalaskan setiap orang yang membunuh sesamanya.
FT mengingatkan kita jangan membunuh secara fisik atau secara karakter, Maz 37:8-9 saat kita membiarkan dosa menguasai diri kita maka membawa kita melakukan kejahatan yang menodai ciptaan Allah pada manusia.

Remaja masuk dalam jebakan untuk mengatakan perkataan yang jahat sebagai suatu kebanggaan, tanpa disadari bahwa perkataan2 mereka bisa menghancurkan karakter teman2 dan pada akhirnya diri mereka sendiri.
Jangan membunuh adalah salah satu dari 10 hukum Taurat, pelanggaran terhadap hukum ini adalah menentang Tuhan, pembuat hukum itu, menunjukkan sikap tidak hormat kepada Tuhan. Ketika membunuh, kita melanggar hukum Tuhan.

Membunuh adalah menolak manusia secara eksistensinya dan menolak Allah yang menciptakan manusia. Membunuh disejajarkan dengan kemarahan, membunuh bisa dilakukan melalui perkataan, hak maupun pemikiran. Orang berdalih membunuh secara tidak sengaja, tetapi sebenarnya tidak demikian.

Dimensi dari membunuh ada 2 : membunuh orang lain dan diri sendiri,

Membunuh dalam 10 hukum adalah produk hukum PL, dalam PB Yesus memberikan pengertian yang dalam yaitu kemarahan adalah pembunuhan, kemarahan adalah cara penyelesaian negatif, Yesus menawarkan suatu penyelesaian yang positif yaitu mengampuni. Epesus 4:26-27 memberikan cara penyelesaian positif seperti yang diajarkan Yesus. Amsal 14:29 orang sabar tidak cepat marah, orang yang cepat marah adalah bodoh. Amsal 15 memberitahukan bahwa jawaban yang lemah lembut meredahkan kemarahan.

Istilah membunuh : kill dan murder. 3 jenis pembunuhan : karakter, masa depan & jiwa. Cara mengatasinya, serahkan kepada Tuhan spy kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Jangan membunuh, karena membalas adalah hak Tuhan. Tuhan memakai orang2 disekitar kita sebagai sparing partner untuk membentuk kita.

Benci dalam hati adalah suatu pembunuhan.

Tuhan tidak mengijinkan kita mempermainkan kehidupan, pembunuhan adalah tindakan terhadap kehidupan. Yesus mengajarkan kita untuk membangun suatu relasi dengan Tuhan dan dengan sesama. Pembunuhan adalah suatu tindakan memutuskan relasi.

Eulogi adalah perkataan baik yang diucapkan pada saat seseorang meninggal, tetapi jauh lebih baik kalau perkataan baik itu diucapkan saat seseorang hidup, bukan sesudah dia meninggal. Perkataan orang tua terhadap anak sering membunuh karakternya, seharusnya 1 kritik dibalas 5 perkataan pujian.

Jangan membunuh lebih ditekankan pada bagaimana kita menciptakan keharmonisan dalam alam ini, terhadap sesama dan juga terhadap binatang. Membunuh adalah menghancurkan gambar Allah dalam hidup manusia. Membunuh adalah mematikan suatu kehidupan. Karakter killing adalah perbuatan membunuh yang sering kita lakukan. Kita harus menghargai hidup baik diri kita maupun orang lain, pembunuhan diri atau orang lain dapat terjadi langsung atau tidak langsung.

Tidak boleh membunuh karena manusia diciptakan menurut gambar Allah, manusia berada dalam hubungan (order) dengan Allah, pembunuhan adalah tindakan yang merusak hubungan dengan Allah. Kita tidak membunuh, tetapi seringkali kita setuju kala pembunuhan terjadi, atau kita menyuruh orang lain untuk membunuh.

Membunuh bisa langsung atau tidak langsung. Bunuh : terbunuh, membunuh & dibunuh. Ada 2 pilihan : membunuh atau terbunuh. Hak hidup adalah pemberian Allah, tetapi kita menyingkirkan. Theocentris & Anthropocentris adalah pandangan yang menentukan sikap kita terhadap kehidupan. Euthanasia adalah tindakan yang dilakukan manusia untuk membunuh secara legal dengan dasar kalau bahagia mati kenapa hidup harus diteruskan. Pembunuhan manusia dimulai dari iri hati, yang menghasilkan jengkel, dongkol, dendam berakhir dengan sadis. Dunia perfilman dipenuhi 2 hal : seks & sadis, seks menjadi dasar manusia membangun hubungan & kepercayaan, yang diakhiri dengan kekejaman. Dunia membangun kehidupan diatas dasar tindakan meniadakan kehidupan & hubungan dengan orang lain yang mengancam dirinya. Perang agama sangat sadis, karena dilakukan demi kepentingan diri atas dasar agama. Kill (berencana) dan murder (tidak direncanakan).
Orang Tionghoa mengatakan bahwa membunuh ada 4 cara dengan : batu, tangan, pena & lidah, yang paling hebat dengan lidah. Ada orang lain mempergunakan pedang orang lain membunuh musuhnya. Ada orang yang membunuh dengan tidak mengeluarkan darah, sudah dibunuh tetapi tidak tahu, malah masih berterima kasih.
Jangan membunuh, karena :
1. Kedaulatan Allah.
2. Keindahan Allah.
3. Kemurahan Allah.
4. Keluhuran Allah.
5. Keadilan Allah.
Jika kita tidak takut mati, kita tidak akan mati konyol, mengindahkan hidup adalah tujuan pokok dari kehidupan kita.