Rabu, 29 Juli 2009

IA MELAMPAUI RUANG DAN WAKTU

IA MELAMPAUI RUANG & WAKTU
Yohanes 4:46-54

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 23 Juli 2009


Perikop ini menceritakan perjalanan Tuhan Yesus. Di saat Tuhan Yesus tiba kembali di Kana, seorang pegawai istana menemuiNya, mohon Tuhan menyembuhkan anaknya yang sakit. Sakitnya keras dan dikatakan “hampir mati” (ay 47).
Melalui kisah ini kita akan memperhatikan perjalanan iman dari pegawai istana sehingga ia dan seluruh keluarganya dapat menjadi percaya dan diselamatkan, “iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya” (ay 53).
1. Iman yang timbul dari pendengaran
“Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang…… pergilah ia kepadaNya lalu meminta…….”(ay 47).
Pegawai istana ini tentunya pernah mendengar tentang Tuhan Yesus. Mendengar mengenai perbuatanNya yang ajaib, termasuk membuat mujizat kesembuhan.. Pada waktu itu ia memiliki kebutuhan yang mendesak, yaitu agar anaknya bisa disembuhkan dari sakit keras. Pegawai istana ini harus berjuang dan berkorban untuk datang kepada Tuhan Yesus, ia tinggal di Kapernaum dan Tuhan Yesus berada di Kana. Jarak antara kedua kota itu pasti memerlukan waktu yang cukup lama untuk perjalanan pulang perginya. Ia juga punya kekuatiran dan ketakutan, pada waktu ia pergi, anaknya bisa saja meninggal. Selain itu, ia pun harus melepaskan segala kebanggaan dirinya sendiri, sebab tindakannya itu bisa mencemarkan nama dan kedudukannya, sebab ia seorang pegawai istana.
Pegawai istana itu datang untuk menemui Tuhan Yesus, dan meminta Yesus datang ke rumahnya, dan permohonannya ini diulang lagi dalam ay .49. Hal ini menunjukkan bahwa: ia percaya bahwa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan anaknya,hanya kalau Ia datang secara fisik ke rumahnya. Ternyata Tuhan Yesus berkata kepadanya, “ Pergilah, anakmu hidup!” Setelah mendengar perkataan yang berkuasa itu, pegawai istana itu percaya, lalu ia pulang ke rumahnya ( ay. 50 ).

2. Iman yang mentaati kehendak Tuhan Yesus.
“Pergilah, anakmu hidup! Orang itu percaya …..lalu pergi” (ay 50).
Tuhan Yesus dengan otoritas keillahiannya, melakukan kehendak Allah sesuai kedaulatanNya yang melampaui waktu dan tempat. Seolah-olah kelihatannya berlawanan dengan permohonan pegawai istana itu, dan Tuhan Yesus juga tidak melakukan tanda mujizat, dan tidak pergi ke rumahnya, seperti permintaannya. . Ia hanya memberikan firman. Firman itulah yang harus dipercaya oleh orang itu. Ia menghendaki agar ia percaya sekalipun tidak melihat!
Pada waktu Tuhan Yesus memberikan perintah pergilah, dan anaknya hidup. Pegawai istana itu percaya pada kata-kata Yesus. Ini menunjukkan bahwa imannya bertumbuh! Yesus mengabulkan keinginan orang itu, tetapi tidak dengan cara seperti yang diharapkannya. Cara yang dipakai oleh Yesus ini justru lebih baik dari yang ia harapkan. Kalau Yesus menuruti keinginan orang itu dan lalu pergi ke Kapernaum, maka membutuhkan waktu yang cukup lama barulah anak itu bisa disembuhkan. Tetapi dengan menyembuhkan anak itu dari jarak jauh. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Disini kita juga melihat bahwa iman tidak dapat dipisahkan dengan ketaatan karena segala perbuatan iman adalah ketaatan pada Kristus. Rasul Paulus menggunakan istilah “ketaatan iman” (Rom 16:26). Jika pegawai istana tidak mentaati perintah Tuhan maka imannya tidak meningkat karena ia dan keluarganya tidak mampu melihat kuasa yang dinyatakan Kristus.

3. Iman yang berserah diri
Pegawai istana itu telah melihat dan mengalami apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Tak ada yang bisa dilakukan lagi olehnya kecuali penyerahan diri secara total kepada Tuhan Yesus. Tadinya ia mempunyai perasaan serta kebutuhan yang sangat mendesak. Kebutuhan mendesak itu sekarang telah terpenuhi. Lalu perasaan butuhnya sekarang telah berubah menjadi perasaan kasih. Dan ia bersaksi bagi keluarganya sehingga keluarganya percaya kepada Tuhan Yesus. Adakah kita juga percaya kepada Tuhan Yesus? Ia yang adalah Allah dan melampaui ruang dan waktu ?

Tuhan Yesus melampaui ruang dan waktu, baik dalam kehadiranNya, pengetahuanNya, kuasaNya, dan segala hal. Ia telah ada sebelum Abraham (8:58), Ia mengetahui apa yang terjadi terhadap perempuan Samaria (4:1-42), Ia mengenal dan melihat Natanael dibawah pohon ara (1:50-51). Tuhan Yesus menyembuhkan anak pegawai istana tanpa harus kesana, karena ruang dan waktu terbatas, tetapi Tuhan Yesus tidak dapat dibatasi ruang dan waktu. Karena anaknya dalam keadaan kritis, maka pegawai istana datang kepada Tuhan Yesus agar Dia mau datang menolong anaknya. Jawaban singkat Tuhan Yesus, ”Pergilah, anakmu hidup” (4:50). Meskipun Tuhan Yesus tidak pergi bersamanya, pegawai itu percaya apa yang dikatakan Tuhan Yesus akan terjadi (4:51). Ketika pegawai istana itu bertemu dengan hamba-hambanya ditengah perjalanan, ternyata anaknya sudah sembuh sesuai dengan imannya. Disini Tuhan Yesus mau menyatakan tanpa Dia pergi ke Kapernaum, Tuhan Yesus mampu memberi kesembuhan.

Kesembuhan dari anak pegawai istana terjadi karena orang tuanya datang pada Tuhan Yesus, kita pun akan mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus pada waktu kita datang berdoa pada Tuhan Yesus, untuk orang lain. Tuhan Yesus yang melampaui waktu dan ruang mampu memberi pertolongan bagi orang yang kita doakan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah (Mat 19:26). Tuhan Yesus mampu menyelamatkan orang yang kita doakan ditempat mereka berada sesuai dengan kehendak dan kuasa Tuhan Yesus.

Sebagaimana yang dilakukan oleh pegawai istana, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan :
1. Percaya dan datang kepada Tuhan Yesus
2. Dengar dan taati Firman Tuhan
3. Bersyukur dan bersukacita atas segala berkat.

Tuhan Yesus menyembuhkan anak pegawai istana merupakan tanda dan mujizat yang merupakan pekerjaan Allah. Sekalipun demikian, janganlah kita berpusat pada mujizat yang terjadi, tetapi fokusnya harus terpusat pada Yesus Kristus. Percaya kepada Yesus merupakan hal yang sangat penting.; Yesus melalui tanda dan mujizat dengan sembuhnya anak pegawai istana, menunjukkan bahwa Ia Tuhan. Ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia melampaui dan menguasai ruang dan waktu. Kesembuhan itu terjadi tidak harus kehadiran fisik Yesus, tetapi dengan Firman. Di sinilah percaya, bukan hanya to believe tapi to trust. Dan Pegawai istana itu percaya. Tanda dan mujizat itu harus bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan iman kita kepadaNya seperti halnya pegawai istana itu.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at, 24 Juli 2009


Kisah ini penting karena setelah Yohanes menyebutnya sbg mujizat kedua. Ay.43-44: Yesus tinggal di Sikhar sblm ke Galilea. Di tempat asalnya Ia tdk dihormati. Di Galilea kairosnya telah sampai. Kembali ke Kana karena ia bukan “hit and run.” Ia kembali untuk menumbuhkan iman orang yg telah percaya. Di Sikhar yang ditemui adlh seorang perempuan. Pegawai istana ini adalah seorang bangsawan. Ia berasal dari kapernaum. Menempuh jalan 15-20 mil untuk cari yesus. Ia nobleman, regulus (latin=raja kecil). mungkin ia Khuza, Luk 8:3 (bendaharawan), Menahem, Kis 13:1, seorg yg dibesarkan bersama Herodes. Seorang bangsawan tinggi mengemis-ngemis karena jalan buntu (1) Kairos Allah terjadi karena orang mengalami jalan buntu dalam hidup. (2) Terang kebenaran Allah menyembuhkan. Ay.48: Yesus menegur bangsawan itu,
(3) Ketika kairos Tuhan datang, Ia datang melampaui ruang dan waktu, bahkan sampai dunia yad. Dua mujizat terjadi: pegawai percaya, anaknya disembuhkan.
Tuhan memberi damai sejahtera kepada orang beriman padaNya.

Ini penyembuhan jarak jauh. Ada 5 tahap iman. Mendengar, melihat, percaya sedikit, baru percaya sepenuhnya, membawa keluarganya percaya.

Ada 2 Kata, antara percaya dan keajaiban. Dalam kehidupan manusia pola pikir manusia berdasarkan urutan A-Z, urutan sebenarnya tidak masalah. Bukan karena percaya mujizat baru terjadi, yang menjadi aksi sebenarnya perkataan Yesus (ay.50), ketika Firman itu dikeluarkan ada 2 effect, ia Percaya dan mujizat itu terjadi, permasalahannya adalah ia belum melihat bentuk nyatanya, maka mujizat itu sebenarnya sudah terjadi saat itu, inilah kuasa Tuhan yang mengatasi ruang dan waktu

Mzm 139:1-6, ada kalimat “sesungguhnya semuanya telah Kau ketahui.” Ada banyak orng yang menggunakan teknologi untuk terus mengetahui apa yang terjadi di tempat lain. Luar biasanya Tuhan adalah sebelum melakukan sesuatu pun, Ia sudah tahu. Kejadian di manapun Ia tahu. (1) pegawai ini datang dng rendah hati dan penuh pengharapan (2) ia percaya dan pergi. Mendengar dan percaya (3) ia melihat anaknya sembuh, maka ada kehidupan dan kasih dari Tuhan.

Jarak Kana-Kapernaum adalah 27 km. Kata penting dalam perikop ini adalah percaya. Dengan percaya berarti beriman, dengan percaya tidak terikat pada mujizat yg dilakukan, dengan percaya anaknya disembuhkan, dengan percaya seisi rumahnya percaya.

Percaya. Yunani: pistis (noun, iman, ajaran yg diimani); pisteo (verb: unsur percaya yg memunyai keyakinan yg kuat). Kata pistis tdk pernah dipakai Injil Yohanes. (1) Iman percaya adalah bagian dari hidup kita, yg aktif dihubungkan dng kondisi keselamatan. (2) tindakan percaya itu lebih penting daripada contentnya. Percaya itu ditujukan pada satu pribadi, yaitu Yesus. Pegawai ini memercayakan hidupnya kepada Yesus (pisteo).

Salah satu tujuan Injil Yohanes adalah supaya orang menjadi percaya. Ada tiga macam yang berhub dng percaya. (1) percaya karena melihat mujizat (2) meskipun melihat mujizat, mrk tetap tidak percaya. Misalnya pemberian makan 5000 orang. Mereka ikut Yesus bukan karena percaya, tetapi karena sudah nikmati hasil mujizat (3) tidak melihat namun percaya. Percaya karena kesaksian.

Ini peristiwa ketiga penyembuhan jarak jauh. (1) anak perempuan Siro Fenisia (2) anak hamba seorang perwira (3) teks ini. Kata pegawai kurang tepat, karena kurang spesifik. Lebih tepat pejabat kerajaan atau bangsawan. Dia datang kepada Tuhan karena percaya Yesus bisa menyembuhkan tetapi caranya ia yang tentukan, yaitu Yesus harus datang. Tetapi Yesus tidak mau mengikuti caranya. Akhirnya ia percaya. Dia datang kira2 5 jam perjalanan, Kapernaum. Dia datang kepada Tuhan karena menyembuhkan, dia melihat Yesus menyembuhkan dengan konsepnya bahwa Yesus datang dan sembuhkan, Yesus beritahu dan jelaskan bahwa kuasaNya tdk terbatas, dan dalam percakapan tersebut ada pertumbuhan iman. Ay 43-44: Kutipan seorang nabi tidak diterima ditempatnya sendiri, menurut William barcay, keakraban membiaskan sikap menghina, Yesus menembus kebenaran umum seperti ini.

Bagaimana iman itu menjadi hidup dalam keseharian, tidak hidup dalam kekuatiran dan mempercayakan kehidupan kepada Tuhan

Apa beda tanda dan mujizat. Tanda dipakai dalam arti otoritas. Jika orang melihat tanda lalu lintas, mengapa taat? Karena ada otoritas di dalam tanda. Orang-2 ini tidak takut Tuhan, tetapi hanya mau mujizat saja. Percaya hanya pada apa yang sudah ia lihat . Percaya (50) bahwa Yesus bisa buat mujizat. Percaya (53) adalah percaya pada otoritas Allah. Yang perlu kita capai adalah yang kedua.

1. Tuhan punya cara untuk mendesak/memojokkan/menyudutkan, sehingga ia membutuhkan Tuhan, Ia bangsawan kaya akhirnya menghadapi jalan buntu, mau tidak mau ia harus mencari Tuhan
2. Mendapatkan karena iman
3. Melalmpaui ruang dan waktu, dan kondisi
4. Dasar iman adalah Firman Tuhan yang berkuasa, karena ia percaya mujizat nyata, (ilustrasi : bar yang dihancurkan krn gledek, tidak mengaku krn doanya, jaman sekarang orang berdoa tidak percaya bahwa Tuhan mampu melakukan mujizat)
Yohanes menulis dng konsisten dan jelas. Attesting sign. Yohanes melihat bhw semua mujizat ada tujuannya, bukan kebetulan. Di dalam peristiwa ada tujuan. Di sini disebut tanda kedua, sekalipun berdasar permintaan pejabat itu. Bukan tanda yg penting, tetapi apa yang ditanda. Setiap orang melihat sesuatu sbg sesuatu. Tanda itu harus mengarah pada pengenalan Yesus sebagai siapa. Jelas Yohanes menghendaki orang mengenal Yesus sbg Anak Allah. Itulah terminal iman setiap orang percaya.

Waktu dan Ruang ada di dalam Tuhan. Ini berkaitan dng pencipta dan ciptaan. Dosa membawa tiga hal: penderitaan, sakit penyakit, kematian. Hanya Tuhan yg bisa atasi hal itu. Khotbah harus menghantar orang pada kebutuhan pada Yesus.
Manusia tidak mampu, Yesus yang mampu melakukannya
Ada kebutuhan/Ketidakpercayaan/kebuntuaan yang dibawa kepada Yesus
Seorang yang jalan sedemikian jauh adalah bapa yang baik buat anaknya,
Urusan anak adalah urusan dirinya sendiri, sehingga ia melakukan semua
(Kisah diperbandingkan dengan wanita samaria)
Tuhan punya hati yang lebih mendalam dibandingkan ayah yang mengasihi anaknya, sehingga Yesus pun mengiakan permintaan Perwira ini, Hal ini yang harus dimililki hamba Tuhan
Iman itu sendiri berasal dari Allah

Manusia tidak bisa berada di 2 tempat dan 2 waktu yang beda,
Imajinasi manusia dapat ada dimana-mana, tapi Tuhan menebus keterbatasan manusia atas ruang dan waktu. Manusia diajak untuk tidak hidup dalam imajinasi tapi yang real untuk melihat kuasa Tuhan
Keluarga ini diajak untuk percaya kepada Yesus bukan hanya penyembuh, tapi sebagai Allah

Mujizat pertama meningkatkan mutu (air jadi anggur) peningkataan nilai, memeberi makan adalah hal kuantitas, dalam penyembuhan anak Penjabat ini Tuhan Yesus tidak gunakan apa2, hanya melalui perkataan
Hal ini menyatakan Tuhan Yesus tidak terbatas atas alat2 apapun, jaman sekarang ini orang pake macam-macam cara berkaitan dengan penyembuhan (minyak, sistem teknologi menyentuh display TV, air, dll)
Penyembuhan orang-orang pakai alat-alat, sebenarnya kita diingatkan Kuasa itu bukan karena saya, tapi karena kuasa Tuhan, bukan karena alat-alat, tapi karena Allah yang mengijinkan atas kasih karunia Tuhan.

Mujizat tetap diijinkan terjadi bagi yang mencari Allah, pada akhirnya Tuhan Allah menjadi sumber dan tempat pengharapan