Kamis, 25 Juni 2009

MENGHORMATI NAMA TUHAN YANG KUDUS

MENGHORMATI NAMA TUHAN YANG KUDUS
Kel 20:7
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 11 Juni 2009


Ada 2 kata larangan dalam bahasa Ibrani = Lo dan Al.
Lo = adalah larangan yang bersifat permanent.
Al = adalah larangan yang bersifat local / temporal.
Semua hukum taurat di sini memakai “Lo,” berarti hukum ini semua berlaku terus segala zaman dan generasi.

Orang Yahudi memperbanyak 10 hukum ini menjadi 613 hukum.
613 dibagi 2 = 365 yang negatif dan 248 yang positif.
365 melambangkan jumlah hari dalam setahun.
248 melambangkan jumlah tulang belulang dan organ-organ tubuh manusia.
Jadi, biarlah semua orang dengan sepenuh hati melakukan hukum-hukum ini setiap hari dalam hidupnya.

Ini adalah hukum yang pertama yang berkaitan dengan verbal.
Hukum yang ke 2 yang berkaitan dengan verbal adalah hukum yang ke 9, jangan berdusta.
Walaupun berkaitan dengan verbal, tapi tidak bisa dilepaskan dari kelakuan.
Verbal tak dapat dipisahkan dari kelakuan.
Kelakuan tak dapat dipisahkan dari verbal.

Susunan dan urutan hukum dari hukum pertama sampai ke 3 ini adalah yang berkaitan dengan kelakukan dulu (hukum pertama dan ke dua), baru hukum yang berkenaan dengan verbal.
Maksudnya: seperti pepatah berkata, “Action speaks louder than words,” maka hukum yang berkenaan dengan action dulu yang ditulis, baru hukum yang berkenaan dengan kata-kata.
Kata-kata boleh banyak (jamak, plural), tapi tetap action (singular) yang “Berbicara” lebih keras.

Hukum ini menekankan jangan menyebut nama Tuhan Allahmu.
“Mu” di sana berarti:
[a] Ada hubungan milik.
Orang yang mengasihi, tak akan mengatakan hal yang jelek pada / tentang orang yang dikasihi.
Hukum ini bukan diberikan atas dasar tanpa hubungan.
Hukum ini sebenarnya lebih tepat disebut perjanjian, perjanjian dari orang yang saling mengasihi (redemptive basis).
Hukum ini juga diberikan SETELAH mereka dibebaskan dari Mesir, bukan sebelumnya.
Artinya, biarlah orang Israel mengalami kasih Tuhan dulu, baru 6 pasal kemudian dari sejak pasal 14, barulah hukum ini diberikan.

[b] Ada hubungan atas bawah, yang besar dengan yang kecil.
Tuhan jauh lebih besar dari apa yang dapat kita mengerti.
Manusia boleh memiliki sebutan terhadap Tuhan, tapi Tuhan lebih besar dari sebutan itu.
Tak ada “Nama” yang bisa mengakomodasi semua keberadaan Tuhan dengan lengkap.
Tuhan jauh lebih besar dari nama apapun yang diberikan manusia terhadap-Nya.
Nah, sebagai yang kecil, biarlah kita menghormati Dia yang besar.

[c] Ada hubungan timbal balik.
Tuhan tak hanya menuntut kita manusia melakukannya, tapi Ia sendiri juga sudah, dan masih melakukan semua yang baik ini.

Mengapa jangan menyebut dengan sembarangan?
[a] Tuhan tak suka.
Apa kesukaan Tuhan? Salah satunya dipuji.

[b] Tuhan memandang bersalah.

[c] Tuhan pasti menghukum orang yang mempermainkan nama-Nya.
Kata pasti menghukum muncul dari kata “Lo” juga.
“Jangan menyebut” memakai kata “Lo.”
“Memandang bersalah” juga memakai kata “Lo” tak bersih dari kesalahan, tak bisa lari dari konsekuensi kesalahan itu.
Seperti Ananias dan Safira yang dihukum sangat serius karena berdusta (Kis. 5).

Tuhan memberikan rangka hidup orang untuk hidup berkenan pada Tuhan dan mendapat berkat-Nya.
Ini tidak diberikan untuk mempersulit manusia, tapi untuk manusia hidup terhormat.

10 hukum ini dibagi 2:
Hukum 1-4 è hubungan manusia dengan Allah (vertical).
Hukum 5-10 è hubungan manusia dengan manusia (horizontal).

Tuhan perlu mewahyukan diri pada manusia, karena manusia tak bisa mengenal Allah dengan sempurna.
Tuhan juga mewahyukan bagaimana manusia bisa berhubungan dengan Allah dengan tepat.

Konsep nama orang Yahudi adalah nama = orangnya.
Kalau ada orang yang menjelekkan nama = menjelekkan orangnya.

[a] Jadi, hukum ini menekankan agar manusia memiliki hormat pada Allah, mengakui bahwa Allah adalah mulia / berdaulat dan tak bisa dipermainkan.
10 hukum ini berlaku bukan hanya untuk orang Kristen, tapi semua orang.

[b] Tuhan tak mau orang membawa / mencatut nama Tuhan untuk hal yang jahat / tujuan kejahatan. Bahkan juga untuk kalimat-kalimat latah “Oh, my God”/sumpah palsu “Demi Allah, saya akan bayar ”

[c] Anak Tuhan yang hidup dengan tercela, maka Tuhan juga dipermalukan. Jadi, kita harus hidup dengan hati-hati.

Kita harus memandang / menghormati Tuhan, jangan menyepelekan Tuhan.

R.C. Sproul berkata, “Kekudusan Tuhan adalah hakekat Tuhan, bukan sifat Tuhan.” Dalam hubungan antara Allah pencipta dengan orang Israel yang dicipta, mereka diperintahkan menghormati Tuhan.
Maka, orang Israel sangat menghormati nama Tuhan. Mereka tak berani menyebut nama Tuhan langsung, tapi memakai sebutan-sebutan, mis.: Adonai, dll.
Kalau mereka harus menyebut / menulis nama itu, mereka harus berhenti, cuci tangan, memakai pena baru dan menulisnya sambil berdiri.
Kekudusan Tuhan begitu tinggi, maka kita harus bicara dengan hormat.
Kepada orang yang di bawah kita, kita bisa memakai bahasa yang biasa, tapi kepada yang lebih tinggi, kita memakai bahasa yang hormat.
Nama Allah tak bisa dibuat latah, “Ya, Allah. . .”
Nama Allah dibawa dengan rasa hormat.
Untuk itu harus didasarkan pada pengenalan Tuhan yang benar.
Orang yang mengenal Tuhan, bisa mengenal diri sendiri.
Dalam buku A.W Tozzer “Mengenal Allah yang maha kudus,” dikatakan bahwa gereja telah kehilangan rasa kagum / hormat pada Tuhan.
Ke pesta, mereka memakai pakaian yang baik, mahal, yang mencari pakaian itu di lemari berjam-jam, tapi ke gereja, memakai pakaian yang tak layak.

1. Menghormati nama-Nya Allah Kudus. Merupakan hal yang sangat penting karena hal Allah sendiri yang memerintahkan. Contohnya Keluaran 3: 2-5 Tuhan menampkan diri kepada Musa, “tanggalkan kasutmu karena tempat ini kudus” demikian juga sewaktu Allah bangsa Israel mau menemui Tuhan di gunung Sinai Allah memerintahakan agar mereka membersihkan diri termasuk dalam hal mencuci pakain. Exo 19:7-13 Lalu datanglah Musa dan memanggil para tua-tua bangsa itu dan membawa ke depan mereka segala firman yang diperintahkan TUHAN kepadanya.
Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: "Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan." Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai. Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati. Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu."

2. Menghormati namanya yang kudus kita harus hidup dalam kekudusan terutama hati yang suci I Petrus 1:15-16” tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
Ibrani 12 :14”Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Keluaran 20:7
Jangan Menyebut nama Tuhan,Allahmu dengan sembarangan. William Shakespeare mengatakan bahwa Apalah arti semua nama? Sekuntum bunga mawar, namanya diubah sekalipun tetap harumnya adalah harum mawar. Tetapi apakah benar bahwa nama itu tidak punya arti dan pengaruh apa-apa? Nama kalau dihubungkan dengan Tuhan, merupakan hal yang amat sangat penting dan sangat serius. Nama itu menyatakan akan Pribadi Allah. Itulah sebabnya, kita diperingatkan untuk tidak menyebut nama Allah dengan sembarangan. Kata ”sembarangan” di dalam terjemahan lama digunakan kata ”dengan sia-sia.”. Secara harfiah, dalam bahasa Iraninya berarti, ” dengan tidak sebenarnya.” Artinya, apa yang dikatakan berbeda dengan yang dimaksudkan. Apa yang diucapkan di mulut berlainan dengan yang ada di dalam hati. Karena itu sia-sia, kosong, tidak tulus dan sembarang. Dan kalau orang melakukan itu, maka Tuhan memandang bersalah.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at , 12 Juni 2009

Ayat ini merupakan bagian dari 10 Hukum yang Tuhan berikan kepada Musa. Dalam urutan 10 Hukum, ayat ini menjadi hukum yang ke-3, setelah “Jangan ada Allah lain dihadapan-Ku” dan “Jangan membuat patung yang menyerupai apa pun”. Kalau hukum pertama Allah ingin menunjukkan Allah yang sejati dan palsu, sementara hukum kedua menunjukkan perbedaan Pencipta dan ciptaan, maka hukum ketiga ini menunjukkan Pribadi Allah itu sendiri. Nama menunjuk pada pribadi dan identitas orang itu sendiri. Nama Allah yang disebut disini dipakai nama YEHOVAH Elohim. Yehovah adalah the covenant of God; dan Elohim adalah God of creation. Dalam bahasa Ibrani, nama Allah dipakai dalam berbagai macam sebutan dan tujuan yang berbeda, misalnya:

Nama-nama Allah
Nama Allah
Arti
Referensi
Penjelasan
Elohim
Allah
Kej. 1:1; Bil. 23:19;
Maz. 19:1
Mengacu kepada kekuatan dan kekuasaan Allah. Hanya Dialah Allah yang tertinggi dan sejati.
Yahweh
TUHAN
Kej. 2:4; Kel. 6:2,3
Nama utama dari yang Ilahi.
El Elyon
Allah Mahatinggi
Kej. 14:17-20; Bil. 24:16; Maz. 7:17; Yes. 14:13, 14
Dia di atas segala sesuatu; tidak ada hal yang tersembunyi.
El Roi
Allah yang melihat
Kej. 16:13
Allah melihat semua ciptaannya dan tahu pelanggaran umat-Nya.
El Shaddai
Allah Mahabesar
Kej. 17:1; Maz. 91:1
Allah sangat berkuasa
Yahweh Yireh
TUHAN akan menyediakan
Kej. 22:13, 14
Allah akan memenuhi segala kebutuhan kita.
Yahweh Nissi
TUHAN adalah panji-panji
Kel. 17:15
Kita haris ingat Allah-lah yang akan menolong kita.
Adonai
Tuhan
Ul. 6:4
Allah sendirilah yang memerintah segala sesuatu.
Yahweh Elohe Yisrael
TUHAn Allah Israel
Hak. 5:3; Maz. 59:5;
Yes. 17:6; Zef. 2:9
Dia adalah Allah dari bangsa Israel
Yahweh Shalom
TUHAN adalah damai
Hak. 6:24
Dialah Allah yang memberikan damai dan bukan ketakutan.
Qedosh Yisrael
Yang Suci dari Israel
Yes. 1:4
Allah adalah sempurna secara moral.
Yahweh Sabaoth
TUHAN semesta Allah yang menguasai bumi dan sorga
1 Sam. 1:3; Yes. 6:1-3
Allah adalah Pelindung dan Penyelamat kita.
El Olam
Allah yang kekal
Yes. 40:28-31
Allah adalah kekal. Dia tidak akan pernah binasa.
Yahweh Tsidkenu
TUHAN adalah kebenaran kita
Yer. 23:6; 33:16
Allah adalah standar kebenanaran untuk perilaku kita. Dia yang membuat kita menjadi orang benar.
Yahweh Shammah
TUHAN ada di sana
Hez. 48:35
Allah selalu hadir dalam kehidupan kita.
Attiq Yomin
Hari-hari Bersejarah
Dan. 7:9, 13
Allah adalah otoritas yang mutlak. Suatu hari nanti Ia akan menghakimi seluruh bangsa.

Hal lain yang menarik dari nama Allah adalah Ia memiliki nama unik dari setiap kitab yang ada dalam Alkitab. Dibawah ini saya ada list dari nama-nama Allah dalam setiap kitab itu:
In Genesis, He is the Creator God.In Exodus, He is the Redeemer.In Leviticus, He is your Sanctifier.In Numbers, He is your Guide.In Deuteronomy, He is your Teacher.In Joshua, He is the Mighty Conqueror.In Judges, He gives victory over enemies.In Ruth, He is your Kinsman, your Lover, and your Redeemer.In I Samuel, He is the Root of Jesse.In 2 Samuel, He is the Son of David.In 1ST and 2nd Kings, He is King of Kings and Lord of Lords.In 1st and 2nd Chronicles, He is your Intercessor and High Priest.In Ezra, He is your temple, your house of worship.In Nehemiah, He is your mighty wall, protecting you from your enemies.In Esther, He stands in the gap to deliver you from your enemies.In Job, He is the Arbitrator who not only understands your struggles, = but has the power to do something about them.In Psalms, He is your Song - and your reason to sing.In Proverbs, He is your wisdom, helping you make sense of life and live = it successfully.In Ecclesiastes, He is your purpose, delivering you from vanity.In the Song of Solomon, He is your Lover, your Rose of Sharon.In Isaiah, He is the Mighty Counselor, the Prince of Peace, the = Everlasting Father, and more. In short, He's everything you need.In Jeremiah, He is your Balm in Gilead, the soothing salve for your = sin-sick soul.In Lamentations, He is the ever-faithful One upon Whom you can depend.In Ezekiel, He is your Wheel in the middle of a wheel -- the One who = assures that dry, dead bones will come alive again.In Daniel, He is the Ancient of Days, the everlasting God who never runs= out of time.In Hosea, He is your Faithful Lover, always beckoning you to come back = when you have abandoned Him.In Joel, He is your Refuge, keeping you safe in times of trouble.In Amos, He is the Husbandman, the One you can depend on to stay by your= side.In Obadiah, He is Lord of the Kingdom.In Jonah, He is your Salvation, bringing you back within His will.In Micah, He is Judge of the nation.In Nahum, He is the jealous God.In Habakkuk, He is the Holy One.In Zephaniah, He is the Witness.In Haggai, He overthrows the enemies.In Zechariah, He is Lord of Hosts.In Malachi, He is Merciful.In Matthew, He is King of the Jews.In Mark, He is the Servant.In Luke, He is the Son of Man, feeling what you feel.In John, He is the Son of God.In Acts, He is the Savior of the world.In Romans, He is the righteousness of God.In I Corinthians, He is the Rock that followed Israel.In II Corinthians, He is the Triumphant One, giving victory.In Galatians, He is your liberty; He sets you free.In Ephesians, He is Head of the Church.In Philippians, He is your joy.In Colossians, He is your completeness.In 1st and 2nd Thessalonians, He is your hope.In I Timothy, He is your faith.In II Timothy, He is your stability.In Philemon, He is your Benefactor.In Titus, He is truth.In Hebrews, He is your perfection.In James, he is the Power behind your faith.In I Peter, He is your example.In II Peter, He is your purity.In I John, He is your life.In II John, He is your pattern.In III John, He is your motivation.In Jude, He is the foundation of your faith.In Revelation, He is your coming King.

Pelajaran yang bisa saya dapatkan dari sana adalah:
1. Nama Allah menunjuk pada Pribadi Allah
2. Pribadi Allah menujuk pada nama-nama yang berbeda.
3. Nama-nama yang berbeda menunjuk pada peran yang berbeda.
4. Peran yang berbeda menunjuk pada keunikan dalam diri Allah.
5. Nama Allah adalah nama yang menyelamatkan (lih. Kis. 4:12)
6. Nama Allah di adalah nama di atas segala nama (lih. Fil. 2:9)

Latar belakang hukum ke-3, “Menyalahgunakan nama Allah”: Pada masa Israel baru keluar dari Mesir. Bangsa Mesir menyembah banyak berhala, misalnya menyembah dewa sungai nil, dan sebagainya. Maka Tuhan memimpin Israel hendak menghilangkan kebudayaan Mesir yang merusak ini.

Seperti yang telah dijelaskan nama di dalam Alkitab selalu menunjuk kepada pribadi, demikian juga dengan nama Allah. Nama itu menunjuk kepada pribadi dan pribadi itu menunjuk pada sifat atau karakter. Karakter itu bisa dan mampu untuk dikenali, itu artinya Allah dengan menyatakan nama-Nya Ia ingin menyatakan karakter-Nya kepada manusia. Jadi karakter sangat erat dengan pengenalan.
Jadi dengan demikian, penyebutan nama Allah dengan sembarangan adalah suatu bentuk ketidakkenalan manusia akan Allah, atau kesalahan manusia mengenal pribadi Allah. Artinya manusia itu sama sekali tidak mengenal Allah. Jadi sebenarnya penyebutan nama Allah dengan sembarangan adalah suatu bentuk kejauhan hubungan manusia dengan Allah yang disebabkan oleh dosa (bisa juga dikaitkan hubungannya dengan kerusakan total manusia).

Ada tiga hal: Nama adalah pribadi itu sendiri, Nama adalah pribadi yang diungkapkan, Nama adalah pribadi yang hadir secara aktif. Nama Allah mengandung kuasa. Dimana nama Allah terlibat disana pribadiNya juga terlibat dan akan bertindak secara pribadi. Kepribadian Allah terungkap jelas dari namaNya dan itu dihubungkan dengan segala perbuatan yang menunjukkan tentang siapa diri Allah.

Bangsa Israel lama tinggal di Mesir sebagai budak. Oleh sebab itu, Mesir banyak mempengaruhi kehidupan Israel. Khususnya di dalam kebudayaan, dan penyembahan kepada dewa. Maka sebelum mereka ke tanah Kanaan, Allah memberikan 10 hukum. Ada tiga hal:
· Tuhan memberitahu bahwa namanya adalah Yahweh. Ia memperkenalkan dirinya. Sementara yang disembah bangsa-bangsa lain bukan Allah.
· Ia adalah Allah yang membebaskan dari tanah perbudakan.
· Ia adalah satu-satunya objek penyembahan yang sejati.
Eka Darma Putra, ketika orang memperilah yang bukan Allah, dan sekaligus menisbikan yang mutlak, ketika orang yang memberhalakan yang kelihatan sehingga hidupnya mengalami pendangkalan spiritual yang amat memprihatinkan, ketika yang ilahi tidak dipermuliakan tetapi di naifkan dan dihujat dalam ucapan dan tindakan khususnya dalam paradigma tindakan. Itulah makna hukum; “jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan.”

Apakah arti menghormati nama Allah yang kudus? Mengapa harus menghormati nama Allah: karena Allah melarang menyebut namanya dengan sembarangan. Dalam Ibrani, kata “jangan” menekankan suatu larangan yang mutlak. Kenapa tidak boleh menyebut sembarangan, karena Allah “melarang” kita, dan Allah “memandang bersalah.” Karena nama Allah itu kudus, murni, sempurna, dan benar. Karena nama Allah terkait erat dengan seluruh eksistensi Allah sendiri, karyaNya, kekuasaanNya.
Bagaimana cara menghormati nama Allah? Ayat 7: kata “sembarangan” yaitu perkataan yang sia-sia, atau menyebut nama Tuhan sebagai pembuktian bahwa kita benar, padahal kita bohong. Ada dua hal: tidak boleh menyebut nama tersebut untuk mengutuk atau menyumpahi orang lain; kita harus menghormati nama Allah dengan cara yang layak, yaitu dalam ibadah. Bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk penyembahan kepada Allah.

Tidak peduli seperti apa arti nama. Yang Tuhan tuntut adalah respect. Ketika nama Allah tidak digunakan sebagaimana mestinya disanalah kita meremehkan nama Allah. Tindakan seperti apa yang bisa dikategorikan menyebut nama secara sembarangan? Yaitu, lain di mulut lain di hati. Yang Tuhan kehendaki adalah integritas. Ibadah dan pelayana tidak ada kepalsuan.

Nama Allah bersangkut paut dengan pribadi Allah sendiri. Pribadi Allah itu kudus. Jadi kalau orang menyebut dengan sembarangan, itu penistaan kepada pribadi Allah. Spirit dalam hukum yang ke-3 adalah respect kepada Allah berdasarkan hati yang mengasihi, takut dan mengenal Dia.
Dalam pengertian praktis bagaimana kita melakukan penghinaan? Menemukan 2 hal:
· Istilah “sembarangan” (emtyness), tidak ada makna sama sekali. Misalnya waktu kita kaget, lalu menyebut nama Allah. Atau “kesia-siaan” (vanity). Nama Tuhan kita pakai untuk menutupi segala kepalsuan. Apapun yang menunjuk tidak berdasarkan fakta (baik materian, moral) cara hidup (dusta, kejahatan, kehidupan yang menyimpang, penuh tipu daya) menunjuk kepada kesia-siaan. Mengelabui untuk menutupi kehidupannya yang bobrok.
· Berkenaan dengan bersumpah palsu. Bersumpah biasanya digunakan di pengadilan. Pada waktu itu kita dilakakan, tidak boleh ditambah, dikurang.
Menyebutkan nama Tuhan secara sembarangan tidak boleh terjadi, “jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak.” Jika kita tidak menemukan kebenaran dalam hidup, itu pasti bukan dari Allah.

10 hukum merupakan suatu order yang kodrati dalam hidup manusia, mengatur relasi antara ciptaan dan yang mencipta. Seluruh hukum bagian pertama: relasi ciptaan dan sang pencipta, termasuk larangan jangan menyebut nama Tuhan secara sembarang. Penyembahan berhala berkaitan dengan menyebut nama Allah secara sembarangan. Inti penyembahan berhala menjadikan bukan Allah menjadi Allah. Sedangkan menyebut nama Tuhan secara sembarangan menyebut Allah menjadi bukan Allah. Terjadi pembalikkan. Pemyembahan berhala menjadikan yang tidak bermakna menjadi bermakna. Intinya, baik menyembah berhala maupun menyebut nama Tuhan secara sembarangan, mengganti Allah atau tidak menempatkan Allah pada tempatnya Allah di dalam relasi ciptaan dengan sang pencipta.

Tuhan menetapkan aturan main kepada bangsa Israel, dengan maksud supaya orang Israel tau sifat Allah, tau pola hidup yang Allah inginkan, supaya mereka tau bahwa Tuhan sungguh mengasihi mereka.
Istilah sembarangan ada beberapa arti: (1) Menyalahgunakan: orang sudah tau tetapi menyalahgunakannya. Misalnya ada orang nodong pake nama Tuhan, membius jemaat dengan nama Tuhan demi keuntungan, dan sebagainya. Dia tau orang pasti takut nama Tuhan oleh sebab itu dipakai. (2) Serba munafik. (3) Menyebut nama Tuhan dengan tidak hormat dari dalam hati. Mensius mengatakan, “satu panah bercun hanya bisa membunuh satu orang saja, tetapi lidah yang beracun bisa membunuh seribu orang.”
Tuhan memandang bersalah artinya: (1). Tuhan tidak melepaskan dia dari hukuman, pasti dihukum. Betapa seriusnya dosa ini. (2) Tuhan tidak akan pernah melupakan.

Bung Karno mengatakan “What is in the name?” Di dalam nama ada tiga hal: menunjukkan pribadi Allah; ada kewibawaan dan otoritas Allah; ada martabat Allah. Menyebut nama secara sembarangan, menyinggung tiga hal tadi.
Waktu khotbah sebaiknya jangan hanya menguraikan kengerian karena nama Allah disebut secara sembarangan tetapi juga menguraikan nama Allah yang “manis.” Misalnya, Yoh 13:14-15, “Apa yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya”, berhubungan dengan otoritas: berkat, anugerah, kasih karunia Allah. Bayangkan, “Yesus melakukan untuk kita!” Ketika kita memperlakukan nama Allah dengan baik, ada berkat dibelakannya.