Kamis, 25 Juni 2009

BERDOALAH SENANTIASA

BERDOALAH SENANTIASA
Lukas 18:1-8
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Rabu, 03 Juni 2009
Dalam Ps. 17, Yesus bicara mengenai kedatangan kerajaan Allah. Kemudian, Yesus menyambung mengenai doa.
Jadi, ada pesan yang Yesus sampaikan yaitu:
[a] Masa penantian itu harus menjadi masa berdoa.
Yesus bicara mengenai senantiasa berdoa dibandingkan dengan hakim yang lalim.
Hakim itu ditegaskan bahwa ia bukan orang percaya.
Hakim ini dihadapkan dengan janda yang tak punya backing / sandaran / andalan.
Pesannya: kepasrahan berdoa dari orang yang tak punya apa-apa yang dapat diandalkan. Janda ini tak punya cara lain untuk diandalkan. Jadi, dalam berdoa, manusia hendaknya HANYA mengandalkan Tuhan.

[b] Tuhan pasti memperhatikan, lebih dari hakim yang lalim.

[c] Apakah ada iman pada waktu Tuhan datang. Berdoa itu harus selalu dikaitkan dengan iman. Semua agama mengucapkan doa yang kata-katanya diulang-ulang / bertele-tele. Misalnya: Orang Katholik mengucapkan doa Santa Maria 100x, Orang Islam juga, Orang Buddha juga.

Iman itu percaya bahwa Tuhan pasti akan menjawab yang terbaik.
Iman bukan melaporkan rencana / scenario kita, supaya Tuhan menuruti kemauan kita.
Illustrasi: Ada seorang pastor yang kebanjiran. Tatkala air sudah tinggi, orang berkali-kali datang bawa perahu mau menolong, tapi pastor itu menolak. Sampai akhirnya, ia meninggal. Sampai di Surga, ia bertanya, “Mengapa Tuhan tak menolong?” Tuhan menjawab, “Sudah berkali-kali kirim perahu, tapi kamu tak mau.”
Pesan: Pastor itu mau Tuhan menolongnya dengan jalannya sendiri.

Doa yang beriman adalah seperti doa Sadrach, Mesach dan Abednego. Kalau Tuhan mau tolong ya tolong dengan cara-Nya, kalau tidak, ya tidak apa. Silahkan dengan cara Tuhan, tak perlu harus sesuai dengan cara kita.

Seringkali orang percaya tergoda, waktu permintaannya dalam doa tak terjawab, maka ia menyerah (give up). Give up berdoa sama sekali, atau give up berdoa mendoakan hal tertentu.
Yesus berkata agar berdoa terus menerus dan harus beriman.
Jadi, bagian kita adalah berdoa terus menerus.
Dan jawaban doa itu kita serahkan pada Tuhan.
Tuhan juga menyebut “Orang-orang pilihan” = Tuhan memberi hak / kesempatan agar kita meminta / menghampiri Dia.
Illustrasi: Pdt. Buby Ticoalu sedang mempersiapkan Firman Tuhan dan berkata agar anaknya jangan ganggu. Eh. . . ada orang jualan es langganan lewat, anaknya mengetuk pintu kamar agar dikasih uang untuk beli es. Setelah mengetuk lama, pintu tak dibukakan

Doa = napas orang Kristen.
[a]. Ada 3 kata ditekankan:
[1]. Harus.
Harus = necessity, bukan optional.

[2]. Selalu.
Selalu = keep on / always / continuous.

[3]. Tak jemu-jemu.

Jadi, kita harus bertekun berdoa dalam segala hal, sampai Yesus datang kembali.

[b]. Ada musuh.
Musuh kita adalah iblis.

[c]. Ada iman.
Iman = mempercayakan diri pada siapa yang kita percaya.

Kalau kita baca sepintas, Tuhan bukan dipersamakan dengan hakim. Penekanannya, bukan pada persamaannya, tapi pada perbedaannya. Kalau hakim saja mau menolong, mungkin dengan motivasi yang salah, apalagi Tuhan.

Orang Kristen ada yang luntur berdoa.
Doa bukan menggosok lampu Aladdin = minta apa saja, pasti diberi.
Orang Buddha mencari klenteng mana yang kalau berdoa, pasti diberi (you qiu pi ing).
Orang Kristen jangan berharap bahwa setiap sakit, pasti sembuh; punya persoalan, pasti beres.
Dalam Luk. 18 ini, kita perlu mengenal diri dan siapa yang mendengar permintaannya.
Kalau kita sadar bahwa kita tak berdaya, kita bisa berdoa pada Allah yang baik itu.

3 macam doa yang tak didengar:
[a] Doa orang sombong.
[b] Doa orang yang tak tulus (Mz.m 68:13).
[c] Doa orang yang ingin melampiaskan hawa nafsu (Yak. 4).

Doa yang benar:
[a] Perlu ketekunan.

[b] Perlu introspeksi / memeriksa hati, apa motivasi kita. Janda ini meminta sesuatu yang sangat urgent / menyangkut hidup matinya.

[c] Doa itu indah pada waktunya, semua akan dijawab oleh Tuhan yang Maha Baik.

Manohara minta tolong Kedutaan Indonesia di Singapore pada hari Minggu. Mereka menolak dan mengatakan agar tunggu sampai Senin, walaupun Mano sudah mengatakan hal itu adalah emergency.
Lukas itu seorang dokter bedah, tapi ia sangat rohani.
Dalam buku ini saja, ada 9x kata “Doa” muncul dalam 6 pasal.
Lukas punya konsep doa yang sangat baik.

[a] Tuhan tahu mana yang emergency dan mana yang tidak.
Tuhan tak akan menuruti kehendak manusia, kalau itu tak sesuai dengan kehendak-Nya.
Kita ada untuk Tuhan, bukan Tuhan ada untuk kita. Tuhan berdaulat. Tuhan tak takut dengan suara / volume / banyaknya massa orang yang berdoa.

[b] Tuhan tak pernah terlambat.

[c] Tuhan tak pernah pandang bulu.
Janda miskin, Ia tolong. Raja Daud, juga Ia tolong. Ia tak pilih kasih menolong siapapun yang memang menurut Tuhan perlu ditolong.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at , 05 Juni 2009

Perumpamaan untuk menegaskan
a. It is binding—mengikat.
b. It is necessary—penting.
c. It is proper—sepatutnya, sepantasnya, tepatnya.
d. Its ineritable—tak dapat dielakkan, tak dapat dihindarkan.
Bahwa mereka harus selalu berdoa.
Beberapa catatan:
1. Perumpamaan tersebut justru dipakai Tuhan untuk mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya karakter dan sikap seorang hakim. (bdg. Ul. 1:16-17) bukan menggambarkan karakter Tuhan.
2. Ada kalanya doa-doa kita segera dijawab Tuhan, bukan magsud Tuhan untuk mengulur –ulur waktu namun Dia menghendaki kita tekun dalam berdoa (. . . yang siang malam berseru kepadaNya) Tuhan tahu kebutuhan kita dan apa yang terbaik bagi kita (Mat. 6:8; Luk. 18:8)
3. Kata “membenarkan” –to vindicate—mempertahankan memulihkan hak seseorang, to avenge—membalaskan dendam seseorang.
4. Ada hubungan yang erat antara doa dan iman, orang yang berdoa memiliki iman, keyakinan, kesetiaan. (Ibrni. 11:6)

Terjemahan lain “tetaplah berdoa dan jangan putus asa”, dalam kehidupan jemaat yang berdoa tetapi tidak dijawab, dalam situasi spt ini ada jemaat yang tidak berdoa segala sesuatunya baik. Bagaimana kita bisa mengajarkan bahwa doa penting. Antropormisme, Allah digambarkan sbg seorang hakim yang dikatakan sebagai seorang hakim yang dapat menjawab persoalah. Cpt atau lambat kita akn mengalami masalah, dan yang tepat untuk menolong kita adalah Tuhan.
1. Tuhan itu pasti care/peduli, ada kekontrasan antara hakim yang hanya memihak kepada orang yang punya kedudukan. Allah peduli dalam kondisi yang bagaimanapun kpd kita.
2. Allah yang penjawab, ketika kita berdoa dan memohon, (tunggu, tidak, ya) Dia akan menjawab. Cepat atau lambat Dia akan menjawab.
3. Tuhan akan membrikan yang terbaik sbg orang-orang pilihan, Dia memiliki rencana yang indah.

Doa itu sering disalah konsepkan, doa bukan menarik Tuhan dalam hidup kita, kita diminta utk mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita.

Hakim itu, dia karena jenuh dan tidak mau direpotkan shg dia menjawab, dari segi Allah, Dia akan memberikan pemeliharaan spt ketika DIa menciptakan.

Sms:”Keindahan sebuah doa bukanlah dari kata-kata tapi dari kerinduanmu untuk berdoa. . .jawaban sebuah doa bukanlah dari kehebatanmu berdoa tetapi dari ketekunanmu untuk terus berdoa”. Doa adalah suatu hubungan dan ketergantungan kita kepada Allah, saat kita berdoa dan berseru.

Bill Haybells: doa merupakan hal yang tidak natural krn sejak kecil kita diajarkan utk mandiri, doa merupakan interupsi dari manusia modern. Kita tidak spt janda yang spt ini, tidak punya apa-apa, kita adalah ahli waris dalam Kristus. Orng Kristen tidak berdoa krn merasa Tuhan tidak mampu, bagaimana kunci kefektifan doa, kenapa Dia susah menjawab doa kita?padahal Tuhan senang menjawab doa kita, dan tidak menangguhkan doa kita dan kita akan menjawab yang terbaik kpd kita anakNya.

Mendorong jemaat utk hadir dalam kebaktian doa.

Inti ini adalah perumpamaan ttng Kerajaan Allah, karakter dari warga KA yang harus tekun berdoa. Berdoa tak jemu-jemu, bahwa kita datang kepada hakim yang adil dan kita harus sungguh-sungguh berdoa, bahwa Dia tidak akan mengulur-ulur waktu dalam menjawab doa. Bagaimana kita berdoa?
1. Mengulang-ulang doa.
2. Semakin meningkatkan intensitas doa.
3. Aktualisasi doa, kembali bersyukur stlh doa dijawab.
4. Karena ada kebutuhan yang mendesak.
5. Ada kasih.
6. Ada iman.

Pengalaman pelayanan di Bonti.
1. Kalau kita meminta kpd jangan tanggung-tanggung mnta yang besar. Pengalaman Elisa, raja Yoas.
2. Bertahanlah sampai ada jawaban dari Tuhan, spt pengalaman Abraham.
3. Bekerjasamalah dengan Tuhan, kita meminta Tuhan mengaminkan.
4. Utamakan kemuliaan Tuhan, untuk kepentingan Tuhan.

Janda memiliki persoalan yang membuat ia menderita shg ia mencari pertolongan kpd hakim, janda ini memiliki iman yg sungguh bahwa hakim ini bisa menolong dia, dia bertekun sampai dia menolong. Jika memiliki persoalan maka datanglah kepada Allah kita.

Satu hal ttng doa, seluruh kehidupan Kristen dapat digambarkan bagaimana doanya. Mengontraskan antara Allah dengan hakim yang tak benar, hakim yang lalim mengulur waktu, Allah segera dan tidak mengulur waktu. Hakim bertindak menurut kepentingan dirinya, Allah bertindak untuk kepentingan umat. Sejarah orang Yahudi tentang pengadilan, janda ini sangat miskin yang langsung menghadap hakim yang dianggap sebagai pembela. Kaitan doa dengan iman, menata ulang secar radikal bagaimana relasi kita dengan Tuhan, apakah bila doa kita dijawab apakah kita bergantung kepadaNya?

Firman Tuhan dalam Lukas dan Tesalonika, megajarkan kita untuk memiliki doa yang terus menerus dan tidak jemau-jemu. Karena doa bukan sekedar meminta sesuatu, tetapi jauh lebih besar dan lebih baik dari itu. Arti yang terdalam dari doa adalah persekutuan dengan Allah, menikmati kehadiranNya, menunggu kehendakNya, mengucap syukur u kemurahanNya. Sebuah teriakan dari si janda, sebuah pengakuan kepada kita. Charles Swindoll:”Didalam doa lebih baik memiliki hati tanpa kata-kata, daripada memiliki kata tanpa hati.

Pendahuluan: John Wesley (Wesley L. Duewel, Menjangkau Dunia Melalui Doa: Kalam Hidup, 1986) pernah berkata, “Tuhan tidak akan melakukan apapun di Surga, selain menjawab doa yang penuh dengan kepercayaa.” R. C. Sproul (Kebenaran Dasar Iman Kristen: SAAT, 2007) menulis, “Di dalam dan melalui doa, kita mengekspresikan penghormatan dan pemujaan (adoration) kita kepada Allah; kita menelanjangi jiwa kita dalam pengakuan (confession) yang tulus di hadapan Dia; kita mencurahkan pengucapan terima kasih (thanksgiving) dengan hati yang bersyukur; dan kita mengajukan permohonan-permohonan (supplication) kita kepada-Nya.”
1. Tuhan Yesus sangat menekankan pentingnya doa. Dia sendiri memulai pelayanan-Nya dengan doa dan puasa (Mat. 4), ditengahi dengan kehidupan yang berdoa setiap hari sebelum matahari terbit (Mrk. 1:35); dan pada malam hari sebelum beristirahat (Mat. 14:23; Mrk. 6:46). Kemudian mengakhiri pelayanan dan hidup-Nya di dunia dengan berdoa di taman Getsemani (Mat. 26:36-46). Dalam pengajaran-Nya, Yesus juga sering berbicara soal doa. Sebagai contoh, permumpamaan tentang teman yang meminjam tiga potong roti pada waktu tengah malam (Luk. 11:5-8) , Yesus menekankan keadaan terdesa dan kesungguhan doa yang dibangun di atas dasar kebaikan Allah Bapa (Mat. 7:7-11). Perumpamaan tentang pemungut cukai dan orang Farisi (Luk. 18:10-14), Kristus menuntut kerendahan hati dan penyesalan melalui doa dan sekaligus mengingatkan kita mengenai bahaya menyombongkan diri.

2. Secara khusus dalam Lukas 18:1-8, Tuhan Yesus mengajar dan menantang setiap orang Kristen supaya terus berdoa dengan tekun. Yesus tidak menyamakan Allah dengan hakim yang tidak adil, namun Ia hendak menyatakan berapa banyak atau intensitas kita berdoa. Jika seorang hakim yang tidak adil saja dapat melakukan hal yang baik, meskipun dengan motiv yang jahat apalagi Allah yang baik pasti akan melakukan hal yang jauh lebih baik sebagai respons terhadap permohonan doa dari anak-anak-Nya (Mat. 7:11). Di sini Tuhan Yesus mempertentangkan antara hakim yang tidak adil dengan Allah yang baik. Ada kalanya Allah tidak langsung menjawab doa kita bukan karena Ia acuh tak acuh terhadap kita, melainkan karena Ia hendak mengembangkan kasih kita dan melatih iman kita agar selalu bersandar kepada-Nya. Tuhan Yesus menghendaki para pengikut-Nya berdoa dengan terus menerus. Dari perumpamaan janda yang ulet ini kita belajar beberapa hal:

3. Pertama, kita harus bertekun dalam doa sampai Yesus datang kembali (Luk. 18:1, 7-8; Rm. 12:12; Ef. 6:18; Kis. 4:2; 1Tes. 5:17). Perumpamaan Yesus dalam perikop ini berhubungan erat dengan perikop di atas dan merupakan bagian penutup tentang kedatangan kerajaan Allah (Luk. 18:20-37). Penekanan pada ayat 1, 7-8 adalah bahwa doa merupakan suatu aktivitas yang harus secara konstan di lakukan dalam kehidupan setiap orang Kristen sampai Kristus datang kembali. Karena itu, alasan seperti kurangnya waktu, terlalu banyak tanggung jawab, terlalu sibuk, banyak hal yang harus dikerjakan, kurang bersemangat dan sebagainya, tidaklah dapat dijadikan alasan untuk membenarkan saudara jarang dan tidak berdoa. Firman Tuhan menyatakan dengan jelas bahwa Tuhan Yesus menghendaki kita selalu berdoa (Mat.6:5-9; 7:7-11). Rasul Paulus berkata, “Tetaplah berdoa” (1Tes. 5:17). Selain merupakan perintah Ilahi, doa juga merupakan suatu undangan yang agung dan mulia dari Allah (Ibr. 4:16). Martin Luther (Donald S. Whitney, Disiplin Rohani: Literatur Baptis, 1991) berkata, “Pekerjaan seorang penjahit ialah membuat pakaian, pekerjaan seorang tukang sepatu ialah membuat sepatu, pekerjaan seorang Kristen ialah berdoa.” Jika anda seorang Kristen, maka tidak bisa tidak, anda harus memiliki komitmen untuk berdoa secara konstan setiap hari.

4. Kedua, doa yang tak jemu-jemu mencerminkan iman yang sejati seseorang (Luk. 18:8). Selain berbicara soal doa yang bersifat kontinuitas, Tuhan Yesus juga menekankan betapa pentingnya iman dari orang-orang yang berdoa. Sama seperti janda ini, meskipun mengalami penolakan berkali-kali, namun ia tidak putusasa karena ia memiliki iman dan pengharapan bahwa hakim yang tidak adil ini pasti akan menolong dia. Indikasi ini secara implisit maupun eksplisit dinyatakan Yesus dalam ayat 3 di mana janda ini selalu datang kepada sang hakim itu. Demikian juga pada ayat 8 , Ia bertanya, “ jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Dengan kata lain, pada saat orang percaya menghampiri Allah melalui doa, mereka harus memiliki preposisi yang jelas dan benar tentang Allah, bahwa Ia baik, Ia mampu melakukan segala perkara yang ajaib dan Ia bersedia menolong dan memberikan yang terbaik kepada kita pada waktu-Nya. Penulis Ibrani berkata, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibr. 11:6).

5. Ketiga, dalam hidup ini kita mempunyai beban berat, tantangan, kesulitan dan musuh, yaitu Iblis, maka doa dapat melindungi kita dari si jahat (Luk. 18:3; 1Ptr. 5:8; Mat. 6:13). Karena itu, pada ayat ke 3, kita melihat tujuan janda tersebut datang kepada hakim yang jahat adalah karena ia menghadapi persoalan dalam hidupnya. Ia berkata, “belalah hakku terhadap lawanku.” Pada poin ini, tidak dijelaskan hak apa yang dimaksud dan siapa yang menjadi lawan bagi janda itu, namun pada prinsipnya ia menyadari dirinya lemah dan tak berdaya menghadapi tantangan dan kesulitan sehingga ia membutuhkan bantuan. Meskipun pada saat ia datang mengajukan petisinya, ia mengalami penolakan bertubi-tubi dari sang hakim itu, tetapi ia tidak pernah berputusasa dan menyerah begitu saja. Ia secara kontinuitas datang menghadap sang hakim dan meminta perkaranya dibela dan ditolong sampai akhirnya permohonannya dikabulkan juga meskipun bukan dengan motiv kasih tetapi demi privasinya tidak diganggu (lihat ayat 4-5). Melalui poin ini, Tuhan Yesus hendak mengajar kita bahwa hidup ini tidak pernah luput dari kesulitan, tantangan, rintangan, pencobaan dan beban berat, namun pada saat yang sama Ia menawarkan bantuan dan pertolongan kepada kita umat tebusan-Nya. Tuhan Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28).

Pilip Yancy mengatakan; dunia ini tertarik kpd manusia krn gemerlapanya, tetapi Tuhan tertarik ketika manusia merasa tergantung hanya kepada Tuhan. Jika tidak maka Tuhan tidak tertarik kepada kita. Kekurangan apapun yang kita alami berbicaralah dan memintalah kepada Allah, dan jika kita bergantung kepda manusia maka tidak ada gunangya.

Keadilan Tuhan yang memberi, seandainya jika kita mjd janda pasti sulit,kenapa kita tidak tukar nasib mungkin persoalan akan selesai (hakim jadi janda, janda jadi hakim) bersama dengan Tuhan maka masalah akan diubahkan. Janda yang selalu datang maka dia diubahkan. Doa yang sejati bukan hanya mengubah keadaan tetapi mengubah struktur jiwa mnjd matang.

Berdoa dng tidak kehilangan hati/meredup. Melihat konteks “kapan cukup itu cukup”. Terus menerus, dalam kontks riil dia berharap the rigtiusness of God bila kita berdoa spt itu maka Allah pasti akan memberi dan menjawab. Minta sesuai dengan kehendak Tuhan, kesaksian jemaat di setrasari.

Jika Doa yang tidak jemu ada kaitannya dengan iman, bagaimana dengan mereka yang doa dg biasa apakah mereka tidak punya iman? Bila kita datang kepada Tuhan maka kita harus percaya bahwa Dia ada dan senang memberi kepada anakNya dan juga mereka yang hatinya berkobar-kobar.

1. Kita berdoa karena ada lawan, yaitu masalah, penyakit dll, karena itu perlu berdoa.
2. Status janda yang tidak berdaya dan tidak punya andalan, sikap spt itu harus kita miliki dalam berdoa.
3. Kita berdoa karena Allah patut diandalkan, bukan spt hakim yang lalim. Allah tidak pernah merasa direpotkan dengan doa kita, Dia dnegan senang hati menolong dan segera akan menolong, apalagi kita memiliki iman yg spt itu. Mendorong jemaat untuk hadir dalam doa, karena menurut survey yang hadir dalam kebaktian doa hanya 10-15%.
Obama sedang manghapus hari doa,ada 12 ribu ateis yang mendukung, karena itu doa tidak berlaku di sekolah, kantor dll. Karena itu di Amerika keadaan makin merosot, kita harus makin rajin berdoa.

Kita sering mamakai doa untuk mengubah kehendak Tuhan, ini sikap yang salah. Tetapi dalam hidup sehari kita spt itu, sptnya Tuhan mendengar doa kita;spt seorang anak yang menginginkan sesuaut kpd papanya, dan papa bisa membrikan kepdanya, buka karena anak meminta tetapi karena papa itu ingin memberi, tetapi bila papa itu tidak ingin memri maka tidak akan diberi.
1. Doa adalah hubungan dnegan Allah.
2. Doa melatih kesalehan kita.
3. Doa melatih kesabaran kita.

Bagaian ini memiliki Tujuan relasi yang hidup antara Tuhan dan manusia, bagian akhir intinya”Adakah iman” ketika Dia datang kedunia.
1. Iman itu mempercayai Allah, ketika orang Kristen mempercayaiAllah lebih dari segalanya.
2. Mempercayai Allah itu berdoa, ketika kita ada persoalan ada tempat pelarian.
3. Berdoa dengan tidak jemu-jemu, bukan hanya sekali-kali, tetapi setiap saat spt perintah itu. Rumah Tuhan adalah rumah Doa, bukan rumah rapat, bukan rumah menyusun program, tetapi rumah doa.

Teologi Doa, Kontks ini membicarakan tentang jaman akhir, arti dan makna hidup meletakkan didunia utk mendaptkan apa disurga. Kita bukanlah sasaran yg dibinasakah tetapi dikasihi Tuhan. Ada 5 macam doa:
1. Doa permohonan.
2. Doa Pengucapan syukur.
3. Doa Komunikasi dg Allah tanpa suara/kata.
4. Doa Syafaat.
5. Doa pergumulan.

Disini ditekankan doa permohonan dan pergumulan, bahwa Allah bukan spt hakim yang tidak adil. Contoh wanita yang berdoa, Hanna, wanita yg sakit pendarahan, wanita yang anaknya kerasukan, ada beberapa hal.
1. Sekalipun tidak doa Tuhan tahu kebutuhan kita,utk apa doa? Doa menghubungkan kita dengan Allah, sekalipun tidak mengubah Allah.
2. Ketika kita spt janda yang tidak punya apa-apa, tetapi kita harus datang kepada Tuhan hakim segala hakim.
3. Takhta anugerah Tiuhan tersedia bagi kita.

Dalam perselisihan “4 awalan”
1. Menderita karena diperlakukan tidak adil, berdoalah kpd Tuhan agar doamu terkabul; Me, di, ter, ber. Ada satu awalan yang bersifat habit, astu style, pola,yaitu “Ber” maka kita diminta berdoa dengan tidakjemu-jemu.
2. Perselisihan kita bila kita diperlakukan dnegan tidak adil.
a. Selesaikan hubungan dnegan Tuhan secra baik.
b. Mawas diri karena sudah terlalu jauh dari Tuhan, hal itu karena kita sudah jarang berdoa.
3. Bersyukurlah kd Tuhan karena engkau tergolong orang yang lemah, ketika aku lemah aku kuat.
4. Karena kita memiliki Allah El Shaddai, datang kepadaNya hakim yang adil.
5. Iman kita penting dalam mengatasi masalah kita, Moody, dengan sedikit iman kita bisa diantar ke surga. Jika iman sedikit besar maka surga akan diundang ke dalam hati kita, walaupun dalam kesulitan kita tenang karena kita spt disurga.
6. Pada akhir zaman Yesus akn datang berbahagialah bahwa kita masih beriman.Yang membuat kita manang thd dunia yang rusak. Barang siapa yang memlihara hidup dia akan kehilangan hidup, yg tidak mempertahnkan hidup akan mendapatkan hidup kekal.