Selasa, 26 Mei 2009

ANAK ALLAH MENYATAKAN KEMULIAANNYA

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis,30 April 2009
ANAK ALLAH MENYATAKAN KEMULIAANNYA
Yohanes 2:1-11
Tidak disebutkan Yusuf suami Maria dalam bagian ini. Ada kemungkinan bahwa ia sudah meninggal.
Bagian ini adalah historical narrative, jadi jangan ditafsirkan allegory.
Anggur, ya anggur, jangan ditafsirkan sebagai cinta.
Mereka kekurangan anggur, karena pesta nikah biasanya berlangsung 1 Minggu. Berarti, mereka bukan orang kaya, sehingga bisa kehabisan anggur.
Apa maksud Maria dengan mengatakan perkataan itu?
Beberapa tafsiran:
a. Mari kita pulang, karena anggur sudah habis.
b. Maria mengharapkan Yesus melakukan mujizat untuk menolong mereka.
c. Maria yang sudah mengetahui siapakah Yesus, membuat mujizat dan menyatakan diri sebagai Mesias.

Jawaban Yesus, mau apakah engkau ibu (gunee, Yun.; woman, NIV), My hour has not yet come.
Yesus tak mau menyatakan diri sebagai Mesias, karena waktu belum sampai.
Yesus sedang mengemban tugas dari Bapa, maka setiap tindakan itu ada waktu yang ditentukan.

Air telah berubah menjadi anggur. Orang Liberal (Mis.: R. Bultmann) tak percaya mujizat ini. Ia mengatakan bahwa Yohanes mengadopsi dari dongeng kafir.

Orang yang percaya mujizat ini juga terbagi menjadi 2 golongan:
a. Hanya air yang dicedok itu yang menjadi anggur.
b. Semua air yang dalam tempayan juga menjadi anggur.

Yesus melakukan mujizat itu sebagai tanda (sign) yang menunjukkan keilahian Yesus.
Ini adalah mujizat yang pertama.
Mujizat ini juga telah membuat murid-murid percaya pada Yesus.

William Hendrickson mengatakan bahwa semua orang yang ada di pesta itu tak disebutkan dengan jelas nama mereka, hanya Yesus yang dinyatakan dengan jelas. Ini berarti, bahwa kita juga harus menonjolkan / mengutamakan Yesus saja.

Yesus yang bagaimana?
Yesus yang bukan hanya sanggup buat mujizat, tapi juga adalah Tuhan.

Anggur (oinos, Yun.) = anggur yang difermentasi / memabukkan / sari buah anggur yang belum difermentasi / sirup yang sangat manis.
Apakah, Yesus membuat sesuatu yang memabukkan?
Bukankah itu dilarang dalam Alkitab PL (Ams 23:31)?
Jadi, anggur ini adalah sari buah anggur yang belum difermentasi / tidak memabukkan. Karena, kalau ini anggur yang memabukkan, maka anggur ini lebih dari cukup untuk memabukkan semua tamu dalam pesta ini.

Orang Katholik sering berdoa pada Maria. Padahal bagian ini tak mendukung bahwa orang Kristen bisa berdoa pada Maria, supaya dikabulkan.

Jadi, apa arti ”Waktu belum tiba?” Artinya, adalah waktu untuk menyatakan mujizat itu belum tiba.

Tujuan mujizat:
a. Menyatakan kemuliaan Yesus. Melalui mujizat ini, orang bisa percaya pada Yesus yang menyelamatkan manusia berdosa.
b. Menyatakan keilahian Yesus.
c. Menyatakan kedaulatan Yesus atas alam.
d. Menjadi lambang kuasa Yesus untuk mengubah orang berdosa menjadi anak Allah.

Maria minta kepada Yesus untuk menolong orang yang mengalami kesulitan.
Apa dasar Maria minta kepada Yesus, padahal ia belum pernah melihat Yesus membuat mujizat, karena ini adalah mujizat yang pertama?
Maria pasti memiliki pemahaman/pengenalan/kepekaan dalam melihat pertumbuhan Yesus.
a. Sejak awal saja, ketika ia mengandung dengan ajaib, hal itu telah mempersiapkannya untuk menyadari bahwa Yesus yang dikandung adalah Tuhan.
b. Waktu berusia 12 tahun, ketika Yesus bersoal jawab dengan imam-imam di bait suci.
c. Waktu Yesus berpuasa 40 hari 40 malam.
Maka, setelah menyaksikan itu semua, maka Maria memberi tahu Yesus agar menolong orang yang kesulitan ini.

Waktu-Ku belum tiba = mengarah pada penekanan bahwa ”Kamu tak memiliki kuasa untuk mengatur Aku.”
Jadi, Yesus iba sehingga menolong, tapi tak perlu diatur oleh siapapun. Memang Ia sendiri adalah Maha Kasih.

1. Ayat 4, Yesus menggunakan kata ”Gunee”= wanita=perempuan ada dua kali ini pertama kali dan kedua ini (waktu di kayu salib) = yang di dalam L.A.I menerjemahkan “ibu” . Saat-Ku belum tiba, Yesus mau mengatakan Dia tak tergantung pada agenda manusia, tapi sesuai agenda Allah. Dia melayani dan bekerja tidak tergantung kepda Maria antara Yesus dengan Bapa-Nya sendiri.
2. Yesus mengadakan mujizat pertama kali pada kontex pernikahan, bukan membangkitkan orang mati. Karena pernikahan itu sebuah lembaga yang paling rapuh. Keluarga perlu Yesus, karena tanpa Yesus, pernikahan itu menjadi hambar. Kehilangan sukacita
3. Yohanes selalu bicara mengenai ”tanda,” yang Yesus lakukan untuk menyatakan hal yang significant dari tindakan Yesus (Yoh 4:54; 6:14; 9:16; 11:47 supaya murid-Nya percaya dan banyak orang percaya.
4. Kemuliaan Tuhan menarik orang datang/percaya pada-Nya.

Dalam peristiwa ini, Yesus digambarkan mau berhubungan dengan siapapun:
a. Dengan orang rendah, para pelayan.
b. Dengan pemimpin pesta = karyawan kelas tinggi.
Juga berhubungan dengan mempelai.
Hidup manusia itu sangat rentan, berubah-ubah, sekalipun dalam suasana yang bahagia, bisa langsung berubah menjadi menyedihkan/memalukan.
Karena Yesus hadir, maka mereka mengalami pertolongan.
Murid-murid melihat dan percaya.

Anggur habis=kesukaan dalam dunia ini tidak kekal.
Sudah dipersiapkan dengan baik pun, tetap habis.
Maka dalam kebahagiaan, tetap harus berjaga-jaga, sehingga tatkala ada kesusahan, bisa siap sedia.

Maria minta tolong Yesus, karena sudah berulangkali dalam rumah, Maria minta tolong pada Yesus, dan Yesus selalu menolong dengan baik. Jadi, kalau kita ada persoalan, cepat beri tahu Yesus.

Maria sangat peduli pada orang yang susah=pemerhati yang baik, di dalam/ di luar keluarga.
Waktu-Ku belum sampai = suatu nubuat Yesus, bahwa di masa depan, banyak orang yang akan menyembah Maria, maka Ia menjawab dengan kalimat yang “Kurang sopan” ini.
Maria juga tak marah mendengar jawaban Yesus, karena ia juga menyadari ada kebenaran dalam kalimat itu. Malahan, ia cepat-cepat beri tahu pada pelayan pesta, berarti ia sudah beriman pada Yesus.

Yesus datang ke pesta pernikahan di Kana.
Bukan berarti Yesus suka datang ke pesta pernikahan, karena ini satu-satunya pesta yang dikunjungi Yesus dalam pelayanan-Nya.

Mengapa datang ke pesta ini? Bukankah banyak pesta yang lain?
Karena, Yesus ingin menekankan bahwa kualitas dalam pelayanan itu penting sekali.
Ada 7 mujizat yang dicatat dalam Injil Yohanes, di mana 6 mujizat itu tak dicatat dalam injil yang lain.
Mujizat yang pertama dari 7 mujizat itu adalah mujizat air menjadi anggur.
Itu bicara mengenai kualitas.
Kualitas harus ”Lebih dari air,” harus anggur dan ”Anggur yang terbaik.”
Kalau dunia menawarkan ”Air,” gereja harus bisa menawarkan ”Anggur.”
Bagi Yesus, kualitas adalah yang pertama dalam pelayanan, bukan kuantitas.
Mungkin apa yang dilakukan ”Tidak banyak” secara kuantitas, tapi kalau dikerjakan dengan baik secara kualitas, itu lebih berarti.

Di samping itu, kemungkinan orang ini adalah orang kecil, yang tak mampu menyediakan anggur dalam jumlah banyak.
Artinya, Yesus ada perhatian pada yang kecil, di kota kecil.

Sering pesta lebih penting dari urusan rohani: berdoa, ke gereja, dll.
Datang ke pesta lebih penting dari pada datang pada Tuhan.
Maka, Hok Im Tong tidak mengizinkan pemberkatan nikah pada hari Minggu.

Dan dari pesta itu, yang penting bagi kebanyakan orang adalah makannya, bukan acara protokolernya. Karena banyak orang tak mau datang awal untuk ikut acara protokolernya, apalagi datang pada pemberkatan nikahnya di gereja, hanya datang pada acara resepsinya.

Di waktu pesta, orang juga sering jatuh dalam dosa.
Banyak orang datang ke pesta, kemudian ia menjadi batu sandungan: membawa makanan pulang, membuang-buang makanan, berebutan, dll.
Bagi Yesus, pesta pun adalah hal yang rohani, adalah waktu untuk PI.
Untuk itulah Ia datang (Mrk. 1:38).
Tidak ada waktu untuk tidak PI.
Itu juga yang Rabu kemarin dalam doa Misi ditekankan (Yoh. 9:4).

Kualitas yang bagaimana?
1. Mau datang, tidak tunggu.
Gereja sering lebih suka menunggu orang datang sendiri, tapi tidak suka mencari orang untuk datang.
2. Mau menolong, tidak diam saja.
Peduli pada kesulitan orang lain.

Banyak orang bukan menolong, tapi memperparah keadaan, memanfaatkan, bahkan menjerumuskan.
Orang yang berpesta, berpakaian indah, tapi tak bisa ”Menutupi” kebutuhan hatinya yang terdalam.
Haus akan Tuhan tak bisa ditutup dengan baju pesta.
Tuhan melihat hati, bukan melihat penampilan.
Kebutuhan hati orang adalah ”Anggur” Tuhan, yang bisa memuaskan.
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum'at ,01 Mei 2009

Peristiwa berubahnya air menjadi anggur terjadi di Kana, ini adalah mujizat yang pertama yang dibuat Yesus spy para murid melihat perwujudan kemuliaan Tuhan Yesus. Undangan yang diberikan kepada Yesus menunjukkan relasi Yesus dengan yang memeiliki pesta. Pada saat yang tepat Yesus hadir.
1. Dia peduli atas kesulitan manusia, dalam kesulian Dia menyatakan kemuliaanNya memberikan tepat pada waktunya.
2. Untuk mengalami kuasa Tuhan perlu ketaatan pada perintah Tuhan. Melakukan apa yang Dia perintahkan, ada taat dan percaya dari apa yang Yesus perintahkan.
3. Kedatangan Yesus membawa sukacita bagi keluarga itu, Tuhan Yesus merubah krisis menjadi berkat.

Pertolongan Yesus datang pada waktunya pada saat manusia menemuai jalan buntu. Kuasa Tuhan mengubah bukan lahiriah tetapi kualitas. Memberikan yang terbaik, biasanya manusia/iblis memberi yang manis dulu pahit kemudian, tetap Tuhan memberi yang baik dari awal sampai akhir. Kuasa supranatural yang dinyatakan, kapan air itu berubah jadi anggur? Tdak tahu, tetapi melalui peristiwa itu Anak Allah dinyatakan.

Sharing upacara kedukaan di Garut dari keluarga pdt Toni, yang sangat dekat dengan masyarakat. Terkadang kita kurang dekat dengan masyarakat, ditengah kesibukannya Dia tetap menyempatkan diri untuk hadir. Yesus menyatakan kemuliaanNya bukan ditengah jemaat dan gereja, tetapi ditengah pestapun Dia tetap bisa memulikan Allah dan menyatakan Dirinya. Bila kita bisa mencontoh Yesus kita bisa menyatakan kemuliaaNya dimanapun juga, Dia sangat konsen memperdulikan sesamanya.

Ada 2 perkara besar yang bisa dipelajari melalui perikop ini:
1. Pengakuan. Menantang spy orang bisa mengaku Dia melalui mujizatNya, pimpinan pesta juga mengakui akan keilahian Yesus. Ada sesuatu disana bahwa Yesus adalah Allah.
2. Pemantapan, bgi Maria tentang kandungannya bahwa bayi itu akan menjdi raja, para murid mengakuai bahwa dia adalh Anak Domba Allah. Mujizat ini makin meyakinkan para murid dan juga Maria bahwa Dia adalah Anak Allah.

Bagaimana kita dapt mengalami kemuliaanNYa.
1. Undang Yesus dalam kehidupan kita.
2. Datang kepadaNya dalam doa, spt Maria.
3. Taati firmanNya.

Alasan kenapa Yesus menyatakan kemuliaanNya?
1. Karena ada kebutuhan yang mendesak, anggur habis.
2. Ada permintaan/doa yang dipanjtkan, Maria datang kepada Yesus.
3. Ada iman dan ketaatan.
4. Agar murid percaya kepadaNya, Tujuan Yohanes menulis Injil ini adalah spy kita percaya bahwa Yesus Anak Allah.

Jika ada anggur di padang gurun apakah difermentasi/blum? Disana dikatakan bahwa air anggur adalah “sapa” air anggur yang dipanaskan shg kadar gulanya tinggi.
1. Air mjd anggur, mengubah sesuatu yang tidak berharga mjd berharga, mengubah sesuatu yang tidak berharga menjadi berharga.
2. Tempayan air basuhan jadi tmpt minum anggur, Tuhan Yesus memakai sesuatu yang hina menjadi berharga.
3. Tempayan yang kosong mjd penuh dan berharga, spt hati yang kosong dipenuhi sukacita, mengisi yang kosong menjadi penuh.

Satu hal yang menarik, dia tidak menyatakan bahwa itu mujizat tetapi tanda. Tanda menunjukkan kepada sesuatu yang lebih dari pada mujizat itu sendiri, yaitu memiliki maknateologis. Ada 7 tanda yang dicatat dalam injilnya dengan sangat selektif diebutan sebagai “tanda’ yang diperbuat oleh Yesus. “Semeia is something full of meaning” fakta ini menunjukkan bahwa dalam diri Yesus ada kuasa untuk mengubah air menjadi anggur yang harum yang diaplikasikan bahwa Yesus dapat mengubah kehidupan yang tawar menjadi bermakna dan berpengharapan. Semeia adalah tanda yg merupakan suatu tantangan yang menyembunyikan sesuatu dari Yesus, Dia berkuasa merubah air yang tawar menjadi berharga.

1. Bahwa Yohanes adalah tanda bukan mujizat, tanda itu tidak berhenti pada natur diri sendiri, yang menunjuk pada sesuatu yang lain yang lebih tinggi dari tanda itu sendiri, ketika orang melihat itu, Yesus mengajak bukan pada mujizat/tanda tetapi kepada siapa yang membuat mujizat itu.
2. Percaya, mereka percaya sebagai siapa? Apakah sebagai pembuat mujizat, guru/siapa? Kami menemukan mesias, para murid mulai mengenal siapa Yesus dan pada puncaknya itu pada kebangkitan Yesus.

Ketika kekurangan terjadi biasanya masalah itu, Ketika mc kekurangan maka manusia menambahkan. Kekurangan Tuhn bisa mengajarkan seusutu.
1. Kekurangan mengajarkan kita ketidaksempurnaan, perkawinan di kana pasti sudah diatur dnegan baik, tetapi masih saja ada yang kurang. Ilustrasi tukang kayu, kekurangan mengajarkan kita untuk tidak sombong, sebesarnya kita pasti ada yang kurang, yang sempurna hanya Tuhan kita harus bergantung padaNya.
2. Ada yang namanya kebutuhan, ketika kekurangan Maria yang tahu bahwa Yesus dapat memenuhi kebutuhan itu, kebutuhan akan kekurangan anggur, Maria percaya bahwa yang dapat mencukupi/memenuhi itu Kristus.
3. Ketidak berdayaan, bagaimana caranya? Anggur bisa dibuat dalam satu hari, tapi berapa banyak? Ketidak berdayaan itu mereka taat mengisi tempayan itu dnegan air, ketika taat mujizat terjadi. Suatu perubahan kualitas. Kapan air anggur itu berubah?

Cara Yesus menyatakan kemuliaanNya, 30 tahun hidup sbg manusia dan baru dia menyatakan diriNya, scr natural.
1. Yesus hadir untuk menjawab kebutuhan manusia, peristiwa habis anggur dalam pesta adalah memalukan, pesta itu tidak akn menjadi pesta sukacita, Dia datang untuk menyatakan keberpihakanNya, Dia tidak datang untuk mencari sensasi ditengah kesulitan.
2. Dia hadir untuk menyatakn keajaiban mujizat itu.
3. Yesus hadir untuk mengarahkan pandangan manusia kepada Allah yang maha kuasa, Maria dan para murid tahu bahwa Dia adalah Anak Allah yng menyatakan kemuliaanNya bahwa Dia adalah Anak Allah yang sejati.

Penjelasan air jadi anggur hati-hati menjelaskannya kpd remaja, air menjadi buah anggur.

1. Konteks perikop: peristiwa air diubah menjadi anggur merupakan “tanda” bahwa sejarah keselamatan dimana Kerajaan Allah telah dinyatakan hanya melalui karya Kristus. Yang terutama bukanlah mujizat itu sendiri, melainkan tanda yang menuntun manusia kepada keselamatan dari Allah, dimana sebuah “tanda” tidak bisa berdiri sendiri tetapi ada makna yang lebih besar dibalik tanda itu. Eksegese dalam khotbah untuk mengacu pada tema seputar tanda dari Allah. Bukan sekedar tanda bahwa Allah akan menyelamatkan, tetapi juga tanda akan menghakimi dunia ini. Penafsiran secara alegori akan menjauhkan makna sebenarnya dari perikop ini.
2. Kota Kana merupakan kota kecil yang tidak penting, namun tercatat Natanael salah seorang murid Yesus berasal dari kota itu (Yoh 21:2), dan mujizat penyembuhan terjadi di kota itu (Yoh 4:46). Melalui kota kecil ini, Allah menyatakan kemuliaanNya melalui karya Kristus.

3. Aplikasi yang diterapkan, Allah telah menyatakan tanda dan menggenapkan tanda itu, apakah kiprah hidup kita menyatakan tanda dari Allah pada konteks jaman ini?

Ini adalah mujizat, mungin ada unsur lain/kreasi?atau unsur lain? Seharusnya ada unsur waktu yang dibutuhkan, tetapi Yesus mengatasi ini. Ada 6 tempayan dari batu besar isinya 1 tempayan 30 galon, kualitas yang terbaik. Situasi yang mencekam disitulah mujizat itu terjadi, mujizat itu adalah suatu tanda, ketika dihubungkan dengan \Yesus itu menjadi suatu tanda. Pasal 1 menyatakan Yesus adalah Sang Firman, pasal 2 menggambarkan Yesus dan kemuliaanNya, semua tanda itu di catat dengan magsud spy mereka percaya, ada unsur kesaksian tentang siapa Yesus itu, kehadiranNya, KuasaNya, KasihNya dalam suatu konteks. (Sebuah klenteng di garut, yang sering ada mujizat yang membuat itu ada mujizat), kemudian ketika melihat gereja apakah disana ada mujizat? Rindu spy disana ada mujizat, jika kita mencari gereja pasti mencari gereja yang ada mujizat dan kuasa. Kalau gereja tidak ada mujizat, maka gereja tidak ada ubhnya dengan sebuah perusahaan.

Tafsiran menunjukkan bahwa ini adalah pernikahannya Yohanes, pada hari ketiga setelah dia menjadi murid Yesus, dia disebutkan sebagai murid yang dikasihi karena dia peduli terutama dalam pernikahannya. Beberapa hal yag penting:
1. Miracle adalah suatu wonder, mystery, dan miracle juga disebut sebagai sign. Sign adalah suatu tanda tangan, autograph, endorse atau incredible write uantuk mengenal yang memberi tanda. Simiei atau sign merupakan
a. Sulit dipercaya.
b. Tak terbayangkan.
c. Tak terpikir.
d. Sukar ditebak (unbelivable, unimamaginable, unthinkable) moment menjadi fakta kenyataan.
2. Perikop ini umumnya dipakai untuk PI, dengan penekanan:
a. Mengundang Yesus.
b. Meminta kepada Yesus.
c. Percaya kepada Yesus.
3. Ini adalah mujizat atau tanda ajaib yang pertama (the begining of sign, the ealiest sign.

Berkenaan dengan perjamuan kawin di Kana dapat ditekankan beberapa hal:
1. Life is a feast—hidup bagaikan sebuah pesta yang seribu satu rasa, toh tidak ada pesta yang tidak berakhir, demikian juga dengan pernikahan.
2. Life is joke—hidup bagaikan bahan tertawaan, bearani mengundang tetapi tidak dapat memusakan.
3. Life is miracle—keajaiban Tuhan tatkala kita angkat tangan, Tuhan turun tangan, mujizatNya terjadi membuat orang menjadi percaya kepadaNya.

Cara hidup manusiawi;mulai dengan yang indah berlanjut dengan yang buruk good—worse (down grade) Tuhan Yesus memberi yang terbaik, up-grade karena He rise me up.