Selasa, 26 Mei 2009

PENTINGNYA IBADAH

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis,07 Mei 2009
PENTINGNYA IBADAH
Ibrani 10;25
Kata “menghadap Allah” (LAI:TB/NIV) dalam teks Yunani hanya memakai satu kata, yaitu prosercomai, yang secara hurufiah berarti “datang menuju”. Tambahan kata “Allah” dalam LAI:TB dan NIV tetap dapat dibenarkan, karena dari tujuh kali pemunculan kata prosercomai di kitab Ibrani, semuanya menunjuk pada ibadah (komunal) kepada Allah (4:16; 7:25; 10:1, 22; 11:6; 12:18, 22). Tense present yang dipakai untuk kata prosercwmeqa (“marilah kita menghadap Allah”) menyiratkan ide terus-menerus (band. Ibr 10:25). Kalau bangsa Israel dahulu tidak bisa langsung masuk ke ruang maha kudus dan hanya diwakili oleh imam besar setahun sekali, sekarang kita harus menghargai jalan yang baru dan yang hidup dengan cara terus-menerus mendekat pada Allah.
Akses yang sudah dibuka oleh Yesus bukan berarti membuat kita boleh sembarangan mendekat kepada Allah. Setiap kali ibadah kita mendekat kepada Allah yang kudus di tempat yang maha kudus, karena itu kita harus mendekat dengan “hati yang tulus ikhlas” (alhqinhs kardias, LAI:TB/NIV/NASB). Apa arti alhqinhs di sini? Berdasarkan tiga pemunculan kata alhqinos di kitab Ibrani (8:2; 9:24; 10:22), kata ini sebaiknya dipahami sebagai “benar” (KJV/ASV/RSV/YLT “true heart”) dalam arti “lawan dari sesuatu yang tiruan atau gambaran saja”. Dengan kata lain, tanpa kemunafikan (Thomas Hewitt, Hebrews, 162).
“Hati yang benar” ini selanjutnya dijelaskan “dalam iman yang penuh kepastian” (mayoritas versi “full assurance of faith”). Terjemahan LAI:TB “dan keyakinan iman yang teguh” dalam hal ini kurang tepat. Tidak ada kata “dan” dalam teks Yunani ayat 22. Tambahan “dan” justru menimbulkan kesan bahwa “hati yang benar” adalah hal yang terpisah dari “iman yang penuh kepastian”. Terjemahan “keyakinan iman yang teguh” memberikan kesan yang ditekankan adalah keyakinan seseorang, padahal frase en plhroforia pistews lebih menekankan pada kepastian penuh dari iman itu sendiri (band. plhroforia ths elpidos = “pengharapan yang penuh kepastian ” di 6:11). Hal ini perlu ditegaskan penulis kitab Ibrani, karena penerima surat sedang menghadapi ajaran sesat dan penganiayaan yang hebat yang berpotensi mengganggu iman mereka.
Penjelasan lain terhadap “hati yang benar” dinyatakan melalui dua participle “dibersihkan” (rerantismenoi) dan “dibasuh” (lelousmenoi). Frase “hati kita telah dibersihkan dari hati murani yang jahat” jelas merupakan metafora yang dipinjam dari konsep Perjanjian Lama (Kel 29:21; Im 8:30) dan merujuk pada pembersihan internal melalui darah Kristus (Ibr 9:13-14, kata “percikan” [rantizousa] di ayat 13 memiliki akar kata yang sama dengan rerantismenoi, yaitu rantizw). Frase “tubuh kita dibersihkan/dimandikan dengan air yang murni” merupakan metafora untuk sakramen baptisan (kontra Calvin). Hal ini tidak berarti bahwa baptisan hanya membersihkan bagian luar manusia (lihat 1Pet 3:21) maupun air yang dipakai memiliki kuasa spiritual untuk membersihkan. Penekanan pada sakramen baptisan di sini sangat bisa dipahami karena jemaat sedang menghadapi bahaya apostasi. Baik rerantismenoi maupun lelousmenoi sama-sama memakai tense perfect yang menyiratkan makna “tindakan di masa lalu yang efek/hasilnya sampai sekarang”.
Memegang teguh pengakuan pengharapan (ayat 23)
Dalam terjemahan LAI:TB ada satu kata Yunani yang tidak diterjemahkan, yaitu aklinh (“tanpa goyah”), yang menjelaskan “pengakuan tentang pengharapan”. Jadi, secara hurufiah ayat 23 seharusnya diterjemahkan “marilah kita terus-menerus memegang erat pengakuan pengharapan tanpa goyah, karena Dia yang telah menjanjikannya adalah setia”. Pentingnya “memegang erat” (katecw) sudah disinggung sebelumnya. Kita adalah anggota Allah jika berpegang teguh (katecw) pada keyakinan kita (3:6). Kita akan mengambil bagian di dalam Kristus apabila teguh berpegang (katecw) pada keyakinan iman (3:14). Pengharapan harus terus dipegang karena ini adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita (6:19).
Ayat 23b memberikan kepastian dari pihak Allah. Walaupun situasi yang dihadapi jemaat saat itu sangat berat (ajaran sesat dan penganiayaan) dan iman mereka mungkin goyah, tetapi mereka harus belajar melihat pada pemberi janji, bukan pada situasi atau penerima janji. Ketika suatu pengakuan pengharapan mulai goyah, maka inti masalahnya terletak pada si penerima janji.
[a]. Banyak orang tak mau beribadah, karena mengalami penderitaan/penganiayaan, sehingga mereka putus asa. Mereka kurang beriman. Tapi, Yesus menjelaskan pentingnya ibadah, bukan hanya ritual kosong, yaitu dengan cara “Masuk” ke dalam tempat Maha Kudus = masuk ke tingkat yang lebih tinggi.
Kita dipanggil untuk menyembah dalam Roh dan Kebenaran.
[b]. Ibadah itu hakekat orang percaya. Kalau ada orang tak beribadah, maka ia kehilangan hakekat dirinya.
[c]. Kita harus mendorong/mengusahakan orang beribadah. Mungkin dengan menelpon/yang lainnya. Diambil dari kata ”Marilah” (v 24-25).
Jadi kalau kita tak mengingatkan orang untuk beribadah, kita berdosa.

Fokus v 25, mengapa orang menjauhkan diri dari ibadah?
[a]. Orang tak memiliki kerinduan, seperti rusa merindukan air (Maz. 42).
[b]. Kerinduan itu kaitannya dengan kasih. Suami-istri tak ada rindu, maka kasihnya dipertanyakan?
[c]. Mengapa orang tak ada cinta? Orang itu tak ada kemauan untuk mencintai. Mengasihi itu adalah perintah. Tuhan memerintahkan agar mengasihi.
[d]. Mengapa orang tak memiliki kesungguhan? Karena ia tak memiliki kebutuhan akan Allah.

Penulis Ibrani masih belum disepakati. Tapi buku ini ditulis cukup lama, sehingga dengan berjalannya waktu, maka iman orang Kristen mulai mundur/menjauhi ibadah.
Ibadah akan memulihkan/membawa kembali orientasi hidup kita pada Tuhan, sehingga hidup akan lebih bermutu, tak hanyut.
Perlunya saling mendorong/menasehati agar tetap beribadah, karena kebutuhan manusia yang paling dalam. Orang yang tak beribadah, maka akan ada kekosongan/kehilangan/kegelisahan dalam hatinya.

Ibadah adalah perintah. Kalau tak melakukan, maka akan ada konsekuensi (v 31).
Ibadah itu harus aktif, tak boleh pasif.
Ibadah tak boleh pakai “Perasaan” / melihat situasi è tak mau ke gereja, karena hanya sedikit orang, dll.
Ibadah harus ada rasa memiliki, maka harus memutuskan di mana mau ke gereja, sehingga bisa bertumbuh

Ibadah itu vertical dan horizontal.
Ibadah itu God centered, tapi tak boleh melupakan koinonia / horizontal.
Tapi, yang terpenting tetap God centerednya.
Sekarang ibadah banyak yang bukan God centered atau other centered, tapi self centered, karena musiknya, dll.
Harusnya ia memikirkan bagaimana ibadah itu menyenangkan Tuhan.
Ibadah adalah korban kita pada Tuhan, apakah itu menyenangkan Tuhan.
Sehingga, kalau ibadah tak memuaskan dirinya, tetap ia akan focus pada bagaimana ibadahnya sendiri bisa menyenangkan Tuhan.
Orang yang semacam itu, menekankan diri, akan sering merasa tak mendapat apa-apa.

Saya akan menyoroti pemimpinnya, bukan jemaatnya. Karena banyak jemaat yang rajin beribadah, tapi banyak yang masih hidup dalam dosa.
Ibadah dan praktis hidup. Banyak orang beribadah, tapi “Tak ada manfaat” dalam hidup praktisnya.
Pemimpin gereja juga masih berpecah belah. Masing-masing mau menjadi kepala, bukan menjadi team work / team player. Tak mau mendengar kritikan/nasehat/masukan. Tak bisa diatur, padahal ia sangat pandai berkhotbah, senior, berpengalaman, dll.
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at,08 Mei 2009

Pentingnya Ibadah Ibr 10: 24-25
Heb 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Kenapa ini penting?
1. Undangan untuk bersekutu bergabung dan beribadah bersama di tempat ini datang dari Allah sendiri. Allah Pencipta langit dan Bumi yang menciptakan diri kita. Allah yang kita sembah adalah Allah yang mendambakan persekutuan dengan umatNya. Allah Di dalam Yesus Kristus, Dia terus menerus mencari, Dia menghampiri dan memanggil orang-orang berdosa untuk bersekutu dengan Dia.

Berulang kali di dalam Perjanjian Lama Tuhan menghimbau umatNya untuk mencari dia.
Mzm 105: 4: Carilah Tuhan dan kekuatanNya, Carilah wajahNya selalu!
Tuhan ingin bersekutu dengan saudara setiap minggu di tempat ini.

Di dalam Perjanjian Lama, waktu Musa diperintahkan untuk mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Musa harus menghadap Firaun meminta izin Firaun. Apa alasan yang dibuat Musa? Firman Tuhan kepada Musa yang disampaikan kepada Firaun adalah: Biarkanlah umatKu pergi untuk mengadakan perayaan bagiKu di padang gurun. Firaun menjawab: Siapa Allah itu? Masa kamu hendak menghentikan mereka dari kerja paksa? Ada satu kata. Menghentikan. Stop. Sabbath. Artinya Tuhan menghendaki Bangsa Israel untuk beristirahat. Setelah bekerja begitu lelah, sekarang ada satu waktu harus beristirahat. Istirahat itu harus diisi dengan apa? Dengan mengadakan perayaan. Ibadah bagi Tuhan Allah. Mempersembahkan korban bagi Tuhan Allah.
Perintah ini ditujukan kepada orang Israel dan sekarang juga ditujukan kepada kita.
Enam hari sudah bekerja sedemikian lelah, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu. Terus bekerja. Apa yang harus kita isi di hari ke tujuh? Harus ada satu hari di mana kita beristirahat dan bukan bekerja terus menerus. Istirahat dan beribadah kepada Tuhan!

Di dalam Mat 11: 28, Tuhan Yesus secara pribadi mengundang orang untuk datang kepadaNya. Dia berkata: Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Tuhan berjanji akan memberi kelegaan kepada saudara yang cape, yang letih yang berbeban berat! Tuhan akan memberikan kekuatan, kelegaan, damai sejahtera dengan FirmanNya.

2. Ibrani 10: 24-25 Tetapi marilah kita saling menasihati, makin giat melakukannya..
Persekutuan adalah ide daripada Tuhan sendiri, Tuhan tahu manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia adalah mahluk yang paling mudah merasa kesepian. Bahkan di antara saudara mungkin ada yang merasakan kesepian, kekosongan di tengah keramaian. Untuk menghilangkan rasa kesepiannya manusia biasanya mencari kelompok-kelompok agar dia bisa masuk dan beraktivitas bersama. Waktu mencari kelompok besar sekali keinginan untuk diterima supaya menjadi anggota.
Di dalam kelompok manusia bisa mengembangkan dirinya, bisa self actualization. Tuhan ingin kita mengaktualisasikan diri kita di tempat yang benar dan bukan yang salah karena itu Tuhan mendesign gereja. Agar di dalam gereja orang-orang ini bisa mengalami pembentukan, bisa mengalami pertumbuhan seperti yang Tuhan mau. Pembentukan itu adalah melalui teman seiman yang Tuhan berikan buat kita.

Pembentukan itu seperti apa? Heb 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
1. Teman seiman di sini dapat menjadi cermin bagi kita.
Seringkali seorang teman itu menyatakan pendapatnya tentang diri kita. Eh, kamu itu orangnya murah hati yah… pernyataan itu seperti cermin. Kita langsung bisa mengembangkan gambar diri yang dibuat oleh teman kita itu. Kita menjadi murah hati. Jika tidak ada teman yang berfungsi sebagai cermin, kita tidak mempunyai panduan seperti diri saya ini? apakah saya orgnya cukup baik? Apakah dandanan saya sudah bagus? Apakah saya sudah berhasil dalam hidup? Apakah saya sudah berjalan sesuai yang Tuhan mau? Kita tidak tahu. Sehingga kita seperti apa itu menurut pikiran kita sendiri. Bahayanya kalau kejauhan dari realita. Misalnya: kita ini yakin banget kita orangnya baik sekali. Tapi setiap kali pergi sama teman, kalau makan maunya dibayarin melulu, nggak mau ganti bayarin. Lalu teman bilang, eh elu pelit yah. Masa gua pelit, gua baik kok, Iya elu pelit.
Kitab Ibrani menyatakan: marilah kita saling memperhatikan, mengapa ini suatu ajakan, supaya kita bisa saling menjadi cermin.

2. Saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik.
Seringkali temanlah yang mendorong kita untuk mempunyai rasa percaya diri. Ada seorang teman sepelayanan saya yang rasanya tidak mampu, tidak bisa ini dan itu. Terus saya dorong dia, ayo kamu pasti bisa. Dia coba dan ternyata memang mampu. Setelah dia merasa mampu maka rasa percaya dirinya itu naik. Dia jadi tahu dia bisa melakukan hal yang dia pikir sebelumnya tidak bisa.
Di sini sangat penting pertanyaan, orang seperti apa yang menjadi temanmu, engkau berteman dengan orang seperti apa? Kalau engkau berteman dengan orang-orang dunia maka mereka akan mendorong juga kamu menjadi makin menyerupai dunia. dan mendorong di dalam pekerjaan yang buruk.
Misalnya saudara berteman dengan orang-orang yang kecanduan narkoba. Nah mereka juga menjadi pendorong. Ayo coba deh kamu pasti bisa, enak kok. Mula-mula sih nggak enak, lama-lama enak kok, ayo coba.
Saudara bergaul dengan orang yang suka ke pelacuran. Ayo, coba deh pasti kamu bisa. Pertama saya bayarin dulu deh. Kita sangat ingin merasa diterima, biasanya dorongan itu kita responi dengan positif. Di sini menjadi penting orang-orang seperti apa yang menjadi temanmu?
3. Teman itu menjadi pembanding sehingga menaikkan motivasi diri kita.
Dengan adanya teman kita berusaha untuk semakin bersemangat untuk berusaha. Ingin menjadi lebih baik. Dalam hal akademik, misalnya. Wah si A dapat nilai 9 saya kok cuma 7. Saya ingin lebih baik. Kalau tidak ada teman, saudara dapat 6, oh ya sudah simpan dalam lemari. Saudara tidak terbangkitkan motivasinya.
Sdr saya percaya Tuhan merancang Persekutuan Pemuda GKJ dengan maksud di atas, menolong saudara untuk berhasil di dalam kehidupan ini bersama dengan Tuhan.
Perhatian, dorongan, kasih, pekerjaan baik ada di dalam persekutuan orang Kristen. Saudara tidak akan mendapatkan hal itu di luar persekutuan orang percaya.

2. Di dalam bersekutu kita memuji Tuhan. Wahyu 5: 11-14. Kita memuji Tuhan karena karya KeselamatanNya yang begitu istimewa yang telah Tuhan berikan bagi saudara dan saya.
Ungkapkan keagungan karya keselamatan yang Tuhan berikan bagi kita. Kita harus menyanyi dengan seluruh jiwa kita, seluruh perasaan kita untuk memuji Dia yang telah mati bagi kita.
Tuhan hadir di sini, Dia mau melihat bagaimana kita menyanyi, beribadah bukan apa yang saya dapatkan dari gereja ini? Tapi apa yang saya bisa berikan bagi gereja ini. Apa yang saya berikan bagi Tuhan.
4. Persekutuan dengan Allah selalu dilihat sebagai suatu perayaan, suatu pesta yang besar, di mana di dalam pesta itu ada makanan rohani yang berlimpah-limpah.
Wahyu 3: 20.
Tuhan Yesus pernah berkata: manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Di dalam persekutuan seperti ini, saudara mendapatkan makanan rohani yang berlimpah-limpah.
Makanan rohani ini Firman Tuhan memberikan kita kekuatan untuk hidup hari demi hari. Tuhan sangat mengerti akan kondisi yang dialami manusia, Tuhan dari Surga melihat di dunia ini banyak sekali orang yang mengalami kesulitan, kesusahan, beban yang berat. Orang yang mengalami kesulitan tapi tidak menemukan jalan keluar akan mengakibatkan depresi berkepanjangan. Depresi yang berkepanjangan itu akan membuat orang bunuh diri.

Depresi adalah penyebab utama bunuh diri. Bunuh diri adalah penyebab kematian no 10 di Amerika. Kasus bunuh diri mencapai 24.000 kematian pertahun. Kematian akibat bunuh diri terjadi setiap 20 menit. Dan ada satu usaha bunuh diri yang berhasil dari 10 usaha bunuh diri. Di seluruh dunia kasus bunuh diri semakin meningkat. Dilaporkan ada 500.000 kasus setiap tahun.
Bunuh diri adalah masalah manusia yang unik. Binatang kalau susah tidak pernah bunuh diri. Hanya manusia yang membunuh dirinya sendiri. Bunuh diri karena sudah tidak ada pengharapan, tidak punya kekuatan untuk hidup.
Darimana kita mendapat kekuatan untuk hidup? Dari makanan rohani, Firman Tuhan yang adalah sumber hidup itu sendiri.

Yang banyak didengar adalah ibadah terjadi di gereja. Dan secara formal, integritas ibadah secara institusi (gereja) sudah mulai menurun. Ada pangamat yang mengatakan instituasi gereja sudah menurun dan banyak ditinggalkan orang. Gereja besar juga sudah kurang sekali saling memperhatikan dan mendorong jemat yang lain. Untuk langkah2 memperbaiki hal itu tidak tahu harus mulai dari mana, karena terlalu kompleks.

Latarbelakang: ibadah PL ada ruang kudus, maha kudus, dan pelataran. Hanya imam besar yang bisa masuk ruang maha kudus. Kedatangan Yesus membelah tirai pembatas ruang maha kudus itu, di mana kita bisa masuk ke sana. Penulis Ibrani mengingatkan ada orang2 yang murtad, meninggalkan ibadah karena mereka sudah tidak lagi menganggap ibadah itu hal yang penting. Orang yang meninggalkan ibdah tidak lagi menghargai apa yang sudah Yesus lakukan.

Menurut Ensiklopedi Alkitab kata ibadah (Ibr. Avoda, Yun. Latreia): konsep dasarnya menekankan pelayanan sebagai pekerjaan seorang budak yang penuh rasa takut, hormat, kagum, takjub, kepada tuannya. Ibadah adalah suatu pelayanan yang dipersembahkan kepada Allah di Bait Allah, juga dalam pelayanan kepada sesama. Dalam konteks surat Ibrani ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi yang mengalami penganiayaan dan keputusasaan. Tujuannya:
Memperkuat iman mereka.
Mendorong jemaat menuju kedewasaan rohani.
Mendorong jemaat tidak meninggalkan ibadah meskipun hidup dibawah penganiayaan.
Mengapa ibadah itu penting:
Karena sudah ada akses kepada Allah melalui pengorbanan Kristus. Fokus: pada Allah dan karya-Nya.
Karena ibadah adalah suatu keharusan bagi orang percaya. Fokus: pada ketaatan pada perintah Allah.
Karena melalui ibadah kita dapat saling memperhatikan dan mendorong. Fokus: pada relasi antar sesama anggota tubuh Kristus.

Ada dua aspek penting dalam ibadah:
Vertikal: datang untuk menyembah Tuhan, mengangkat pujian, dan membawa persembahan (membawa seluruh antero tubuh kita) karena banyak orang datang, tubuhnya hadir tetapi hati dan pikirannya tidak hadir. Juga membawa persembahan bisa berarti membawa waktu kita. Demikian juga membawa persembahan.
Horisontal: ada sisi koinonia, hubungan saling memperhatikan, saling mendorong, dan berbuat baik.

Ibadah ada kaitannya dengan kehidupan kita. Yesus pernah mengecam orang-orang farisi, ”Jika hidup keagaamnanmu tidak lebih baik..” Hidup orang Farisi begitu ketat dalam ibadah, yang kurang adalah tidak ada perasaan dengan Tuhan. Bagian ini juga berbicara mengenai disiplin ibadah. Orang harus belajar disiplin. Dosa dapat membuat orang meninggalkan ibadah, tetapi ibadah dapat membuat orang meninggalkan dosa.

Di bagian ini berbicara tentang Kristologi, juga praktical teaching. Di sini kita harus berbicara mengenai hal-hal yang praktis dalam pengajaran Kristen. Dalam surat Paulus di Efesus ia berbicara mengenai koinonia, hal yang sama juga ditekankan di sini. Tujuan dari pelayanan gereja menekankan:
Worship God
Learn the Word of God
Serve people
Maintain the spiritual Fellowship
Prepare ourself for Second Coming Lord Jesus.

Shell shaft = kumpulan orang, Gemain shaft = aspek koinonia, sesuatu yang harus ada dalam gereja di mana bisa menghidupkan kehidupan jemaat. Ada sesuatu yang bisa membangun, menghibur, dan menguatkan. Bagaimana membanguan kita adalah bagian dari komunity ibadah adalah peran setiap orang kristen. Jemaat sekarang begitu individualistis, dan relasi menjadi tidak nyata dalam kehidupan orang percaya.

Istilah ”menjauhkan diri” = meninggalkan, menyimpangkan diri degan sengaja. Ada kemerosotan iman, juga kehidupan ibadah mereka. Ibadah mereka hanyalah ibadah lahiriah, sehingga gampang rapuh. Ibadah yang sejati adalah adanya perubahan yang sejati yang tidak mudah dipengaruhi. Kondisi kemerosotan inilah yang begitu diperhtikan oleh penulis ibrani. Padahal, mereka sudah mengerti konsep2 tentang Taurat. Ibadah juga bukan hanya menyangkut perubahan tetapi juga hati, di mana mengalamai pengenalan dengan Tuhan dan menjadi dekat dengan Tuhan. Kalau hati kita ada Tuhan makan kita akan senang dan menikmati ibadah itu. Hal ini persis sama dengan orang yang jatuh cinta. Ibadah ini juga dikaitkan dengan menjelang Hari Tuhan yang makin mendekat. Kehidupan sekuler, menjauhkan diri dari Tuhan, kesulitan hidup dan lain sebagainya, membuat banyak orang meninggalkan ibadah. Ibadah bukan hanya untuk kehidupan sekarang, tetapi juga yang akan datang.

Ibadah adalah perintah dan undangan Tuhan, jadi tidak bisa dilanggar.
Ibadah juga adalah berkat dari Tuhan Yesus, sehingga kita bisa menghadap Tuhan dengan keberanian. Kita diangkat menjadi anak-anak Tuhan, dan anak-anak Tuhan harus berada di rumah Tuhan. Ibdah sekarang yang kita jalani adalah menanti kedatangan Tuhan Yesus yang sudah mendekat. Di sana kita akan menikmati perjamuan bersama dengan Tuhan. Selain itu, ibadah juga mendatangkan berkat untuk kesehatan fiisik kita. Secara medis pun kita diberikan satu hari untuk beristirahat dalam satu minggu. Berhenti beribadah juga menyebabkan orang menjadi terbiasa, sehingga ketika tidak beribadah beberapa kali menjadikan hal itu tidak masalah apa-apa.

Worship merupakan suatu thanksgiving. Sebagai anak-anak Tuhan yang sudah diselamatkan kita harus mengucap syukur atas apa yang sudah Tuhan lakukan kepada kita. Kehadiran kita juga membawa shalom yang besar. Ibadah juga memperstukan kita. Doa Tuhan Yesus juga supaya para murid-murid-Nya bersatu. Selain itu, ibadah juga membentuk anak-anak Tuhan menjadikan Tuhan sebagai yang utama.

Menurut orang Yahudi Sabat adalah hari perhentian: bersyukur dan bertemu dengan orang lain. Hari itu juga berarti:
Hari yang dikuduskan (dikhususkan)
Hari yang diberkati (mendapatkan berkat dan menjadi berkat bagi orang lain)
Hari kebangkitan (penyataan kuasa Allah akan dunia ini)
Hari pembenahan (dilayakan dan dimampukan)
Hari pembekalan (diperlengkapi untuk pergi menginjili)

Tiga hal penting dalam ibadah:
Menyelesaikan masalah bersama dengan Tuhan, yang kuat menopang yang lemah, yang berdosa dipulihkan kembali. Gereja menjadi kuminitas penyembuhan kehidupan rohani.
Memberikan persembahan syukur kepada Allah: di mana Allah telah menjawab doa-doa kita dan menyukuri atas berkat-berkat yang Tuhan berikan kepada kita.
Membekali jemaat supaya mereka bisa kuat menjalani kehidupan ini. Ibadah gereja juga harus memberi jawaban atas pergumulan mereka, memberi makanan rohani yang cukup untuk mereka sehingga mereka merasa puas dengan kehadiran gereja. Hamba Tuhan juga perlu sadar akan pentingnya hal ini: Jadikan ibadah itu sebagai ibadah yang terakhir.