Selasa, 26 Mei 2009

IBU TERANG KELUARGA

Pmbahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis,14 Mei 2009

IBU TERANG KELUARGA
Amsal 14:1

Kisah seorang ibu bernama Tan Tjien Nio. Biografinya berjudul Sons for the Master (putra-putra untuk sang pemilik) karangan Freda Hatfield setebal 357 halaman.

Ibu Tjien lahir di Yogyakarta pada tahun 1909. Ia murid SMP berbahasa Belanda. Pada suatu hari, tiga pria bertamu. Tjien disuruh menyajikan teh. Sepulang rombongan tamu, Tjien diberi tahu bahwa ia akan dinikahkan! Menikah? Astaga! Ia sangat terkejut. Umurnya baru 16 tahun! Ia berusaha mengingat wajah ketiga pria itu. Yang mana calon suaminya?
Begitulah pada usia 17 tahun Tjien menikah dengan Tong Pai Hu, usia 36 tahun, pengusaha di Semarang berasal dari Xiamen. Setelah dua tahun di Semarang, Ibu Tjien ikut suami menetap di Xiamen. Putra demi putra lahir di sana. Semuanya tujuh putra.
Pada suatu hari Ibu Tjien dikunjungi kaum ibu gereja. Ia heran mendengar doa cara Kristen. Doa itu tenang dan teduh, bagaikan berbisik kepada Tuhan. Biografinya mencatat, Never before had she heard anyone pray to the Christian God... somehow it calmed her weary spirit... something that nudged at the worry and despair within her, as if to dislodge it.
Ia jadi tertarik pada iman Kristen, lalu beribadah di gereja bersama keluarga. Ternyata para putranya lebih pandai bernyanyi ketimbang dia. Kemudian mereka dibaptis.
Perang semakin meluas dan menyengsarakan. Makanan langka. Suami Ibu Tjien sakit keras, lalu meninggal dunia di usia 51 tahun. Tiba-tiba seluruh beban hidup dipikul oleh Ibu Tjien. Usianya baru 32 tahun = 15 tahun menikah. Bagaimana memberi makan tujuh anak? Si sulung baru 14 tahun, si bungsu 18 bulan. Ia membuka toko jahit untuk menghidupi dan menyekolahkan anak.
Kemudian Ibu Tjien mempertimbangkan untuk pulang ke Indonesia. Ia merasa hari depan putra-putranya adalah Indonesia. Tetapi mana uang untuk perjalanan dan modal hidup?
Lalu ia teringat bahwa anak-anaknya begitu mempercayakan diri kepadanya. Kalau begitu mengapa tidak mempercayakan diri kepada Kristus? Ia berdoa, Lord, my little ones... how they depend on me... help me to trust You as much as they trust me.
Dengan membawa lima bocah Ibu Tjien kembali ke Indonesia pada tahun 1947. Ia membuka toko jahit di Surabaya. Dengan kaki dan tangan yang nyeri akibat siang malam menjahit, ia membesarkan anak-anak. Ia berpegang pada nasihat Rasul Paulus, "Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri..." (1Tim 5:4). Biografi mencatat doanya, I won't remarry, Lord, Ia will devote myself to raising my children and to Your service.
Melalui mesin jahit Ibu Tjien memberi makan putra-putranya. Pernah ia mendapat sepotong daging ham. Anak-anak bersorak girang, "Kapan dimakannya?" Ia menjawab, "Tunggu sampai Imlek."
Tiap hari anak-anak bertanya lagi. Lalu datang seorang sepupu. Ibu Tjien mengambil pisau dan hendak membagi daging itu. Tetapi sepupunya berkata, "Kalau mau memberi, berikan saja seluruhnya." Ibu Tjien dan semua anak bengong. Ketika sepupu itu pergi para putra itu menangis tersedu-sedu.
Masih ada pertanyaan; bagaimana cara Ibu Tjien mendidik sehingga kini ketujuh putranya menjadi tangguh? Mungkin karena ia memberi peluang kepada mereka untuk berprakarsa dan berjuang. Masih di sekolah dasar anak sudah membantu mencari nafkah. Tiap anak boleh berbeda pendapat. Di meja makan tiap hari putra-putra itu gaduh berdebat. Tulisnya; The noise level of dinner conversation had been almost unbearably high.
Melihat putra-putranya kini menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat Indonesia, Ibu Tjien bersyukur bahwa dulu ia membawa mereka pulang ke Indonesia. Tulis biografi ini, it was well, she now knew, for the furtherance of the Gospel in this land, that she had brought her young ones to Indonesia when she had. Misinya genap dalam usia 68 tahun.

Anak mereka adalah Caleb Tong, Stephen Tong, Solomon Tong, Joseph Tong, dan 3 Tong lainnya, dikenal masyarakat Indonesia sebagai tokoh-tokoh gereja. Hebat, 7 kakak beradik jadi tokoh dan tersebar di berbagai negara. Siapa gerangan ibu tangguh yang mendidik ketujuh putra itu?

Perempuan yang perempuan.
Istilah “Perempuan” menunjukkan tingkat kematangan seseorang.

Perempuan yang pas.
Kata “Chakam” dari bahasa Ibrani, bisa berarti “Fit” / “Pas.”

Perempuan yang bijak.
Kata “Chakam” juga bisa berarti “Skillful.”

· Betapa kita memerlukan / merindukan ibu yang demikian.
Tanggal 27 January 2006, di provinsi Jiangxu, kota Nanjing, pemerintah China memberi penghargaan kepada 10 orang dari antara 1.4 milyar penduduk China / 1 dari 140 juta, yang disiarkan secara nasional.
Di antaranya ada seorang remaja berumur 15 tahun, dari provinsi Zhejiang China.
Ia adalah Zhang Da, seorang remaja yang sangat mandiri. Sejak usia 10 tahun, ia sudah ditinggal pergi mama yang tak tahan hidup miskin dan suami sakit-sakitan.

Ayahnya memang sakit, tak bisa jalan dan tak bekerja.
Ia harus bekerja untuk hidupya sendiri dan ayahnya.
Setiap hari, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil.
Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.
Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya.
Pulang sekolah sudah bekerja untuk mencari uang dengan cara halal untuk makan dan obat ayahnya.
Ia bekerja membelah batu.
Pulang bekerja, ia merawat papanya dengan menggendongnya ke WC, memandikannya, memasak bubur dan memberi makan.
Karena kondisi keuangan yang kurang dan RS yang jauh, ia belajar menyuntik sendiri dari buku bekas yang dibelinya.
Maka 5 tahun kemudian, ia sudah ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah? Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu." Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!" demikian Zhang dan bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu. Saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya? Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya, pasti semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Bijak titik beratnya adalah hubungannya dengan Allah, bukan bergantung pada diri sendiri.
Dalam Alkitab, ada banyak ibu yang baik.
Misalnya: Yokhebed, ibu Musa, yang tenang, tidak bimbang, tidak panic, berani menentang perintah raja.
Ia mengambil dan membuat perahu untuk menyelamatkan anaknya.
Di sana, kita bisa melihat ia adalah seorang ibu yang sangat beriman, tak bersungut-sungut.
Ia juga seorang wanita yang berhikmat, karena bisa mengatur anaknya yang wanita untuk menjaga adiknya di sungai.
Kakak Musa, Miriam, juga dipakai Tuhan, sehingga bisa mengatakan kepada putri Firaun, sehingga mempertemukan Musa dengan ibunya sendiri untuk disusui dan dibesarkan.

Contoh yang lain adalah Debora yang berani maju berperang, Abigail (suami dari seorang yang bebal, Nabal), Maria ibu Yesus, Lois dan Eunike yang mewariskan iman kepada Timotius.
Juga kesaksian dari Pdt. Jesaya yang dibawa ke gereja sejak usia 5 tahun oleh ibunya.

Jadi, ibu-ibu jangan hanya mementingkan pendidikan formal, tak peduli, anaknya sekolah di mana, pendidikan imannya bagaimana, yang penting prestasi formalnya tinggi.
Misalnya: Anak sekolah di sekolah Katholik. Kenapa sekolah Katholik? Karena kata mereka, sekolah Katholik lebih baik dari sekolah Kristen. Apakah itu termasuk lebih baik pendidikan kerohaniannya?

Ada iklan mengenai seorang anak yang sakit panas. Lalu dikatakan, “Keluhan putra derita ibu.” Memang benar, Ibu itu akan lebih peka dan merasakan perasaan anaknya. Maka kalau anak “Menderita” (sakit, dll.), ia akan mencari ibu, bukan bapak.

Amsal 14:1 ini mengkontraskan antara perempuan yang bijak dan bodoh.
Bijak lawan katanya bodoh.
Mendirikan lawan katanya meruntuhkan.

Seorang wanita yang bodoh adalah:
[1]. Tak mengetahui identitas dirinya di hadapan Tuhan, ia adalah orang yang minder. Menghakimi, tak puas, membanding-bandingkan, tak punya rasa percaya diri.

[2]. Hanya berpusat pada hal-hal yang lahiriah. Perhatiannya berlebihan terhadap penampilan yang di luar, bukan di dalam.

[3]. Hidup yang penuh dengan kesia-siaan. Ia tak puas dengan apapun juga, suka gossip, mengasihani diri.

Amsal 14:1, perempuan bijak dan saleh, membuat rumahnya menjadi tempat perteduhan yang penuh damai dan penuh sukacita bagi seluruh keluarga.
Sedangkan perempuan yang bebal, mengabaikan rumah dan keluarganya.
Allah punya rencana yang khusus bagi wanita, dalam hubungannya dalam keluarga dan RT.
Keinginan Allah bagi seorang istri dan ibu itu supaya perhatian dan pengabdiannya difokuskan pada keluarga.
Suami dan anak-anak adalah seharusnya menjadi pusat dunia seorang ibu Kristen. Maksudnya bukan keegoisan hanya semata-mata keluarga, tapi keluarga adalah pelayanannya kepada Tuhan.
Tugas utama seorang ibu Kristen adalah membawa anak-anaknya percaya Tuhan dulu, mengajar anak-anak takut akan Tuhan, mencintai kebenaran dan membenci dosa.

Titus 2:3-5 mengatakan mengenai perempuan tua dan perempuan muda.
Ibu bisa menjadi terang keluarga, bukan karena cantik, molek (Ams. 31:30), tapi seorang wanita yang takut akan Tuhan. Itulah syarat utama, jika ia ingin menjadi terang dalam keluarganya. Karena, seorang yang takut akan Tuhan, akan menghasilkan hikmat / bijaksana. Dan hikmat itulah yang akan menuntunnya untuk menghasilkan perbuatan-perbuatan yang berkenan di hati Tuhan, hati suaminya, hati anak-anaknya dan sesamanya. Sehingga ia akan mampu membangun RT nya dan bukan meruntuhkannya.
Perbuatan apa:
[a]. Tunduk pada suaminya.
Kalau ia tak tunduk / menghormati suami, maka RT itu akan kacau. Tak mungkin ia bisa menjadi terang.

[b]. Mampu mengurus dan memelihara anak-anaknya.

[c]. Mampu / cakap mengurus segala urusan RT nya.

Kalau ia seperti itu, maka suami dan anak-anak pasti akan respect kepadanya tanpa dipaksa / disuruh / diharuskan. Itu akan mengalir dengan sendirinya.

Ayat 1 “Every wise woman” = (KJV) setiap perempuan yang bijak akan membangun rumah tangganya. Itu idealis dalam Alkitab. Realitanya tidak banyak ibu-ibu yang demikian. Seperti dalam Alkitab Mungkin 95% wanita tidak seperti dalam Alkitab.
Ada memang ibu-ibu yang di anugrahi hati yang bijak demikian itu anugrah umum.
Bijak tidak tidak dikaitkan dgn akademis atau pendidikan karena bijak memiliki konotasi relasi dengan Tuhan. Maka untuk memberikan dorongan kepada ibu-ibu supaya bisa menjadi wise woman seperti dalam Alkitab dan ibu ibu tidak frustrasi
[a]. Mendorog ibu mau melatih diri membangun relasi dengan Tuhan agar menjadi wise woman
Tuhan sangat menghargai proses wanita itu yang mau menjadi wanita bijak, bukan hasilnya.

[b]. Wise woman tidak tergantung kepada penampilan dimuka umum.
Wise woman adalah seorang mengerti prioritasnya di rumah.
Ada ibu yang begitu rajin dan aktif di gereja relah memberikan uang dan segalanya tapi suaminya tidak percaya kepada Tuhan karena menurut anaknya mamanya tidak memiliki kesaksian sebagai orang percaya.

[c]. Menjadi wise woman karena ibu yang tahu tujuannya. Dia menjadi ibu rumah tangga harus berjuang berusaha agar bisa berperan dalam rumah tangga

Ada 3 macam wanita di dunia:
[a]. Wanita yang selalu mengeluh.

[b]. Wanita yang memanfaatkan orang lain, termasuk suaminya untuk kepentingannya sendiri.
[c]. Wanita yang bertanggung jawab. Ia tahu perannya sebagai seorang wanita, yaitu untuk menjadi terang keluarga.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at, 15 Mei 2009

Apabila kita berbicara tentang ibu, apa yang langsung terlintas dalam pikiran setiap orang adalah manisnya getah madu, kehangatan pelukan ibu. Orang-orang memakai kata-kata yang indah untuk memuji seorang ibu, di China ada sebuah puisi kuno yang melukiskan kasih mama dengan sebutan “spring sunshine” – sinar matahari musim semi.
Tetapi keagungan seorang ibu bukanlah hanbya karena dialah sang pemberi kehidupan bagi kandungannya, tetapi lebih karena bimbingannya dan pemeliharaannya. Ada sebuah pepatah “Meng Mu San Qian,” berasal dari sebuah kisah yang telah dikenal luas di China. Kitah tentang seorang ibu ayng agung yang karenanya telah menghasilkan anak yang akhirnya menjadi filsuf agung generasi pertama dalam kebudayaan orang China. Di dalam Alkitab juga banyak terdapat para ibu yang agung; Yokhebed, anaknya adalah Musa, Harun; Hanna melahirkan Samuel; dalam zaman PB ada seorang yang bernama Eunike yang membimbing anaknya Timotius dari usia mudanya mengerti firman Tuhan; ibu yang sangat rohani zaman ini adalah Chen Zhi Niang (ibunda Tong bersaudara) yang seorang diri membesarkan 7 orang anaknya, dan lima diantaranya menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan.
Seorang wanita Kristen harus menjadi terang dalam keluarga (Mat 5:15), seorang mama harus menjadi teladan dalam keihdupan rohani bagi anak-anaknya. Kita akan melihat hal ini dari beberapa bidang:
dalam perkataan: mengajar anak-anak sesuai dengan prinsip Alkitab (Ef 6:4), mengajar dan membimbing secara langsung, di depan anak-anak menjadi teladan, apa yang dibicarakan harus positif, jangan bergosip, kata-kata yang tidak bermakna dan yang negatif jangan disebutkan.
dalam perbuatan: perkataan sesuai dengan perbuatan, rajin bekerja dan tidak malas (Rm 12:11)
dalam kasih: menghormati Tuhan (Luk 1:46), menjaga setiap anggota keluarga (1 Tim 5:8), mengasihi dan peduli kepada tetangga (Luk 10:27).
dalam iman: senantiasa berharap pada Tuhan (Ibr 12:2; Ams 3:5), bersandar dan percaya kepada Allah (2 Kor 1:20; 1 Tim 5:7)
dalam kesucian: sopan santun dan menguasai diri (1 Tim 2:9), berjaga-jaga serta bijaksana (Titus 2:3-5)
anak-anak adalah harta pusaka yang Tuhan percayakan kepada kita, setiap mama bukan hanya harus memperhatikan tentang kehidupan jasmani (sandang, pangan, papan) anak-anaknya, tetapi juga harus memeperhatikan kehidupan kerohanian, iman mereka di hadapan Tuhan. Melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya semaksimal mungkin di hadapan Allah, mengajar dengan teladan diri sendiri, membimbing anak-anak, membawa mereka kepada Tuhan.

Amsal 14:1
Bionic woman antara dahulu dan kini sangat berbeda. Sosok Jaime Sommers dahulu diperankan oleh Linday Wagner, kini oleh Michelle Ryan. Dahulu merupakan hiburan keluarga untuk semua umur, kini untuk kaum dewasa saja. Kini, sosok Jaime Sommers menggambarkan seorang wanita yang kuat, dilengkapi dengan tenaga super bionic yang sanggup mengatasi berbagai masalah. Sebenarnya Kenneth Johnson, author dari bentuk entertainment ini ingin menjelaskan betapa penting peranan seorang wanita dengan segala perubahan paradigma tentang peranan wanita di zaman post moderen ini.(sumber dari http:///www. en.wikipedia.org/wiki/The_Bionic_Woman)
Bagaimana pendapat Alkitab tentang peranan wanita? Penulis kitab Amsal membicarakan wanita dengan kata “perempuan” sebanyak 25 ayat, pokok makna dari pendapat penulis Amsal ialah ada dua gambaran tentang wanita, yakni: wanita bijak yang takut akan Tuhan dan wanita yang hidup dalam kefasikan dunia. Wanita bijak mendatangkan suka cita bagi suaminya, wanita fasik mendatangkan celaka bagi orang-orang di sekitarnya. Kitab Amsal ingin menjelaskan bahwa seorang wanita memiliki potensi yang sangat kuat untuk mengubahkan keadaan, keadaan akan berubah menjadi lebih baik jika ia seorang wanita bijak; sebaliknya keadaan berubah menjadi buruk jika ia wanita fasik. Definisi wanita bijak adalah sosok wanita yang memiliki peran menjadi seorang istri yang dapat kita lihat pada Amsal 31:10-....
Kita tahu Allah menciptakan manusia terdiri atas dua jenis, yakni pria dan wanita. Pria dan wanita, tidaklah sama. Mereka masing-masing unik. Mereka diciptakan bukan untuk saling bersaing, tetapi saling melengkapi. Baik pria maupun wanita memiliki kesetaraan sebagai gambar Allah yang mulia, namun memiliki peran yang berbeda. Pria menurut naturnya adalah sebagai pemimpin dan wanita sebagai penolong. Hal ini bukan berarti peranan wanita tidak dibutuhkan karena sebagai pelengkap saja, namun juga bukan berarti wanita lebih utama dari pria
Dalam keseharian kita melihat dan membuktikan, bahwa peran seorang wanita sangat nyata. Sebagai istri, ada banyak suami yang menjadi sukses karena peranan seorang istri; tetapi juga ada para suami yang terpuruk gara-gara ambisi sang istri. Sebagai ibu, ada banyak anak-anak yang berhasil dan hidup takut akan Tuhan karena doa ibu, tetapi ada juga banyak anak-anak mempunyai pengalaman traumatik, kehilangan arti hidup karena kekuatan ”peran” yang salah dari seorang ibu. Melihat penting dan dampak menjadi sosok seorang wanita, bagaimanakah pilihan hidup kita? Hari ibu diperingati, untuk menghargai kaum ibu, kaum wanita yang membawa perubahan dan dampak positif bagi dunia

Seluruh tulisan Salomo banyak diwarnai dengan kata bijak, cakap, positif dan negatif, bisa menghancurkan dan membangun dengan perkataan. Bijak di sini berbeda dengan pintar, akademik, tetapi adalah seseorang yang mampu merajut perbuatan yang positif. Oleh karena itu ditulis berkali2 jagalah hatimu. Di dalam diri perempuan semua itu ada. Perempuan yang bijak adalah perempuan yang membangun.

Ada seorang dokter yang menyampaikan bahwa manusia itu jahat sejak kandungan, dia menghisap segala sesuatu yang ada dalam hidupnya, begitu juga ketika anak itu hidup. Tapi justru ibu telah memberikan kasih, diri dan pengorbanan. Kasih yang memberi dan pengorbanan, itu adalah gambaran tentang Kristus yang rela dan berkorban.

Saya merenungkan; Amsal menekankan soal kebijaksanaan dan paling sedikit adalah orang yang takut akan Tuhan. Ibu itu bagaikan pokok anggur yagn berbuah dalam rumahnya. Ibu yang takut akan Tuhan artinya ibu yang menekankan dan mengarahkan anak-anak pada hal rohani. Ibu diharapkan sebagai seorang yang rajin bekerja. Semua itu menghasilkan peranan penting karena ia pendidik utama bagi anaknya dan ia juga membuat suasanan rumah tangga-home sweet home, itu ditentukan oleh seorang ibu. Ibu yang benar menjunjung tinggi martabat suaminya, otomatis juga untuk martabat anak-anaknya.

Menghayati Amsal 14:1-sebenarnya peranan ibu dalam keluarga adalah karakternya. Dalam pasal 31 ada 10 karakter yang luar biasa, yaitu:
wanita yang terampil; orang yang bijak adalah orang yang pintar, bukan IQ tapi juga EQ dan SQ. Dalam ayat 26 itu wanita yang takut akan Tuhan itu memberikan ketentraman yang besar, membuat seisi keluarga tentram dan seluruh keluarga terhibur. Dia adalah seorang yang membangun a home not a house.
orang yang bijak memperhatikan langkahnya. Seorang wanita semakin bijak semakin sedikit bicaranya, semakin hati-hati langkahnya, karena itu mencerminkan karakternya.

Ada paralel dengan Mzm 127 sia-sia jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah. Di Mazmur subjeknya adalah Tuhan, dan di Amsal subjeknya adalah ibu. Bagaimana kita melihat karya Tuhan dalam peranan diri seorang ibu. Kata “membangun” menjadi kata kunci, dalam membangun setiap pribadi punya prinsip, tujuan yang berbeda, ini yang menjadi masalah dalam diri ibu. Para ibu ingin semua anak sukses, tapi dikerjakan olehnya. Apakah itu membangun? Tidak, malah itu menghancurkan. Di sinilah koreksi yang harus ada dalam diri ibu dan bapak.

Saya menyoroti hukum ke 5, ada keunikan;
hukum yang mengatur hubungan manusia dengan manusia.
hukum ini juga satu-satunya yang dinyatakan dalam kalimat positif. Sesuatu yang baik itu bukan hanya menghindari larangan, tetapi dalam arti positif aktif artinya berbuat sesuatu.
satu-satunya perintah berisi janji.

Saya menyoroti dalam menghormati orang tua; Allah mengatur alam semesta ini dengan teratur. Tuhan punya rencana yang indah dalam keluarga, karena itu keluarga adalah institusi pertama yang dirusak iblis. Kenapa kita harus menghormati:
karena itu adalah perintah Tuhan
karena dia ingin dunia lebih baik
Tetapi kita melihat bahwa tidak mudah untuk menghormati. Untuk hal ini kita harus
memandang kepada Tuhan
kita harus mengerti orang tua kita
kita harus mulai hidup responsibility dalam hidup sebagai anak Tuhan

Bicara soal menghormati ibu, apakah ini perintah atau karena orang itu layak dihormati. Amsal 11:16; di sana disebutkan “a kind hearted” itu adalah hatinya, sehingga ia memperoleh respek bukan disuruh tapi memang karena dia layak dihormati. Ibu perlu refleksi dirinya apakah dia layak dihormati. Respek itu harus terus dipertahankan.
Terang adalah sesuatu yang bisa dilihat bukan tersembunyi, harus nyata dalam sehari-hari, banyak dari kita memainkan peranan yang “luar” saja tetapi “dalam”nya belum tentu.
Ada seorang yang bertanya, “Kenapa ya di usia tua dia kesepian?” Itu karena jaga image (jaim); selalu menampilkan yang baik saja. Jika wanita adalah terang keluarga, dia berani mengekspos dirinya, maka dia akan menjadi orang yang berpengaruh. Jika kita melihat kata “membangun,” membangun sesuatu itu lama, itulah sebabnya seorang ibu jika mau membangun rumahnya, dia harus mengorbankan dirinya. Jika tahun pembentukkan tidak diberikan akan ada banyak PR nantinya. Jika luka di anak maka meledaknya di remaja atau dewasa. Seorang yang membangun rumahnya bisa bertahan lama kalau ada komitmen, sumbernya harus pada Tuhan.

Pertama, jika perintah itu dari Tuhan, mutlak harus ditaati.
Kedua, Saya memperhatikan perempuan bijak ada 4 hal penting, yaitu:
penampilan yang menarik; termasuk sikap atau kebersihan kesehatan keindahan, gerak geriknya
keterampilan; penampilan tapi bodoh itu suatu kekurangan. Harus pandai rajin
karakter; watak yang baik.
kerohanian yang baik; takut dan hormat kepada Tuhan.
Dengan 4 hal ini dia bisa menjadi isteri yang baik, ibu yang baik bagi anak2nya, menjadi anggota masyarakat yang diterima oleh banyak orang.

Suatu hari ibu saya pernah merawat kakak laki – laki saya yang sedang menderita demam berdarah. Kemudian tiba-tiba kakak saya mengalami panas yang sangat tinggi, dan kejang, lalu karena tidak sempat memanggil suster, maka dengan segera ibu saya

menahan mulut kakak saya dengan tangannya. Sejak hari itu pengorbanan ibu saya ini membuat kakak saya sangat mengasihinya. Dan waktu saya tanyakan alasan ibu saya adalah karena ibu saya sadar bahwa kakak saya adalah titipan Tuhan, yang harus dipertanggungjawabkan dan dikasihi. Saya sangat salut dengan karakter ibu saya yang hidup tidak banyak bicaqra, tetapi bekerja, dan beliau adalah seorang ibu yang sungguh takut akan Tuhan. Kehidupan di dalam Tuhan ini membawa begitu banyak berkat dan kedamaian dalam keluarga kami.

Wanita bisa bijak dan baik karena ada peranan suami sebagai kepala keluarga, seperti Kristus sebagai kepala jemaat. Suami sebagai kepala keluarga perlu berkorban, jikalau tidak berfungsi, maka keluarga tidak menuju sesuatu yang baik. Wanita adalah penolong, artinya ada kekuatan dari seorang ibu, karena dia mampu menolong suami untuk melewati masa-masa sulit. Mungkin hanya berdoa, peranan sederhana tapi luar biasa.

Men Mu adalah ibu dari Mencius, dia disebut sebagai orang no 2 dalam kesalehannya. Ibunya pernah memindahkan anaknya tiga kali: dari pasar; berpindah dari satu tempat dari pekuburan. Tapi anak ini belajar satu hal yaitu menangis. Jika orang meninggal disimpan berbulan untuk menunggu keluarga yang jauh, maka dia ditunggu. Karena tidak ada air mata, maka dia akan disewa orang. Kemudian pindah ke tempat ketiga, yaitu sekolah.
Orang Tionghoa biasa memperlakukan wanita dengan hina. Maka ada 4 yang harus dilakukan, yaitu:
di rumah nurut kepada bapa
di rumah nurut kepada kepada suami
di rumah nurut kepada kepada anak

Ada 4 hal yang dituntut ibu:
perkataannya
keindahannya; menghias untuk suami
keagungan dalam karakter
jasa dan karya dia; jika wanita tidak ada yang bisa dikenang

dalam hal ini sebenarnya isteri adalah
penopang leher, penegak.
Menjadi mahkota keluarga
Suami yang tidak bisa menghormati isteri adalah suami yang tidak bisa menghormati dirinya sendiri
Sumber kekayaan dari segala macam.
Sinar fajar;
Menjadi terang dari keluarga

Bicara terang; terang itu menjadi:
pusat perhatian.
Tidak banyak bicara
tanpa kompromi; selalu memberikan kejelasan dalam hidupnya; dia memberikan pencerahan, pengharapan.
Contoh: dalam Matius 15:21-28 ada seorang Hidon yang datang kepada Tuhan karena tidak ada ketentraman. Ibu yang sukses karena bersandar kepda Tuhan, di rumah ada doa maka rumah ada harapan. Ada kesulitan; Yesus diam, tapi dia tetap datang.
Anak yang bermasalah sebagai tusukan hati bagi orang tua, tapi bila dibawa kepada Tuhan ada harapan. Jika kita kaitkan dengan Mazmur 127, mengapa dikatakan perempuan sebagai anggur; karena di dalam kelemahan bisa menyenangkan, karena dapat dipakai sebagai obat juga. Anak adalah sukacita dihati, adalah kekuatan si bapa, adalah kebanggaan di pintu gerbang. Dalam konteks remaja:
Selama orang tua tidak bisa memerintahkan seperti Tuhan, doakan agar ibu datang kepada Tuhan
Hormati orang tua adalah perintah Tuhan. Baik atau buruk tetap adalah orang tua kita. Hormat kepada orang tua mengandung janji: 1. panjang umur, 2. bahagia; menikmati kehidupan.
Pepatah barat; “wanita adalah air wabah” ini adalah perkataan Spinoza, diawali ketika suatu hari ikut sayembara, dan dia dapat juara 1. ibunya tidak senang dan mendorong dari tangga, kemudian dia lumpuh dan pincang. Lalu dia mengatakan wanita adalah air wabah. Ibu iri kepada anaknya, karena lebih pintar, lebih cantik.