Jumat, 24 April 2009

YA TUHAN YA ALLAHKU

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis,23 April 2009
YA TUHAN YA ALLAHKU
Yohanes 20: 24-29
Ay 28
Penampakan Yesus kepada Thomas sangat penting dan bermakna. Karena dapat menjawab keraguan dan hal2 yang masih simpang siur bagi murid2Nya.Sebenarnya murid2 Yesus tidak percaya akan kebangkitan Yesus meskipun sudah ada laporan beberapa perempuan dari kuburan Yesus.Bagi Thomas yang penting bukanlah melihat Yesus yang sudah bangkit, jangan2 malaikat yang datang menghibur murid2,kecuali melihat langsung.
Ya Tuhanku dan Allahku adalah pengakuan iman dari Thomas, menjadi luar biasa. Mungkin bisa dibandingkan perkataan Petrus Matius 16 : 16 : Engkaulah Mesias Allah yang hidup.
Thomas saat itu tidak dipuji Yesus, tapi Yesus menjanjikan berkat orang percaya di kemudian hari meskipun tidak melihat.
Dengan pengakuan itu menunjukkan ada perubahan yang drastic akan diri Thomas, dia yakin Yesus yang bangkit menjadi tuan dan pemilik hidupnya dan dia bersedia melakukan apa saja untuk menyenangkan hati Tuhan, sebagai abdi Allah.
“Ya Allahku” Thomas sadar dia menyembah Allah yang hidup, hatinya mantap dan puas, dan memiliki Yesus sebagai Allah junjungan hidupnya, yang layak menerima sembah sujud dan pujian2an.
Kemudian hari Thomas mengabarkan Injil ke India dan setia kepada Tuhan sampai akhir hidupnya.

CK Barret dalam panafsiran Injil Yophanes, sebagai puncak pengakuan dan pernyataan “Ya Tuhanku dan Allahku”, yang diucapkan oleh Thomas yang ragu. Bagi Thomas percaya itu berhubungan dengan panca indra, bukti. Thomas kurang popular disbanding murid2 lain, dan fase pertumbuhan imannya juga tidak seperti teman2 lain. Tapi justru dari mulut Thomas terucap: Ya Tuhanku dan Allahku. Hal ini dipertanyakan oleh orang2 yang tidak percaya Trinitas, ini sebagai ekspresi terkejut saja dari Thomas. Hal ini tidak benar. Sebab orang Yahudi tidak menyebut nama Allah dengan sembarangan.Pernyataan ini menunjuk kepada Tuhan itu Allah itu ,menunjuk kepada Yesus, bukan wujud keterkejutan. Dari keraguan menjadi iman.

Murid Yesus tidak percaya tentang kebangkitan Kristus walaupun Yesus sudah berkali-kali memberitakan tentang kematian dan kebangkitan-Nya memang untuk percaya kepada kebangkitan Kristus itu membutuhkan iman. Hal itu merupakan gambaran manusia pada umumnya dan saat ini. hidup dalam keraguan. Percaya tentang kebangkitan perlu iman, padahal Yesus sudah berkali2 mengatakan kepada murid2 bahwa dia akan bangkit. Tetapi Tuhan Yesus yang terus proaktif bukan murid
1. Tuhan berinisiatif menyatakan diriNya
2. Thomas waktu ragu, dia malah melepaskan diri dari komunitasnya sehingga dia hampir hilang sewaktu Tuhan Yesus menampakn diri kepada murid yang lain dia tidak hadir (ayat 19-20)
3. Tuhan juga yang aktif menyatakan diri kepada Thomas dan Yesus memakai kata2 Thomas , ay 25 -27. Menyatakan Yesus maha tahu dan pintu tertutup dan mahahadir ay 26. Pengakuan Tomas yah Tuhan dan Allahku merupakan puncak pengakuan dari seseorang akan iman kepada Kristus.
4. Berbahagialah orang yang tidak melihat tapi percaya (Iman bukan karena melihat atau karena panca indra.)

Untuk kita bisa percaya dan mengenal Yesus itu merupakan kebahagiaan yang sangat besar, karena kehadiran Yesus selalu mendatangkan Damai sejahtera. Dan dampaknya mendatangkan damai sejahtera dan sukacita, merupakan hasil karya keslamatan dalam dirinya.
Itu sebabnya Yesus terus menolong murid sampai pada puncak pengakuan seperti yang diucapkan Thomas: Ya Tuhanku Allahku.Kenapa Yesus mau meyakinkan murid2 akan kabar kebangkitan? Karena mereka adalah orang2 yang akan meneruskan berita kebangkitan, bagaimana mereka bisa mengabarkan kalau mereka sendiri belum percaya dengan sungguh2. Maka ketika Yesus tahu Thomas masih dalam keraguan, Yesus menampakkan diri kepadanya.

Pada umumnya dari seorang yang ragu dan bimbang sukar diharapkan suatu pernyataan yang mantap,tegas. Namun tidak demikian dengan Thomas yang dikenal sebagai murid yang penuh keraguan.Dari mulut Thomas telah diucapkan suatu pengakuan iman yang luar biasa, pengakuan inan yang tidak pernah diucapkan oleh murid2 lainnya.Ucapan ini bukan hanya pengakuan akan kebenaran dan kesungguhan kebangkitan Yesus, seperti yang disaksikan rekan2 sebelumnya, tetapi suatu pengakuan terhadap keilahian Yesus serta pengabdian Thomas kepada Tuhan Yesus selaku hambaNya.
Penerapan: Apabila saat ini sdr belum pernah membawa satu jiwapun kepada Tuhan, maukah sdr bertekad, sekalipun tidak seperti Thomas hingga mati sahid, mari kita mendoakan jiwa2 yang tersesat, mendukung pelayanan penginjilan dan misi, serta bersaksi kepada mereka yang belum percaya.

Percaya pada seseorang adalah suatu hal yang sulit pada zaman ini. Siapakah yang dapat dipercaya? Apakah ia orang besar, bank yang besar, wakil rakyat, dll.? Begitu sering realitasnya menunjukkan bahwa kepercayaan yang telah diberikan ternyata berujung pada kekecewaan, kemarahan, bahkan kerugian dari pihak yang memberikan kepercayaan.
Barangkali itulah yang dirasakan oleh Thomas dan murid-murid Yesus lainnya, ketika melihat Yesus, Sang Pemimpin mereka itu ditangkap, diadili, disalibkan seperti penjahat dan mati dengan cara yang sangat amat mengenaskan. Mereka merasakan kesedihan, kekecewaan dan bahkan ketakutan.
Yesus, sebelumnya, telah berulangkali menegur mereka akan ketiadaan iman mereka (Mrk. 4:40). Ketiadaan iman mereka inilah yang memperparah kondisi perasaan mereka. Karena orang yang tak beriman, menyebabkan takut, khawatir, bimbang, ragu dan kekecewaan.
Tapi, apakah iman dapat diperoleh hanya melalui 1 cara, yaitu melihat bukti? Dalam kisah Thomas ini, bahkan syarat yang diajukan bukan hanya melihat, tapi menyentuh. Murid-murid telah menyatakan bahwa mereka telah melihat Yesus yang bangkit, tapi Thomas tidak cukup hanya melihat, tapi menyentuh. Maka, waktu Yesus menampakkan diri pada Thomas, Ia berkata, ”Cucukkanlah jarimu di sini, dalam tangan-Ku dan lambung-Ku.” Bagi Thomas, melihat saja tak cukup. Melihat saja, bisa berpotensi keliru, maka ia mau menyentuh.
Sekarang permasalahannya, apakah Allah harus mengikuti ”axioma” seperti itu? Apakah Allah, demi mau dipercaya oleh manusia, harus rela mengikut ”hukum” manusia, yaitu bisa dilihat dan disentuh? Jadi, kalau Allah mau dipercaya oleh 1000 orang, maka Ia harus menampakkan diri dan dapat disentuh oleh 1000 orang tersebut?
Tentu saja, jawabannya tidak bukan. Kita setuju dengan tegas bahwa Yesus / Allah, tak perlu mengikuti kehendak manusia. Allah tentu di atas kehendak manusia. Justru, Allah yang selalu mengikuti kehendak manusia, harus dipertanyakan keAllahannya. Allah adalah Allah yang di atas manusia. Allah tak rugi apa-apa kalau tak dipercaya manusia. Maka, Allah tak perlu menuruti kehendak manusia.
Dalam kisah ini, kita melihat belas kasihan khusus Allah pada Thomas. Ia ”mengizinkan” Thomas mendapatkan apa yang diinginkannya. Ia menampakkan diri pada Thomas. Dan Thomaspun, setelah mendengar suara Yesus, melihat bekas luka di tangan dan lambung itu, ia percaya.
· Thomas mengeluarkan sebuah statement besar sepanjang sejarah, bahwa Yesus itu Tuhan dan Allah. Apakah Yesus puas dengan sebutan itu? Memang, Yesus tak menolak disebut sebagai Tuhan dan Allah, karena memang Ialah Tuhan dan Allah. Kalimat itu tidak salah, bahkan kalimat itu boleh disebut sebagai salah satu kalimat terbesar sepanjang sejarah. Kepercayaan itu juga tidak salah. Yesus memang mau orang percaya kepada-Nya. ”Kesalahannya” adalah terletak pada ”Harus melihat / menyentuh itu.” Yesus mau kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah, walaupun tak melihat / tak menyentuh. Ia baru puas kalau orang bisa percaya, tanpa melihat. Ia menyebut orang demikian dengan sebuah istilah ”Bahagia.” Apakah kita juga dapat disebut orang yang bahagia?

Maka ada 3 hal yang kita mau renungkan:
1. Yesus sebagai manusia biasa yang istimewa.
Banyak orang percaya Yesus adalah manusia biasa yang istimewa. Dengan segala keahlian-Nya, Ia memang istimewa. Ia boleh disebut sebagai nabi, rasul, pemimpin agama, atau sebutan lainnya, tapi cukup hanya di situ, Yesus bukan Tuhan. Apakah kepercayaan kita juga hanya sampai di sini?

2. Yesus sebagai Tuhan yang dilantik manusia.
Seseorang pernah berkata bahwa Yesus adalah Tuhan, setelah Ia dilantik menjadi Tuhan oleh manusia. Tahun 325, dalam konsili Konstantinopel, raja Konstantin melantik Yesus ”menjadi” Tuhan. Inilah yang dipercaya juga oleh sebagian orang. Bahwa Yesus pada permulaannya adalah manusia biasa, kemudian ia mendapat ”kenaikkan pangkat” dari manusia menjadi Tuhan. Apakah kepercayaan kita sampai di sini?

3. Yesus sebagai Tuhan dan Allah.
Yesus mau kepercayaan kita sampai di sini, percaya bahwa Ia adalah Tuhan dan Allah. Yesus mau kita percaya bahwa sebagai Tuhan dan Allah, Ia tak mungkin dapat dibatasi oleh mata, sentuhan, telinga, atau bahkan dunia materi ini. Ia tak terbatas. Ia kekal. Ia jauh lebih besar dari semua apapun juga.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum'at,24 April 2009

Inti teologis bagian ini berbicara tentang iman:
1. Iman yang berdasarkan bukti: Iman rasio: Kalau tidak masuk akal maka itu ditolak, harus sesuai akal manusia.
2. Iman yang berdasarkan mendengarkan: Iman pendengaran: Rom 10: 14. Mengapa lebih berbahagia? Diterjemahkan diberkati. Orang yg mendengar firman dan percaya pasti diberkati.
Dalam iman pendengaran ada yg disebut sebagai Trust: Percaya kpd malaikat bahwa Yesus sdh bangkit, percaya kepada apa yang Yesus katakan sendiri. Trust juga bisa melalui pernyataan Thomas: Tuhanku, Allahku. My Lord adl Tuanku, My Boss. Dia penguasa Alam dan juga penguasa diriku sendiri. Allahku menunjuk kepada supremasi Allah: Allah yg bangkit, kemuliaan Allah meredam seluruh kemuliaan di dunia ini.
Berbahagialah orang yg mendengar/percaya. Seringkali kita banyak dengar kotbah tapi tidak sampai kpd Trust untuk membawa kpd Allah yg Supreme dan Penguasa hidup kita.

Dlm iman pendengaran ada faithfull: menjadi pengikut Kristus seumur hidup, yang ada adalah sepenuh hati. Iman yg tadinya ragu, pintu ditutup, omong bisik2, lalu setelah kedatangan Yesus maka iman menjadi bangkit.

Ayat 28 adalah Credo. Yoh melihat problem utama dari murid Yesus setelah Yesus mati adalah kehilangan iman, ayat 21: Semua yang tercantum dalam kitab itu menegaskan supaya kita percaya bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah supaya kamu oleh imanmu memperoleh iman dalam nama-Nya. Ini pengakuan bukan yg literal, tapi juga mengakui Yesus sebagai Mesias yang diutus Allah, mungkin selama ini murid melihat Yesus hanya sebagai guru, waktu Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena, lalu Maria memanggil sebagai Guru (Rabuni) juga waktu Yesus membuat muzizat, tetapi Yesus membuktikan keilahian-Nya maka ada perubahan pengakuan: Petrus dari menyebut Yesus sbg guru menjadi Yesus sbg Tuhan, ada kesadaran yg bertumbuh dlm iman Thomas, dengan menyebut Yesus sbg Tuhanku dan Allahku maka ada pengakuan implisit bahwa Yesus adalah Mesias yg akan memberikan kehidupan dan keselamatan yg dinantikan itu. Yesus tdk hanya menerima pernyataan secara literal dari Thomas tapi juga melihat hatinya. Bukan hanya sebagai guru tapi juga sebagai Mesias, berbahagia yg tidak melihat namun percaya.

Ada skeptis yg perlu bukti empiris. Percaya pada diri saja, Tuhan ingin mengajak Thomas dari percaya diri menjadi percaya Tuhan.
Ada 2 hal: Percaya Tuhan, stop ragu2 dan start to believe. Bukan hanya mengenal Yesus sbg pembuat muzizat tp juga sbg Tuhan dan penguasa kehidupan. Org yg berbahagia pasti telah mengalami proses iluminasi, di dlm konsep Sola Gratia tdk ada satu orang pun yg percaya tanpa anugerah Tuhan.

Bag ini adalah tipe manusia duniawi yg tidak percaya. Setelah diencounter dgn Tuhan maka dia takluk dan percaya. Kalau menemukan Tuhan pasti ada kepercayaan. Di dalam golongan Kharismatik banyak sekali terjadi muzizat. Kalau kita bicara saja di mimbar mungkin kita juga dianggap tong kosong, seharusnya kita juga mengalami hal-hal bersama Tuhan.
Tujuan Yohanes: Yesus adl Allah & Juruselamat. Ini ingin menunjukkan titik balik Thomas. P Yunedy pernah ketemu saksi Yehovah: Percaya Yesus sbg Juruselamat tapi bukan Tuhan. Terjemahan Allah adl Theos. Mrk tdk bisa jawab, lalu minggu depan ketemu lagi mereka (saksi Yehovah) berkata: Thomas kaget krn ketemu Tuhan Yesus, maka sebut Tuhanku Allahku, tapi Thomas bukan org Indonesia yg sedikit-sedikit sebut Allah, karena orang Yahudi jarang sebut nama Allah krn sakral. Pengakuan Thomas membawa kita kepada pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan kita.

Ini pengakuan yang tertinggi dari para murid. Tuan dan Tuhan dalam hidup kita. Thomas mengakui Yesus sbg Yahweh, Allah Abraham Ishak dan Yakub. Pengakuan yg sejati adl mengakui Yesus sbg Tuhan dan Tuan dlm hidup kita. Dia Allah yg berkuasa atas hidup kita.

Ilustrasi: Menanggalkan si Aku. Percakapan murid dan guru. Murid: Aku ingin belajar padamu. Guru: kalau engkau meninggalkan si aku maka engkau akan belajar banyak, simpanlah hartamu dan tinggalkan si aku, maka cinta itu akan muncul dgn sendirinya.
Perjalanan iman itu dinamis, pd saat rekan Thomas telah berhasil percaya, dan Thomas pesimis tetapi itulah Thomas, bagi dia kebangkitan adalah sesuatu yang luar biasa dan harus dibuktikan. Keraguan Thomas diyakinkan oleh Tuhan, murid yang lain juga pernah mengalami krisis iman, Thomas malah melarikan diri dari persekutuan dan menyendiri. Tuhan datang memulihkan iman Thomas, di sini ada murid yg lain, Tuhan mau bertemu dgn keragu2an Thomas.
Pengakuan iman Thomas membuktikan bahwa sekarang dia tahu kepada siapa percaya.

Setiap orang bisa percaya Yesus, tp Yesus sbg Siapa? Setiap org punya arti Yesus bagi mereka. Thomas waktu diperhadapkan dgn kenyataan ini, maka akhirnya memberi pengakuan yg To The Point. Thomas menyatakan dengan tepat sekali, setiap orang punya pemahaman, maka sangat penting waktu Yesus bertanya pd murid: Menurut kamu siapakah Aku ini? Guru besar, Moralis yg agung. Jawaban Thomas langsung pd jantung iman: Tuhanku dan Allahku. Semua lidah, lutut, mulut akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa.

Thomas: ada perjalanan dari Doubting Thomas ke Thomas The Believer. Thomas menjadi murid bersama orang yg lain disebut Didimus: Kritis dan sering bertanya:
Dalam Yoh 11, Thomas bersama murid dan Tuhan Yesus pergi membangkitkan Lazarus, Thomas di sini meragukan bahwa Yesus bisa membangkitkan, marilah kita pergi mati juga bersama Dia. Waktu perjamuan malam, Tuhan Yesus menyatakan: Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup, dimulai dari pertanyaan Thomas: Kami tidak tahu kemana kamu pergi, bagaimana kami tahu jalan ke situ? Puncak dari Thomas adalah: Ya Tuhanku dan Allahku adalah puncak pernyataannya.
Thomas adalah rasul yg melayani sampai India. Message: Perubahan seseorang dari ragu menjadi percaya.

Bag ini masalah percaya dan tidak percaya, setelah Yesus bangkit, maka yg tidak percaya justru para murid, lalu perlahan2 dari ragu menjadi percaya. Percaya ini dasarnya adalah perjumpaan dgn Tuhan Yesus, maka pasti akan terjadi transformasi.

Dlm ayat 30-31 supaya orang2 ini percaya, dan yang diangkat kisahnya adalah Thomas, apakah Thoms lebih buruk dari yg lain? Tdk juga. Petrus lari kabur, Yoh diam2 saja. Peristiwa ini terjadi karena sebelumnya Thomas tdk ada di lingkaran murid dalam persekutuan. Ada 3 tahap: 1. Skeptik: Tidak selalu salah, dan dlm kondisi tertentu dibutuhkan supaya tidak jatuh ke Easy Believism: Percaya tanpa dasar. Thomas adalah skeptik. 2. Minta bukti: Ini anugerah Tuhan kan Tuhan juga datang pada orang yg seperti ini. Tuhan tidak mengabaikan permintaan Thomas. 3. Percaya tanpa melihat; artinya satu anugerah jk bisa percaya tanpa menuntut bukti. Percaya kita itu mesti sungguh2 dan luar biasa. Waktu berkotbah apakah kita percaya apa yang kita kotbahkan?

Ada 3 macam kepercayaan: 1. Harus melihat baru percaya, 2. Sudah melihat pun tak percaya, 3. Iman sejati: tidak melihat namun percaya. Sekarang org baru melihat dan merasakan baru percaya. Yesus memenuhi kerinduan itu. Ada sebagian orang yang harus mengalami sesuatu baru percaya, tentu tidak salah krn manusia pada dasarnya lemah. Ada krisis yang terjadi sekarang karena ada hamba Tuhan yg menekankan hanya Firman saja tanpa kuasa supranatural. Dlm bhs mandarin ini adl Tuan yg menguasai seantero hidupnya, setelah Thomas meyakini maka org yg beriman ada damai sejahtera, sukacita dan diutus oleh Tuhan.

Ayat 28: Kenapa Thomas berkata: Tuhanku dan Allahku. Sebelumnya ada ketidak percayaan Thomas. Ayat 27: Tuhan langsung datang kpd Thomas: Tarohlah jarimu. Tuhan berespon dgn perkataan Thomas. Thomas pasti tidak mencucukkan tangannya, Thomas sangat terkesan dgn pernyataan Tuhan Yesus.

Lihat ayat 25: murid2 menyatakan kami telah melihat Tuhan, Thomas berkata: kecuali aku taro jariku maka aku tdk percaya, satu minggu kemudan Yesus menemui Thomas dan menyatakan diri dan menyatakan untuk tidak ragu;
1. Lihat Tuhan dan percaya. 2. Kecuali lihat baru percaya. Kenapa Thomas ragu?
1. Mau memutuskan diri sendiri 2. Mau menolak berdasarkan pengalamannya pribadi. 3. Mau menunjukkan diri lebih pintar dari orang lain, kalian semua bodoh percaya saja. Thomas banyak percaya tapi tdk dicatat Alkitab. Yesus punya goodwill yg baik pd Thomas, iman tdk dibangun dari penglihatan, pengalaman, tapi dari anugerah Tuhan.

Coba bayangkan pintu tertutup dan Yesus datang pd mereka dgn tubuh kebangkitan. Apakah bisa disentuh? Ini tidak penting. Setelah Yesus bercakap2 dgn Thomas maka Yesus makan. Kalau tubuhNya transparan maka ikan yg dimakan akan kelihatan, ini tubuh yg misterius. Waktu orang bertemu Yesus bukan lihat tidak lihat, mengalami tidak mengalami, tapi terbawa sesuatu yg luar biasa.
Ada 5 macam org:
1. Karena lihat baru percaya, melalui panca indera. Dlm bahasa mandarin: dibentuk 2 kata: Manusia dan perkataan.
2. Lihat dan tercengang.
3. Percaya dan mengalami bukti, Tuhan buka jalan. Waktu ke Tj Pineng ada kesaksian org yg minta didoakan dan terbukti ada jawaban dalam 1 minggu.
4. Karena iman. Iman diberikan oleh Tuhan. Iman menjadi wadah untuk menerima berkat Tuhan. Keraguan membuat manusia mencari sesuatu yg belum dia dapatkan.
5. Orang yg tidak melihat namun percaya. Percaya saja tidak cukup tapi harus memercayakan diri kepada Tuhan. 1 Petrus 1: 8-9 kalian tidak melihat namun mengasihi Dia, walaupun tidak melihat Dia, engkau memiliki sukacita yg diungkapkan. Tuhan mengasihi kita maka Dia hadir bersama kita. Isteri Einstein tidak mengerti teori Relativitas tapi kok berani menikah dgn Einstein? Ya tdk masalah ngerti ga ngerti yang penting adalah Einstein mengasihi aku. Demikian juga Tuhan mengasihi kita walau mungkin tidak memahamiNya.