Sabtu, 21 Maret 2009

KEHILANGAN KEMULIAANNYA

KEHILANGAN KEMULIAANNYA
Roma 3:21-31
Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 19 Maret 2009
Dalam perikop ayat 21-26, Paulus menekankan mengenai suatu masa baru, yaitu masa Mesianik. Dalam sejarah keagamaan Yahudi ada 3 zaman, yaitu zaman pra taurat; zaman taurat dan zaman Mesianik.

Dalam zaman Mesianik ini ada kontras antara keberdosaan manusia dan kesucian Tuhan.
Seluruh umat manusia telah berdosa.
Bukan pengalamannya berdosa, tapi sifat dosa itu (sinful nature).
Karena sinful nature itu, maka manusia tak berdaya untuk melepaskan diri dari belenggu / kuasa / hukum dosa.
Keterpisahan manusia dari Allah.
Manusia dengan kekuatannya sendiri tak mampu bersekutu dengan Allah yang kudus.
Allah menghukum dosa berdasarkan keadilan-Nya.
Berita pengharapan.
Ada jalan penebusan / pendamaian bagi manusia yang berdosa, yaitu dalam Kristus melalui iman.
Manusia harus menerima fakta kematian Yesus bagi dirinya.
Apa artinya beriman pada Kristus?
Beriman bukan hanya mengetahui secara rasio / pikiran, tapi dengan penuh kesadaran mengakui, menerima bahkan menyerahkan dirinya secara utuh kepada Kristus.
Konsekuensi iman adalah orang tersebut selalu taat pada perintah / Firman Tuhan.
Ia tunduk / mengakui otoritas Tuhan.
Ia mempasrahkan diri kepada kehendak Tuhan.

Kehilangan kemuliaan Allah = manusia jatuh dalam dosa, maka akibatnya:
Kita tak kenal Allah.
Manusia tak jelas mengenai dunia roh / rohani: Allah, malaikat, setan, Sorga, neraka, etc.
Manusia berpikir bahwa setelah meninggal, semuanya habis.
Kita tak kenal diri sendiri.
Manusia tak jelas apa itu benar / salah. Sehingga ia jatuh lagi dan lagi dalam dosa. Mis.: Karena keinginan mata (Hawa), keinginan daging dan keangkuhan hidup (I Yoh. 2). Manusia tak bisa menggunakan dengan baik-baik untuk hal yang baik semua keinginan itu.
Mis.: Hari Minggu tak bisa digunakan sesuai keinginan kita: rekreasi, bisnis, etc.
Bahkan dosa dilakukan dalam hal kecil: meludah di jalan, buang tissue di ruang kebaktian.
Dosa adalah dosa. Dosa bukan kelemahan. Manusia mencari self excuse dengan mengatakan, ”Kita kan masih manusia.”
Semua dosa pasti ada akibatnya.
Syukur pada Tuhan bahwa ada Yesus yang mau menebus / menggantikan kita. Penebusan Tuhan bukan pembatasan terhadap keinginan kita, tapi menjadikan hidup kita indah.
Kebebasan yang sejati adalah bisa melakukan dan bisa tidak melakukan.

Ada 3 kata yang akan kita bahas:
Dosa.
V 23 berkata bahwa ”Semua orang” telah berdosa.
Semua orang = bukan hanya orang bangsa tertentu / usia tertentu / keadaan ekonomi tertentu, tapi semua.
Banyak orang merasa tak berdosa, karena dosa dikaitkan dengan perbuatan. Mereka berkata bahwa mereka tak berbuat zinah, bohong, etc.
Padahal dosa itu tak memenuhi target Tuhan (hamartia).
Kemuliaan.
Kehilangan kemuliaan Allah = manusia tak bisa memenuhi standart Allah, kekudusan, terang.
Kasih karunia.
Syarat keselamatan itu hanya kasih karunia, bukan iman + perbuatan baik.
Banyak orang dalam katekisasi, waktu ditanya bagaimana caranya diselamatkan, menjawab iman + perbuatan baik.

Ada 2 jalan:
Jalan taat pada hukum taurat.
Orang Yahudi sangat bermegah atas ketaatannya pada hukum taurat.
Tapi, Paulus berkata bahwa semua orang telah dibawah kuasa dosa (Rm 3:9-18). Rasa takut pada Allah sudah tidak ada. Orang Yahudi mungkin ”Bisa” melakukan hukum taurat, tapi
Jalan kasih karunia.
Menekankan pada apa yang Allah telah lakukan untuk manusia, yaitu jalan penebusan / pendamaian.
Istilah-istilah itu adalah istilah dalam pengadilan.
Allah dalam kemurahan-Nya yang besar telah memperlakukan sebagai orang yang tak pernah berbuat salah (not guilty). Dibebaskan / dimerdekakan dari semua tuduhan.
Bahkan korban pendamaian itu memadamkan murka Allah.

Akibat manusia jatuh dalam dosa adalah sangat mengerikan. V 23 memberi tahu akibat jatuh dalam dosa, yaitu kehilangan kemuliaan Allah.
Kehilangan (husteronte) = gagal memperoleh terang cahaya kemuliaan / kehormatan Allah.
Manusia yang seharusnya bisa bersekutu dengan Allah, tapi karena dosa manusia kehilangan bagian dalam kemuliaan Allah. Kehilangan persekutuan dengan Allah. Sebagai gambar Allah, manusia seharusnya bisa bersekutu dengan Allah, tapi karena dosa, maka manusia kehilangan hal tersebut.

Kemuliaan Allah juga berhubungan dengan kekudusan Allah. Manusia bisa mendapat kekudusan, hanya jika hubungannya dengan Allah dipulihkan. Seperti Musa yang hidup dalam persekutuan dengan Allah di atas Allah, maka wajahnya bersinar.

Dalam Rom. 3:23 merupakan kesimpulan dari romasa pasal 2, Paulus memberi kesimpulan bahwa dosa itu universal. Semua orang, baik beragama atau tidak beragama / , beradab / biadab, berpendidikan atau tidak, pejabat atau rakyat, kaya atau miskin etc., semua orang telah berdosa.
Dosa itu sangat serius itu sebabnya di kaitkan dengan kehilangan kemuliaan – Allah, jadi dosa pertama berkaitan dengan Tuhan. Karena Dia menciptakan manusia sebagai gambar & rupa Allah tetapi manusia memberontak melawan maksud sang Pencipta
Zaman ini banyak orang menganggap dosa tidak serius, karena hanya di lihat dari sudut pandang disiplin ilmu, sosilogi, psyikologi, pendidikan, politik, dan filsafat dan bahkan agama Mereka menganggap bahwa dosa itu kelemahan manusia, kegagalan lingkungan, kesalahan masyrakat. dst
Dosa itu tak pernah mereka kaitkan dengan diri sendiri dan Tuhan. Tapi, Paulus mengatakan bahwa karena dosa, manusia telah kehilangan fungsi diri sebagai reflektor Allah.
Dosa bukan di luar manusia, tapi diri manusia itu sendiri yang berdosa.
Paulus juga bergumul dengan dosa. Setiap kali ingin berbuat baik, ada dosa juga (Rm 7).
Hanya Kristus satu-satunya yang bisa memulihkan / mengembalikan kemuliaan Allah dalam diri manusia. Bukan karena jabatan, pendidikan, pengaruh, kekayaan- kepopuleran.

Raja Belsyasar dinilai / ditimbang Tuhan ternyata tak memenuhi syarat. Orang Islam memiliki konsep bahwa orang bisa masuk Surga dengan cara ditimbang. Tapi, menurut Tuhan, semua orang telah ditimbang dan tidak memenuhi syarat.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum’at, 20 Maret 2009

Di dalam fasal pertama kita mendapatkan bahwa kejahatan manusia yang digambarkan melalui kelaliman dan kefasikan, pada dasarnya telah membuat manusia jauh dari Tuhan. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi adalah manusia dengan sengaja membuat kejahatan tersebut meskipun mereka tahu akan adanya Allah (ay. 19-23,25,32). Pada fasal kedua kita mengetahui bahwa Allah akan menghukum semua orang yang tidak percaya kepada-Nya dan akan menyelamatkan mereka yang percaya. Dalam hal ini Allah tidak akan membedakan akan suku bangsa yang dimiliki oleh orang tersebut (ay.9-11). Sedangkan pada fasal ke tiga, kita mendapati bahwa orang Yahudi dan Yunani saling menganggap diri benar dengan segala hal yang telah mereka perbuat, termasuk melakukan tindakan keagamawian di dalamnya. Padahal mereka semua adalah di bawah kuasa dosa dan tindakan keagamawian mereka bukanlah jalan untuk menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka. Sebagai contoh dari dosa-dosa mereka dapat dilihat dari fasal 3:11-18.
Pada fasal 3:23 ini, jika melihat ke dalam terjemahan yang aslinya, maka kata yang menjelaskan “kehilangan” sebenarnya adalah “kekurangan”. Hal ini lebih dapat diterima bila dibandingkan dengan keadaan manusia, sebab keberadaannya adalah kekurangan kemuliaan Allah dan bukannya kehilangan kemuliaan Allah. Oleh karenanya, dengan keberadaan manusia yang telah terjatuh ke dalam dosa, telah memberikan suatu kenyataan yang baru yaitu bahwa kemuliaan Allah yang ada pada manusia, dimana manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, telah menjadi rusak dan bukannya hilang. Hal ini dikarenakan bahwa di dalam diri manusia masih terdapat tindakan-tindakan yang mengarah kepada kebaikan. Dengan rusaknya rupa dan gambar Allah dalam diri manusia atau dapat dikatakan bahwa manusia telah kekurangan kemuliaan Allah, maka keberadaan manusia adalah suatu keberadaan yang tidak mungkin untuk tidak berbuat dosa. Misalnya saja: Abraham dimana dia pernah berbohong dengan mengatakan bahwa istrinya adalah saudaranya, Daud dengan dosa perzinahannya, Yesaya dengan mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang berdosa, Ayub dimana dia tidak berani mengangkat kepalanya karena dosa-dosanya, atau Paulus dimana dia sangat tahu hukum Tuhan tetapi dia justru membunuh dan menganiaya orang Kristen. Dengan kata lain, tidak ada seorangpun yang dapat hidup dengan tanpa berbuat dosa. Seperti juga yang dituliskan oleh Paulus di dalam Rm 7:18-19 yaitu bahwa di dalam diri manusia tidak ada yang baik dan hanya cenderung untuk melakukan hal-hal yang berbau dosa. Hal ini sungguh ironis sekali karena di dalam Rm 6:23 dikatakan bahwa upah dosa ialah maut, kebinasaan, dan keterpisahan dari Allah untuk selama-lamanya. Tentunya hal tersebut merupakan suatu konsekuensi yang begitu mengerikan dari dosa-dosa yang membelenggu umat manusia.
Ditengah-tengah kejatuhan manusia ke dalam dosa yang sedemikian rupa, dan dengan melihat bahwa Yesus telah menjadi satu-satunya jalan pendamaian antara Allah dan manusia, maka kita dapat mengenal Allah kita dengan jelas yaitu bahwa Allah adalah Allah yang memiliki kasih yang begitu mulia bagi manusia yang percaya kepada-Nya. Bahkan dengan kasih-Nya tersebut, Allah tidak menetapkan berapa besar dan banyak usaha yang harus dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan keselamatannya. Akan tetapi, keselamatan tersebut justru diberikan secara cuma-cuma kepada mereka yang percaya kepada-Nya seperti yang tertulis di dalam Rm 3:24. Bahkan kata cuma-cuma tersebut mengindikasikan bahwa keselamatan yang dari Allah adalah pemberian yang tidak disertai dengan adanya harga yang harus dibayarkan. Akan tetapi yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah, bahwa keselamatan tersebut akan diterima oleh manusia jika manusia itu memiliki iman kepada Tuhan seperti yang tertulis di dalam ayat ke 27. Selain itu, dengan memiliki iman, maka di dalam Rm 5:1 dituliskan bahwa dengan iman kepada Allah maka akan membuat manusia itu hidup damai sejahtera bersama dengan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa damai sejahtera bukan menjadi sesuatu yang asing bagi kita, tetapi menjadi milik kepunyaan kita karena kita telah dibenarkan melalui iman.
Oleh sebab itu, dengan mengenal bahwa Allah kita adalah Allah yang mulia, dimana hal itu terpancar dari kasih ilahi-Nya yang telah memberikan keselamaan kepada kita, maka sebagai remaja-remaja Kristen apa yang harus kita lakukan, apalagi mengingat bahwa kita akan memasuki minggu-minggu paskah? 1). Berkomitmen untuk bertobat dan tidak kembali lagi kepada kehidupan yang lama. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan tetapi ketika kita melakukannya dengan iman yang tertuju kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita semua, sebab tanpa iman maka kita akan menjalani pertobatan dengan tidak serius dan tidak akan mampu untuk menjalankan pertobatan tersebut. 2). Berkomitmen untuk menghargai pengorbanan yang telah Yesus lakukan di atas kayu salib.
Roma 3:23, ay 10-18 manusia berbuat dosa yg kehilangan kemuliaan Allah digambarkan dengan:tidak berakal budi, jahat, dll. Seseorang yang telah kehilangan kemuliaan Allah sudah tidak berpusat kepada Allah, tidak bisa mencari Allah, melakukan segala sesuatu yang tidak mencari Allah. Kehidupan yang berdosa dan tidak mau mencari Allah adalah kehidupan yang tanpa damai dan sukacita. Roma. Orang yang membiarkan kehilangan kemuliaan Allah dan tidak mau kembali kepada jalanNya adalah orang yang akan segera menerima murka Allah. Dalam khotbah ini kita harus mengembalikan manusia kepada jalan benar supaya tidak dihukum dan menuju kebinasaan.

Mengenai kata “kekurangan” bukan “kekurangan” tetapi seharusnya “kehilangan”.

Dosa berpengaruh luar biasa, dia bisa menurun. Contohnya Yakub ketika menipu ayahnya, dia juga ditipu anaknya. Yehuda anak dari Yakub juga ditipu oleh Tamar (Kej 28). Apakah ini dosa turunan/karma? kenyataan bisa demikian. Ilustrasi;seorang nenek diasingkan diberi makan dengan tempurung kelapa, .. hati-hati dengan dosa kalau tidak peka bisa berbahaya, Allah bisa membengkokkan kepada jalan penghukuman bila diingatkan tidak putus hubungan dengan dosa. Dosa hanya bisa dibereskan dengan datang kepada Kristus, Kristus ditentukan untuk membereskan dosa. (Rm 3:23) pasal 1 berbicara kpd orang Yunani yang kafir, pasal 2 kepada orang Yahudi yang berdosa, pasal 3 kesimpulan bahwa semua orang telah berdosa. Pasal 4 solusi bahwa Kristus menjadi pendamai. Hanya dalam Krisus ada keselamatan.

1. All have sinned.
2. Fall short of the glory of God.
3. When we concern thenglory of God we will see.
a. We are weak.
b. We need help of Jesus.
4. Glorify God.

Ada 3 pertanyaan penting.
1. Apa pengertian kemuliaan Allah (Kej1:26, image of God) calvin, totalitas manusia sebagai gambar keberadaan dari Allah. Manusa terdiri atas materi dan imateri semuanya itu adalah bagian dari Allah.
2. Sampai sejauh mana kehilangan kemuliaan Allah, kehilangan dalam pengertian rusak dan tercemar. Yesaya mencatat bahwa manusaia diciptakan untuk kemuliaanNya, karena dosa manusia hidup dalam dosa dan pelanggaran dan puncaknya kehilangan kemuliaanNya.
3. Kehilangan Allah bisa dipulihkan. “Penebusan” terjual oleh dosa dan ditebus, dikaitkan dengan ay 25, menunjuk pada pendamaian, ketika manusai jatuh dalam dosa Kristus menjadi korban untuk meredakan murka Allah

1. Status manusia yang berdosa tidak lagi utuh, dia kehilangan, tercemar. Tragis memang karena dosa menjadi rusak.
2. Ketidakberdayaan manusai akibat kehilangan kamuliaan sehingga tidak bisa menikmati kehidupan dan bertentangan dengen Allah, manusa dan dengan ciptaan Allah yang lain.
3. Bagaimana kemuliaan itu kembali? hanya kepada Kristus, datang kepadaNya.

Ay 24 tentang kasih karunia, charis=membungkuk dan mengasihani, spt seorang ibu yang membungkuk ketika anaknya terjatuh. Spt itulah kasih karunia Allah, Dia membungkuk dan menerima kembali manusia yang terjatuh itu, segala kesalahan kita tidak lagi diperhitungkan Allah, segala kasihNya dicurahkan kepada kita. Agustinus membuat suatu pernyataan: ”Bahwa dalam memberi ganjaran kepada kita, dalam kenyataannya, Allah mengaruniakan anugerahNya sendiri”.

Setiap akibat pasti ada akibatnya, akibat kejatuhan Adam dan Hawa jatuh dlam dosa manusia kehilangan kemuliaanNya. Apakah implikasi kehilangan kemuliaan Allah.
1. Semua orang layak dihukum, upah dosa adalah maut. Demi tuntutan Allah, Dia yang adil maka manusia dihukum. Penjelasan dosa;manusia dari Adam s/d kita semua berdosa.
2. Allah menawarkan pengampunan dan keselamatan di dalam Kristrus, Allah inisiator yang menawarkan keselamatan keapada manusia yang berdosa. Diumumkan benar, dasaranya adalah anugerah. Penebusan melalui Anaknya yang tunggal, pendamaian;belas kasihan membuat damai Allah menyelamatkan orang berdosa. Napoleon ketika dibuang di pulau St Helena, ditempat itu dia melihat sebuah gambar yang menggambarkan kesengsaraan Kristus, dia memanggil pengawal tahanan dan mengatakan:”Aku dan Alexander Agung, serta penakluk dunia lainnya menaklukkan bangsa-bangsa dengan kuasa pedang dan penumpahan darah, naumu Yesus Kristus menaklukkan bangsa-bangsa dengan kasih dan menumpahkan darahnya sendiri.”
3. Tantangan; supaya merespon panggilan Tuhan, implikasi dosa bahwa manusaia harus menghadapi penghukuman tetapi anugerah Allah menyelamatkan.

1. Apakah yang dimagsud dengan kemuliaan Allah? kemuliaan Allah adalah kemampuan manusia untuk berelasi dengen Tuhan. Ketika relasi itu hilang maka manusia celaka/parah.
2. Konteks, manusa mencari-cari akibat kehilangan relasi dengan Allah. Dengan adat istiadat, dengan sunat, relasi itu bisa dipulihkan bukan dengan Tuarat tetapi melalui relasi dengan Kristus.

Persamaan dan perbedaan Mc. Paulus menyebutkan 5
1. Manusi sama-sama berdosa
2. Manusia sama-sama Kehilangan kemuliaan Allah
3. Manusia sama-sama Dibenarkan dengan Cuma-Cuma
4. Manusia sama-sama Ditebus oleh Kristus
5. Manusia sama-sama Dibenarkan karena iman

Perbedaan mausia 2 Kor 6:14
1. Kebenaran dan kedurhakaan
2. Terang dan gelap
3. Kristus dan belial
4. Percaya dan tidak
5. Bait Allah dan berhala
Kenapa perbedaan itu terjadi? sebenarnya tidak ada, tetapi kenapa berbeda?, yaitu ketika seseoraang menanggapi pekrjaan Allah dalam Kristus.

Pengertian Dosa secara umumà dikaitkan selalu dengan masalah perilaku danbukan dengan status dan keberadaan
Kekristenan à dosa adalah suatu yang hakiki. Kehilangan kemuliaan Allah.
Dosa itu menjadi keberaadaan seusai dengan tolok ukur dalam dirinya dan luar dirinya. Di dalam diri manusia selalu menganggap dirinya benar, tetapi di luar diri yaitu standart Allah dengan demikian maka itu merupakan kebutuhan akan pengampunan dari Allah.

Kemuliaan adaalah salah satu sifat dari Tuhan, sifat yang patut untuk dipuji. Dalam bahasa Ibrani “kabot”, artinya berbobot, bila itu berkurang berarti ada yang kurang. Yunani “doxa” manusa berdosa maka kehilangan mulia. Alam semsta menceritakan kemuliaan Allah, kita melihat keagungan Allah. Dalam manusia kemuliaan Allah juga dinyatakan, tetapi karena dosa kemuliaan Allah itu hilang. Pemulihannya ada 3 :
1. Dari pihak Allah melalui anugerah dan kesabaranNya,
2. Melalui Yesus penebusan dan darahNya.
3. Dari manusia melalui iman kita dipulihkan dan didamaikan. Bukan perbuatan dan menjalankan HT, secara Cuma-Cuma diberikan kepada manusia itu sendiri. Kemuliaan itu dirusak oleh dosa tetapi dipulihkan oleh Yesus

à semua orang telah berbuat dosa. Mereka telah kehilangan kemuliaan Allah (ayat 10) dengan semua daftar sifat dan perilaku yang dimunculkan. Orang yang berdosa itu tidak pernah memiliki orientasi kepada Allah. Sehingga mereka tidak pernah mengalami anugerah dari Allah, mereka sedang menantikan penghukuman yang kekal, setiap orang perlu menyadari dirinya
1. Came short of the glory of God à menjadi kurang=mengurangi, mendiskredit, sehingga kemuliaan Tuhan tidak nampak oleh manusia berdosa. Manusia tidak dapat mengekspresikan
2. Are unworthy of God Praiseà tidak layak untuk memuji Tuhan, tidak layak untuk menjadi pemuji. Maka alat2 yang najis tidak akan dipakai oleh Tuhan
3. non athined the gloriuos likeness of God à standart manusia seharusnya demikian ideal, ini mengenai imago. Kehendak Tuhan tidak tersalur dalam hidup kita seag
4. all fact short God gloriuos ideal à kodrat dari Allah itu tidak lagi serupa dengan Allah. Dosa itu membuat keindahan ktia rusak.
5. Lack the glory which come from God à karena dosa itu maka manusia kehilangan kemuliaan yang dari Tuhan. Malu yang ditonjolkan bukan kemuliaan.(tetapi anak kecil tidak malu tanpa pakaian tetapi sesudah dewasa menjadi malu)
6. Fall short in being any glory to God à kita menjadi satu being kenyataan kehadiran eksistensi Allah.
7. Are deprived of the devine spelendour à tidak bisa mempertahankan sesuatu keindahan yang mempesona sebagai karya masterpiece.
a. Perempuan Samaria di tepi sumur di Sikhar, ia mengalami pemulihan melalui keselamatan dari Allah.
b. Manusia melihat berapa yang bisa dia berikan kepada Tuhan, tetapi Allah menghitung berapa yang tersisa dalam dirinya.
c. Kain à terharu untuk bertobat tetapi tidak pernah meninggalkan kesalahannya. Orang muda yang terharu akan dosanya tetapi tidak bertobat.
Dalam bagian ini Tuhan concent akan manusia, ini tentang sesuatu yang sgt penting. Karenamanusia tidak dapat memenuhi standart kemuliaan Tuhan. Kita tidak dapat mengatasi kejahatan dan dosa. Kita sering hanya mampu memikirkan tentang kemanusiaan kita tetapi bila kita melihat kebenaran firman Tuhan, maka kita akan menemukan bahwa di dalam Allah ada penyelesaian akan dosa.
Kita harus memberitahukan bahwa bagaimana dengan kemuliaan Tuhan yang telah hilang? Apa yang menjadi standart kita sebagai manusia, karena kita sangat lemah dan berdosa untuk kembali kepada kemuliaan Tuhan. Itu sebabnya kita memerlukan Tuhan Yesus untuk kembali dalam kemuliaan Tuhan karena kemuliaan Tuhan hanya ada pada Dia.