Sabtu, 07 Maret 2009

“BAGAIMANA MUNGKIN TIDAK SAYANG”

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum.at, 06 Maret 2009


“BAGAIMANA MUNGKIN TIDAK SAYANG”
Yunus 4:11
Yunus adalah orang yang keras hati. Dengan melihat sikap Asyur (sadis, menyiksa, tawanan dikuliti hidup-hidup, dibungkus dengan kulit lalu dijemur hidup-hidup), kita bisa memaklumi sikap Yunus. Yunus seorang nasionalis yang sejati, dia tau bersikap kepada bangsanya, dia menunggu keadilan Allah. Tetapi justru Allah yang menuntut dia untuk memberitakan Injil kepada Niniwe. Yunus marah ketika terjadi pertobatan. Kemudian terjadi percakapan, Allah mengatakan “Bagaimana mungkin Aku tidak berbelas kasihan dengan Niniwe?” padahal demikian bejatnya mereka, sampai dikatakan tidak bisa memberdakan tangan kanan dan tangan kiri. Dari sini kita lihat rahmat dan belaskasihan Allah melampaui apa yang bisa dipikirkan.

Konteks mengarah keselamatan berkaitan dengan PMPI. Ayat 9 mengatakan keselamatan adalah dari Tuhan. Tiga hal yang sulit dalam kitab Yunus, yaitu: (1) Ayat 3: Niniwe percaya kepada Allah. Teguran Yunus membuat mereka berpuasa, gambaran kejahatan mereka sulit dipahami. (2) Ayat 10: bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, “maka menyesallah Allah.” Bagaimana Allah merancangkan sesuatu lalu menyesal. (3) Bagaimana orang yang ditelan ikan lalu masih bisa hidup. Ketiga hal ini harus hati-hati dalam menyingkapinya.
Kasih sayang Allah, “Allah yang rahmani dan rahimi …” (4:2), artinya dalam berita Yunus Allah masih memberi kesempatan kepada manusia untuk pertobatan, sehingga keselamatan itu menjadi bagian dari hidup manusia.

Kota Niniwe didirikan oleh Nimrot, dinamai kota penumpah darah. Kota yang kaya, kuat, hidup dari perdagangan. Tetapi juga dikatakan sebagai kota penyembah berhala, penuh dengan dusta, penuh persundalan. Namun demikian, Tuhan mengirim seorang nabi untuk mempertobatkan kota itu.

Ada 4 hal tentang cinta kasih Allah: (1) Allah menyayangi ciptaanNya. (2) Allah datang karena Dia menyayanyi manusia. (3) Dari segala macam kesulitan tujuannya untuk menantang manusia supaya lebih beriman. (4) Dari kematian. Hidup ini memang melelahkan tetapi Allah menjanjikan kelepasan melalui kematian.

Tema kitab ini, “luasnya kasih saying Allah yang menyelamatkan”. Tema dari perikop kita baca adalah pertobatan Niniwe. Menunjukkan teguran dan pangajaran Allah kepada Yunus tentang kasih sayang Allah yang tidak terbatas. Ini mencerminkan kasih Allah kepada semua manusia yang berdosa.
1. Allah itu adalah kasih. Penyataan ini menjadi dasar bagi Yunus untuk menolak panggilan Allah, karena dia sebenarnya menanti penghukuman bagi niniwe bukan pengampunan Allah. Dari sini kita lihat kasih Allah tidak memandang bulu. Kasih Allah untuk semua orang. 1 Yoh 4:8, “Allah adalah kasih.” Ia menyatakan kasihNya melalui Yesus Kristus. Hudson Taylor pernah mengatakan, “Satu-satunya yang membuat kita bisa bertahan dalam penginjilan, jika kasih Kristus yang menggerakkan kita untuk bermisi.” Jika kita mengasihi Tuhan maka kita pasti melakukan yang terbaik sebagai ketaatan kepada Tuhan.
2. Kasih Allah menjangkau semua orang berdosa. Ayat 4-11, pembelajaran Yunus dari sebatang pohon. Allah tidak hanya peduli pada Niniwe tetapi juga diri Yunus sendiri. Yunus sendiri sudah merasakan kasih sayang Allah, meski ditelan ikan tetapi dimuntahkan dan tetap hidup.
3. Iman dan pertobatan menghasilkan keselamatan. Ayat 5, mereka percaya Tuhan dengan pertobatan. Belas kasihan Allah dinyatakan.

Bagian ini menyatakan suatu kerinduan hati Allah. Kasih Allah tidak tertahan oleh karena dosa. Sebesar apapun dosa, kasih Allah lebih besar. J.I. Packer mengatakan natur Allah yang paling sederhana dan paling besar adalah kasih Allah. Dengan kasih, demi kasih, oleh kasih keselamatan diberikan.

“Yunus melarikan diri jauh dari hadapan Tuhan” (diulang dua kali). Konsep pada waktu itu, dewa itu sifatnya teritorial. Ia hanya berkuasa local, di satu daerah dia berkuasa tetapi di daerah lain tidak. Tuhan yang menyatakan diri kepada Yunus, bukan demikian.
Konsep lain yang ingin diungkapkan bahwa Yunus sengaja pergi menjauh, karena bagi dia orang Niniwe itu layak mendapatkan hukuman. Mereka kejam sekali. Untuk apa diberikan kelaskasihan. Keadilan itu adalah jika ada yang salah maka mutlak mendapatkan hukuman. Di sini ditunjukkan justru Tuhan melihat sebaiknya (4:11), istilah “tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri” artinya tidak bisa membedakan antara kebenaran dan kejahatan. Ketika mereka melakukan kejahatan itu mereka anggap sebagai kebenaran. Pada waktu Yesus disalib ia berdoa, “Bapa ampuni mereka, karena mereka tidak tau apa yang mereka lakukan.” Mereka perlu diberi tahu, oleh sebab itu Yunus diutus.

1. Konteks sejarah, Yunus melayani pada masa Yerobeam II (793-753 BC) dimana Israel telah goyah dan mengalami perpecahan menjadi 12 suku, 10 suku di utara dan 2 suku di selatan. Sementara Asyur berkembang menjadi bangsa yang kuat namun hanya sebagian kecil dari mereka mengenal Allah Yahwe, sebagian besar hidup dalam kekafiran dan kefasikan pada jamannya.
2. Yunus meski nabi kecil tapi merupakan tokoh sejarah yang penting, yang pernah dikutip oleh Yesus dalam menyatakan nubuatan tentang kematian dan kebangkitanNya (Mat 12:39-41, Lukas 11:29-32), dimana karya Kristus ini membuka “tabir” bahwa Allah menyelamatkan seluruh bangsa-bangsa di dunia bukan hanya Israel saja.
3. kerangka khotbah:
i. Prolegomena : dunia kontemporer (post moderisme) yang membawa kemajuan peradaban, tapi kehilangan kasih dan bukan semakin baik, karena semua hal menjadi relative, menolak kemutlakan satu satunya Allah yang benar.
ii. Main Message : kasih Allah setiap zaman tetap relevan bagi jawaban atas makna hidup manusia.
iii. Exegese:
a. Unconditional Love, kasih yang tidak bergantung dalam situasi dan kondisi yang terjadi…(yg tidak bisa membedakan tangan kanan/kiri)
b. Great love for all, tidak hanya untuk Yahudi tapi juga untuk orang Asyur demikian juga pada konteks jaman ini….(bgmn Allah tidak sayang?)
c. To see as God sees, pertobatan yang memperbaharui hidup dan membawa makna hidup….(mereka doa puasa dan menyesali dosa-dosanya).
Kepustakaan: http://en.wikipedia.org/wiki/Jonah; artikel tentang postmoderisme, majalah Euangelion edisi terakhir; http://www.zianet.com/maxey/Proph8.htm

Dua hal berjalan: yang satu kerjanya marah dan menolak yaitu Yunus; sementara Tuhan dari awal menunjukkan kasih setiaNya. Bagaimana membawa jemaat kita “boleh marah” tetapi Allah berotoritas, otoritas yang penuh kasih.

Ayat 11, di Niniwe ada 120 ribu orang yang tidak bisa membedakan tangan kiri dan kanan. (1) Tuhan menghitung. Kenapa? Karena Tuhan menghitung milikNya. Paulus di Korintus “jangan diam dan jangan takut karena kota ini ada umatKu.” Ini adalah barang berharga Tuhan. Tuhan menghargai setiap manusia yang dihitung. (2) Tuhan mengerti mereka. Tuhan tau jelas urusan batiniah dan lahiriah (perbuatan) setiap orang. Sekalipun mereka jahat, tepai mereka merupakan kesayangan Tuhan karena mereka diciptakan immortal. Pohon jarak hanya semalam tetapi manusia dicipta untuk selama-lamanya. Pohon digigit ular mati, manusia masuk neraka tidak mati. Allah menciptakan dan Allah menopang manusia. (3) Pertobatan membawa pada keselamatan. (4) Tuhan dapat memakai siapapun: pohon jarak, ulat, semua dipakai Tuhan termasuk Yunus yang tidak taat, akhirnya orang-orang Niniwe yang bertobat lainnya. Kesimpulan, Tuhan saying, mengerti, mengubah, dan memakai mereka.

Manusia cenderung memperjuangkan sesuatu yang tidak bernilai. Sama seperti Yunus: keinginannya, pohon jarak, dan sebagainya. Yunus membenci yang baik dan benar dari Allah. Selesai dia memberitakan ia tetap menantikan penghukuman itu. Tuhan memperjuangkan dan mengasihi sesuatu yang sangat bernilai.

Ayat 3 dan 8, keinginan Yunus adalah mati. (1) Dia kecewa kepada Tuhan. Tuhan tidak bertindak seperti apa yang ia inginkan. Ia menginkan penghukuman. (2) Ia kecewa karena Allah tidak adil. Ia tidak megerti bahwa Allah penuh pengampunan. (3) Ia kecewa dan tidak mau melayani. Ini beda dengan keinginan Elia, tetapi ada pemulihan dan ia kembali melayani Tuhan.

Pra PMPI dikaitkan dengan PMPI. Paulus punya hati seperti Kristus. Apakah Yunus juga? Kitab ini menceritakan kegagalan Yunus, supaya kita tidak turut seperti dia. Yunus ingin menjadi nabi seperti keinginan dia, bukan seperti keinginan Tuhan. Konsep yang sulit, “Allah menyesal.” Kemurahan dan keadilan ditegakkan bersamaan, jika manusia tidak bertobat maka akan dihukum dan jika bertobat maka akan menerima kemurahan Allah. Tidak bisa hanya menekankan kedilan tanpa kemurahan. Ini sesuatu yang paradox. Ini konteksnya. Kitab ini bicara masalah “hati” Allah.
Contoh pertobatan John Wesley yang melalui group Puritan kemudian kebangunan rohani di England. Khotbahnya sangat kaya dan kadang tidak cukup bahan khotbah . Disaat gereja kehilangan cinta kasih kepada manusia yang berdosa. Maka muncul William Booth (The Salvation Army). Dipinggir jalan (lampu merah) jenis orang yang terbuang diabaikan dilayani. Gereja menghukum William Booth karena melayani orang yang dianggap terbuang dimana bagi Gereja merasa itu tidak boleh dilayani. William Booth muncul ketika gereja kehilangan panggilan untuk memberitakan penginjilan. Ia dan istrinya memberitakan injil kepada orang-orang yang marginal. Berhatikan seperti Kristus, artinya punya pikiran dan perasaan seperti Kristus. Moto William Booth, “others.” Selama masih ada jeritan dari janda, yatim piatu dan penderitaan dari orang miskin, Aku tetap berjuang. Dia punya pikiran dan perasaan kepada orang lain. Bagaimana memenangkan orang-orang jahat “yang tidak tau membedakan tangan kiri dan tangan kanan.” Perlu merenungkan pegangan dasar Firman Tuhan dalam membangun pelayanan dan dukungan. Perlu punya hati dan perasaan seperti Kristus (Filipi 2:5).
Yunus punya ayat mas, 2:9. Keselamatan itu milik Tuhan, oleh sebab itu kepada siapa Dia memberikan, itu adalah hak Allah. Tidak ada seorang pun yang bisa mencegah.
1. Gereja dalam pertumbuhannya, kalau yang masuk lebih banyak dari pada yang keluar itu bertumbuh. Kalau imbang itu pasti stag. Kalau yang keluar lebih banyak dari yang masuk gereja pasti tutup.
2. melayani Tuhan perlu tekanan supaya bertumbuh dan mengerakkan orang melayani Tuhan. Harus minta diri maka Tuhan kasih waktu. Minta waktu maka dikasi uang. Bila minta uang maka dapat kosong. Kita jangan menjadi Yunus dan jangan jemaat seperti Yunus melarikan diri.
3. Sikap Yunus: 1) kesal; 2) doa; 3) minta mati.
4. Sikap orang niniwe-pertobatan:
1. menyatakan puasa
2. turun dari tahta
3. mengenakan kain kabung
4. melepaskan jubah
5. duduk pada abu
6. mohon dengan sangat
7. berbalik dari kejahatan
8. meninggalkan kesadisan
9. menyatakan kasih Allah
10. menerima berkat Tuhan