Jumat, 02 Januari 2009

"TERPILIH BAGI KEMULIAAN-NYA"

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
2 Januari 2009
"Terpilih Bagi Kemuliaan-Nya"
Efesus 1:3-14


Teologi Kristen bersifat Teosentris, manusia diciptakan Allah bagi Kristus. Namun, kejatuhan manusia dalam dosa menjadikan tidak lagi hidup untuk Allah. Allah bukan hanya mencipta kita bagi Kristus, di dalam sejarah keselamatan Allah memilih Israel sebagai bangsa.
Allah sebagai inisiator, di dalam hikmat dan rencana-Nya yang kekal mengembalikan manusia kepada tujuan-Nya yang semula melalui dan di dalam Kristus. Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah bukan hanya menciptakan kita melalui Kristus, tetapi melalui Dia, sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih kita supaya menjadi anak-anak-Nya dan memuliakan-Nya.
Mengapa kita harus memuliakan Allah:
Tuhan, diri-Nya adalah kemuliaan
manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan yang bisa mengembalikan kemuliaan pada Tuhan.
Allah tidak pernah mengijinkan manusia mengalihkan kemuliaan-Nya pada allah palsu.
Bagaimana kita memuliakan Allah?
dengan melayani Dia
dengan menyembah-Nya
dengan meneladani karakter Kristus dalam keadilan, kebajikan, kemurahan, kasih, jujur, rendah hati, dsb.
Dengan berkata benar dan mengajarkan firman-Nya.
mengajar generasi berikut bahwa apa yang kita lakukan adalah memuliakan nama-Nya

Jemaat efesus adalah jemaat yang giat bekerja untuk Tuhan, namun orientasi sudah berubah. Di dalam surat ini Rasul Paulus mengingatkan bahwa mereka harus kembali pada poros Kristus, dan dalam pasal 2 mereka diingatkan bahwa mereka diselamatkan karena iman, kasih Kristus. Jemaat efesus juga dicela karena kehilangan kasih yang mula-mula. Di dalam pasal 4 Paulus mengingatkan bahwa mereka harus mengalami LB ay.3. Itu karena jemaat efesus belum mengalami pembaruan secara total, pikiran mereka belum diubahkan sehingga mereka jadi homosentris.
Melalui kasih juga nama Tuhan akan dipermuliakan. Maka Paulus lengkap bicara tentang karunia2, dasarnya adalah kasih Allah. Pasal 5 Paulus mengingatkan karena mereka hidup seperti orang duniawi, begitu juga dalam rumah tangga mereka kehilangan kasih, sehingga Paulus perlu untuk kembali mengingatkan bahwa hubungan mereka harus berlandaskan kasih Kristus. Sesuai dengan tema, maka kita perlu untuk membahas kasih Kristus, sehingga kemuliaan menjadi kemuliaanNya karena kita hidup di dalam kasih.

Dalam perikop ini saya memperhatikan 2 hal, yaitu:
Pertama, kebenaran tentang Allah dan implikasinya. Kebenaran yang indah disingkapkan mengenai tindakan predestinasi dan pemilihan Allah dari kekekalan yang mengacu kepada rencana Allah bagi ciptaanNya sebelum dunia dijadikan. Rencana kekal Allah berkaitan dengan kedaulatan Allah dan implikasinya adalah 1) kita dapat melihat Allah yang memiliki rencana atas hidup umat-Nya dan 2) adanya pengharapan bagi orang percaya karena tidak ada satu hal pun yang dapat menggagalkan atau mengalahkan rencana Allah bagi mereka, 3) kita dapat melihat bahwa ada anugerah Tuhan yang melampaui segala sesuatu dan segala sesuatu yang terjadi dalam dunia ini tidak begerak secara sembarangan tetapi dikuasai oleh Allah menurut keputusan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita melihat bahwa kasih Allah sejak kekekalan adalah kasih yang aktif, kasih yang bersasaran, kasih yang berobjek dalam ketritunggalannya.
Kedua, kebenaran tentang manusia dan implikasinya. Tuhan adalah penentu tujuan hidup manusia, sehingga mereka terpilih disingkapkan tujuan yang ilahi, yaitu 1) supaya kita kudus dan tak bercacat, 2) untuk menjadi anak-anakNya, 3) supaya terpujilah kasih karuniaNya.
Melalui hal ini, kita melihat Allah mencipta manusia bukan demi kemuliaanNya seolah-olah Allah kurang mulia sehingga harus melakukan sesuatu untuk menambah kemuliaanNya, bahkan ketika manusia tidak memuliakan-Nya sedikitpun kemuliaan-Nya tidak berkurang begitu juga sebaliknya. Tetapi, Allah mencipta manusia adalah untuk memanifestasikan kemuliaan-Nya dalam karya-Nya, pekerjaan-Nya sehingga manusia dapat bersekutu, menikmati Allah dan mencerminkan kemuliaan-Nya di dunia


Kita dipilih semata karena anugerah Allah. Kita dipilih berdasarkan kasih-Nya. Bagaimana kita dipilih untuk kemuliaanNya?
Kita dipilih sebagai ahli waris Kerajaan Sorga. Makna ini juga sesuai dengan pengadopsian budaya Yunani.
Dipilih untuk menjadi kudus dan tak bercacat. Apakah mungkin? Kudus tidak sama dengan suci tidak berdosa, tetapi dikhususkan bagi Allah. Dipilihnya kita bukan untuk kita, tapi untuk kemuliaan Tuhan. Ada 3 macam kekudusan: 1) pada waktu kita percaya kita disebut kudus, 2) pengudusan secara progresif, 3) orang percaya disebut kudus ketika kita di sorga.
Dipilih untuk puji-pujian bagi Allah, bukan untuk menyombongkan diri.


Pada perikop ini secara khusus bicara tentang puji2an bagi Allah. Berkat rohani tersebut bicara tentang jaminan keselamatan dari pekerjaan tiga pribadi Allah trinitas (ay.4-6). Konsep ini merupakan konsep yang mendasar dari Kekristenan, oleh karena itu dalam konsep pilihan itu terkandung. Apa tujuan pemilihan Allah? 1) supaya kita hidup kudus, 2) supaya kita menjadi anak-anak-Nya. Di sini kita melihat adanya predestinasi, berarti ada sebagian orang yang tidak dipilih. Orang berdosa diangkat menjadi anak Tuhan sehingga memiliki hak untuk menerima kekayaan bapa sorgawi. Jadi, puncaknya adalah supaya manusia dapat menyatakan kemuliaan Allah, menjadi puji-pujian bagi Allah, totalitas waktu kita untuk kemuliaan-Nya.

Ada 3 hal yang menjadi penekanan Rasul Paulus dalam surat ini:
en christo (di dalam Kristus); sepertinya menjadi penekanan yang kuat bahwa berkali-kali dikatakan demikian bahwa segala sesuatu adalah dari Kristus oleh Kristus untuk Kristus, dan bagi kemuliaan Kristus. Calvin mengatakan bahwa pilihan Allah bersifat cuma2, tentang nilai, kebajikan.
Kasih karunia; menjadi penekanan bahwa pilihan Tuhan atas kita adalah hanya karena anugerah (grace). Calvin mengatakan bahwa "pilihan Ilahi bersifat cuma-cuma dan menghancurkan tiap gagasan tentang nilai manusia, kebajikan dan amal.
Arabon (jaminan); dalam pasal 14 Roh Kudus yang Allah berikan adalah jaminan dari keselamatan penuh yang akan dianugerahkan-Nya kelak. Di dalam kekekalan, Allah telah memilih kita dan sampai kekal Ia akan tetap memilih dan menetapkan pemilihan itu atas kita. Segala sesuatu telah Allah berikan sebagai jaminan, bahwa keselamatan manusia tidak pernah hilang karena Allah telah menjamin.

Keselamatan adalah sesuatu yang dibutuhkan tetapi yang paling tidak dicari manusia. Keselamatan adalah sesuatu yang paling ditekankan tetapi manusia sering kali meremehkannya. Saya ingat ketika smp saya dipilih menjadi ketua regu pramuka, senang sekali. Lalu saya berpikir, apa yang membuat saya dipilih? Tidak ada. Dalam 1 Ptr dikatakan kita dipilih untuk rencana-Nya, menuju suatu kehidupan yang lebih baik lagi. Kita dipilih diantara sekian banyak orang berdosa dan semata-mata karena anugerah-Nya.


Saya ingin menjelaskan kepada jemaat, memasuki tahun 2009 apa yang mereka kejar? Kristus adalah pusat seluruh anugerah dan berkat Allah. Saya akan mengajak jemaat untuk kembali melihat perjalanan hidup dalam 2008. menjadi anak2 Allah untuk tujuan Allah: kudus, tak bercacat. Jadi tujuan hidup dari roang percaya adalah menjadi anak Allah dan menjadi penggenapan bagi rencana Allah. Rencana ini sifatnya kekal, semua menuju kepada penggenapan, percuma kita berontak karena pada akhirnya akan menuju ke situ juga. Allah mempersiapkan semua bagi kita menuju penggenapan itu. Sehingga setiap pemberontakan terhadap Allah akan mendatangkan kerugian dan tidak ada sukacita. Sukacita terbesar adalah mengikuti arus yang sedang direncanakan Allah dalam kehidupan kita.

Fokusnya harus pada darah Kristus, ayat 7. karena darah Kristus telah mengampuni kita sesuai dengan anugerah dan kelimpahan berkat. Rahmat jauh lebih indah dari taurat. Jika dalam Kristus kita telah ditebus kita harus menjadi anak2 Tuhan yang baik.
Istilah terpilih, adalah tindakan Allah yang aktif, membedakan yang dipilih dan tidak dipilih. Bagian ini tercantum dalam ayat 3, karena Allah berencana, Allah mempredestinasi, Allah menyatakan anugerah, Allah mengijinkan Yesus ditangkap dan darahNya tercurah maka di dalam bilurnya kita disembuhkan. Maka dari itu memberi kita harapan yang cerah dan jaminan yang teguh dan memberi kita kemuliaan kembali kepada imago, image of God, kembali pada rencana yang semula.
Allah tidak pernah gagal, Allah tidak pernah menyesal bila akhirnya manusia mempermalukan Dia. Ada keselamatan, ada pembaruan, ada berkat maka Paulus dengan jelas berkata bahwa kita adalah karya cipta yang indah di dalam Kristus. Karya cipta yang indah dituangkan oleh Calvin dalam Tulip; Total depravity, Unconditional election, Limited atonement, Iressitible grace dan Preseverance of the saint. Jadi kita yakin bahwa orang benar jatuh sekali tidak akan tergelincir. Oleh sebab itu Paulus mengingkatkan bahwa kita adalah orang yang bodoh, karena kita meninggalkan sumber mata air itu dan membuat waduk yang bocor yang tidak bisa menampung air. Daud berkata bahwa orang yang menggantikan Allah dengan ilah lain akan adalah suatu kebodohan. Yang dipilih Allah adalah orang yang lemah, tidak mampu berlaku baik, selalu gagal, yang hina, Tuhan memilih orang yang hina supaya orang yang hebat dipermalukan. Yang tidak berguna tidak memiliki apa-apa dipilih supaya Kristus menjadi: 1) menjadi hikmat, 2) menjadi kemuliaan, 3) menjadi kesucian dan 4) penebusan kita. Kalau kita bandingkan dengan surat Roma tatkala kita dalam dosa, Kristus mati bagi kita.. Tatkala kita lemah, Kristus mati bagi kita.
Bagi kemuliaan itu artinya apa? Yes 43:7 "...kuciptakan untuk kemuliaan-Ku". Baiklah kita menjadi orang Kristen yang tidak menyia-nyiakan hidup. Penegasan yang penting adalah dalam Kristus karena Yesus berkata "Akulah pokok anggur dan kamulah rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Jangan seperti jemaat efesus.
Dalam perikop ini ada satu istilah yaitu "berkenan." Jadi Allah berkenan memberi kepada kita. Tatkala manusia berdosa jadi menjalani kehendak Tuhan dalam hidup adalah memuliakan Tuhan. Ada 3 hal penting yang dapat diterapkan, yaitu "Bagaimana firman berkata", "bagaiman hati bersuara", dan "bagaimana situasi menata". Terakhir, Tuhan Yesus disalib kelihatannya Dia gagal, tetapi Dia berakata, "genaplah."