Sabtu, 10 Januari 2009

BUAT APA CARI SUSAH

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
09 Januari 2009

BUAT APA CARI SUSAH
Keluaran 20:1-3

Beberapa hal tentang Allah:
1. Allah yang berfirman à unsur pewahyuan yang memberikan pengenalan akan Allah kepada orang Israel, kehendak Allah untuk Israel
2. Akulah Tuhan Allahmu, Kel 3:14, I am that I am, Aku yang hidup, Aku yang ada. “Aku adalah” bukan sekedar perkataan biasa yang menyatakan pribadi Allah sendiri. Sama dengan syema Israel, pengakuan atas realitas tentang Allah.
3.Allah yang memimpin mereka bebas dari Mesir, berkaitan dengan Paskah, sebuah gambaran tentang Allah yang transenden, begitu dekat dan nyata kepada orang Israel. Allah yang menebus Israel.
ay.1-4 pentingnya mengetuhankan Tuhan, penegasan tentang monotheisme, di tengah bahaya politheisme di mesir, dan juga henotheisme (menerima banyak Allah). Untuk membersihkan politheisme perlu ratusan tahun, sejarah pembuangan membawa Israel menjadi montheisme .
Bagaimana orang percaya mengetuhankan Tuhan
1. Melalui Teologi dalam tauhid
2. Praktik hidup dan penyembahan
3. Praktik keagaamaan, yang memakai gambaran untuk dipuja
4. Bahaya kenajisan, perzinahan rohani, Allah menuntut penyembahan yang mutlak.
Pentingnya mengetuhankan Tuhan, baik dalam pengakuan Teologis, praktik keagaamaan, dan praktik kehidupan

Ketika Tuhan mengatakan hukum taurat ini, bangsa Israel sedang berada dalam perjalanan, yang menyatakan bahwa hanya Dia Tuhan yang mampu, tanpa Tuhan mereka tidak bisa menjadi bangsa yang bebas, merdeka bisa beribadah kepada Tuhan. Panggilan orang Israel adalah untuk beribadah kepada Tuhan. Zaman ini juga demikian, dalam kehidupan, seringkali juga kesulitan, tantangan, bahkan kenyamanan membuat kita berpaling dari Allah.

Kehidupan susah karena akibat dosa, kontaminasi dosa dan berhala selama di Mesir. Kel 19:5-6, mereka diingatkan Tuhan bagaimana Tuhan mengenapkan janjiNya, dan ingin menjadikan mereka umat kesayangan Tuhan, jadi kalau dijadikan harta kesayangan, maka tidak usah susah. 10 hukum ini menjadi alat ukur apakah kita sudah menyembah Tuhan Allah secara benar.

Menekankan tentang ketaatan, manusia memandang hukum sebagai hal yang memberatkan dirinya. Anak Tuhan seringkali menjalankan hokum karena takut, sebenarnya karena Tuhan sudah membebaskan dan menyelamatkan.

Latar belakangnya bangsa Israel keluar dari perbudakan mesir. Ini adalah saat yang tepat untuk memberikan 10 hukum.melalui 10 hukum ini
· Menjadikan mereka umat yang merdeka, terhormat, dan mengerti cara hidup dengan Tuhan.
· Melalui 10 hukum ini, Allah YHWH menyatakan lebih berkuasa daripada Firaun dan allah yang disembahnya. Allahlah yang sanggup mematahkan segala belenggu kehidupan.
Diharapkan umat memiliki pengertian yang sungguh benar akan Allah yang dipercayanya
Menekankan kata Cari = hal yang hilang, belum dimiliki. Kalau yang hilang adalah kesusahan, maka buat apa dicari. Sebenarnya apa yang disebut kesenangan adalah kesusahan, untuk mendapatkan itu manusia berpikir bahwa harus mengusahakannya, padahal menurut hokum ini hal tersebut adalah pemberian Allah untuk membuat manusia mengalami kebahagiaan/kenikmatan. Manusia sudah ditetapkan untuk hidup dalam hokum, maka manusia diharapkan mencari dahulu kebenaran Allah, maka semuanya akan ditambahkan. Manusia mencari 3T yang dipikirkan membahagiakannya, malah akhirnya membawa kedalam kekeringan. Banyak untuk hidup, tetapi tidak tahu untuk apa hidup saya.
Hukum diberikan setelah mereka keluar dari mesir, ada sebuah metoda pembelajaran dari Allah, tidak langsung hokum, tetapi hadiah, (7 pasal sebelumnya) baru setelah Allah menyatakan kuasa dan berkatNya, ia menyatakan apakah umat mau menjadi milikNya dalam 10 hukum ini. Karena itu melalui hal ini, jemaat diingatkan agar
1. Jangan menyimpang ke kanan/ke kiri, supaya temukan kebahagiaan
2. Jangan menambahi atau mengurangi, tidak membuat hukum yang baru
3. Jangan dikecilkan artinya, artinya perlu dillakukan dengan serius

Allah yang memulai dengan menjadikan manusia umatNya, Allah yang berinisiatif. Tuhan memberikan perintah jangan ada Allah lain, melalui ayat ini ada 2 hal:
1. Tuhan bisa memilih kita, namun Dia bisa tidak mendapatkan apa-apa
2. Manusia kelihatan beribadah kepada Tuhan, tapi sebenarnya beribadah kepada yang lain

1. Manusia terus belajar untuk Taat, karena mengadnung penyerahan kepada Tuhan, dan melepaskan ego
2. Belajar untuk setia, untuk mengenal Allah lebih baik
Kalau memikirkan Allah memang susah,
1. karena konsep monotheis, dibandingkan dengan 3 agama lain yang juga monotheis, susah karena mereka menyebut nama Tuhan, dan Allah yang sama. Bungkus sama, isi tidak,
2. Kita juga bicara tentang politheisme,
3. Ilah jaman ini, pemikiran, harta, dll.
Gambaran Allah menjadi rusak, karena dosa, shg manusia tidak mengenal Allah yang sejati, dan manusia mengganti pengenalan Allah yang kekal dengan yang fana dan visual. Paulus mengatakan bahwa bagaimana Allah mengemukan diriNya kepada manusia dalam diri Kristus Yesus yang benar

Pasal ini adalah bentuk kalou, larangan mutlak yang bersifat kekal dan terus menerus, al, yang menekankan jangan, Amsal 25:6, larangan biasa yang tidak bersifat kekal, dengan kata lain, inilah hukum yang masih berlaku sampai saat ini. Civil law, ceremonial law, juga tidak lagi berlaku. Ay 1-3, konteks penyembahan berhala. Yang akan ditekankan adalah buat apa cari susah dengan menyembah Allah yang lain. Tuhan akan menyatakan hukuman untuk orang yang menyembah allah lain. Menurut Allan C, generasi ketiga dan keempat terbukti hukuman Allah untuk mereka yang menyembah berhala. Dalam kondisi apapun, jangan coba-coba untuk melarikan diri kepada apapun.
Akulah Tuhan Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, supaya jemaat tidak lari kepada ilah lain, jemaat harus fokus kepada anugrah kasih karunia Allah, untuk menjadi kekuatan dalam kehidupan.
Mat 22:37-39

Mengenalkan kepada umatNya tentang diriNya:
Melalui ciptaanNya
Allah yang berkarya bagi umatNya. Allah memberikan kelegaan, Aku yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir.
Jangan ada padamu Allah lain di hadapanKu
Tidak hanya berlaku ketika kita kebaktian atau upacara agamawi, berlaku terus menerus dalam kehidupan. Seringkali yang terjadi adalah ilah yang tidak nampak, bahkan bisa terjadi ketika

Konsep manusia tentang TUHAN, monoteisme, henoteisme, politeisme, ateisme. Hanya satu TUHAN. Kriteria Allah; Sifat sempurna, tidak berubah, kekal, maha kuasa, esa, beroknum
maha tinggi
pencipta bukan dicipta
banyak orang jarang menganut monoteisme yang murni
berhala
manusia, orang2 saleh à Konfusius, kuan kong
perut Flp 3:9 à menunjukkan nafsu, keinginan daging
mamon
kekuatan – Hab 1, mendewakan kekuatan karena orang babilonia begitu kuat sehingga mendewakan hal tersebut
menyembah setan , setan dari dulu ingin disembah seperti yang ditunjukkan dalam cobaan di padang gurun kepada Yesus. 1966 San Francisco, menyembah setan itu kotor, najis, dan kejam.
Mengilahkan diri à Sun Myung Moon

Mzm 16:4, yang menggantikan Allah dengan ilah lain, bertubi tubi dan bertambah kesedihannya, dari Raja Dauvd. Buat apa cari susah kalau sudah ada, tidak mengha tidak menghormati Ethical, menetapkan apa yang tersurat dan tersirat. Sejarah yang menjadi His Story, interpretasi adalah apa yang alkitab hari ini. Hari ini kita melihat sesuatu yang konkrit dan yang abstrak, Allah tidak bisa dipegang, tidak diraba, tidak dimengerti. Mengenal Allah yang sejati melalui Tuhan Yesus, perbedaan Islam dan Yahudi. Imago diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dalam peta dan teladan ada sedikit perbedaan, an zhao xing xiang yang shi, bentuk luar, dan karakter (inner). Jatuh dalam dosa menjadi rusak smua, Yesus memulihkan yang didalam dan muncul keluar. Yesus membangun sebuah kesan dalam diri kita, pengalaman pengenalan yang tidak bisa dituliskan. Ortu masih ada ingat rupanya, kalau tidak ada lagi mengingat perkataannya. Hidup tidak berarah, tidak bermakna, tidak berhasil, invisible God yang memimpin hidup yang visible, Paulus berkata yang kelihatan sementara
Bagaimana membangun kehidpuan yang semntara untuk berorientasi kepada kekekalan
Mengapa orang Israel keluar dari Mesir mengapa Allah tidak memimpin lewat daerah Filistin karena itu Point of no return, tidak bisa kembali, konteks ini dibawa Paulus kepada gereja Tesalonika, shifeng you zheng you huo den shangdi. Nabi Yeremia berkata Israel melakukan hal yang bodoh dan jahat: Meninggalkan sumber dan menggali kolam yang bocor yang tidak bisa menyimpan air. Kiekergaard berkata, dua orang berdoa, yang satu ke kuil berdoa kepada Allah yang benar, yang satu lagi ke gereja tetapi berdoa kepada ilah yang lain. Mana benar dan salah? Dua2nya salah, salah tempat dan salah arah. Oleh sebab itu diharapkan bisa mengajak jemaat untuk beribadah kepada Allah yang benar dalam kehidupan sehari2nya.***