Jumat, 25 Januari 2008

Orang benar diselamatkan oleh karena Iman

Orang benar diselamatkan oleh karena Iman
Habakuk 2:1-5

Pdt. Yahya Santosa
Latar belakang pesan Habakuk merupakan penghiburan bagi orang percaya yang sedang mengalami penderitaan. Saat itu, keadilan sosial sangatlah diperhitungkan keberadaannya mengingat banyak sekali pemerasan, kejahatan, kesewenang-wenangan orang fasik. Pesan nubuatan yang diberitakan Habakuk malah berlainan dengan apa yang diharapkan oleh bangsa Israel saat itu. Habakuk memberitakan bahwa penderitaan akibat penindasan orang-orang fasik sudah ditentukan Tuhan pada bangsa Israel. Justru saat-saat inilah Habakuk hendak memberikan penghiburan akan suatu realita bahwa hidup orang percaya mengalami banyak penderitaan.
Ada beberapa pokok penting,
1. Habakuk tahu bahwa jawaban hanya datang dari Tuhan
2. Habakuk sadar bahwa jawaban Tuhan itu tidaklah langsung datang

Dalam surat Galatia pada pembicaraan tentang Iman, ada tantangan dari orang-orang di luar gereja terhadap ajaran Paulus. Oleh karena itu kesempatan dipakai Paulus guna menjernihkan kembali konsep mengenai hukum taurat yang sama sekali tidaklah menyelamatkan, melainkan seperti cermin yang hendak memperlihatkan kesalahan orang.

Pdt. Samuel Wahyudi
Perlu diperhatikan Sitz In Leben, situasi kehidupan bangsa Israel dalam teks-teks Alkitab. Kondisi bangsa Israel saat itu berada dalam paska Uni-Israel, dimana bangsa Israel terpecah jadi dua. Kondisi politik pun menjadi goyah. Maka tidak heran jika Yehuda (Kerajaan Israel Selatan) dijajah oleh bangsa Kasdim. Tuhan memberikan FirmanNya melalui perantara Habakuk guna menegaskan bahwa penderitaan akibat penjajahan Kasdim merupakan teguran bagi bangsa Israel agar mereka bertobat.
Kerangka khotbah ditekankan pada, diluar iman kepada Allah yang benar tidak akan membawa hidup dalam pengharapan.
i. Pendahuluan, kondisi manusia yang REAL, manusia tidak mampu menyelesaikan masalahnya.
Restlesness, Emptiness, Aimlessness,Loneliness.
ii. Berita : Konteks Habakuk tekanan pada Sitz im leben, bagaimanakah manusia dapat menyelesaikan permasalahannya?
iii. Eksegese
a. Allah berinisiatif menuntun kepada pertobatan, sekalipun melalui kenyataan hidup yang berat.
b. Mampu membedakan: hal-hal yang bisa diubah dan hal-hal yang tidak bisa berubah. Hal-hal yang bisa diubah adalah masa depan dan hal-hal yang tidak bisa berubah adalah masa lalu.
c. Perubahan terjadi hanya karena Iman.
iv. Konklusi khotbah: kembali tekanan tema, orang benar akan hidup karena iman, bgm kehidupan jemaat hari ini?.

Pdt. Christiadi Cohen
Perkataan “orang benar akan hidup oleh percayanya/imannya” dalam kitab habakuk turut dikutip Paulus guna mengkonsentrasikan inti hidup orang percaya. Dalam situasi Perjanjian Lama, Habakuk berusaha mempertanyakan kepada Tuhan mengapa orang berdosa dihakimi oleh orang yang lebih berdosa; bangsa kafir. Pertanyaan ini merupakan “Self-Righteousness” bangsa Israel (Yehuda) di hadapan Tuhan.

Ev. San Bun
Perkembangan iman menurut James Fowler pada tahap ke-4, ketergantungan percaya manusia hanya karena ikut arus (komunitas). Iman pada tahap ke-4 bergantung atas kata orang atau kata pendeta. Sedangkan tahap ke-5 yaitu tahap dimana tiap orang dapat secara individuatif, reflektif: bisa mempertanyakan, bisa mengumuli. Seperti Hab yang mempertanyakan hal-hal yang tidak dipahami dalam kehidupan, lalu mempertanyakan kepada Allah.

Pdt. Yunedy
Hukum taurat itu sudah lama hilang dan baru ditemukan kembali pada tahun 621 SM. Kembalinya hukum taurat tersebut tidaklah memulihkan kerohanian secara permanent. Akibatnya orang-orang Yahudi kembali berbuat dosa seperti sebelumnya. Tidak heranlah jika mereka dihukum Tuhan.
Menyadari persoalan ini, Habakuk mendoakan mereka tetapi nampak seolah-olah Tuhan tidak mendengar. Malah orang Kasdim dipakai Tuhan sebagai bentuk keadilan serta hukuman bagi bangsa Yehuda. Inti berita Habakuk tidak lain ialah menyampaikan pemurnian Tuhan kepada Israel, sebagai bentuk wujud kasih Tuhan kepada orang beriman.

Ev. Frida Adjan
Di dalam ay. 4, “Sesungguhnya orang benar akan hidup oleh percayanya”, Habakuk berusaha mengkontraskan dengan sikap orang sombong. Tentu saja orang yang sombong adalah pribadi yang sangat sulit untuk beriman kepada Tuhan. Kesombongan tersebut membuat dirinya tidak perlu bergantung sesuatu apa pun juga; dalam konteks ini adalah Tuhan.

Ev. Irene
Tema “orang benar diselamatkan oleh iman” didapati keunikan tersendiri. Mengapa? Karena sering kali orang benar – mungkin merasa benar – bersikap arogan serta tidak perlu lagi mengandalkan Tuhan. Hal ini dapat diumpamakan seperti perbedaan orang yang dapat berenang dan orang yang tidak dapat berenang. Orang yang tidak dapat berenang pasti tidak berani langsung ke daerah paling dalam. Sebaliknya orang yang dapat berenang cenderung akan berenang ke daerah paling dalam, hingga dimungkinkan ia pun akan mengalami kecelakaan meski pun punya kemampuan berenang.

Pdt. Caleb Tong
Pesan di Galatia dan Habakuk tentang “iman” merupakan applicable bagi tiap kondisi. Paulus mengambil tema tentang “orang benar hidup oleh karena iman” merupakan interpretasi dari peristiwa di Perjanjian Lama sebagai sumber kekayaan Firman Tuhan pada suratnya pada jemaat Galatia. Ada beberapa pokok penting yang hendak Paulus sampaikan atas interpretasi Habakuk 3:4, antara lain:
§ Roma 1:17, merupakan berita kepada orang non Yahudi agar mereka mengerti bahwa keselamatan hanya oleh iman yang berlandaskan oleh Anugrah Tuhan
§ Galatia 3:11, merupakan ajaran khusus bagi orang Yahudi yang terlalu menegaskan syarat memenuhi tuntutan Taurat. Paulus menegaskan bahwa Taurat merupakan alat vonis bagi orang berdosa atas perbuatan mereka. Contoh Abraham yang diungkap kembali oleh Paulus guna:
o Memberikan contoh Abraham sebagai bapa orang beriman, ia percaya bahwa bagi Allah tidak ada hal yang mustahil, karena istrinya yang mandul pun dapat melahirkan Ishak
o Paulus hendak memberi contoh kepada tiap pembaca agar menyadari bahwa Abraham tidak ragu akan Allah yang dapat memberi hidup bagi orang. Maka dengan iman, Abraham mempersembahkan Ishak dan mewariskan berkat yang besar. Dengan kata lain, Paulus menegaskan orang yang dibenarkan oleh iman adalah pewaris Roh Kudus yang melahirkan (memberi hidup)
§ Ibrani 10:38, menegaskan Tuhan tidak berkenan kepada orang yang mundur, tenggelam atau hanyut dan tidak diselamatkan jiwanya karena tidak beriman kepada Allah. Ibrani secara khusus ditulis dalam konteks akhir jaman di mana terdapat peperangan, sengsara, penganiayaan, fitnahan, perampasan belengu dan kemiskinan bertubi-tubi menyerang iman orang percaya. namun sebagai orang yang beriman, pastilah yakin bahwa Tuhan segera datang kembali menyelesaikan persoalan mereka.
Ketika Tatkala Babilonia tenggelam dan sejak kehancurnya, diberitakan akan muncul kota baru Yerusalem, bagai harapan yang indah bagi orang yang beriman.
Sebagai contoh: dalam dunia yang penuh kesadisan, terdapat sikap penyimpangan seksual yang membuktikan bahwa manusia sedang dalam keadaan genting. Yaitu:
Powerless-ness to be = Sadisme dalam hubungan seksual
Powerless-ness to relate = Pelampisan seksual secara tidak wajar
Konklusi:
Perlu diperhatikan! Dalam minggu ini perlu membawa orang beriman pada anugerah yang Tuhan beri bagi keselamatan jiwa, agar hidup sehat kua dalam kemenangan, sebab orang benar hanya dapat hidup apabila ia bersandar pada Tuhan semata.





- Kelompok 4 -

Jumat, 18 Januari 2008

Yesus, Pengawal dan Menggenap Iman

YESUS, PENGAWAL DAN MENGGENAP IMAN
Ibr 12:1-17

Samuel Wahyudi, Pdt.
Konteks pada ayat-ayat tersebut adalah Kristus pusat kehidupan, dan Allah memberikan hajaran dan mendidik orang-orang percaya dalam menjalani kehidupan pribadinya dan bagaimana berelasi dengan sesama orang percaya. Hakekat karya Kristus adalah inisiatif Allah untuk menyatakan dirinya kepada Manusia yang tidak mampu mengenal Allah dengan usahanya sendiri. Namun justru manusia menggugat inisiatif Allah ini dengan menolak Kristus (Kaledoiskop Kristologi 2007). Penulis kitab Ibrani memulai pasal ini dengan bahasa metafora tentang kehidupan iman orang percaya, yang seperti seorang atlet yang sedang berlomba untuk sebuah kemenangan. Seorang atlet yang baik, hidupnya selalu terfokus pada persiapan untuk meraih yang terbaik yang sanggup ia lakukan, demikian juga dengan kehidupan orang percaya yang harus terfokus pada Kristus agar mampu mempresentasikan yang terbaik melalui kehidupannya.
Mengapa Allah mendidik kita? RC Sproul dalam Chosen by God mengungkapkan 3 istilah yang harus dibedakan, yakni: Misteri, Paradoks, dan Kontradiksi. Allah mendidik kita melalui paradoks, dimana kita akan mengenal kebaikan dan kasihNya justru melalui pergumulan hidup, kepahitan hidup bahkan penderitaan. Allah tidak pernah berkontradiksi dalam kehendak dan rencanaNya.
Khotbah akan disusun sbb:
Pendahuluan, hal-2 komptemporer yang menentang Kristus
Pokok Berita, iman ditengah tantangan kehidupan, tetapi Kristus penggenap iman.
Eksegesis,
i. salvation faith, living faith dan serving faith
ii. focus on Christ: perseverance of the saints, by paradox of life
iii. Fruits of Christian life.
Kesimpulan :
Jawaban Alkitab selalu relevan terhadap isu-isu Kristologi komtemporer, dimana Kristus adalah Pengawal dan penggenap iman.

Ling Hie Ping, Pdt.
Kehidupan kekristenan seperti pertandingan (Bdk. 1 Kor 9). Pada umumnya, pertandingan tujuannya adalah kemenangan, demikian juga dengan hidup kekristenan itu tujuannya adalah kemenangan. Bagaimana bisa menang?
· Tau, bahwa kita banyak saksi – menunjuk kepada Ibr pasal 11: adanya saksi-saksi iman selama mengikuti Tuhan, banyak kesulitan tapi bisa menang.
· Hanya bisa di dapat kalau kita menanggalkan semua beban dosa. Salah satu beban yang merintangi adalah banyak orang Kristen justru tidak mau berubah. Ada yang mengatakan, kata “perlombaan” itu menunjuk pada lari 100 meter, tidak pakai aksesoris yang macam-macam, supaya tidak ada yang merintangi.
· Kita mau mempunyai mata yang tertuju pada Kristus.

Agus Gunawan, Pdt.
Iman harus bisa mengatasi dosa. Ketika ada orang percaya, salah satu cirinya adalah mampu meninggalkan dosa. Dosa itu bukan hanya “di luar” diri kita tetapi juga ada yang “di dalam” (inside) diri kita.

Timothy Liem, Pdt.
Kalimat “Yesus yang memimpin kita pada iman dan membawa iman pada kesempurnaan, dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib… yang tekun menanggung bantahan …” (ayat 2-3). Jadi , kesempurnaan akan dapat dicapai kalau kita melewati masa seperti Kristus: dihinakan, dibantah, dimusuhi. Iman kita tidak akan hidup kalau kita tidak mengalami fase itu, karena kadang kita selalu melihat hidup yang mapan, disegani, dituruti. Ingat, dalam hidup mungkin satu saat Tuhan mengijinkan satu fase yang sangat sulit … (yang Tuhan Yesus katakan “saat yang kamu tidak ingini”, Yoh. 21). Dalam keadaan seperti itu, mari makin mencari Dia dan bersandar kepada Dia. Pesan ini harus disampaikan kepada jemaat supaya memperkaya pengalaman iman jemaat.

Handy Kurniawan, Pdt.
Kristus sedang dipertaruhkan akhir-akhir ini, banyak yang menganggap Yesus bukan Allah. Dalam khotbah harus menekankan bagaimana Yesus adalah Allah yang datang memberi keselamatan.
Beberapa hal memperkenalkan Yesus sebagai Allah,
· Penulis Ibrani menunjukkan bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat, Melkisedekh, dan sebagainya.
· Paulus dalam Roma mengatakan bahwa Yesus ditentukan Allah menjadi jalan pendamai”.
· Dari kesaksian Yohanes: Pertama, penyataan Allah: “inilah Anak yang Kukasihi”; Kedua, kesaksian dari Yohanes pembaptis: lihatlah anak domba; Ketiga: dari pekerjaan Tuhan Yesus sendiri membuktikan bahwa dia adalah Allah; Keempat: dari kitab-kitab suci; Kelima: dari Yohanes sendiri yang menulis Injil Yohanes.

Hengky Suciady, Ev.
Pasal ini bicara tentang umat Tuhan yang sedang dalam pergumulan iman. Mengajarkan kita tiga hal:
· Kesetiaan Tuhan yang tidak pernah beruhah, Dia menyertai para tokoh iman (11) Dia juga akan menyertai kita.
· Suatu panggilan untuk setia dalam iman.
· Berkarya dalam kehidupan: perlombaan bagi Tuhan.
Bagaimana caranya? Ayat 1 dan 2: perlu meninggalkan dosa; hidup terfokus pada Kristus; bukan cuma menjadi pemenang, tetapi kita terus dibentuk dalam karya Allah supaya menjadi lebih indah lagi.

Jan Agustanu, Ev.
Realita kehidupan orang percaya seringkali ada dalam penderitaan. Tetapi orang Kristen bisa tetap ada damai, kekuatan. Kenapa? Karena Tuhan beserta. Pada waktu kita tidak mampu melindungi iman kita, Allah tetap menyertai dan menguatkan.

Agus Setiono, Ev.
Fobia sosial (sosiofobia / agorafobia=takut keramaian): takut kalau mendapatkan penghinaan penghinaan di publik, takut kalau orang akan menyakiti. Mungkin ada jemaat mengalami hal ini, tetapi apakah ini membuat mereka tidak berani bersaksi dan dan tidak berani menjalani hidup ini? Maka ajak jemaat,
· Jangan takut, karena kita tidak berjuang sendiri, ada banyak saksi yang mendahului kita berjuang (11).
· Mari berjalan mengiring Tuhan, mengarahkan hidup untuk megiring Tuhan.
· Orang benar akan hidup oleh iman, bisa hidup karena percaya.

Chandra Wijaya, Sdr.
Dalam hidup beriman ada dua kenyataan yang menyertai: ada yang hidup baik/menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan (pasal 11). Karena kenyataan itu (tidak selalu menyenangkan) maka hidup itu perlu perjuangan iman, dengan mata yang tertuju (berpusat) kepada Yesus.

Bong San Bun, Ev.
Ada orang yang kelihatan punya kerohanian baik tetapi realitanya dia tidak bertumbuh. Ini mengerikan. Mengapa orang Kristen tidak bisa lepas dari kebiasaan buruk? Ada kemungkinan mereka menikmati kehidupan dalam dosa. Mungkin mereka akan selamat, tetapi seperti Rasul Paulus katakan mereka menjadi orang “seperti ditarik dari dalam api”.

Jahja Santosa, Pdt.
Situasi orang Kristen ada dalam medan perlombaan, bukan dalam masa latihan (bisa salah), bukan dalam momen latih tanding (coba-coba). Oleh sebab itu kita perlu iman fokus pada Yesus.

Freda Adjan, Ev.
Mengapa kita harus bertekun dalam iman? Sebagai saksi iman, kita bagaikan ada di tengah-tengah gelanggang. Ada banyak orang yang menyaksikan kita. Oleh sebab itu apa saja yang membuat kita keluar dari gelanggang harus ditanggalkan.
· Iman adalah satu bagian yang sangat penting untuk menjadi suatu ketekunan bagi kita.
· Orang hanya hidup oleh iman kalau dia punya mata tertuju kepada Yesus. Mana kala ia mulai melihat hal lain, iman sulit dipertahankan.
· Selalu ingat pada Yesus. Iman digoncangkan kalau merasa terhinakan (harus mempertahankan dirinya). Tuhan Yesus memberikan contoh, tekun menahan bantahan.

Caleb Tong, Pdt.
Bulan ini bicara tentang kemantapan dalam iman. Perikop ini diangkat, bahwa kita dikelilingi oleh saksi-saksi untuk mendorong kita punya semangat untuk maju terus.
Konteks perikop ini adalah iman pengharapan dan kasih. Tiga hal ini penting sekali. Iman diperoleh dari Yesus Kristus. Ia memberi harapan karena pada saat ia mendapat tantangan Ia tetap menang, karena ia punya harapan yang besar.
Ketika ada ayat mengatakan, “anak dihajar oleh bapa”, artinya: mengkoreksi, mendisiplin, memecut (malas menuntut kemajuan maka bapa rela dalam cinta kasihnya menghajar kita).
Ada tiga istilah, “accept, adjust, achieve”. Accept menerima apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Bahkan sesuatu yang tidak berkenan di hati kita. Adjust menyesuaikan dengan pola tata cara Allah. Dalam hal ini, hati seorang anak yang rela mematuhi meskipun kita tidak mengerti. Sepeti Tuhan Yesus di taman Getsemani. Achieve, accomplisment, menggenapi sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. Ada orang-orang yang ketika melakukan sesuatu bermula dengan baik, continuitasnya juga baik, tetapi finishing touch-nya kadang-kadang tidak baik. Dalam hal iman, hanya Tuhan saja, yang bisa menggenapi.
Tujuh macam faktor menafsirkan “Yesus Kristus adalah pemula dan penggenap ini”,
· He is the author and finisher of our faith.
· He is a leader and perfector of our faith.
· He is the source and goal of our faith.
· He is a course and completer of our faith.
· He is the forerunner and winner of our faith. Menang dalam kemenangan dia, karena dia menjadi pejuang di depan kita. Kita hanya bisa mengikuti dia untuk mendapat kememangan.
· He is a pioneer and companion of our faith. Dia adalah pionir dan menemani kita dalam pertandingan hidup ini.
· He is a leader and example of our faith.
Kalau kita punya hati kepada Allah maka arah dan jalan kita pasti ke sana, kepada Allah. Kalau kita menatap kepada Kristus maka segala serih payah, usaha selalu akan kepada Kristus. Kita bersyukur Kristus di Salib karena dengan demikian Ia telah menggenapi segala kehendak BapaNya. Ibr 10, “Ia datang untuk menggenapi segala kehendak Bapa, dan berjalan dalam tujuan yang ditetapkan Tuhan”.

Yesus, Pengawal dan Menggenap Iman

YESUS, PENGAWAL DAN MENGGENAP IMAN
Ibr 12:1-17

Samuel Wahyudi, Pdt.
Konteks pada ayat-ayat tersebut adalah Kristus pusat kehidupan, dan Allah memberikan hajaran dan mendidik orang-orang percaya dalam menjalani kehidupan pribadinya dan bagaimana berelasi dengan sesama orang percaya. Hakekat karya Kristus adalah inisiatif Allah untuk menyatakan dirinya kepada Manusia yang tidak mampu mengenal Allah dengan usahanya sendiri. Namun justru manusia menggugat inisiatif Allah ini dengan menolak Kristus (Kaledoiskop Kristologi 2007). Penulis kitab Ibrani memulai pasal ini dengan bahasa metafora tentang kehidupan iman orang percaya, yang seperti seorang atlet yang sedang berlomba untuk sebuah kemenangan. Seorang atlet yang baik, hidupnya selalu terfokus pada persiapan untuk meraih yang terbaik yang sanggup ia lakukan, demikian juga dengan kehidupan orang percaya yang harus terfokus pada Kristus agar mampu mempresentasikan yang terbaik melalui kehidupannya.
Mengapa Allah mendidik kita? RC Sproul dalam Chosen by God mengungkapkan 3 istilah yang harus dibedakan, yakni: Misteri, Paradoks, dan Kontradiksi. Allah mendidik kita melalui paradoks, dimana kita akan mengenal kebaikan dan kasihNya justru melalui pergumulan hidup, kepahitan hidup bahkan penderitaan. Allah tidak pernah berkontradiksi dalam kehendak dan rencanaNya.
Khotbah akan disusun sbb:
Pendahuluan, hal-2 komptemporer yang menentang Kristus
Pokok Berita, iman ditengah tantangan kehidupan, tetapi Kristus penggenap iman.
Eksegesis,
i. salvation faith, living faith dan serving faith
ii. focus on Christ: perseverance of the saints, by paradox of life
iii. Fruits of Christian life.
Kesimpulan :
Jawaban Alkitab selalu relevan terhadap isu-isu Kristologi komtemporer, dimana Kristus adalah Pengawal dan penggenap iman.

Ling Hie Ping, Pdt.
Kehidupan kekristenan seperti pertandingan (Bdk. 1 Kor 9). Pada umumnya, pertandingan tujuannya adalah kemenangan, demikian juga dengan hidup kekristenan itu tujuannya adalah kemenangan. Bagaimana bisa menang?
· Tau, bahwa kita banyak saksi – menunjuk kepada Ibr pasal 11: adanya saksi-saksi iman selama mengikuti Tuhan, banyak kesulitan tapi bisa menang.
· Hanya bisa di dapat kalau kita menanggalkan semua beban dosa. Salah satu beban yang merintangi adalah banyak orang Kristen justru tidak mau berubah. Ada yang mengatakan, kata “perlombaan” itu menunjuk pada lari 100 meter, tidak pakai aksesoris yang macam-macam, supaya tidak ada yang merintangi.
· Kita mau mempunyai mata yang tertuju pada Kristus.

Agus Gunawan, Pdt.
Iman harus bisa mengatasi dosa. Ketika ada orang percaya, salah satu cirinya adalah mampu meninggalkan dosa. Dosa itu bukan hanya “di luar” diri kita tetapi juga ada yang “di dalam” (inside) diri kita.

Timothy Liem, Pdt.
Kalimat “Yesus yang memimpin kita pada iman dan membawa iman pada kesempurnaan, dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib… yang tekun menanggung bantahan …” (ayat 2-3). Jadi , kesempurnaan akan dapat dicapai kalau kita melewati masa seperti Kristus: dihinakan, dibantah, dimusuhi. Iman kita tidak akan hidup kalau kita tidak mengalami fase itu, karena kadang kita selalu melihat hidup yang mapan, disegani, dituruti. Ingat, dalam hidup mungkin satu saat Tuhan mengijinkan satu fase yang sangat sulit … (yang Tuhan Yesus katakan “saat yang kamu tidak ingini”, Yoh. 21). Dalam keadaan seperti itu, mari makin mencari Dia dan bersandar kepada Dia. Pesan ini harus disampaikan kepada jemaat supaya memperkaya pengalaman iman jemaat.

Handy Kurniawan, Pdt.
Kristus sedang dipertaruhkan akhir-akhir ini, banyak yang menganggap Yesus bukan Allah. Dalam khotbah harus menekankan bagaimana Yesus adalah Allah yang datang memberi keselamatan.
Beberapa hal memperkenalkan Yesus sebagai Allah,
· Penulis Ibrani menunjukkan bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat, Melkisedekh, dan sebagainya.
· Paulus dalam Roma mengatakan bahwa Yesus ditentukan Allah menjadi jalan pendamai”.
· Dari kesaksian Yohanes: Pertama, penyataan Allah: “inilah Anak yang Kukasihi”; Kedua, kesaksian dari Yohanes pembaptis: lihatlah anak domba; Ketiga: dari pekerjaan Tuhan Yesus sendiri membuktikan bahwa dia adalah Allah; Keempat: dari kitab-kitab suci; Kelima: dari Yohanes sendiri yang menulis Injil Yohanes.

Hengky Suciady, Ev.
Pasal ini bicara tentang umat Tuhan yang sedang dalam pergumulan iman. Mengajarkan kita tiga hal:
· Kesetiaan Tuhan yang tidak pernah beruhah, Dia menyertai para tokoh iman (11) Dia juga akan menyertai kita.
· Suatu panggilan untuk setia dalam iman.
· Berkarya dalam kehidupan: perlombaan bagi Tuhan.
Bagaimana caranya? Ayat 1 dan 2: perlu meninggalkan dosa; hidup terfokus pada Kristus; bukan cuma menjadi pemenang, tetapi kita terus dibentuk dalam karya Allah supaya menjadi lebih indah lagi.

Jan Agustanu, Ev.
Realita kehidupan orang percaya seringkali ada dalam penderitaan. Tetapi orang Kristen bisa tetap ada damai, kekuatan. Kenapa? Karena Tuhan beserta. Pada waktu kita tidak mampu melindungi iman kita, Allah tetap menyertai dan menguatkan.

Agus Setiono, Ev.
Fobia sosial (sosiofobia / agorafobia=takut keramaian): takut kalau mendapatkan penghinaan penghinaan di publik, takut kalau orang akan menyakiti. Mungkin ada jemaat mengalami hal ini, tetapi apakah ini membuat mereka tidak berani bersaksi dan dan tidak berani menjalani hidup ini? Maka ajak jemaat,
· Jangan takut, karena kita tidak berjuang sendiri, ada banyak saksi yang mendahului kita berjuang (11).
· Mari berjalan mengiring Tuhan, mengarahkan hidup untuk megiring Tuhan.
· Orang benar akan hidup oleh iman, bisa hidup karena percaya.

Chandra Wijaya, Sdr.
Dalam hidup beriman ada dua kenyataan yang menyertai: ada yang hidup baik/menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan (pasal 11). Karena kenyataan itu (tidak selalu menyenangkan) maka hidup itu perlu perjuangan iman, dengan mata yang tertuju (berpusat) kepada Yesus.

Bong San Bun, Ev.
Ada orang yang kelihatan punya kerohanian baik tetapi realitanya dia tidak bertumbuh. Ini mengerikan. Mengapa orang Kristen tidak bisa lepas dari kebiasaan buruk? Ada kemungkinan mereka menikmati kehidupan dalam dosa. Mungkin mereka akan selamat, tetapi seperti Rasul Paulus katakan mereka menjadi orang “seperti ditarik dari dalam api”.

Jahja Santosa, Pdt.
Situasi orang Kristen ada dalam medan perlombaan, bukan dalam masa latihan (bisa salah), bukan dalam momen latih tanding (coba-coba). Oleh sebab itu kita perlu iman fokus pada Yesus.

Freda Adjan, Ev.
Mengapa kita harus bertekun dalam iman? Sebagai saksi iman, kita bagaikan ada di tengah-tengah gelanggang. Ada banyak orang yang menyaksikan kita. Oleh sebab itu apa saja yang membuat kita keluar dari gelanggang harus ditanggalkan.
· Iman adalah satu bagian yang sangat penting untuk menjadi suatu ketekunan bagi kita.
· Orang hanya hidup oleh iman kalau dia punya mata tertuju kepada Yesus. Mana kala ia mulai melihat hal lain, iman sulit dipertahankan.
· Selalu ingat pada Yesus. Iman digoncangkan kalau merasa terhinakan (harus mempertahankan dirinya). Tuhan Yesus memberikan contoh, tekun menahan bantahan.

Caleb Tong, Pdt.
Bulan ini bicara tentang kemantapan dalam iman. Perikop ini diangkat, bahwa kita dikelilingi oleh saksi-saksi untuk mendorong kita punya semangat untuk maju terus.
Konteks perikop ini adalah iman pengharapan dan kasih. Tiga hal ini penting sekali. Iman diperoleh dari Yesus Kristus. Ia memberi harapan karena pada saat ia mendapat tantangan Ia tetap menang, karena ia punya harapan yang besar.
Ketika ada ayat mengatakan, “anak dihajar oleh bapa”, artinya: mengkoreksi, mendisiplin, memecut (malas menuntut kemajuan maka bapa rela dalam cinta kasihnya menghajar kita).
Ada tiga istilah, “accept, adjust, achieve”. Accept menerima apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Bahkan sesuatu yang tidak berkenan di hati kita. Adjust menyesuaikan dengan pola tata cara Allah. Dalam hal ini, hati seorang anak yang rela mematuhi meskipun kita tidak mengerti. Sepeti Tuhan Yesus di taman Getsemani. Achieve, accomplisment, menggenapi sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. Ada orang-orang yang ketika melakukan sesuatu bermula dengan baik, continuitasnya juga baik, tetapi finishing touch-nya kadang-kadang tidak baik. Dalam hal iman, hanya Tuhan saja, yang bisa menggenapi.
Tujuh macam faktor menafsirkan “Yesus Kristus adalah pemula dan penggenap ini”,
· He is the author and finisher of our faith.
· He is a leader and perfector of our faith.
· He is the source and goal of our faith.
· He is a course and completer of our faith.
· He is the forerunner and winner of our faith. Menang dalam kemenangan dia, karena dia menjadi pejuang di depan kita. Kita hanya bisa mengikuti dia untuk mendapat kememangan.
· He is a pioneer and companion of our faith. Dia adalah pionir dan menemani kita dalam pertandingan hidup ini.
· He is a leader and example of our faith.
Kalau kita punya hati kepada Allah maka arah dan jalan kita pasti ke sana, kepada ALlah. Kalau kita menatap kepada Kristus maka segala serih payah, usaha selalu akan kepada Kristus. Kita bersyukur Kristus di Salib karena dengan demikian Ia telah menggenapi segala kehendak BapaNya. Ibr 10, “Ia datang untuk menggenapi segala kehendak Bapa, dan berjalan dalam tujuan yang ditetapkan Tuhan”.

Jumat, 11 Januari 2008

Dari Iman Menuju Iman

Dari IMAN Kepada IMAN
(Roma 1:16-17)

Pdt. Tjong Wun Jen
Roma 1:16-17 merupakan ayat-ayat yang luar biasa.Walter W. Wessel mengatakan bahwa Roma 1:16-17 merupakan tema dari ke seluruhan kitab Roma. Dan William Barclay mengatakan bahwa Roma 1:16-17 berisikan intisari Injil Paulus dan Paulus memulainya dengan menyatakan bahwa ia sangat bangga dan merasa terhormat (mempunyai keyakinan yang kokoh atau tidak malu) dengan Injil tersebut. Berkenaan dengan berita Injil itu, Paulus juga berbicara tentang konsep yang penting yang juga menjadi tiang utama dari dasar pemikiran dan kepercayaannya, yaitu Iman. Apakah artinya ”dari iman kepada iman” yang dimaksudkan Paulus dalam ayat 17?
Dari iman kepada iman berarti “from first to last” (NIV), dari pertama sampai akhir Allah menyatakan bahwa kita dibenarkan dihadapan Allah karena iman dan hanya karena iman (Saving Faith).
Rasul Paulus mengkaitkan iman begitu dekat dengan keselamatan, di mana iman ini bukan sesuatu yang harus kita kerjakan untuk mendapatkan keselamatan, tetapi iman adalah pemberian Allah (Ef 2:8). Ketika Tuhan menyelamatkan kita, Dia juga memberikan kepada kita iman dan melalui iman itu Tuhan membawa kita dari mati kepada hidup yang kekal (Yoh 5:24). Keunikan kekristenan adalah karena keselamatan berdasarkan iman bukan berdasarkan jasa, kebajikan, bukan karena kontribusi manusia. Dengan iman, manusia diterima dan berkenan serta menjadi anak-anak Allah.
Dari iman kepada iman berarti dalam hidup setiap orang percaya harus meninggalkan pengandalan terhadap diri sendiri (self reliance) dan sekarang selalu mengandalkan Tuhan (Living Faith).
Iman adalah sikap menerima secara mutlak dan percaya tanpa syarat, atau penyerahan diri total. Jadi, dalam perjalanan hidup orang Kristen, dalam pertumbuhan iman dan kerohaniannya, bukan hanya menerima bahwa Allah itu ada dan Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadinya, tetapi berani menyerahkan diri sepenuhnya untuk hidup sesuai dengan kepercayaannya itu. Hubungan baik dengan Allah berdasarkan iman harus menjadi nyata dalam hidup dan perbuatan sehari-hari.
Pdt. Dr. Stephen Tong berkata, ”Kristus adalah Pemula dan Penyempurna iman kita (Ibr 12:1-2). Seluruh aspek iman berpusat kepada Kristus. Dengan demikian, seluruh kehidupan dan perjalanan hidup rohani kita yang menuju kesempurnaan itu dimulai dan disempurnakan oleh Kristus. Kristus yang mengadakan iman, Kristus juga yanng menggenapi iman kita.”


Sdr. Sin Han
Ada keraguan dari jemaat Roma mengenai berita Injil, karena itu di ayat 16 ada keyakinan yang kokoh untuk menguatkan jemaat Roma, Injil adl kekuatan Allah, penggenapan para nabi, Paulus juga punya pengalaman dengan Injil itu: Paulus berubah dari orang berdosa, diselamatkan dan menjadi pelayan Tuhan. Mns pada dasarnya tdk bisa beriman kepd Tuhan, tapi iman adalah sesuatu yang diberikan oleh Allah.


Ev. Freda Adjan
Dari percaya kepada mempercayai. From believe to trust. Ibr 11 & 12, Ibr 11 org yg sudah percaya pada Tuhan, Pasal 12 berbicara soal bgmana org beriman harus hidup. Daud adalah org yang percaya pada Tuhan, pd saat tidak berdaya dia menguatkan hatinya untuk percaya/mengandalkan Tuhan. Daud dan org2 yg beserta dia menangis sampai tdk lagi kuat menangis, tp kemudian Daud menguatkan iman percayanya kepada Tuhan. Lihat di 1 Samuel 30: 1-6.
Pembalasan adalah hak-Ku kata Tuhan. Dalam beriman kita juga harus percaya bahwa hak kita adl mendoakan dan mengasihi.


Ev. Iin
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dlm Injil. Hidup dlm iman sangat tidak muda, kaitkan dengan Mat 26: 33 Petrus pd perjamuan malam mengatakan: meskipun mereka goncang iman tp saya tidak. Tetapi pada saat pencobaan itu datang banyak org tdk bisa kokoh tapi malah berkompromi dengan dosa. Dari iman kepada iman adalah pergumulan yang sulit, ini sangat penting dlm kehidupan org percaya.


Ev. Dorothy Tong
Ada saving dan living faith tapi ada juga growing faith: Menghadapi situasi kondisi dalam pandangan manusia tdk mungkin, tp growing faith ini bisa menanggungnya.


Ev. Lydia Chen
Mandarinnya Sin Sin. Ada beberapa macam iman:
Iman Percaya diri bisa bawa dalam tekad pribadi.
Iman rasio bisa bawa kesuksesan melalui pengetahuan.
Iman dari Tuhan: Iman kepada Iman, Tuhan adalah sumber iman kita maka bisa berikan kita buah roh. Iman yang diberikan Tuhan membuat bertobat dan menerima keselamatan dari Tuhan.


Pdt. Handy Kurniawan
1. Tuhan menginginkan semua orang percaya beriman. Ujian-ujian diberikan Tuhan kpd orang beriman: perwira, 10 org kusta, perempuan 12 th pendarahan, bahkan kalau punya iman sebesar biji sesawi doa bisa dikabulkan Tuhan.
2. Iman akan menuntun kita pada suasana untuk berserah dan bergantung kpd Tuhan, Allah Maha Tahu, Maha Kuasa, Tuhan menciptakan dan meniadakan, menghidupkan dan mematikan, kalau bergantung pada Tuhan tentu hidup lebih ringan dan enak.
3. Iman menuntut pada bersedia melibatkan Dia dlm kehidupan sehari-hari. Seringkali ada bagian kehidupan yang tidak kita serahkan kepada Tuhan. Allah seringkali berkarya melalui umat-Nya, Adam, Nuh, Musa dll. Bersedia melibatkan Tuhan dlm hidup berkaitan dgn relasi antara kita dengan Tuhan.
4. Iman menuntun kita untuk berpikir dan berkata yang benar. Banyak jemaat bertanya: Mengapa? Seharusnya bertanya: Bagaimana untuk meresponi kehendak Tuhan. Juga ada kata: Jikalau, menyesali apa yang sudah terjadi.
5. Iman menuntun kita untuk belajar segala sesuatu tentang Tuhan. Org yang bisa berhasil ada 4 unsur: 1. Kemampuan 2. komunitas (politik mengatakan kendaraan), 3. Kesempatan 4. Kemurahan Tuhan.
6. Iman menuntun kita berhak melepaskan hak. Berhak berbuat sesuatu tapi lepaskan biarkan Tuhan yang lakukan.


Ev. Agus Susanto
Dlm Alkitab ada formula baptisan, formula perjamuan kudus, tp hari ini berbicara formula kehidupan, yaitu formula iman. Ada pertobatan John Wesley, bertobat krn membaca tulisan Martin Luther atas kitab Roma, sehingga John Wesley menjadi pengkotbah luar biasa yang mempengaruhi 2 benua. John Wesley pernah bermimpi ke neraka dan bertanya pada malaikat: Apa di neraka ini ada orang ortodoks, Presbiterian atau Methodis? Banyak kata malaikat itu. Lalu John Wesley ke Sorga: Apa ada Presbiterian, Ortodoks atau Metodis? Tidak ada. Tapi hanya ada orang yang percaya kepada Kristus.
Paulus adl rasul iman, Yohanes rasul kasih. Iman bukan buat org jadi baik, buat muzizat, tp iman untuk membuat org diperkenan Tuhan. Paulus menegaskan iman adl permulaan dari kekeristenan. Iman yg sejati bukan yang lain. Org biasanya meyakini hal2 lain untuk menjadikan iman berarti, tp bagi Paulus hanya iman.
Iman lebih penting dari rasio, dari manusia, dari kekayaan, perbuatan baik, hukum taurat dan tradisi. Paulus sedang berperang melawan tradisi yg kuat yaitu sunat. Iman yang sejati adl iman yang berkenan kepada Tuhan. Jemaat di Roma ini juga percaya kepada dewa lain: Yupiter, kejatuhan kota Roma dianggap sbg ketidak setiaan pada dewa ditulis dlm buku Agustinus City of God. Paulus menekankan bahwa iman harus murni hanya pada Tuhan.
Jemaat yg berlatar belakang Tiong Hoa seringkali masih meyakini tradisi2 Tionghoa, misalnya saat peti mati dimasukkan mereka memalingkan muka.
Iman yang sejati tdk bisa disamakan dengan iman yang lain, krn bisa menyelamatkan inilah iman yang ajaib.
Auris subjunctive: spy org yg belum percaya menjadi percaya (Saving Faith)
Present Subjunctive: spy org yg sudah percaya terus percaya (Living Faith)


Ev. Yanto
Ada juga sharing faith. Iman yang dibagikan, seringkali kita malu dan takut. Ada banyak di antara kita bisa beriman menghadapi keseulitan tp waktu harus bagikan iman kita malu.
Ilustrasi 2 th lalu di Kinasih: Pdt. Peter Chung. Ketika Pdt. Peter C masuk Supermarket ketemu encim yg dorong troly, tp dia merasa malu untuk bersaksi. Pdt. Peter C hanya tersenyum, tp hatinya tdk tenang. Lalu ketemu lagi yang kedua kali, tersenyum lagi. Sampai akhirnya yang ketiga kali ketemu di kasir ada encim itu lagi di belakangnya, dia tersenyum lagi. Singkat cerita akhirnya pulang dan tdk bicara apapun. Sebulan kemudian encim itu datang ke gereja dan bersaksi dan menyatakan bahwa tdk ada yang beritakan Injil tp saya datang ke gereja ini krn gembala anda tersenyum 3 kali pd saya.

Dosen SAAT yang bersaksi pada seorang supir taksi. Kalau mati akan kemana? Supir taksi berkata tdk tahu. Kalau anda? Dosen itu menyatakan: Kalau saya pasti masuk neraka krn saya org berdosa, jahat sampai supir itu berkata: Iya saya juga Pa. Tapi kemudian dosen itu berkata: Tapi sekarang saya punya keyakinan yang lain karena saya percaya pada Kristus maka saya diselamatkan.

Pdt. Christiady Cohen
Ayat 16 banyak disinggung tdk malu pada Injil karena Injil kekuatan Allah. Tahun 40 org Kristen prosentasenya hanya 0,0017 % terhadap penduduk Roma. Apa sih bangganya jadi orang Kristen, krn romawi bangsa yang besar dan kuat.
Dunamos dlm konteks bangsa-bangsa saat itu dlm kondisi militer. Tapi ini adl kekuatan bukan dari manusia tapi dari Allah.
Dlm kalangan Betany ada istilah: co (memperdagangkan) gereja, co kebaktian, co Yesus. Injil yang murni sekarang adl prestisius utk mendapatkan hal-hal materi.
Kebenaran Allah: righteousness of God. From faithfulness to faith. Keselamatan itu adalah bermula dari kesetiaan Allah.
Habakuk berbicara soal umat Israel yang keras kepala, self sufficient. Iman kepada iman bukan sesuatu yang mudah, tp sangat sulit. Dlm konteks Habakuk: org yg membusungkan dada tdk lurus hatinya, tp yang benar hidup oleh percayanya.


Pdt. Jahja Santosa
Allah yg menganugerahkan, memelihara dan menyempurnakan iman. Tembok Ratapan> Yahudi adl umat pilihan dan masih mengharapkan Mesias, melihat Bait Allah dihancurkan dan dibangun mesjid. Padahal ada bekas Fondasi Bait Allah dibawah mesjid mereka sangat serius untuk semakin menantikan Mesias. Jumlah yang seperti ini sangat besar, Org Yahudi kristen hanya 5 % adl sesuatu yg tragis. Mengakui bahwa objek iman ..
Iman secara negatif. Abraham bapak org beriman tapi tdk semua keturunan Abraham adl org beriman, juga bukan melalui tradisi, bukan jabatan sentral dlm dunia rohani, bukan juga secara lahiriah dlm akitivitas pelayanan yang spektakuler.
Iman secara positif: suatu kepastian, kemantapan, dlm percaya kepada objek yang benar. Mau mengasihi, taat pd kehendak Allah. Bukan fanatisme tapi seharusnya militan. Org Kristen bisa menjadi fanatik kalau tdk memahami iman yang sejati.


Pdt. Ling Hie Ping
Ayat 17 diambil dr Hab 7: 4. Pasal 1-4 bersangkut paut dgn keadilan yang muncul terbalik, kejahatan, kelaliman bahkan yg melakukan adl umat Israel, Habakuk sering teriak: keadilan, penindasan tp tetap tdk ada perubahan yang terjadi. Akhrnya makin parah karena Tuhan memakai bangsa Kasdim untuk menghukum Israel, jadi bagaimana harus hidup? Org benar hidup oleh percaya. Bukan pecaya kepada keadilan mns, bangsa Kasdim, tp hanya percaya kpd Tuhan.
Kekuatan (dunamis) melahirkan kata dinamit, dinamis, ada kekuatan yang mampu meledakkan. Yg bisa meledakkan, menggerakkan, menghidupkan adalah kekuatan Injil dari Allah sendiri.


Pdt. Agus Gunawan
Injil adl kekuatan yang mampu mengubah, tp di dalam pengamatan pribadi secara fenomena ternyata sepertinya tdk ada kekuatan itu. Kalau kita lihat dlm konteks Kisah Para Rasul, injil itu luar biasa tp dibandingkan dengan hidup kita saat ini bahkan sebagai hamba Tuhan kita masih bergumul dgn perasaan2 negatif yg menguasai.
Iman dari perspektif subjektif pandangan Paulus dia yakin, kokoh, stabil, firm, tp iman banyak org tdk stabil, tdk kokoh seringkali berubah tergantung musim.
Juga ada tension dlm hal pertumbuhan, ada org yang bertumbuh dan ada yang tidak, ada juga yang tumbuhnya agresif. Seharusnya tumbuh secara agresif. Pdt. Agus tahun ini ketua Bid. Pembinaan, apa yang akan terjadi dlm tahun ini? Apakah ada pertumbuhan atau stagnan saja pada tahun ini? Sampai ada perubahan sampai hidup kita tdk lagi bisa disangkal, krn kuasa Injil itu begitu nyata dlm hidup kita. Kalau iman ini nyata dalam kehidupan berjemaat maka ada sesuatu yang luar biasa terjadi di gereja kita karena jemaat kita begitu banyak.


Pdt. Caleb Tong
From faith to faith ada beberapa arti:
Faith first & faith last. Org melayani rendah hati, sampai akhir juga rendah hati.
Start from faith & ends in faith.
Spring from faith & faith receives. Hidup terpancar dari iman dan terus menerima penyegaran terus menerus dlm iman sehingga subur.
A process begun & continued by faith. Sesuatu yg terjadi dalam hidup harus dipelihara sampai terus bersandar pada
Resulting from faith & leading by faith, hasil dari iman
The way of faith that leads to greater faith. Pola tata cara hidup org beriman selalu hidup kearah yg lebih baik, sempurna, bertumbuh.

Ada saving, living, growing, sharing faith tapi harus juga ada conquering faith, iman yang mematahkan, iman yang meraih kemenangan.

Penjelasan org benar akan hidup oleh iman, 4 kali diangkat dlm alkitab, Rom 1: 17, Gal 3: 17, Hab 2: 4, Ibr 11: 38.
Keselamatan iman itu jelas bagi kita.
Rom 1: 17 Selamat karena iman. Iman yang hadir mengubah hidup Agustinus dari gelap menjadi terang. Tdk lagi berpesta pora, pergumulan benci dengki iri tapi mengenakan Kristus dan hidup aktif, inisiatif positif bagi Tuhan.

Gal 3: 13 Berkat dalam iman. Membicarakan Abraham, berkat kita diwarisi dari Abraham, beriman menerima Roh Kudus. Tidak hanya punya hidup tp hidup dlm kelimpahan.

Hab 2: 4 Iman yg beri kekuatan. Bangsa Kasdim membanggakan kekuatan mansuia, tp org percaya hanya bisa banggakan iman. Iman menjadi kuat krn kita sukacita dlm Kristus walau keadaan sekeliling gelap.

Ibr 11: 38 iman memberi kemenangan. Perikop ini berbicara menghadapi peperangan, fitnahan org, tontonan, ejekan, cemooh. Rantai ikatan belenggu terampas harta kekayaannya. Penulis Ibrani katakan harus punya hati yg berani dan bertahan menghadapi tantangan krn kehendak Tuhan pasti nyata: sebentar lagi Dia datang. Dlm jaman akhir ini bagaimana kita harus maju terus pantang mundur dan raih kemenangan.
Berkat dari kemenangan:
Menerima buah hidup firdaus
Menerima mahkota hidup
Menerima hak istimewa batu putih
Menerima tongkat memerintah bitang fajar
Menerima pakaian putih tdk tercemar hidup dlm kesucian
Menjadi stulos, tiang sokoh guru bait Allah,
Bertahta dgn Kristus di negeri baka di surga kala Tuhan menjadi raja segala raja.

Dari iman lemah jadi kuat, kecil jd besar, ragu jadi iman yg teguh, tipis jadi tebal.
Musa keluar dari Mesir tdk masuk Kanaan, krn marah. Tdk beriman bahwa Allah yang atur bukan dia yang atur.
Janda Sarfat beriman buat satu roti untuk Elia. Setelah janda itu buat untuk Elia dan kemudian buat untuk keluarga maka roti itu tdk pernah habis.